Bab 9.Panggil Aku Hubby

Mentari terdiam kepala nya menunduk,dia berpikir harus memanggil suami dengan sebutan apa,jika di panggil Kak Awan itu tidak mungkin,kan?kalau memanggil dengan sebutan suami ku itu lebih lagi tidak wajar,jadi mesti panggil apa,panggil Mas aja kali.Setelah lama berpikir akhirnya Mentari bertanya.

"Lalu saya eh maksud nya aku,aku harus memanggil anda siapa?tanya Mentari karena takut salah lagi.

Awan menyungging kan senyum menyeringai penuh arti."panggil saja aku dengan sebutan Hubby,ya Hubby itu sangat asyik di dengar,"ujar Awan sembari menatap Mentari.

Mentari mendongak kan kepalanya menatap ke arah Awan,sesaat netra keduanya bertemu,hati keduanya bergetar hebat,Mentari yang sudah tidak bisa mengendalikan jantung nya,dia segera membuang pandangan nya ke arah lain.

"Hei kenapa hanya diam,coba kamu panggil aku dengan sebutan Hubby,aku ingin mendengar nya,"ujar Awan tersenyum penuh arti,walau pun jantung nya berpacu sangat cepat namun Awan bisa mengendalikan nya,dia tetap ingin menggoda Mentari.

"Iya Hub...Hubby,"panggil Mentari menunduk malu.Tok...tok...terdengar suara pintu di ketuk,Mentari langsung menoleh,kemudian dia bangkit dari duduk nya segera berjalan membuka pintu.

Setelah pintu terbuka Nampak lah seorang wanita paruh baya yang begitu modis dan elegan.Mama,silakan masuk Ma,"ujar mentari mempersilakan Mama Laras masuk.

"Bagai mana semalam,apa kamu kerepotan mengurus Awan seorang diri?"tanya Mama Laras sembari berjalan meletakkan makanan ke atas nakas.

"Tidak Ma,aku malah tertidur sampai pagi baru terbangun,"jawab Mentari merasa tidak enak dengan Mama Laras.

"Bagus kalau Awan tidak merepotkan mu,kamu juga harus banyak istirahat,karena nanti kamu akan sangat menguras tenaga dirumah,"ujar Mama Laras.

"Di rumah,"titah Mentari dan Awan secara bersamaan.mereka terkejut sehingga reflek dan menyahut keduanya secara bersamaan.

Mama Laras mengulum senyum."Wah,kalian sepertinya sehati,"goda Mama Laras pada ke dua pasutri itu."Tadi Mama sudah konsultasi dengan Doktor Indra,katanya hari ini kamu sudah boleh pulang,tapi kamu juga harus terapi 2 kali dalam seminggu,dan Mama juga harus mencari kan orang ahli pijat refleksi yang handal untuk kamu,"ujar Mama Laras panjang lebar.

"Oh ya,Mentari kamu makan dulu,Mama udah bawakan makanan untuk kalian,itu di atas nakas,Kamu makan aja dulu,Mama mau menemui teman Mama sebentar,"ujar Mama Laras.

"Iya Ma,aku nanti aja makan nya,sekarang aku mau menyuapi Hubby dulu,"jawab Mentari tanpa sadar telah menyebut nama Hubby di depan Mama Laras.

"Hubby,wah,apa yang terjadi semalam saat aku tidak ada disini,kayak nya mereka usah saling menerima,bagus lah ada udah ada kemajuan,"gumam Mama Laras dalam hatinya.Mama Laras cukup bergumam dalam hatinya saja,dia tidak mau menggoda pasutri itu,yang ada nanti Mentari akan malu,Mama Laras langsung keluar dari ruangan itu,Mama laras ingin membahas tentang orang yang ahli dalam ilmu pijat refleksi dengan teman nya.saudara teman Mama Laras udah sembuh dari lumpuhnya berkat seorang gadis cantik yang memijat nya.

Setelah Mama Laras pergi,Mentari segera meraih paper bag yang berisi makanan yang tadi Mama Laras letakkan.Mentari segera membuka bekal yang berisi bubur ayam itu,lalu menyuapi ke suaminya.

"Hubby sarapan dulu ya,setelah itu baru mandi,"ujar Mentari memperlakukan Awan seperti Fajar yang selalu minta di suapi.

Walaupun begitu Awan tetap mengangguk,dia malah senang di manjakan oleh istrinya."Iya sayang,"jawab Awan sembari tersenyum manis pada istri nya.

Pipi Mentari bersemu merah akibat ulah Awan yang menyebutnya dengan sebutan sayang,dengan menahan malu Mentari menyuapi Awan,hingga selesai.

Selesai sarapan Mentari mengambil air dan juga handuk kecil,mentari mengelap tubuh suaminya dengan sangat telaten dan lembut.Setelah semuanya beres,barulah Mentari sarapan,dia lebih mementingkan Awan terlebih dahulu,setelah itu barulah dirinya.

"Hai Kak Rico ku sayang,"sapa Arini langsung memeluk Rico yang sedang menyiapkan menu pesanan untuk pelanggan restoran tempat nya bekerja.

"Ngapain kamu kesini,jangan peluk-peluk"ujar Rico langsung menghempaskan tangan Arini dari perutnya.

"Ya suka-suka aku lah,Restoran ini 'kan Restoran Papa ku,jadi suka-suka aku lah,"jawab Arini,kesal namun dia tetap harus berlaku manis di depan Rico,supaya Rico tidak ilfill padanya.

"Sayang,aku kesini kangen sama Kak Rico,"rayu Arini dengan manja,dada nya sudah begitu dekat dengan punggung Rico.

"Sudah,sekarang lebih baik kamu pergi dari sini!dan satu lagi,jangan pernah panggil aku dengan kata sayang,aku sangat jijik mendengar nya,"hardik Rico sudah sangat jijik dengan tingkah Arini yang seperti wanita. Panggilan jika sudah bertemu dengan nya.

"Sayang,kami kok gitu sih ke aku,padahal aku cinta bangat sama kamu,"jawab Arini kesal karena Rico tidak menginginkan dirinya.

"Awas aku adukan sama Papa biar Kak Rico di pecat,"ujar Arini mengancam Rico.

"Terserah,aku tidak takut,"ucap rico,dia sudah sangat muak sama tingkah Arini.

Arini menghentakkan kakinya lalu keluar dari Restoran itu,dia akan ke butik Mamanya untuk mengadukan Rico pada Mama nya Alin.

Sementara di sebuah mansion,seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik di usianya yang hampir memasuki kepala 5 sedang mengamuk,wanita itu terlihat sangat dingin dan arogan,tatapan mata nya begitu tajam seperti elang yang menatap santapan nya.

"Ini semua salah Mama,se andai nya Mama tidak membawa ku keluar Negeri saat aku koma,aku pasti sudah sangat bahagia hidup dengan suami dan Anak-Anak ku.Aku benci kamu,aku sangat membenci mu,"hardik wanita itu menunjuk-nunjuk ke foto mendiang Mamanya.

Kemudian wanita arogan yang nampak berwibawa itu terduduk lemas diantara barang-barang yang sudah pecah akibat amukan nya tadi.Punggung nya bersandar di dinding ruangan itu,air matanya terus mengalir tanpa henti.Sekeras dan se arogan apapun,dia tetap lah seorang ibu yang rapuh ketika mengingat Anak-Anak nya yang tidak dia tau entah di mana.

Sudah beberapa tahun dia mencari,bahkan tidak sedikit Anak buahnya sudah di kerahkan untuk mencari putrinya,namun sampai saat ini belum juga ada yang menemukan Anak-anak nya.

Dengan bermodalkan foto putrinya sewaktu berumur 8 Tahun untuk saat ini sangat lah susah untuk mengenali,karena putri nya sudah pasti sekarang menjadi seorang gadis bukan lagi Anak-anak seperti saat berpisah dengan nya dulu.

"Hik...hik...hik,kamu di mana nak,Mama sangat rindu sama kamu,adik kamu sekarang pasti sudah besar dan tampan,tapi Mama sama sekali tidak tau nama adik mu.,"gumam wanita itu sembari menatap foto Putrinya semasa kecil.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Amelia

Amelia

ibu tetap ibu walaupun arogan

2024-05-06

1

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌

wkwkwk rupa nya pengen di panggil hubby too

2024-03-15

1

Nyonya Gunawan

Nyonya Gunawan

Itu pasti ma" nya mentari ma fajar..
Knp tukang pijitny hrus perempuan cantik sich thor knp g' bpak" az nanti takutnya malah godain awan..

2024-03-03

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.Kecelakaan.
2 Bab 2.Kondisi Awan.
3 Bab 3.Syarat
4 Bab 4.Rencana Licik Mama Laras
5 Bab 5.Awan Sadar
6 Bab. 6.Dapat Bini Juga Dapat Perawat
7 Bab 7.Pernikahan
8 Bab 8.Saling Punya Rasa
9 Bab 9.Panggil Aku Hubby
10 Bab 10.Cemburu
11 Bab 11.Drama Di Kamar Awan
12 Bab 12.Kepergian Fajar
13 Bab 13.Setitik Informasi
14 Bab 14.Pijat Refleksi
15 Bab 15.Sama Mencintai
16 Bab 16.Kecelakaan Yang Di Sengaja
17 Bab 17.Pahlawan Bertopeng
18 Bab 18.Posesif
19 Bab 19.Amelia Kerumah Surti
20 Bab 20.Bahigianya Om Anton
21 Bab 21.Hancurnya Pak Gunawan
22 Bab 22.Ke Khawatiran Mentari
23 Bab 23.Terungkap
24 Bab 24.Pengakuan Pak Gunawan
25 Bab 25.Cinta Belum Usai.
26 Bab 26.Masih Mencintai Mu
27 Bab 27.Artikel Mentari
28 Bab 28.Ke Gagalan Om Anton
29 Bab 29.Awan Berjalan
30 Bab 30.Nasip Arini
31 Bab 31.Tawaran Pekerjaan
32 Bab 32.Nyonya Amelia Ke Asrama
33 Bab 33.Awan Sembuh
34 Bab 34.Awan Yang Bucin
35 Bab 35.Menjenguk Fajar
36 Bab 36.Pertemuan Ibu dan Anak
37 Bab 37.Mama Laras VS Mama Amelia
38 Bab 38.Amelia Ke Rumah Subagio
39 Bab 39.Pewaris Perusahaan
40 Bab 40.Malam Pertama Yang Tertunda
41 Bab 41.Nasib Mama Aline
42 Bab 42.Berakhir Derita Arini
43 Bab 43.Awan Keperusahaan
44 Bab 44.Ide Licik Alex
45 Bab 45.Mentari Di Culik
46 Bab 46.Kecemasan Awan
47 Bab 47.Niat Licik Alex.
48 Bab 48.Keberadaan Mentari Terlacak
49 Bab 49.Kemarahan Awan
50 Bab 50.Pertarungan
51 Bab 51.Mimpi Buruk
52 Bab 52.Akting Mentari
53 Bab 53.Alex Curiga
54 Bab 54.Penyelamatan Mentari
55 Bab 55.Pertarunhan Sengit
56 Bab 56.Om Anton Tertembak
57 Bab 57.Penyesalan Alex
58 Bab 58.Pemakaman Om Anton
59 Bab 59.Permintaan Maaf Alex
60 Bab 60.Awan Setuju
61 Bab 61.Hati Alex Hancur
62 Bab 62.Patah Hati Alex
63 Bab 63.Suster Lily Kerumah Mike
64 Bab 64.Pertwmuan Rico Dan Mentari
65 Bab 65.Adelia Pingsan
66 Bab 66.Terkejut Nya Ningsih
67 Bab 67.Ningsih Galau
68 Bab 68.Kepulangan Nadia
69 Bab 69.Pasrah Ningsih
70 Bab 70.Resepsi
71 Bab 71.Semangat Untuk Alex
72 Bab 72.Bukan Malam Pertama
73 Bab 73.Getaran Hati Alex
74 Bab 74.Sonia Di Pecat
75 Bab 75.Jatuh Cinta
76 Bab 76.Menghibur Mentari
77 Bab 77.Kebingungan Awan
78 Bab 78.Tangis Haru Mentari
79 Bab 79.Kegugupan Alex
80 Bab 80.Pernyataan Cinta Alex
81 Bab 81.Selamat Untuk Mentari(end)
82 Pengemuman
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1.Kecelakaan.
2
Bab 2.Kondisi Awan.
3
Bab 3.Syarat
4
Bab 4.Rencana Licik Mama Laras
5
Bab 5.Awan Sadar
6
Bab. 6.Dapat Bini Juga Dapat Perawat
7
Bab 7.Pernikahan
8
Bab 8.Saling Punya Rasa
9
Bab 9.Panggil Aku Hubby
10
Bab 10.Cemburu
11
Bab 11.Drama Di Kamar Awan
12
Bab 12.Kepergian Fajar
13
Bab 13.Setitik Informasi
14
Bab 14.Pijat Refleksi
15
Bab 15.Sama Mencintai
16
Bab 16.Kecelakaan Yang Di Sengaja
17
Bab 17.Pahlawan Bertopeng
18
Bab 18.Posesif
19
Bab 19.Amelia Kerumah Surti
20
Bab 20.Bahigianya Om Anton
21
Bab 21.Hancurnya Pak Gunawan
22
Bab 22.Ke Khawatiran Mentari
23
Bab 23.Terungkap
24
Bab 24.Pengakuan Pak Gunawan
25
Bab 25.Cinta Belum Usai.
26
Bab 26.Masih Mencintai Mu
27
Bab 27.Artikel Mentari
28
Bab 28.Ke Gagalan Om Anton
29
Bab 29.Awan Berjalan
30
Bab 30.Nasip Arini
31
Bab 31.Tawaran Pekerjaan
32
Bab 32.Nyonya Amelia Ke Asrama
33
Bab 33.Awan Sembuh
34
Bab 34.Awan Yang Bucin
35
Bab 35.Menjenguk Fajar
36
Bab 36.Pertemuan Ibu dan Anak
37
Bab 37.Mama Laras VS Mama Amelia
38
Bab 38.Amelia Ke Rumah Subagio
39
Bab 39.Pewaris Perusahaan
40
Bab 40.Malam Pertama Yang Tertunda
41
Bab 41.Nasib Mama Aline
42
Bab 42.Berakhir Derita Arini
43
Bab 43.Awan Keperusahaan
44
Bab 44.Ide Licik Alex
45
Bab 45.Mentari Di Culik
46
Bab 46.Kecemasan Awan
47
Bab 47.Niat Licik Alex.
48
Bab 48.Keberadaan Mentari Terlacak
49
Bab 49.Kemarahan Awan
50
Bab 50.Pertarungan
51
Bab 51.Mimpi Buruk
52
Bab 52.Akting Mentari
53
Bab 53.Alex Curiga
54
Bab 54.Penyelamatan Mentari
55
Bab 55.Pertarunhan Sengit
56
Bab 56.Om Anton Tertembak
57
Bab 57.Penyesalan Alex
58
Bab 58.Pemakaman Om Anton
59
Bab 59.Permintaan Maaf Alex
60
Bab 60.Awan Setuju
61
Bab 61.Hati Alex Hancur
62
Bab 62.Patah Hati Alex
63
Bab 63.Suster Lily Kerumah Mike
64
Bab 64.Pertwmuan Rico Dan Mentari
65
Bab 65.Adelia Pingsan
66
Bab 66.Terkejut Nya Ningsih
67
Bab 67.Ningsih Galau
68
Bab 68.Kepulangan Nadia
69
Bab 69.Pasrah Ningsih
70
Bab 70.Resepsi
71
Bab 71.Semangat Untuk Alex
72
Bab 72.Bukan Malam Pertama
73
Bab 73.Getaran Hati Alex
74
Bab 74.Sonia Di Pecat
75
Bab 75.Jatuh Cinta
76
Bab 76.Menghibur Mentari
77
Bab 77.Kebingungan Awan
78
Bab 78.Tangis Haru Mentari
79
Bab 79.Kegugupan Alex
80
Bab 80.Pernyataan Cinta Alex
81
Bab 81.Selamat Untuk Mentari(end)
82
Pengemuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!