...BAB INI MENGANDUNG CERITA DEWASA. MUNGKIN MEMBUAT SEBAGIAN TIDAK NYAMAN. MOHON KEBIJAKAN DALAM MEMBACA❗...
...💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓...
Flashback OFF
Saat ini Reno berada di penthouse miliknya sambil menikmati wine-nya. Dia menumpahkan segala amarahnya dengan minuman memabukkan itu. Dalam hati dia terus mengumpat ayah dan ibu tirinya itu. "Dasar manusia brengsek!"
Ping....suara pesan masuk dari sahabatnya, Zenia
(Zenia) Ren, aku sudah pesankan ayam goreng untukmu, Apa sudah sampai?
Reno hanya membaca pesan dari Zenia tanpa membalasnya. Karena saat ini dia benar-benar mabuk, dan malas membalasnya.
Ping....suara pesan masuk kembali.
(Deliver) Selamat malam kak, ini Yummy Pizza. Saya sudah di depan pintu.
Reno beranjak dari duduknya, melangkah menuju pintu.
Ceklek....
Pintu pun terbuka. Dengan tatapan nanar Reno memperhatikan wanita pengantar pizza yang sedang memakai topi dan masker itu.
"Selamat malam Kak? Ini pesanan anda" ucap si pengantar, sambil menyerahkan pesanan dengan tangan yang gemetar.
Reno masih menatap wanita itu dengan seksama, yang terus tertunduk sambil menutupi wajahnya dengan topi. Namun anehnya dia seperti mengenali suara itu.
Entah kenapa kata Yummy Pizza selalu mengingatkan Reno pada wanita pengantar pizza tempo hari, yang beberapa minggu ini dia pun tak mengetahui kabarnya, siapa lagi kalau bukan Mona.
"Pesanan ini sudah di bayar kak, saya permisi."
"Tunggu, ikut aku ke dalam" perintah Reno.
"Ta-tapi untuk apa kak?"
"Jangan banyak tanya, nanti akan aku kasih tips."
Wanita itu pun menuruti apa kata Reno, karena tergiur mendengar uang tips yang akan di berikan. Karena saat ini dia memang sangat membutuhkan uang untuk membayar uang sekolah adiknya. Walau dalam hati dia merasa cemas.
Dia pun melangkah mengikuti pria pemilik penthouse itu.
"Duduklah" titah Reno. Wanita itu pun duduk.
"Siapa namamu?" tanya Reno sambil memperhatikan wanita itu yang sedang meremas tangannya sendiri.
"Mo-mona Kak."
Benar saja, wanita yang mengantar pesanan Zenia untuk Reno, adalah Mona.
Kemudian Reno mengambil segelas wine lalu mendekati wanita itu. "Minum lah ini, Mona"
"A-apa maksud anda, saya tidak bisa minum" ucap Mona dengan perasaan cemas.
"Jika kau minum segelas, aku akan memberimu uang dua juta, dan jika kau minum lebih dari segelas, kau bisa hitung sendiri berapa uang yang akan kau dapatkan" jelas Reno yang terus menatapnya.
Wanita itu langsung menelan salivanya, mendengar tawaran pria yang ada di hadapannya itu. Dia kebingungan, tapi jika di tolak akan sayang sekali karena uang sebanyak itu tidak akan datang dua kali.
"Aku akan mencobanya, itu kan cuma gelas kecil, aku pasti tidak akan mabuk" batin wanita itu.
"Ba-baiklah, saya bersedia" ucapnya.
Sudah pasti dia harus membuka masker yang menutup wajahnya itu. Dia membuka masker hitamnya. Perlahan wajahnya dapat di lihat Reno. Wajah yang tak asing baginya. Dialah wanita pengantar pizza tempo hari dan wanita yang hampir dia tabrak saat itu.
"Ayo minumlah" perintah Reno dengan setengah tersenyum.
Mona meminum segelas wine itu sedikit demi sedikit. Dia bisa merasakan minuman itu terasa agak asam dan meninggalkan jejak pahit dan manis sedikit. Awalnya dia merasa aneh meminumnya, tapi tanpa di sadari dia mulai menikmati minuman beralkohol itu hingga tak terasa Mona telah menghabiskan lima gelas wine.
Perlahan namun pasti dia bisa merasakan sensasi panas pada tubuhnya, perutnya mulai sedikit mual dan kepalanya terasa berat dan pusing.
Lalu tiba-tiba Mona melepas topinya. Yang lebih mencengangkan tanpa dia sadari dia membuka pakaiannya sendiri, karena merasakan panas dari dalam tubuhnya. Sudah pasti kejadian itu di saksikan Reno. Dia dapat melihat dada sintal menggoda milik Mona yang terbungkus bra berwarna biru muda itu.
Reno mulai gusar dan jantungnya berdegup kencang. Tatapan nanar nya terus memperhatikan Mona yang tubuhnya terus menggeliat dia atas sofa karena sensasi panas yang dia rasakan. Terlihat beberapa kali Mona yang menggigit bibir ranumnya sendiri. Wanita itu seperti wanita nakal yang sedang menggoda sang pengacara.
"Sial, milikku" gumam Reno yang merasakan senjatanya menegang.
Dia terus memperhatikan Mona sambil meremas tengkuk lehernya sendiri, berusaha menahan hasrat kelelakiannya agar tak menguasainya. Tapi itu sia-sia, semakin dia tahan semakin dia menginginkan tubuh wanita yang di hadapanya kini.
Dia mendengus nafas kasarnya, "Sial, aku tidak tahan lagi"
Reno beranjak dari duduknya lalu menindih tubuh Mona dan langsung melumat bibir manisnya.
"Mmmm" suara Mona yang berusaha melepas lumatan bibir Reno. Setelah puas mempermainkan bibirnya, pria itu melepas ciumannya.
"Ahh....a-pa yang kau lakukan?" ucap Mona setengah sadar.
"Ini semua salahmu, aku menjadi binatang buas karena aku membenci wajah polos sepertimu." suara rendah Reno.
Lalu Reno melanjutkan sentuhan panasnya ke setiap inci tubuh wanita yang sedang mabuk itu. Sudah pasti respon tubuh Mona menggelinjang hebat karena sentuhan pria untuk pertama kali dalam hidupnya.
"Ahh....jangan" lenguh Mona sambil menggigit bibirnya.
Reno kemudian menggendong Mona ke kamarnya, membaringkan tubuhnya di atas ranjang miliknya. sudah pasti selanjutnya adalah hubungan intim keduanya yang tak terhindarkan. Dua manusia yang mabuk, yang saling berbagi tubuh dan saling memuaskan di luar kesadaran keduanya.
"
"
"Aduh sakit!" pekik Mona yang merasakan sakit pada daerah sensitifnya. Perlahan dia membuka matanya yang terasa berat. Dia merasakan sakit dan pegal di setiap bagian tubuhnya.
"Aaaaakh!" teriak Mona yang mendapati tubuhnya sudah tak memakai sehelai pakaian.
"Apa yang terjadi padaku?!" Mona yang kebingungan, dengan tubuh yang gemetaran. "Siapa yang melakukan ini?"
Mona berusaha berdiri dengan rasa sakit dan perih yang di alaminya. Dia meraih bajunya yang berserakan di lantai sambil terus menangis pilu. Sungguh dia tidak mengerti kenapa dia berakhir seperti ini.
"Kau sudah sadar" suara rendah Reno yang baru keluar dari kamar mandi, hanya dengan handuk yang melilit pinggangnya.
"Kau!"
Mona mengepalkan tangannya dengan menatap penuh kebencian pada Reno yang sedang menatapnya dengan tatapan merendahkan.
"Apa yang kau lakukan padaku?! Dasar brengsek!" Mona menangis histeris sambil memukul dada bidang pria tersebut.
"Apa salahku, sampai kau renggut kehormatanku, kenapa?!" ucap Mona dengan tangisannya yang memilukan. Sampai tubuhnya tak sanggup berdiri. Dia pun akhirnya terduduk lemas di lantai.
Reno pun tak bisa menjawab apa alasannya, kenapa dia sampai hati melakukan perbuatan bejat itu ke Mona. Padahal dia sendiri seorang pengacara, yang harusnya menghindari perbuatan yang bertentangan dengan hukum.
Dia menatap Mona yang masih terus menangis meratapi nasibnya. Rasa bersalah mulai mengusik hatinya. Namun setiap melihat wajah Mona, entah kenapa dia selalu teringat dengan ibu tirinya, Wilma.
"Pakai dulu pakaianmu, setelah itu kita bicara." ucap Reno, lalu meninggalkan Mona yang masih terduduk menangis, dengan tubuh yang masih di tutupi selimut.
Mona beranjak dari duduknya dan menuju ke kamar mandi dengan langkah tertatih.
"Hiks, hiks, hiks....." tangisan lirih Mona.
Dia merengkuh tubuhnya sendiri di bawa guyuran air shower. Dia tak percaya kebodohannya yang tergiur dengan uang tips yang di tawarkan, malah membuat dia kehilangan kehormatannya.
"Ayah, maafkan Mona" gumam Mona dengan rasa penyesalan nya.
...****************...
...Jangan lupa kasih...
...like 👍...
...Comment 🗣️...
...Subscribe ✔️...
...Follow ➕...
...Vote 💌...
...Nilai⭐⭐⭐⭐⭐...
...jangan lupa hadiahnya 🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Sugiharti Rusli
bisikan syaitan memang sungguh memabukan yah Mon, dengan iming" tips dan kehorhamatan tergadai
2024-07-14
0