Bab 12.Kepergian Fajar

Ketika melihat tangan nya berada di atas perut Awan dan juga kepalanya tepat berada di dada bidang Awan,Mentari tidak bersuara,dia mengangkat kepalanya pelan dan juga menarik tangan nya sangat pelan agar Awan tidak terbangun.

Mentari tidak bisa membayangkan betapa malunya dia kalau Awan tau di memeluk nya.Padahal sudah jelas tadi malam dia yang meletak kan guling pembatas,dan kemana guling sialan itu,kenapa hilang dan kenapa pula harus tidur memeluk nya.

"Untung dia tidak terbangun,coba kalau dia tau aku memeluk nya,mau di bawa kemana muka ku?"gumam Mentari sembari bangkit pergi ke kamar mandi.

Setelah Mentari masuk kemar mandi Awan membuka matanya,Awan tersenyum dengan tingkah istri cantik nya.pagi-pagi Awan sudah di suguhkan dengan hiburan oleh istrinya.

Tidak lama kemudian mentari keluar dari kamar mandi,dia mendekati Awan,lalu dia memeriksa kantong kemih Awan yang sudah penuh dan menggantikan nya dengan yang baru.

"Sayang,"panggil Awan.

"Hem,"Mentari menoleh menatap Awan.Wajah Mentari masih bersemu merah karena panggilan mesra Awan kepadanya,dan Awan bisa melihat itu.

"Apa kamu tidak jijik dengan kotoran itu,"tanya Awan yang melihat tidak ada rasa jijik pada wajah Mentari.

"Kenapa Hubby bertanya seperti itu?ini sudah kewajiban ku seorang istri harus merawat dan mengurus suaminya."Mentari sudah menerima pernikahan nya dengan tulus,walaupun pernikahan itu terjadi karena paksaan dan juga dadakan.Namun pada saat ini Mentari sudah menerima takdir yang yang Tuhan berikan untuk nya.Lagi pula Mentari sudah mencintai Awan sebagai suaminya.

"Terimakasih ya sayang,kamu sudah mau menjadi istriku dan mau mengurusku,kamu tidak mengeluh sama sekali.Aku janji setelah aku sembuh aku akan memberikan apapun yang kamu mau,I LOVE YOU my wife."Awan sangat bersyukur yang menjadi istri nya Mentari bukan Adelia.

Awan tidak bisa membayangkan nasibnya se andai nya Adelia yang menjadi istrinya.

Mentari wajah nya akan selalu memerah kalau Awan memanggilnya dengan sebutan Sayang.

"Terimakasih juga karena Hubby sudah mau menerima ku sebagai istrimu,kalau Hubby menolak waktu itu pasti sekarang aku sudah berada di balik jeruji besi dan Fajar akan terlantar."Mentari sangat berterimakasih kepada Mama Laras karena tidak menuntut nya malah menyuruh nya menikah dengan Awan yang sekarang sudah sah menjadi suaminya.

"Sekarang aku akan membersihkan tubuh Hubby,dan setelah itu aku akan melakukan pijat refleksi lagi pada Hubby agar Hubby bisa cepat sembuh."ucap Mentari dan di iyakan oleh Awan.

Setelah itu Mentari langsung mengisi air hangat kedalam baskom,dan juga handuk kecil.Mentari mulai membersihkan seluruh tubuh Awan tanpa terkecuali.

Awan tidak mengalih matanya dari gerakan tangan Mentari yang begitu lincah dan telaten mengurusnya.

Selesai membersihkan tubuh suaminya,kini Mentari melakukan pijat ke kaki dan tangan suaminya.Mentari begitu pandai memijat.Awan sudah bisa merasakan pijatan tangan Mentari di lengan nya,walau pun masih seperti semu.

"Bik,panggilkan Mentari suruh turun untuk sarapan."Pak Bagio menyuruh Bik Minah memanggil menantunya.

"Iya Tuan,"jawab Bik Minah,lalu bergegas pergi naik kelantai dua untuk memanggil Mentari.

Setelah melakukan pijat,Mentari bertanya kepada suaminya."Bagai mana apa Hubby merasakan sesuatu?"Mentari bertanya agar dia bisa men terka-Terka kemajuan Awan.

Awan mengangguk ,karena dia memang bisa merasakan seperti yang Mentari tanya kan tadi.

"Sekarang Hubby harus menggenggam ini."Mentari memperlihat dua bola karet pada suaminya.Mentari meletakkan kedua bola itu ke telapak tangan Awan lalu menyuruhnya meremas sedikit demi sedikit,guna untuk melatih otot yang telah kaku.

Tok...to...to...Bik Minah mengetuk pintu kamar Awan dan Mentari.

"Siapa...?"tanya Mentari dari dalam kamar.Mentari tidak membuka pintu karena dia masih menuntun telapak tangan Awan meremas bola karet yang di berikan nya tadi.

"Saya Non,Bik Minah."sahut Bik Minah di luar kamar.

"Non Mentari disuruh turun oleh Tuan besar untuk sarapan."

"Iya Bik,aku akan segera turun."jawab Mentari yang masih di setia menuntun tangan Awan meremas bola karet itu.

"Hubby lanjut aja remas nya,aku tinggal sarapan sebentar,nanti aku bawakan sarapan Hubby ya?"Mentari segera keluar dari kamarnya dan turun kelantai dasar di mana semua orang sudah berkumpul di meja makan.

Sementara di rumah Pak Gunawan seorang gadis sedang merengek pada Mamanya.Gadis itu adalah Arini.Dia merengek pada Mama nya agar mau membicarakan soal Rico lelaki yang di cintai nya.

Arini mau Papanya memaksa Rico bila perlu mengancam agar Rico mau menikah dengannya,karena Rico punya hutang Pada Pak Gunawan.Rico waktu itu butuh uang untuk membayar biaya rumah sakit Ibunya,sebab itu Arini menyuruh Papa nya untuk memaksa Rico agar mau menikah dengannya.

"Iya nanti Mama coba bicarakan sama Papa mu,untuk putri ku yang cantik ini apa sih yang enggak Mama lakukan?"jawab Mama Alin menuruti kemauan Anak gadis nya.

Mama Alin selalu menuruti permintaan Putrinya,Arini sangat di manjakan sehingga Arini tidak segan-segan melakukan kejahatan pada orang lain.Salah satunya adalah Mentari, karena Mentari dianggap musuh dan saingan oleh Arini karena Rico menyukai Mentari.

"Beneran ya Ma?pokok nya Kak Rico harus jadi suami ku."Arini sangat Ter obsesi kepada Rico.Dia tidak mau Rico menjadi milik Mentari,karena sampai saat ini Arini tidak tau kalau Mentari sudah menikah.Arini masih mengira kalau Mentari sudah masuk ke dalam penjara.

"Iya."Sudah ah,Mama mau pergi,kamu mandi sana!masa Anak gadis jam segini masih bau tempat tidur."sindir Mama Alin pada putri tercintanya.

Setelah Mama Alin pergi,Arini tertawa kegirangan,dia sangat senang karena Mama nya mau menolongnya untuk berbicara pada Papa nya.

Di rumah besar Pak Bagio Mentari menangis sembari memeluk adik nya,dia akan berpisah dengan adiknya sementara waktu.

"sudah,tidak usah menangis,kalau kalian ingin bertemu 'kan kamu bisa pergi menjenguk nya kapan saja."ujar Mama Laras menghibur menantu nya agar tidak terus menangis.

"Iya Kak.'kan Fajar enggak pergi keluar Negeri,Fajar sekolah di Asrama kok."ujar Fajar membuat semua orang tertawa termasuk Mentari walau air mata nya masih membekas di pelupuk mata.

Nadia yang berada di situ mengacungkan jempol kepada Fajar,karena dia sudah berhasil mengajari Fajar menjadi lelaki tegar dan tangguh.

"Good boy,"ucap Nadia lirih,agar tidak kedengaran yang lain.

Setelah drama pelu-pelukan,Mama Laras dan Pak Bagio mengajak Fajar masuk ke mobil agar tidak terlambat nantinya sampai di Asrama.Mentari melambaikan tangan nya,raut wajah nya sendu melepas kepergian Fajar.

Mentari wajar sedih karena mereka berdua tidak pernah berpisah,Mentari tidak pernah membiarkan adik nya pergi jauh darinya.Tapi kali ini Mentari harus rela demi masa depan adik kesayangan nya.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Reogkhentir

Reogkhentir

Bersiaplah Rico....... kuatkan mental untuk menghadapi jebakan batman dari Arini si wanita licik...... yakin si Rico dapat bertekuk lutut kepada Arini walau sudah diancam....... makin seru saja, lanjutkan thor......

2024-03-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.Kecelakaan.
2 Bab 2.Kondisi Awan.
3 Bab 3.Syarat
4 Bab 4.Rencana Licik Mama Laras
5 Bab 5.Awan Sadar
6 Bab. 6.Dapat Bini Juga Dapat Perawat
7 Bab 7.Pernikahan
8 Bab 8.Saling Punya Rasa
9 Bab 9.Panggil Aku Hubby
10 Bab 10.Cemburu
11 Bab 11.Drama Di Kamar Awan
12 Bab 12.Kepergian Fajar
13 Bab 13.Setitik Informasi
14 Bab 14.Pijat Refleksi
15 Bab 15.Sama Mencintai
16 Bab 16.Kecelakaan Yang Di Sengaja
17 Bab 17.Pahlawan Bertopeng
18 Bab 18.Posesif
19 Bab 19.Amelia Kerumah Surti
20 Bab 20.Bahigianya Om Anton
21 Bab 21.Hancurnya Pak Gunawan
22 Bab 22.Ke Khawatiran Mentari
23 Bab 23.Terungkap
24 Bab 24.Pengakuan Pak Gunawan
25 Bab 25.Cinta Belum Usai.
26 Bab 26.Masih Mencintai Mu
27 Bab 27.Artikel Mentari
28 Bab 28.Ke Gagalan Om Anton
29 Bab 29.Awan Berjalan
30 Bab 30.Nasip Arini
31 Bab 31.Tawaran Pekerjaan
32 Bab 32.Nyonya Amelia Ke Asrama
33 Bab 33.Awan Sembuh
34 Bab 34.Awan Yang Bucin
35 Bab 35.Menjenguk Fajar
36 Bab 36.Pertemuan Ibu dan Anak
37 Bab 37.Mama Laras VS Mama Amelia
38 Bab 38.Amelia Ke Rumah Subagio
39 Bab 39.Pewaris Perusahaan
40 Bab 40.Malam Pertama Yang Tertunda
41 Bab 41.Nasib Mama Aline
42 Bab 42.Berakhir Derita Arini
43 Bab 43.Awan Keperusahaan
44 Bab 44.Ide Licik Alex
45 Bab 45.Mentari Di Culik
46 Bab 46.Kecemasan Awan
47 Bab 47.Niat Licik Alex.
48 Bab 48.Keberadaan Mentari Terlacak
49 Bab 49.Kemarahan Awan
50 Bab 50.Pertarungan
51 Bab 51.Mimpi Buruk
52 Bab 52.Akting Mentari
53 Bab 53.Alex Curiga
54 Bab 54.Penyelamatan Mentari
55 Bab 55.Pertarunhan Sengit
56 Bab 56.Om Anton Tertembak
57 Bab 57.Penyesalan Alex
58 Bab 58.Pemakaman Om Anton
59 Bab 59.Permintaan Maaf Alex
60 Bab 60.Awan Setuju
61 Bab 61.Hati Alex Hancur
62 Bab 62.Patah Hati Alex
63 Bab 63.Suster Lily Kerumah Mike
64 Bab 64.Pertwmuan Rico Dan Mentari
65 Bab 65.Adelia Pingsan
66 Bab 66.Terkejut Nya Ningsih
67 Bab 67.Ningsih Galau
68 Bab 68.Kepulangan Nadia
69 Bab 69.Pasrah Ningsih
70 Bab 70.Resepsi
71 Bab 71.Semangat Untuk Alex
72 Bab 72.Bukan Malam Pertama
73 Bab 73.Getaran Hati Alex
74 Bab 74.Sonia Di Pecat
75 Bab 75.Jatuh Cinta
76 Bab 76.Menghibur Mentari
77 Bab 77.Kebingungan Awan
78 Bab 78.Tangis Haru Mentari
79 Bab 79.Kegugupan Alex
80 Bab 80.Pernyataan Cinta Alex
81 Bab 81.Selamat Untuk Mentari(end)
82 Pengemuman
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1.Kecelakaan.
2
Bab 2.Kondisi Awan.
3
Bab 3.Syarat
4
Bab 4.Rencana Licik Mama Laras
5
Bab 5.Awan Sadar
6
Bab. 6.Dapat Bini Juga Dapat Perawat
7
Bab 7.Pernikahan
8
Bab 8.Saling Punya Rasa
9
Bab 9.Panggil Aku Hubby
10
Bab 10.Cemburu
11
Bab 11.Drama Di Kamar Awan
12
Bab 12.Kepergian Fajar
13
Bab 13.Setitik Informasi
14
Bab 14.Pijat Refleksi
15
Bab 15.Sama Mencintai
16
Bab 16.Kecelakaan Yang Di Sengaja
17
Bab 17.Pahlawan Bertopeng
18
Bab 18.Posesif
19
Bab 19.Amelia Kerumah Surti
20
Bab 20.Bahigianya Om Anton
21
Bab 21.Hancurnya Pak Gunawan
22
Bab 22.Ke Khawatiran Mentari
23
Bab 23.Terungkap
24
Bab 24.Pengakuan Pak Gunawan
25
Bab 25.Cinta Belum Usai.
26
Bab 26.Masih Mencintai Mu
27
Bab 27.Artikel Mentari
28
Bab 28.Ke Gagalan Om Anton
29
Bab 29.Awan Berjalan
30
Bab 30.Nasip Arini
31
Bab 31.Tawaran Pekerjaan
32
Bab 32.Nyonya Amelia Ke Asrama
33
Bab 33.Awan Sembuh
34
Bab 34.Awan Yang Bucin
35
Bab 35.Menjenguk Fajar
36
Bab 36.Pertemuan Ibu dan Anak
37
Bab 37.Mama Laras VS Mama Amelia
38
Bab 38.Amelia Ke Rumah Subagio
39
Bab 39.Pewaris Perusahaan
40
Bab 40.Malam Pertama Yang Tertunda
41
Bab 41.Nasib Mama Aline
42
Bab 42.Berakhir Derita Arini
43
Bab 43.Awan Keperusahaan
44
Bab 44.Ide Licik Alex
45
Bab 45.Mentari Di Culik
46
Bab 46.Kecemasan Awan
47
Bab 47.Niat Licik Alex.
48
Bab 48.Keberadaan Mentari Terlacak
49
Bab 49.Kemarahan Awan
50
Bab 50.Pertarungan
51
Bab 51.Mimpi Buruk
52
Bab 52.Akting Mentari
53
Bab 53.Alex Curiga
54
Bab 54.Penyelamatan Mentari
55
Bab 55.Pertarunhan Sengit
56
Bab 56.Om Anton Tertembak
57
Bab 57.Penyesalan Alex
58
Bab 58.Pemakaman Om Anton
59
Bab 59.Permintaan Maaf Alex
60
Bab 60.Awan Setuju
61
Bab 61.Hati Alex Hancur
62
Bab 62.Patah Hati Alex
63
Bab 63.Suster Lily Kerumah Mike
64
Bab 64.Pertwmuan Rico Dan Mentari
65
Bab 65.Adelia Pingsan
66
Bab 66.Terkejut Nya Ningsih
67
Bab 67.Ningsih Galau
68
Bab 68.Kepulangan Nadia
69
Bab 69.Pasrah Ningsih
70
Bab 70.Resepsi
71
Bab 71.Semangat Untuk Alex
72
Bab 72.Bukan Malam Pertama
73
Bab 73.Getaran Hati Alex
74
Bab 74.Sonia Di Pecat
75
Bab 75.Jatuh Cinta
76
Bab 76.Menghibur Mentari
77
Bab 77.Kebingungan Awan
78
Bab 78.Tangis Haru Mentari
79
Bab 79.Kegugupan Alex
80
Bab 80.Pernyataan Cinta Alex
81
Bab 81.Selamat Untuk Mentari(end)
82
Pengemuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!