Bab 5.Awan Sadar

Bagaikan petir di siang hari yang dirasakan Mentari,dada nya bergemuruh,jantung nya berdetak lebih kencang.

Seketika Mentari yang selalu bersinar terang menjadi redup,dunia menjadi gelap,bukan karena terjadinya Gerhana,tetapi karena tertutup oleh Awan.

"Maaf Nyonya,apakah Nyonya tidak salah berucap,atau Nyonya hanya bercanda?"tanya Mentari dengan sopan dan sangat berhati-hati.

"Mentari,apakah di wajah ku sangat terlihat sedang bercanda ?hingga kamu berani menyimpulkan kalau aku ini bercanda.

Dan satu lagi,berhenti memanggil ku Nyonya,aku sangat risih mendengarnya."

"Tapi Nyonya eh maksud saya..."

"Mama panggil aku Mama,seperti Awan dan Nadia memanggil ku,"imbuh Mama Laras.

"Tapi saya ini hanya orang miskin dan yatim piatu,saya sangat tidak pantas berada di tengah-tengah keluarga Nyo eh maksud saya Mama,dan keluarga Mama nanti akan malu punya menantu seperti saya ini,"ucap Mentari merendahkan diri.

Mentari sangat sadar siapa dirinya,dia hanya gadis miskin dan yatim piatu,yang selalu di hina dan di maki oleh teman-teman dan tetangga nya.

Mentari bertahan hidup hanya demi adik nya,adik yang sudah di rawat sejak Ayah dan Ibu nya telah tiada.

Mentari tidak pernah memikirkan dirinya,adiknya lah yang menjadi prioritas nya.

"Mentari,dengarkan aku baik-baik,kami tidak pernah memandang rendah seseorang,kami tidak pernah membedakan Kasta dan Tahta.

kami mengutamakan kesopanan,kejujuran,berakhlak baik dan iman nya yang paling penting.Jadi tidak ada alasan untuk kamu menolaknya."

Mentari diam terpaku,dia tidak bisa berkata apa apa lagi,sudah tidak ada alasan lagi bagi nya menolak keinginan Mama Laras.Mentari hanya bisa pasrah pada garis takdir hidup nya.

disaat Mentari sibuk dengan pemikirannya,tiba-tiba pintu di ketuk.Mama Laras yang sudah duduk di sofa menoleh ke Mentari yang masih berdiri di dekat ranjang Awan berbaring.

Mentari yang mengerti arti tatapan mata Mama Laras,dia langsung bergegas membuka pintu itu.Setelah pintu terbuka,masuklah doktor Indra dengan seorang suster.

"permisi Nyonya,Nona,Saya ingin mengecek Kondisi pasien,"ujar doktor Indra.

"Ya,silakan dok," jawab Mama Laras mempersilakan doktor Indra mengecek kondisi Awan.

Setelah selesai mengecek semua.Doktor Indra berkata.

"Kondisi Tuan muda sudah Stabil,mungkin sebentar lagi Tuan akan sadar,"ujar doktor Indra pada Mama Laras.

"Iya dok,terimakasih,"ucap Mama Laras.

"Sama-sama Nyonya,kalau begitu kami permisi Nyonya,"

"iya,silahkan doktor,"jawab Mama Laras lagi.

Sementara di sisi lain.

"Hahahaha,Mentari sebentar lagi kamu akan menangis dan menderita di balik jeruji besi, ha-ha-ha,tempat yang layak untuk memang disitu,"Arini sangat senang karena dia pikir Mentari sudah di dalam penjara,dan dia akan bebas mengejar cintanya Rico.

"Mentari akhirnya aku bisa menyingkirkan mu,membusuk lah kamu di penjara.Dan kamu Mas Rico sebentar lagi kamu akan memohon-mohon dan bersimpuh di kaki ku.

Arini aku sangat mencintai mu,Arini aku mohon terimalah cinta ku.Hahahaha,Arini tertawa sekeras-keras nya,hingga dia tertidur.

Jam sudah menunjukkan Pukul. 04:27:08.

Seorang pria tampan yang berbaring di atas ranjang rumah sakit,mulai membuka mata nya pelan-pelan,sesaat kemudian matanya terbuka lebar,dia melihat seorang sedang tidur di kursi di samping ranjangnya dengan kepala tertumpu pada tengah ranjang.

Awan berinsiatif menyentuh Surai ke kecoklatan itu yang panjang sepunggung.Namun Awan tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya.

Awan terus berusaha menggerak kan tangan,tubuh dan juga kaki,namun semua tidak bisa bergerak,

"Apa yang terjadi dengan tubuh ku?"gumamnya.

di saat Awan sibuk berusaha menggerakkan tubuhnya,Mentari terbangun dari tidurnya,karena dia sudah terbiasa terbangun di jam seperti ini,untuk menunaikan kewajibannya dan setelah itu membuat kue untuk di jual nanti.

Awan terpana,matanya tidak berkedip sama sekali menatap wajah gadis yang berada di depan nya sekarang ini.

"Gadis ini,apakah dia bidadari,apakah aku sudah mati?Tapi kenapa bau obat sangat kentara di hidung ku,"gumam awan dalam hati.

Tidak sengaja saat melirik jam,Mentari melihat ke mata Awan,Mentari terpaku,sesaat mata keduanya bertemu,namun Mentari cepat-cepat membuang pandangan nya.

"Tuan,Tuan sudah sadar,apa Tuan membutuhkan sesuatu,'"tanya Mentari pada Awan.

Mulut Awan bergerak mengucapkan sesuatu,

"Air,air,"suara Awan sangat kecil,itu membuat Mentari tidak bisa Mendengar,jadi terpaksa mentari harus mendekat kan telinganya ke mulut Awan.Mentari dapat merasakan hangatnya hembusan nafas Awan di telinganya,hingga membuat bulu kuduk Mentari berdiri.

"Tuan mau air?"tanya Mentari.

Awan mengedipkan matanya.

"Sebentar ya?saya ambilkan,"Mentari mengambil air satu botol dan membukanya,Setelah memasukkan straw ke botol Mentari segera menyodorkan ke mulut Awan.

Setelah selesai minum,mulut Awan bergerak lagi,Mentari kembali mendekatkan telinganya lagi,namun kali ini suara Awan terdengar sedikit lebih jelas tidak seperti tadi.

"kamu siapa?"tanya Awan dengan suara parau nya yang hampir tidak ke dengaran.

"Nama saya Mentari Tuan,saya yang 'kan mengurus dan merawat Tuan sampai Tuan sembuh dan bisa berjalan seperti semula," jawab mentari sesuai yang di inginkan oleh Mama Laras.

"Tuan,kalau tidak ada yang di perlukan lagi,Saya permisi mau ke musalla untuk menunaikan kewajiban ku.,"ucap Mentari

Lagi-lagi Awan mengedipkan matanya sebagai tanda setuju dengan yang Mentari katakan.

Setelah mentari keluar,tidak lama kemudian Mama Laras pun bangun,dia langsung masuk ke kamar mandi,selesai dari kamar mandi Mama Laras melihat Awan,ternyata Awan sudah tertidur lagi,Mama Laras pikir Awan belum sadar,Karena dia tidak melihat nya tadi.

Setelah itu Mama Laras juga keluar dari ruangan itu,tidak tau dia pergi kemana.

Jam sudah menunjukkan Pukul.06:30:00 WIB.

Dua orang suster masuk mengantarkan sarapan sekalian mengecek kondisi Awan.

Tidak lama setelah suster keluar Mentari masuk kedalam ruangan Awan,Mentari melihat sudah ada bubur yang terletak di atas nakas dan air infus juga telah di ganti.

Mentari membangunkan Awan dan mengatur ranjang Awan setengah duduk agar Awan bisa bebas untuk melihat-lihat.

"Apa yang terjadi dengan tubuh ku,kenapa tidak bisa aku gerakkan?"tanya awan yang belum tau kenapa tubuh nya semua tidak bisa di gerakkan.

Sekarang Mentari tidak perlu lagi mendekatkan telinga ke mulut Awan, karena suara Awan sudah jelas walaupun volumenya masih kecil.

"Tuan mengalami Lumpuh sementara,karena kecelakaan kemaren,"jawab Mentari sesuai dengan apa yang dia tau.

Awan coba mengingat sebelum kecelakaan terjadi.

BERSAMBUNG.

Terpopuler

Comments

Amelia

Amelia

❤️❤️❤️❤️❤️

2024-04-25

1

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌

arini nama mu cantik, tapi sayang hati mu penuh dengan kedengkian

2024-03-15

1

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌

gpp mentari, lumayan. kaya lagi

2024-03-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.Kecelakaan.
2 Bab 2.Kondisi Awan.
3 Bab 3.Syarat
4 Bab 4.Rencana Licik Mama Laras
5 Bab 5.Awan Sadar
6 Bab. 6.Dapat Bini Juga Dapat Perawat
7 Bab 7.Pernikahan
8 Bab 8.Saling Punya Rasa
9 Bab 9.Panggil Aku Hubby
10 Bab 10.Cemburu
11 Bab 11.Drama Di Kamar Awan
12 Bab 12.Kepergian Fajar
13 Bab 13.Setitik Informasi
14 Bab 14.Pijat Refleksi
15 Bab 15.Sama Mencintai
16 Bab 16.Kecelakaan Yang Di Sengaja
17 Bab 17.Pahlawan Bertopeng
18 Bab 18.Posesif
19 Bab 19.Amelia Kerumah Surti
20 Bab 20.Bahigianya Om Anton
21 Bab 21.Hancurnya Pak Gunawan
22 Bab 22.Ke Khawatiran Mentari
23 Bab 23.Terungkap
24 Bab 24.Pengakuan Pak Gunawan
25 Bab 25.Cinta Belum Usai.
26 Bab 26.Masih Mencintai Mu
27 Bab 27.Artikel Mentari
28 Bab 28.Ke Gagalan Om Anton
29 Bab 29.Awan Berjalan
30 Bab 30.Nasip Arini
31 Bab 31.Tawaran Pekerjaan
32 Bab 32.Nyonya Amelia Ke Asrama
33 Bab 33.Awan Sembuh
34 Bab 34.Awan Yang Bucin
35 Bab 35.Menjenguk Fajar
36 Bab 36.Pertemuan Ibu dan Anak
37 Bab 37.Mama Laras VS Mama Amelia
38 Bab 38.Amelia Ke Rumah Subagio
39 Bab 39.Pewaris Perusahaan
40 Bab 40.Malam Pertama Yang Tertunda
41 Bab 41.Nasib Mama Aline
42 Bab 42.Berakhir Derita Arini
43 Bab 43.Awan Keperusahaan
44 Bab 44.Ide Licik Alex
45 Bab 45.Mentari Di Culik
46 Bab 46.Kecemasan Awan
47 Bab 47.Niat Licik Alex.
48 Bab 48.Keberadaan Mentari Terlacak
49 Bab 49.Kemarahan Awan
50 Bab 50.Pertarungan
51 Bab 51.Mimpi Buruk
52 Bab 52.Akting Mentari
53 Bab 53.Alex Curiga
54 Bab 54.Penyelamatan Mentari
55 Bab 55.Pertarunhan Sengit
56 Bab 56.Om Anton Tertembak
57 Bab 57.Penyesalan Alex
58 Bab 58.Pemakaman Om Anton
59 Bab 59.Permintaan Maaf Alex
60 Bab 60.Awan Setuju
61 Bab 61.Hati Alex Hancur
62 Bab 62.Patah Hati Alex
63 Bab 63.Suster Lily Kerumah Mike
64 Bab 64.Pertwmuan Rico Dan Mentari
65 Bab 65.Adelia Pingsan
66 Bab 66.Terkejut Nya Ningsih
67 Bab 67.Ningsih Galau
68 Bab 68.Kepulangan Nadia
69 Bab 69.Pasrah Ningsih
70 Bab 70.Resepsi
71 Bab 71.Semangat Untuk Alex
72 Bab 72.Bukan Malam Pertama
73 Bab 73.Getaran Hati Alex
74 Bab 74.Sonia Di Pecat
75 Bab 75.Jatuh Cinta
76 Bab 76.Menghibur Mentari
77 Bab 77.Kebingungan Awan
78 Bab 78.Tangis Haru Mentari
79 Bab 79.Kegugupan Alex
80 Bab 80.Pernyataan Cinta Alex
81 Bab 81.Selamat Untuk Mentari(end)
82 Pengemuman
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1.Kecelakaan.
2
Bab 2.Kondisi Awan.
3
Bab 3.Syarat
4
Bab 4.Rencana Licik Mama Laras
5
Bab 5.Awan Sadar
6
Bab. 6.Dapat Bini Juga Dapat Perawat
7
Bab 7.Pernikahan
8
Bab 8.Saling Punya Rasa
9
Bab 9.Panggil Aku Hubby
10
Bab 10.Cemburu
11
Bab 11.Drama Di Kamar Awan
12
Bab 12.Kepergian Fajar
13
Bab 13.Setitik Informasi
14
Bab 14.Pijat Refleksi
15
Bab 15.Sama Mencintai
16
Bab 16.Kecelakaan Yang Di Sengaja
17
Bab 17.Pahlawan Bertopeng
18
Bab 18.Posesif
19
Bab 19.Amelia Kerumah Surti
20
Bab 20.Bahigianya Om Anton
21
Bab 21.Hancurnya Pak Gunawan
22
Bab 22.Ke Khawatiran Mentari
23
Bab 23.Terungkap
24
Bab 24.Pengakuan Pak Gunawan
25
Bab 25.Cinta Belum Usai.
26
Bab 26.Masih Mencintai Mu
27
Bab 27.Artikel Mentari
28
Bab 28.Ke Gagalan Om Anton
29
Bab 29.Awan Berjalan
30
Bab 30.Nasip Arini
31
Bab 31.Tawaran Pekerjaan
32
Bab 32.Nyonya Amelia Ke Asrama
33
Bab 33.Awan Sembuh
34
Bab 34.Awan Yang Bucin
35
Bab 35.Menjenguk Fajar
36
Bab 36.Pertemuan Ibu dan Anak
37
Bab 37.Mama Laras VS Mama Amelia
38
Bab 38.Amelia Ke Rumah Subagio
39
Bab 39.Pewaris Perusahaan
40
Bab 40.Malam Pertama Yang Tertunda
41
Bab 41.Nasib Mama Aline
42
Bab 42.Berakhir Derita Arini
43
Bab 43.Awan Keperusahaan
44
Bab 44.Ide Licik Alex
45
Bab 45.Mentari Di Culik
46
Bab 46.Kecemasan Awan
47
Bab 47.Niat Licik Alex.
48
Bab 48.Keberadaan Mentari Terlacak
49
Bab 49.Kemarahan Awan
50
Bab 50.Pertarungan
51
Bab 51.Mimpi Buruk
52
Bab 52.Akting Mentari
53
Bab 53.Alex Curiga
54
Bab 54.Penyelamatan Mentari
55
Bab 55.Pertarunhan Sengit
56
Bab 56.Om Anton Tertembak
57
Bab 57.Penyesalan Alex
58
Bab 58.Pemakaman Om Anton
59
Bab 59.Permintaan Maaf Alex
60
Bab 60.Awan Setuju
61
Bab 61.Hati Alex Hancur
62
Bab 62.Patah Hati Alex
63
Bab 63.Suster Lily Kerumah Mike
64
Bab 64.Pertwmuan Rico Dan Mentari
65
Bab 65.Adelia Pingsan
66
Bab 66.Terkejut Nya Ningsih
67
Bab 67.Ningsih Galau
68
Bab 68.Kepulangan Nadia
69
Bab 69.Pasrah Ningsih
70
Bab 70.Resepsi
71
Bab 71.Semangat Untuk Alex
72
Bab 72.Bukan Malam Pertama
73
Bab 73.Getaran Hati Alex
74
Bab 74.Sonia Di Pecat
75
Bab 75.Jatuh Cinta
76
Bab 76.Menghibur Mentari
77
Bab 77.Kebingungan Awan
78
Bab 78.Tangis Haru Mentari
79
Bab 79.Kegugupan Alex
80
Bab 80.Pernyataan Cinta Alex
81
Bab 81.Selamat Untuk Mentari(end)
82
Pengemuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!