Sesuai dengan percakapan tadi sebelum masuk kelas bersama Pak Lewis, saat ini Julius dan Alexa sudah berada di ruangan dosen tersebut.
Alexa sempat kebingungan ketika mendapatkan pesan chat dari Pak Lewis karena hari ini dia merasa tidak ada kelas dengan beliau. Namun, karena rasa hormat kepada dosen, Alexa pun tidak mencoba menolak dan datang sesuai intruksi tanpa mengetahui jika ia akan bertemu dengan Julius lagi karena Pak Lewis hanya sekedar memanggil dengan alasan ada keperluan kampus.
Eh sesampainya di ruangan Pak Lewis, Alexa begitu terkejut bertemu lagi dengan pria yg ia benci mendadak sejak kemarin.
"Selamat datang, Alexa. Silahkan duduk dulu disamping Julius. Ada yang saya ingin diskusikan dengan kalian berdua" sapa Pak Lewis kepada mahasiswa berprestasi di kampus.
Alexa tidak ingin membuat keributan dihadapan dosen dan mengikuti intruksi. Ia duduk di kursi kosong samping Julius tanpa peduli kehadiran pria itu.
"Nih orang selalu muncul dihadapanku. Bikin kesel aja" batin Alexa.
"Terima kasih Alexa dan Julius, kalian sudah meluangkan waktu untuk kesini. Saya ingin menawari kalian suatu proyek bisnis fashion di mal mal Paris" ucap Pak Lewis langsung mengutarakan niatnya.
"Sebentar Pak Lewis, mohon maaf sebelumnya. Ini ada apa ya? Padahal masih ada 2 hari untuk proyek market saya kumpulkan setelah rusak" tanya Alexa mencoba mencari kejelasan akan alasan kedatangannya di kantor sang dosen.
"Oh iya maaf yaa, ini loh tadi pagi saya melihat market yang kamu buat bersama Julius membuat saya takjub. Dalam semalam kalian bisa kerjasama sebaik itu, jadi saya berniat untuk mengajak kalian dalam proyek penelitian saya dan mungkin nanti kalian juga akan mendapatkan ilmunya" jelas Pak Lewis.
Alexa langsung menoleh kearah Julius disampingnya dengan tatapan tajam. Sedangkan yang ditatap, memberikan senyuman manis dan menyeringai secara bersamaan.
"Rasakan kamu" batin Julius.
"Gimana Alexa? Ini kesempatan langkah loh karena proyek ini saya dapatkan dari perusahaan besar pesaing perusahaan Amore Factory milik keluargamu. Jadi bisa saja kamu mendapatkan kelemahan dari pemasaran perusahaan itu yg bisa kamu bawa ke perusahaan keluargamu" bujuk Pak Lewis kepada Alexa yang terdiam.
"Hmmm, pria ini bukan pria biasa karena bisa menjebakku di kondisi seperti ini. Apa motifnya mengganggu hidupku?" batin Alexa.
Beberapa sata kemudian, akhirnya Alexa memberikan jawaban.
"Baik Pak, saya ikut proyek anda. Tapi saya ada permintaan kepada anda setelah proyek ini, mohon Julius dipindahkan di kelas lain karena saya sudah cukup belajar dari mahasiswa Harvard" tawar Alexa.
"Aku akan mengikuti permainanmu, Julius" batin wanita itu.
"Hmmm, baiklah. Aku tidak tau diantara kalian ada apa sampai kamu tidak ingin bersamanya lagi, namun demi proyek saya ini, saya akan urus kelas Julius selanjutnya" sahut Pak Lewis yang heran dengan permintaan Alexa.
"Terima kasih, Pak" ucap Alexa.
Julius hanya diam saja dan memasang wajah datar setelah mendengarkan permintaan Alexa.
"Wanita ini sepertinya benar benar membenciku. Hahahaa , jadi semakin tidak sabar untuk membuat dia jatuh cinta padaku lalu aku tinggalkan. Aku tidak pernah sesemangat ini untuk bermain bersama wanita" batin Julius.
"Bagaimana denganmu Julius, apakah kamu bersedia membantu saya bersama Alexa?" tanya Pak Lewis memastikan.
"Saya bersedia, Pak" jawab Julius yakin.
"Wah terima kasih banyak atas bantuan kalian. Bisa bisa penelitian ini akan booming di konferensi bisnis 3 bulan lagi. Jadi kalian akan sibuk selama satu bulan survey antar mall dan mencari data , lalu satu bulannya lagi olah data dan analisis, lalu persiapan konferensi di perusahaan Yuhu Factory, saingan dari perusahaan Amore Factory. Mereka sama sama di bidanh tekstil namun memiliki keunggulan masing masing. Mungkin Alexa nanti bisa menjelaskan kedua perusahaan tekstil itu ya" ucap Pak Lewis, lagi lagi membuat Alexa tak bisa menolak.
"Baik, Pak" sahut wanita itu lirih.
"Oh yaa, market mu sudah saya terima. Good Job, Alexa. Kalian luar biasa, baru sehari berkenalan dan bertemu, chemistrynya sudah dapat. Market kalian ini akan saya pajang di aula bisnis. Saya yakin banyak mahasiswa yang iri dengan hasil kerjasama kalian" puji Pak Lewis sambil menunjuk market yg dikerjakan Julius semalaman di meja ruang kerjanya. Alexa pun ikut menoleh ke market milik Julius itu.
Menurutnya, memang hasil kerja Julius untuk memperbaiki marketnya luar biasa. Sayang, rasa gengsinya gede amat sampai tidak mau menerima market itu. Eh ternyata Julius menyerahkan market tersebut langsung kepada dosennya atas nama Alexa.
Atas pujian Pak Lewis pada market atas namanya, Alexa pun terpaksa mengucapkan terima kasih.
Setelah pertemuan kedua mahasiswa dan dosennya untuk membahas proyek penelitian bisnis selesai, Alexa dan Julius keluar ruangan Pak Lewis bergantian.
Alexa yang pertama keluar dan diikuti oleh Julius.
Setelah berada di koridor kampus, wanita bermata biru itu menarik tangan Julius untuk mengikutinya menuju tangga darurat lalu mendorong tubuh kekar pria yg ia tarik hingga menatap dinding di balik pintu.
"Mau mu apa hah? Kenapa kamu menyeretku dalam urusan ini? Kenapa kamu seperti menjebakku?" marah Alexa dengan lototan mata yg tajam sambil menahan pundak Julius.
Julius pun hanya tersenyum smirk dan tak memberikan perlawanan.
"Kenapa kamu diam hah? Kamu mau balas dendam karena membuatmu jatuh di aspal dan terluka? Kamu mau balas dendam karena kemarin aku hampir menabrak nenek nenek dijalan? Atau apaaa hah?" serang Alexa lagi.
"Kamu mau aku jawab jujur?" tanya balik Julius dengan tenang.
"Sial! Kamu benar benar membuatku membencimu hanya dalam sehari!" seru Alexa sambil mendorong pundak Julius lalu tangannya ia lepaskan.
Giliran serangan Julius yang meluncur. Pria itu mendekat ke arah Alexa hingga wanita itu mundur sampai punggungnya menempel ke dinding.
"Kamu mau apa hah?" tanya Alexa dengan suara curiga.
"Aku mau menjawab pertanyaanmu yg beruntun itu" jawab Julius dengan nada tenang.
"Jangan mendekat lagi!" teriak Alexa sambil mengulurkan tangannya ke dada Julius agar pria itu berhenti mendekatinya. Namun tangan kekar pewaris keluarga Agustus yang menyamar jadi orang miskin itu memegang tangan Alexa dan menyingkirkan tangan gemulai tersebut dari dadanya.
"Aku menginginkanmu" ucap Julius yang sudah menghimpit tubuh Alexa dengan tubunya dan dinding. Wanita itu berusaha memberontak dan mendorong tubuh pria yg menekan tubuhnya itu namun tenaga mereka berbeda.
"Bajingan! Pria miskin seperti mu tidak memiliki kesempatan untuk menyentuhku!" teriak Alexa lagi mencoba melawan.
"Hahahahahahaa, pria miskin ini begitu tertantang untuk mencoba rasa tubuh wanita kaya raya" sahut Julius yang semakin mendekatkan wajahnya hingga hampir mencium bibir Alexa, namun tiba tiba pintu tangga darurat terbuka dan terlihat Reno yg masuk.
Pria itu langsung menarik kerah kemeja Julius dari belakang dan mendorongnya hingga jatuh dari tangga.
"Sialaan! Bajingan! Berani kamu mendekati pacarku, hah?" amarah Reno sambil melihat Julius tersungkur dilantai dengan kening yang berdarah , lalu memeluk tubuh Alexa yang bergetar karena takut.
Namun tawa pewaris keluarga Agustus itu malah menggema di area kedap suara itu.
"Hahahahahahahahahahahahaa"
Reno yang tadi langsung memeluk tubuh Alexa setelah mendorong Julius, menjadi heran dengan pria itu. Sama dengan wanita yg berada dipelukannya, terheran heran dengan Julius yang bisa tertawa setelah jatuh dari tangga meskipun hanya 1 lantai.
"Kenapa kamu tertawa??? Apa kah jatuh dari tangga kurang menyakitkan bagi pria miskin seperti kamu?" tanya Reno.
"Hahahahahhaa, dasar pasangan yang cocok sekali. Pasangan yang suka menghina orang lain" sahut Julius.
Reno tersulut emosi lagi , lalu dengan pelan melepaskan pelukan Alexa dan berniat turun tangga menyusul keberadaan Julius yg masih duduk di lantai untuk memukuli pria kurang ajar itu lagi.
"Jangan buat tanganmu kotor dengan memukuli pria brengsek itu, babe" suara Alexa menahan langkah kaki kekasihnya itu.
"Tapi dia perlu pelajaran karena sudah menyakitimu dan menyentuhmu!" elak Reno.
Alexa pun menghela nafas panjang dan melihat wajah Julius di bawah tangga yg sudah dialiri darah dari keningnya. Melihat darah segar itu, ia merasa sudah cukup untuk balasan perbuatan Julius tadi.
"Dia sudah terluka di kepalanya. Itu sudah cukup, babe. Ayo kita pergi" ajak Alexa sambil menarik tangan Reno keluar tangga darurat.
Reno pun tak bisa menolak lagi, namun sebelum meninggalkan Julius sendiri ia memberikan ancaman.
"Sekali lagi kamu menyentuh dan menyakiti Alexa, aku pastikan kamu masuk UGD!" teriak Reno lalu ia pun melangkahkan kakinya mengikuti Alexa.
Julius tersenyum smirk mendengar ancaman dari Reno itu. Setelah ia sendirian di tangga darurat, tangannya menyentuh kening yg berdenyut dan masih mengeluarkan darah.
"Hahahaa. Memilih kuliah disini begitu tepat. Punya mangsa dan bisa bermain sepuasnya" lirih Julius dengan tawa kecil yg menakutkan.
Selama di Inggris, ia berusaha menjadi anak laki laki yang pendiam, penurut, dan bukan pemberontak, apalagi di keluarga Agustus. Namun ketika sudah masuk dunia mafia, ia menjadi pria dingin, kejam, dan tidak memiliki hati.
Sejak usia 20 tahun atau setelah 5 tahun bergabung dengan RedLine, Julius sudah menjadi tangan kanan ketua mafia group itu. Sejak usia 17 tahun atau 2 tahun setelah bergabung, Julius sudah menjadi penyiksa korban atau tawanan yang berkhianat. Tidak sampai membunuh secara langsung hanya menyiksa sampai benar benar korbannya tak berkutik lalu lemah tak berdaya dan akhirnya bisa tak bernyawa. Ya tetep bisa dibilang pembunuh hak sih, namanya juga mafia 🤭
Meskipun menjadi penyiksa, prinsip utamanya ketika bergabung dengan RedLine membuat ia tidak ingin membunuh orang secara langsung atau membuat musuh mati di tempat. Julius tidak ingin menghilangkan nyawa musuhnya dengan buru buru karena ia tidak ingin menjadi pembunuh pada awalnya tapi akhirnya juga pembuh jika musuh yg terluka tidak diselamatkan. Sejahat jahatnya dia, Julius masih menghargai nyawa manusia dengan memberikan musuh untuk menghirup udara meskipun dengan kesakitan di tubuh mereka. Sadis ternyata 🥲
Ketua mafia RedLine pun memahami prinsip itu dan memberikan ujian lainnya kepada Julius dengan cara lain. Ketika pewaris keluarga Agustus itu lulus setelah diuji dengan penyiksaan, pemukulan, memecahkan kode, dan mengirim virus komputer ke lawan, ia pun menjadi anggota kepercayaan ketua RedLine.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments