Mentari diam memikirkan perkataan Awan yang mengatakan nikahnya baru kemaren.Lantas kalau nikah nya baru kemaren kenapa dia tidak melihat,sedangkan kemaren Awan masih di rumah sakit bersamanya,dan selama Awan di rumah sakit Mentari tetap ada bersamanya,dia tidak pernah meninggalkan ruangan Awan.Sekian lama dia berpikir namun tidak menemukan jawaban yang seperti Awan katakan tadi.
"Berarti Hubby punya dua istri sekarang,dimana dia sekarang dan siapa namanya,lalu kenapa dia tidak mengurus Hubby?"dengan muka sangat kesal Mentari melemparkan banyak pertanyaan kepada Suaminya.
Walau pun baru dua hari menjadi istri Awan mentari tetap cemburu karena dia hanya se orang wanita yang menginginkan suami hanya untuk diri nya seorang,tidak mau berbagi dengan perempuan lain.
"Tidak,istri ku cuma satu untuk selamanya,siapa bilang dia tidak mengurus ku?dia mengurusku'kok,malah mengurus ku dengan baik dan sangat telaten,"jawab Awan sengaja membuat Mentari semakin bertambah kesal,Awan tersenyum kecil melihat muka Mentari memerah karena menahan Amarah.
"Dia cemburu,berarti dia udah mencintai ku,"gumam Awan dalam hati.
"Lalu di mana dia?"tanya Mentari.Mukanya sudah merah menahan amarah.
"Dia ada disini,dia gadis yang sangat cantik,lembut,sopan,dan penyayang.Dia adalah penerang hidup ku.Sesuai dengan namanya yang selalu memberi kehangatan,"Jawab Awan semakin memanas-manasi Mentari yang sedang merah menatap nya tajam.
"Siapa namanya?"tanya mentari lembut,Walau hatinya sudah terasa hancur dan amarahnya semakin memuncak,namun dia tetap menutupinya.Dia harus bersikap lembut di depan Awan.
"Nama gadis cantik yang sangat aku cintai itu adalah--"mata Mentari mulai berkaca-kaca."Mentari,Mentari binti Bagas Nugraha."Awan melanjutkan perkataan yang tadi dia gantung.
Mendengar jawaban Awan.Air mata Mentari luruh,dia sudah tidak bisa menahannya lagi.Mentari menyentakkan kaki nya di lantai dan ingin segera pergi dari kamar itu.
"Suruh aja dia yang mengurus Hubby.Aku pergi,"ujar mentari melangkah kan kakinya ingin keluar.
Namun baru tiga langkah dia berjalan,langkahnya terhenti ketika teringat nama istri yang di sebutkan oleh Awan tadi.Mentari baru sadar kalau istri dan nama yang di sebutkan oleh Awan adalah dirinya.
"Eh tunggu.Tadi Hubby bilang nama istrinya Mentari binti Bagas.Itu 'kan namaku,dan yang menikah dua hari yang lalu itu juga aku,dan yang ada disini mengurusnya,itu juga aku,berarti istri Hubby adalah aku."
Muka Mentari memerah menahan malu.Kenapa tadi dia tidak berpikir kalau yang di katakan Awan adalah dirinya.Mentari sangat malu,rasanya sudah tidak sanggup lagi bertemu dengan Awan.
"Hei,kenapa berhenti,tidak jadi keluar?"tanya Awan menyindir.
Mentari diam sesaat.Dia sungguh sangat malu pada suaminya.Kenapa bisa dia jadi telmi begini alias telat mikir.
Kemudian dia berbalik badan ingin berlari menghajar Awan karena telah mengerjainya.
ketika berlari tanpa sengaja kaki Mentari tersandung dengan kakinya sendiri,sehingga tubuh nya nimbrung ke atas tubuh suaminya.
Bibir Mentari tepat berada di bibir Awan dan terjadilah kecupan singkat diantara keduanya.Mata mereka saling mengunci.Keduanya terhanyut dalam buaian asmara.Sesaat kemudian Mentari tersadar dan segera menarik tubuh nya dari tubuh Awan.Mentari nampak seperti orang linglung.Hari ini Mentari sungguh sangat malu se malu-malunya.
"Maaf,aku...a...aku tidak sengaja,"ucap mentari gugup.
"Teruskan aja,kenapa harus minta maaf,tadi itu sangat nikmat,ayo teruskan lagi,"goda Awan pada istrinya.
"Mas... Diam deh,aku malu tau?"ujar mentari,pipinya bersemu merah seperti tomat.
Awan terkekeh geli melihat istrinya yang malu-malu.
"kenapa pula harus malu,kita udah sah lho,"goda Awan lagi.
"Tau ah,"ucap Mentari sembari berlari keluar dari kamar itu.
Mentari benar-benar di buat tenggelam hari ini oleh suaminya.
Tidak ubah nya Mentari tertutup oleh Awan.
Mentari turun dari kamar itu melalui tangga,dia tidak memakai lift.
Saat tiba di bawah,Mentari langsung di panggil oleh Mama Laras.
Semua anggota keluarga sudah berkumpul di di depan TV termasuk Fajar adik nya mentari.
"Mentari sini,Mama baru saja hendak menyuruh Bibik memanggil kamu,eh taunya udah nongol disini.,"ujar Mama Laras,saat melihat menantunya sudah berada di depan nya.
Di sela-sela menonton TV mereka mengobrol banyak hal salah satunya tentang Fajar yang akan sekolah di Asrama.
"Apa kamu setuju kalau Fajar Mama masukkan ke sekolah Asrama,atau dia sekolah di tempat lain?"tanya Mama Laras sama Mentari,karena Mama Laras takut kalau Mentari tidak setuju.Nanti malah di anggap Mama Laras memisah kan mereka,walau tujuan Mama Laras baik.
"Kalau aku terserah Fajar nya aja Ma.Kalau dia mau,aku ikut aja."Jawab Mentari menyerahkan keputusan pada adik nya yang bersangkutan.
"Kalau Fajar sangat setuju Tante.Kata Kak Nadia di sana banyak temannya,Kak nadia dulu juga sekolah di situ,"jawab Fajar dengan polosnya.
Mentari merasa lega,dia sangat bersyukur dengan kecelakaan ini. Kecelakaan ini membuat hidupnya berubah.Tapi dia juga merasa sedih kalau mengingat suaminya yang harus berbaring tidak berdaya di tempat tidur.
Mentari berjanji akan merawat dan mengurus suaminya sampai sembuh,apalagi dia bisa melakukan pijat refleksi setiap saat pada tubuh suaminya.
"Kalau begitu besok biar Mama sama Papa yang akan mengantar Fajar sekalian mendaftarkan nya,"ujar Mama Laras.Semua mengangguk setuju.
Setelah mengobrol dan mengambil keputusan,semua kembali ke kamarnya masing-masing.
"Pa,besok setelah mengantar Fajar,Mama ingin menemui gadis yang mempunyai ilmu pijat refleksi,siapa tau Awan akan cepat sembuh,"ucap Mama Laras di angguki oleh Pak Bagio suaminya.
Sementara di kamar Awan dan Mentari telah terjadi drama soal tempat tidur.Selesai memijat suaminya,sekarang Mentari di buat bingung,dia tidak tau mau tidur di mana,akhirnya dia memutuskan tidur di sebelah suaminya.
Walaupun gugup dan malu dia terpaksa harus tidur dengan suaminya,walaupun sudah sah namun Mentari tetap malu.
Mentari meletakkan guling di tengah tempat tidur sebagai pembatas agar Awan tidak melewati.Mentari tidak sadar kalau Awan tidak bisa bergerak.
Awan yang melihat tingkah istrinya hanya bisa tersenyum,namun dia tidak berkata apa-apa lagi,lebih baik dia tidur dan memejamkan matanya.
keesokan pagi mata Awan terbuka,dia melihat tangan Mentari berada di atas perutnya,dan kepala mentari tepat berada di atas dada nya.
Guling yang tadi di letakkan oleh mentari sudah hilang entah kemana.Awan tidak bersuara dia memejamkan matanya lagi.
Tingkah istrinya ini membuat dia ada hiburan dan tidak akan bosan kalau hanya berbaring seperti ini.
Sesaat kemudian,Mentari membuka matanya, ketika.......
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Amelia
mewek bahagia tuh🤭🤭
2024-05-08
1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
terkadang emosi menutupi kepintaran, orang yang emosi terlihat bodoh
2024-03-15
1
Reogkhentir
Mentari..... Mentari jagan terlalu naif banget lah, tapi menarik juga....... terserah lah thor mau dibuat seperti apa alur ceritanya...... tetap semangat untuk selalu berkarya dan sukses selalu
2024-03-04
1