Bab 11.Drama Di Kamar Awan

Mentari diam memikirkan perkataan Awan yang mengatakan nikahnya baru kemaren.Lantas kalau nikah nya baru kemaren kenapa dia tidak melihat,sedangkan kemaren Awan masih di rumah sakit bersamanya,dan selama Awan di rumah sakit Mentari tetap ada bersamanya,dia tidak pernah meninggalkan ruangan Awan.Sekian lama dia berpikir namun tidak menemukan jawaban yang seperti Awan katakan tadi.

"Berarti Hubby punya dua istri sekarang,dimana dia sekarang dan siapa namanya,lalu kenapa dia tidak mengurus Hubby?"dengan muka sangat kesal Mentari melemparkan banyak pertanyaan kepada Suaminya.

Walau pun baru dua hari menjadi istri Awan mentari tetap cemburu karena dia hanya se orang wanita yang menginginkan suami hanya untuk diri nya seorang,tidak mau berbagi dengan perempuan lain.

"Tidak,istri ku cuma satu untuk selamanya,siapa bilang dia tidak mengurus ku?dia mengurusku'kok,malah mengurus ku dengan baik dan sangat telaten,"jawab Awan sengaja membuat Mentari semakin bertambah kesal,Awan tersenyum kecil melihat muka Mentari memerah karena menahan Amarah.

"Dia cemburu,berarti dia udah mencintai ku,"gumam Awan dalam hati.

"Lalu di mana dia?"tanya Mentari.Mukanya sudah merah menahan amarah.

"Dia ada disini,dia gadis yang sangat cantik,lembut,sopan,dan penyayang.Dia adalah penerang hidup ku.Sesuai dengan namanya yang selalu memberi kehangatan,"Jawab Awan semakin memanas-manasi Mentari yang sedang merah menatap nya tajam.

"Siapa namanya?"tanya mentari lembut,Walau hatinya sudah terasa hancur dan amarahnya semakin memuncak,namun dia tetap menutupinya.Dia harus bersikap lembut di depan Awan.

"Nama gadis cantik yang sangat aku cintai itu adalah--"mata Mentari mulai berkaca-kaca."Mentari,Mentari binti Bagas Nugraha."Awan melanjutkan perkataan yang tadi dia gantung.

Mendengar jawaban Awan.Air mata Mentari luruh,dia sudah tidak bisa menahannya lagi.Mentari menyentakkan kaki nya di lantai dan ingin segera pergi dari kamar itu.

"Suruh aja dia yang mengurus Hubby.Aku pergi,"ujar mentari melangkah kan kakinya ingin keluar.

Namun baru tiga langkah dia berjalan,langkahnya terhenti ketika teringat nama istri yang di sebutkan oleh Awan tadi.Mentari baru sadar kalau istri dan nama yang di sebutkan oleh Awan adalah dirinya.

"Eh tunggu.Tadi Hubby bilang nama istrinya Mentari binti Bagas.Itu 'kan namaku,dan yang menikah dua hari yang lalu itu juga aku,dan yang ada disini mengurusnya,itu juga aku,berarti istri Hubby adalah aku."

Muka Mentari memerah menahan malu.Kenapa tadi dia tidak berpikir kalau yang di katakan Awan adalah dirinya.Mentari sangat malu,rasanya sudah tidak sanggup lagi bertemu dengan Awan.

"Hei,kenapa berhenti,tidak jadi keluar?"tanya Awan menyindir.

Mentari diam sesaat.Dia sungguh sangat malu pada suaminya.Kenapa bisa dia jadi telmi begini alias telat mikir.

Kemudian dia berbalik badan ingin berlari menghajar Awan karena telah mengerjainya.

ketika berlari tanpa sengaja kaki Mentari tersandung dengan kakinya sendiri,sehingga tubuh nya nimbrung ke atas tubuh suaminya.

Bibir Mentari tepat berada di bibir Awan dan terjadilah kecupan singkat diantara keduanya.Mata mereka saling mengunci.Keduanya terhanyut dalam buaian asmara.Sesaat kemudian Mentari tersadar dan segera menarik tubuh nya dari tubuh Awan.Mentari nampak seperti orang linglung.Hari ini Mentari sungguh sangat malu se malu-malunya.

"Maaf,aku...a...aku tidak sengaja,"ucap mentari gugup.

"Teruskan aja,kenapa harus minta maaf,tadi itu sangat nikmat,ayo teruskan lagi,"goda Awan pada istrinya.

"Mas... Diam deh,aku malu tau?"ujar mentari,pipinya bersemu merah seperti tomat.

Awan terkekeh geli melihat istrinya yang malu-malu.

"kenapa pula harus malu,kita udah sah lho,"goda Awan lagi.

"Tau ah,"ucap Mentari sembari berlari keluar dari kamar itu.

Mentari benar-benar di buat tenggelam hari ini oleh suaminya.

Tidak ubah nya Mentari tertutup oleh Awan.

Mentari turun dari kamar itu melalui tangga,dia tidak memakai lift.

Saat tiba di bawah,Mentari langsung di panggil oleh Mama Laras.

Semua anggota keluarga sudah berkumpul di di depan TV termasuk Fajar adik nya mentari.

"Mentari sini,Mama baru saja hendak menyuruh Bibik memanggil kamu,eh taunya udah nongol disini.,"ujar Mama Laras,saat melihat menantunya sudah berada di depan nya.

Di sela-sela menonton TV mereka mengobrol banyak hal salah satunya tentang Fajar yang akan sekolah di Asrama.

"Apa kamu setuju kalau Fajar Mama masukkan ke sekolah Asrama,atau dia sekolah di tempat lain?"tanya Mama Laras sama Mentari,karena Mama Laras takut kalau Mentari tidak setuju.Nanti malah di anggap Mama Laras memisah kan mereka,walau tujuan Mama Laras baik.

"Kalau aku terserah Fajar nya aja Ma.Kalau dia mau,aku ikut aja."Jawab Mentari menyerahkan keputusan pada adik nya yang bersangkutan.

"Kalau Fajar sangat setuju Tante.Kata Kak Nadia di sana banyak temannya,Kak nadia dulu juga sekolah di situ,"jawab Fajar dengan polosnya.

Mentari merasa lega,dia sangat bersyukur dengan kecelakaan ini. Kecelakaan ini membuat hidupnya berubah.Tapi dia juga merasa sedih kalau mengingat suaminya yang harus berbaring tidak berdaya di tempat tidur.

Mentari berjanji akan merawat dan mengurus suaminya sampai sembuh,apalagi dia bisa melakukan pijat refleksi setiap saat pada tubuh suaminya.

"Kalau begitu besok biar Mama sama Papa yang akan mengantar Fajar sekalian mendaftarkan nya,"ujar Mama Laras.Semua mengangguk setuju.

Setelah mengobrol dan mengambil keputusan,semua kembali ke kamarnya masing-masing.

"Pa,besok setelah mengantar Fajar,Mama ingin menemui gadis yang mempunyai ilmu pijat refleksi,siapa tau Awan akan cepat sembuh,"ucap Mama Laras di angguki oleh Pak Bagio suaminya.

Sementara di kamar Awan dan Mentari telah terjadi drama soal tempat tidur.Selesai memijat suaminya,sekarang Mentari di buat bingung,dia tidak tau mau tidur di mana,akhirnya dia memutuskan tidur di sebelah suaminya.

Walaupun gugup dan malu dia terpaksa harus tidur dengan suaminya,walaupun sudah sah namun Mentari tetap malu.

Mentari meletakkan guling di tengah tempat tidur sebagai pembatas agar Awan tidak melewati.Mentari tidak sadar kalau Awan tidak bisa bergerak.

Awan yang melihat tingkah istrinya hanya bisa tersenyum,namun dia tidak berkata apa-apa lagi,lebih baik dia tidur dan memejamkan matanya.

keesokan pagi mata Awan terbuka,dia melihat tangan Mentari berada di atas perutnya,dan kepala mentari tepat berada di atas dada nya.

Guling yang tadi di letakkan oleh mentari sudah hilang entah kemana.Awan tidak bersuara dia memejamkan matanya lagi.

Tingkah istrinya ini membuat dia ada hiburan dan tidak akan bosan kalau hanya berbaring seperti ini.

Sesaat kemudian,Mentari membuka matanya, ketika.......

Bersambung

Terpopuler

Comments

Amelia

Amelia

mewek bahagia tuh🤭🤭

2024-05-08

1

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌

terkadang emosi menutupi kepintaran, orang yang emosi terlihat bodoh

2024-03-15

1

Reogkhentir

Reogkhentir

Mentari..... Mentari jagan terlalu naif banget lah, tapi menarik juga....... terserah lah thor mau dibuat seperti apa alur ceritanya...... tetap semangat untuk selalu berkarya dan sukses selalu

2024-03-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.Kecelakaan.
2 Bab 2.Kondisi Awan.
3 Bab 3.Syarat
4 Bab 4.Rencana Licik Mama Laras
5 Bab 5.Awan Sadar
6 Bab. 6.Dapat Bini Juga Dapat Perawat
7 Bab 7.Pernikahan
8 Bab 8.Saling Punya Rasa
9 Bab 9.Panggil Aku Hubby
10 Bab 10.Cemburu
11 Bab 11.Drama Di Kamar Awan
12 Bab 12.Kepergian Fajar
13 Bab 13.Setitik Informasi
14 Bab 14.Pijat Refleksi
15 Bab 15.Sama Mencintai
16 Bab 16.Kecelakaan Yang Di Sengaja
17 Bab 17.Pahlawan Bertopeng
18 Bab 18.Posesif
19 Bab 19.Amelia Kerumah Surti
20 Bab 20.Bahigianya Om Anton
21 Bab 21.Hancurnya Pak Gunawan
22 Bab 22.Ke Khawatiran Mentari
23 Bab 23.Terungkap
24 Bab 24.Pengakuan Pak Gunawan
25 Bab 25.Cinta Belum Usai.
26 Bab 26.Masih Mencintai Mu
27 Bab 27.Artikel Mentari
28 Bab 28.Ke Gagalan Om Anton
29 Bab 29.Awan Berjalan
30 Bab 30.Nasip Arini
31 Bab 31.Tawaran Pekerjaan
32 Bab 32.Nyonya Amelia Ke Asrama
33 Bab 33.Awan Sembuh
34 Bab 34.Awan Yang Bucin
35 Bab 35.Menjenguk Fajar
36 Bab 36.Pertemuan Ibu dan Anak
37 Bab 37.Mama Laras VS Mama Amelia
38 Bab 38.Amelia Ke Rumah Subagio
39 Bab 39.Pewaris Perusahaan
40 Bab 40.Malam Pertama Yang Tertunda
41 Bab 41.Nasib Mama Aline
42 Bab 42.Berakhir Derita Arini
43 Bab 43.Awan Keperusahaan
44 Bab 44.Ide Licik Alex
45 Bab 45.Mentari Di Culik
46 Bab 46.Kecemasan Awan
47 Bab 47.Niat Licik Alex.
48 Bab 48.Keberadaan Mentari Terlacak
49 Bab 49.Kemarahan Awan
50 Bab 50.Pertarungan
51 Bab 51.Mimpi Buruk
52 Bab 52.Akting Mentari
53 Bab 53.Alex Curiga
54 Bab 54.Penyelamatan Mentari
55 Bab 55.Pertarunhan Sengit
56 Bab 56.Om Anton Tertembak
57 Bab 57.Penyesalan Alex
58 Bab 58.Pemakaman Om Anton
59 Bab 59.Permintaan Maaf Alex
60 Bab 60.Awan Setuju
61 Bab 61.Hati Alex Hancur
62 Bab 62.Patah Hati Alex
63 Bab 63.Suster Lily Kerumah Mike
64 Bab 64.Pertwmuan Rico Dan Mentari
65 Bab 65.Adelia Pingsan
66 Bab 66.Terkejut Nya Ningsih
67 Bab 67.Ningsih Galau
68 Bab 68.Kepulangan Nadia
69 Bab 69.Pasrah Ningsih
70 Bab 70.Resepsi
71 Bab 71.Semangat Untuk Alex
72 Bab 72.Bukan Malam Pertama
73 Bab 73.Getaran Hati Alex
74 Bab 74.Sonia Di Pecat
75 Bab 75.Jatuh Cinta
76 Bab 76.Menghibur Mentari
77 Bab 77.Kebingungan Awan
78 Bab 78.Tangis Haru Mentari
79 Bab 79.Kegugupan Alex
80 Bab 80.Pernyataan Cinta Alex
81 Bab 81.Selamat Untuk Mentari(end)
82 Pengemuman
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1.Kecelakaan.
2
Bab 2.Kondisi Awan.
3
Bab 3.Syarat
4
Bab 4.Rencana Licik Mama Laras
5
Bab 5.Awan Sadar
6
Bab. 6.Dapat Bini Juga Dapat Perawat
7
Bab 7.Pernikahan
8
Bab 8.Saling Punya Rasa
9
Bab 9.Panggil Aku Hubby
10
Bab 10.Cemburu
11
Bab 11.Drama Di Kamar Awan
12
Bab 12.Kepergian Fajar
13
Bab 13.Setitik Informasi
14
Bab 14.Pijat Refleksi
15
Bab 15.Sama Mencintai
16
Bab 16.Kecelakaan Yang Di Sengaja
17
Bab 17.Pahlawan Bertopeng
18
Bab 18.Posesif
19
Bab 19.Amelia Kerumah Surti
20
Bab 20.Bahigianya Om Anton
21
Bab 21.Hancurnya Pak Gunawan
22
Bab 22.Ke Khawatiran Mentari
23
Bab 23.Terungkap
24
Bab 24.Pengakuan Pak Gunawan
25
Bab 25.Cinta Belum Usai.
26
Bab 26.Masih Mencintai Mu
27
Bab 27.Artikel Mentari
28
Bab 28.Ke Gagalan Om Anton
29
Bab 29.Awan Berjalan
30
Bab 30.Nasip Arini
31
Bab 31.Tawaran Pekerjaan
32
Bab 32.Nyonya Amelia Ke Asrama
33
Bab 33.Awan Sembuh
34
Bab 34.Awan Yang Bucin
35
Bab 35.Menjenguk Fajar
36
Bab 36.Pertemuan Ibu dan Anak
37
Bab 37.Mama Laras VS Mama Amelia
38
Bab 38.Amelia Ke Rumah Subagio
39
Bab 39.Pewaris Perusahaan
40
Bab 40.Malam Pertama Yang Tertunda
41
Bab 41.Nasib Mama Aline
42
Bab 42.Berakhir Derita Arini
43
Bab 43.Awan Keperusahaan
44
Bab 44.Ide Licik Alex
45
Bab 45.Mentari Di Culik
46
Bab 46.Kecemasan Awan
47
Bab 47.Niat Licik Alex.
48
Bab 48.Keberadaan Mentari Terlacak
49
Bab 49.Kemarahan Awan
50
Bab 50.Pertarungan
51
Bab 51.Mimpi Buruk
52
Bab 52.Akting Mentari
53
Bab 53.Alex Curiga
54
Bab 54.Penyelamatan Mentari
55
Bab 55.Pertarunhan Sengit
56
Bab 56.Om Anton Tertembak
57
Bab 57.Penyesalan Alex
58
Bab 58.Pemakaman Om Anton
59
Bab 59.Permintaan Maaf Alex
60
Bab 60.Awan Setuju
61
Bab 61.Hati Alex Hancur
62
Bab 62.Patah Hati Alex
63
Bab 63.Suster Lily Kerumah Mike
64
Bab 64.Pertwmuan Rico Dan Mentari
65
Bab 65.Adelia Pingsan
66
Bab 66.Terkejut Nya Ningsih
67
Bab 67.Ningsih Galau
68
Bab 68.Kepulangan Nadia
69
Bab 69.Pasrah Ningsih
70
Bab 70.Resepsi
71
Bab 71.Semangat Untuk Alex
72
Bab 72.Bukan Malam Pertama
73
Bab 73.Getaran Hati Alex
74
Bab 74.Sonia Di Pecat
75
Bab 75.Jatuh Cinta
76
Bab 76.Menghibur Mentari
77
Bab 77.Kebingungan Awan
78
Bab 78.Tangis Haru Mentari
79
Bab 79.Kegugupan Alex
80
Bab 80.Pernyataan Cinta Alex
81
Bab 81.Selamat Untuk Mentari(end)
82
Pengemuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!