Dia siapa?

Neira terus memeluk pinggang Gevan, bahkan dia tidak sadar jika pelukannya begitu kuat membuat Gevan batuk.

"Nei."

Neira tetap diam dengan tatapan kosong.

"Neira."

Tidak ada respon membuat Gevan menepikan motornya.

"Eh kak, sudah sampai ya." Ucap Neira tersadar membuat Gevan menoleh.

"Lo kenapa sih?"

"Lah, ini masih di jalan kak kenapa berhenti."

Gevan menghela napasnya.

"Tangan Lo, kenceng banget peluknya gue engap."

"Eh maaf Maaf" Ucap Neira melepas tangannya membuat Gevan bernafas lega.

"Lo kenapa sih"

"Gapapa Kok Kak, kita pulang aja."

Gevan menatap wajah Neira yang terdiam.

Gevan menggeleng dan kembali melajukan mobilnya, hingga Neira sadar jika motor bukan melewati jalanan ke rumahnya.

"Kak, ini bukan jalan pulang. Kita mau kemana?"

Gevan tidak menjawab, dia terus melajukan-nya menuju sebuah Cafe.

"Turun." Titah Gevan membuat Neira turun.

Sebuah Cafe yang ramai, terlihat juga beberapa motor sport terparkir di sana.

"Kita ngapain ke sini Kak."

"Ketemu temen gue."

"Lah harusnya Kakak anterin Nei pulang dulu."

"Cuma bentar. Ayo." Ajak Gevan menarik tangan Neira masuk.

Suasana Cafe ramai, Neira baru pertama datang ke tempat ini mungkin nanti dia akan mengajak kedua sahabatnya.

"Nah tuh Gevan."

Semua menoleh saat melihat Gevan datang.

"Eh tapi bareng siapa dia?"

"Oh dedek Neira" Ucap Panji saat melihat Gevan datang bersama Neira.

"Hai Kak." Ucapnya tersenyum.

"Duduk" Ucap Gevan menarik kursi untuk Neira dan dia duduk di sampingnya.

Bukan hanya Panji, Alvar dan juga Romi namun Neira melihat dua perempuan di sana dan menatapnya.

"Dia siapa Ge?" Ucap seorang perempuan cantik yang sedari tadi menatap Neira.

"Neira, dia adiknya Gevan." Jawab Alvar karena pasti Gevan tidak akan menjawab.

"Adik? Bukannya Gevan,-

"Lo mau pesan apa?" Ucap Gevan menatap Neira yang duduk di sampingnya.

"Es krim boleh ya Kak."

Gevan menautkan kedua alisnya, namun dia tetap memesankan Es krim untuk Neira juga makanan.

"Tunggu bentar." Ucap Gevan mengusap pucuk ribut Neira membuat mereka melotot.

Namun berbeda dengan Alvar, Panji juga Romi yang tau bagaimana Gevan.

Dia perempuan itu bahkan tidak menyangka dengan sikap lembut Gevan. Padahal yang mereka tau jika Gevan laki-laki dingin dan kaku.

"Oya Ge, gue udah pesen in Lo Cappucino."

Neira mendongak.

Perempuan cantik itu terus berusaha mengajak ngobrol Gevan, tapi kenapa Gevan hanya diam tanpa menjawabnya padahal perempuan itu cantik loh.

"Permisi pesanannya Kak."

Gevan mengangguk dan menggeser Nasi goreng, teh hangat juga Es krim ke depan Neira.

"Makan Nasi dulu, baru Es Krim." Potong Gevan saat Neira akan meraih Mangkuk Es krim.

"Iya" Pasrah Neira.

"Kita langsung deh, ini rencana OSPEK kita selama seminggu dan di akhir acara seperti biasa kita akan mengadakan Camping. Cuma gue masih belum nemuin tempat yang cocok. Gak mungkin kita terus di Bogor kan." Ucap Panji menjelaskan.

Semua terlihat saling bicara serius,

Neira sesekali menatapnya, dia pun melirik Gevan dan baru tau jika Kakak tirinya itu Seorang BEM kampus Ganesha

Tanpa Neira sadari Jika dia sudah habis makan satu porsi Nasi goreng dan juga Es krim.

Gevan menoleh, terlihat wajah bosan Neira di sana.

"Kenapa?"

"Bosan Kak, mana Hp gue low bet."

"Nih."

Neira tersenyum dan langsung menerimanya.

"Sandi"

Gevan dengan sangat terang-terangan memperlihatkan sandi di layar ponselnya membuat salah satu perempuan di depannya meremas ujung Almamater yang dia pakai.

Dia adalah Rose, salah satu mahasiswi yang aktif di Kampus.

Sebenarnya Rose hanya ingin bisa dekat dengan Gevan, membuatnya ikut aktif dalam kegiatan kampus mengingat Gevan adalah ketua BEM di sana.

Sudah lama Rose mengagumi Gevan, dia sengaja untuk bisa selalu dekat dengannya.

Banyak yang sudah tau soal itu, namun Gevan sendiri tampak acuh dan biasa.

Dia bahkan tidak pernah merespon Rose terkecuali urusan kampus.

Dan sekarang, Rose melihat Gevan begitu dekat dan juga perhatian terhadap seorang gadis kecil. Gadis SMA. walaupun Gadis itu hanya adik tirinya namun tetap saja Rose bisa melihat perhatian Gevan yang berbeda dengannya.

Waktu terus berjalan hingga tanpa sadar sudah menjelang Magrib.

"Jadi semua sudah fix, kita pilih Bandung untuk Camping Minggu depan." Ucap Gevan

"Mungkin Lusa kita survei ke sana, Al Lo sama gue yang ke sana."

"Siap."

Gevan melirik Neira yang masih asik bermain game di ponselnya.

"Yuk balik."

"Eh sudah selesai ya Ka."

Gevan mengangguk.

Neira tanpa sadar memasukkan ponsel Gevan ke dalam tasnya. Namun Gevan sendiri membiarkannya dan mereka berjalan keluar.

"Tunggu Al." Cegah Rose saat Alvar akan keluar.

"Kenapa"

"Lo bilang gadis itu adiknya Gevan, setau gue Gevan anak Tunggal."

"Adik tiri Gevan."

"Maksudnya Papanya Gevan nikah lagi?"

Alvar mengangguk.

"Tapi gue Liat perhatian Gevan beda, tatapan matanya juga beda."

Alvar menghela napasnya.

"Kan Neira adiknya Ros."

Rose terdiam.

Namun dia tau jika itu bukan perhatian biasa.

"Gue balik."

"Kayaknya dia bakal jadi saingan Lo deh Ros, gue juga lihat gimana tatapan mata Gevan.."

Rose mengangguk.

"Udah lah kita balik."

Mereka keluar dan menuju mobilnya, Gevan masih berada di sana bersama Neira.

"Ge," Panggil Rose membuat Gevan menoleh.

"Kenapa"

"Em, besok Lo bisa gak jemput gue ke kampus soalnya mobil gue mau gue servis."

"Gue harus antar Neira sekolah."

"Gue tunggu deh, setelah Lo anter adik Lo."

"Mobil Meli juga rusak?"

"Engga Ge" Jawab Meli membuat Rose menatapnya kesal.

"Udah." Ucap Gevan menoleh saat Neira sudah memakai jaket miliknya.

Neira naik ke atas motor,

"Duluan Kak." Ucap Neira tersenyum dengan Gevan melajukan motornya.

"Kenapa Lo liatin gue gitu Ros."

"Lo bego banget sih, tadi tuh gue sengaja biar bisa bareng Gevan"

"Eh sorry-sorry gue gak tau."

"Ah Lo sih." Kesal Rose berjalan menuju mobilnya.

"Sorry Rose, gue gak tau."

Kali ini Gevan tidak melajukan motornya dengan cepat tinggi karena memang jalanan kota yang padat.

Mungkin karena jam pulang kantor juga.

"Kak"

"Hm"

"Kakak cewek Tadi itu pacarnya kak Gevan ya."

"Siapa?"

"Salah satu Kakak cewek yang tadi."

"Maksud Lo."

"Ih yang minta Kakak jemput."

"Rose?"

"Eum."

"Pacar kakak, atau kalian lag Deket ya."

"Bukan."

"Dia cantik ya kak, tinggi putih."

Gevan tidak menjawab, dia hanya kembali laju karena lampu sudah hijau.

"Kakak gak suka sama Kaka Rose, padahal dia kaya suka deh sama Kaka."

Gevan membiarkan Neira terus berasumsi sendiri hingga motor masuk ke halaman rumah.

"Kak Gevan."

"Apa"

"Nei tuh bicara panjang Loh, malah diem aja."

Pletak.!

"aduh sakit Kak" Rintih Neira saat Gevan malah menyentil keningnya.

"Belajar yang bener."

"Ih, kesal Neira.

Terpopuler

Comments

Ika Wahyuni

Ika Wahyuni

suka banget cerita ini g membosankan lucu juga😍

2024-03-23

0

Dinar

Dinar

cerita sebagus ini bisa dibuat buku 💐💐

2024-03-12

2

lihat semua
Episodes
1 Putus.!
2 Gevandra Bara Ataska
3 Rencana Makan Malam
4 Makan Malam
5 Markas
6 Pernikahan
7 Rumah Baru
8 Sekolah
9 9. Gara-gara telat Jemput
10 Dia siapa?
11 Tinggal berdua
12 Gaje
13 Bandung
14 Dia adik gue.!
15 Kembali Mood
16 Senyuman
17 Mengerjakan PR
18 Mall
19 Takut Hilang
20 Valentine - Coklat
21 Menginap di Rumah Widi
22 Alex
23 Dinginnya Gevan
24 Menemani makan
25 Semakin Dekat.
26 Cantik.!
27 Soal Perasaan
28 Tidak tau Malu
29 Balapan
30 Terima Kekalahan
31 Selalu Manis
32 Marahnya Gevan
33 Posesif
34 Neira Sakit
35 Salsa-
36 Penjelasan Gevan.
37 NGAMBEK
38 Ada seseorang yang harus gue jaga perasaannya
39 39 Panti Asuhan.
40 Panti Asuhan
41 Perhatian Gevan
42 Mimpi tapi nyata.
43 Nico
44 Kesal
45 Perlakuan Manis Gevan
46 Bimbang (Neira)
47 Diam-nya Neira
48 Terus Kepikiran
49 "Karena harus menjaga seseorang"
50 Melindungi seseorang ternyata?
51 Sebuah Pelukan.
52 Takut Lo ilang.
53 Jealous..!
54 Speechless.!
55 Menggemaskan..!
56 Dia pacar gue.!
57 Salting-
58 Teror
59 Kakak rasa pacar
60 Kakak Merangkap Pacar
61 Jalanin Aja..
62 Mas Pacar.!
63 Mulai Nething
64 Cemburu-nya Neira
65 Mulai Posesif
66 Ngambek bikin gemas
67 Saingan
68 Selalu di Ratukan
69 Deg-degan
70 Dia Pacar Gue (Gevan)
71 Status Hubungan
72 Elisa-
73 73
74 74
75 75
76 Permintaan Maaf Author
77 Bab 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80 Makan Malam
81 Bab. 81 Makan Malam 2
82 Bab. 82 Perjodohan
83 Bab. 83 Pergi Dari Rumah
84 Bab. 84 Tidak Tau Malu-
85 Bab. 85 Tingkah Salsa
86 Bab. 86 Interogasi Bi Siti
87 Bab. 87 Demam
88 Bab. 88 Kangen- PROV Neira
89 Keputusan Almer
90 Terlalu Percaya Diri
91 Bab 91
92 Bab. 92 Keegoisan Orang Tua
93 93. Keegoisan Almer
94 94. Orang Baru
95 96. Kenan Mahendra
96 96. Gevan sakit
97 97.
98 98.
99 99. Calon Kakak Ipar
100 100. Kesal Prov Neira.
101 101. Sembuh
102 102. Panti Asuhan.
103 103.
104 104. Kawin Lari
105 105.
106 106.
107 107.
108 108.
109 109.
110 110.
111 111.
112 112.
113 113.
114 114.
115 115.
116 116.
117 117.
118 118.
119 119.
120 120.
121 121.
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Putus.!
2
Gevandra Bara Ataska
3
Rencana Makan Malam
4
Makan Malam
5
Markas
6
Pernikahan
7
Rumah Baru
8
Sekolah
9
9. Gara-gara telat Jemput
10
Dia siapa?
11
Tinggal berdua
12
Gaje
13
Bandung
14
Dia adik gue.!
15
Kembali Mood
16
Senyuman
17
Mengerjakan PR
18
Mall
19
Takut Hilang
20
Valentine - Coklat
21
Menginap di Rumah Widi
22
Alex
23
Dinginnya Gevan
24
Menemani makan
25
Semakin Dekat.
26
Cantik.!
27
Soal Perasaan
28
Tidak tau Malu
29
Balapan
30
Terima Kekalahan
31
Selalu Manis
32
Marahnya Gevan
33
Posesif
34
Neira Sakit
35
Salsa-
36
Penjelasan Gevan.
37
NGAMBEK
38
Ada seseorang yang harus gue jaga perasaannya
39
39 Panti Asuhan.
40
Panti Asuhan
41
Perhatian Gevan
42
Mimpi tapi nyata.
43
Nico
44
Kesal
45
Perlakuan Manis Gevan
46
Bimbang (Neira)
47
Diam-nya Neira
48
Terus Kepikiran
49
"Karena harus menjaga seseorang"
50
Melindungi seseorang ternyata?
51
Sebuah Pelukan.
52
Takut Lo ilang.
53
Jealous..!
54
Speechless.!
55
Menggemaskan..!
56
Dia pacar gue.!
57
Salting-
58
Teror
59
Kakak rasa pacar
60
Kakak Merangkap Pacar
61
Jalanin Aja..
62
Mas Pacar.!
63
Mulai Nething
64
Cemburu-nya Neira
65
Mulai Posesif
66
Ngambek bikin gemas
67
Saingan
68
Selalu di Ratukan
69
Deg-degan
70
Dia Pacar Gue (Gevan)
71
Status Hubungan
72
Elisa-
73
73
74
74
75
75
76
Permintaan Maaf Author
77
Bab 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80 Makan Malam
81
Bab. 81 Makan Malam 2
82
Bab. 82 Perjodohan
83
Bab. 83 Pergi Dari Rumah
84
Bab. 84 Tidak Tau Malu-
85
Bab. 85 Tingkah Salsa
86
Bab. 86 Interogasi Bi Siti
87
Bab. 87 Demam
88
Bab. 88 Kangen- PROV Neira
89
Keputusan Almer
90
Terlalu Percaya Diri
91
Bab 91
92
Bab. 92 Keegoisan Orang Tua
93
93. Keegoisan Almer
94
94. Orang Baru
95
96. Kenan Mahendra
96
96. Gevan sakit
97
97.
98
98.
99
99. Calon Kakak Ipar
100
100. Kesal Prov Neira.
101
101. Sembuh
102
102. Panti Asuhan.
103
103.
104
104. Kawin Lari
105
105.
106
106.
107
107.
108
108.
109
109.
110
110.
111
111.
112
112.
113
113.
114
114.
115
115.
116
116.
117
117.
118
118.
119
119.
120
120.
121
121.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!