TMTK - BAG 4

“L- lepas! To- tolong!!” Naira berteriak sekencang mungkin dengan harapan ada yang mendengar. Terus melawan, berusaha berontak dari kedua orang pria berkulit legam tersebut.

Orang-orang itu bergerak sangat cepat. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk bisa membawa Naira masuk ke dalam sebuah mobil yang tiba-tiba saja muncul entah darimana, seolah menandakan jika dirinya memang sedang di intai?

Terus menggerakkan kaki. Naira semakin histeris. Kedua tangan gadis itu juga tidak berhenti memukul untuk mempertahankan diri. Perbuatan yang cukup mengundang emosi, terlebih pada pria yang merangkul punggung Naira. Langsung ditekuk dengan siku, dipukul dengan sangat keras sampai membuat Naira hilang kesadaran.

Perlahan matanya menutup seiring kesakitan yang ia rasa. Bukannya merasa bersalah karena sudah menyakiti seorang gadis yang tak berdosa, kedua pria itu malah tertawa seolah baru saja berhasil menaklukkan buruan buas dari dalam hutan.

“Kau lihat gadis ini? Dia sangat cantik. Pantas saja Bos Eddy ingin sekali menjadikannya istri.” satu orang pria yang tadi memegang kaki Naira berbicara. Menatap wajah gadis muda yang tengah gelisah karena keadaan kedua orangtuanya itu.

“Lebih tepatnya cantik dan seksi. Terutama bagian bibir juga dada. Sekal. Tak sengaja terpegang saat tadi aku mendekap tubuhnya untuk kita angkut ke sini,” imbuh pria kasar yang tadi memukul Naira. Menatap penuh minat ke arah gadis muda itu. Ingin sekali merengkuh bibirnya.

Jujur saja sedari tadi adik kecil di dalam celananya sudah meronta-ronta saat ia tak sengaja menyentuh dada Naira. Ingin sekali melahap gadis itu sekarang juga, andai ia tidak ingat jika gadis ranum itu di ingini oleh bosnya.

“Hei… apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila?!” pria sangar itu mendorong rekannya yang barusan hampir saja menyentuh bibir Naira.

“Ahh… kau ini apa-apaan sih?! Aku hanya ingin bibirnya, itu saja, tidak lebih!” sergah pria yang memangku bagian atas tubuh Naira. Sungguh tidak tahan dengan pesona bibir gadis muda itu yang merekah, layaknya bunga mawar.

“Lagipula Bos Eddy mana tahu kalau kita sudah me me rawa ni bibir gadis ini. Dia itu hanya butuh bagian bawahnya saja. Untuk ia jadikan pemerasan agar gadis ini mau menjadi istrinya!”

Kesal. Larangan rekannya itu membuat pria yang ingin merengkuh bibir Naira sewot. Tidak terima, merasa diganggu, padahal ia hanya ingin melalap bibir Naira sebentar saja sebelum nanti diserahkan kepada Eddy.

Tentu hal itu tidak dibiarkan. Bukan hanya pria itu yang melarang. Satu orang yang bertugas mengendarai mobil pun ikut turun tangan. Tidak ingin mendapat masalah jika sampai ketahuan, apalagi ikut mengerjai gadis muda yang bos mereka inginkan.

“Jangan gila kau bujang! Mulut kau itu bau naga. Bos Eddy pasti akan tahu jika kau sudah mendahului miliknya. Dan jika sampai hal itu terjadi, maka bukan hanya kau yang akan kena sial, tapi kami juga!” lontarnya.

Kalah suara. Dengan perasaan kesal pria itu menahan keinginannya. Menekan miliknya untuk kembali terlelap, menunggu nanti malam saja bermain dengan wanita pinggir jalan yang menjadi langganannya.

‘Lihat saja, jika nanti Bos Eddy sudah selesai memakainya. Maka aku tidak akan menunggu lagi. Akan aku cicipi juga gadis ini sesuai dengan apa yang aku inginkan!’ batin pria tersebut

***

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!