Bab 17.Pahlawan Bertopeng

Plak...terdengar tamparan begitu keras mendarat di pipi mulus seorang gadis,seketika gadis itu berteriak terkejut dengan tamparan yang begitu keras,gadis itu menangis sembari memegang pipinya yang perih dan panas.

"Kurang ajar,kenapa kamu membuat keributan di restoran,apa kamu sudah kehilangan akal,kamu sudah membuat Rico pergi dan memutuskan pertunangan kalian,kamu tau Rico itu pekerja terbaik di restoran kita,"Pak Gunawan sangat murka ketika mengetahui kalau Rico mengundurkan diri dari restorannya.

"Tapi Pa aku..."perkataan Arini terputus karena Pak Gunawan langsung memotong."Cukup aku tidak mau mendengar alasan kamu lagi."Hardik Pak Gunawan sembari mendekat ingin melayangkan satu tamparan lagi ke pipi Arini.

Ketika tangan Pak Gunawan sudah melayang ke udara."Cukup Pa"Mama Alin datang berteriak menghentikan tangan Pak Gunawan yang sudah melayang ke udara.

Sedangkan Arini sudah menunduk menutup kepala dengan kedua tangan nya karena takut pada tampar Pak Gunawan mendarat lagi di pipi mulusnya.

"Berani nya Papa menampar Arini,ingat Pa,dia Putri kita semata wayang.sekali lagi Papa melakukan ini pada Anak kita,aku dan Arini akan pergi dari rumah ini."ancam Mama Alin pada Pak Gunawan sembari mendekap tubuh Anaknya.

Sedangkan Arini sudah terisak didalam dekapan Mamanya.

"Bela aja terus Anak manja kurang ajar mu itu,"titah Pak Gunawan.

"Pa..."hardik Mama Alin menatap tajam pada Pak Gunawan.Pak Gunawan sudah malas meladeni istrinya,akhirnya dia pergi dari rumah ingin menenangkan kepalanya yang sudah mau pecah karena ulah Putrinya.

Mama Alin terus mengusap punggung dan Surai Anak kesayangan nya itu untuk menenangkan agar Putri semata wayangnya berhenti menangis.

"Kesalahan apa yang kamu lakukan sehingga Papa mu begitu murka pada mu?"tanya Mama Alin,karena dia tidak tau apa yang sebenarnya telah terjadi antara Putri kesayangan nya dengan suaminya.

Arini mendongak lalu menatap pada Mamanya"Aku tidak melakukan kesalahan,aku hanya mengajak Kak Rico jalan-jalan,tapi Kak Rico marah dan keluar dari restoran,dia juga sudah memutuskan pertunangan dengan ku."cerita Arini tidak mengaku kesalahan nya.

"apa...?"tanya Mama Alin terkejut.

"Jadi Rico sudah memutuskan pertunangan dengan mu?"tanya Mama Alin lagi.

Arini mengangguk,dia sendiri juga tidak menyangka kalau Rico berani memutuskan hubungan pertunangan mereka,Arini pikir Rico tidak akan berani karena mengingat Rico punya banyak hutang pada Papa nya.

"Iya Ma,Arini tidak mau putus sama Kak Rico,aku sangat mencintainya."Arini memang sangat terobsesi dengan yang namanya Rico,makanya dia rela melakukan segala cara agar Rico bisa menjadi miliknya.

"Kamu tenang dulu tidak usah takut,Rico pasti akan meminta maaf sama kamu,Mama akan merayu Papa mu agar mendesak Rico lagi untuk kembali padamu."Mama Alin akan melakukan apa saja untuk Putri kesayangan nya.

***

"Sayang..."panggil Awan pada istrinya yang sedang mengotak-atik ponsel milik Awan.

"Sayang..." panggil Awan lagi dengan nada selembut mungkin.

Mentari menoleh,wajah nya nampak begitu kesal,entah kenapa wajah Mentari nampak sangat tidak bersahabat.

"Sayang,kamu kenapa,wajah kamu kok kesal bangat,ada apa?"tanya Awan penasaran dengan perubahan wajah istrinya.kenapa wajah nya kesal begitu,tadi baik-baik saja setelah melihat HP muka nya langsung berubah,pikirnya.

"Apa?"jawab Mentari ketus.Mentari sangat kesal melihat banyak nya foto Awan dengan Adelia di dalam galeri, foto nya mesra banget lagi.

"Kok jawab nya ketus gitu,dosa lho kasar sama suami,"Awan benar-benar benar penasaran dengan perubahan wajah istrinya.

"O...dosa kalau istri merajuk sama suami,tapi kalau suami menyakiti hati istri itu tidak termasuk dosa ,kah?"sindir Mentari kepada suaminya.

"Dosa juga."jawab Awan menimpali pertanyaan istrinya.

"Kalau dosa kenapa membuat istrinya sakit hati?"pertanyaan Mentari sukses membuat Awan terkejut dan bingung di buat oleh istri cantik nya.

"Lho kapan aku menyakiti hati mu honey,perasaan aku sudah sebulan dirumah bersama mu."imbuh Awan membela dirinya.

"Ini pakai enggak ngaku lagi,"ujar Mentari sembari menyodorkan Hp itu kepada Awan.

Awan yang melihat foto di galeri Hp itu tertawa renyah,dan itu membuat Mentari semakin kesal."Hubby."rengek Mentari menggoyang-goyangkan bahu Awan.Awan semakin tertawa,itu lagi-lagi membuat Mentari tambah kesal sampai memonyongkan bibirnya.

"Ada yang cemburu ni ceritanya,itu bibir kenapa,mau aku cium?"ujar Awan membuat Mentari langsung membekap mulutnya.

"Dasar mesum."ucap Mentari sembari bangkit dari tempat tidur Awan.

"Mesum sama istri sendiri gak dosa lho."jawab Awan begitu gampang.

"udah gak usah ngambek,nanti cantiknya hilang lho."ujar Awan menggoda Mentari.

"Sayang ku,cintaku,Mentariku,penerang hidup ku.Jangan ngambek ya?inikan foto masa lalu,ni lihat udah ku hapus semua.Sini biar kita foto berdua!"ajak Awan membuat Mentari bersemu merah di kedua pipinya.

hari telah berlalu malam datang menemani.

Dua Anak manusia sedang berbagi cerita di atas tempat pembaringan."Hubby kapan Mama sama Papa pulang?"tanya Mentari pada suaminya.

"Kenapa apa kamu sudah rindu sama Mama?"bukannya menjawab Awan malah balik bertanya.Mentari mengangguk sembari tangan nya bermain-main di dada bidang suaminya.

"Setelah selesai masalah di luar Negeri Mama sama Papa pasti pulang kok."jawab Awan tapi tidak ada lagi sahutan dari Mentari.Awan menoleh,terlihat Mentari sudah terlelap di atas tangan Awan yang menjadi bantalnya.Akhirnya Awan pun ikut terlelap juga.

Sekitar pukul 11:30 menit malam terdengar suara jendela dari arah balkon di buka oleh seseorang,Awan membuka matanya,lalu melihat Mentari masih tertidur lelap dengan posisi yang sama seperti tadi.

Awan memejamkan matanya lagi seolah sudah tertidur,namun Awan masih bisa merasakan seseorang itu mendekat pada tempat tidur mereka.

Setelah berdiri di sisi tempat tidur sebentar kemudian seseorang itu pergi ke lemari pakaian.Awan membuka matanya lagi,Awan dapat melihat orang itu mengunakan pakaian serba hitam dan juga topeng, sehingga wajahnya tidak bisa terlihat oleh Awan.

Orang yang berpakaian serba hitam itu membuka lemari baju Awan dan Mentari,Awan juga melihat orang itu mengobrak-abrik isi lemari itu.Mentari yang sudah tidak nyaman dengan posisi tidurnya juga membuka mata.

Tanpa sengaja Mentari melihat orang yang memakai pakaian serba hitam itu,Mulut Mentari terbuka ingin berteriak,namun dengan sigap Awan membekap mulut istrinya itu.

"hsiits.jangan bersuara dan jangan bergerak,tidak apa-apa kalau honey takut tutup mata aja atau tidur aja,orang itu akan pergi setelah dapat apa yang di cari."ucap Awan tangannya masih membekap mulut istrinya.

Mentari yang mendengar perkataan Awan diam tanpa bergerak seperti yang di perintahkan oleh suaminya.Namun matanya terbuka,Mentari juga ingin melihat apa yang di cari oleh orang bertopeng itu.

Tidak lama kemudian Mentari melihat orang itu menuju laci di sudut kamar itu.Dimana Mentari pernah di suruh suaminya memindahkan Map dan menukarnya dengan yang palsu.

Mentari melihat orang itu membuka laci dan mengambil Map palsu itu. Setelah itu orang yang berpakaian serba hitam itu berjalan dan mendekat pada ranjang tidur mereka.

Mentari dan Awan langsung memejam matanya kembali seperti orang yang masih tidur.Mentari juga bisa mendengar orang itu bergumam.

"Sebentar lagi semua harta mu akan menjadi milikku lumpuh.Kenapa kamu tidak mati saja dalam kecelakaan itu."gumam orang itu kemudian pergi ke jendela balkon kamar itu.

Sekarang mentari mengerti kenapa dulu suaminya menyuruh nya menyembunyikan Map itu di bawah tempat tidur.Ternyata ini alasan nya dan mentari terus berpikir ternyata orang itu juga menginginkan kematian suaminya.

Mentari menatap kagum pada suaminya,ternyata dalam keadaan lumpuh pun suaminya masih pintar.

Tapi walaupun begitu mentari juga takut,dan itu sangat dirasa oleh Awan karena tangan Mentari sedikit bergetar di dadanya.

Awan yang tau istrinya ketakutan langsung merangkul kepala istrinya ke atas dada bidangnya.sembari berkata.

"tidak usah takut,semuanya aman,udah tidur aja ini masih malam."ucap Awan menenangkan istrinya.

Bersambung.

Jangan lupa mampir juga ke ceritaku yang berjudul.SUAMI MISKINKU TERNYATA CEO.terimakasih.

Terpopuler

Comments

Aries suratman Suratman

Aries suratman Suratman

Rumah mewah Dan pemiliknya pengusaha sukses Masa jendela ngga ada teralis besi atau alarm, keamanan/Security pada kemana nih

2025-03-03

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.Kecelakaan.
2 Bab 2.Kondisi Awan.
3 Bab 3.Syarat
4 Bab 4.Rencana Licik Mama Laras
5 Bab 5.Awan Sadar
6 Bab. 6.Dapat Bini Juga Dapat Perawat
7 Bab 7.Pernikahan
8 Bab 8.Saling Punya Rasa
9 Bab 9.Panggil Aku Hubby
10 Bab 10.Cemburu
11 Bab 11.Drama Di Kamar Awan
12 Bab 12.Kepergian Fajar
13 Bab 13.Setitik Informasi
14 Bab 14.Pijat Refleksi
15 Bab 15.Sama Mencintai
16 Bab 16.Kecelakaan Yang Di Sengaja
17 Bab 17.Pahlawan Bertopeng
18 Bab 18.Posesif
19 Bab 19.Amelia Kerumah Surti
20 Bab 20.Bahigianya Om Anton
21 Bab 21.Hancurnya Pak Gunawan
22 Bab 22.Ke Khawatiran Mentari
23 Bab 23.Terungkap
24 Bab 24.Pengakuan Pak Gunawan
25 Bab 25.Cinta Belum Usai.
26 Bab 26.Masih Mencintai Mu
27 Bab 27.Artikel Mentari
28 Bab 28.Ke Gagalan Om Anton
29 Bab 29.Awan Berjalan
30 Bab 30.Nasip Arini
31 Bab 31.Tawaran Pekerjaan
32 Bab 32.Nyonya Amelia Ke Asrama
33 Bab 33.Awan Sembuh
34 Bab 34.Awan Yang Bucin
35 Bab 35.Menjenguk Fajar
36 Bab 36.Pertemuan Ibu dan Anak
37 Bab 37.Mama Laras VS Mama Amelia
38 Bab 38.Amelia Ke Rumah Subagio
39 Bab 39.Pewaris Perusahaan
40 Bab 40.Malam Pertama Yang Tertunda
41 Bab 41.Nasib Mama Aline
42 Bab 42.Berakhir Derita Arini
43 Bab 43.Awan Keperusahaan
44 Bab 44.Ide Licik Alex
45 Bab 45.Mentari Di Culik
46 Bab 46.Kecemasan Awan
47 Bab 47.Niat Licik Alex.
48 Bab 48.Keberadaan Mentari Terlacak
49 Bab 49.Kemarahan Awan
50 Bab 50.Pertarungan
51 Bab 51.Mimpi Buruk
52 Bab 52.Akting Mentari
53 Bab 53.Alex Curiga
54 Bab 54.Penyelamatan Mentari
55 Bab 55.Pertarunhan Sengit
56 Bab 56.Om Anton Tertembak
57 Bab 57.Penyesalan Alex
58 Bab 58.Pemakaman Om Anton
59 Bab 59.Permintaan Maaf Alex
60 Bab 60.Awan Setuju
61 Bab 61.Hati Alex Hancur
62 Bab 62.Patah Hati Alex
63 Bab 63.Suster Lily Kerumah Mike
64 Bab 64.Pertwmuan Rico Dan Mentari
65 Bab 65.Adelia Pingsan
66 Bab 66.Terkejut Nya Ningsih
67 Bab 67.Ningsih Galau
68 Bab 68.Kepulangan Nadia
69 Bab 69.Pasrah Ningsih
70 Bab 70.Resepsi
71 Bab 71.Semangat Untuk Alex
72 Bab 72.Bukan Malam Pertama
73 Bab 73.Getaran Hati Alex
74 Bab 74.Sonia Di Pecat
75 Bab 75.Jatuh Cinta
76 Bab 76.Menghibur Mentari
77 Bab 77.Kebingungan Awan
78 Bab 78.Tangis Haru Mentari
79 Bab 79.Kegugupan Alex
80 Bab 80.Pernyataan Cinta Alex
81 Bab 81.Selamat Untuk Mentari(end)
82 Pengemuman
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1.Kecelakaan.
2
Bab 2.Kondisi Awan.
3
Bab 3.Syarat
4
Bab 4.Rencana Licik Mama Laras
5
Bab 5.Awan Sadar
6
Bab. 6.Dapat Bini Juga Dapat Perawat
7
Bab 7.Pernikahan
8
Bab 8.Saling Punya Rasa
9
Bab 9.Panggil Aku Hubby
10
Bab 10.Cemburu
11
Bab 11.Drama Di Kamar Awan
12
Bab 12.Kepergian Fajar
13
Bab 13.Setitik Informasi
14
Bab 14.Pijat Refleksi
15
Bab 15.Sama Mencintai
16
Bab 16.Kecelakaan Yang Di Sengaja
17
Bab 17.Pahlawan Bertopeng
18
Bab 18.Posesif
19
Bab 19.Amelia Kerumah Surti
20
Bab 20.Bahigianya Om Anton
21
Bab 21.Hancurnya Pak Gunawan
22
Bab 22.Ke Khawatiran Mentari
23
Bab 23.Terungkap
24
Bab 24.Pengakuan Pak Gunawan
25
Bab 25.Cinta Belum Usai.
26
Bab 26.Masih Mencintai Mu
27
Bab 27.Artikel Mentari
28
Bab 28.Ke Gagalan Om Anton
29
Bab 29.Awan Berjalan
30
Bab 30.Nasip Arini
31
Bab 31.Tawaran Pekerjaan
32
Bab 32.Nyonya Amelia Ke Asrama
33
Bab 33.Awan Sembuh
34
Bab 34.Awan Yang Bucin
35
Bab 35.Menjenguk Fajar
36
Bab 36.Pertemuan Ibu dan Anak
37
Bab 37.Mama Laras VS Mama Amelia
38
Bab 38.Amelia Ke Rumah Subagio
39
Bab 39.Pewaris Perusahaan
40
Bab 40.Malam Pertama Yang Tertunda
41
Bab 41.Nasib Mama Aline
42
Bab 42.Berakhir Derita Arini
43
Bab 43.Awan Keperusahaan
44
Bab 44.Ide Licik Alex
45
Bab 45.Mentari Di Culik
46
Bab 46.Kecemasan Awan
47
Bab 47.Niat Licik Alex.
48
Bab 48.Keberadaan Mentari Terlacak
49
Bab 49.Kemarahan Awan
50
Bab 50.Pertarungan
51
Bab 51.Mimpi Buruk
52
Bab 52.Akting Mentari
53
Bab 53.Alex Curiga
54
Bab 54.Penyelamatan Mentari
55
Bab 55.Pertarunhan Sengit
56
Bab 56.Om Anton Tertembak
57
Bab 57.Penyesalan Alex
58
Bab 58.Pemakaman Om Anton
59
Bab 59.Permintaan Maaf Alex
60
Bab 60.Awan Setuju
61
Bab 61.Hati Alex Hancur
62
Bab 62.Patah Hati Alex
63
Bab 63.Suster Lily Kerumah Mike
64
Bab 64.Pertwmuan Rico Dan Mentari
65
Bab 65.Adelia Pingsan
66
Bab 66.Terkejut Nya Ningsih
67
Bab 67.Ningsih Galau
68
Bab 68.Kepulangan Nadia
69
Bab 69.Pasrah Ningsih
70
Bab 70.Resepsi
71
Bab 71.Semangat Untuk Alex
72
Bab 72.Bukan Malam Pertama
73
Bab 73.Getaran Hati Alex
74
Bab 74.Sonia Di Pecat
75
Bab 75.Jatuh Cinta
76
Bab 76.Menghibur Mentari
77
Bab 77.Kebingungan Awan
78
Bab 78.Tangis Haru Mentari
79
Bab 79.Kegugupan Alex
80
Bab 80.Pernyataan Cinta Alex
81
Bab 81.Selamat Untuk Mentari(end)
82
Pengemuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!