Penguasa Dua Gerhana
Cuaca cerah hari ini mulai nampak, setelah semua persediaan dan barang dagangan telah siap semua. Seusai shalat maghrib, Tengku Rahman memimpin doa dan menyampaikan harapan dan tujuan perjalanan.
"Bismillahirrahmanirrahim di hari yang penuh rahmat ini semoga berisi kebaikan untuk kita semua." Tegas sang saudagar.
Mereka akan berlayar menuju kerajaan tetangga untuk berdagang. "Atas izin Allah angkatlah jangkar Cik, bawalah Sang Rimbang menyusuri birunya samudera." Perintah saudagar itu kepada Cik Ubaid sang kapten Nahkoda.
Setelah geladak ditinggalkan awak kapal selepas sholat berjamaah, Cut ashari berlari kecil di ruang geladak yang lumayan luas itu. "ibu,mari kita lihat bintang". teriak kecil putrinya. "Janganlah berlari putriku, ibumu sudah tak sanggup menyusul mu." tegas Tengku Rahman sang ayah. "Maafkan aku ibu,aku terlalu bahagia." Ucap putri kecil sang saudagar itu.
"Ibu tak lagi bisa bergerak cepat,perut ibu sudah besar mengandung adikmu didalamnya." Tegas sang ibu sambil meraih tangan putrinya dan menggandengnya.
Ini pertama kalinya Tengku Rahman mengajak isteri dan putrinya itu untuk hijrah ke kerajaan lain untuk berniaga. Beberapa minggu yang lalu.
------
"Tengku boleh kah aku menyampaikan permintaan padamu ?" tanya cut Ira halimah pada suaminya.
"Tentu saja isteriku, aku akan berusaha menuruti keinginan isteriku yang sedang hamil ini." ucap tengku Rahman sambil mengusap perut istrinya .
"Berbaringlah di ranjang, kamu sudah tampak lelah setelah beraktifitas seharian dengan keadaan perutmu yang semakin besar ini !" bujuk tengku rahman pada istrinya, cut ira pun mengangguk sambil di berjalan di papah sang suami menu ke ranjang tempat mereka biasa melepas lelah dan beristirahat.
Setelah mengantar istrinya ke ranjang,tengku rahman berjalan menuju jendelaku kamar untuk menutupnya karena hari telah mulai malam.
"Tengku, entah kenapa mataku tidak merasa kantuk malam ini. " ucap halimah setelah berbaring di ranjangnya.
"Baiklah, katakan apa yang menjadi keinginanmu tadi, biar tak menjadi beban di benakmu lagi. Kamu ini sedang hamil tua halimah jangan banyak beban dalam pikiranmu itu akan berpengaruh pada kondisimu dan kesehatan janin dalam perut mu." tukas suaminya sembari menyusul ke ranjang dan membenahi kelambu tempat tidur mereka.
"Tengku, aku ingin engkau ada di sampingku saat anak kedua kita lahir nanti !! Seperti saat kau menemaniku ketika putri kita lahir saat itu. Entah bagaimana aku memiliki firasat yang tidak tidak belakangan ini." Ungkap cut ira halimah kepada suaminya.
" Halimah,bukankah engkau tau sebentar lagi musim hijrah,dan purnama bulan depan cuaca yang bagus untuk berlayar. Butuh waktu 3 purnama untuk aku kembali setelah perjalanan berniaga dari tanah jawa, sedangkan usia kehamilanmu tak lebih dari 2 purnama akan melahirkan...."
Belum selesai suaminya berbicara,halimah lantas menyahut ucapan suami nya. " Aku tahu itu tengku, aku tahu bahwa sudah menjadi tugas suamiku untuk berlayar setiap tahunnya, itulah yang mengganggu benakku. Bagaimana kalau aku ikut dalam perjalananmu ke tanah jawa ?"
Sang suami pun lantas menyahuti pernyataan istrinya itu, " jika kamu ikut denganku, lantas bagaimana dengan putri kita ? "
Tengku rahman langsung teringat dengan putri nya itu.
Cut ira melanjutkan, " Kita pun akan membawa putri kita bersama ke tanah jawa, kita akan menitipkan putri kita kepada syech ali untuk menimba ilmu beberapa tahun disana."
Selain sebagi seorang pelanggan dari tengku rahman,syech ali merupakan guru besar dan pendiri perguruan Pari Kuning yang terkenal ke seluruh pelosok nusantara,selain menghasilkan jawara jawara ilmu beladiri,pari kuning juga banyak melahirkan pendakwah di bidang ilmu islami.
Mendengar jawaban dari cut ira halimah tersebut lantas tengku rahman terdiam sejenak. "Baiklah,besok kita siapkan perbekalan kebutuhan kita untuk perjalanan ke tanah jawa, karena beberapa hari ke depan bulan sudah purnama dan kita harus berangkat." jawaban dari suaminya itu membuat hati halimah senang dan bisa beristirahat seraya memeluk suaminya dengan mesra.
--------
Seperti malam malam sebelumnya cut ashari selalu memandangi susunan bintang untuk mengawali tidurnya. Sebelum mengantuk cut ashari masih berceloteh bersama kedua orang tuanya. "Ayah,siapakah yang meletakkan bintang disana, jauh kah bintang itu berada, bagaimana caranya kita pegi ke sana ?" tanya cut ashari sambil menunjuk ke arah bintang.
Kedua orang tuanya tersenyum dan saling berpandangan. "Anak ku, ini malam terakhir kita duduk bersama diatas kapal melihat bintang, karena esok kita telah tiba ditempat dimana kamu akan mendapatkan semua jawaban dari pertanyaanmu itu." ucap sang Ayah.
"Kenapa harus jawab nanti di sana ayah?" tanya anak itu polos. "Karena kamu akan belajar banyak hal disana, jawaban dari semua pertanyaanmu itu akan kamu ketahui dengan belajar wahai anakku"." sahut sang ibu sambil mengusap kedua pipi putrinya dan menatap matanya. "Matamu sudah ngantuk,hari pun mulai larut, pergilah tidur!!" tambah sang ibu dan mengecup keningnya.
Awak kapal tampak sibuk semua karena perjalanan mereka hampir tiba, sang saudagar bersama keluarganya sedang duduk melihat bibir pantai yang mulai tampak. Cut ashari tampak riang,begitupun dengan cut ira halimah karena ini kali pertama mereka merasakan hidup merantau di tanah seberang,mereka sangat penasaran karena sebelumnya hanya mendapat cerita dari lelaki yang mereka banggakan yakni tengku hasan setelah pulang dari berniaga.
" Maaf tengku, apakah perlu disiapkan tandu untuk nyonya dan putri tengku rahman?" tanya cik ubaid sang kapten. Karena jarak dermaga ke penginapan lumayan jauh.
Tak selang beberapa lama rombongan saudagar itupun tiba di penginapan, belasan gerobak pedati berisikan dagangan yang sebagian besar berisi benang,kain,dan kertas. "Assalamu'alaikum, selamat datang tengku Rahman, bagaimana perjalanan anda ?" Sapa hangat pemilik penginapan langganan saudagar itu.
Setelah berbincang sejenak dan memperkenalkan keluarganya kepada pemilik penginapan. Tengku rahman lantas menemui para pembeli yang menjadi pelanggan lama yang sudah menunggu.
Setelah membersihkan diri cut ira halimah dan putrinya menyiapkan makan malam. "Ibu,mana ayah?" tanya cut ashari. Belum sempat sang ibu menjawab tengku hasan pun datang "Assalamu'alaikum, wah makan malam sudah siap,kebetulan ayah lapar." mereka pun makan sambil berbincang kecil,setelah menemui para pelanggannya yang hampir sebagian besar dagangan itu telah terjual pada mereka,tengku hasan lalu beristirahat bersama keluarga bahagianya.
Ke esokkan harinya tengku hasan telah mengecek semua barang yang akan ia bawa kepada syech ali, karena jarak kota dengan penginapan di dermaga harus ditempuh hampir satu hari perjalanan, rombongan itu pun menaiki pedati yg ditarik dengan kuda. Di sepanjang jalan cut Ira halimah dan cut ashari mengagumi suasana di tanah rantau, banyak pertanyaan yg di celoteh kan oleh mulut putri kecilnya. Kedua orang tuanya pun menjawab dan sesekali memberi nasehat untuk anaknya ketika menuntut ilmu nanti.
"Assalamu'alaikum,selamat malam sahabatku Selamat datang" merekapun disambut langsung oleh syech ali, Tengku rahman pun memperkenalkan keluarganya kepada sang guru besar. "Perkenalkan Syech ini istri saya cut ira halimah, dan ini putri kami Cut Ashari." Ucap tengku rahman Sembari menyuruh putrinya itu bersalaman pada sang guru. Sang tuan rumah pun lalu mempersilahkan mereka untuk beristirahat,karena tampak lelah setelah melakukan perjalanan panjang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Darien Gap
wah satu lagi karya silat lokal. aku support like n subscribe
2024-03-29
0