BAB 13. Balap Motor

Satu bulan berlalu...

Sudah satu bulan usia pernikahan Luna dan Bara. Namun, belum ada perubahan sama sekali.

Mereka masih hidup masing-masing walaupun tinggal di atap yang sama. Mereka bertemu hanya saat pagi hari saja, saat Bara berangkat ke kantor dan Luna ke kampus.

Seperti biasa setiap pagi Luna pergi ke cafe terlebih dahulu, karena biasanya jam perkuliahan baru dimulai sekitar jam 10 hingga sore hari.

"Hari pengumuman acc magang, ya?" tanya Luna saat baru sampai cafe.

"Iya, kira-kira kita keterima nya dimana, ya?" Ajeng bertanya karena mereka mengajukan proposal kedua perusahaan.

"Kagak tau gue juga, semoga di Wijaya Corporation." Devan ikut menimpali ucapan Ajeng.

"Ya, semoga aja," jawab Luna santai.

"Omset bulan ini naik drastis, gue akan bagi-bagi bonus sama kalian berdua dan karyawan lain nya juga."

"Wih, gue demen nih yang kek gini," seru Devan kegirangan.

"Mata duitan banget lu, Jaenal."

"Ya elah si Inem, gue tuh mau bawa tiger ke bengkel banyak yang mau di ganti sparepart nya," sahut Devan.

"Manja banget motor lu jajan mulu," sindir Ajeng.

"Ya biarin sih, sirik aja lu, Nem," sungut Devan tidak mau kalah.

"Udah ah, debat mulu lu pada! udah ayok ke kampus!" ajak Luna pada kedua sahabatnya.

***

Mereka tiba di kampus mengendarai kendaraan nya masing-masing.

"Ini kita langsung liat pengumuman aja kali ya baru ke kelas."

"Ya udah, ayok!"

Banyak mahasiswa yang sedang melihat pengumuman magang. Luna dan kedua sahabatnya melihat pengumuman itu dan mereka bertiga bersorak kegirangan.

Mereka bertiga di terima magang di perusahaan Wijaya Corporation. Akhirnya keinginan mereka bisa terwujud.

"Alhamdulillah ya, kita keterima bertiga di sana," seru Ajeng.

"Iya, semoga magang kita selama tiga bulan ke depan berjalan lancar."

"Aamiin. Ya udah ayok ke kelas!" Ajak Devan merangkul bahu Luna dan Ajeng bersamaan, karena dia berada ditengah-tengah wanita cantik itu.

Kelas mereka selesai tidak terlalu sore, mereka memtuskan untuk kembali ke cafe saja.

***

Di kantor Bara sedang fokus mengerjakan pekerjaan nya tiba-tiba Kenan masuk kedalam.

"Makan siang, yuk!" ajak Kenan pada sepupunya itu.

"Males gue keluar nya, pesen aja sono!" jawabnya cuek.

"Kebiasaan lo mah, ya udah gue pesen dulu." Kenan memesan makanan untuk mereka berdua makan.

"Bar, besok ada anak anak magang dari universitas Barata Wijaya," ujar Kenan memberitahu.

"Berapa orang?"

"6 orang." Jawab Kenan sembari mrmaibkan ponselnya.

"Ya udah lo urus!" titah Bara pada asisten nya itu.

"Sip, beres."

"Terus hubungan lo sama Luna gimana?" tanya Kenan penasaran.

"Ya nggak gimana-gimana," jawab Bara apa adanya

"Masa sih udah 1 bulan nggak ada kemajuan sama sekali."

"Ya emang nggak ada, orang kita aja hidup masing-masing walaupun tinggal satu atap. Gue juga jarang ketemu dia, paling pas mau berangkat ngantor aja ketemunya." Jelas Bara membuat Kenan tidak habis pikir dengan sepupunya itu.

"Padahal bini lo itu cantik Bar, keliatan beda dari wanita wanita di luaran sana dan dia juga mandiri. Gue aja sempet kagum dan terpesona sama dia pas pertama kali ketemu sama dia."

"Ambil sana kalo lo demen mah," sahut Bara tidak perduli.

"Serius lo boleh gue deketin?" tanya Kenan bercanda, mana mungkin dia mendekati istri sepupunya sendiri.

"Hem."

Tidak lama makanan yang Kenan pesan datang diantar oleh office boy.

"Nih makan dulu, biar kuat tenaga lo." Kenan meletakan kotak makanan itu di meja.

Bara bangkit dari kursi kebesaran nya lalu pindah duduk di sofa yang ada di ruangan nya.

"Cih, lo kali yang kudu makan banyak biar kuat. Gue sih tanpa makan banyak udah kuat," ucap Bara percaya diri.

"Paling kuat diatas ranjang doang." Sinis Kenan lalu mereka berdua melanjutkan makan siang.

***

Luna dan kedua sahabat nya sudah sampai di Cafe Olivia. Dapat mereka lihat cafe sedang ramai pengunjung.

"Gue naek keatas dulu, ya." Pamit Luna menaiki tangga menuju kelantai tiga.

Luna fokus dengan laptopnya mengecek semua urusan resto sendiri. Sementara Devan dan Ajeng membantu dibawah.

Ajeng biasanya memantau dan membantu pekerjaan kasir dan waiters, sementara Devan diberi tugas oleh Luna memantau pekerjaan chef dan keperluan dapur lain nya itu menjadi tanggung jawab Devan.

"Huh kelar juga, lah udah jam 5 aja." Luna bergegas turun kebawah.

"Guys, gue balik duluan ya mau naro mobil dulu ke mansion abis itu ambil motor di rumah bonyok. Entar lu pada nyusul langsung aja ke arena.

"Sip dah," jawab mereka kompak.

Luna bergegas menuju ke parkiran dan melajukan mobilnya menuju ke mansion. Luna hanya memarkirkan mobil nya saja lalu keluar lagi memesan ojek online.

"Mau kemana, Non?" tanya Pak Mamat security yang berjaga di mansion nya.

"Mau ke rumah bunda, Pak. Saya pergi dulu, ya," pamitnya karena ojek online yang dia pesan sudah datang.

"Hati-hati, Non."

***

Luna sampai di mansion Nugroho yang ternyata sangat sepi hanya ada para Art saja.

"Bi, Bunda kemana kok sepi?" tanyanya to the point.

"Nyonya sedang arisan bersama teman-teman nya, Non," jawab Bibi.

"Oh, ya udah aku ke kamar dulu ya, Bi." Luna menaiki tangga menuju ke kamar nya.

Luna merebahkan dirinya di ranjang king size miliknya yang sudah lama tidak dia pakai.

"Gue kangen tidur disini, tapi sayang punya laki kek kagak punya laki. Mau nginep aja kagak di bolehin." Gerutu Luna karena sebelumnya Luna meminta izin untuk menginap namun tidak di izinkan oleh Bara.

Alasan Bara tidak mengizinkan Luna menginap agar tidak di tanyai perihal pernikahan mereka berdua.

Luna masuk kedalam kamar mandi untuk bersih-bersih. Setelah selesai wanita cantik itu merebahkan tubuhnya di tempat tidur, karena kelelahan dia pun tertidur.

Kenzo yang mengetahui kakak nya datang pun langsung menemui kakak nya.

Kenzo membuka pintu kamar kakak nya dan melihat kakaknya sedang tertidur mengurungkan niat nya untuk berbicara dengan sang kakak.

Lelaki bertubuh tinggi itu kembali ke kamar nya, mungkin nanti ketika kakaknya sudah bangun baru dia akan berbicara.

Luna bangun saat adzan Maghrib berkumandang, dia masuk kedalam kamar mandi untuk berwudhu dan melakukan kewajiban nya sebagai umat muslim.

Selesai shalat Maghrib dia turun kebawah menuju meja makan. "Lah Bunda sama Ayah belum pulang, Ken?" tanya Luna pada adiknya yang sedang duduk sendiri.

"Belum kak, Bunda tadi udah pulang pas kakak tidur tapi pergi lagi ke kantor Ayah mau nemenin Ayah ke acara kolage nya," jawab Kenzo jujur.

"Oh gitu, ya udah ayok makan!" Mereka berdua makan diselingi obrolan biasa antara kakak dan adik.

"Kak, kakak nyaman sama hidup kakak yang sekarang?" Tanya Kenzo menatap kakaknya.

"Kenapa kamu tanya gitu?"

"Ya nggak papa, secara kakak kan nikah karena perjodohan dan nggak saling cinta." Ujar Kenzo yang masih mengkhawatirkan kakaknya.

"Apalagi kelakuan pria itu sangat amat nggak baik, aku takut kakak nggak bahagia dengan pernikahan kakak." Ucapan Kenzo membuat Luna terharu.

Adiknya yang selalu memperhatikan dan perhatian kepada kakaknya.

"Makasih ya, kamu selalu perhatian dan perduli sama kakak. Kamu tenang aja, kamu nggak usah mikirin pernikahan kakak yang penting kamu pikirin diri kamu sendiri, belajar yang bener biar bisa bantuin Ayah." Nasihat Luna untuk Kenzo.

"Iya, kak."

"Ya udah, kakak udah selesai makan nya. Nanti salam sama Bunda dan Ayah ya, oh iya kasih tau mereka ya kakak bawa motor kakak ke mansion kakak."

"Siap kak, hati-hati kak pulang nya." Kenzo memeluk sebentar kakak nya sebelum kakak nya pergi.

***

Luna sampai di arena jam 8 malam. Dia menghampiri Ajeng dan Devan yang ternyata sudah datang menunggu ditempat biasa.

"Biar gue cek dulu motor lu." Ujar Devan yang memang mengerti mesin dan suka mengecek ulang motor Luna saat dia akan balapan.

"Aman." Seru Devan mengacungkan jempol nya yang di anggukan oleh Luna.

"Hadiah nya berapa ini, Lun?" Tanya Ajeng.

"Kagak banyak, Jeng. Cuma 50 juta." Jawab Luna seraya memakai atribut balap nya.

"Nih minum dulu!" Ajeng menyerahkan botol minum itu kepada Luna.

"Udah Ready, gue turun dulu ya doain gue biar menang."

Devan dan Ajeng memeluk Luna bersamaan memberikan semangat.

"Semangat, lu pasti menang, Juleha. Lu kebanggan kita, lu pasti jadi juara nya." Ujar Devan memberikan semangat.

"Makasih ya, guys." Luna turun ke arena saat sudah di umumkan pemandu acara.

Semua peserta sudah berjejer di jalan menaiki motor nya masing-masing.

Breeem breeem

Suara tarikan gas motor bertanda pertandingan akan segera dimulai.

" Satu..dua..tiga.. Go!"

Para peserta sudah melajukan motornya dengan kencang penuh konsentrasi termasuk Luna.

Mereka semua menunjukkan skill mereka dijalan. Luna pun tak kalah semangat nya mengikuti balapan kali ini.

Posisi Luna berada di jajaran motor kedua, motor merah milik nya berusaha menyalip motor hitam yang ada di depan nya.

Posisi Luna memimpin dengan berada di urutan nomer satu namun, sayang tidak begitu lama, motor hitam yang Luna salip tadi mendahului nya lalu menyenggol motor Luna hingga jatuh.

"Lunaaaa!" Teriak Ajeng kencang saat melihat Luna terjatuh.

"Wah, curang itu yang depan maen nyenggol aja," gerutu Devan tidak terima.

"Aargghh, sial." Keluh Luna yang langsung bangun dan menaiki lagi motor nya kembali.

Dengan penuh konsentrasi dia menyalip para peserta yang ada di depan nya, kini dia berada di posisi kedua lagi.

Dia menarik gas lebih cepat menyalip motor hitam yang menyenggol nya tadi karena dia tidak terima.

"Enak aja lu mau curangin gue! cih, kagak gue biarin lu menang." Ujar Luna menambah kecepatan motor nya membuat lawan nya tidak mau kalah.

Aksi kejar-kejaran motor itu tidak dapat di hindarkan, pemotor merah yang di Kendarai Luna dan pemotor hitam lawan nya saling beradu memimpin permainan.

"Liat Van! lawan nya kagak mau kalah itu."

"Ho oh, sengit banget pertarungan malem ini," sambung Devan.

Dengan penuh konsentrasi Luna menambah kecepatan nya, karena ini putaran terakhir sampai akhir nya Luna berhasil lebih dulu sampai di garis finish dan keluar menjadi juara nya.

"Yeaayy, Luna menang," seru Ajeng kegirangan.

"Ayo kita samperin." Devan menarik tangan Ajeng turun ke arena.

Luna diberikan hadiah amplop uang tunai senilai 50 juta lalu menghampiri Ajeng dan juga Devan.

"Cih sombong, liat aja gue bales lu nanti," sinis pemotor yang mengendarai motor bewarna hitam tadi.

"Congrats, Lun." Ujar Ajeng memeluk Luna.

"Makasih kalian selalu support gue, tapi gue kagak bisa makan makan sekarang guys takut ketauan si Bara gue belom pulang jam segini."

"Gampang besok jam istirahat pas magang kan bisa sekalian makan siang di traktir bu boss." Guyon Devan membuat mereka tertawa.

"Ya udah balik yuk ! "

***

Luna tiba di mansion nya hampir jam dua belas malam, dia memarkirkan motor nya di garasi.

Bara yang baru sampai pun melihat dari balik jendela ternyata istri nya baru pulang, dia juga kaget istri nya memakai motor sport.

Luna membuka pintu utama baru saja melangkah masuk sudah di sambut dengan ocehan Bara.

"Perempuan apaan yang pulang tengah malem gini." Sindir Bara namun tidak dihiraukan oleh Luna.

Luna berlalu meninggalkan Bara begitu saja masuk kedalam kamar nya.

"Cih, sombong banget gue ngomong nggak di ladenin." Bara berjalan menaiki tangga menuju kamar nya untuk istirahat.

Setelah bersih bersih Luna langsung tidur karena besok pagi sudah mulai magang.

Terpopuler

Comments

Susi Susiyati

Susi Susiyati

ayo kenan deketin luna,belm ajs panas liat istr dideketin cwo lain.nnti aja klo di gaet orang nngis km om
semngat

2024-05-28

2

Hanisah Nisa

Hanisah Nisa

lanjut up

2024-03-15

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Club Malam
2 BAB 2. Kembali Kuliah
3 BAB 3. Rencana Perjodohan
4 BAB 4. Arena Balap Mobil
5 BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6 BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7 BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8 BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9 BAB 9. Hari Pernikahan
10 BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11 BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12 BAB 12. Mulai Beraktifitas
13 BAB 13. Balap Motor
14 BAB 14. Mulai Magang
15 BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16 BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17 BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18 BAB 18. Kekhawatiran Bara
19 BAB 19. Merawat Luna
20 BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21 BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22 BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23 BAB 23. Keterbukaan Luna
24 BAB 24. Anniversary Kantor
25 BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26 BAB 26. Kegundahan Bara
27 BAB 27. Tidak Rela
28 BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29 BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30 BAB 30. Awal Yang Baik
31 BAB 31. Ulet Bulu
32 BAB 32. Satu Kamar
33 BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34 BAB 34. Kekaguman Luna
35 BAB 35. Sikap Kasar Bara
36 BAB 36. Bara Sakit
37 BAB 37. Kedatangan Mertua
38 BAB 38. Berangkat Ke Bali
39 BAB 39. Dibuat Kesal
40 BAB 40. Keterkejutan Luna
41 BAB 41.Melampiaskan Emosi
42 BAB 42. Kebingungan Bara
43 BAB 43. Bara Cemburu
44 BAB 44. Cemburu Lagi
45 BAB 45. Kejujuran Bara
46 BAB 46. Kehancuran Mira
47 BAB 47. Bandung
48 BAB 48. Quality Time
49 BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50 BAB 50. Malam Pertama
51 BAB 51. Mengulang Kembali
52 BAB 52. Dijodohkan
53 BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54 BAB 54. Posesif Husband
55 BAB 55. Photo Shoot
56 BAB 56. Felly Dimutasi
57 BAB 57. Terakhir Magang
58 BAB 58. Menyusun Laporan
59 BAB 59. Touring Ke Puncak
60 BAB 60. Keputusan Final
61 BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62 BAB 62. Kondisi Luna
63 BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64 BAB 64. Ternyata Dia
65 BAB 65. Memberi Hukuman
66 BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67 BAB 67. Selamat Tinggal
68 BAB 68. Dosen Ganteng
69 BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70 BAB 70. I Love You Too Hubby
71 BAB 71. Kebahagiaan Bara
72 BAB 72. Suami Luna
73 BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74 BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75 BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76 BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77 BAB 77. Sesakit Inikah?
78 BAB 78. Ngidam
79 BAB 79. Melepaskan Semuanya
80 BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81 BAB 81. Emosi Devan
82 BAB 82. Penjelasan Bara
83 BAB 83. Jadi Kecebong
84 BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85 BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86 BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87 BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88 BAB 88. Drama Manjat Pohon
89 BAB 89. Lamaran
90 BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91 BAB 91. Beralih Profesi
92 BAB 92. Dapat Reward
93 BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94 BAB 94. Karin
95 BAB 95. Wisuda
96 BAB 96. Kegundahan Jessy
97 BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98 BAB 98. Hari Bahagia
99 BAB 99. Ngidam Aneh
100 BAB 100. Donny Tersindir
101 BAB 101. Bobol Gawang
102 BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103 BAB 103. Tidak Menyangka
104 BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105 BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106 BAB 106. Banjir Air Mata
107 BAB 107. Cemburunya Donny
108 BAB 108. Masakan Pertama Istri
109 BAB 109. Puncak Emosi
110 BAB 110. Pertengkaran Hebat
111 BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112 BAB 112. Bertemu Rival
113 BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114 BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115 BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116 BAB 116. Video Viral
117 BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118 BAB 118. Malu Sendiri
119 BAB 119. Little Tiger
120 BAB 120. Luka Mendalam
121 BAB 121. Kesedihan Tari
122 BAB 122. Karin?
123 BAB 123. Merasa Iba
124 BAB 124. Akhirnya
125 BAB 125. Lagi Dan Lagi
126 BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127 BAB 127. Diluar Angkasa
128 BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129 BAB 129. Nyoblos
130 BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131 BAB 131. Dibuat Kesal
132 BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133 BAB 133. Melahirkan
134 BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135 BAB 135. Akhir Bahagia
136 Info Season 2
Episodes

Updated 136 Episodes

1
BAB 1. Club Malam
2
BAB 2. Kembali Kuliah
3
BAB 3. Rencana Perjodohan
4
BAB 4. Arena Balap Mobil
5
BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6
BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7
BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8
BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9
BAB 9. Hari Pernikahan
10
BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11
BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12
BAB 12. Mulai Beraktifitas
13
BAB 13. Balap Motor
14
BAB 14. Mulai Magang
15
BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16
BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17
BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18
BAB 18. Kekhawatiran Bara
19
BAB 19. Merawat Luna
20
BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21
BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22
BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23
BAB 23. Keterbukaan Luna
24
BAB 24. Anniversary Kantor
25
BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26
BAB 26. Kegundahan Bara
27
BAB 27. Tidak Rela
28
BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29
BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30
BAB 30. Awal Yang Baik
31
BAB 31. Ulet Bulu
32
BAB 32. Satu Kamar
33
BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34
BAB 34. Kekaguman Luna
35
BAB 35. Sikap Kasar Bara
36
BAB 36. Bara Sakit
37
BAB 37. Kedatangan Mertua
38
BAB 38. Berangkat Ke Bali
39
BAB 39. Dibuat Kesal
40
BAB 40. Keterkejutan Luna
41
BAB 41.Melampiaskan Emosi
42
BAB 42. Kebingungan Bara
43
BAB 43. Bara Cemburu
44
BAB 44. Cemburu Lagi
45
BAB 45. Kejujuran Bara
46
BAB 46. Kehancuran Mira
47
BAB 47. Bandung
48
BAB 48. Quality Time
49
BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50
BAB 50. Malam Pertama
51
BAB 51. Mengulang Kembali
52
BAB 52. Dijodohkan
53
BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54
BAB 54. Posesif Husband
55
BAB 55. Photo Shoot
56
BAB 56. Felly Dimutasi
57
BAB 57. Terakhir Magang
58
BAB 58. Menyusun Laporan
59
BAB 59. Touring Ke Puncak
60
BAB 60. Keputusan Final
61
BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62
BAB 62. Kondisi Luna
63
BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64
BAB 64. Ternyata Dia
65
BAB 65. Memberi Hukuman
66
BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67
BAB 67. Selamat Tinggal
68
BAB 68. Dosen Ganteng
69
BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70
BAB 70. I Love You Too Hubby
71
BAB 71. Kebahagiaan Bara
72
BAB 72. Suami Luna
73
BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74
BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75
BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76
BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77
BAB 77. Sesakit Inikah?
78
BAB 78. Ngidam
79
BAB 79. Melepaskan Semuanya
80
BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81
BAB 81. Emosi Devan
82
BAB 82. Penjelasan Bara
83
BAB 83. Jadi Kecebong
84
BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85
BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86
BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87
BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88
BAB 88. Drama Manjat Pohon
89
BAB 89. Lamaran
90
BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91
BAB 91. Beralih Profesi
92
BAB 92. Dapat Reward
93
BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94
BAB 94. Karin
95
BAB 95. Wisuda
96
BAB 96. Kegundahan Jessy
97
BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98
BAB 98. Hari Bahagia
99
BAB 99. Ngidam Aneh
100
BAB 100. Donny Tersindir
101
BAB 101. Bobol Gawang
102
BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103
BAB 103. Tidak Menyangka
104
BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105
BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106
BAB 106. Banjir Air Mata
107
BAB 107. Cemburunya Donny
108
BAB 108. Masakan Pertama Istri
109
BAB 109. Puncak Emosi
110
BAB 110. Pertengkaran Hebat
111
BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112
BAB 112. Bertemu Rival
113
BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114
BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115
BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116
BAB 116. Video Viral
117
BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118
BAB 118. Malu Sendiri
119
BAB 119. Little Tiger
120
BAB 120. Luka Mendalam
121
BAB 121. Kesedihan Tari
122
BAB 122. Karin?
123
BAB 123. Merasa Iba
124
BAB 124. Akhirnya
125
BAB 125. Lagi Dan Lagi
126
BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127
BAB 127. Diluar Angkasa
128
BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129
BAB 129. Nyoblos
130
BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131
BAB 131. Dibuat Kesal
132
BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133
BAB 133. Melahirkan
134
BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135
BAB 135. Akhir Bahagia
136
Info Season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!