Dia adik gue.!

Kini mereka sudah berada di sebuah kedai dekat tempat Camping lusa menunggu makanan yang memang sudah mereka pesan sebelumnya.

Neira duduk di samping Gevan yang tampak merunduk menatap benda pipih yang sedari tadi dia genggam entahlah dia sedang sibuk apa namun terlihat wajahnya jika dia sedikit serius.

Neira membiarkannya dan lebih memilih mengambil ponselnya, ternyata banyak pesan masuk membuatnya lantas membalas pesan teman-temannya.

Gevan meliriknya, Neira masih sibuk bahkan sesekali tersenyum membalas Chat.

"Ehem, makan dulu baru main Hp lagi."

Neira mendongak dan mengangguk, dia meletakkan ponselnya dan menatap makanan yang ternyata sudah ada di hadapannya.

"Es krim aku mana Kak." Ucap Neira saat tidak melihat Es krim di sana padahal dia sudah memesannya.

Tidak lama terlihat pelayan yang datang dengan membawa es krim membuat mata Neira berbinar, namun Gevan langsung menjauhkannya membuat Neira menatapnya kesal.

"Punya Neira itu."

"Makan dulu baru Es krim."

"Iya Iya"

Sementara Alvar, Rose juga Mila tampak menatap mereka. Bagi Alvar bukan masalah namun berbeda dengan Rose dan Mila yang terlihat kesal dengan sikap Neira yang terlalu manja terhadap Gevan.

Tidak ada obrolan di sana, semua menikmati makanan mereka dengan cuaca yang adem.

"Em kak, aku mau ke toilet."

"Mau gue antar?"

"Gak usah Nei bisa sendiri."

Gevan mengangguk dan menatap Neira yang berjalan menuju toilet.

"Udah gede kali Ge, gak mungkin nyasar juga." Ketua Rose merasa kesal melihatnya.

Gevan tidak menjawab, dia kembali menikmati makanannya membuat Rose semakin kesal dan meletakkan sendok nya dengan kasar.

"Lo kenapa sih Rose" Ucap Alvar heran dengan sikap Rose.

"Kenapa Lo terus ajak Adik tiri sih, ini acara kampus Loh Ge. kemarin Lo ajak pas kita bahas Ospek, hari ini Lo ajak pas kita survei lokasi Camp. Apa Lo juga bakal bawa dia pas Camp lusa?"

Gevan menautkan kedua alisnya mendengar ucapan Rose.

"Terus sikap Lo, Lo jadi gak fokus tau gak bahas soal ini." Lanjutnya.

"Gue gak fokus?"

"Ya, tiap kali Lo selalu perhatikan dia bahkan saat pembahasan pandangan Lo tetap ke dia."

"Lo suka sama dia?"

Gevan menautkan kedua alisnya,,

"Maksud Lo apa sih Rose, udah lah gak usah ribut lagian Neira juga gak ngerepotin." Jawab Alvar kesal dengan sikap Rose.

"Dia adik gue, terserah gue buat ajak dia Atau engga."

Deg..!

Neira mendengar semua pembicaraan mereka, entahlah dia merasa hatinya sedih dengan jawaban Gevan padahal benar jika dia adalah adiknya namun dia kesal dan juga sedih.

Apa karena Rose yang bertanya, berarti Gevan bohong jika dia tidak ada hubungan dengannya.

"Neira."

Gevan menoleh dan terlihat Neira yang berjalan mendekat.

Gevan terus menatap Neira, apa Neira mendengar semua pembicaraan mereka tadi.

"Kenapa gak di habiskan."

"Aku udah kenyang kak."

Gevan mengangguk dan beranjak bangun.

"Semua sudah selesai, kita balik ke Jakarta takut kemalaman."

Alvar mengangguk dan meraih jaketnya.

Neira berjalan dengan masih diam di samping Gevan sampai di parkiran.

"Hati-hati Ge." Ucap Alvar yang dibalas anggukan.

Gevan melihat Neira yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil, dia pun lantas menyusulnya.

Tidak ada obrolan di sana, Neira hanya bermain ponselnya dan menatap keluar jendela sementara Gevan tampak fokus menyetir namun sesekali dia melirik adik kecilnya.

Perjalan yang cukup melelahkan hingga akhirnya mereka sampai di Jakarta.

"Mau makan dulu?" Ucap Gevan menatap Neira

"langsung pulang aja kak."

Gevan mengangguk dan melajukan mobilnya, dia hanya tidak mau jika malam nanti Neira kelaparan karena mereka makan di Bandung dan Neira hanya makan sedikit.

Neira langsung berjalan masuk setelah keluar mobil tanpa menunggu Gevan.

Gevan mengernyit, apa yang terjadi dengan Adiknya itu padahal selama perjalan dan juga di Bandung Neira tampak biasa saja terus kenapa sekarang sikapnya berubah.

Gevan menghela napasnya dan berjalan masuk.

"Neira."Panggilnya saat sudah berada di lantai dua.

Neira menaikkan kedua alisnya bingung.

"Kenapa diam dari tadi."

"Gapapa, Aku capek mau istirahat kak." Ucap Neira masuk ke dalam kamarnya dan langsung menutup pintunya.

Gevan menggeleng mungkin Neira memang lelah dia pun kembali berjalan menuju kamarnya.

Di dalam kamarnya Neira melempar asal tasnya dan langsung merebahkan tubuhnya.

Huh,, capek juga ternyata. Gumamnya memejamkan matanya namun dia kembali teringat pembicaraan Rose tadi.

Dia kembali merasa kesal, apalagi terlihat Jelas jika Rose tidak suka dengannya.

Neira, Lo memang adiknya kenapa Lo malah sewot.

Neira menggeleng dan beranjak bangun, lebih baik dia mandi untuk menghilangkan rasa kesalnya itu.

Sama halnya dengan Gevan yang juga langsung membersihkan tubuhnya.

Namun dia masih merasa bingung dengan sikap Neira yang berubah diam dan seakan mendiami juga menghindar darinya.

Apa yang terjadi dengan Adiknya itu.

Kenapa dengan sikap Neira seperti ini membuat Gevan sedih juga kepikiran padahal mereka tidak ada hubungan apapun hanya sebatas kakak-adik.

Gevan menghilangkan semua pikirannya, mungkin benar jika adiknya itu capek karena perjalan tadi.

********

Gevan meregangkan otot tangannya, dia menatap jam yang sudah pukul 12 malam dia lantas menutup Laptopnya dan berjalan keluar karena merasa haus.

Namun langkahnya berhenti di depan kamar Neira sejak pulang dia sama sekali tidak keluar kamar.

Apa Neira tidak lapar atau sekedar haus, Gevan pun teringat dengan Neira yang memiliki sakit magh membuatnya bertekad membuka pintu kamarnya.

Beruntung karena Neira tidak menguncinya membuat Gevan berjalan masuk.

Matanya menatap Neira yang tertidur meringkuk di dalam selimut tebalnya.

"Neira?" Ucap Gevan lembut namun tidak ada sautan membuat Gevan berjalan mendekat.

"Astaga dia pucat." Gumam Gevan semakin khawatir.

"Neira bangun hei."

Neira membuka matanya, dia terlihat begitu lemas dan kembali memejamkan matanya.

Kedua tangannya masih terus memeluk perutnya yang terasa sangat sakit dan juga nyeri.

"Lo demam Nei." Ucap Gevan saat menyentuh kening Neira yang panas.

Neira menggeleng.

"Perut aku sakit Kak." Lirih Neira membuat Gevan semakin panik.

"Kamu pasti lapar kan, kenapa gak bilang gue sih."

Neira kembali menggeleng.

Dia tidak bisa menjawab dan hanya menahan rasa sakitnya.

Gevan beranjak bangun, namun matanya menatap sebuah kalender meja dan melihat lingkaran merah di sana. Dia terdiam dan mengingat tanggal hari ini.

Sekarang dia tau jika bukan magh Neira kambuh namun karena datang bulan.

Gevan sedikit tau soal itu karena dulu Mamahnya pernah bercerita soal itu.

Gevan menatap sekitar, dia melihat minyak angin di atas meja belajar Neira.

Dia lantas mengambilnya.

"Kakak mau apa?" Kaget Neira saat Gevan membalikkan tubuhnya.

"Buka sedikit baju Lo."

"Kak,-

Gevan tidak menghiraukannya, dia sedikit menyeka piyama yang Neira pakai dan mengoleskan minyak angin di perutnya.

Neira terdiam, namun dia tidak melarangnya karena memang Widia selalu melakukan hal yang sama saat dirinya datang bulan.

"Su-sudah Kak." Ucap Neira gugup.

Bagaimana tidak, biasanya Mamahnya lah yang akan mengolesi dan mengusap perutnya namun kali ini Gevan kakak tirinya membuatnya merasa malu.

"Sekarang tidur lagi." Ucap Gevan membenarkan selimutnya.

Neira mengangguk dan kembali memejamkan matanya.

Gevan masih di sana menatap wajah Neira yang sudah kembali terlelap.

Dia pun akan beranjak namun Neira malah menahan tangannya.

"Temani Neira bobok Mah."

Gevan menautkan kedua alisnya, Neira pasti bermimpi jika itu adalah Widia.

Ingin rasanya dia melepaskan tangan Neira namun dia tidak tega melihatnya.

Akhirnya dia pun membiarkan Neira menggenggam tangannya.

Episodes
1 Putus.!
2 Gevandra Bara Ataska
3 Rencana Makan Malam
4 Makan Malam
5 Markas
6 Pernikahan
7 Rumah Baru
8 Sekolah
9 9. Gara-gara telat Jemput
10 Dia siapa?
11 Tinggal berdua
12 Gaje
13 Bandung
14 Dia adik gue.!
15 Kembali Mood
16 Senyuman
17 Mengerjakan PR
18 Mall
19 Takut Hilang
20 Valentine - Coklat
21 Menginap di Rumah Widi
22 Alex
23 Dinginnya Gevan
24 Menemani makan
25 Semakin Dekat.
26 Cantik.!
27 Soal Perasaan
28 Tidak tau Malu
29 Balapan
30 Terima Kekalahan
31 Selalu Manis
32 Marahnya Gevan
33 Posesif
34 Neira Sakit
35 Salsa-
36 Penjelasan Gevan.
37 NGAMBEK
38 Ada seseorang yang harus gue jaga perasaannya
39 39 Panti Asuhan.
40 Panti Asuhan
41 Perhatian Gevan
42 Mimpi tapi nyata.
43 Nico
44 Kesal
45 Perlakuan Manis Gevan
46 Bimbang (Neira)
47 Diam-nya Neira
48 Terus Kepikiran
49 "Karena harus menjaga seseorang"
50 Melindungi seseorang ternyata?
51 Sebuah Pelukan.
52 Takut Lo ilang.
53 Jealous..!
54 Speechless.!
55 Menggemaskan..!
56 Dia pacar gue.!
57 Salting-
58 Teror
59 Kakak rasa pacar
60 Kakak Merangkap Pacar
61 Jalanin Aja..
62 Mas Pacar.!
63 Mulai Nething
64 Cemburu-nya Neira
65 Mulai Posesif
66 Ngambek bikin gemas
67 Saingan
68 Selalu di Ratukan
69 Deg-degan
70 Dia Pacar Gue (Gevan)
71 Status Hubungan
72 Elisa-
73 73
74 74
75 75
76 Permintaan Maaf Author
77 Bab 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80 Makan Malam
81 Bab. 81 Makan Malam 2
82 Bab. 82 Perjodohan
83 Bab. 83 Pergi Dari Rumah
84 Bab. 84 Tidak Tau Malu-
85 Bab. 85 Tingkah Salsa
86 Bab. 86 Interogasi Bi Siti
87 Bab. 87 Demam
88 Bab. 88 Kangen- PROV Neira
89 Keputusan Almer
90 Terlalu Percaya Diri
91 Bab 91
92 Bab. 92 Keegoisan Orang Tua
93 93. Keegoisan Almer
94 94. Orang Baru
95 96. Kenan Mahendra
96 96. Gevan sakit
97 97.
98 98.
99 99. Calon Kakak Ipar
100 100. Kesal Prov Neira.
101 101. Sembuh
102 102. Panti Asuhan.
103 103.
104 104. Kawin Lari
105 105.
106 106.
107 107.
108 108.
109 109.
110 110.
111 111.
112 112.
113 113.
114 114.
115 115.
116 116.
117 117.
118 118.
119 119.
120 120.
121 121.
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Putus.!
2
Gevandra Bara Ataska
3
Rencana Makan Malam
4
Makan Malam
5
Markas
6
Pernikahan
7
Rumah Baru
8
Sekolah
9
9. Gara-gara telat Jemput
10
Dia siapa?
11
Tinggal berdua
12
Gaje
13
Bandung
14
Dia adik gue.!
15
Kembali Mood
16
Senyuman
17
Mengerjakan PR
18
Mall
19
Takut Hilang
20
Valentine - Coklat
21
Menginap di Rumah Widi
22
Alex
23
Dinginnya Gevan
24
Menemani makan
25
Semakin Dekat.
26
Cantik.!
27
Soal Perasaan
28
Tidak tau Malu
29
Balapan
30
Terima Kekalahan
31
Selalu Manis
32
Marahnya Gevan
33
Posesif
34
Neira Sakit
35
Salsa-
36
Penjelasan Gevan.
37
NGAMBEK
38
Ada seseorang yang harus gue jaga perasaannya
39
39 Panti Asuhan.
40
Panti Asuhan
41
Perhatian Gevan
42
Mimpi tapi nyata.
43
Nico
44
Kesal
45
Perlakuan Manis Gevan
46
Bimbang (Neira)
47
Diam-nya Neira
48
Terus Kepikiran
49
"Karena harus menjaga seseorang"
50
Melindungi seseorang ternyata?
51
Sebuah Pelukan.
52
Takut Lo ilang.
53
Jealous..!
54
Speechless.!
55
Menggemaskan..!
56
Dia pacar gue.!
57
Salting-
58
Teror
59
Kakak rasa pacar
60
Kakak Merangkap Pacar
61
Jalanin Aja..
62
Mas Pacar.!
63
Mulai Nething
64
Cemburu-nya Neira
65
Mulai Posesif
66
Ngambek bikin gemas
67
Saingan
68
Selalu di Ratukan
69
Deg-degan
70
Dia Pacar Gue (Gevan)
71
Status Hubungan
72
Elisa-
73
73
74
74
75
75
76
Permintaan Maaf Author
77
Bab 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80 Makan Malam
81
Bab. 81 Makan Malam 2
82
Bab. 82 Perjodohan
83
Bab. 83 Pergi Dari Rumah
84
Bab. 84 Tidak Tau Malu-
85
Bab. 85 Tingkah Salsa
86
Bab. 86 Interogasi Bi Siti
87
Bab. 87 Demam
88
Bab. 88 Kangen- PROV Neira
89
Keputusan Almer
90
Terlalu Percaya Diri
91
Bab 91
92
Bab. 92 Keegoisan Orang Tua
93
93. Keegoisan Almer
94
94. Orang Baru
95
96. Kenan Mahendra
96
96. Gevan sakit
97
97.
98
98.
99
99. Calon Kakak Ipar
100
100. Kesal Prov Neira.
101
101. Sembuh
102
102. Panti Asuhan.
103
103.
104
104. Kawin Lari
105
105.
106
106.
107
107.
108
108.
109
109.
110
110.
111
111.
112
112.
113
113.
114
114.
115
115.
116
116.
117
117.
118
118.
119
119.
120
120.
121
121.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!