Ketika Alexa dan Julius sudah keluar restauran, mereka langsung masuk ke mobil minicooper. Si pemilik mobil yang mengambil alih setir mobilnya.
"Biarkan aku saja yang menyetir, kamu terluka" ucap Julieta dengan nada yang tidak bisa dibantah dan langsung masuk ke pengemudi. Karena mobilnya sudah modern tidak perlu ada kunci yg dipasang di setir, selama kunci magnetnya ada disekitar mobil, mesinnya bisa menyala.
Julius akhirnya duduk di bangku penumpang sebelah Alexa.
"Antar saja aku pulang ke apartemen" minta Julius.
"Aku akan membawamu ke rumah sakit untuk merawat luka luka mu dan punggungmu" sahut Alexa dengan serius sambil menghadap ke jalan.
"Aku tidak apa apa. Sudah biasa aku berkelahi karena dihina. Biarkan aku pulang dan akan aku obati sendiri" ujar Julius sambil menoleh ke arah pengemudi yang juga menatapnya.
"Aku akan membantu mengobatinya karena aku, kamu terluka. Kita akan membeli obat oles di apotik" ucap Alexa.
Julius pun menghela nafas berat, wanita disebelahnya ini ternyata tidak bisa dibantah jika sedang serius. Tak lama kemudian, Alexa berhenti di sebuah apotik lalu turun dan membeli obat yang ia butuhkan untuk luka Julius. Setelah membeli apa yang dicari, wanita itu pun kembali masuk ke mobil dengan posisi pria yang terluka itu sudah duduk di bangku pengemudi.
"Biarkan aku yang menyetir. Tanganku tidak apa apa dan tidak terluka" ucap Julius dengan senyuman manisny.
Alexa yang tak mau ribut lagi pun langsung berjalan memutar untuk bisa masuk ke bangku penumpang.
Setelah keduanya memakai sabuk pengaman, mobil minicooper itu pun melanjutkan perjalanan.
Sekitar 15 menit menyusuri jalan, mereka sudah sampai tujuan yaitu apartemen Julius.
Alexa keluar dari mobil sambil membawa tas belanja yang berisi obat obatan lalu Julius pun mengikuti.
"Maafkan, apartemenku kecil" ucap Julius ketika akan membukakan pintu tempat tinggalnya.
"It's okay" sahut Alexa.
Ini adalah kali pertamanya wanita itu masuk ke apartemen milik Julius dan betapa terkejutnya ketika melihat ruangan hanya dengan lebar kira kira 5 meter x panjang 7 meter , begitu sederhana hanya ada tempat tidur dan meja belajar serta lemari baju. Kamar mandi pun berada di pojok ruangan.
Meskipun begitu yang paling mengejutkan anggota keluarga Holanda itu, adalah tempat tinggal Julius begitu rapi dan bersih tidak seperti kamar kakak atau adik laki lakinya yang selalu berantakan jika tidak ada pelayan rumah yang membersihkan.
Melihat Alexa dengan lamunan, Julius pun menyadarkan wanita itu dengan suaranya.
"Kenapa kamu berdiam diri di pintu begitu? Apakah ruanganku ini tidak layak untuk kamu masuki?" sindir Julius.
"Aah, tidak. Aku hanya takjub. Tempat tinggal sekecil ini begitu tertata rapi dan bersih tidak seperti kamar kakak dan adik laki lakiku. Padahal kamar mereka 2 kali lebih besar dari apartemennu ini, namun lebih terlihat berkelas" ucap Alexa jujur dan membuat Julius tersenyum smirk.
"Hahahah, ya karena kalian memiliki pelayan rumah jadi dari kecil pasti tidak terbiasa menata dan membersihkan kamar sendiri" sahut Julius.
"Ayo masuk, aku akan mengambilkanmu minuman seadanya dari kulkas miniku" lanjut Julius lalu berjalan ke arah dimana lemari dingin miliknya berada. Ia pun mengambil 2 jus kemasan untuk dirinya dan Alexa.
Wanita itu pun masuk dan duduk di tepi ranjang karena tidak ada ruang tamu dan kursi di meja belajar sudah diletakkan tas milik Julius.
"Ini minumlah" ucap Julius sambil memberikan kotak jus yg dia ambil tadi.
"Terima kasih" sahut Alexa sambil menerimanya.
Mereka pun sama sama meminum jus. Julius duduk disamping Alexa.
Entah kenaoa tiba tiba, hawa panas berada diantara mereka.
"Kenapa kok jadi panas begini?" batin Alexa.
"Hmmm, bahaya kalau aku duduk berdua dengan dia diatas ranjang" batin Julius yang langsung berdiri dan memilih duduk di kursi meja belajar setelah meletakkan tasnya di bawah meja.
Setelah meminum jus hingga habis, Julius mengambil kotak jus milik Alexa dan membuangnya bersama miliknya ke sampah.
"Sini aku obati lukamu" ucap Alexa ketika melihat Julius sudah membuang sampah minuman mereka.
"Kamu tidak perlu repot repot. Serahkan saja obatnya dan aku bisa mengoleskannya sendiri" tolak Julius karena dia tidak ingin merasakan hawa panas lagi diantara pria dan wanita.
"No! Aku akan tanggung jawab, lagian kamu kan sudah terikat drama denganku sebagai kekasih selingkuhan kan? Jadi kenapa tidak untuk mengobati luka kekasih gelapku itu?" tantang Alexa.
"Hmm, yaudah kalau kamu maunya begitu. Awas jatuh cinta sama pria miskin seperti itu" goda Julius sambil tersenyum smirk.
"Hahahaha, mimpi aja karena meskipun aku jatuh cinta sama kamu, kita tidak bisa bersama karena keluargaku pasti memisahkan kita" sahut Alexa sambil tertawa.
"Sejahat itu kah keluarga kaya Holanda sampai kebahagiaan putrinya saja dipertaruhkan demi menjaga kehormatan keluarga kaya?" batin Julius.
"Boleh boleh, semakin seru kalau bisa menguasai keluarga Holanda dan perusahaan tekstil Amore bisa jatuh ke tanganku. Akan lebih mudah menguasai Star Factory dan memperkuat posisiku disana hingga Famelia dan putra haramnya itu tidak bisa menyentuh ku lagi. Setelah berada di puncak kekuasaan, barulah aku jatuhkan sampai ke tanah perusahaan yang dikembangkan ayahnya, Jordan Agustus dan mendirikan perusahaan baru atas nama ibunya yaitu Amstrong.
"Wah keluargamu begitu menakutkan ya, jadi penasaran siapa pria yang bisa menjadi suami mu kelak" sahut Julius.
"Kamu berpikir kejauhan. Sudahlah, sini, duduk disampingku. Aku akan mengoleskan obat dan segera pulang. Keluarga posesif sudah mencari keberadaanku" minta Alexa sambil mengayunkan tangannya untuk menarik Julius duduk disampingnya.
Pria itu pun menurut. Ia duduk disamping Alexa dan menghadapkan tubuhnya kearah wanita itu.
Alexa membuka obat oles untuk luka luar dan menaruh sedikit demi sedikit di ujung jarinya lalu ia oleskan berlahan di sudut bibir Julius dan memar di pipi pria itu.
Mendapatkan sentuhan dari Alexa, Julius merasakan sengatan listrik dalam tubuhnya. Ia mencoba menahan karena jika tidak ia akan kalah dalam menahan gairah.
"Aku tidak boleh terlalu sensitif dengan sentuhan Alexa. Nanti dikiranya aku mesum dan jatuh cinta sama dia duluan" batin Julius.
Pelan pelan, akhirnya Alexa bisa mengoleskan obat luka itu di wajah Julius yang terlihat memar dan berdarah. Lalu wanita itu menyuruh pria disampingnya untuk membuka baju agar bisa mengobati punggung yang bisa dipastikan memar karena mendapatkan lemparan piring tadi.
"Balik badanmu dan lepaskan bajumu. Akan aku oleskan obat di punggungmu yang pasti sudah memar. Setelah itu aku akan pulang" minta Alexa. Julius pun membalikkan tubuhnya dan membuka bajunya hingga terlihat wilayah membiru di punggungnya. Namun Alexa teralihkan dengan warna kulit punggung Julius yang berbeda dari warna kulit di wajah tangan dan kaki.
Tidak mendengar suara atau merasakan sentuhan Alexa, Julius pun ikut terdiam dan beberapa saat kemudian baru sadar jika dia tidak memakai bedak coklat untuk menutupi kulitnya yg bersih di area punggung dan tubuhnya bagian depan.
"Astaga, Julius! Kenapa bisa seceroboh ini! Dasar bodoh! Penyamaranmu bisa bisa terbongkar!" batin Julius sambil langsung memakai bajunya kembali dan Alexa pun masih termenung dalam pikirannya sendiri.
"Kulit punggung Julius begitu bersih dan putih berbeda dengan kulit di wajah dan kaki tangannya. Apa orang miskin memiliki kulit sebersih itu? Atau memang dia sangat bekerja keras hingga warna kulit yang terkena matahari bisa jadi coklat berbeda dengan dibalik bajunya?" batin Alexa yang masih diam menduga duga lalu kaget dengan sikap Julius yang langsung berdiri dengan bajunya sudah terpakai kembali.
"Alexa, lebih baik kamu pulang saja. Aku bisa mengoleskannya sendiri obatnya di punggungku" ucap Julius gugup.
"Hmmm, Julius" sahut Alexa.
"Iyaa? Apa lagi Alexa?" tanya Julius menyembunyikan kegugupannya.
"Maafkan aku sudah membuatmu terluka" ucap Alexa sambil berdiri.
"Oh, it's okay. Pria harus kuat" sahut Julius sambil mengangkat tangannya menunjukkan otot di lengannya.
Alexa pun tersenyum.
"Baiklah, aku percaya kamu bisa mengoleskan obatnya sendiri nanti" ujar Alexa menyerah untuk memaksa diri agar mengoleskan obat pada memar pria itu di punggung.
Julius membalas dengan senyuman.
"Tapi sebelum aku pulang, aku hanya ingin bertanya sesuatu kepadamu karena aku tidak suka menyimpan pertanyaan dalam otakku" ucap Alexa dengan wajah serius.
"Mati aku. Dia memang wanita peka dan sangat sensitif" batin Julius yang sudah siap siap menerima pertanyaan tentang warna kulit punggungnya.
"Hmm, apa kamu bekerja diluar ruangan yang membutuhkan tenagamu dibawah matahari? Aku melihat warna kulit punggungmu begitu berbeda dengan warna wajah dan tangan kakimu. Jika kamu membutuhkan uang untuk kehidupanmu disini, mungkin aku bisa membantumu" tanya Alexa.
"Ah, ketauan deh. Iya, aku bekerja menjadi kurir ekspedisi kalau sedang tidak ada kelas dan itu sering di siang hari hingga sore. Tempat aku bekerja ini merupakan cabang dengan ekspedisi di Inggris jadi ketika aku kuliah disini, bosku disana juga memindahkanku untuk bisa bekerja disini juga" bohong Julius.
"Oooh, begitu. Baiklah. Jika kamu bekerja dibawah matahari lebih baik menggunakan sunblock untuk mengurangi radiasi di kulit. Aku lihat warna kulit aslimu begitu bersih menunjukkan jika kamu memang pria yang suka kebersihan" ujar Alexa sambil tersenyum.
"Hihi, orang tua ku selalu memandikanku dengan extra sejak kecil jadi aku pun seharusnya bisa menjadi putih. Sayangnya, mereka meninggalkanku di panti asuhan sejak aku berusia 5 tahun. Jadi aku harus bekerja untuk memenuhi kebutuhanku ketika remaja sampai sekarang" bohong Julius lagi menutupi kebohongan yang lain.
"Kamu memang pria pekerja keras, wanita yang bisa menjadi kekasihmu atau istrimu nanti adalah wanita yang beruntung" sahut Alexa.
"Kamu juga, Alexa. Ternyata dibalik sikap angkuh dan sombongnu sebagai putri orang kaya, kamu juga memiliki belas kasihan dan perhatian kepada sekitarmu" balas puji Julius.
Mereka pun saling melempar senyum sebelum Alexa memutuskan untuk keluar apartemen milik Julius dan mengendarai mobilnya pulang.
"Gilak lu, Jul! Hampir aja kamu kepergok sebagai anak orang kaya. Semoga Alexa tidak memikirkannya lagi. Tapi entah kenapa aku rasa wanita itu tidak mudah dibohongi dengan apa yang ia sudah lihat" lirih Julius sambil melihat mobil minicooper milik Alexa menjauh dari apartemennya.
Di dalam mobil, Alexa masih penasaran dengan Julius. Rasa penasaran dan curiga ini membuatnya ingin membuat pria itu membuka rahasinya jika memang sedang menyembunyikan sesuatu.
"Julius, pria yang misterius" gumam Alexa sambil memandang arah jalanan didepannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Nabila
semangat thor ceritamu bagus
2024-02-20
1
Yulia Bara
semangat alexa gali terus penasaranmu
2024-02-20
1