...💓💓...
Ketika malam memutuskan untuk menggenggam kota, Alex pulang dengan langkah berat setelah berhari-hari menyelidiki jejak kriminalitas tingkat tinggi. Angin malam membisikkan rahasia di antara pepohonan dan lampu jalanan yang redup, menciptakan suasana penuh misteri. Mobil detektif itu meluncur di jalanan sepi menuju rumahnya.
Rumah Alex tampak sepi di bawah sinar remang-remang lampu jalanan. Gemuruh langkahnya bergema di ruang terbuka dan membuat malam semakin dalam. Mobilnya melaju masuk ke halaman yang gelap, menciptakan bayangan panjang di sepanjang lorong menuju pintu depan.
“Semoga informasi ini membawa bukti lebih dekat pada kebenaran,” ucap Alex di helaan nafasnya.
Dengan langkah lelah, Alex memasuki rumahnya. Cahaya lampu ruang tamu yang samar-samar menciptakan suasana hangat menyambutnya. Namun, ketika ia mendekati pintu masuk, pandangannya tertuju pada sosok yang tidak terduga.
Isabella, wanita yang seharusnya telah pergi dari dunia ini, duduk terdiam di tembok teras. Rambut hitamnya tergerai dan mata indahnya tertutup lembut. Pakaiannya tampak seperti gaun malam, membuatnya terlihat seperti hantu yang keluar dari bayangannya sendiri.
Detektif itu terdiam sejenak, merasakan detak jantungnya berdebar. Keberadaan Isabella seharusnya hanya terjadi dalam kenangan, kini hadir dengan kehadiran nyata, meskipun tubuhnya seperti bayangan terduduk di teras.
“Isabella... ini tidak mungkin,” gumam Alex ragu.
Alex melangkah mendekati Isabella dengan langkah ragu. Tangannya bergetar ketika mencoba menyentuh bahu Isabella, memastikan bahwa ini bukan ilusi atau mimpi buruk.
Ketika Alex mendekat, cahaya dari lampu di teras menyoroti wajah Isabella. Kulitnya tampak pucat, dan bibirnya yang merah muda memberikan kontras dengan keseluruhan penampilannya. Meskipun tertidur, ekspresi wajahnya menampilkan ketenangan dan keindahan yang tidak tergoyahkan.
“Apa yang terjadi padamu, Isabella? Kenapa kamu di sini?” tanya Alex berbisik.
Namun, Isabella tetap tidak merespon. Ia seperti terperangkap dalam tidur yang dalam, dunianya mungkin terpisah dari yang lain. Detektif itu memandang wajah wanita itu dengan campuran antara kebingungan dan keheranan.
“Haruskah aku membangunkanmu atau membiarkanmu tidur di sini?”
Alex merasa bingung, terjebak antara realitas dan ketidakpastian. Tapi, sebelum dia bisa memutuskan, mata Isabella perlahan-lahan terbuka, memancarkan kehidupan baru yang membingkai pandangannya.
Mata Isabella, seharusnya telah mati, kini bersinar dengan kehidupan. Mata itu memandang Alex dengan ekspresi yang mencampurkan rasa terima kasih dan kerinduan.
“Detektif Alex. Aku menunggumu.”
Kata-kata Isabella menggema di ruang malam terasa lebih misterius daripada sebelumnya. Alex masih mencoba memahami situasi ini, tiba-tiba merasa seperti terlibat dalam sesuatu melebihi batas pemahamannya. Keberadaan Isabella, semestinya berakhir, kini menjadi misteri baru yang harus dipecahkan.
“Menunggu apa, Isabella? Aku tidak bisa percaya ini. Bagaimana kamu bisa di sini?” tanya Alex bingung.
“Aku datang untuk memberi anda petunjuk.”
Isabella melihat sekeliling dengan tatapan penuh makna, seolah mencari sesuatu tidak terlihat oleh mata manusia biasa. Angin malam mengibaskan rambutnya yang tergerai, menciptakan aura keanggunan di sekitarnya.
“Cantiknya!” batin Alex, namun ia harus segera tersadar dari pikirannya.
“Petunjuk? Tentang apa?” tanya Alex seolah tidak mengerti ucapan Isabella.
“Apa kita bisa masuk ke dalam? Aku akan memberitahu Anda semuanya tentang informasi penting ini,” desak Isabella, tatapannya sangat serius.
“Baiklah.”
Takut akan ada mata-mata disekitar rumahnya. Alex menuruti permintaan Isabella. Alex membuka pintu rumahnya, membiarkan Isabella masuk terlebih dulu, setelah pintu terkunci barulah Alex masuk, dan duduk di sofa lainnya.
“Apa itu, katakan segera agar kamu bisa pulang ke alammu,” ucap Alex.
“Kematianku terkait dengan kejahatan besar yang terjadi di balik tirai pemerintahan. Anda akan menemukan barang bukti yang membawa kebenaran terang benderang. Setelah aku memberikan informasi mengenai kematianku,” sahut Isabella.
Isabella memberikan senyuman tipis, seolah-olah menunjukkan kepercayaan diri bahwa Alex adalah orang yang tepat untuk memecahkan teka-teki ini. Detektif itu memandangnya dengan campuran antara penasaran dan kebingungan.
“Apa yang kamu maksud? Bagaimana kamu bisa memberi petunjuk padaku? Sedangkan kamu saja sudah mati,” tanya Alex.
“Aku memiliki wewenang khusus, detektif Alex. Wewenang yang tidak dimiliki arwah dan manusia lain,” sahut Isabella penuh percaya diri.
Dengan tatapan yang tajam, Isabella menyodorkan sejumlah gambar dan dokumen yang Alex kenal dengan baik dari hasil penyelidikannya. Keberadaan Isabella dan bukti-bukti itu menimbulkan pertanyaan lebih banyak daripada jawaban.
Di dalam amplop yang diberikan oleh Isabella, Alex menemukan sejumlah foto dan dokumen yang mengungkap kebusukan di balik dinding pemerintahan.
...1. *Foto Arnold Harsono:**...
...- Sebuah foto terangkai Arnold Harsono, Ketua Dewan Keamanan Nasional, bersama seorang pria berjas hitam dalam suasana yang terlihat seperti pertemuan rahasia. Wajah Arnold mencerminkan kekhawatiran, mengisyaratkan adanya kegiatan yang jauh dari mata publik*....
...2. *Dokumen Transaksi Keuangan Rahasia:**...
...- Sejumlah dokumen transaksi keuangan tersembunyi yang menunjukkan aliran uang dari rekening pribadi pejabat tinggi pemerintah ke rekening bank di luar negeri. Ada tanda tangan yang mencurigakan dan tautan ke beberapa perusahaan fiktif*....
...3. *Foto Eva Pratiwi di Acara Khusus:**...
...- Sebuah foto Eva Pratiwi, Menteri Keuangan, berpose di acara khusus bersama sejumlah individu yang tidak dikenal. Kehadirannya di acara tersebut memberikan indikasi adanya keterlibatan dengan kelompok-kelompok rahasia*....
...4. *Foto Farhan Prasetyo dengan Orang Tak Dikenal:**...
...- Gambar Brigjen. Farhan Prasetyo, Kepala Kepolisian, terlihat sedang berbicara dengan seorang pria bertopeng di tempat yang tampak tidak terlacak. Ini menimbulkan kecurigaan mengenai hubungannya dengan kelompok kriminal*....
...5. *Dokumen Rencana Pemberontakan:**...
...- Sebuah dokumen yang menguraikan rencana pemberontakan dan tindakan tidak sah yang melibatkan beberapa pejabat tinggi pemerintah. Ada peta, catatan strategi, dan daftar nama terlibat*....
...6. *Foto Laras Surya di Pesta Militer:**...
...- Sebuah gambar Laras Surya, Menteri Pertahanan, sedang menghadiri pesta militer yang mewah. Kehadirannya di acara tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keterlibatannya dalam perdagangan senjata ilegal*....
...7. *Rekaman Pembicaraan Rahasia:**...
...- Sebuah perekam suara menampilkan percakapan rahasia antara Arief Santoso, Direktur Intelijen, dan seorang individu yang suaranya diubah. Isi pembicaraan tersebut memberikan petunjuk tentang intelijen yang digunakan untuk kepentingan kelompok kriminal*....
Foto-foto ini membentuk potret gelap kegiatan-kegiatan rahasia yang melibatkan para pejabat tinggi pemerintahan. Alex merasa terpanggil untuk membongkar skandal ini, meskipun dia menyadari bahwa langkah tersebut bisa membahayakan hidupnya sendiri.
"Bukti-bukti ini berbanding terbalik dengan yang diberikan Laura kepadaku. Apakah aku harus bertanya siapa sebenarnya Laura, dan...kenapa kedua sahabat ini memberikan bukti berbeda?" batin Alex, hatinya bimbang begitu melihat dokumen berisi bukti-bukti berbeda.
“Tapi mengapa kamu tidak langsung memberi tahu polisi atau otoritas terkait? Mengapa harus dengan cara seperti ini?” tanya Alex.
“Percayalah, Alex, ini satu-satunya cara. Pemerintah ini terlalu busuk. Anda harus berhati-hati,” ucap Isabella.
Alex memegang foto-foto dan dokumen baru saja diterimanya. Cahaya remang-remang dari lampu ruang tamu memancarkan atmosfer tegang, menciptakan bayangan yang menari-nari di sekelilingnya. Alex merasa detak jantungnya berdebar-debar ketika menatap gambar-gambar itu. Sebuah petunjuk berbanding terbalik dari pemberian Laura.
“Baiklah, mari kita mulai dari awal. Apa yang sebenarnya terjadi, Isabella? Bagaimana kamu bisa kembali seperti ini, dan apa hubunganmu dengan semua ini?” tanya Alex penasaran dengan apa yang terjadi.
Alex menatap foto Arnold Harsono, pejabat tinggi Dewan Keamanan Nasional, di antara dokumen-dokumen itu. Wajah ketua dewan itu nampak serius, seolah menyimpan rahasia besar yang mungkin terhubung dengan aktivitas kriminal.
“Detektif Alex, aku terperangkap di antara dunia ini dan dunia yang lain. Aku memiliki kemampuan khusus untuk kembali sebentar dan memberikan petunjuk pada orang-orang yang benar-benar bisa memecahkan kebusukan ini,” ucap Isabella dengan nada lembut, wajahnya berubah menjadi imut.
Isabella duduk di ruang tamu, rambut hitamnya yang tergerai memberikan kesan mistis di balik suasana tegang. Sorot matanya menerawang ke kejauhan, mencerminkan pemberian petunjuk tak terlukiskan dalam kata-kata.
“Petunjuk? Bagaimana kita bisa tahu ini bukan tipuan atau ilusi semata?” tanya Alex curiga.
“Lihatlah dengan mata hati, detektif Alex. Sembilan puluh persen dari apa yang anda lihat di sana adalah kebenaran. Dunia ini penuh dengan tipu daya, dan aku datang untuk membantumu memecahkan teka-teki ini,” sahut Isabella serius.
Detektif Alex mendengar penjelasan Isabella dengan campuran antara skeptis dan rasa ingin tahu. Dia mencoba mencerna semua informasi ini, memahami bahwa skandal yang lebih besar sedang bermain di balik layar kekuasaan.
Isabella melihat detektif itu dengan pandangan penuh harap. Dia tahu bahwa Alex adalah kunci untuk membawa keadilan, meski risikonya besar.
“Baiklah, aku akan melibatkan diri dalam ini. Tapi, Isabella, apa risiko yang harus aku hadapi?” tanya Alex.
“Banyak, detektif Alex. Kebenaran selalu memiliki harga. Kita harus bersiap menghadapi konsekuensinya.”
“Sudah malam, dan aku sangat lelah. Jadi, aku minta segera kembali ke alamamu,” pinta Alex.
“Sungguh kejam. Mana ada angkot atau taksi online malam-malam seperti ini. Aku tidak mau pulang, aku akan berdiam diri di rumah Anda!” tolak Isabella, ia pun beranjak dari duduknya menuju kamar Alex berada di lantai atas.
“Setan, eh…Isabella!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Agan
wewenangnya sepertinya beda. Ada kemisteriusan tentang Isabella nih
2024-02-12
0
Agan
gentayangan
2024-02-12
0
F.T Zira
karena polisi tidak bisa di percaya🤭
2024-02-11
0