8 Hawai

Pagi harinya, matahari terbit dengan hangat, menyinari landasan pacu bandara yang sibuk. Sesuai dengan instruksi Alex, Diana dan Alex tiba di bandara bersamaan. Pesawat kelas VIP menunggu di landasan, siap membawa mereka ke destinasi yang belum terungkap. Suasana di dalam pesawat terasa mewah dengan kursi-kursi nyaman dan fasilitas kelas satu.

“Bos, belum memberi tahu saya kemana kita akan pergi. Apa yang sedang terjadi?” tanya Diana bingung.

“Kita akan pergi ke Hawaii. Aku ingin mengikuti Arnold Harsono, melihat apa yang sedang dia lakukan di sana,” sahut Alex.

Pesawat lepas landas dengan mulus, membawa Diana dan Alex ke langit biru. Mereka duduk di kursi-kursi VIP, memandangi pemandangan indah dari jendela pesawat, tetapi pikiran mereka terus sibuk dengan pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab.

“Hawaii? Apa yang bisa kita temukan di sana?”

“Aku tidak yakin, tapi Arnold Harsono pasti memiliki alasan membawa pertemuan mereka ke sana,” sahut Alex.

"Menurut informasi yang aku dapatkan, Arnold Harsono hari ini pergi ke Hawaii, menaiki penerbangan pesawat VIP pagi ini. Tapi, kenapa aku tidak melihatnya di dalam pesawat?" batin Alex mengingat dirinya mendapatkan informasi dari sahabatnya.

Sementara pesawat terbang melintasi awan-awan putih, Diana dan Alex terus berdiskusi tentang kemungkinan tujuan mereka. Alex membuka laptopnya, memeriksa informasi dan merencanakan langkah-langkah selanjutnya. Rencana mereka yang misterius harus disusun dengan hati-hati.

“Bagaimana kita bisa mengikuti Arnold Harsono tanpa dicurigai?” tanya Diana.

“Kita harus tetap berada di balik layar, mencari tahu apa yang sedang terjadi di Hawaii,” sahut Alex.

Pesawat melaju dengan kecepatan tinggi, membawa mereka menuju tujuan yang belum terungkap sepenuhnya. Sesekali, Alex melirik jendela pesawat, seakan mencari jawaban di langit luas.

“Bagaimana jika kita tidak menemukan apa-apa di sana?”

“Kita harus bersiap untuk segala kemungkinan. Harapannya, jawaban ada di sana.”

Pesawat melintasi samudra biru, mengarah ke destinasi yang mungkin menyimpan rahasia besar. Diana dan Alex bersiap-siap untuk menghadapi apa pun yang mungkin terjadi di Hawaii.

Akhirnya, pesawat meluncur mulus di landasan pacu Bandara Hawaii, menandakan kedatangan Alex dan Diana ke pulau tropis itu. Cahaya matahari hangat menyambut mereka saat pintu pesawat dibuka, membawa semilir angin laut dan aroma bunga-bunga eksotis.

“Kita harus bergerak cepat. Jangan terlalu mencolok. Aku akan memeriksa informasi terkini tentang keberadaan Arnold Harsono di sini,” ucap Alex.

“Baik, Bos Alex!”

Diana dan Alex turun dari pesawat, menyatu dengan kerumunan penumpang lainnya. Mereka berjalan menuju terminal dengan cermat, mencoba tidak menarik perhatian siapa pun. Di dalam bandara, suasana ramai dan penuh dengan wisatawan yang sedang menikmati liburan mereka.

“Bagaimana kita bisa menemukan Arnold di tengah kerumunan ini?” tanya Diana.

“Aku punya ide. Mari kita cari tempat terpencil untuk berbincang lebih lanjut,” sahut Alex.

Diana dan Alex bergegas menuju area yang lebih tenang di bandara, menjauhi keramaian. Mereka menemukan sudut yang sepi, di mana mereka bisa membahas rencana selanjutnya tanpa diperhatikan oleh orang-orang di sekitar.

“Hawaii bukanlah tempat yang kecil. Kita perlu tahu di mana Arnold berada,” ucap Alex.

“Apa informasi terbaru yang Bos Alex dapatkan?” tanya Diana.

Alex membuka ponselnya, terhubung dengan jaringan, dan memeriksa data terbaru. Sebuah peta digital muncul di layar, menunjukkan beberapa titik di sekitar pulau yang terkait dengan keberadaan Arnold Harsono.

“Sepertinya dia ada di sebuah resor eksklusif di sisi timur pulau. Kita harus pergi ke sana,” sahut Alex.

“Bagaimana kita bisa masuk tanpa menarik perhatian?” tanya Diana.

“Ikuti aku saja.”

Sementara matahari menjelang senja, Diana dan Alex memasuki taksi menuju resor di sisi timur pulau. Mereka berbicara dengan sopir taksi dengan penuh kehati-hatian, memastikan bahwa langkah-langkah mereka tidak menimbulkan kecurigaan.

“Kita harus berpikir cepat. Jika Arnold tahu kita mengikutinya, bisa berbahaya,” ucap Diana.

“Asal kita tidak menimbulkan kehebohan, semuanya pasti akan tenang.”

Taksi melaju melintasi jalan-jalan berkelok, memasuki kawasan resor yang dikelilingi oleh keindahan alam Hawaii. Dalam keheningan perjalanan, mereka tahu bahwa setiap langkah diambil akan membawa mereka lebih dekat pada jawaban yang mereka cari di tengah misteri yang semakin kompleks.

Mobil taksi meluncur masuk ke kompleks resor mewah, dikelilingi oleh taman-taman rindang dan kolam-kolam air jernih. Keduanya keluar dari taksi dengan langkah ringan, berusaha menyatu dengan atmosfer liburan tenang. Mereka memutuskan untuk berjalan kaki ke arah pintu masuk resor, berharap dapat menyelinap masuk tanpa mencolok.

“Kita harus berpikir strategis. Jangan sampai kita terdeteksi oleh Arnold atau orang-orang di sekitarnya.”

“Tenanglah Diana. Aku akan mencari tahu lebih lanjut. Kamu terus lihat sekitar dan pastikan tidak ada yang mencurigakan,” ucap Alex.

Diana dan Alex berjalan pelan melewati lobi resor, mencoba menjadi bagian dari kerumunan tamu yang tengah menikmati fasilitas resor. Sementara itu, Alex tetap terhubung dengan ponselnya, mencari petunjuk lebih lanjut tentang keberadaan Arnold Harsono.

“Ini tempat besar. Bagaimana kita bisa tahu di mana Arnold berada?” tanya Diana tampak gelisah.

“Aku menemukan bahwa ada pertemuan khusus di salah satu ruangan konferensi di sini. Kemungkinan besar Arnold ada di sana,” sahut Alex.

Mereka menyelinap masuk ke dalam ruang konferensi tanpa menarik perhatian. Suara tawa dan percakapan dari tamu resor lainnya memenuhi udara, menciptakan latar yang sempurna untuk menyelundup masuk tanpa dicurigai.

“Bos, kita harus melihat-lihat tanpa mencurigakan diri kita. Jangan sampai kita ditemukan,” ucap Diana berbisik.

“Aku akan mengamati Arnold dari jauh. Kita tidak boleh membuatnya curiga,” ucap Alex memberitahu.

Mereka berdua berdiri di antara kerumunan, menyamar sebagai tamu resor tengah menikmati pertemuan. Alex tetap fokus pada layar ponselnya, mencari wajah Arnold Harsono di antara peserta yang hadir.

“Apakah Bos melihatnya?”

“Belum. Aku akan terus mencari.”

Suasana dalam ruangan semakin tegang, setiap detik terasa seperti satu jam. Mereka berdua berusaha tidak menunjukkan kegelisahan, terus memantau setiap gerak-gerik di sekitar. Hingga akhirnya, mata Alex menemukan sosok yang dicari.

“Aku melihat Arnold. Dia berada di ujung sana, di tengah pertemuan. Ayo mendekat sedikit, tapi tetap berpura-pura seperti tamu biasa,” ucap Alex memberitahu.

“Siap Bos!”

Diana dan Alex berjalan perlahan mendekati Arnold, menyatu dengan kerumunan yang tengah fokus pada pembicaraan.

Dengan cermat, Alex menyimpan ponselnya ke dalam saku, memastikan tidak ada yang menyadari aktivitasnya. Ruang konferensi itu terasa penuh dengan semilir percakapan dan aroma hidangan mewah yang disajikan di berbagai sudut ruangan. Meskipun mereka tampak menikmati perjamuan, namun telinga Alex dan Diana tetap waspada terhadap setiap kata yang diucapkan oleh Arnold Harsono dan kelompoknya.

“Kita harus berhati-hati, Bos Alex. Jangan sampai mereka menyadari bahwa kita mengawasi mereka,” ucap Diana.

“Aku tahu. Mari kita tetap terlihat santai, tapi perhatikan setiap gerak-gerik mereka,” sahut Alex.

Diana dan Alex melibatkan diri dalam obrolan dengan beberapa tamu lain, mencoba agar tidak menarik perhatian. Sementara itu, mata dan telinga mereka tetap fokus pada Arnold Harsono yang sedang memimpin pembicaraan dengan kelompoknya. Percikan cahaya lampu ruangan menciptakan atmosfer yang cocok untuk pertemuan rahasia ini.

“Kita harus memastikan bahwa semua rencana berjalan sesuai yang kita inginkan. Kita tidak boleh melakukan kesalahan,” ucap Arnold Harsono pada kelompoknya.

“Kita harus mencari tahu apa rencana mereka,” bisik Alex pada Diana.

“Saya akan mencoba mendekatinya tanpa membuatnya curiga.”

Diana menyusup perlahan ke arah Arnold Harsono dan kelompoknya, sementara Alex tetap berada di tempatnya, menjaga jarak dan menyimak percakapan dengan cermat. Suasana penuh misteri semakin menguat ketika Diana mendekati kelompok tersebut.

“Segala sesuatunya harus bersih. Kita tidak ingin ada yang menyadari rencana kita,” ucap Arnold Harsono.

“Permisi, saya tidak sengaja mendengar, apa rencana yang sedang Anda bicarakan?” tanya Diana.

Diana berhasil menyelipkan pertanyaannya dengan lihai, memancing respon dari salah satu anggota kelompok. Alex, meskipun menjaga jarak, tetap fokus pada percakapan itu, berharap bisa mencuri informasi penting.

“Oh, ini hanya diskusi terkait proyek-proyek kami. Tidak ada yang perlu Anda khawatirkan,” sahut salah satu orang.

“Saya hanya ingin tahu lebih banyak. Mungkin ada cara saya bisa membantu,” gumam Diana.

"Sstst, dengarkan saja apa kata ketua," tegur salah satu anggota kelompok.

Diana diam, ikut mendengarkan percakapan diantara barisan kelompok.

Percakapan semakin mendalam, dengan Diana berusaha mencari informasi lebih lanjut. Sementara itu, Alex tetap di tempatnya memantau setiap gerak-gerik, mencari celah di antara kata-kata yang diucapkan.

“Kita perlu tetap waspada terhadap setiap kemungkinan gangguan. Saya ingin ini berjalan tanpa hambatan.” Ucap Arnold Harsono.

Diana mendengarkan dengan seksama, berharap bisa mendapatkan informasi lebih lanjut. Sedangkan Alex, meskipun berada di luar lingkaran tersebut, tetap merasa bahwa setiap kata yang diucapkan adalah kunci untuk mengungkap misteri yang semakin kompleks. Perjamuan di sana tidak hanya sekadar pesta mewah, tetapi juga panggung di mana intrik dan rencana rahasia sedang dirancang.

Terpopuler

Comments

Agan

Agan

Diana, kmau ini gimana. Harus hati hati tapi kamu duluan yg nyelonong

2024-02-12

0

Agan

Agan

Diana cemas

2024-02-12

0

Agan

Agan

Benar benar penyelidikan yang menegangkan. Rela terbang ke Hawaii demi kasus.

2024-02-12

0

lihat semua
Episodes
1 1. KEJANGGALAN KECELAKAAN WANITA MALAM
2 2. Seminggu setelah kejadian (Arwah Isabella)
3 3 Desas desus
4 4 Menghantui dan mencari informasi
5 5
6 6 Bukti Lain dari Isabella
7 7 Siapa Laura, dan siapa Isabella?
8 8 Hawai
9 9 Pembicaraan
10 10 Pencarian dan Percakapan mendalam
11 11 Permintaan Vito
12 12 Pembicaraan Bisnis H@ram Richard
13 13 Strategi Alex. Perjumpaan Toni dan Lucas di Klub Malam
14 14 Hantuuu!!! Maliing!!!
15 15 Kembali ke Tanah Air Mengatur strategi Kembali
16 16 Rencana
17 17 Markas Darwin
18 18 Bergegas, curhat singkat Toni
19 19 Martinus
20 20 Menggerebek
21 21 Siapa Arnold?
22 22 Markas diserang Kedatangan Isabella
23 23 Dihantui Masa Lalu. Keterkejutan Detektif Alex
24 24 Rahasia Isabella dibocorkan Martinus
25 25 Arnold di Hukum. Pernyataan Martinus
26 26 Aku Bayar Dengan Tubuhku. Kesaksian Pelaku
27 27 Strategi Menangkap Vito!! Dalang Dibalik Semua Kriminal
28 28 Menyerbu Villa Vito!!! Detektif Alex Diserang
29 29 Serangan Bertubi-tubi Untuk Alex!!! Kehadiran Vito
30 30 Mari Kita Kerja Sama!!! Urus itu Luca!
31 31 Diego, tangan kanan Vito
32 32 Diana dan Toni Dalam Situasi Gawat!!
33 33 Bujukan Maria Untuk Detektif Alex
34 34 Tim Detektif Alex Dalam Situasi Gawat!!!
35 35 Anda Harus Segera Sadar
36 36 Hinaan Diego!! Asap Beracun Dikeluarkan!
37 37 Mencari Jalan Keluar
38 38 Gawat!! Vito Dan Anak Buahnya Pura-pura Terluka
39 39 Vito Menyudutkan Martinus
40 40 Diego Menembak Diri Sendiri
41 41 Detektif Alex Menyerah
42 42 Presiden Rossi
Episodes

Updated 42 Episodes

1
1. KEJANGGALAN KECELAKAAN WANITA MALAM
2
2. Seminggu setelah kejadian (Arwah Isabella)
3
3 Desas desus
4
4 Menghantui dan mencari informasi
5
5
6
6 Bukti Lain dari Isabella
7
7 Siapa Laura, dan siapa Isabella?
8
8 Hawai
9
9 Pembicaraan
10
10 Pencarian dan Percakapan mendalam
11
11 Permintaan Vito
12
12 Pembicaraan Bisnis H@ram Richard
13
13 Strategi Alex. Perjumpaan Toni dan Lucas di Klub Malam
14
14 Hantuuu!!! Maliing!!!
15
15 Kembali ke Tanah Air Mengatur strategi Kembali
16
16 Rencana
17
17 Markas Darwin
18
18 Bergegas, curhat singkat Toni
19
19 Martinus
20
20 Menggerebek
21
21 Siapa Arnold?
22
22 Markas diserang Kedatangan Isabella
23
23 Dihantui Masa Lalu. Keterkejutan Detektif Alex
24
24 Rahasia Isabella dibocorkan Martinus
25
25 Arnold di Hukum. Pernyataan Martinus
26
26 Aku Bayar Dengan Tubuhku. Kesaksian Pelaku
27
27 Strategi Menangkap Vito!! Dalang Dibalik Semua Kriminal
28
28 Menyerbu Villa Vito!!! Detektif Alex Diserang
29
29 Serangan Bertubi-tubi Untuk Alex!!! Kehadiran Vito
30
30 Mari Kita Kerja Sama!!! Urus itu Luca!
31
31 Diego, tangan kanan Vito
32
32 Diana dan Toni Dalam Situasi Gawat!!
33
33 Bujukan Maria Untuk Detektif Alex
34
34 Tim Detektif Alex Dalam Situasi Gawat!!!
35
35 Anda Harus Segera Sadar
36
36 Hinaan Diego!! Asap Beracun Dikeluarkan!
37
37 Mencari Jalan Keluar
38
38 Gawat!! Vito Dan Anak Buahnya Pura-pura Terluka
39
39 Vito Menyudutkan Martinus
40
40 Diego Menembak Diri Sendiri
41
41 Detektif Alex Menyerah
42
42 Presiden Rossi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!