16 Rencana

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

“Isabella, maaf tapi aku perlu tahu, mengapa kamu masih di sini? Kamu... kamu...” ucap Alex terbata-bata.

“Aku tahu apa yang Anda pikirkan, detektif Alex. Tetapi aku tidak bisa pergi. Aku terkurung di sini ketika Anda pergi,” sahut Isabella.

“Terkurung? Bagaimana itu bisa terjadi?”

“Apa detektif lupa? Malam itu aku menunggu kepulangan Anda, aku memberikan informasi penting atas kematianku. Dan, di saat malam itu aku tidur di kamar Anda, saat pagi, aku tidak menemukan Anda dimanapun. Apakah kehadiranku benar-benar tidak nyata,” sahut Isabella menjelaskan.

“Tidur di…di rumah Bos Alex?” celetuk Diana terkejut.

“Nggak dapat yang nyata, setan pun jadi,” gumam Toni menggeleng.

Detektif Alex mendekati Isabella dengan langkah-langkah hati-hati, mencoba memahami keadaan tidak biasa ini. Isabella menjawab dengan suara tenang, tetapi ada kecemasan terpancar dari tatapan matanya. Alex merasa semakin bingung dengan jawaban Isabella. Apa yang bisa membuat seorang arwah terjebak di dalam rumahnya.

Detektif Alex merasa ada ketegangan di udara, sebuah rasa tidak aman membuatnya ingin segera masuk ke dalam rumah. Dia tidak tahu apa yang menyebabkan perasaan itu, tetapi setiap sel-sel di tubuhnya memberontak terhadap keadaan saat ini. Dengan cepat, dia mengajak Toni, Diana, dan Isabella untuk segera masuk ke dalam rumah, mencoba melindungi mereka dari bahaya yang mungkin mengintai dari luar.

“Kita perlu masuk ke dalam rumah segera. Aku tidak merasa nyaman berdiri di sini lebih lama,” ucap Alex.

“Apa yang terjadi, Alex? Apakah ada sesuatu yang salah?” tanya Toni.

“Aku tidak yakin. Tetapi aku merasa kita sedang diawasi. Mari kita masuk ke dalam rumah, mungkin kita bisa mendiskusikan semuanya di sana,” sahut Alex.

“Saya setuju, saya juga merasa tidak nyaman di sini,” ucap Diana.

“Ayo kita masuk,” ucap Isabella.

Mereka bergerak menuju pintu rumah dengan langkah-langkah hati-hati, hati-hati untuk tidak menarik perhatian siapapun mungkin memata-matai mereka. Semua merasa tegang dan waspada, tidak yakin apa yang akan mereka temukan di dalam rumah. Tetapi satu hal yang pasti, mereka harus berhati-hati. Sesuatu tidak biasa akan terjadi, dan mereka harus waspada terhadap bahaya yang mengintai.

Sementara detektif Alex, Toni, Diana, dan Isabella memasuki rumah, di luar, sekelompok orang tetap tersembunyi di kegelapan semakin terkejut melihat Isabella berada di sana. Wajah-wajah mereka yang tadinya tenang menjadi cemas dan penuh kebingungan.

“Isabella? Apa dia masih hidup? Bagaimana bisa dia di sini?” tanya orang A.

“Kita harus memberitahukan ini kepada tuan Arnold. Ini bisa jadi masalah besar,” ucap orang B.

Mereka berbisik di antara mereka, mencoba memahami situasi semakin rumit. Melihat Isabella yang seharusnya sudah tidak ada lagi di dunia ini, membuat mereka merasa tidak nyaman. Sementara itu, Isabella tidak menyadari keberadaan mereka terus bergerak menuju rumah Alex, bersama dengan detektif dan rekannya.

Langkah-langkah mereka yang lembut memudar ke dalam kegelapan, sementara kebingungan dan kekhawatiran tetap membayangi kelompok orang yang terjebak dalam situasi tidak terduga ini. Pada saat yang sama, di dalam rumah, detektif Alex dan timnya merencanakan langkah-langkah selanjutnya untuk mendapatkan bukti di pelabuhan. Tidak menyadari bahwa di luar, mata-mata tidak diinginkan terus memperhatikan setiap langkah mereka.

Di dalam ruang tamu tenang, mereka duduk bersama membentuk lingkaran kecil, berusaha mencari jawaban atas misteri yang semakin menggelayut di sekeliling mereka. Detektif Alex, Toni, Diana, dan Isabella saling berpandangan, berusaha membaca ekspresi satu sama lain, mencari kebenaran tersembunyi. Keputusan Alex untuk pergi ke pelabuhan dan mengambil bukti kedatangan kapal ilegal menjadi titik pusat pembicaraan. Alex ingin merencanakan langkah-langkah dengan hati-hati, menyusun strategi untuk menemukan kebenaran di balik segala misteri yang mengancam keamanan.

“Kita harus bersiap-siap. Pelabuhan mungkin menjadi kunci jawaban atas semua ini,” ucap Alex.

“Tapi bagaimana kita bisa masuk ke pelabuhan tanpa terdeteksi?” tanya Diana.

“Aku punya teman di sana. Dia bisa membantu kita melewati pengawasan. Tapi kita harus cepat, waktu kita terbatas,” sahut Toni.

“Baiklah, mari kita lakukan ini. Tetapi kita harus tetap waspada. Siapa pun yang berusaha menghalangi kita, kita harus siap menghadapi mereka,” ucap Alex.

Alex, Diana dan Toni setuju dengan rencana tersebut, dan dengan hati-hati mereka mulai mengeksekusi rencana mereka, menyusun strategi untuk mengejar kebenaran di tengah gelapnya kejahatan yang mengancam mereka.

Masih mengganjal dipikiran Alex, ia memandang Isabella dengan tatapan penuh pertanyaan. Wajahnya terlihat penuh teka-teki, mencoba mencari jawaban atas kehadiran Isabella di rumahnya. Di balik raut wajahnya yang tenang, tersembunyi keingintahuan mendalam tentang alasan di balik keberadaan Isabella di sana.

“Isabella, aku masih belum paham. Kenapa kamu masih di sini?” tanya Alex.

“Aku sudah menjelaskan, detektif Alex. Aku terkurung di rumah ini ketika anda pergi.”

“Tapi... apa artinya semua ini? Bagaimana kamu bisa terkurung di rumahku? Bukannya kamu itu arwah, seharusnya arwah bisa bebas keluar masuk,” ucap Alex.

“Aku juga tidak tahu, detektif Alex. Semuanya terasa begitu aneh sejak kecelakaan itu terjadi. Apa mungkin aku lupa caranya melewati tembok dan menghilang,” sahut Isabella.

Detektif Alex mengangguk, meskipun masih terdapat keraguan dalam benaknya. Jawaban Isabella hanya menambah daftar pertanyaan yang belum terjawab. Di tengah kebingungan dan kegelisahan, mereka harus mencari jawaban atas semua misteri mengitari mereka.

Mereka siap untuk melangkah keluar dan menjalankan rencana mereka. Udara malam terasa dingin di sekitar mereka, tetapi semangat mereka tidak pudar sedikit pun. Mereka telah menyusun rencana dengan matang, dan sekarang saatnya untuk bertindak. Setiap langkah mereka dihitung, setiap keputusan diambil dengan hati-hati, karena mereka menyadari bahwa setiap kesalahan bisa berarti akhir dari misi mereka.

“Kita harus siap. Jangan lupa, kita harus bergerak cepat dan tanpa terdeteksi,” ucap Alex.

“Agar tidak terlalu mencolok, naik kendaraanku saja. Mari kita segera berangkat,” ucap Toni.

Mereka semua mengangguk, menguatkan satu sama lain dengan keberanian dan tekad mereka. Namun, ada satu hal yang menjadi beban Alex yaitu, Isabella. Alex menatap tajam wajah polos Isabella yang terlihat bingung.

“Untukmu, silahkan kembali ke alammu, Isabella!”

“Tidak! Aku tidak mau!”

“Apa kamu pikir bisa tinggal selamanya di rumahku? Aku tidak ingin rumah ini menjadi horor karena kedatanganmu!”

“Baiklah, mulai sekarang aku akan berpura-pura menjadi manusia agar rumah detektif Alex tidak terlihat horror,” ucap Isabella.

Alex tidak bisa berkata apa pun lagi. Karena Isabella tidak ingin pergi, Diana, Toni, dan Alex mengganggap Isabella tidak terlihat. Mereka kembali ke tujuan awal mereka. Dengan hati-hati, mereka melangkah keluar dari rumah, siap untuk menghadapi segala tantangan mungkin menunggu di luar sana.

Perjalanan menuju pelabuhan terasa tegang dan penuh ketegangan. Di dalam mobil, detektif Alex, Toni, dan Diana memperhatikan setiap detail sepanjang perjalanan. Mereka merenungkan rencana mereka, mengantisipasi segala kemungkinan yang mungkin terjadi di pelabuhan. Udara malam yang dingin menambah kesan misterius di sekeliling mereka, menciptakan aura ketegangan yang semakin terasa.

“Apakah kita akan bertemu dengan banyak penghalang di sana?” tanya Diana mulai cemas.

“Mungkin. Tapi kita harus tetap tenang dan fokus pada rencana kita. Jika kita bekerja sama, kita pasti bisa mengatasi segala rintangan,” sahut Toni.

“Bagaimana dengan pengawasan di sekitar pelabuhan, Toni?” tanya Alex.

“Aku sudah punya rencana untuk itu. Kita akan menggunakan rute tersembunyi yang tidak terpantau oleh pengawasan. Dan aku juga sudah mengkoordinasi dengan kenalanku di sana,” sahut Toni.

Mereka melanjutkan percakapan mereka, mencoba mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi situasi yang mungkin terjadi di pelabuhan. Dalam kegelapan malam, mobil terus melaju menuju tujuan mereka, menuju keberhasilan atau kegagalan misi mereka.

Mobil berhenti di tempat sepi, tersembunyi dari pandangan pengawasan di pelabuhan. Detektif Alex, Toni, dan Diana keluar dari mobil, memeriksa perlengkapan mereka sejenak sebelum memulai langkah selanjutnya. Rekan Toni, Darwin yang sudah mengenali rute tersembunyi di pelabuhan, memimpin mereka melewati lorong-lorong gelap dan sepi, menjauhi sorotan lampu penerangan utama.

“Kita harus masuk dari sini. Rutenya cukup sepi, tidak terlalu banyak aktivitas di sekitar sini,” ucap Toni.

“Baik, kita harus tetap waspada. Ada berapa banyak orang pengawas di sekitar sini?” tanya Alex.

“Cukup banyak, tapi kita punya jalur tersembunyi yang tidak terlalu mereka perhatikan. Ikuti aku,” sahut rekan Toni, Darwin.

Mereka mengikuti rekan Toni, Darwin melewati lorong-lorong terpencil di pelabuhan, berusaha untuk tidak menarik perhatian siapa pun yang mungkin sedang memperhatikan. Cahaya bulan menyinari langit memberikan sedikit bantuan untuk melihat di dalam kegelapan, namun langkah-langkah mereka tetap penuh ketelitian. Dengan hati-hati, mereka terus maju, menuju ke tujuan yang penuh tantangan ini.

Terpopuler

Comments

R.F

R.F

cantik banget fotonya

2024-02-17

0

F.T Zira

F.T Zira

arwah.. tapi semua orang bisa lihat.. misteri yg kental

2024-02-15

0

RIO SIAGAN

RIO SIAGAN

Jangan gitulah Toni. Lanjutkan aja

2024-02-10

0

lihat semua
Episodes
1 1. KEJANGGALAN KECELAKAAN WANITA MALAM
2 2. Seminggu setelah kejadian (Arwah Isabella)
3 3 Desas desus
4 4 Menghantui dan mencari informasi
5 5
6 6 Bukti Lain dari Isabella
7 7 Siapa Laura, dan siapa Isabella?
8 8 Hawai
9 9 Pembicaraan
10 10 Pencarian dan Percakapan mendalam
11 11 Permintaan Vito
12 12 Pembicaraan Bisnis H@ram Richard
13 13 Strategi Alex. Perjumpaan Toni dan Lucas di Klub Malam
14 14 Hantuuu!!! Maliing!!!
15 15 Kembali ke Tanah Air Mengatur strategi Kembali
16 16 Rencana
17 17 Markas Darwin
18 18 Bergegas, curhat singkat Toni
19 19 Martinus
20 20 Menggerebek
21 21 Siapa Arnold?
22 22 Markas diserang Kedatangan Isabella
23 23 Dihantui Masa Lalu. Keterkejutan Detektif Alex
24 24 Rahasia Isabella dibocorkan Martinus
25 25 Arnold di Hukum. Pernyataan Martinus
26 26 Aku Bayar Dengan Tubuhku. Kesaksian Pelaku
27 27 Strategi Menangkap Vito!! Dalang Dibalik Semua Kriminal
28 28 Menyerbu Villa Vito!!! Detektif Alex Diserang
29 29 Serangan Bertubi-tubi Untuk Alex!!! Kehadiran Vito
30 30 Mari Kita Kerja Sama!!! Urus itu Luca!
31 31 Diego, tangan kanan Vito
32 32 Diana dan Toni Dalam Situasi Gawat!!
33 33 Bujukan Maria Untuk Detektif Alex
34 34 Tim Detektif Alex Dalam Situasi Gawat!!!
35 35 Anda Harus Segera Sadar
36 36 Hinaan Diego!! Asap Beracun Dikeluarkan!
37 37 Mencari Jalan Keluar
38 38 Gawat!! Vito Dan Anak Buahnya Pura-pura Terluka
39 39 Vito Menyudutkan Martinus
40 40 Diego Menembak Diri Sendiri
41 41 Detektif Alex Menyerah
42 42 Presiden Rossi
Episodes

Updated 42 Episodes

1
1. KEJANGGALAN KECELAKAAN WANITA MALAM
2
2. Seminggu setelah kejadian (Arwah Isabella)
3
3 Desas desus
4
4 Menghantui dan mencari informasi
5
5
6
6 Bukti Lain dari Isabella
7
7 Siapa Laura, dan siapa Isabella?
8
8 Hawai
9
9 Pembicaraan
10
10 Pencarian dan Percakapan mendalam
11
11 Permintaan Vito
12
12 Pembicaraan Bisnis H@ram Richard
13
13 Strategi Alex. Perjumpaan Toni dan Lucas di Klub Malam
14
14 Hantuuu!!! Maliing!!!
15
15 Kembali ke Tanah Air Mengatur strategi Kembali
16
16 Rencana
17
17 Markas Darwin
18
18 Bergegas, curhat singkat Toni
19
19 Martinus
20
20 Menggerebek
21
21 Siapa Arnold?
22
22 Markas diserang Kedatangan Isabella
23
23 Dihantui Masa Lalu. Keterkejutan Detektif Alex
24
24 Rahasia Isabella dibocorkan Martinus
25
25 Arnold di Hukum. Pernyataan Martinus
26
26 Aku Bayar Dengan Tubuhku. Kesaksian Pelaku
27
27 Strategi Menangkap Vito!! Dalang Dibalik Semua Kriminal
28
28 Menyerbu Villa Vito!!! Detektif Alex Diserang
29
29 Serangan Bertubi-tubi Untuk Alex!!! Kehadiran Vito
30
30 Mari Kita Kerja Sama!!! Urus itu Luca!
31
31 Diego, tangan kanan Vito
32
32 Diana dan Toni Dalam Situasi Gawat!!
33
33 Bujukan Maria Untuk Detektif Alex
34
34 Tim Detektif Alex Dalam Situasi Gawat!!!
35
35 Anda Harus Segera Sadar
36
36 Hinaan Diego!! Asap Beracun Dikeluarkan!
37
37 Mencari Jalan Keluar
38
38 Gawat!! Vito Dan Anak Buahnya Pura-pura Terluka
39
39 Vito Menyudutkan Martinus
40
40 Diego Menembak Diri Sendiri
41
41 Detektif Alex Menyerah
42
42 Presiden Rossi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!