Flashback ON
Di sebuah ruang keluarga, telah berkumpul beberapa anggota keluarga Winata. Mereka sedang membahas pernikahan kedua Teddy, dengan putri keluarga Nugroho, yaitu Wilma Yuria Erlangga.
"Bagaiman Teddy? Kamu harus memutuskan sekarang" ucap Doni Winata, ayah Teddy.
"Benar nak, jika kamu tidak menikah dengan putri Nugroho, Ayahmu akan masuk penjara dan karirmu sebagai pengacara akan tercoreng" saut Lina Winata, ibu Teddy.
Skandal pencucian uang yang melibatkan ayahnya, membuat Teddy mau tidak mau harus menerima kesepakatan dengan keluarga Nugroho untuk menikahi putrinya. Karena keluarga Nugroho memiliki semua bukti keterlibatan Doni atas kejahatannya itu.
Teddy langsung menatap istrinya yang duduk di sampingnya. Terlihat kesedihan dari raut wajahnya. Rencana pernikahan kedua suaminya membuat hatinya resah.
"Sayang bagaimana?" ucap Teddy sambil menggenggam tangan istrinya.
Ranti hanya terdiam tak mampu menjawab. Mulutnya terasa terkunci. Bagaimana dia mau menjawab, sebagai seorang istri yang akan di madu, jelas itu sangatlah berat baginya.
Lina yang melihat menantunya itu memutar bola matanya malas. "Kenapa kamu hanya diam Ranti, langsung setujui saja, apa susahnya sih?!"
"Harusnya sejak awal putraku menikahi Wilma yang seorang putri dari keluarga terpandang, bukan wanita miskin sepertimu yang sakit-sakitan" ucap Lina lagi.
"Ibu cukup! Bisakah ibu tidak mengungkit itu lagi?!" Teddy menatap tajam ibunya. Sedangkan Lina memasang wajah acuh tak acuh.
"Ba-baiklah aku setuju" suara Ranti yang begitu berat.
Dia akhirnya menyetujui pernikahan kedua suaminya, walau dalam hatinya dia tak rela berbagi cinta dengan wanita lain. Tapi apalah daya, dia tak mampu menolak. Karena sebelum pembicaraan ini, Ranti terus di tekan mertuanya untuk menyetujui pernikahan itu. Terlebih dari awal keluarga Winata sama sekali tidak menyetujui pernikahannya dengan Teddy karena perbedaan status sosial.
Di sudut rumah, terlihat seorang anak laki-laki yang sedang menguping pembicaraan mereka. Dia adalah Reno, yang usianya baru menginjak 9 tahun. Terlihat kemarahan dari raut wajahnya.
Reno kecil sering sekali melihat ibunya di perlakukan tidak adil oleh keluarganya sendiri. Bahkan ada suatu kejadian dimana ibunya pernah di permalukan di depan banyak orang saat ulang tahun pernikahan kakek dan neneknya. Ibunya di perlakukan bak seorang pembantu hanya karena asal-usul keluarganya yang dari kalangan bawah.
"
"
Pada akhirnya pernikahan itu terlaksana, di saksikan oleh Ranti. Hatinya sudah pasti hancur, walau dia harus berbesar hati untuk menerima semuanya.
"Bagaimana para saksi, sah" tanya penghulu.
"Sah" jawab semua orang yang hadir.
Acara pernikahan suaminya berakhir dengan kebahagiaan kedua keluarga, yaitu keluarga Winata dan Erlangga. Tapi tidak dengan Ranti. Wanita itu nampak lesu dengan raut wajah yang nampak pucat. Tak terkecuali Reno yang saat itu menyaksikan pernikahan ayahnya kembali dengan wanita lain, membuat dia sangat membenci keluarganya.
Di dalam kamar, terlihat Ranti yang terus menangisi nasibnya. Pria yang amat di cintainya itu sedang menghabiskan waktu bersama istrinya yang lain.
Perhatian keluarga besar Winata lebih tertuju pada Wilma saat ini, walau dia hanya berstatus sebagai istri sirih, mereka begitu memperhatikan menantu barunya itu.
Terlebih Teddy yang kini sudah mulai mengabaikannya dan lebih perhatian pada istri barunya yang lebih muda, lebih cantik dan status sosialnya bisa di bilang setara.
Teddy yang selama ini menjadi penyemangat untuknya dari tekanan keluarga besar, sudah tak lagi dia harapkan. Dirinya sudah putus asa.
Sampai pada akhirnya dia putuskan bercerai dengan Teddy. Awalnya Teddy menolak gugatan cerai dari Ranti, karena pria itu masih sangat mencintai istrinya. Tapi pengaruh dan tekanan dari kedua orang tuanya membuat Teddy menyanggupi keinginan Ranti untuk bercerai.
Setelah perceraian itu, Ranti keluar dari rumah keluarga Winata dan tinggal di sebuah desa kecil bersama putarnya. Dia mulai membuka usaha florist, dan usaha tersebut berhasil dan sukses. Wanita itu menata hidup dan perekonomiannya tanpa bayang-bayang keluarga Winata.
Dari usahanya itu Ranti bisa membeli mobil dan rumah yang layak bagi dirinya dan putra semata wayangnya.
Awalnya Ranti bahagia dengan kehidupan barunya bersama Reno, Namun setelah tiga tahun menjalani kehidupan yang damai. Kedatangan mantan ibu mertuanya yang tiba-tiba menjadi awal kehancuran keluarga kecilnya.
Lina memaksa Reno untuk kembali tinggal bersama ayahnya. Di karenakan Wilma yang tak kunjung memberikan keturunan pada keluarga Winata.
"Ibu!" teriak Reno yang di bawa paksa oleh orang suruhan neneknya. Dia menangis histeris, tak ingin melepas genggaman ibunya.
"Reno! Putraku" Ranti berusaha menggenggam tangan putranya. "Apa yang kalian lakukan?! Lepaskan putraku!" teriaknya.
"Cucuku tak layak tinggal bersamamu, dia lebih baik tinggal bersama ayahnya" ucap Lina.
"Ibu, aku mohon jangan pisahkan aku dengan putraku, dia satu-satunya milikku" pinta Ranti dengan bercucuran air mata.
Mantan mertuanya itu tetap bergeming, malah wanita baya itu melempar sejumlah uang tepat di wajah Ranti. "Ini ambil lah! Dan relakan cucuku. Jika masih kurang! Datang saja padaku!" ucap Lina.
Begitu kesal hati Ranti mendengar ucapan Lina.
Plak....
Tamparan Ranti mendarat di pipi wanita baya itu.
Lina meringis kesakitan. Dia membulatkan matanya menatap Ranti penuh kebencian. "Dasar kau wanita tak tau diri! Harusnya aku tak pernah punya menantu sepertimu!" makian yang keluar dari mulut Lina.
"Cepat! Bawa cucuku!" perintah Lina pada anak buahnya.
"Baik Nyonya"
"Tidak mau! Aku ingin bersama ibuku." Reno yang terus memberontak. "Nenek jahat! Kalian semua jahat" teriak Reno.
Reno terus di tahan, di bawa paksa sampai masuk ke dalam mobil. Ranti berlari mengejar mobil yang telah melaju itu. "Reno! Reno putraku!" teriak Ranti dengan suara tangisannya yang begitu lirih. Wanita itu tak bisa mempertahankan putranya. Dia benar-benar tak berdaya saat itu.
Segala upaya Ranti lakukan untuk mendapatkan putranya kembali. Dari menemui mantan suami dan kedua mertuanya, mencoba membicarakan semuanya dengan cara baik-baik, tapi tak membuahkan kata kesepakatan. Hingga dia menempuh jalur hukum, namun akhirnya berakhir sia-sia. Ranti benar-benar putus asa.
Dia semakin terpuruk dengan tidak diizinkan dirinya bertemu dengan putranya walau hanya semenit saja. Hingga membuat dirinya kecanduan obat-obatan untuk menghilangkan depresinya. Bertahun-tahun Ranti tenggelam dalam kesedihan dan rasa sepinya.
Reno yang beberapa kali menyaksikan ibunya yang di usir dari rumah keluarga Winata hanya untuk menemuinya, membuat dirinya membenci keluarganya sendiri.
Kebencian itu semakin memuncak saat dia tiba-tiba di paksa bersekolah ke Amerika. Ranti yang mengetahui itu, mati-matian menolak rencana mantan suaminya. Namun dia tetap tak mampu menghalangi rencana itu.
Pada akhirnya dia harus merelakan kepergian putranya, yang merupakan penyemangat hidup satu-satunya. Dia yang biasa menemui Reno diam-diam di sekolahnya, kini tidak bisa lagi bertemu.
Reno remaja pun tak bisa berbuat apa-apa. Dia harus rela meninggalkan ibunya sendiri yang terus di bawah tekanan keluarga Winata.
Namun tak berselang lama, kabar ibunya yang tewas akibat kecelakaan mobil membuatnya syok. Sudah pasti hancur hatinya saat itu. Dia yang awalnya berkeinginan mengangkat harkat martabat ibunya, setelah menyelesaikan pendidikannya di Amerika, pupus sudah. Dia kehilangan ibunya yang malang untuk selamanya.
Dari situlah awal mula semakin memburuknya hubungan Ayah dan anak tersebut. Kematian ibunya yang menjadikannya begitu membenci pernikahan dan alasan dirinya tak pernah ingin mencintai seseorang atau sebaliknya. Apalagi percaya cinta. Baginya itu hanya fatamorgana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Sugiharti Rusli
oh pantas si Reno seperti mengalami trauma, karena perlakuan terhadap ibunya dari ayah dan keluarganya rupanya
2024-07-14
0