Pak Gunawan yang mendapat kan laporan dari Anak buah nya,mukanya memerah menahan marah.Dalam benak nya ada sedikit rasa takut yang terus menghantuinya.
"Anak kurang ajar,Susah di atur,berapa kali sudah aku bilang,jangan ber urusan sama polisi,ini kamu malah datang sendiri ke sana,"cerocos Pak Gunawan memarahi Putri Semata wayang nya.
"Pa,kenapa pagi-pagi sudah marah-marah,"tegur seorang wanita paruh baya.
"Ini ni kalau di marahin ada saja yang membela,"ujar Pak Gunawan lagi.
"Memang Arini melakukan apa?"tanya Alin pada suaminya.
"Tanya sama anak manja mu ini,berapa kali sudah ku ingatkan jangan pernah berurusan sama polisi,ini malah dia datang ke kantor polisi,"cerocos Pak Gunawan lagi.
Pak Gunawan sangat takut jika berurusan sama polisi,dia takut kalau rahasia nya terbongkar,kejahatan yang dilakukan nya sangat besar,karena telah melenyapkan dua nyawa orang.
Padahal polisi sudah menutup kasus itu sejak lima tahun yang lalu,dan kejahatan yang di lakukan oleh Pak Gunawan juga sudah sangat lama,sudah sepuluh tahun lebih.Tapi pak Gunawan tetap takut kalau kejahatan nya terbongkar dan dia akan masuk penjara.
"Ma,aku hanya memberi keterangan kemaren tentang kecelakaan yang di sebab kan oleh Mentari si udik itu,"titah Arini.
"Sama aja,itu namanya juga kantor polisi,"hardik Pak Gunawan lagi.
"Sudah lah Pa,Putri kita 'kan tidak tau apa-apa,
maafkan saja,"titah Mama Alin.
"Bela,Bela aja terus Anak manja kamu itu,"Geram Pak Gunawan pada istrinya.
Sementara di kediaman Pak Bagio,semua sudah bersiap untuk kerumah sakit,di sana juga nampak ada Pak penghulu,sedangkan baju pengantin sudah di masukkan ke mobil oleh Nadia tadi.
"Nadia panggil Fajar,apakah dia sudah siap?"tanya Pak Bagio,"ia Pa,akan segera aku panggilkan,"sahut Nadia segera berlalu.
Setelah semua nya siap,mereka keluar dari rumah mewah itu segera menuju mobil masing-masing.
Tidak butuh waktu lama mobil yang di tumpangi mereka sudah memasuki perkarangan rumah sakit,setelah turun dari mobil semua nya berjalan menyusuri koridor rumah sakit hingga sampai lah di ruang VVIP,dimana ruangan tempat Awan dirawat.
Saat sudah sampai di dalam ruangan,Fajar langsung berhambur ke pelukan Mentari."Kakak,"ucap Fajar lirih ketika sudah berada di pelukan Mentari."Maafkan Kakak,semalam Kakak tidak bisa menemani mu tidur,"ujar Mentari sembari mendekap adik nya erat.
Mentari takut Fajar tidak bisa tidur,karena Fajar tidak terbiasa tidur sendiri,namun sekarang Mentari lega saat melihat mata adik nya tidak kurang tidur.
"Kak ini teman baru Fajar Namanya Kak Nadia.Kak Nadia tadi malam yang menemani Fajar tidur,Kak Nadia juga belikan baju baru untuk Fajar,Kaka harus datang kerumah Kak Nadia,rumah Kak Nadia sangat besar,dan tempat tidurnya sangat empuk tidak seperti dirumah kita,"celoteh Fajar membuat semua orang di dalam ruangan itu tertawa,begitu juga Awan yang ada di atas ranjang nya ikut menyungging kan senyum.
Fajar dia masih Anak kecil dan polos,dia tidak tau apa yang sedang terjadi,pada Kakak nya,dia fikir Nadia teman barunya.
"Mentari mengalih tatapan nya ke Nadia lalu dia berkata,Nadia terimakasih sudah menemani adik ku semalam."Mentari sangat menghargai perbuatan baik orang lain walau itu sekecil semut.
"Iya Kak Mentari tidak masalah,lagi pula aku senang bisa berteman dengan Fajar.Iya 'kan Fajar?"Nadia melemparkan pertanyaan pada Fajar.
Bocah itu yang masih betah berada dalam dekapan Mentari pun mengangguk kepala nya. "Ya udah sekarang main sama Kak Nadia dulu,Kak mentari mau ganti baju dulu,biar kelihatan cantik,"bujuk Mama Laras pada Fajar yang masih erat mendekap Mentari. Mama Laras sangat tau cara membujuk Anak kecil karena waktu kecil Awan sangat aktif dan suka minta ini-itu jadi Mama Laras selalu membujuk Awan agar mau mendengarkan nya.
Setengah jam kemudian semua orang sudah berkumpul di ruangan rawat Awan,doktor Indra juga hadir disana,ada Ki Ayi juga yang akan menjadi wali hakim untuk Mentari,karena Mentari sudah tidak punya orang tua lagi.
sebenarnya Mentari masih paman,tapi Paman jauh,yatu Anak dari Kakak sepupu Ibunya.
Paman Gunawan tidak bisa menjadi wali nikah Mentari karena dia dengan Mentari tidak ada ikatan darah,Mentari juga tidak memberi tau Paman Gunawan,karena dia dengan Paman Gunawan sudah lama tidak akur,semenjak Ayah dan ibunya Mentari meninggal,Paman Gunawan mengambil semua harta milik orang tua Mentari,restoran,Toko dan juga rumah,sehingga Mentari dan adik nya harus tinggal di kontrakan kumuh.
Mentari di suruh duduk di kursi dekat ranjang Awan berbaring,dan juga semua duduk disana termasuk Pak penghulu dan juga wali hakim.
Tidak lama kemudian terdengar kata sah yang menggema di ruangan itu.Mentari menitikkan air matanya,sekarang dia sudah bukan gadis lagi,tapi sudah menjadi istri seorang Awan,Seorang lelaki lumpuh,yang hanya bisa berbaring tanpa bisa bergerak.
"Ayah,Ibu,Mentari kini Sudah menjadi seorang istri,Mentari sudah bersuami,Ayah,Ibu,semoga kalian bahagia disana,Mentari janji akan tetap menjaga Fajar,dan mencari Ibu kandung kami,"Mentari mencium tangan Awan yang kini sudah sah menjadi suaminya.
Kemudian Mentari beralih memeluk Fajar adik yang sangat dia sayangi,masih mengiang-ngiang di pikiran pesan Ayah dan Ibunya.
"kalian tidak boleh terpisah,kamu sama Fajar harus tetap bersama-sama hingga kalian dewasa,jaga adik kamu,bimbing dia agar kelak besar nanti dia menjadi pemuda yang baik,kalian cari Ibu kandung kalian,jangan benci dia,Ibu kamu orang yang sangat baik,Ibu sudah sangat lama berteman dengan Ibu kandung mu,dari kami Sekolah menengah hingga sampai Ibu kamu di bawa oleh Oma mu,ibu kamu pasti juga sangat menderita karena berpisah dengan kalian,ini kalung yang di belikan Ibu mu sebelum melahirkan Fajar,kalung ini di beli sepasang yang satu sudah di pakai Ibu mu dan yang satunya lagi Ibu mu simpan dirumah,belum sempat dia berikan pada mu.Ibu mau menikah dengan Ayah mu karena Ibu mau mengurus kalian,Anak sahabat baik ku."cerita Ibu Sekar kepada Mentari sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
Air mata Mentari semakin sulit di bendung,Mentari sangat ingat,terakhir dia bersama Ibu kandung nya di rumah sakit,sebelum Ibunya di masukkan kedalam ruang Operasi karena mengalami pendarahan setelah melahirkan Fajar.
Setelah itu Mentari dan adik nya yang masih bayi di bawa pulang kerumah oleh Ibu Sekar,
karena Ibu Mentari mengalami koma setelah di Operasi,Dua hari kemudian Ayah nya pulang kerumah dengan wajah cemas dan putus asa,Ayahnya pulang bersama kabar buruk yang mengatakan kalau Ibu Mentari telah di culik oleh Ibunya dan di bawa keluar Negeri untuk berobat di sana.
Mentari yang waktu itu sudah berusia 8 Tahun sangat mengerti dengan cerita Ayah nya,Mentari sempat terguncang jiwanya,tapi berkat Ibu Sekar Mentari jadi lebih baik hingga sampai saat ini.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Amelia
berbuat takut untuk bertanggung jawab gimana sih 😵💫😵💫
2024-04-26
1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
orang tua mentari yang melenyapkan pasti pak Gunawan
2024-03-15
1
Reogkhentir
Sudah jelas sekarang siapa Mentari itu, jangan bilang nantinya ayah mentari bersahabat baik dengan pak Bagio ayah dari Awan.........
2024-03-01
2