Awan coba mengingat sebelum kecelakaan terjadi.
Sebelum kecelakaan:
"Nak,kamu mau kemana,kenapa sangat terburu-buru?"tanya Mama Laras,pada anak laki-laki nya.
Awan mau ketemu Adel Ma,Awan pergi dulu ya Ma?"jawab awan sembari mencium kedua pipi Mama nya.
"Hati-hati sayang,"imbuh Mama Laras saat Awan sudah melangkah.
"Iya Ma,by by,"imbuh Awan,lalu melangkahkan kakinya keluar dari rumah besar itu menuju mobil.
Setelah Awan tidak terlihat lagi,Mama Laras menghela nafas nya.Dia lanjut lagi menonton TV.
Sesaat kemudian Nadia turun menghampiri Mamanya."Ma,Kak Awan kemana,kok tidak ada di kamarnya?"Tanya Nadia pada Mamanya.Sebelum turun kesini,tadi Nadia lebih dulu ke kamar Awan,dia ingin merayu kakak nya agar membelikannya HP baru.
Setelah itu Nadia duduk di sisi Mama laras,mereka mengobrol sembari menonton Drakor.
Sedangkan di Apartemen,Awan masuk begitu saja,karena Awan tau sandi pintu apartemen Adelia,saat Awan ingin memanggil nama Adelia,dia mendengar suara aneh di kamar Adelia,Awan memutuskan tidak jadi memanggil Adelia,dia lebih memilih mendekat ke pintu kamar itu karena ingin mendengar suara apa yang dia dengar,
Hati Awan hancur seketika,lidah nya Kelu tidak dapat mengeluarkan satu patah kata pun lagi,sangat jelas terdengar suara Adelia mendesah di bawah Kungkungan Alex,di tambah lagi suara Alex yang mengatakan kalau sebentar lagi perusahaan itu akan jatuh ke tangan nya karena Papa nya sudah mengatur semuanya.
"Kurang ajar pengkhianat,wanita murahan,ternyata begini kelakuan mu wanita jalang,"maki Awan pada Adelia,setelah itu Awan keluar dari apartemen itu,
Adelia yang terkesiap dengan kedatangan Awan yang tanpa dia ketahui,cepat-cepat bangun ingin menjelaskan,tapi Awan keburu pergi dari apartemen nya.
Awan sudah berada di dalam mobil sport nya,Awan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dia sangat emosi dengan apa yang di lakukan adelia.namun yang lebih parah lagi saat Awan menginjak rem mobil nya sudah tidak berfungsi,sehingga Awan melihat seorang gadis berada tepat di tengah jalan.Karena mengelak gadis itu Awan menabrak trotoar jalan.
Kembali ke hari ini:
Air mata Awan keluar tanpa di minta,betapa sakit dan kecewa hati Awan saat melihat kekasih yang sangat di cintai nya mendesah nikmat di bawah Kungkungan lelaki lain.Apa lagi sempat mendengar Alex mengatakan kalau perusahaan akan jatuh ke tangan dia.
Namun untuk saat ini Awan tidak bisa berbuat banyak,tapi dia akan menyuruh seseorang untuk mencari tau siapa yang telah menyobotase rem mobilnya,siapa yang ingin melenyapkan nya.Awan bersumpah akan membalas orang itu dengan sangat sadis dari yang dirasakan nya saat ini.
"Tuan,Tuan,apa Tuan mendengar Saya,"
Panggilan Mentari membuat Awan sadar dari pemikiran nya.
"iya aku dengar,"jawab awan dengan suara serak nya.
"Tuan sarapan dulu ya,saya akan menyuapi tuan,"ucap Mentari dengan suara lembut dan sopan.
Awan mengiyakan.Kemudian Mentari mengambil bubur lalu menyuapi Awan dengan pelan dan telaten.
Mama Laras yang sudah kembali dari mencari sarapan untuk dirinya dan Mentari,saat membuka pintu dia terpaku ketika melihat Awan yang sudah sadar dan sedang di suapi bubur begitu pelan dan telaten oleh mentari.
Melihat perlakuan Menteri kepada Anak nya.Maka semakin bulat keputusan Mama Laras untuk menjadikan Mentari sebagai istri Awan.Mama Laras masuk dan segera mendekat keranjang Awan berbaring.
"Kamu sudah sadar sayang,terimakasih ya Allah,aku senang sekali kamu sudah sadar,tapi Mama juga sangat sedih kamu tidak bisa berjalan.Tapi kamu jangan khawatir. Mama sama Papa akan berusaha supaya kamu cepat sembuh,"ucap Mama Laras senang bercampur sedih,sembari matanya tidak lepas dari tangan Mentari yang begitu sabar menyuapi putranya dan sesekali mengelap mulut Awan yang terkena bubur saat di suapi.
"Selesai,"ucap Mentari tersenyum ketiga bubur yang di suapi ke Awan habis tidak tersisa.
Hati Awan meleleh saat melihat senyum Mentari yang begitu manis.tidak henti-hentinya Awan menatap bibir ranum Mentari yang ketika tersenyum bisa membuat orang lupa diri.
"Mentari,ini Mama udah beli sarapan kamu pergi makan sana!"ujar Mama Laras menyuruh Mentari sarapan.
"Nanti aja Ma,sebentar lagi,sekarang saya mau mengelap Tuan Awan dulu biar tidak gerah nanti,"imbuh Mentari.
Setelah membersihkan tubuh Awan Mentari mengambil kantong kresek yang berisi makanan yang Mama Laras beli tadi,Mentari mulai membuka bungkusan makanan lalu memakan nya.Selesai makan mentari mendekati ranjang Awan lagi,Mama Laras juga ada disana di kursi yang ada di samping ranjang Awan,Mama Laras lagi menelpon Pak Bagio mengabari kalau Awan sudah sadar.
"Tuan,jika ada yang Tuan perlukan segera panggil saya,sekarang saya mau membersihkan diri dulu,"ucap Mentari.
"iya,pergilah,"jawab Awan,membuat Mama Laras melongo. Mama Laras pikir Awan tidak bisa bicara.Ternyata Mentari yang lebih awal tau kalau Awan bisa bicara. Setelah Mentari masuk ke kamar mandi.Mama Laras mencoba berbicara pada Awan.
"Kamu lihat Mentari itu.cantik,manis,lembut,sopan,dan pandai agama.Kamu mau kan menikah dengan nya?"tanya Mama Laras.
"Ma,Mentari itu masih polos,Awan tidak mau mengekang dia,tidak mungkin'kan Mentari menghabiskan masa muda nya hanya untuk merawat Awan,"imbuh Awan tidak mau mengikat Mentari untuk merawatnya.
"Mana bisa begitu,pokoknya kamu harus menikah dengan Mentari,dia itu gadis yang baik cantik lagi.Mama sudah susah susah mengancam dia,kamu enak aja mau menolak,"
"Mengancam?Kenapa Mama mengancam nya?"tanya Awan.
"Karena dia yang menyebabkan kamu celaka,"titah Mama laras.
"kenapa Mama bilang begitu,"tanya Awan.
"Dia yang berdiri di tengah jalan,karena kamu mengelak dari dia,makanya kamu menabrak trotoar."ucap Mama Laras.
"Tapi itu bukan salah dia,Awan kecelakaan itu karena ada orang yang menyobotase rem mobil Awan,ada yang ingin melenyapkan Awan.Mentari disini juga korban,coba kalo Awan tidak bisa mengelak,bagai mana nasib Mentari sekarang?"tanya Awan pada Mama Laras.
Mama Laras diam sesaat,setelah itu berkata lagi."Pokok nya kamu harus mau menikah dengan nya,Mama mau punya menantu seperti dia bukan seperti si Adel,udah tidak sopan matre lagi!"imbuh Mama Laras.
Mama Laras sudah terlanjur suka sama Mentari,makanya dia ingin sekali Mentari jadi menantunya.
"Baik lah,tidak buruk juga 'kan menikah dengan nya,udah cantik,dapat istri juga dapat perawat,kan lumayan hemat biaya.,"jawab Awan terkekeh.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Amelia
❤️❤️❤️❤️
2024-04-26
1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
berarti ada unsur kesengajaan ya, dalam kecelakaan awan
2024-03-15
1
Reogkhentir
Ya nantinya Insya Allah Mentari merawat mu dunia akhirat Awan
2024-02-29
1