Dengan rasa kesal masuk di kelas, Alexa memasang wajah cemberut dan begitu pasrah dengan tugas marketnya yg akan dikumpulkan pagi ini.
Reno yang juga sekelas dengan Alexa berusaha mengembalikan mood sang pacar dengan menenangkan menggunakan bujukan romantis ala playboy cap kakap.
"Babe, relax ya. Nanti Pak Lewis pasti menerima alasanmu, apalagi kamu mahasiswa berprestasi juga, mungkin akan diberikan kesempatan untuk memperbaikinya" ucap Reno.
Alexa mencoba mengikuti bujukan Reno itu, merilek kan tubuhnya dan menghilangkan rasa kecewa atas usahanya yang sia sia.
"Thanks, babe" sahut Alexa sambil tersenyum pada Reno.
Disampingnya juga sudah ada sahabat setianya bernama Ceri.
"Bener kata, Reno. Kamu mahasiswa berprestasi, Lex, jadi Pak Lewis akan memberikanmu kesempatan untuk memperbaiki marketmu ini. Tunjukkan aja foto market mu yg udah jadi, kamu fotokan?" tanya Ceri.
Alexa pun mengangguk menandakan jawaban iya dan merasa saran dari sahabatnya ini baru terpikir olehnya.
"Kamu bener juga. Karena kesal dan marah sama lelaki gak jelas itu sampek gak kepikiran nunjukkin foto marketku tadi pagi sebelum terjatuh" ujar Alexa merasa lega dengan saran Ceri.
"Nah, gitu dong. Masa Alexa menyerah begitu saja" goda Ceri.
Akhirnya Alexa pun siap menunggu Pak Lewis untuk datang ke kelas.
Beberapa menit kemudian, Pak Lewis datang bersama seorang pria yg telah merusak market Alexa. Siapa lagi kalau bukan Julius membuat mata wanita itu dan Reno pun menatap tajam kedepan.
"Kok bisa pria itu ada disini?" lirih Reno tak percaya.
Alexa masih terpaku memandang kedepan kearah Julius yang juga sedang memandangnya.
"Ternyata, aku sekelas dengan wanita angkuh itu" batin Julius sambil tersenyum tipis.
Alexa yang melihat senyuman tipis Julius seperti ditantang oleh pria itu.
"Kurang ajar, bisa bisa nya dia bisa sekelas denganku" batin Alexa dengan kekesalan yang kembali datang di raut wajahnya.
"Selamat pagi. Hari ini kelas kita kedatangan mahasiswa Double Degree dari Oxford, Inggris. Namanya Julius. Dia dari jurusan Management Bisnis dan mengambil spesialis di pemasaran fashion jurusan kita. Maka dari itu, untuk kelas pertamanya, dekan menyuruh masuk di kelas Rekayasa Marketing, yang saya ajarkan. Silahkan perkenalkan dirimu" ucap Pak Lewis.
Julius pun mulai mengeluarkan suaranya.
"Terima kasih atas kesempatan dari Pak Lewis untuk saya bisa berada di kelas beliau yang terlihat sungguh menarik melihat banyak market pemasaran di depan saya , yang bisa saya simpulkan di kelas ini akan banyak praktikal dalam mengaplikasikan ilmu yg sudah diajarkan. Perkenalkan nama saya Julius Amstrong, saya berasal dari Inggris dan memang saya tertarik mempelajari pemasaran fashion lebih dalam lagi. Mohon bantuannya" sapa Julius terdengar sopan dan seperti pria berpendidikan tinggi sesuai dengan alasan dia mengambil program double degree.
Ceri terkesima dengan Julius meskipun penampilan pria itu sederhana dan terlihat kusut untuk kemeja yg telah dipakai serta ada noda darah di bagian siku.
Tanpa mengetahui jika pria yg menyita perhatiannya itu adalah pria yg sudah merusak market sahabatnya.
"Lumayan. Meskipun terlihat berpenampilan tidak menarik, tapi pria ini terlihat pintar" puji Ceri yang dapat didengar Alexa dan Reno.
Alexa memutar bola matanya , malas mendengar pujian sahabatnya itu.
"Oke, perkenalannya sudah cukup. Kamu bisa mencari kursi kosong untuk mengikuti kelas ini" ucap Pak Lewis mempersilahkan Julius turun podium dan mencari posisi duduk.
Mahasiswa baru itu, duduk di barisan paling depan.
Pak Lewis memulai memberikan materi diawal lalu menagih tugas market yang telah diberikan minggu lalu.
"Silahkan mempresentasikan tugas market minggu lalu. Setiap mahasiswa berkesempatan 7 menit dan 3 menitnya tanya jawab" perintah Pak Lewis.
Satu persatu mahasiswa melakukan apa yang diperintahkan dosennya, Reno dan Ceri pun mempresentasikan tugasnya, sedangkan giliran Alexa, ia malah melaporkan kesialannya pagi ini kepada Pak Lewis.
Sambil membawa marketnya yg rusak dihadapan sang dosen, Alexa dengan wajah memelas meminta maaf karena belum bisa mempresentasikan tugasnya dengan baik.
"Mohon maaf, Pak Lewis. Market saya tadi jatuh diparkiran karena seorang pria yang tidak bertanggung jawab. Saya meminta waktu untuk memberikan kesempatan memperbaikinya. Untuk menjamin bahwa saya sudah seharusnya menyelesaikan tugas ini , saya akan menunjukkan foto yg tadi saya ambil sebelum berangkat ke kampus" ujar Alexa menyindir Julius yang lagi lagi tersenyum mendengar perkataan wanita yg menyebutnya miskin.
Alexa pun menunjukkan foto market yg telah jadi tadi pagi kepada Pak Lewis dan berhasil membuat dosennya itu memberikan kesempatan kepadanya. Tapi syarat yg diberikan Pak Lewis sungguh membuat Alexa kesal setengah mati namun tak bisa membantah.
"Baiklah, Lexa. Aku akan memberikan waktu 3 hari untuk kamu memperbaiki market ini. Marketmu ini sungguh bagus, sayang sekali mengalami hal yg tidak mengenakan. Dan untuk memudahkanmu serta bisa menambah value marketnya, saya ingin kamu bekerja sama dengan Julius dalam menyelesaikan tugas ini. Julius sebagai mahasiswa baru disini perlu mendapatkan penyesuaian pengetahuan yg ia dapatkan dari Oxford dan sharing dengan pengetahuan dari kampus kita. Mungkin apa yang diketaui Julius bisa menambah pengetahuanmu juga dan sebaliknya, ia pun mendapatkan pengetahuan darimu" arahan Pak Lewis membuat Alexa tak percaya dan mencoba menolak.
"Tapi pak, saya bisa sendiri. Saya bisa dalam 3 hari mengumpulkan tugas ini" sanggah Alexa.
"Iya, saya tau kamu mampu Alexa. Saya percaya kemampuan kamu dalam membuat market ini patut diacungi jempol. Tapi saya juga ingin pengetahuanmu bertambah dengan mahasiswa Oxford. Ini juga menguntungkan untukmu" jelas Pak Lewis membuat Alexa tak bisa menolak lagi.
"Menguntungkan? Malah yang ada merugikan. Kalau bapak tau, dia yang merusak market saya" batin Alexa.
"Baik Pak" ucap Alexa mau tidak mau ya menerima perintah dosen.
Setelah giliran Alexa selesai, masih ada beberapa mahasiswa yang presentasi sebelum bel kelas berbunyi bertanda kelas berakhir.
Alexa yang merasa kesal, selepas Pak Lewis keluar kelas, ia menghampiri Julius sambil membawa marketnya yg rusak lalu melemparkannya dihadapan pria itu.
Brak!
"Buang market ini. Kamu tidak perlu membantu ku. Aku bisa sendiri" ucap Alexa dengan angkuhnya lalu meninggalkan kelas diikuti oleh Reno dan Ceri.
Julius terdiam dengan posisinya yg masih duduk.
"Dasar wanita angkuh" lirih Julius dengan kesal dan menahan marah. Tapi diantara perasaan tidak nyaman itu, Julius semakin tertantang untuk menaklukan Alexa.
"Lihat saja, aku akan membuatmu bertekuk lutut dihadapanku" lanjut Julius dalam hatinya.
Setelah masuk kelas pertama bersama Alexa, Julius ternyata masuk kelas lainnya tanpa ada wanita itu. Hari pertama masuk kampus fashion di Paris begitu memberikan kesan luar biasa bagi Julius.
Kesal karena diawali dengan kejadian tidak terduga, takjub karena kurikulum kampusnya begitu bagus, serta merasa nyaman karena fasilitas kampus yg begitu pro untuk fashion.
Ketika akan pulang, ia bingung bagaimana pulang naik sepeda gayung dengan membawa market yg rusak itu dengan ukuran 30cm x 30cm.
"Sungguh merepotkan" gerutu Julius yang sudah di parkiran sepedanya. Pada akhirnya ia inisiatif memotong papan market itu jadi 2 dan ia masukkan ditasnya. Biarkan yang rusak tetap rusak sampai bisa diperbaiki, batinnya.
Dari kejauhan upaya Julius membawa market milik Alexa itu dilihat oleh 3 orang yang tidak lain adalah pemilik market bersama pacar dan sahabatnya.
"Pria itu begitu pintar" celetuk Ceri yg lagi lagi memuji Julius padahal dia sudah tau jika pria itu yg merusak market milik sahabatnya.
"Hiss, puji terus tuh orang. Kalau kamu ngomong sama dia, rasanya bikin kesel terus" sahut Alexa.
"Emang dasar Ceri tuh gampang tergoda" celetuk Reno yg juga kesal mendengar pujian Ceri kepada pria yg baru mereka kenal itu.
"Kalian memang udah benci sama dia, apapun yg dia lakuin salah dimata kalian kan? Kita lihat aja satu tahun ini , dia seperti apa. Aku pikir sih dia bukan pria biasa. Ada aura yg menarik darinya" ujar Ceri.
"Terserahlah. Aku begitu membencinya" ucap Alexa.
"Awas loh, benci jadi cinta" sindir Ceri.
"Ngawur lu Cer. Alexa milikku!" sewot Reno.
"Hahahaha, semuanya tidak ada yang abadi kawan" sahut Ceri dengan senyuman smirk.
Alexa sudah lelah dan capek apalagu mulai mendengar perdebatan sahabat dan kekasihnya yg tidak jarang terjadi, membuatnya ingin segera pulang.
"Aku mau pulang. Kalian pulanglah. Aku membutuhkan waktu sendiri" ucap Alexa lalu masuk ke mobilnya dibagian pengemudi.
"Kiss dulu dong, babe" minta Reno menahan tangan Alexa sebelum masuk mobil.
Cup.
Alexa langsung mencium bibir Reno sekilas dan masuk ke mobil. Ceri yang sudah biasa melihat sahabat dan pacarnya bermesraan didepannya, mengalihkan pandangan jengah.
"Bye" pamit Alexa lalu mengemudi mobilnya menjauh dari Reno dan Ceri yang masih berdiri berdampingan melihat mobil Alexa menjauh dari mereka.
"Enak banget dapet kiss dari pacar" celetuk Ceri kepada Reno.
"Kamu mau?" tantang Reno sambil menghadapkan tubuh Ceri didepannya.
Dengan wajah cemberut, Ceri membalas "Aku gak mau bekas sahabatku"
"Oh masa? Oke, aku akan membuatmu juga menyesal telah memuji pria lain di hadapan kekasihmu ini" sahut Reno lalu menarik tangan Ceri menuju bagian yang rimbun dengan pohon lalu menyandarkan tubuh Ceri di salah satu pohon kokoh disana.
Tanpa berkata apapun lagi, Reno langsung mencium bibir Ceri dengan brutal dan penuh nafsu. Anehnya, Ceri menerima ciuman dari pacar sahabatnya itu dengan brutal juga.
Hingga tautan bibir mereka terlepas ketika sama sama kehabisan nafas.
"Kamu kekasihku yang sebenarnya, honey" lirih Reno dengan nafas menggebu.
"I know. Kisa me again" minta Ceri sambil menarik leher Reno untuk menyatukan bibir mereka lagi.
Eh ternyata, Ceri dan Reno telah bermain belakang Alexa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Let's Wear By Dinda Maharani
ternyata,,,,,......
2024-03-07
0