Cinta bertepuk sebelah tangan yang berakhir tragis.

Bayu menghilang selama beberapa detik, membuat Mahmud yang sudah putus asa berjalan menuju pintu agar bisa kabur secepatnya, tapi tiba tiba saja punggungnya dipukul dari belakang oleh Bayu membuatnya terpental ke depan. Itu adalah tendangan yang sangat keras hingga bisa membuat Mahmud terpental jauh, tapi Bayu tiba tiba saja datang dari samping dan memukul dada kanan Mahmud, lalu saat sekali lagi dia terpental dan hampir jatuh serangan lainnya mulai berdatangan entah dari mana membuatnya bahkan tidak bisa terduduk atau sempat menangkis, inilah siksaan sebenarnya yang diberikan Bayu, sebuah serangan tanpa henti yang bahkan tidak membiarkan korbannya bernafas.

"Ojok melbu ( Jangan masuk )." Disisi lain, aku yang melihat Aisyah mau memasuki pintu seketika langsung menghentikannya, walaupun dia juga kerasukan tapi dia masih dapat dengan jelas melihat sosok Bayu saat berjalan keluar tadi. Bukannya membuat Aisyah takut, itu malah membuatnya bertekad untuk menghentikan Bayu, Aisyah hanya bisa terdiam ngelamun melihat pertarungan tidak seimbang didalam, perasaannya tiba tiba menjadi takut untuk mendekatinya karena serangan cepat nggak ngotak yang Bayu berikan pada Mahmud, membuat banyak berang terlempar ke sana sini, Dia terduduk seketika sembari menangis, dia sangat mudah menangis karena hal kecil tapi juga sangat kuat di waktu bersamaan.

"Jarno arek iku melbu cok, aku ero mek arek iku tok seng isok mandekno Bayu ( Biarkan dia masuk cok, aku tahu hanya dia yang bisa menghentikan Bayu )." Muklis maju dan langsung membela Aisyah, dia berbicara tepat di mukaku seperti sudah mengenal Bayu. Muklis juga sangat marah melihat orang yang masih dia cintai terduduk diam dibawah sembari menangis mengira kalau akulah yang menyebabkan dia menangis, aku melihatnya sedikit tertekan, kenapa sih harus anak ini.

"Ojok gowo perasaan Nang kene, Iki iku masalah temen seng gak isok dimandekno sopo ae, ( Jangan membawa perasaan di sini, ini adalah masalah serius yang tidak bisa dihentikan siapapun ) aku akan tetap melindungi pintu ini bahkan jika kalian menggunakan kekerasan sekalipun." Aku menatap mata Muklis garang membuatnya sedikit ragu untuk memukulku. Aku sudah mengetahuinya dari tangannya yang tergenggam kuat, entah kenapa dia menjadi sangat bucin dan rela melakukan apapun demi menuruti apa maunya Aisyah, inilah kenapa aku juga ikut membencinya.

"Sok sok an gawe boso Indonesia, Nek jalok gelot ayo Saiki dancok, Syah melbuo pas aku gelot karo arek iki ( Sok sok an menggunakan bahasa Indonesia, kalau mau bertarung ayo sekarang dancok, Syah masuklah saat aku bertarung dengannya )." Muklis langsung menyerang begitu saja tanpa memberi aba aba, Aisyah yang tahu betul resikonya jika dia memasukinya hanya bisa terdiam tanpa mempedulikan Muklis, dia sebenarnya juga telah diberi tahu Bayu kalau Muklis mencintainya, tapi Aisyah hanya bisa tersenyum kepada Bayu sembari mengatakan kalau dia hanya ingin fokus pada persahabatan mereka dan tidak menerima cinta satu arah Muklis.

Ricko yang sudah geram dengan Muklis langsung saja memegang kerah belakang Muklis saat dia menyerang dan langsung membanting tubuh Muklis pada saat itu juga, wajah ricko terlihat sangat jengkel dan langsung mendudukinya sembari menginjak tangan Muklis membuatnya tidak bisa bergerak dan hanya bisa memberontak menggunakan kakinya. Muklis yang terbantung dengan posisi tengkurap tidak bisa berbuat apa apa, bahkan bernafas saja sangat sulit baginya.

"Mal, ewangono aku, kaplokono wes arek iku ( Mal, bantu aku, pukul saja anak ini )." Muklis memanggil seseorang yang berada tepat didepannya bersama dengan banyaknya anak yang melihat kelakuan kami dengan terbata bata sembari mengatur nafas. Anak anak ini masih belum sadar sepenuhnya dan ada juga yang pingsan karena habis kerasukan, 10 anak tidak termasuk Bayu yang bisa sadar dalam waktu singkat. Ricko langsung menatap anak itu dengan remeh, tubuhnya yang kecil membuat Ricko meragukan kekuatan pukulan anak itu.

"Asline aku yo gak yakin nek isok jogo lawang Iki, dadine daripada aku mbok ganggu ae, deloen Saiki Bayu nang di, arek iku ngaploki Mahmud cuepet Sampek Sampek gak isok didelok, dadine dari pada Bayu gak sengojo ngaploki awakmu, mending meneng anteng Nang kene ( Sebenarnya aku juga tidak yakin kalau aku bisa menjaga pintu ini, jadi daripada aku kamu ganggu terus, lihat sekarang Bayu ada dimana, dia memukul Mahmud sangat cepat sampai sampai tidak terlihat, jadi dari pada Bayu tidak sengaja memukulmu, mending diam, tenang disini )." Aku menjelaskan maksudku menjaga pintu agar aku tidak kerepotan menjaga pintu ini dari mereka, terutama Muklis. Mereka hanya bisa terdiam dan tidak percaya melihat Mahmud yang ter pontang panting sendiri dengan tubuh yang semakin lama semakin rusak.

Akmal seorang anak yang sedikit bingung dengan apa yang terjadi di depannya hanya bisa jongkok di depan wajah Muklis lalu menatapnya lama, matanya seakan berkata kalau perintah Muklis itu membosankan dan secara tidak langsung dia telah mendukung Bayu.

Dewa berjalan ke arah Aisyah dan memeluknya dari belakang sembari membisikkannya sesuatu, hal ini membuat Aisyah yang menangis langsung mengusap matanya.

"Kurasa aku akan mengucapkannya secara formal, Semua orang disini yang sudah sadarkan diri adalah orang orang yang dipilih untuk menjadi sahabat Bayu kecuali tentu saja Muklis, aku sekarang mengerti kenapa dia bisa sadarkan diri lebih awal, karena secara tidak langsung kita semua disuruh oleh Bayu untuk menghentikan rasa cintanya pada Aisyah, dan kini Aisyah lah yang akan menghentikannya." Aku yang dari tadi hanya mengucapkan sedikit kalimat berusaha berpikir keras mengenai hal ini, dan baru saja menemukan jawaban dibalik perselisihan ini, ini adalah rencana dadakan milik Bayu, dia tidak menduga kalau dia akan menghajar Mahmud jadi tepat diantara Mahmud memegang kemaluannya sampai saat dia melempar pulpen padaku, dia telah mengatur semua ini.

Semua orang yang mendengarnya tidak terlalu terkejut karena mereka memang pernah berbicara pada Bayu, dan Bayu mengatakan semuanya dengan perkataan yang sama, aku mencintaimu. Semuanya tersenyum dengan ucapan ku karena teringat saat ketika Bayu mengatakan itu, mereka salah paham bahkan Fairus sampai menamparnya keras karena hal itu. Aisyah berdiri dan mulai berjalan mendekati Muklis, orang yang paling tertekan akan semua hal mengejutkan ini, apakah semua hal mulai dari bertarung dengan Mahmud sampai dia ditindih ricko itu sudah ada di kepalanya?.

"Klis, Bayu seng nyeritakno senengmu nang aku, aku wes tahu nolak, tapie awakmu malah mbucin karo aku ( klis, Bayu seng nyeritakno cintamu kepadaku, aku wes tahu nolak, tapi kamu malah semakin bucin kepadaku )." Aisyah tersenyum mengerikan di depan Muklis membuatnya semakin tertekan karena pembicaraan ini, dia kini tahu kalau Aisyah tidak akan pernah bisa dia dekati kalau masih ada orang orang brengsek ini, pola pikirnya sangatlah salah dan melenceng. Hal ini sebenarnya adalah keinginan Aisyah itu sendiri, kalau saja waktu itu Aisyah tidak mengatakan penolakannya pada Bayu, sudah pasti kejadian ini tidak akan pernah terjadi.

"mboh, arek tepos welek koyok ngunue tambah disenengi ( tahu dah, anak tepos jelek kayak gitu malah dicintai )." seseorang mengatakan itu sembari tertawa lebar di belakang Aisyah yang tentu saja itu adalah Mirza, nantilah aku ceritain. Aisyah hanya menatapnya tajam membuat Mirza semakin tertawa kencang disaat tidak tepat, benar benar perusak suasana. Mizam yang berada di sampingnya langsung memukul perut Mirza sedikit kencang membuat tawanya langsung menghilang, penggila perempuan itu hanya tersenyum pamer seperti Muklis, dia memang pada awalnya juga mau berbicara kepada Bayu ya karena ada Aisyah, itu bukan karena dia menyukainya.

"sembarang wes cok ( terserah deh cok )." Aisyah menghela nafas dan langsung memukul kepala Muklis keras, dia sudah sangat memendam perasaan ini dari dulu, perasaan ingin memukul wajah menjijikan dari Muklis yang hampir sama seperti Mahmud, dia hanya mencintai fisik dari Aisyah dan tidak mempedulikan otak kejamnya itu, walaupun aku juga bingung, apa yang disukai Muklis dari anak ini, kalau Bayu masih oke karena sifatnya yang menyayangi Dewa tapi itu ditutupi dengan sifat kejamnya yang memukul siapa saja, kalau Mizam kepribadian siangnya memang penggila wanita, lah Muklis yang bahkan menolak banyak cewek yang naksir demi Aisyah, maksudku kenapa anjing, buta banget ama gairah.

"Hei ada apa ini kok semuanya pada tertidur di luar?." Kami yang mendengar suara itu langsung menoleh dan panik seketika, suara Bu Retno yang tiba tiba datang di depan pintu masuk BLK.

Episodes
1 Permulaan, pondok pesantren As-sasun najah.
2 Kejadian random dalam satu malam.
3 Hambali 1, kamar para senior
4 Mizam, 3 orang dalam satu tubuh
5 pembullyan pertama
6 Bertindak tanpa tahu resikonya adalah sifat alamiah yang dimiliki manusia.
7 Apa yang sebenarnya terjadi?, Siapa dia sebenarnya
8 Hubungan antara sahabat, keputusan berada di tangan Dewa
9 perasaan dan janji Bayu untuk maju
10 sebuah fakta mengerikan yang datang untuk Daffa
11 Kenangan Bayu dan sebuah kata kata untuk Dewa
12 Operasi sederhana di tingkat atas.
13 Akhir dari drama panjang, tapi cerita masih belum berakhir.
14 cara menghormati menurutku dan Bayu.
15 Eratnya persahabatan kami berlima.
16 Dendam Aisyah pada seorang habib
17 Ikatan yang mulai dibangun dengan pukulan
18 Geometry dash
19 Pertarungan yang tidak seimbang, Mahmud vs Bayu
20 Cinta bertepuk sebelah tangan yang berakhir tragis.
21 Akhir dari pertarungan, serangan terakhir Bayu.
22 Perintah Bu Retno dan sebuah topi
23 Diakah orangnya, orang yang saya tunggu tunggu?
24 Air mata Bayu dan sebuah pelukan kehangatan.
25 Sang penikmat nafsu, rahasia umum pondok putra
26 Peringatan: episode ini mengandung hal hal berbau sexual yang mungkin mengganggu
27 the butterfly effect
28 Kembali ke jauh di masa lalu, 1975
29 miskin tapi bahagia atau menangis tapi kaya
30 Kebahagiaan yang membosankan.
31 Kematian yang sangat cepat
32 Apa yang akan dilakukan sekarang?
33 Perlahan tapi pasti, dibangunnya kepercayaan.
34 epilog
35 reality or a dream
36 the fireball and the big moon
37 Who am I?
38 questions without answers
39 friendship and reform
40 Cerita pertama: Kisah cinta penuh drama. Sebuah pembelaan dan tuntutan perubahan
41 keputusan investigasi untuk humanisme
42 penghilangan demi penghilangan, pelarian demi pelarian, pencarian demi pencarian
43 pertarungan ghaib yang menghasilkan hukuman
44 Episode bonus: sebuah lantunan sholawat
45 sebuah keputusan ekstrem, menghasilkan akibat yang ekstrem pula
46 sebuah pelatihan mengagumkan yang memulai persahabatan
47 orang lama yang membuat nostalgia.
48 Kenangan kolektif yang terus menghantui
49 perasaan bahagia menyambut reformasi sekaligus trauma yang tak pernah hilang
50 Sebuah perjuangan mencari kebebasan
51 Mencoba bangkit di tempat yang jauh
52 sesungguhnya, beserta kesulitan ada kemudahan
53 Ironi yang mengejutkan sekaligus melegakan
54 Pilihan pembelaan yang sangat sulit
55 Perlawanan balik, imbas dari serangan organ vital
56 Jatuh bangun tak berdaya
57 Pasca pertarungan yang memuakkan
58 sambutan mengejutkan usai duel panjang
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Permulaan, pondok pesantren As-sasun najah.
2
Kejadian random dalam satu malam.
3
Hambali 1, kamar para senior
4
Mizam, 3 orang dalam satu tubuh
5
pembullyan pertama
6
Bertindak tanpa tahu resikonya adalah sifat alamiah yang dimiliki manusia.
7
Apa yang sebenarnya terjadi?, Siapa dia sebenarnya
8
Hubungan antara sahabat, keputusan berada di tangan Dewa
9
perasaan dan janji Bayu untuk maju
10
sebuah fakta mengerikan yang datang untuk Daffa
11
Kenangan Bayu dan sebuah kata kata untuk Dewa
12
Operasi sederhana di tingkat atas.
13
Akhir dari drama panjang, tapi cerita masih belum berakhir.
14
cara menghormati menurutku dan Bayu.
15
Eratnya persahabatan kami berlima.
16
Dendam Aisyah pada seorang habib
17
Ikatan yang mulai dibangun dengan pukulan
18
Geometry dash
19
Pertarungan yang tidak seimbang, Mahmud vs Bayu
20
Cinta bertepuk sebelah tangan yang berakhir tragis.
21
Akhir dari pertarungan, serangan terakhir Bayu.
22
Perintah Bu Retno dan sebuah topi
23
Diakah orangnya, orang yang saya tunggu tunggu?
24
Air mata Bayu dan sebuah pelukan kehangatan.
25
Sang penikmat nafsu, rahasia umum pondok putra
26
Peringatan: episode ini mengandung hal hal berbau sexual yang mungkin mengganggu
27
the butterfly effect
28
Kembali ke jauh di masa lalu, 1975
29
miskin tapi bahagia atau menangis tapi kaya
30
Kebahagiaan yang membosankan.
31
Kematian yang sangat cepat
32
Apa yang akan dilakukan sekarang?
33
Perlahan tapi pasti, dibangunnya kepercayaan.
34
epilog
35
reality or a dream
36
the fireball and the big moon
37
Who am I?
38
questions without answers
39
friendship and reform
40
Cerita pertama: Kisah cinta penuh drama. Sebuah pembelaan dan tuntutan perubahan
41
keputusan investigasi untuk humanisme
42
penghilangan demi penghilangan, pelarian demi pelarian, pencarian demi pencarian
43
pertarungan ghaib yang menghasilkan hukuman
44
Episode bonus: sebuah lantunan sholawat
45
sebuah keputusan ekstrem, menghasilkan akibat yang ekstrem pula
46
sebuah pelatihan mengagumkan yang memulai persahabatan
47
orang lama yang membuat nostalgia.
48
Kenangan kolektif yang terus menghantui
49
perasaan bahagia menyambut reformasi sekaligus trauma yang tak pernah hilang
50
Sebuah perjuangan mencari kebebasan
51
Mencoba bangkit di tempat yang jauh
52
sesungguhnya, beserta kesulitan ada kemudahan
53
Ironi yang mengejutkan sekaligus melegakan
54
Pilihan pembelaan yang sangat sulit
55
Perlawanan balik, imbas dari serangan organ vital
56
Jatuh bangun tak berdaya
57
Pasca pertarungan yang memuakkan
58
sambutan mengejutkan usai duel panjang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!