cara menghormati menurutku dan Bayu.

Seminggu kemudian sejak drama antara sahabat

"He, embungen disik ( Hei, cium dulu )." Aku yang baru kembali setelah dipanggil Bu Retno ke depan tanpa sengaja menginjak sebuah kunci dan gantungan kunci bergambar Kakbah milik salah satu perempuan di kelasku. Dia menatapku dengan penuh heran saat aku mengembalikan gantungan itu, aku pun begitu keheranan mendengar ucapannya, kenapa dia begitu mesum kepadaku, dari tatapannya saja sudah jelas kalau dia ini pecandu.

"Gendenga aku ngembung iku, mbok kiro aku pacarmu ta ( gila ya aku nyium benda itu, kamu kira aku pacarmu apa )." sontak aku langsung membalasnya pelan agar tidak didengar Bu Retno, aku melakukan ini karena tidak mau menciumnya walau secara tidak langsung, entahlah, sejak ada rumor mengenai Mahmud, hal itu membuatku mudah parno atau lebih tepatnya berpikir hal cabul. Cewek itu malah menertawai ku bersama dengan ketiga temannya, dia lalu menatapku kembali sembari menahan tawa. Aku juga ikut menatapnya dengan heran, apa yang salah dari omonganku tadi, begitulah pikirku, kini aku ditatap hampir seluruh mata karena keramaian yang para cewek itu buat.

"Yo diembong lah, kan awakmu mari ngidei Kakbah, biasane gak mbok lakoni ta pas ngerotohno kitab?, tak jelasno yo, ngembong kitab ta kakbak pas gak sengojo rotoh ta diidek iku bentuk penghormatan ( ya dicium lah, kan kamu sudah menginjak Kakbah, biasanya nggak kamu lakukan pada saat ngejatuhin kitab?, ku jelaskan ya, mencium kitab atau Kakbah pada waktu tidak sengaja jatuh atau diinjak itu suatu bentuk penghormatan)." Dia masih saja tertawa tidak jelas di hadapanku yang semakin lama semakin membuatku kesal, aku pada akhirnya menghembuskan nafas perlahan dan menyadari kalau dia hanyalah gadis caper yang hanya ingin diperhatikan.

"ngene Lo mbak, awakmu tak uruk i carane berpikir lurus yang baik dan benar. Siji, Kakbah iku omah, dadi ket awal dibangun yo kudu diidek baru isok melbu. loro, Kakbah ket biyen yo Nang ndisor cuman bentuk e seng gede karo gak oleh dileboni marai Kakbah iku koyok gaoleh diidak. Telu, kitab iku mek buku biasa, ditulis karo menungso, guguk Alquran seng diterbitno langit, dadi bah disuek ta diapak apakno yo gak masalah. Papat, carane ngehormati iku udu terlalu cinta nang suatu barang, yo mosok Kon rabi karo kitab, menungso jek akeh kok. terakhir alesanku gak ngembong Yo wediku mbok apak apakno embunganku engkok, basi aku yo isok jembek karo arek wedok seng Raine koyok tepung persis karo awakmu.

( Begini ya mbak, kamu akan aku ajari cara berpikir lurus yang baik dan benar. Satu, Kakbah itu rumah, jadi dari awal dibangun juga, ya harus di injak baru bisa masuk. Dua, Kakbah dari dulu juga juga ada dibawah, cuman dari bentuknya yang besar dan tidak boleh dimasuki membuat Kakbah itu seolah olah tidak boleh diinjak. Tiga, kitab itu hanyalah buku biasa, ditulis sama manusia, dan bukan Alquran yang diterbitkan oleh langit, jadi mau dirobek atau di apa apa in itu nggak masalah. Empat, caranya menghormati itu bukan terlalu mencintai suatu barang, ya masak kamu mau menikahi kitab, manusia aja masih banyak. Terakhir, alasanku tidak menciumnya ya karena aku takut kalau ciumanku akan kamu apa apa ini nanti, mau aku juga jijik dengan anak perempuan yang mukanya kayak tepung seperti kamu )."

Jawaban panjang Dewa membuat anak anak itu seketika terdiam sejenak lalu saling memandang satu sama lain, mereka semakin tertawa keras membuatku semakin jengkel sebelum akhirnya perhatianku teralihkan begitu Bayu dan Daffa dipanggil, aku sudah penasaran sejak tadi, apa yang akan dijawab Bayu didepan mengingat sikapnya yang sangat blak blakan. Bayu yang duduknya berada di paling belakang berjalan menghampiriku, dia sengaja memilih jalan luas yang sebenarnya menjadi tembok pembatas antara laki laki dan perempuan, tempat duduk kami sengaja terpisah dan menjauh antara laki laki dengan perempuan, ingat ini masih sekolah pondok.

"Cepatlah duduk anjing, mengurusi orang sok tahu bisa membuatmu stres, apalagi kalau mengurusi seorang pelacur yang tidak dapat menahan nafsunya, dia itu cuman cewek caper baperan yang dalam beberapa detik berganti mengawasi ku karena perkataan ku yang merupakan fakta." Bayu mengatakan hal itu dengan jelas yang langsung membuat suatu kemenangan di hatiku, aku mengangguk dan akhirnya pergi dari situ lalu duduk di tempat duduknya tanpa mempedulikan para cewek yang kini beralih menatap Bayu.

Kini Bayu yang di panggil ke depan untuk ditanyai beberapa hal, semua anak juga akan dipanggil begitu sudah urutannya, tapi kali ini Bayu dipanggil bersama Daffa, mungkin Bu Retno sudah tahu kalau mereka masih satu masa lalu. Para gadis itu menatap tidak terima sosok Bayu yang sudah mempermalukan mereka, mereka kini sedang membuat rencana rencana untuk bisa balas dendam kepada Bayu. Sekedar info, cewek cewek menyebalkan ini berjumlah empat orang, mereka mengira kalau mereka sedang bersahabat padahal salah satu anak itu telah menyogok mereka agar bisa berteman dengannya, pertemanan tidak sehat ini telah bertahan selama 2 Minggu sejak pertama kali kami anak baru masuk.

"Oke, saya dengar kalian berdua berasal dari sekolah yang sama dan juga guru bela diri yang sama. Aku ingin tahu bagaimana masa lalu kalian, terutama kamu, siapa namamu?" Pembicaraan khas para guru yang selalu menggunakan bahasa Indonesia saat pembelajaran, dia menatap sembari menunjuk tubuh besar Bayu, dia terus terusan menatap mata Bayu membuat mereka berdua kini sedang bertatap tatapan, mata Bu Retno sempat membesar saat detik pertama bertatapan. Daffa di samping Bayu hanya bisa diam saja dan menatap mereka berdua dengan ekspresi yang datar, tangannya sengaja dia sembunyikan di belakang tubuhnya agar tidak ditanyai perihal lukanya yang malah menguning.

"Begini ya Bu, saya sebenarnya sudah bosan bilang seperti ini, tapi tidak ada yang bernama Daffa disini, bahkan saya kesini itu hanya sendiri dan tidak bersama seseorang, kan ibu sendiri yang menyuruh kami datang sendiri sendiri." Bayu dengan kesal menatapnya semakin serius membuat Daffa disampingnya merasa tidak enak dan memundurkan langkahnya sedikit. Bu Retno mengernyitkan dahi, dia menoleh ke arah Daffa dan tidak merasa kalau Daffa itu tidak ada.

"Lah itu siapa?, kamu jangan membohongi saya ya, saya itu tidak mudah dibohongi." Bu Retno bernafas perlahan dan terlihat harus lebih bersabar menghadapi anak ini. Anak perempuan yang ada di belakangnya Bayu yang juga kebetulan berada di posisi duduk paling pintar, yaitu depan sendiri dan didekat guru, sedikit terkejut dengan pernyataan Bayu, dia juga bisa melihat Daffa dengan jelas dan kini dia sedikit bergumam yang tidak penting.

"Anjing, terserahlah ngentod, nggak peduli lagi gua sekarang, males banget gua nanggepin semua orang sekarang cok." Bayu dengan lantangnya bergumam yang dapat didengar jelas oleh Bu Retno, Daffa, dan anak perempuan di bangku paling depan, mereka terkejut dengan ucapan berani yang dia lontarkan kepada gurunya itu. Bu Retno seketika melotot ke arah Bayu yang sama sekali tidak Bayu pedulikan, dia tidak terlihat menyesali apa yang dia ucapkan. Eh iya, Daffa sebenarnya tidak terlalu terkejut, karena dia memang sudah terbiasa dengan sifat radikal Bayu.

"heh, cangkem mu, isok isoke mesa meso Nang ngarep gurune, ngong istighfar peng telur Saiki seng banter, awakmu iku gak tau ngehormatin guru ta yaopo seh." Dia menatapnya tajam begitu juga dengan Bayu, wajah Bu Retno memerah karena baru kali ini dia mendapati seorang murid yang sangat berani kepadanya tepat di satu harinya KBM.

"Hei dengar ya dasar dokter psikologi, kamu jangan terlalu pede deh, kamu ini bukan siapa siapa bagiku, aku bahkan nggak pernah nganggep semua yang maju didepan saat upacara hari pertama itu sebagai guru, mereka itu cuman manusia yang harusnya setara dan tidak saling menghormati juga tidak saling menyakiti, ngerti nggak?. Oh iya, bisa nggak jangan tanya tentang masa lalu? itu adalah hal yang tidak akan pernah kamu bayangkan."

Episodes
1 Permulaan, pondok pesantren As-sasun najah.
2 Kejadian random dalam satu malam.
3 Hambali 1, kamar para senior
4 Mizam, 3 orang dalam satu tubuh
5 pembullyan pertama
6 Bertindak tanpa tahu resikonya adalah sifat alamiah yang dimiliki manusia.
7 Apa yang sebenarnya terjadi?, Siapa dia sebenarnya
8 Hubungan antara sahabat, keputusan berada di tangan Dewa
9 perasaan dan janji Bayu untuk maju
10 sebuah fakta mengerikan yang datang untuk Daffa
11 Kenangan Bayu dan sebuah kata kata untuk Dewa
12 Operasi sederhana di tingkat atas.
13 Akhir dari drama panjang, tapi cerita masih belum berakhir.
14 cara menghormati menurutku dan Bayu.
15 Eratnya persahabatan kami berlima.
16 Dendam Aisyah pada seorang habib
17 Ikatan yang mulai dibangun dengan pukulan
18 Geometry dash
19 Pertarungan yang tidak seimbang, Mahmud vs Bayu
20 Cinta bertepuk sebelah tangan yang berakhir tragis.
21 Akhir dari pertarungan, serangan terakhir Bayu.
22 Perintah Bu Retno dan sebuah topi
23 Diakah orangnya, orang yang saya tunggu tunggu?
24 Air mata Bayu dan sebuah pelukan kehangatan.
25 Sang penikmat nafsu, rahasia umum pondok putra
26 Peringatan: episode ini mengandung hal hal berbau sexual yang mungkin mengganggu
27 the butterfly effect
28 Kembali ke jauh di masa lalu, 1975
29 miskin tapi bahagia atau menangis tapi kaya
30 Kebahagiaan yang membosankan.
31 Kematian yang sangat cepat
32 Apa yang akan dilakukan sekarang?
33 Perlahan tapi pasti, dibangunnya kepercayaan.
34 epilog
35 reality or a dream
36 the fireball and the big moon
37 Who am I?
38 questions without answers
39 friendship and reform
40 Cerita pertama: Kisah cinta penuh drama. Sebuah pembelaan dan tuntutan perubahan
41 keputusan investigasi untuk humanisme
42 penghilangan demi penghilangan, pelarian demi pelarian, pencarian demi pencarian
43 pertarungan ghaib yang menghasilkan hukuman
44 Episode bonus: sebuah lantunan sholawat
45 sebuah keputusan ekstrem, menghasilkan akibat yang ekstrem pula
46 sebuah pelatihan mengagumkan yang memulai persahabatan
47 orang lama yang membuat nostalgia.
48 Kenangan kolektif yang terus menghantui
49 perasaan bahagia menyambut reformasi sekaligus trauma yang tak pernah hilang
50 Sebuah perjuangan mencari kebebasan
51 Mencoba bangkit di tempat yang jauh
52 sesungguhnya, beserta kesulitan ada kemudahan
53 Ironi yang mengejutkan sekaligus melegakan
54 Pilihan pembelaan yang sangat sulit
55 Perlawanan balik, imbas dari serangan organ vital
56 Jatuh bangun tak berdaya
57 Pasca pertarungan yang memuakkan
58 sambutan mengejutkan usai duel panjang
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Permulaan, pondok pesantren As-sasun najah.
2
Kejadian random dalam satu malam.
3
Hambali 1, kamar para senior
4
Mizam, 3 orang dalam satu tubuh
5
pembullyan pertama
6
Bertindak tanpa tahu resikonya adalah sifat alamiah yang dimiliki manusia.
7
Apa yang sebenarnya terjadi?, Siapa dia sebenarnya
8
Hubungan antara sahabat, keputusan berada di tangan Dewa
9
perasaan dan janji Bayu untuk maju
10
sebuah fakta mengerikan yang datang untuk Daffa
11
Kenangan Bayu dan sebuah kata kata untuk Dewa
12
Operasi sederhana di tingkat atas.
13
Akhir dari drama panjang, tapi cerita masih belum berakhir.
14
cara menghormati menurutku dan Bayu.
15
Eratnya persahabatan kami berlima.
16
Dendam Aisyah pada seorang habib
17
Ikatan yang mulai dibangun dengan pukulan
18
Geometry dash
19
Pertarungan yang tidak seimbang, Mahmud vs Bayu
20
Cinta bertepuk sebelah tangan yang berakhir tragis.
21
Akhir dari pertarungan, serangan terakhir Bayu.
22
Perintah Bu Retno dan sebuah topi
23
Diakah orangnya, orang yang saya tunggu tunggu?
24
Air mata Bayu dan sebuah pelukan kehangatan.
25
Sang penikmat nafsu, rahasia umum pondok putra
26
Peringatan: episode ini mengandung hal hal berbau sexual yang mungkin mengganggu
27
the butterfly effect
28
Kembali ke jauh di masa lalu, 1975
29
miskin tapi bahagia atau menangis tapi kaya
30
Kebahagiaan yang membosankan.
31
Kematian yang sangat cepat
32
Apa yang akan dilakukan sekarang?
33
Perlahan tapi pasti, dibangunnya kepercayaan.
34
epilog
35
reality or a dream
36
the fireball and the big moon
37
Who am I?
38
questions without answers
39
friendship and reform
40
Cerita pertama: Kisah cinta penuh drama. Sebuah pembelaan dan tuntutan perubahan
41
keputusan investigasi untuk humanisme
42
penghilangan demi penghilangan, pelarian demi pelarian, pencarian demi pencarian
43
pertarungan ghaib yang menghasilkan hukuman
44
Episode bonus: sebuah lantunan sholawat
45
sebuah keputusan ekstrem, menghasilkan akibat yang ekstrem pula
46
sebuah pelatihan mengagumkan yang memulai persahabatan
47
orang lama yang membuat nostalgia.
48
Kenangan kolektif yang terus menghantui
49
perasaan bahagia menyambut reformasi sekaligus trauma yang tak pernah hilang
50
Sebuah perjuangan mencari kebebasan
51
Mencoba bangkit di tempat yang jauh
52
sesungguhnya, beserta kesulitan ada kemudahan
53
Ironi yang mengejutkan sekaligus melegakan
54
Pilihan pembelaan yang sangat sulit
55
Perlawanan balik, imbas dari serangan organ vital
56
Jatuh bangun tak berdaya
57
Pasca pertarungan yang memuakkan
58
sambutan mengejutkan usai duel panjang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!