Geometry dash

1 Minggu lagi kemudian

Sudah satu Minggu sejak hari itu, setelah semua ini Bayu harus memenuhi janjinya dengan Bu Retno, pergi ke aula dan menceritakan seluruh kejadian demi kejadian di masa lalunya, Bu Retno tidak menyangka kalau menceritakan masa lalunya saja butuh waktu berjam jam, tapi entah kenapa cerita itu tidak membosankan sama sekali bagi Bu Retno. Dia pada akhirnya menangis sejadi jadinya di akhir cerita dan masih syok karena Bayu bisa menceritakannya dengan sangat mudah, mulai dari dirinya yang membantu Daffa, pembunuhan temannya dan masih banyak lagi kejadian di masa lalunya.

Bu Retno masih tidak mempercayai cerita Bayu dan mengatakan kalau cerita Bayu hanyalah karangan biasa yang diciptakan oleh orang orang depresi, tapi dia memujinya karena cerita itu terasa sangat nyata hingga dia bisa masuk ke dunia yang di ciptakan Bayu. Bayu tidak terlalu mempedulikannya dan hanya memberikan surat kecil kepada Bu Retno berisi alamat rumahnya yang ada di Jawa tengah sembari mengatakan kalau berita tentang tenggelamnya desa itulah yang karangan, walau sulit di terima tapi dia menjelaskan kalau berita tidak akan membayar suatu kejadian, tapi sebaliknya kejadian itu sendirilah yang membayar berita agar bisa mereka ubah dan mereka menyembunyikan fakta sebenarnya dari publik.

Sejak saat itu Bu Retno menghilang dan beberapa hari yang lalu dia baru kembali dan memeluk Bayu di tangga sekolah, Kejadian itu diceritakan langsung oleh Bayu, entah kenapa semakin lama dia semakin mempercayaiku walaupun dia tahu kalau ada yang aneh dari diriku. Aku memang sedang menyembunyikan suatu fakta mengerikan yang sengaja aku sembunyikan agar aku bisa bergaul dengannya, agar dia tidak lagi membenciku dan berusaha membunuhku.

Tepat hari Senin satu Minggu kemudian aku berjalan pergi menuju balai lapangan kerja atau biar mudah BLK, kami disuruh ke sana karena harus pindah ke lab komputer untuk pelajaran TIK. Kami terlalu bersemangat untuk hal ini karena ini adalah pertama kalinya kami belajar langsung menggunakan komputer, walaupun ada beberapa anak yang pernah menyentuh bahkan memilikinya secara pribadi di rumah, tapi mengingat ini adalah pondok pesantren yang tidak pernah memperbolehkan memiliki hp pribadi, ini adalah kesempatan yang tidak boleh terlewatkan, terutama untuk diriku yang langsung berangkat ke sana tanpa ada yang menyuruh, ada satu game yang berusaha aku tamat kan selama lebih dari lima bulan dan tidak sempat tamat karena harus kesini.

Aku melepaskan sepatu dan langsung memasuki ruang komputer yang hanya ada seorang guru dan ketua kamarku, mas Mahmud, ku peringatkan ya dia ini gay jadi harus hati hati, oh iya itulah topik utama disini. yah itu nggak ada hubungannya denganku jadi aku langsung memberi salam ke guru dan membuka komputer paling depan, membuka google dan mencari permainan yang mungkin sudah kalian kenal, geometry dash aku hanya mencari bajakan di google karena aku tidak dapat menghafal alamat email komputer rumah yang membuatku tidak bisa mendownload nya langsung.

Beruntung komputer ini sangatlah baik karena aku hanya perlu menunggu selama beberapa menit dan sudah dengan baik dapat dimasuki dalam percobaan pertama, jadi tidak perlu membuang banyak waktu. Gurunya dari tadi hanya diam saja dan tidak berusaha menggangguku, yang membuatku menjadi semakin bersemangat menamatkan level extreme demon limbo.

"Mas, aku oleh longgoh karo awakmu a? ( Mas, aku boleh duduk sama kamu nggak? )." Aku menoleh tepat saat aku mencapai 50 persen. Aku sedikit terkejut, disini telah banyak anak yang datang dan aku melupakan sesuatu yang sangat penting, membangunkan Bayu. Aku melihat sesosok lelaki yang berdiri di belakangku, dia adalah Ricko yang sempat aku ceritakan waktu itu, seorang anak bertato yang selalu memakai baju panjang dan tidak pernah telanjang dada.

"Sembarang, oh Iyo nangdi Bayu? ( Terserah, oh iya dimana Bayu? )." aku bertanya sembari menggeser bokongku agar menyisakan ruang untuk anak itu. Komputer disini juga terbatas, hanya berisi 15 komputer untuk satu kelas yang berisi 30 orang, jadi 30 dibagi 15 hitung aja sendiri. Ricko yang mendengarnya segera duduk agar bisa melihatku bermain, dia juga sebenarnya tidak terlalu antusias dengan hal ini dan dia memilih duduk denganku karena orang lain pada pelit untuk menggeser bokongnya.

"Wes, westak gugah kok ( sudah, sudah saya bangunkan kok )." Jawaban itu membuatku sedikit lega sekaligus heran kenapa anak ini membangunkan Bayu, halah itu tidak penting, yang penting sekarang itu bagaimana cara melewati bagian kunci. Aku sebenarnya sudah bisa seluruhnya, hanya bagian kunci saja yang membuatku bingung karena harus fokus pada dua arah sekaligus dan aku tidak pandai dalam hal itu, Ricko juga tampaknya tidak terlalu banyak tanya dan hanya duduk melihatku bermain game ini, guru di depan juga sepertinya membiarkan kami bermain sepuasnya untuk menyambut pertemuan pertama jadi aku bisa bebas kali ini, aku langsung memulai lagi level dari awal.

"He onok opo iku? ( Hei, ada apa itu? )." Ricko tiba tiba saja memegang pundak ku yang membuatku terkejut tapi beruntung aku tidak kalah dan masih menginjak 79 persen, hampir menuju sesi kunci. Tanpa aku ketahui Bayu dibalik pintu kaca sedang menaikkan kakinya dan langsung menendang keras kaca itu hingga pecah dan pecahannya berhamburan kemana mana tapi aku masih selamat karena ada komputer yang bekerja sebagai tameng. Dia lalu mundur beberapa langkah sembari melepaskan gelang hitam yang selalu ada di tangan dan kakinya.

"Woi aku wes totok kuncie tambah di gebrak cok, sopo ae se iki dancok ( Woi, aku sudah sampai kunci malah di gebrak cok, siapa sih ini dancok )." layar komputernya terjatuh ke belakang yang seketika membuatku kalah mengenaskan, aku hanya bisa mengumpat sekaligus tidak menduga kalau ternyata orang yang mendorong mejaku hingga membuat komputer itu jatuh kebelakang adalah Mahmud yang kini sedang berusaha berdiri sembari menggenggam kedua tangannya dan mengangkatnya hingga ke dada, Dia sedang menantang seseorang yang sudah pasti akan menang, Bayu.

Mahmud yang tepat berada di depanku entah kenapa tiba tiba menghindar ke kanan dengan cepat dan sebuah pulpen melayang lurus tepat ke arah kepalaku, aku seketika langsung menangkapnya menggunakan tanganku tepat di tengah pulpen, aku menggenggamnya sangat erat hingga pulpen itu terpecah menjadi dua. Aku melemparnya ke bawah dan memandangi Bayu yang kini mulai memasuki ruangan komputer dengan keadaan yang tidak pernah aku duga.

"jangan ngelamun pembunuh, usir pengganggu ini dari sini." Aku yang melihatnya datang dibuat terkejut dengan nada suaranya yang berat bahkan dari tubuhnya yang kini mengeluarkan aura hitam membara yang keluar dari bajunya, matanya memerah terbakar melewati pinggiran dahinya, kakinya terbakar hebat sampai ke lutut membuatku langsung mengingat sesuatu hal mengerikan, ini adalah bentuk kemarahan yang berada pada level sangat jauh dari yang di tunjukkan nya pada Dewa dan Fairus.

"METUO KABEH DANCOK, NEK KON GAK PENGEN MATI NANG GON METUO COK." Aku membentak semua orang yang ada di dalam termasuk sang guru yang kini melihat dengan jelas darah yang keluar dari telapak tangan bagian dalam milik Mahmud beserta mulutnya yang juga mengeluarkan darah karena habis ditendang oleh Bayu tepat di bagian dagu. Semuanya keluar satu persatu dengan perlahan tapi cepat, mata mereka memutih dan urat urat di sekitar mata mereka dapat terlihat jelas, mereka kini seperti sedang dirasuki oleh sesuatu termasuk 9 orang lainnya yang dianggap sahabat oleh Bayu.

"Jangan membunuhnya." Aku yang menjadi orang terakhir keluar memegang pundak Bayu dan mengatakan hal ini tepat di telinganya yang hanya dibalas dengan tatapan matanya yang semakin terbakar. Sekian detik sejak aku mengatakannya, Bayu langsung menghilang begitu juga dengan anak anak yang lain mulai menyadarkan diri satu persatu. Aku menoleh ke belakang dan melihat Mahmud yang terlempar ke kiri tanpa ada yang menyadarinya, Bayu telah menjadi sesuatu yang berada di luar nalar manusia.

Episodes
1 Permulaan, pondok pesantren As-sasun najah.
2 Kejadian random dalam satu malam.
3 Hambali 1, kamar para senior
4 Mizam, 3 orang dalam satu tubuh
5 pembullyan pertama
6 Bertindak tanpa tahu resikonya adalah sifat alamiah yang dimiliki manusia.
7 Apa yang sebenarnya terjadi?, Siapa dia sebenarnya
8 Hubungan antara sahabat, keputusan berada di tangan Dewa
9 perasaan dan janji Bayu untuk maju
10 sebuah fakta mengerikan yang datang untuk Daffa
11 Kenangan Bayu dan sebuah kata kata untuk Dewa
12 Operasi sederhana di tingkat atas.
13 Akhir dari drama panjang, tapi cerita masih belum berakhir.
14 cara menghormati menurutku dan Bayu.
15 Eratnya persahabatan kami berlima.
16 Dendam Aisyah pada seorang habib
17 Ikatan yang mulai dibangun dengan pukulan
18 Geometry dash
19 Pertarungan yang tidak seimbang, Mahmud vs Bayu
20 Cinta bertepuk sebelah tangan yang berakhir tragis.
21 Akhir dari pertarungan, serangan terakhir Bayu.
22 Perintah Bu Retno dan sebuah topi
23 Diakah orangnya, orang yang saya tunggu tunggu?
24 Air mata Bayu dan sebuah pelukan kehangatan.
25 Sang penikmat nafsu, rahasia umum pondok putra
26 Peringatan: episode ini mengandung hal hal berbau sexual yang mungkin mengganggu
27 the butterfly effect
28 Kembali ke jauh di masa lalu, 1975
29 miskin tapi bahagia atau menangis tapi kaya
30 Kebahagiaan yang membosankan.
31 Kematian yang sangat cepat
32 Apa yang akan dilakukan sekarang?
33 Perlahan tapi pasti, dibangunnya kepercayaan.
34 epilog
35 reality or a dream
36 the fireball and the big moon
37 Who am I?
38 questions without answers
39 friendship and reform
40 Cerita pertama: Kisah cinta penuh drama. Sebuah pembelaan dan tuntutan perubahan
41 keputusan investigasi untuk humanisme
42 penghilangan demi penghilangan, pelarian demi pelarian, pencarian demi pencarian
43 pertarungan ghaib yang menghasilkan hukuman
44 Episode bonus: sebuah lantunan sholawat
45 sebuah keputusan ekstrem, menghasilkan akibat yang ekstrem pula
46 sebuah pelatihan mengagumkan yang memulai persahabatan
47 orang lama yang membuat nostalgia.
48 Kenangan kolektif yang terus menghantui
49 perasaan bahagia menyambut reformasi sekaligus trauma yang tak pernah hilang
50 Sebuah perjuangan mencari kebebasan
51 Mencoba bangkit di tempat yang jauh
52 sesungguhnya, beserta kesulitan ada kemudahan
53 Ironi yang mengejutkan sekaligus melegakan
54 Pilihan pembelaan yang sangat sulit
55 Perlawanan balik, imbas dari serangan organ vital
56 Jatuh bangun tak berdaya
57 Pasca pertarungan yang memuakkan
58 sambutan mengejutkan usai duel panjang
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Permulaan, pondok pesantren As-sasun najah.
2
Kejadian random dalam satu malam.
3
Hambali 1, kamar para senior
4
Mizam, 3 orang dalam satu tubuh
5
pembullyan pertama
6
Bertindak tanpa tahu resikonya adalah sifat alamiah yang dimiliki manusia.
7
Apa yang sebenarnya terjadi?, Siapa dia sebenarnya
8
Hubungan antara sahabat, keputusan berada di tangan Dewa
9
perasaan dan janji Bayu untuk maju
10
sebuah fakta mengerikan yang datang untuk Daffa
11
Kenangan Bayu dan sebuah kata kata untuk Dewa
12
Operasi sederhana di tingkat atas.
13
Akhir dari drama panjang, tapi cerita masih belum berakhir.
14
cara menghormati menurutku dan Bayu.
15
Eratnya persahabatan kami berlima.
16
Dendam Aisyah pada seorang habib
17
Ikatan yang mulai dibangun dengan pukulan
18
Geometry dash
19
Pertarungan yang tidak seimbang, Mahmud vs Bayu
20
Cinta bertepuk sebelah tangan yang berakhir tragis.
21
Akhir dari pertarungan, serangan terakhir Bayu.
22
Perintah Bu Retno dan sebuah topi
23
Diakah orangnya, orang yang saya tunggu tunggu?
24
Air mata Bayu dan sebuah pelukan kehangatan.
25
Sang penikmat nafsu, rahasia umum pondok putra
26
Peringatan: episode ini mengandung hal hal berbau sexual yang mungkin mengganggu
27
the butterfly effect
28
Kembali ke jauh di masa lalu, 1975
29
miskin tapi bahagia atau menangis tapi kaya
30
Kebahagiaan yang membosankan.
31
Kematian yang sangat cepat
32
Apa yang akan dilakukan sekarang?
33
Perlahan tapi pasti, dibangunnya kepercayaan.
34
epilog
35
reality or a dream
36
the fireball and the big moon
37
Who am I?
38
questions without answers
39
friendship and reform
40
Cerita pertama: Kisah cinta penuh drama. Sebuah pembelaan dan tuntutan perubahan
41
keputusan investigasi untuk humanisme
42
penghilangan demi penghilangan, pelarian demi pelarian, pencarian demi pencarian
43
pertarungan ghaib yang menghasilkan hukuman
44
Episode bonus: sebuah lantunan sholawat
45
sebuah keputusan ekstrem, menghasilkan akibat yang ekstrem pula
46
sebuah pelatihan mengagumkan yang memulai persahabatan
47
orang lama yang membuat nostalgia.
48
Kenangan kolektif yang terus menghantui
49
perasaan bahagia menyambut reformasi sekaligus trauma yang tak pernah hilang
50
Sebuah perjuangan mencari kebebasan
51
Mencoba bangkit di tempat yang jauh
52
sesungguhnya, beserta kesulitan ada kemudahan
53
Ironi yang mengejutkan sekaligus melegakan
54
Pilihan pembelaan yang sangat sulit
55
Perlawanan balik, imbas dari serangan organ vital
56
Jatuh bangun tak berdaya
57
Pasca pertarungan yang memuakkan
58
sambutan mengejutkan usai duel panjang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!