Mama Laras yang berdiri di depan pintu bersama Pak Bagio,tubuh nya memanas,tangannya mengepal,dia sangat marah mendengar kata-kata pedas yang keluar dari mulut calon menantunya itu.Mama Laras masuk kedalam dengan cepat,Plaaak,terdengar suara tamparan yang begitu keras mendarat di pipi manis Adelia.
"Kenapa Tante menampar ku?"Tanya Adelia sembari mengusap pipi nya yang merah dan perih akibat tamparan Mama Laras tadi.
"Kamu masih berani bertanya kenapa aku menampar mu hah?Bahkan ini masih tidak seberapa dengan apa yang kamu lakukan terhadap Putra ku.Kamu manusia yang tidak tau diri,sekarang cepat pergi dari hadapan ku,jangan pernah kau tunjukkan batang hidung mu lagi di hadapan ku,keluar,cepat keluar....!"Bentak Mama Laras dengan emosinya sudah ke ubun-ubun.
Mama Laras tidak menyangka,gadis yang dia sayangi seperti Anak nya sendiri,tega mengkhianati dan memanfaatkan Putra nya.Dia sangat kecewa dan sakit hati pada Adelia,mendengar perkataan Adelia tadi,sekarang Mama Laras tau penyebab Awan kecelakaan,Mentari tidak sepenuhnya bersalah.
Mama Laras mengalihkan pandangan,dia menatap Mentari yang masih berdiri dengan wajah menunduk,dia melihat Mentari dari atas sampai bawah,Mentari kelihatan sangat berantakan dengan baju lusuh nya.
"Gadis ini sepertinya sangat polos dan penurut,dia juga terlihat sangat cantik,hanya kulitnya saja yang kusam karena tidak terawat.Sepertinya aku bisa memanfaatkan gadis ini untuk merawat Awan dengan alasan harus bertanggung jawab,"gumam Mama Laras dalam hatinya.
"Pa,tolong telpon Roni,suruh dia membawakan baju untuk gadis ini dan juga makanan!"
Pak Bagio yang tadi sudah duduk di sofa ruangan rawat Awan,dia langsung mengambil Hp nya dan menghubungi Roni menyuruh nya membawakan seperti yang di suruh oleh istrinya tadi.
"Hei,kenapa kamu terus menunduk,apa kamu punya hobi menatap lantai?"tanya Mama Laras karena melihat Mentari terus menunduk.Mentari mendongak,lalu menggeleng.Bisa-bisanya Mama Laras mengatainya punya hobi menatap lantai.Padahal Mentari hanya takut melihat Mama Laras yang arogan.
"Kalau kamu tidak punya hobi melihat lantai,kenapa kamu terus menunduk?sekarang kita duduk di sana ada yang ingin aku bicarakan!;"Mama Laras melangkah menuju ke sofa tempat suaminya duduk,di ikuti oleh Mentari.
Sementara Roni yang baru dapat perintah dari Tuan Besar nya tadi melalui telepon,dia langsung bergegas mencari apa yang di inginkan oleh Tuan nya.Dia juga heran untuk apa Tuan nya menyuruh dia mencari pakaian untuk perempuan,namun Roni tidak ambil pusing dia tetap menjalankan perintah Tuan nya.
Mentari yang sudah duduk di sofa yang berhadapan dengan Mama Laras dan Pak Bagio,kali ini Mentari tidak menunduk lagi,takut nanti di bilang hobi melihat lantai.
"Jadi begini,Kami tidak akan memperpanjang Masalah ini,dan kami tidak akan membawa ini kejalur hukum,yang akan membuat kamu di penjara.Tapi dengan satu syarat,"ucap Mama Laras yang sudah punya rencana, untuk Membuat Mentari tidak punya pilihan.
"Apa syaratnya Bu?"tanya Mentari,dia belum tau apa yang Mama Laras mau.
"Syarat nya,kamu harus merawat Anak ku sampai sembuh,"jawab Mama Laras enteng.
"Apa ini tidak berlebihan?Lagi pula Mentari tidak sepenuhnya bersalah dalam kejadian ini,"kali ini Pak Bagio yang menyahut,dia merasa syarat yang di berikan istrinya,untuk gadis di depan nya ini sangat berlebihan.
Pak Bagio merasa kasihan melihat Mentari,dia tidak tega kalau istrinya mengajukan syarat seperti itu,untuk gadis di depannya sekarang.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Amelia
❤️❤️❤️❤️👍👍
2024-04-19
1
F.T Zira
langsung sub🤭
2024-03-23
1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
pak Bagio lebih rasional di banding istri
2024-03-15
1