Kenangan Bayu dan sebuah kata kata untuk Dewa

Bayu mengatakannya tanpa ragu ragu, dari situ juga Daffa mengetahui kalau apa yang Bayu bilang bukanlah suatu kebohongan, tapi apa yang dia maksud dari tidak lagi berbicara dengan dirinya. Bayu yang meringis kesakitan mencabut pisau atau korek itu dari tangannya lalu melemparnya tepat di didepan kaki Daffa yang membuat dirinya semakin melemah dan pandangannya semakin kosong, dia tidak lagi memikirkan apa yang tadi dia pikirkan.

"Terima kasih ya telah memikirkan ku selama ini." Bayu berjalan dengan darah yang menetes kelantai, dia berjalan kearah Daffa dan duduk disampingnya sembari bersandar ke tembok, dia mengambil botol alkohol besar yang ada di kantung plastik. Dia menaikkan lengan bajunya yang sudah berlubang akibat tusukan itu, kemudian menumpahkan alkohol itu tepat di luka yang langsung membuatnya meringis kesakitan, perasaan ini lebih menyakitkan daripada saat ia menusukkannya, rasanya sangat panas dan bertahan sangat lama. Jika diperhatikan tusukan itu tidak tepat mengenai bagian tengah dari tangannya, melainkan hanya bagian pinggiran yang hanya berdampak pada ototnya, dia seperti sengaja mengenai bagian itu agar tangannya masih bisa digunakan walau sudah tertusuk, entahlah ini bisa disebut pintar atau bodoh sebenarnya, dia dari awal memang seperti hanya ingin mempersembahkan darahnya.

"Kau tahu, aku menjadi teringat saat kau menendang ku dulu, waktu itu kau sudah geram denganku, lalu tanpa ku sadari ternyata kau sudah ada di belakangku dan langsung menendang bagian kepalaku, sama seperti tadi." Bayu membalut luka yang telah berhenti mengeluarkan darah itu dengan gulungan perban super tebal yang berada di tempat yang sama dengan alkohol, dia menangis kesakitan. Tapi tetap tersenyum tulus kearah Daffa sembari terus mengingat ingat kejadian bertahun tahun yang lalu, dia tetap ingin berbicara kepadanya untuk yang terakhir kali.

"Kau saat itu mengira kalau aku mau memukul pacarmu, padahal pacarmu itulah yang justru memukuliku karena sikap radikal ku. Dia sungguh hebat, walau goblok, tapi dia sangat mempedulikan orang sekitarnya, bahkan dia sampai rela masuk rumah sakit selama tiga bulan cuman demi agar aku bisa mengeluarkan seluruh emosiku, saat dipikirkan kembali itu benar benar pintar karena dia adalah orang pertama yang membuatku memukulnya secara membabi buta." Dia terus menggulung tangannya dengan perban hingga tiga lapis, sembari terus berbicara kepada Daffa walau tidak ada tanggapan, tangisannya kini mencampurkan perasaan sedih dan sakit secara bersamaan.

"Fa, aku akan tetap mencintaimu, walau segoblok apapun kelakuannya dan kelakuanmu kau tahu kalau aku selalu menyayangi kalian kan, jadi tolong jangan maafkan aku atas hal yang kulakukan, jika kau berkenan kau bisa memukulku secara brutal seperti tembok ini, wajahku sangat siap untuk menerima setiap emosimu." Daffa menoleh, pikirannya kini menyadari kalau seluruh hal yang dia lakukan masih sama seperti dulu, melindungi teman temannya. air matanya keluar, dia kini mengingat seluruhnya saat Bayu sengaja menolongnya di akhir agar Daffa dan yang lain saat itu bisa merasakan apa arti berjuang dan tidak bergantung padanya. dia menutupi mukanya, sifatnya benar benar seperti anak kecil yang mudah menangis saat sendirian, Bayu jugalah yang selalu datang disaat dia hancur, tapi kini bisa jadi adalah hal terakhir yang bisa dia katakan.

"Aku akan selalu mengingat semuanya tanpa tersisa, waktumu yang hanya bertemu dengan diriku selama lima bulan itu sangat menyenangkan dan berharga bagiku, dan membuatku belajar bahwa setangguh apapun dirimu, kau hanyalah anak kecil yang butuh perhatian." Bayu memeluk Daffa sangat erat, tubuhnya terasa bergetar, dia sebenarnya masih ingin menemani anak didepannya, tapi apa yang dia perbuat di masa lalu membuatnya harus menjauhi Daffa agar dia bisa menerima masa lalunya.

Mereka berdua terus berpelukan seperti anak kecil dan tidak menyadari ada seseorang yang melihat mereka dari kamar mandi dan sedang ikut menangis karena baru menyadari seperti apa sebenarnya keduanya. setelah satu menit berlalu Bayu mulai melepaskan pelukannya dan memasukkan semuanya yang masih tersisa ke dalam kantung, dia tidak lagi menatap Daffa sejak saat itu dan Daffa masih merasa sedikit canggung untuk berbicara, dia menyadari semuanya kalau apa yang dilakukan Bayu selalu berniat melindungi temannya dan tidak pernah berbuat jahat, setelah mengetahuinya dia langsung merasa semangat kembali dan tidak lagi memikirkan masa lalunya, maupun perasaan Bayu kepadanya hingga dia juga melupakan sumpah Bayu.

"Wa jika kau dapat mendengar ku, ayahmu mengatakan dan memohon kepadaku untuk menjadi pengganti dirimu untuk menjadi sahabat Aisyah, jika kamu tidak kembali kepadanya dalam dua jam, maka aku akan merebut keperawanannya." Bayu mengatakannya dengan lantang dan berani. Daffa yang mendengarnya menoleh terkejut, dia seharusnya tidak terkejut mendengarnya, tapi perkataannya itu sudah benar benar melewati batas, Daffa perlahan demi perlahan mulai merasa baikan setelah semua sesi deep talk.

Bayu pergi dari situ dengan masih memakai topi biru, tapi dia meninggalkan korek itu di lantai yang menunjukkan kalau Daffa harus mengembalikannya pada Dimas, dia sedikit tidak menduganya dan sempat sedikit juga merasa kesal dengan hal ini. Daffa pada akhirnya mengalah dan memasukkan korek itu pada saku celana pendek yang ada didalam sarungnya, korek itu telah diubah Bayu menjadi korek biasa berukuran segenggam, bukan lagi pisau kecil. Dia lalu menatap ruangan kamar mandi yang berada di tengah tengah kawasan tembok ini, dia sebenarnya sedikit terkejut ketika ada yang melihat kelakuannya dan Bayu disini yang jika dipikir pikir lebih seperti orang yang menghibur pacarnya daripada anak kecil, itulah pemikiran zaman sekarang yang telah di racuni dengan YouTube biru, padahal menurut mereka berdua itu hanya seperti persahabatan masa kecil, fitnah dari kesalahpahaman inilah yang ditakutkan Daffa sejak Bayu mengatakannya.

"Wa, sebenarnya aku tidak terlalu ingin ikut campur, dan membuat kata kata yang terlalu dramatis seperti Bayu, tapi melihat karaktermu yang seperti itu sepertinya aku tidak punya pilihan lain." Daffa menghembuskan nafas lalu kembali bersandar tepat dibawah bagian tembok yang dihiasi darahnya, Bayu juga sudah keluar dari kawasan tembok dan berjalan lurus menuju sekolah. Dewa disisi lain hanya bisa terdiam dan terus saja merasa menyesal padahal dia secara tidak langsung telah disemangati oleh Bayu, bukan hanya dari perkataan Bayu tapi juga kelakuannya terhadap Daffa, dia bahkan melihat penyesalan terbesar Bayu yang membuatnya rela menusuk tangannya sendiri.

"Persahabatan itu membutuhkan loyalitas dan penerimaan yang baik kepada sesama sahabat, gadis itu telah melaksanakan keduanya, dia tetap rela datang ke sungai setelah mendengar apa yang kau lakukan dan katakan, dia tetap datang walau dia tahu kalau itu tidak ada gunanya, kenapa?. Tentu karena dia menerimamu apa adanya, dan aku yakin sekali kalau dia masih tetap bersamamu seperti yang terjadi hari ini setiap kamu mendapatkan masalah lain, inilah yang disebut kesetiaan menurutku, rasa ingin menjaga hubungan agar bisa bertahan selama mungkin walau tahu kalau yang dimulai pasti berakhir." Dewa terkejut dan mulai menyadarinya, dia teringat saat kematian ibunya, Aisyah lah yang terus menghiburnya dan mengajaknya bermain, saat dia dirundung, Aisyah orang yang sampai rela berlatih pencak silat demi melindungi Dewa, kini dewa sudah menyadarinya, apa yang dia katakan sebelumnya bukanlah bentuk kebencian, melainkan dia merindukan wajah sahabat yang selalu bersamanya.

"Sekarang adalah giliran mu untuk membuktikannya, apakah kau mempunyai keduanya. Pergilah ke sana, aku akan selalu ada di pihak mu." Daffa mengatakannya dengan sangat yakin dan Dewa langsung membuka pintu perlahan, mereka berdua saling tersenyum secara bersamaan membuat suasana ini menjadi semakin hangat. Dewa mendatangi Daffa dan sedikit terkejut dengan pemandangan yang dia lihat, banyak darah dimana mana, dan kedua tangan Daffa yang tidak bisa digerakkan karena sangat sakit untuk menggerakkannya, dia untuk sementara tidak bisa menggunakan tangannya.

"Matur suwun, tapie Saiki ayok ngresii jedeng Iki disik ( Terima kasih, tapi sekarang ayo membersihkan kamar mandi ini dahulu )." Dewa mengatakannya dengan pelan sembari mengusap air matanya, Daffa berdiri dan mendatangi Daffa, dia memegang pundaknya dan tersenyum tulus kepadanya, pipinya yang masih menyisakan garis merah muda dan mata yang terlihat memerah tetap terlihat bagus dan sangat cocok untuk Daffa.

"Sampek lali gawe boso jowo, gak onok waktu maneh, maringene onok arek seng ados, dari pada diarani lapo lapo, ayok takterno merono, oh iyo, ojok ngandani sopo sopo yo seng mau ( sampai lupa menggunakan bahasa jawa, tidak ada waktu lagi, setelah ini akan ada anak yang mandi, dari pada dikira ngapa apain, ayo aku antar ke sana. oh iya, jangan ngomong ngomong ya yang tadi )." Daffa tetap tersenyum kepada teman barunya, itu juga yang membuat kepercayaan diri Dewa semakin tinggi untuk bertemu mereka.

Episodes
1 Permulaan, pondok pesantren As-sasun najah.
2 Kejadian random dalam satu malam.
3 Hambali 1, kamar para senior
4 Mizam, 3 orang dalam satu tubuh
5 pembullyan pertama
6 Bertindak tanpa tahu resikonya adalah sifat alamiah yang dimiliki manusia.
7 Apa yang sebenarnya terjadi?, Siapa dia sebenarnya
8 Hubungan antara sahabat, keputusan berada di tangan Dewa
9 perasaan dan janji Bayu untuk maju
10 sebuah fakta mengerikan yang datang untuk Daffa
11 Kenangan Bayu dan sebuah kata kata untuk Dewa
12 Operasi sederhana di tingkat atas.
13 Akhir dari drama panjang, tapi cerita masih belum berakhir.
14 cara menghormati menurutku dan Bayu.
15 Eratnya persahabatan kami berlima.
16 Dendam Aisyah pada seorang habib
17 Ikatan yang mulai dibangun dengan pukulan
18 Geometry dash
19 Pertarungan yang tidak seimbang, Mahmud vs Bayu
20 Cinta bertepuk sebelah tangan yang berakhir tragis.
21 Akhir dari pertarungan, serangan terakhir Bayu.
22 Perintah Bu Retno dan sebuah topi
23 Diakah orangnya, orang yang saya tunggu tunggu?
24 Air mata Bayu dan sebuah pelukan kehangatan.
25 Sang penikmat nafsu, rahasia umum pondok putra
26 Peringatan: episode ini mengandung hal hal berbau sexual yang mungkin mengganggu
27 the butterfly effect
28 Kembali ke jauh di masa lalu, 1975
29 miskin tapi bahagia atau menangis tapi kaya
30 Kebahagiaan yang membosankan.
31 Kematian yang sangat cepat
32 Apa yang akan dilakukan sekarang?
33 Perlahan tapi pasti, dibangunnya kepercayaan.
34 epilog
35 reality or a dream
36 the fireball and the big moon
37 Who am I?
38 questions without answers
39 friendship and reform
40 Cerita pertama: Kisah cinta penuh drama. Sebuah pembelaan dan tuntutan perubahan
41 keputusan investigasi untuk humanisme
42 penghilangan demi penghilangan, pelarian demi pelarian, pencarian demi pencarian
43 pertarungan ghaib yang menghasilkan hukuman
44 Episode bonus: sebuah lantunan sholawat
45 sebuah keputusan ekstrem, menghasilkan akibat yang ekstrem pula
46 sebuah pelatihan mengagumkan yang memulai persahabatan
47 orang lama yang membuat nostalgia.
48 Kenangan kolektif yang terus menghantui
49 perasaan bahagia menyambut reformasi sekaligus trauma yang tak pernah hilang
50 Sebuah perjuangan mencari kebebasan
51 Mencoba bangkit di tempat yang jauh
52 sesungguhnya, beserta kesulitan ada kemudahan
53 Ironi yang mengejutkan sekaligus melegakan
54 Pilihan pembelaan yang sangat sulit
55 Perlawanan balik, imbas dari serangan organ vital
56 Jatuh bangun tak berdaya
57 Pasca pertarungan yang memuakkan
58 sambutan mengejutkan usai duel panjang
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Permulaan, pondok pesantren As-sasun najah.
2
Kejadian random dalam satu malam.
3
Hambali 1, kamar para senior
4
Mizam, 3 orang dalam satu tubuh
5
pembullyan pertama
6
Bertindak tanpa tahu resikonya adalah sifat alamiah yang dimiliki manusia.
7
Apa yang sebenarnya terjadi?, Siapa dia sebenarnya
8
Hubungan antara sahabat, keputusan berada di tangan Dewa
9
perasaan dan janji Bayu untuk maju
10
sebuah fakta mengerikan yang datang untuk Daffa
11
Kenangan Bayu dan sebuah kata kata untuk Dewa
12
Operasi sederhana di tingkat atas.
13
Akhir dari drama panjang, tapi cerita masih belum berakhir.
14
cara menghormati menurutku dan Bayu.
15
Eratnya persahabatan kami berlima.
16
Dendam Aisyah pada seorang habib
17
Ikatan yang mulai dibangun dengan pukulan
18
Geometry dash
19
Pertarungan yang tidak seimbang, Mahmud vs Bayu
20
Cinta bertepuk sebelah tangan yang berakhir tragis.
21
Akhir dari pertarungan, serangan terakhir Bayu.
22
Perintah Bu Retno dan sebuah topi
23
Diakah orangnya, orang yang saya tunggu tunggu?
24
Air mata Bayu dan sebuah pelukan kehangatan.
25
Sang penikmat nafsu, rahasia umum pondok putra
26
Peringatan: episode ini mengandung hal hal berbau sexual yang mungkin mengganggu
27
the butterfly effect
28
Kembali ke jauh di masa lalu, 1975
29
miskin tapi bahagia atau menangis tapi kaya
30
Kebahagiaan yang membosankan.
31
Kematian yang sangat cepat
32
Apa yang akan dilakukan sekarang?
33
Perlahan tapi pasti, dibangunnya kepercayaan.
34
epilog
35
reality or a dream
36
the fireball and the big moon
37
Who am I?
38
questions without answers
39
friendship and reform
40
Cerita pertama: Kisah cinta penuh drama. Sebuah pembelaan dan tuntutan perubahan
41
keputusan investigasi untuk humanisme
42
penghilangan demi penghilangan, pelarian demi pelarian, pencarian demi pencarian
43
pertarungan ghaib yang menghasilkan hukuman
44
Episode bonus: sebuah lantunan sholawat
45
sebuah keputusan ekstrem, menghasilkan akibat yang ekstrem pula
46
sebuah pelatihan mengagumkan yang memulai persahabatan
47
orang lama yang membuat nostalgia.
48
Kenangan kolektif yang terus menghantui
49
perasaan bahagia menyambut reformasi sekaligus trauma yang tak pernah hilang
50
Sebuah perjuangan mencari kebebasan
51
Mencoba bangkit di tempat yang jauh
52
sesungguhnya, beserta kesulitan ada kemudahan
53
Ironi yang mengejutkan sekaligus melegakan
54
Pilihan pembelaan yang sangat sulit
55
Perlawanan balik, imbas dari serangan organ vital
56
Jatuh bangun tak berdaya
57
Pasca pertarungan yang memuakkan
58
sambutan mengejutkan usai duel panjang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!