Mentari terdiam kepala nya menunduk,dia berpikir harus memanggil suami dengan sebutan apa,jika di panggil Kak Awan itu tidak mungkin,kan?kalau memanggil dengan sebutan suami ku itu lebih lagi tidak wajar,jadi mesti panggil apa,panggil Mas aja kali.Setelah lama berpikir akhirnya Mentari bertanya.
"Lalu saya eh maksud nya aku,aku harus memanggil anda siapa?tanya Mentari karena takut salah lagi.
Awan menyungging kan senyum menyeringai penuh arti."panggil saja aku dengan sebutan Hubby,ya Hubby itu sangat asyik di dengar,"ujar Awan sembari menatap Mentari.
Mentari mendongak kan kepalanya menatap ke arah Awan,sesaat netra keduanya bertemu,hati keduanya bergetar hebat,Mentari yang sudah tidak bisa mengendalikan jantung nya,dia segera membuang pandangan nya ke arah lain.
"Hei kenapa hanya diam,coba kamu panggil aku dengan sebutan Hubby,aku ingin mendengar nya,"ujar Awan tersenyum penuh arti,walau pun jantung nya berpacu sangat cepat namun Awan bisa mengendalikan nya,dia tetap ingin menggoda Mentari.
"Iya Hub...Hubby,"panggil Mentari menunduk malu.Tok...tok...terdengar suara pintu di ketuk,Mentari langsung menoleh,kemudian dia bangkit dari duduk nya segera berjalan membuka pintu.
Setelah pintu terbuka Nampak lah seorang wanita paruh baya yang begitu modis dan elegan.Mama,silakan masuk Ma,"ujar mentari mempersilakan Mama Laras masuk.
"Bagai mana semalam,apa kamu kerepotan mengurus Awan seorang diri?"tanya Mama Laras sembari berjalan meletakkan makanan ke atas nakas.
"Tidak Ma,aku malah tertidur sampai pagi baru terbangun,"jawab Mentari merasa tidak enak dengan Mama Laras.
"Bagus kalau Awan tidak merepotkan mu,kamu juga harus banyak istirahat,karena nanti kamu akan sangat menguras tenaga dirumah,"ujar Mama Laras.
"Di rumah,"titah Mentari dan Awan secara bersamaan.mereka terkejut sehingga reflek dan menyahut keduanya secara bersamaan.
Mama Laras mengulum senyum."Wah,kalian sepertinya sehati,"goda Mama Laras pada ke dua pasutri itu."Tadi Mama sudah konsultasi dengan Doktor Indra,katanya hari ini kamu sudah boleh pulang,tapi kamu juga harus terapi 2 kali dalam seminggu,dan Mama juga harus mencari kan orang ahli pijat refleksi yang handal untuk kamu,"ujar Mama Laras panjang lebar.
"Oh ya,Mentari kamu makan dulu,Mama udah bawakan makanan untuk kalian,itu di atas nakas,Kamu makan aja dulu,Mama mau menemui teman Mama sebentar,"ujar Mama Laras.
"Iya Ma,aku nanti aja makan nya,sekarang aku mau menyuapi Hubby dulu,"jawab Mentari tanpa sadar telah menyebut nama Hubby di depan Mama Laras.
"Hubby,wah,apa yang terjadi semalam saat aku tidak ada disini,kayak nya mereka usah saling menerima,bagus lah ada udah ada kemajuan,"gumam Mama Laras dalam hatinya.Mama Laras cukup bergumam dalam hatinya saja,dia tidak mau menggoda pasutri itu,yang ada nanti Mentari akan malu,Mama Laras langsung keluar dari ruangan itu,Mama laras ingin membahas tentang orang yang ahli dalam ilmu pijat refleksi dengan teman nya.saudara teman Mama Laras udah sembuh dari lumpuhnya berkat seorang gadis cantik yang memijat nya.
Setelah Mama Laras pergi,Mentari segera meraih paper bag yang berisi makanan yang tadi Mama Laras letakkan.Mentari segera membuka bekal yang berisi bubur ayam itu,lalu menyuapi ke suaminya.
"Hubby sarapan dulu ya,setelah itu baru mandi,"ujar Mentari memperlakukan Awan seperti Fajar yang selalu minta di suapi.
Walaupun begitu Awan tetap mengangguk,dia malah senang di manjakan oleh istrinya."Iya sayang,"jawab Awan sembari tersenyum manis pada istri nya.
Pipi Mentari bersemu merah akibat ulah Awan yang menyebutnya dengan sebutan sayang,dengan menahan malu Mentari menyuapi Awan,hingga selesai.
Selesai sarapan Mentari mengambil air dan juga handuk kecil,mentari mengelap tubuh suaminya dengan sangat telaten dan lembut.Setelah semuanya beres,barulah Mentari sarapan,dia lebih mementingkan Awan terlebih dahulu,setelah itu barulah dirinya.
"Hai Kak Rico ku sayang,"sapa Arini langsung memeluk Rico yang sedang menyiapkan menu pesanan untuk pelanggan restoran tempat nya bekerja.
"Ngapain kamu kesini,jangan peluk-peluk"ujar Rico langsung menghempaskan tangan Arini dari perutnya.
"Ya suka-suka aku lah,Restoran ini 'kan Restoran Papa ku,jadi suka-suka aku lah,"jawab Arini,kesal namun dia tetap harus berlaku manis di depan Rico,supaya Rico tidak ilfill padanya.
"Sayang,aku kesini kangen sama Kak Rico,"rayu Arini dengan manja,dada nya sudah begitu dekat dengan punggung Rico.
"Sudah,sekarang lebih baik kamu pergi dari sini!dan satu lagi,jangan pernah panggil aku dengan kata sayang,aku sangat jijik mendengar nya,"hardik Rico sudah sangat jijik dengan tingkah Arini yang seperti wanita. Panggilan jika sudah bertemu dengan nya.
"Sayang,kami kok gitu sih ke aku,padahal aku cinta bangat sama kamu,"jawab Arini kesal karena Rico tidak menginginkan dirinya.
"Awas aku adukan sama Papa biar Kak Rico di pecat,"ujar Arini mengancam Rico.
"Terserah,aku tidak takut,"ucap rico,dia sudah sangat muak sama tingkah Arini.
Arini menghentakkan kakinya lalu keluar dari Restoran itu,dia akan ke butik Mamanya untuk mengadukan Rico pada Mama nya Alin.
Sementara di sebuah mansion,seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik di usianya yang hampir memasuki kepala 5 sedang mengamuk,wanita itu terlihat sangat dingin dan arogan,tatapan mata nya begitu tajam seperti elang yang menatap santapan nya.
"Ini semua salah Mama,se andai nya Mama tidak membawa ku keluar Negeri saat aku koma,aku pasti sudah sangat bahagia hidup dengan suami dan Anak-Anak ku.Aku benci kamu,aku sangat membenci mu,"hardik wanita itu menunjuk-nunjuk ke foto mendiang Mamanya.
Kemudian wanita arogan yang nampak berwibawa itu terduduk lemas diantara barang-barang yang sudah pecah akibat amukan nya tadi.Punggung nya bersandar di dinding ruangan itu,air matanya terus mengalir tanpa henti.Sekeras dan se arogan apapun,dia tetap lah seorang ibu yang rapuh ketika mengingat Anak-Anak nya yang tidak dia tau entah di mana.
Sudah beberapa tahun dia mencari,bahkan tidak sedikit Anak buahnya sudah di kerahkan untuk mencari putrinya,namun sampai saat ini belum juga ada yang menemukan Anak-anak nya.
Dengan bermodalkan foto putrinya sewaktu berumur 8 Tahun untuk saat ini sangat lah susah untuk mengenali,karena putri nya sudah pasti sekarang menjadi seorang gadis bukan lagi Anak-anak seperti saat berpisah dengan nya dulu.
"Hik...hik...hik,kamu di mana nak,Mama sangat rindu sama kamu,adik kamu sekarang pasti sudah besar dan tampan,tapi Mama sama sekali tidak tau nama adik mu.,"gumam wanita itu sembari menatap foto Putrinya semasa kecil.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Amelia
ibu tetap ibu walaupun arogan
2024-05-06
1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
wkwkwk rupa nya pengen di panggil hubby too
2024-03-15
1
Nyonya Gunawan
Itu pasti ma" nya mentari ma fajar..
Knp tukang pijitny hrus perempuan cantik sich thor knp g' bpak" az nanti takutnya malah godain awan..
2024-03-03
1