Setelah acara ramah tamah selesai, Pak Lewis dan istri pamit untuk pulang kepada Pak Johannes bersama dengan kedua mahasiswanya.
Direktur Yuhu Factory itu begitu senang dengan kinerja Pak Lewis, Alexa, dan Julius sehingga beliau menginformasikan tambahan penghasilan yg akan ditransfer oleh bagian keuangan perusahaan.
Ketika Pak Lewis dan istri keluar aula, giliran keluarga Holanda mendekat ke arah Pak Johannes untuk mengatakan sesuatu sebagai tamu undangan, Alexa dan Julius pun ikut menyaksikan pertemuan kedua pemilik perusahaan tekstil besar di Paris.
"Selamat atas konferensi ini, Jo. Aku sebagai rivalmu bangga memiliki saingan bisnis yang begitu terbuka terkait evaluasi perusahaan" sapa Frans dengan angkuhnya.
"Ah terima kasih, Frans. Aku juga sangat senang kamu bersedia hadir di acara kecil Yuhu Factory ini. Oh ya, ini kan putrimu? Dia sangat hebat" sahut Johannes dengan tenang.
"Ya betul, Alexa adalah putri satu satunya yang kumiliki dan dia begitu menawan bukan? Tidak kalah dengan putri pertamamu yang saat ini sedang menikmati bulan madu bersama suaminya" sindir Frans.
"Wah anda begitu perhatian dengan putriku ternyata ya, Pak Frans. Seharusnya waktu itu saya tidak memisahkan Alfonso dengan Joana sehingga bisa menjadi besan ya hahaha" sindir balik Johannes membuat Frans terkena boomerangnya sendiri.
Alfonso pun semakin terlihat menahan marah. Jika bukan karena dia pewaris keluarga Holanda, mungkin beberapa bulan lalu nekat membawa Joana pergi dan kawin lari bersama wanita yang ia cintai. Namun perbedaan serta perseliaihan keluarga mereka yang membuat kedua sejoli itu pun belum bisa bersama dan terpaksa berpisah secara tidak baik baik.
"Memang sepertinya kita tidak bisa menjadi besan nih, Pak Johan. Bisa bisa nanti terjadi perang dunia ketiga" sinis Ira yang juga berusaha memberikan perlawanan kepada musuh suaminya yang berarti musuhnya juga.
Alexa dan Julius hanya diam mendengarkan serangan kata dari orang dewasa didepan mereka.
"Hahahahhaa, Bu Ira bisa bercanda juga ya. Keluarga Holanda memang istimewa" sahut Pak Johannes dengan tawa yg cukup keras.
Frans, Ira dan Alfonso terpaksa ikut tertawa kecil meskipun hati mereka sama sama ingin menyerang balik.
"Pak Johannes, sebelum kami undur diri dan berpamitan, saya juga ingin mengucapkan selamat atas lancarkan acara ini" ucap Alfonso yg mencoba ramah namun hatinya sungguh ingin mendorong Johannes hingga jatuh kebelakang.
"Memang putra mahkota Holanda ini berbeda ya, terlihat dingin tapi begitu perhatian. Terima kasih banyak sudah hadir. Andai saja kamu percaya apa kata putriku, mungkin sekarang kamu sudah jadi menantuku, Al. Kamu gagal melewati ujianku" sahut Pak Johannes sambil menepuk pundak Alfonso.
"Biarkan yg lalu berlalu, Pak Johan. Saya tidak menyesali keputusan saya untuk lebih memilih mengembangkan karir saya dan membangun perusahaan Amore semakin besar. Joana memang lebih pantas bersama suaminya saat ini karena ya memang suaminya lah yg berhak menikmati tubuhnya" balas Alfonso menohok hingga Johannes merasa tidak terima, putrinya dihina secara vulgar begitu.
Wajah Johannes yang tadi terlihat santai dan berusaha tenang, tersulut emosi memasang wajah datar.
"Oh maaf maaf, Pak. Saya tidak bermaksud berbicara yg buruk tentang mantan kekasih saya, tapi ya memang kenyataan. Jika saya menjadi suami Joana, mungkin dia tidak saya perbolehkan bekerja karena akan melayani saya dirumah" lanjut Alfonso lagi hingga membuat Johannes semakin naik pitam dan langsung memukul pria itu.
Buk!
Alfonso memundurkan langkahnya kebelakang setelah menerima pukulan Johannes.
"Silahkan kalian pulang dan jangan hina putri saya lagi. Cukup kita menjadi rival bisnis dan secara keluarga atau hubungan masa lalu, tidak ada" ucap Johannes dengan penekanan.
Alfonso tersenyum smirk sambil mengusap sudut bibirnya yg berdarah. Ira panik dan segera memperhatikan putranya.
"Kamu gapapa sayang?" tanya Ira sambil menghadapkan tubuh Alfonso padanya.
Frans bersiap siap membalas pukulan Johannes pada putranya tapi tangannya yg mengepal ditahan oleh Alexa.
"Sudahlah, Pap. Mari kita pulang. Tidak enak masih dilihat banyak tamu" ucap Alexa sambil memegang tangan ayahnya.
Pria yg sudah terlihat berumur 50an tahun keatas itu pun diam sambil menatap tajam kearah Johannes yg juga menatapnya dengan marah.
"Ayo pap, pulang" ajak Alexa lagi sambil menarik tangan ayahnya.
"Ayo mam, kita pulang" lanjutnya sambil menarik tangan ibunya.
Keluarga Holanda pun berjalan keluar Aula dan diikut oleh Julius yang sedang kebingungan dalam drama keluarga orang kaya, padahal dia juga berasal dari keluarga kaya. Namun berbeda drama.
Sesampainya mereka diluar gedung Yuhu Factory, Frans dan Ira pun mulai menyadari keberadaan Julius di sekitar mereka. Perhatian mereka pun tertuju pada rekan penelitian putrinya, selagi menunggu mobil mereka dibawa Alfonso ke lobby.
Julius mulai tidak nyaman dengan tatapan Frans yg menatapnya tajam tanpa senyum, dari bawah sampai atas penampilannya.
Alexa yang sudah peka jika ayahnya itu sedang menilai status rekan penelitiannya itu dari cover, langsung mengenalkan Julius dengan baik.
"Pap, jangan dilihatin gitu Juliusnya, dia malu" ucap Alexa pada Frans.
"Hmmm, kamu dari keluarga kaya atau miskin?" tanya Frans to the point.
Ira pun langsung menyegol tangan suaminya karena pertanyaan yg frontal.
"Ih pap, jangan tanya begitu sama temen Alexa dong, nggak sopan" sahut Alexa sambil bergelantungan di lengan ayahnya.
"Papi hanya memastikan teman temanmu itu dari kalangan apa, biar kejadian pengkhianatan si pria bajingan Reno bersama sahabatmu si Ceri itu tidak terulang. Kan dari awal papi dan mami udah ngingetin kamu, jangan sampai berteman atau memiliki kekasih yang statusnya dibawah kita, kamu hanya dimanfaatkan" ucap Frans serius membuat Julius menundukkan kepalanya, berpura pura sedih dengan ucapan ayah temannya itu.
"Sayang. Jangan gitu sama temen baru Alexa dong, lagi pula Julius terlihat anak baik baik, dia tidak akan mengkhianati putri kita. Dia pinter lagi, jadi bisa membantu Alexa hingga lulus" sahut Ira yang keberatan jika suaminya begitu angkuh didepan orang miskin.
"Mami ini ah, gak sehati sama papi padahal kan aku sebagai ayah hanya ingin putri kita tidak disakiti" ujar Frans.
"Iyaa, mami tau. Tapi Julius dan Alexa hanya berteman saja dan bekerja sama dalam penelitian, setidaknya mereka sama sama menggunakan otak daripada pake hati" ucap Ira membuat Frans tak bisa berkutik lagi dan mulai capek berdebat dengan sang istri.
"Terserah" closing Frans bersamaan dengan mobil BMW Sedan versi terbaru datang didepan mereka. Alfonso sudah datang sebagai driver ayah dan ibunya.
"Ayo pulang, Lex" ajak Ira.
"Iya mi, aku nganter Julius dulu, baru pulang kerumah. Tadi kita bareng bareng datangnya" sahut Alexa.
"Yakan, belum belum udah ngerepotin putriku, dasar pria miskin" gerutu Frans tapi masih bisa didengar Ira, Alexa dan Julius.
Mereka hanya diam saja hingga Frans berhasil masuk mobil diikuti Ira. Tinggal lah Alexa dan Julius didepan lobby.
"Lihat saja Pak Frans, kamu akan menyesal telah menghina putra mahkota keluarga Agustus" batin Julius sambil menahan marah atas hinaan pada dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Nabila
lanjut
2024-02-22
0