Operasi sederhana di tingkat atas.

"Gak ngunu carane nyembuhno luka ngunu ( tidak begitu cara yang benar menyembuhkan luka )." Aku sekali lagi menyindir Bayu yang lewat didepan sekolah, aku telah menunggunya sedari tadi sembari mendengarkan seluruh rekaman yang ada di korek api. Faktanya aku juga memiliki headset bluetooth yang kotaknya masih tersambung ke korek itu, untuk jaga jaga aku selalu membawanya kalau kalau ada yang mencurinya, dan benar saja, baru satu minggu ada disini sudah ada saja yang ngambil. Disaat orang yang memberikan korek itu ku tanyai tentang gunanya headset itu, dia menjawab sembari tersenyum, " buat jaga jaga, kan kamu ceroboh."

"Aku tidak punya benang yang mengkilap itu, jadi aku tidak bisa menjahitnya, langsung saja, kapan aku mati?" Bayu mendatangiku yang sedang bersandar di tiang jendela, tangannya masih bergetar tidak karuan ditambah dengan noda darah di bajunya yang benar benar terlihat sangat jelas, beruntung tidak banyak anak yang lewat karena masih waktu solat.

"Melok aku, tanganmu tak dondome, mumpung aku gowo benange ( Ikut aku, tanganmu aku jahit, mumpung aku membawa benangnya )." Aku berjalan duluan menuju gedung kelas sekolahan yang memiliki 3 lantai dan 3 ruang kelas di setiap lantai. Bayu hanya menghembuskan nafas perlahan lalu dengan pasrah dia mengikuti ku menuju lantai paling atas. Dalam 5 menit saja kami telah sampai keatas dengan menaiki tangga, aku terus berjalan menuju ruangan tengah yang berisi banyak sekali meja dan kursi seperti kelas kelas biasanya, tapi saat aku dan Bayu berjalan menuju bangku paling belakang, Bayu sedikit terkejut dengan sebuah origami kertas berbentuk kotak yang tengahnya sengaja dilubangi, tepat seperti sebuah wadah, dan isinya adalah puntung rokok, dan tepat disampingnya terdapat bungkus rokok beserta korek kecil diatasnya, ditambah dengan sebuah kotak p3k besar yang bahkan hampir menyamai separuh dari meja.

"Dari tadi kamu merokok disini?" Bayu menatap origami itu dengan perasaan sedikit tertekan, dia tidak percaya ada yang sudah berani merokok di 7 hari pertama, senekat apa anak didepannya ini sebenarnya. Aku hanya mengangguk cepat, yang malah membuatnya semakin tertekan. Kami berdua pada akhirnya duduk bersebelahan di dekat kotak p3k, Bayu masih tak henti hentinya menatap bungkus rokok seperti mau memintanya.

"Lapo mbok wasi teros iku, nek kepingin engkok ae pas mari tak jahit ( Kenapa kamu terus melihatnya, kalau kamu mau nanti saja pada waktu selesai menjahit )." Tanpa mempedulikan ekspresi Bayu selanjutnya, aku mulai membuka kotak p3k seukuran koper itu, saat kubuka, didalamnya terdapat banyak sekali laci laci kecil beserta beberapa tempat yang dikhususkan untuk satu jenis, seperti obat sendiri, gunting medis sendiri bahkan alat suntuk sendiri, jika tidak mengerti, kotak ini seperti saat orang tua di film toy story membersihkan Woody, ya kurang lebih seperti itu.

"Tunggu, itu p3k kan, bukan rumah sakit mini." Bayu mulai mencairkan suasana dengan bercanda tentang kotak itu yang langsung membuatku tersenyum, itu adalah kata kata yang sama seperti ketika aku melihat kotak ini pertama kali. Aku mengambil sebuah benang beserta jarum bengkok yang menjadi ciri khasnya jahitan kulit, jujur aku sebenarnya baru pertama kali melakukan hal ini kepada seseorang, aku biasanya mempraktekkan nya di sebuah kulit buatan.

"Kon gak onok alergi kan ( Kamu nggak ada alergi kan )." Aku memasukkan Benang itu perlahan lahan melalui lubang kecil pada jarum itu, tentunya aku sudah memakai sarung tangan agar tetap steril, dan menggunakan dua gunting di kedua tanganku, memang sangat merepotkan kalau mau persiapan operasi.

"Sudahlah langsung aja, jangan banyak tanya dan langsung ke intinya saja." Entah kenapa, wajahnya kini pucat pasi karena suasana menegangkan pasca operasi, tubuhnya bergetar tanda dia juga memiliki ketakutan walau dia sendiri yang memunculkan ketakutan itu. Aku menghembuskan nafas dan memutuskan untuk tidak membalas apa apa, dia memang sulit diajak bicara dan sangat misterius.

Aku memotong sisa benang yang masih menjulur pendek saat selesai mengikatnya, lalu menaruhnya di salah satu tempat di koper itu yang berisi sebuah bantalan yang berguna untuk jarum dan benang ini. Aku mengambil salah satu benda yang terlihat seperti sebuah sabuk dengan alas yang keras di bawah sabuk itu.

"Turuo tak masang iki aku ( tidurlah aku mau memasang ini )." Aku menunjukkan benda itu kepada Bayu dan dia langsung menurut, walau dia dengan seenaknya malah tidur di pangkuan ku, benar benar menjengkelkan. Aku langsung menyingkirkan kepalanya dan mulai memberi bagian bawah alas itu dengan lem, dan mengikat tangannya pada sabuk itu. Dia sedikit meringis karena masih merasakan panas membara dari alkohol yang tadi. Aku berbalik dan membiarkan dirinya tiduran di sampingku, aku menyiapkan alat suntikan dan sebuah botol kecil, aku memasukkan ujung suntikan itu ke tutup botol lalu menarik ujung yang lain dari suntik ini.

"oke, apa kau siap, aku akan memberimu infus lalu saat bangun kau akan melihat tanganmu kembali." Aku menyentil bagian tajam suntik dengan pelan dan saat keluar air, jari jemariku sudah siap mengarahkannya ke arah Bayu. Tapi tiba tiba dia memegang tanganku dengan wajah seperti terlihat putus asa.

"Kumohon, jangan menggunakan suntikan." Kata katanya benar benar penuh makna yang dalam, wajahnya menunjukkan keputusasaan yang sangat jelas. Aku sangat terkejut dengan tindakan dan ucapan yang dia lakukan, aku mulai berpikir kalau apa yang kulakukan dimasa lalu kini telah memberatkan hidupnya hingga bertemu denganku saja sudah seburuk ini.

"Kon jek wedi karo aku?. He, tak kandani yo, aku nangkene iku mek gawe jaga awakmu tok, guguk gawe mateni, westala cepetan selak wengi ( Kamu masih takut denganku?. Hei, ku beritahu ya, aku disini itu hanya untuk menjagamu, bukan untuk membunuh, sudahlah keburu malam )." Aku menjelaskan panjang lebar untuk membujuknya, bahkan mengungkapkan tujuan asliku datang kesini, dia hanya menatapku berharap agar aku bisa mengabulkan permintaannya.

"Bukan begitu, aku hanya takut jarum suntik." Aku terkejut bukan main atas pernyataan jujurnya, aku mengira kalau Bayu takut kepadanya karena akan aku bunuh, tapi yang dia takutkan ternyata hanya lah sesuatu yang kini ku pegang, mukanya kini semakin memucat.

"haaah, teros kon jalok operasi gak usah infus ngunu ta, udahlah, awakmu meneng suntik iku koyo di cokot ulo guede ( haaah, terus kamu minta operasi tanpa infus gitu, udahlah, kamu diam suntik itu seperti digigit semut )." Aku mengatakannya sembari menahan tawa karena wajahnya yang semakin bergetar tidak karuan, dia sangat ketakutan sekarang dan hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi.

"ngene Lo cok nurut, isok isok e wedi karo suntik ( gitu lo nurut cok, bisa bisanya malah takut suntik )." Walau sempat tertunda oleh anak bangsad ini, tapi aku berhasil berusaha menjahit lukanya, walau harus memakan waktu 2 jam penuh dan sempat harus bersitegang saat ada pengurus yang lewat, aku sebenarnya tidak menduga kalau akan selama itu, aku juga tidak percaya kalau aku bisa berhasil melakukannya pada pasien pertamaku, sebuah kesenangan tersendiri.

Episodes
1 Permulaan, pondok pesantren As-sasun najah.
2 Kejadian random dalam satu malam.
3 Hambali 1, kamar para senior
4 Mizam, 3 orang dalam satu tubuh
5 pembullyan pertama
6 Bertindak tanpa tahu resikonya adalah sifat alamiah yang dimiliki manusia.
7 Apa yang sebenarnya terjadi?, Siapa dia sebenarnya
8 Hubungan antara sahabat, keputusan berada di tangan Dewa
9 perasaan dan janji Bayu untuk maju
10 sebuah fakta mengerikan yang datang untuk Daffa
11 Kenangan Bayu dan sebuah kata kata untuk Dewa
12 Operasi sederhana di tingkat atas.
13 Akhir dari drama panjang, tapi cerita masih belum berakhir.
14 cara menghormati menurutku dan Bayu.
15 Eratnya persahabatan kami berlima.
16 Dendam Aisyah pada seorang habib
17 Ikatan yang mulai dibangun dengan pukulan
18 Geometry dash
19 Pertarungan yang tidak seimbang, Mahmud vs Bayu
20 Cinta bertepuk sebelah tangan yang berakhir tragis.
21 Akhir dari pertarungan, serangan terakhir Bayu.
22 Perintah Bu Retno dan sebuah topi
23 Diakah orangnya, orang yang saya tunggu tunggu?
24 Air mata Bayu dan sebuah pelukan kehangatan.
25 Sang penikmat nafsu, rahasia umum pondok putra
26 Peringatan: episode ini mengandung hal hal berbau sexual yang mungkin mengganggu
27 the butterfly effect
28 Kembali ke jauh di masa lalu, 1975
29 miskin tapi bahagia atau menangis tapi kaya
30 Kebahagiaan yang membosankan.
31 Kematian yang sangat cepat
32 Apa yang akan dilakukan sekarang?
33 Perlahan tapi pasti, dibangunnya kepercayaan.
34 epilog
35 reality or a dream
36 the fireball and the big moon
37 Who am I?
38 questions without answers
39 friendship and reform
40 Cerita pertama: Kisah cinta penuh drama. Sebuah pembelaan dan tuntutan perubahan
41 keputusan investigasi untuk humanisme
42 penghilangan demi penghilangan, pelarian demi pelarian, pencarian demi pencarian
43 pertarungan ghaib yang menghasilkan hukuman
44 Episode bonus: sebuah lantunan sholawat
45 sebuah keputusan ekstrem, menghasilkan akibat yang ekstrem pula
46 sebuah pelatihan mengagumkan yang memulai persahabatan
47 orang lama yang membuat nostalgia.
48 Kenangan kolektif yang terus menghantui
49 perasaan bahagia menyambut reformasi sekaligus trauma yang tak pernah hilang
50 Sebuah perjuangan mencari kebebasan
51 Mencoba bangkit di tempat yang jauh
52 sesungguhnya, beserta kesulitan ada kemudahan
53 Ironi yang mengejutkan sekaligus melegakan
54 Pilihan pembelaan yang sangat sulit
55 Perlawanan balik, imbas dari serangan organ vital
56 Jatuh bangun tak berdaya
57 Pasca pertarungan yang memuakkan
58 sambutan mengejutkan usai duel panjang
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Permulaan, pondok pesantren As-sasun najah.
2
Kejadian random dalam satu malam.
3
Hambali 1, kamar para senior
4
Mizam, 3 orang dalam satu tubuh
5
pembullyan pertama
6
Bertindak tanpa tahu resikonya adalah sifat alamiah yang dimiliki manusia.
7
Apa yang sebenarnya terjadi?, Siapa dia sebenarnya
8
Hubungan antara sahabat, keputusan berada di tangan Dewa
9
perasaan dan janji Bayu untuk maju
10
sebuah fakta mengerikan yang datang untuk Daffa
11
Kenangan Bayu dan sebuah kata kata untuk Dewa
12
Operasi sederhana di tingkat atas.
13
Akhir dari drama panjang, tapi cerita masih belum berakhir.
14
cara menghormati menurutku dan Bayu.
15
Eratnya persahabatan kami berlima.
16
Dendam Aisyah pada seorang habib
17
Ikatan yang mulai dibangun dengan pukulan
18
Geometry dash
19
Pertarungan yang tidak seimbang, Mahmud vs Bayu
20
Cinta bertepuk sebelah tangan yang berakhir tragis.
21
Akhir dari pertarungan, serangan terakhir Bayu.
22
Perintah Bu Retno dan sebuah topi
23
Diakah orangnya, orang yang saya tunggu tunggu?
24
Air mata Bayu dan sebuah pelukan kehangatan.
25
Sang penikmat nafsu, rahasia umum pondok putra
26
Peringatan: episode ini mengandung hal hal berbau sexual yang mungkin mengganggu
27
the butterfly effect
28
Kembali ke jauh di masa lalu, 1975
29
miskin tapi bahagia atau menangis tapi kaya
30
Kebahagiaan yang membosankan.
31
Kematian yang sangat cepat
32
Apa yang akan dilakukan sekarang?
33
Perlahan tapi pasti, dibangunnya kepercayaan.
34
epilog
35
reality or a dream
36
the fireball and the big moon
37
Who am I?
38
questions without answers
39
friendship and reform
40
Cerita pertama: Kisah cinta penuh drama. Sebuah pembelaan dan tuntutan perubahan
41
keputusan investigasi untuk humanisme
42
penghilangan demi penghilangan, pelarian demi pelarian, pencarian demi pencarian
43
pertarungan ghaib yang menghasilkan hukuman
44
Episode bonus: sebuah lantunan sholawat
45
sebuah keputusan ekstrem, menghasilkan akibat yang ekstrem pula
46
sebuah pelatihan mengagumkan yang memulai persahabatan
47
orang lama yang membuat nostalgia.
48
Kenangan kolektif yang terus menghantui
49
perasaan bahagia menyambut reformasi sekaligus trauma yang tak pernah hilang
50
Sebuah perjuangan mencari kebebasan
51
Mencoba bangkit di tempat yang jauh
52
sesungguhnya, beserta kesulitan ada kemudahan
53
Ironi yang mengejutkan sekaligus melegakan
54
Pilihan pembelaan yang sangat sulit
55
Perlawanan balik, imbas dari serangan organ vital
56
Jatuh bangun tak berdaya
57
Pasca pertarungan yang memuakkan
58
sambutan mengejutkan usai duel panjang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!