Julius berencana menyembunyikan identitasnya sebagai pewaris keluarga Agustus selama berkuliah dan menggunakan nama Julius Amstrong sebagai penyamarannya.
Apalagi ketika pergi ke Paris untuk melanjutkan double degree, Julius melengkapi penyamaran menjadi pria biasa terlihat tak memiliki harta dengan penampilan sederhana. Menggunakan sepeda gayung untuk pergi ke kampus.
Hari ini, Julius pertama kali masuk ke kampus pilihannya di Paris. Dengan wajah yg tampan dan penampilan seadanya (berbeda ketika di Inggris) , ia masih terlihat bukan anak biasa. Julius sampai menggunakan bedak dengan tone kecoklatan agar kulit tubuhnya yg putih seperti keluarga bangsawan dan kaya raya tertutupi.
Kali pertama masuk kampus menggunakan sepeda gayung di negara orang, Julius salah jalan dan tanpa sengaja hampir menabrak seorang wanita yang sedang membawa market peraga seperti tugas kuliah ketika tiba tiba si wanita keluar dari pintu mobil tanpa tau Julius sedang bersepeda kearahnya.
Menghindari menabrak seorang wanita, Julius malah membelokkan sepedanya tiba tiba hingga jatuh tersungkur di jalan dan karena terkejut juga, si wanita menjatuhkan marketnya di jalan.
Brak!
Suara jatuhnya market dan sepeda Julius bersamaan.
"Astagaa, market ku!" teriak wanita itu tanpa peduli Julius yg terjatuh karena menghindarinya.
Julius meringis melihat luka di siku tangannya dan kakinya hingga menyebabkan kemeja serta celananya sobek.
Karena merasa bersalah, Julius pun berdiri dan mendekat ke arah wanita yang sedang mengambil marketnya yg sudah rusak.
"Maafkan aku tidak sengaja" ucap Julius mendekat namun ketika tangan Julius mencoba membantu membereskan market yang terjatuh, tangannya ditepis oleh si wanita.
"Jauh kan tanganmu dari market ku! Dasar perusak!" seru wanita itu membuat Julius langsung menarik tangannya kembali.
Inilah pertama kalinya Julius bertemu dengan Alexandra, keturunan dari pengusaha kaya raya di Paris. Anak tengah dari keluarga Holanda, pemilik perusahaan tekstil terbesar di Negara Mode Fashion itu.
Pertemuan yang tidak direncanakan dan begitu mengesalkan, meninggalkan kesan buruk diantara keduanya. Namun, Julius seperti terhipnotis sementara ketika melihat kecantikan Alexa untuk pertama kalinya. Mata biru si wanita yang begitu terlihat jelas di mata coklat beningnya.
"Cantik" batin Julius.
Ketakjuban Julius menatap kecantikan Alexa berubah menjadi kekesalan ketika menyadari sikap wanita itu ternyata tidak secantik wajahnya. Begitu angkuh dan sombong, serta meremehkannya dengan penampilan sederhana.
"Ngapain kamu memandang ku seperti itu, hah? Pergi sana, aku tidak meminta pertanggung jawabanmu!" seru Alexa lagi mengusir keberadaan Julius.
"Maafkan aku sekali lagi, aku sungguh tidak sengaja membuat marketmu terjatuh" ucap Julius yang berusaha bersikap baik kepada Alexa, karena bagaimana pun semua kejadian ini karena salahnya juga tidak hati hati.
"Maafmu tidak bisa mengembalikan market yang sudah aku buat sejak seminggu lalu!" sinis Alexa.
Julius terdiam. Ia masih memperhatikan tangan Alexa yang sibuk membereskan marketnya dari jalanan.
"Ngapain kamu masih disini? Pergi sana, bawa sepedamu pergi dari jalanan mobil. Kamu tau, jika sepedamu itu salah jalan? Ini bukan jalan yg bisa dilalui sepeda gayung. Dasar pria mis...." Alexa menghentikan perkataannya karena ia rasa jika menyebutkan miskin kepada orang yg baru ia kenal, terkesan seperti hinaan padahal memang ia berniat menghina tapi entah kenapa tidak setega itu.
Namun Julius bisa menebak jika wanita dihadapannya ini akan menyebutkan dirinya miskin. Ia tersenyum smirk karena Alexa berniat merendahkannya.
"Kenapa berhenti? Kamu mau menghinaku miskin hanya karena membawa sepeda gayung di kampus elit seperti ini?" tantang Julius yang mulai jengah dengan keangkuhan Alexa.
Malah wanita itu tersulut emosi dengan ucapan Julius yang seperti menantangnya.
"Iya benar. Pintar sekali kamu bisa menebak apa yang aku katakan. Pria miskin seperti mu seharusnya tau tempat, tidak asal masuk kampus dan merugikan orang lain" sahut Alexa sengit.
"Wanita ini benar benar angkuh" batin Julius yang akhirnya sadar jika wajah cantik seseorang ternyata tidak menjamin hatinya juga cantik. Ia pun berdiri dan membiarkan Alexa berjongkok sendiri dan melanjutkan membereskan market yg rusak.
"Ok. Aku sudah menawarkan bantuan dan rasa tanggung jawabku padamu. Hak mu untuk menolak, tapi kewajibanku sudah aku sampaikan. Jika memang pria miskin sepertiku tidak pantas untuk bertanggung jawab padamu, aku tidak akan memaksa. Orang kaya seperti mu memang begitu sombong dan angkuh" ucap Julius membuat Alexa mendongakkan kepalanya keatas menatas Julius dari bawah dengan wajah kesal dan marah.
Alexa tidak terima jika dirinya disebut angkuh dan sombong karena sikap yang ia tunjukkan kepada pria yg sudah merusak marketnya adalah bentuk kemarahaan dan kekecewaan atas usahanya yg jadi sia sia karena satu orang yg tidak ia kenal.
Berdirilah wanita itu sambil membawa market dengan kondisi yg sudah tidak layak dikatakan sebagai tugas.
"Hahaha, kamu menyebutku angkuh dan sombong?" tawa Alexa sambil memastikan apa yang ia dengar dari Julius.
"Iya. Kamu wanita angkuh dan sombong kedua yang pernah aku temui di hidupku. Aku sudah berniat baik membantumu malah kamu membentakku seenaknya" sahut Julius yang sudah berwajah datar dan dingin seperti dirinya, tidak memasang wajah pria baik lagi.
Wanita pertama yang angkuh dan sombong bagi Julius adalah ibu tirinya, Famelia Bertus.
Alexa sungguh tidak pernah diremehkan, dihina atau dinilai buruk oleh pria sebelumnya, malah hampir semua pria yg mengenalnya begitu terpesona dan mengejar dirinya. Berbeda dengan Julius.
"Kamu juga adalah pria pertama yang tidak bertanggung jawab, pria miskin, dan begitu mengesalkan yang pernah aku temui" balas Alexa dengan wajah yang sudah begitu marah pada Julius.
"Nih orang ya membalikkan fakta. Padahal dia yg tidak mau aku tanggung jawab" batin Julius yang heran dengan penilaian Alexa itu.
"Hahahaha, dasar plin plan! Aku tadi sudah menawarkan akan membantumu dan bertanggung jawab, tapi kamunya yang gak mau" sahut Julius membantah tuduhan Alexa.
Giliran wanita itu terdiam karena merasa apa yang dikatakan pria dihadapannya benar. Tapi harga diri dan gengsinya lebih besar.
"Tanggung jawabmu itu tidak berguna karena hari ini adalah pengumpulan tugasnya. Apa yang kamu lakukan untuk market ku ini, membuat usahaku dalam seminggu sia sia. Tanggung jawab seperti apa yang bisa kamu lakukan untuk menggantinya, hah?" tantang Alexa dan membuat Julius terdiam.
Tiba tiba diantara situasi sengit itu, terdengar suara pria yang mendekat kearah Alexa dengan penuh perhatian.
"Babe, what's going on?" tanya seorang pria yg fokus pada Alexa.
"Hmmm, market ku rusak karena jatuh" jawab Alexa dengan nada kesal.
Pria itu pun menoleh ke Julius yang berwajah datar dan terlihat tanpa penyesalan. Bisa ia duga, jika Julius lah yang menyebabkan market sang kekasih jatuh dan rusak.
Tanpa berfikir panjang, pria itu langsung meraih kerah Julius seperti akan memukul.
"Apa yang telah kamu perbuat dengan market pacar ku, hah?" teriak pria itu sambil melotot pada Julius namun sepertinya salah orang berteriak kepada anggota mafia RedLine.
Julius tak takut dan malah tersenyum smirk mendengarkan teriakan pria yg mengaku pacar Alexa itu yg juga sedang menarik kerah kemejanya.
"Sepasang kekasih sama sama angkuh" cibik Julius dengan senyuman menantang, hingga pria itu pun merasa dihina dan akan melambungkan bongkeman mentah ke wajah Julius , tapi ditahan oleh suara Alexa yang baru menyadari jika tangan dan kaki pria yg sudah hampir menabraknya tadi terluka.
"Hentikan, babe. Jam masuk kelas kita tinggal 5 menit lagi, bantu aku membereskan market ini" sela Alexa dengan suara lembut membuat pria itu menghentikan tangannya didepan wajah Julius.
"Tapi babe?" elaknya yang merasa tidak puas jika tidak sampek memberikan pelajaran dengan pukulan di wajah Julius yg telah menyebutnya angkuh.
"Biarkan pria ini. Ayo bantu aku ke kelas, Ren" ucap Alexa lagi dengan nada berbeda ketika berbicara kepada Julius. Nada seorang wanita yg tidak emosi dan begitu sejuk terdengar.
"Wanita ini bisa berbicara lembut juga" batin Julius.
Pria yang bernama Reno itu pun melepaskan genggaman tangannya dari kerah kemeja Julius dan menjatuhkan tangannya dari hadapan pria yg akan ia pukul itu.
"Lihat saja pembalasanku nanti" ancam Reno sambil menatap wajah Julius dengan amarah. Berbeda dengan Alexa yang sudah tidak semarah lagi sejak melihat luka di tubuh Julius yang berdarah di beberapa tempat.
Reno pun membantu membawa market yg rusak dan mengambil alihnya dari tangan Alexa. Wanita itu pun mengambil sisa sisa bagian market yang masih ada di jalan.
Tak lama kemudian, Alexa dan Reno meninggalkan Julius yang masih berdiri di posisinya tadi. Pewaris keluarga Agustus itu tersenyum miring sambil melihat kedua orang yang sudah membuat pagi harinya menjadi buruk itu.
"Wanita ini begitu menantang. Kekasihnya juga begitu berani menantangku. Mereka sungguh membuatku bersemangat untuk berkuliah disini" lirih Julius.
Setelah tidak bisa melihat keberadaan kedua orang itu, Julius mengambil sepedanya untuk ia kendarai lagi menuju jalan yang benar sesuai aturan sepeda gayung berada. Luka ditubuhnya, bagi Julius hanya luka ringan yang tidak membuat ia merasa kesakitan, hanya merasa sedikit nyeri dan itu bukan masalah baginya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments