"Terimakasih saya ucapkan kepada semua yang hadir malam, terutama kepada guru besar perguruan Pari Kuning yakni syech ali yang telah berkenan menampung saya beserta keluarga, saya juga minta maaf karena banyak merepotkan.
Inti acara malam ini yakni melaksanakan doa bersama untuk 3 hajat saya :
Pertama mendoakan almarhumah Cut Ira Halimah istri Saya.
Yang kedua doa tasyakuran atas kelahiran putra Saya.
Dan yang terakhir mohon doanya untuk keselamatan saya karena besok saya akan melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman."
Itulah sepenggal sambutan yang di sampaikan tengku rahman pada acara doa bersama di aula yang dihadiri seluruh murid,guru dan keluarga di perguruan itu.
--------
Ketika di atas kapal dalam perjalan pulang,masih merasakan kesedihan karena meninggalkan semua orang yang dia cintai di tanah rantau. Dalam renungannya tengku rahman teringat kembali apa yang terjadi pada dirinya akhir akhir ini.
"Sudahlah tengku rahman,kamu harus kuat sebagai laki laki semua orang ada masanya kehilangan dan berpisah,kamu harus bangkit sebagai seorang ayah karena ada 2 anak yang bergantung Pada mu !!" Nasehat syech ali kepada sahabatnya itu.
Tengku rahman hanya mengangguk dan mencoba berdiri ingin bangkit dari kesedihannya. "Pergilah temui anakmu yang baru lahir, lantunkan lafadz ilahi pertama pada pendengaran nya!!."
Sekali lagi syech ali mengingatkan kepada tengku ali./Memang dia belum melihat anaknya yang baru lahir, karena larut dalam duka. Betapa polosnya bayi yang baru lahir ini,ia masih suci dan terpejam tenang dalam balutan selendang hangat.
Tangis kembali terjadi pada diri tengku Rahman di hadapan bayinya. Bukan tangis duka melainkan haru bahagia karena sekarang ia memilikiku anak laki-laki, syukur ia ucap dalam hati kepada sang pencipta karena ia telah dikaruniai sepasang anak.
Hidung sang ayah pun mendekat di pipi bayi yang halus itu,ia mulai melantunkan adzan dengan lirih di telinga sang bayi.
"Akan menjadi sebuah kebanggaan jika putraku ini mendapat nama dari guru besar seperti engkau." Harap tengku rahman sembari mendekatkan putranya kepada syech ali.
"Bila sang ayah sendiri itu jauh lebih baik, tapi jika kamu tidak keberatan aku akan memberikan nama untuk bayi ini. " Jawab syech ali dengan menyentuh genggaman tangan anak itu.
"Aku harap anak ini kelak menjadi kebanggaan semua orang, menegakkan risalah agama,menumpas kemungkaran dan menyebarkan kebaikan. " Doa langsung yang diucapkan sang guru besar untuk sang bayi.
"Bagaimana jika anak ini aku beri nama Harun Ar-rasyid "
"Aku setuju, aku menambahkan julukan Tengku padanya menjadi TENGKU HARUN AR-RASYID. " Percakapan kedua sahabat itu memulai sejarah pada sang anak.
"Sebaiknya anda masuk tengku, angin laut malam ini sangat kencang dan dingin, tidak bagus untuk kesehatan anda bila berada di atas sini." Suara cik ubaid kapten nahkoda kapal menyadarkan tengku rahman dari lamunannya. Ia lalu berjalan turun dan masuk dalam kamarnya di kapal itu.
Berdoa untuk anak anaknya terus ia panjatkan setiap saat, karena jauh hanya dengan doa ia berharap pertolongan dari Yang Maha Kuasa untuk melindungi ke dua anaknya.
Tengku Rahman terpaksa meninggalkan kedua anaknya karena keadaan. Anaknya yang pertama ia tinggalkan karena harus menuntut ilmu di sana seperti keinginan almarhumah istrinya. Sedangkan Ia terpaksa meninggalkan harun karena kondisi bayi itu belum kuat, seperti penjelasan Paraji sang dukun beranak yang membantu harun lahir, bahwa harun adalah bayi yang lahir saat kandungan masih usia dini (prematur) sehingga ada organ vital yang belum kuat karena belum terbentuk sempurna.
Bagaimana pun juga tengku rahman masih bisa bertemu dangan anak anaknya setiap tahun seperti yang diucapkan syech ali. Tengku rahman masih bisa memantau kedua anaknya itu setiap kali berniaga di sana setiap tahunnya. Tengku rahman juga merasa tenang karena yang merawat anaknya adalah sahabatnya sendiri seorang guru besar.
------
Cerita mengenai keluarga tengku rahman telah tersebar di tanah kelahiran sang saudagar, orang orang di sana sudah mendengar cerita itu tak lama setibanya tengku rahman di kampung halaman.
Tak sedikit orang ikut bersedih dan berduka dengan keadaan keluarga tengku rahman, karena semua orang tahu bahwa keluarga tengku rahman adalah keluarga yang baik dan dermawan terhadap semua orang. Sehingga penduduk ikut terpukul dengan nasib yang dialami saudagar itu.
------
Waktu terus berjalan mereka terus tumbuh dan bangkit, seperti biasa kegiatan tahunan tengku rahman masih berjalan seperti biasa. Sudah beberapa tahun dan berulang kali ia berniaga ke tanah jawa sambil menemui anak anak yang ia cintai.
Disisi lain Cut ashari terus bersemangat menuntut ilmu, walaupun ia berasal dari luar daerah yang notabene berbeda adat dan bahasa tak membuat cut ashari mengalami kesulitan berarti dalam beradaptasi dan belajar.
Berbagai ilmu ilmu yang diajarkan di perguruan ini menempa setiap muridnya menjadi pribadi yang taat dan kuat dalam konteks religi dan kebatinannya. Tak terlepas dengan cut ashari yang baru beberapa tahun berbaur di dalam perguruan ini.
"Ashari,,Tunggu !!" Teriak hasan menghentikan langkah cut ashari.
"Aku ingin mengucapkan selamat padamu,karena sekali lagi kamu menjadi santri berprestasi tahun ini. Aku bangga padamu Ashari." Sanjung hasan sambil mengucapkan selamat.
Cut ashari merupakan salah satu murid yang spesial di perguruan ini, bukan karena ia putri dari sahabat sang guru besar tapi karena ia benar benar berprestasi dan menonjol. Ia dapat dengan cepat meresap ilmu yang diajarkan para guru serta tepat menerapkan dalam kepribadian dan kesehariannya.
" Oh iya, terima kasih kanda Hasan, Tapi lebih hebat kanda hasan yang menjadi santri terbaik dari semua murid di perguruan ini, kanda memang pantas mendapat peringkat itu karena memang kanda sangat pandai dan menguasai semua ilmu itu. " Jawab cut ashari,mereka mengobrol sambil berjalan selesaikan berkumpul mendengarkan pengumuman hasil ujian yang di berikan oleh guru guru mereka setiap tahunnya.
"Ah biasa saja,aku hanya selalu berusaha dengan maksimal dan hasilnya pun tak pernah mengkhianati setiap usaha itu. Kanda yakin kamu sebentar lagi akan menjadi pesaing kanda,karena kanda melihat potensi dalam dirimu ashari. "
"Tetap semangat ashari,lakukan yang terbaik !! sampai jumpa ashari. " Ucap hasan saat mereka harus berpisah karena pondok mereka berbeda darah.
"Terimakasih kanda, semoga sukses selalu untuk kanda." Jawab cut ashari. Hasan hanya membalas dua jempol ke arah ashari sambil tersenyum. Mereka berdua memang tampak dekat dan sangat akrab, seolah mereka adalah bersaudara.
Seperti biasa setelah pengumuman hasil ujian dari perguruan para murid mendapatkan libur beberapa hari. Sebagian besar para murid memanfaatkannya untuk bertemu dengan keluarga mereka masing-masing. Begitu juga dengan cut ashari yang menemui sang adik yang masih kecil itu untuk bermain bersama dan melepas rindu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Darien Gap
mantap/Good/
2024-03-29
1