BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami

Setelah sarapan bubur bersama dengan Arnold, Luna kembali ke mansion. Luna masuk kedalam, ternyata Bara sedang duduk di meja makan dengan segelas kopi hitam dan roti, mungkin pria tampan itu sedang sarapan.

"Udah selesai joging bareng laki-lakinya?" sindir Bara.

"Maksud lo apa? jenapa jadi lo yang sewot. Oh, jangan-jangan lo cemburu ya liat gue sama cowok laen?" Selidik Luna mendekat ke arah suaminya.

"Gue cemburu sama lo, jangan mimpi! gue cuma nggak mau orang lain lihat seorang istri Bara Adi Wijaya ketauan selingkuh."

"Dih, siapa juga yang selingkuh. Emang nya lo om, walaupun udah nikah masih suka celup sana-sini. Di kantor laen, di club juga laen. Bae-bae om itu pedang kena penyakit gonta-ganti lubang terus," sindir Luna begitu frontal membuat Bara mendelik kan mata nya.

"Wah-wah, ternyata lo nggak sepolos itu ya, atau jangan jangan lo sendiri udah nggak virgin? cewek bar-bar sering keluyuran kek lo gini nih pasti pergaulan nya bebas," tuduh Bara membuat Luna tidak terima.

"Serah lo deh om mau nilai gue kek gimana, yang pasti itu semua nggak ngaruh buat gue." Luna meninggalkan Bara masuk kedalam kamarnya.

Bara mendengus sebal karena lagi-lagi dia di tinggalkan saat sedang berbicara.

Saat tiba di kamarnya Luna langsung masuk ke kamar mandi untuk sekedar bersih-bersih.

Setelah selesai bersih bersih dia memutuskan untuk tidur saja, karena hari ini hari Minggu tidak ada kegiatan.

Sementara diluar setelah menghabiskan kopi nya, Bara kembali ke kamarnya untuk istirahat, karena memang dia belum tidur dari semalam.

***

Siang hari Luna bangun karena perutnya sudah berbunyi minta di isi.

Luna keluar kamar menuju ke dapur untuk memasak, karena bibi sedang pulang kampung dan besok siang baru akan kembali lagi.

Pertama Luna menanak nasi terlebih dahulu agar setelah masakan nya matang nasi juga sudah matang.

Wanita cantik itu memasak cumi asam manis, cah kangkung dan ayam goreng saja. Saat sedang asyik memasak, Bara turun ke dapur mengambil air minum.

Bara meneguk ludah nya sendiri melihat pemandangan yang ada di dapur.

Istri nya sedang memasak yang terlihat sangat sexy di matanya, padahal Luna hanya memakai kaos over size dan hotpants saja dengan rambut panjangnya yang di cepol tinggi menampilkan leher jenjang seputih susu itu.

Gleekkk

Jakun Bara naik turun melihat keringat di dahi istrinya yang semakin terlihat sexy dan menggoda.

"Oh, shit," umpat Bara saat pedangnya sudah tegang.

Baru melihat Luna seperti itu saja dia sudah terangsang apa lagi melihat Luna memakai pakaian sexy.

Mau tidak mau Bara kembali ke kamarnya menidurkan pedang nya terlebih dahulu, bisa malu kalau sampe Luna tau pedangnya bangun hanya karena melihat dirinya yang sedang memasak.

Setengah jam memasak akhir nya masakan yang Luna buat sudah tersaji di meja makan.

Bara turun dari kamarnya lalu berjalan ke meja makan kemudian mendudukkan bokong nya di kursi meja makan dengan santai.

"Bibi mana?" tanya Bara pada istrinya.

"Pulang kampung, makanya kalo jadi boss itu perhatian dikit sama pekerjanya." Sinis Luna lalu menyendok makan untuk dirinya.

"Ini semua lo yang masak?" tanyanya pura-pura tidak tau.

"Lah iya, siapa lagi coba kagak ada orang di sini." Jawab nya cuek mulai menyuap nasi kedalam mulut nya.

Baru saja Bara mengambil piring dan menyendok nasi namun Luna sudah lebih dulu bersuara. "Mau ngapain, lo?"

"Mau mandi, lo nggak liat ini gue udah nyendok nasi ya tanda nya gua mau makan," kesal Bara.

"Oh, kirain lo nggak sudi gitu makan masakan yang gue buat." Sindir Luna membuat Bara mendengus sebal banyak drama sekali pikirnya.

"Banyak drama lo, udah ah laper gue mau makan daripada lama pesen mending gue makan yang udah ada." Bara mengambil lauk yang ada.

Bara mulai menyuap makanan itu kedalam mulut nya, ternyata masakan istrinya sangat enak.

"Ternyata masakan nya enak juga." batin Bara.

Bara bahkan sampai nambah nasi dan cumi asam manis itu membuat Luna geleng-geleng kepala.

"Laper apa doyan, Om?"

"Laper lah." Jawab Bara dengan mulut yang masih mengunyah.

Selesai makan Luna merapihkan meja makan dan mencuci piring, itu semua tidak luput dari pandangan Bara.

Ternyata istrinya bisa memasak dan bersih-bersih, dia kira hanya bisa keluyuran saja.

***

" Mau kemana, lo?" Tanya Bara yang melihat istrinya sudah berganti pakaian dengan jeans panjang sobek tidak lupa jaket kulitnya.

"Supermarket belanja bahan makanan, soalnya si bibi baru balik besok siang." jawab Luna dengan jujur.

"Biar gue anter." Bara mengambil kunci motor sport dari tangan sang istri.

"Ayok! malah dia bengong."

Luna berjalan mengikuti Bara dan saat Bara menaiki motor sport merahnya, itu terlihat sangat gagah dan Luna tidak bisa memungkiri itu.

Andai suami nya bukan seorang casanova, mungkin Luna akan membuka hati untuk pria tampan itu.

Setelah Luna naik Bara melajukan motor nya dengan cepat. "Pelan-pelan aja kali, om! kita ini bukan lagi di arena tapi jalanan komplek mana bisa ngebut."

"Udah lama gue nggak bawa motor, seru juga ya ternyata. Kek nya gue juga harus beli nih motor kek gini." Ujar Bara tersenyum baru kali ini dia tersenyum saat sedang bersama istrinya.

"Lah, dia mupeng sama motor gue, emang seru naik motor tuh apalagi motoran malem-malem keliling Jakarta itu lebih seru sih menurut gue."

"Boleh tuh di coba, ayok ntar malem kita motoran lagi! " ajak Bara pada istrinya.

"Gas aja gue mah om, tapi emang lo nggak ke club gitu? biasanya kan lo nggak pernah absen tiap malem kesana."

"Lo tau dari mana?" Tanya Bara heran kenapa istrinya bisa mengetahui aa yang dia lakukan di luaran sana.

"Temen kampus gue waiters di club tempat lo nongkrong tiap malem." jawabnya jujur.

Deg!

Bara kaget berarti teman sang istri juga mengadu pada istrinya jika tiap malam dia akan berganti ganti wanita untuk bercinta.

"Apa aja yang dibilang temen, lo?"

"Ya semua yang dia liat di club," jawabanya cuek.

Tidak terasa mereka sudah sampai di supermarket, Luna turun lebih dulu lalu bejalan masuk kedalam.

Luna mengambil troli lalu mendorongnya namun, troli itu langsung berpindah ke tangan Bara yang baru masuk setelah memarkirkan motor.

"Biar gue aja, Om." Tolak Luna saat Bara membantu mendorong troli nya.

"Udah biar gue yang dorong, udah sana lo pilih apa yang mau lo beli! " titah Bara pada istrinya.

Luna menuruti permintaan suaminya dia hanya memilih sedikit saja bahan makanan untuk nanti malam dan besok, biarlah nanti bibi yang akan belanja bulanan.

Luna sudah mengambil udang, ikan dan sayur. Kini dia beralih ke rak buah-buahan. Sedang asyik memilih buah-buahan ada yang datang menghampiri Bara.

"Halo, sayang. Kamu lagi apa?" tanya Bella yang kebetulan berada di sana dan langsung menghampiri Bara bergelayutan manja di lengan pria itu.

Luna yang masih berada di sana tidak menghiraukan nya, dia masih memilih-milih buah-buahan yang akan di beli.

"Lepas, Bella! kamu ngapain sih?" Bara melepaskan tangan wanita itu dari lengannya.

Luna memasukan buah buahan itu kedalam troli lalu mengambil troli itu dari tangan Bara kemudian mendorong nya menuju ke kasir.

Mood belanja nya langsung memburuk saat wanita itu tiba-tiba datang, dia lebih memilih menyudahi belanjanya saja.

Saat Luna sedang membayar dan menyerahkan kartu nya, disaat itulah Bara datang mendekati Luna.

Bara baru sadar kalau selama satu bulan menikah dia belum pernah sekalipun memberikan nafkah lahir untuk istrinya.

Selama ini istri nya membeli apapun keperluan nya dan keperluan mansion menggunakan uangnya sendiri.

Bahkan, Bara pun ikut makan dari makanan yang dibeli dari uang istri nya sendiri. Dia mempunyai banyak uang bahkan tidak akan habis hingga tujuh turunan.

Namun, dia lupa memenuhi kewajiban nya sebagai suami menafkahi istri nya walaupun bukan nafkah batin yang dia berikan.

Bara merasa malu dengan dirinya sendiri, bahkan barusan dia mengusir Bella dengan cara memberikan wanita itu uang sepuluh juta sementara istrinya tidak pernah dia berikan uang sepeser pun.

"Sini gue bantu! " ujar Bara membantu membawakan barang belanjaan Luna.

Luna hanya diam saja sampai mereka di perjalanan pulang pun Luna lebih banyak diam tidak seperti sebelumnya yang banyak bercerita.

Setelah sampai Luna langsung menaruh belanjaan nya ke dapur menata nya di tempat nya masing-masing.

"Gue ke kamar dulu, Om." Pamit Luna pada suaminya yang memang masih berada di sana.

Bara menganggukkan kepala nya melihat langkah istri nya yang semakin jauh. Entah kenapa rasanya tidak nyaman saat sang istri mendiaminya.

Bara pergi keruang gym yang ada di mansion itu untuk menjernihkan pikirannya.

***

Sore hari nya Luna memasak untuk makan malam, dia menggoreng udang tepung dan menumis brokoli dan lalu membuat sapi lada hitam.

Luna memasak dengan porsi yang cukup hanya satu kali makan saja agar tidak mubazir.

Bara baru datang dari taman belakang sehabis menerima telpon dari Mama Ayu. Dia memperhatikan istrinya yang sedang memasak sangat lihai seperti sudah terbiasa.

Bara duduk di meja makan memperhatikan istrinya yang sedang menggoreng udang terakhir.

Selesai mengangkat udang goreng tepung dan mematikan kompor, Luna hendak berbalik namun dikagetkan dengan Bara yang ternyata sedang duduk di meja makan.

"Astaga, bikin kaget aja lo, Om." ujar Luna mengelus dada nya.

"Sorry, lo sih fokus banget sampe nggak liat gue duduk," jawabnya cuek.

"Udah salah nggak mau di salahin lagi." Luna hendak pergi dari dapur namun Bara menahan nya.

"Lo mau kemana bukan nya makan dulu ini?"

"Gue mau shalat Maghrib dulu om, habis itu baru makan." Jawab Luna masuk ke kamarnya.

"Banyak kejutan yang gue dapet dari lo Lun, gue kira lo hanya gadis bar-bar tengil yang cuma bisa ngabisin duit orang tua, keluyuran nggak jelas dan pergaulan lo juga bebas. Tapi, kek nya gue salah, semakin mengenal lo semakin kagum gue sama lo." batin Bara.

***

Setelah makan malam bersama, Bara benar-benar menepati janjinya untuk motoran malam hari keliling Jakarta.

"Udah siap?" tanya Bara.

"Ready dong." Jawabnya semangat membuat Bara tersenyum.

Luna yang baru pertama kali melihat suaminya itu tersenyum pun sempet terpesona melihat suaminya, namun dia menepis hal itu.

Bara mengendarai motor nya dengan kecepatan sedang, benar kata istri nya motoran malam hari itu sangat seru.

Menikmati indah nya kota Jakarta saat malam hari yang di penuhi lampu-lampu jalan dan gedung tinggi sangat indah, di tambah hembusan angin membuat hatinya merasa damai.

"Gimana seru, kan?" tanya Luna berbicara sedikit kencang di telinga Bara agar suaminya bisa mendengar nya karena kondisi jalan yang bising.

"Iya, seru juga," jawab Bara tak kalah kencang.

Saat sudah tiba di jalan sepi, Bara menaikan kecepatan motornya membuat Luna kaget hampir saja dia terjatuh kalau saja dia tidak buru-buru memeluk erat Bara.

"Woy om, kasih aba-aba kek kalo mau ngebut untung aja kagak jatoh gue," gerutu Luna membuat Bara tertawa.

"Lah, dia malah tawa."

"Pegangan mau ngebut!"

Breeeemmm

Motor sport merah itu melaju dengan kencang membuat Luna memeluk erat Bara.

Bara merasa hatinya menghangat saat istrinya memeluk nya seperti ini seakan enggan menyudahi nya.

Saat melewati taman yang banyak penjual makanan gerobakan, Luna meminta berhenti.

"Kenapa sih?" tanya Bara bingung karena tiba-tiba saja Luna meminta nya berhenti.

"Beli jajanan dulu om, enak-enak itu."

"Nggak higenis itu makanan nya." Jawab Bara yang melihat makanan pinggir jalan itu.

Terpopuler

Comments

Susi Susiyati

Susi Susiyati

kenali dulu istrimu om jngn main nilai istrimu jelek.gitu2 jg dia jg bos ky om cmn dia g sombong.nyadar dong om.nnti keburu di gondol orang istrimu om.

2024-05-28

2

mei puspitasari

mei puspitasari

om belum tau sih...orang kaya

2024-04-22

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Club Malam
2 BAB 2. Kembali Kuliah
3 BAB 3. Rencana Perjodohan
4 BAB 4. Arena Balap Mobil
5 BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6 BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7 BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8 BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9 BAB 9. Hari Pernikahan
10 BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11 BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12 BAB 12. Mulai Beraktifitas
13 BAB 13. Balap Motor
14 BAB 14. Mulai Magang
15 BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16 BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17 BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18 BAB 18. Kekhawatiran Bara
19 BAB 19. Merawat Luna
20 BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21 BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22 BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23 BAB 23. Keterbukaan Luna
24 BAB 24. Anniversary Kantor
25 BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26 BAB 26. Kegundahan Bara
27 BAB 27. Tidak Rela
28 BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29 BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30 BAB 30. Awal Yang Baik
31 BAB 31. Ulet Bulu
32 BAB 32. Satu Kamar
33 BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34 BAB 34. Kekaguman Luna
35 BAB 35. Sikap Kasar Bara
36 BAB 36. Bara Sakit
37 BAB 37. Kedatangan Mertua
38 BAB 38. Berangkat Ke Bali
39 BAB 39. Dibuat Kesal
40 BAB 40. Keterkejutan Luna
41 BAB 41.Melampiaskan Emosi
42 BAB 42. Kebingungan Bara
43 BAB 43. Bara Cemburu
44 BAB 44. Cemburu Lagi
45 BAB 45. Kejujuran Bara
46 BAB 46. Kehancuran Mira
47 BAB 47. Bandung
48 BAB 48. Quality Time
49 BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50 BAB 50. Malam Pertama
51 BAB 51. Mengulang Kembali
52 BAB 52. Dijodohkan
53 BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54 BAB 54. Posesif Husband
55 BAB 55. Photo Shoot
56 BAB 56. Felly Dimutasi
57 BAB 57. Terakhir Magang
58 BAB 58. Menyusun Laporan
59 BAB 59. Touring Ke Puncak
60 BAB 60. Keputusan Final
61 BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62 BAB 62. Kondisi Luna
63 BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64 BAB 64. Ternyata Dia
65 BAB 65. Memberi Hukuman
66 BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67 BAB 67. Selamat Tinggal
68 BAB 68. Dosen Ganteng
69 BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70 BAB 70. I Love You Too Hubby
71 BAB 71. Kebahagiaan Bara
72 BAB 72. Suami Luna
73 BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74 BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75 BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76 BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77 BAB 77. Sesakit Inikah?
78 BAB 78. Ngidam
79 BAB 79. Melepaskan Semuanya
80 BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81 BAB 81. Emosi Devan
82 BAB 82. Penjelasan Bara
83 BAB 83. Jadi Kecebong
84 BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85 BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86 BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87 BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88 BAB 88. Drama Manjat Pohon
89 BAB 89. Lamaran
90 BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91 BAB 91. Beralih Profesi
92 BAB 92. Dapat Reward
93 BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94 BAB 94. Karin
95 BAB 95. Wisuda
96 BAB 96. Kegundahan Jessy
97 BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98 BAB 98. Hari Bahagia
99 BAB 99. Ngidam Aneh
100 BAB 100. Donny Tersindir
101 BAB 101. Bobol Gawang
102 BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103 BAB 103. Tidak Menyangka
104 BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105 BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106 BAB 106. Banjir Air Mata
107 BAB 107. Cemburunya Donny
108 BAB 108. Masakan Pertama Istri
109 BAB 109. Puncak Emosi
110 BAB 110. Pertengkaran Hebat
111 BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112 BAB 112. Bertemu Rival
113 BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114 BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115 BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116 BAB 116. Video Viral
117 BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118 BAB 118. Malu Sendiri
119 BAB 119. Little Tiger
120 BAB 120. Luka Mendalam
121 BAB 121. Kesedihan Tari
122 BAB 122. Karin?
123 BAB 123. Merasa Iba
124 BAB 124. Akhirnya
125 BAB 125. Lagi Dan Lagi
126 BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127 BAB 127. Diluar Angkasa
128 BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129 BAB 129. Nyoblos
130 BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131 BAB 131. Dibuat Kesal
132 BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133 BAB 133. Melahirkan
134 BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135 BAB 135. Akhir Bahagia
136 Info Season 2
Episodes

Updated 136 Episodes

1
BAB 1. Club Malam
2
BAB 2. Kembali Kuliah
3
BAB 3. Rencana Perjodohan
4
BAB 4. Arena Balap Mobil
5
BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6
BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7
BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8
BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9
BAB 9. Hari Pernikahan
10
BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11
BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12
BAB 12. Mulai Beraktifitas
13
BAB 13. Balap Motor
14
BAB 14. Mulai Magang
15
BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16
BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17
BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18
BAB 18. Kekhawatiran Bara
19
BAB 19. Merawat Luna
20
BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21
BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22
BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23
BAB 23. Keterbukaan Luna
24
BAB 24. Anniversary Kantor
25
BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26
BAB 26. Kegundahan Bara
27
BAB 27. Tidak Rela
28
BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29
BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30
BAB 30. Awal Yang Baik
31
BAB 31. Ulet Bulu
32
BAB 32. Satu Kamar
33
BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34
BAB 34. Kekaguman Luna
35
BAB 35. Sikap Kasar Bara
36
BAB 36. Bara Sakit
37
BAB 37. Kedatangan Mertua
38
BAB 38. Berangkat Ke Bali
39
BAB 39. Dibuat Kesal
40
BAB 40. Keterkejutan Luna
41
BAB 41.Melampiaskan Emosi
42
BAB 42. Kebingungan Bara
43
BAB 43. Bara Cemburu
44
BAB 44. Cemburu Lagi
45
BAB 45. Kejujuran Bara
46
BAB 46. Kehancuran Mira
47
BAB 47. Bandung
48
BAB 48. Quality Time
49
BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50
BAB 50. Malam Pertama
51
BAB 51. Mengulang Kembali
52
BAB 52. Dijodohkan
53
BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54
BAB 54. Posesif Husband
55
BAB 55. Photo Shoot
56
BAB 56. Felly Dimutasi
57
BAB 57. Terakhir Magang
58
BAB 58. Menyusun Laporan
59
BAB 59. Touring Ke Puncak
60
BAB 60. Keputusan Final
61
BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62
BAB 62. Kondisi Luna
63
BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64
BAB 64. Ternyata Dia
65
BAB 65. Memberi Hukuman
66
BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67
BAB 67. Selamat Tinggal
68
BAB 68. Dosen Ganteng
69
BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70
BAB 70. I Love You Too Hubby
71
BAB 71. Kebahagiaan Bara
72
BAB 72. Suami Luna
73
BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74
BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75
BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76
BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77
BAB 77. Sesakit Inikah?
78
BAB 78. Ngidam
79
BAB 79. Melepaskan Semuanya
80
BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81
BAB 81. Emosi Devan
82
BAB 82. Penjelasan Bara
83
BAB 83. Jadi Kecebong
84
BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85
BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86
BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87
BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88
BAB 88. Drama Manjat Pohon
89
BAB 89. Lamaran
90
BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91
BAB 91. Beralih Profesi
92
BAB 92. Dapat Reward
93
BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94
BAB 94. Karin
95
BAB 95. Wisuda
96
BAB 96. Kegundahan Jessy
97
BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98
BAB 98. Hari Bahagia
99
BAB 99. Ngidam Aneh
100
BAB 100. Donny Tersindir
101
BAB 101. Bobol Gawang
102
BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103
BAB 103. Tidak Menyangka
104
BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105
BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106
BAB 106. Banjir Air Mata
107
BAB 107. Cemburunya Donny
108
BAB 108. Masakan Pertama Istri
109
BAB 109. Puncak Emosi
110
BAB 110. Pertengkaran Hebat
111
BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112
BAB 112. Bertemu Rival
113
BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114
BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115
BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116
BAB 116. Video Viral
117
BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118
BAB 118. Malu Sendiri
119
BAB 119. Little Tiger
120
BAB 120. Luka Mendalam
121
BAB 121. Kesedihan Tari
122
BAB 122. Karin?
123
BAB 123. Merasa Iba
124
BAB 124. Akhirnya
125
BAB 125. Lagi Dan Lagi
126
BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127
BAB 127. Diluar Angkasa
128
BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129
BAB 129. Nyoblos
130
BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131
BAB 131. Dibuat Kesal
132
BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133
BAB 133. Melahirkan
134
BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135
BAB 135. Akhir Bahagia
136
Info Season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!