Mall

Seperti yang sudah dijanjikan jika setelah pulang sekolah Neira akan ke Mall bersama kedua sahabatnya Mika dan juga Widi.

Tujuan utama mereka untuk mencari buku namun biasalah yang namanya remaja sudah pasti akan nongkrong di salah satu Cafe.

Neira tampak tertawa mendengar cerita Mika, entahlah di antara dua sahabatnya Mika paling polos membuatnya selalu di bully Neira ataupun Widi.

"Oya Nei, gimana Kakak Lo." Ucap Widi

"Kak Gevan maksud Lo?"

"Siapa lagi Bambang, emang Lo punya berapa kakak?"

"B aja keles gak usah ng'gas gitu." Jawab Mika membuat Widi memutar bola matanya.

"Biasa aja sih, memangnya kenapa?"

"Astaga Nei-nei, secara Lo punya kakak ganteng Lo gak punya perasaan baper atau gimana gitu?"

Neira menautkan kedua alisnya bingung, apa maksud Widi.

"Skip deh, tapi gue kepo gimana Kak Gevan kalau di rumah?"

"Ya gitu, baik perhatian juga selalu ingetin gue makan, gak boleh tidur malam dan juga-

Ucapan Neira terhenti saat mengingat kejadian semalam, dia tidur di kamar Gevan.

"Dan-?

"Semalam gue tidur di kamar Kak Gevan."

"What.!" Ucap Widi juga Mika serempak

"Kalian,-

"Gak usah kejauhan mikirnya, Jadi semalam tuh gue minta ajarin tugas fisika terus gue ketiduran eh Kak Gevan malah gendong gue ke tempat tidur nya dan bukan ke kamar gue."

"Fix ini sih idaman banget " Ucap Mika mengangguk.

"Tapi gue aneh deh Nei, biasanya Kakak tiri apalagi cowok tuh bakal cuek tapi gue lihat Kak Gevan beda ya, dia tuh baik dan perhatian banget sama Lo. Apa dia suka sama Lo?"

"Gak usah ngaco,"

"Secara perhatian gitu Nei."

"Dia kakak gue Widi, ya kali dia naksir gue."

"Apa Lo gak baper tuh dengan sikapnya, Lo biasa aja gitu."

Neira terdiam.

Widi benar, dia memang selalu baper dengan semua tindakan juga sikap Gevan kepadanya apalagi jika mereka bersama Gevan akan sangat memperhatikannya.

Ting.

Neira mengambil ponselnya, terlihat pesan dari Gevan di sana.

"Bentar guys, Kak Gevan Chat gue."

Kak Gevan

-Lo masih di Mall kan, tunggu di sana gue masih ada urusan sebentar, jangan pulang sendiri.-

"Kenapa Nei?"

"Kak Gevan mau jemput.x

"Apa kata gue, perhatiannya tuh beda bukan kaya kakak ke adiknya tau gak, tapi lebih ke cowo ke ceweknya."

Mika mengangguk mendengar semua ucapan Widi.

"Kak Gevan juga ganteng Nei, lebih ganteng dari Alex." Ucap Mika membuat Neira mencebik kesal.

"Gak usah bawa-bawa Alex."

"Sorry."

"Tapi kita saudara dan gak mungkin gue suka Kaka Gevan gitu juga sebaliknya."

"Kalian memang Saudara, tapi bukan sedarah Nei."

Neira kembali diam.

Tapi tidak mungkin dia suka dengan Kakaknya sendiri tapi semua yang mereka ucapkan benar. Apa benar juga Kak Gevan suka dengannya.

"Loh kalian di sini juga?"

Ketiga gadis cantik itu menoleh, Nico berdiri di sana dengan senyuman di wajahnya.

"Hai Kak Nico." Ucap Mika paling antusias.

"Hai. Kalian ngapain di sini"

"Kita habis dari Gramedia Kak." Ucap Neira.

"Oh sama gue juga baru dari sana terus laper jadi ke sini deh, Boleh gabung?"

"Silahkan Kak."

Nica tersenyum dan menarik kursi di samping Neira.

dia melirik Neira yang menikmati makannya.

"Lo bukannya ada magh Nei, kok makan pedas?"

"Hah- Oh ini lagi pengin aja sih Kak."

Nico menatap Neira yang menikmati mie ramen nya.

"Jangan sering-sering Nei, nanti magh Lo Kambuh."

"Engga Kok Kak."

Widi juga Mika menatap Nico, mereka bisa melihat bagaimana tatapan mata Nico, mereka tau jika Nico memiliki rasa terhadap Neira.

Siapa sih yang tidak terpikat dengan kecantikan sahabat mereka, Cantik, baik pinter dan juga tidak sombong.

"Kak Nico gak pesan makan?"

"Baru mau pesan, kalian Kalo mau tambah gapapa sekalian."

"Bener Kak." Ucap Mika berbinar dan Nico mengangguk membuatnya langsung kembali memesan.

Neira menggeleng dengan tingkah sahabatnya.

Sedangkan di Kampus,

Gevan tampak terus menatap jam, Neira pasti sudah menunggunya.

"Jadi semua sudah siap buat besok kan, Lo udah bilang ke orang di sana kan Al?"

"Beres."

"Rom, Lo gimana ?"

"Aman Ge."

"Oke, gue pengin jangan ada yang tertinggal dan semua harus sesuai rencana terutama persediaan P3k juga harus lengkap."

"Siap Ge."

"Ya sudah cukup di sini, kita persiapkan untuk acara besok jaga kesehatan." Ucap Gevan mengakhiri rapat Anggota BEM mereka.

"Ge tunggu." Ucap Rose saat Gevan beranjak.

"Gue rasa masih ada yang kurang di perlengkapan P3k nya deh. Lo mau anterin gue buat beli kekurangannya?"

"Lo bisa bareng Yang lain atau Romi, dia juga bagian kesehatan."

"Ta- tapi."

Gevan tidak menjawab, dia langsung berjalan keluar membuat Rose kesal.

Padahal dia sengaja meminta Gevan menemaninya.

"Lo mau cari obat apa Rose."Ucap Romi.

"Gak semua udah lengkap."

"Lah,-

Alvar menggeleng dan menepuk bahu Romi.

"Percaya aja Lo sama ucapan Rose."

Panji tertawa membuat Romi baru sadar jika Rose hanya ingin bersama Gevan.

Gevan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, dia akan menuju Mall dimana Neira sebelumnya sudah mengirimkan Lokasi mereka.

Tanpa membutuhkan waktu lama, Gevan sudah berada di parkiran.

Dia lantas berjalan masuk, sontak kedatangan Gevan membuat beberapa remaja tampak menatapnya. Pesona Gevan tidak main-main. Gevan yang memang memiliki Tinggi lebih dari 180cm kulit putih hidung mancung alis tebal juga mata hitamnya membuat kaum hawa terhipnotis. Apalagi Gevan yang sengaja tidak mengancing kemeja hitamnya dengan kaos putih di dalamnya.

Gevan menatap ponselnya, dia membawa pesan dari Neira jika dia berada di food court.

Neira yang masih berada di sana pun tampak menatap ponselnya membalas pesan Gevan.

"Kenapa Nei?" Ucap Nico saat melihat Neira terus merunduk ke Ponselnya.

"Gapapa Kak."

"Oya nanti Lo pulang bareng siapa?"

"Di jemput -

"Sudah selesai?"

Neira mendongak terlihat Gevan sudah bediri di sampingnya bahkan membuat dua sahabatnya menatap tidak berkedip.

Gevan benar-benar sangat tampan apalagi di lihat dari dekat.

"Kakak kapan datang."

"Baru, Lo sudah selesai?"

"Sudah Kak."

"Ya udah Yuk pulang."

Neira mengangguk dan mengambil tasnya.

"Loh Nei, ini makan kamu belum habis." Ucap Nico.

"Gue udah kenyang Kak. Guys gue duluan ya. Kak Nico gue duluan."

Gevan langsung menggenggam tangan Neira pergi tanpa bicara apapun.

Nico terus menatap mereka, apalagi sikap Gevan dengan langsung mengandeng tangan Neira membuatnya tidak percaya jika mereka hanya Kakak - adik.

Berbeda dengannya, Widi dan Juga Mika masih terpana dengan Ketampanan Gevan bahkan sikap Gevan yang sukses membuat keduanya baper.

Terpopuler

Comments

Kusii Yaati

Kusii Yaati

klu aq jadi Neira pasti aq juga ikutan baperrr😝😂

2024-02-25

0

🍭ͪ ͩ🍀⃟🦘𝙼𝙾𝙼 𝚂𝚈𝙰𝙷𝚆𝙰

🍭ͪ ͩ🍀⃟🦘𝙼𝙾𝙼 𝚂𝚈𝙰𝙷𝚆𝙰

Kakak adik rasa pacar itu nama nya nik🤣🤣

2024-02-22

0

lihat semua
Episodes
1 Putus.!
2 Gevandra Bara Ataska
3 Rencana Makan Malam
4 Makan Malam
5 Markas
6 Pernikahan
7 Rumah Baru
8 Sekolah
9 9. Gara-gara telat Jemput
10 Dia siapa?
11 Tinggal berdua
12 Gaje
13 Bandung
14 Dia adik gue.!
15 Kembali Mood
16 Senyuman
17 Mengerjakan PR
18 Mall
19 Takut Hilang
20 Valentine - Coklat
21 Menginap di Rumah Widi
22 Alex
23 Dinginnya Gevan
24 Menemani makan
25 Semakin Dekat.
26 Cantik.!
27 Soal Perasaan
28 Tidak tau Malu
29 Balapan
30 Terima Kekalahan
31 Selalu Manis
32 Marahnya Gevan
33 Posesif
34 Neira Sakit
35 Salsa-
36 Penjelasan Gevan.
37 NGAMBEK
38 Ada seseorang yang harus gue jaga perasaannya
39 39 Panti Asuhan.
40 Panti Asuhan
41 Perhatian Gevan
42 Mimpi tapi nyata.
43 Nico
44 Kesal
45 Perlakuan Manis Gevan
46 Bimbang (Neira)
47 Diam-nya Neira
48 Terus Kepikiran
49 "Karena harus menjaga seseorang"
50 Melindungi seseorang ternyata?
51 Sebuah Pelukan.
52 Takut Lo ilang.
53 Jealous..!
54 Speechless.!
55 Menggemaskan..!
56 Dia pacar gue.!
57 Salting-
58 Teror
59 Kakak rasa pacar
60 Kakak Merangkap Pacar
61 Jalanin Aja..
62 Mas Pacar.!
63 Mulai Nething
64 Cemburu-nya Neira
65 Mulai Posesif
66 Ngambek bikin gemas
67 Saingan
68 Selalu di Ratukan
69 Deg-degan
70 Dia Pacar Gue (Gevan)
71 Status Hubungan
72 Elisa-
73 73
74 74
75 75
76 Permintaan Maaf Author
77 Bab 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80 Makan Malam
81 Bab. 81 Makan Malam 2
82 Bab. 82 Perjodohan
83 Bab. 83 Pergi Dari Rumah
84 Bab. 84 Tidak Tau Malu-
85 Bab. 85 Tingkah Salsa
86 Bab. 86 Interogasi Bi Siti
87 Bab. 87 Demam
88 Bab. 88 Kangen- PROV Neira
89 Keputusan Almer
90 Terlalu Percaya Diri
91 Bab 91
92 Bab. 92 Keegoisan Orang Tua
93 93. Keegoisan Almer
94 94. Orang Baru
95 96. Kenan Mahendra
96 96. Gevan sakit
97 97.
98 98.
99 99. Calon Kakak Ipar
100 100. Kesal Prov Neira.
101 101. Sembuh
102 102. Panti Asuhan.
103 103.
104 104. Kawin Lari
105 105.
106 106.
107 107.
108 108.
109 109.
110 110.
111 111.
112 112.
113 113.
114 114.
115 115.
116 116.
117 117.
118 118.
119 119.
120 120.
121 121.
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Putus.!
2
Gevandra Bara Ataska
3
Rencana Makan Malam
4
Makan Malam
5
Markas
6
Pernikahan
7
Rumah Baru
8
Sekolah
9
9. Gara-gara telat Jemput
10
Dia siapa?
11
Tinggal berdua
12
Gaje
13
Bandung
14
Dia adik gue.!
15
Kembali Mood
16
Senyuman
17
Mengerjakan PR
18
Mall
19
Takut Hilang
20
Valentine - Coklat
21
Menginap di Rumah Widi
22
Alex
23
Dinginnya Gevan
24
Menemani makan
25
Semakin Dekat.
26
Cantik.!
27
Soal Perasaan
28
Tidak tau Malu
29
Balapan
30
Terima Kekalahan
31
Selalu Manis
32
Marahnya Gevan
33
Posesif
34
Neira Sakit
35
Salsa-
36
Penjelasan Gevan.
37
NGAMBEK
38
Ada seseorang yang harus gue jaga perasaannya
39
39 Panti Asuhan.
40
Panti Asuhan
41
Perhatian Gevan
42
Mimpi tapi nyata.
43
Nico
44
Kesal
45
Perlakuan Manis Gevan
46
Bimbang (Neira)
47
Diam-nya Neira
48
Terus Kepikiran
49
"Karena harus menjaga seseorang"
50
Melindungi seseorang ternyata?
51
Sebuah Pelukan.
52
Takut Lo ilang.
53
Jealous..!
54
Speechless.!
55
Menggemaskan..!
56
Dia pacar gue.!
57
Salting-
58
Teror
59
Kakak rasa pacar
60
Kakak Merangkap Pacar
61
Jalanin Aja..
62
Mas Pacar.!
63
Mulai Nething
64
Cemburu-nya Neira
65
Mulai Posesif
66
Ngambek bikin gemas
67
Saingan
68
Selalu di Ratukan
69
Deg-degan
70
Dia Pacar Gue (Gevan)
71
Status Hubungan
72
Elisa-
73
73
74
74
75
75
76
Permintaan Maaf Author
77
Bab 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80 Makan Malam
81
Bab. 81 Makan Malam 2
82
Bab. 82 Perjodohan
83
Bab. 83 Pergi Dari Rumah
84
Bab. 84 Tidak Tau Malu-
85
Bab. 85 Tingkah Salsa
86
Bab. 86 Interogasi Bi Siti
87
Bab. 87 Demam
88
Bab. 88 Kangen- PROV Neira
89
Keputusan Almer
90
Terlalu Percaya Diri
91
Bab 91
92
Bab. 92 Keegoisan Orang Tua
93
93. Keegoisan Almer
94
94. Orang Baru
95
96. Kenan Mahendra
96
96. Gevan sakit
97
97.
98
98.
99
99. Calon Kakak Ipar
100
100. Kesal Prov Neira.
101
101. Sembuh
102
102. Panti Asuhan.
103
103.
104
104. Kawin Lari
105
105.
106
106.
107
107.
108
108.
109
109.
110
110.
111
111.
112
112.
113
113.
114
114.
115
115.
116
116.
117
117.
118
118.
119
119.
120
120.
121
121.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!