...Diana...
...----------------...
Diana berdiri dengan sikap yang rapi di samping sofa ruang rapat, menyaksikan dengan seksama detektif Alex duduk di depan meja, tenggelam dalam tumpukan dokumen yang diberikan oleh Laura. Ruangan itu dipenuhi dengan ketegangan dan keingintahuan, sementara keping-keping informasi membentuk puzzle.
“Apakah semuanya baik-baik saja, Bos Alex?” tanya Diana.
Alex mengangkat kepala, matanya masih tertuju pada dokumen yang ada di tangannya. Ia melepaskan napas berat sejenak sebelum menjawab.
“Laura memberikan banyak informasi. Ini bukan hanya kasus sederhana. Isabella memiliki keterlibatan yang rumit dalam dunia kriminal,” sahut Alex.
“Tampaknya ini bukan sekadar kasus biasa, ya?”
Diana mengangguk setuju, menunjukkan bahwa ia memahami bahwa tugas Alex kali ini membawa dampak lebih besar dari biasanya. Ruangan itu kembali diselimuti oleh keheningan, hanya terdengar suara angin lembut di luar jendela.
“Laura mengklaim bahwa Isabella memiliki bukti-bukti yang dapat membongkar sindikat kriminal. Kita perlu menyusun puzzle ini dengan hati-hati.”
“Apa langkah selanjutnya, Bos Alex?”
Detektif Alex menatap sekretarisnya dengan pandangan tajam. Ia menyadari bahwa ini bukanlah pekerjaan biasa, dan bahwa langkah selanjutnya harus diambil dengan bijaksana.
“Kita perlu mencari tahu siapa yang bisa diandalkan dari informasi yang diberikan oleh almarhum Isabella,” ucap Alex.
“Saya akan segera mengatur jadwal pertemuan dan mengumpulkan data yang mungkin diperlukan.”
Diana segera bergerak, menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk mendukung detektif Alex dalam penyelidikannya. Sementara itu, Alex kembali tenggelam dalam lautan dokumen, memulai perjalanan panjang untuk membuka rahasia gelap yang diungkap oleh Isabella, bahkan setelah kematian wanita itu sendiri.
Detektif Alex menyusuri dengan teliti daftar nama-nama yang diungkapkan oleh almarhum Isabella. Ruangan kantornya dipenuhi dengan keheningan, hanya terdengar gemuruh langkah terus-menerus di dalam benaknya. Detektif itu mengidentifikasi sejumlah nama pejabat tinggi negara yang diduga terlibat dalam praktik penyelewengan uang.
“Ini... ini terlalu besar. Mereka semua orang kuat, dan ini bisa meledakkan skandal besar,” Alex menggerutu ketika membaca nama-nama tersusun rapih di dalam dokumen.
“Apa kita akan melaporkan semuanya?” tanya Diana mengejutkan Alex.
Entah kapan sekretaris dengan mata tajamnya mencerminkan kecerdasan dan kewaspadaan itu berdiri di depan mejanya.
“Hampir saja jantungku lepas,” gumam Alex mencoba menenangkan debaran jantungnya.
Alex menarik napas dalam-dalam, merenungkan konsekuensi dari langkah yang akan diambilnya. Daftar nama itu terus memperlihatkan kebusukan di lapisan pemerintahan, dan salah satu nama yang muncul tak lain adalah Richard, seorang ketua kriminal rendah yang juga memiliki keterkaitan dengan pemerintahan.
“Ini tidak hanya melibatkan kriminalitas biasa. Richard memiliki ikatan dengan beberapa pejabat tinggi di sini. Aku harus berpikir dengan hati-hati,” ucap Alex.
“Apakah saya boleh melihatnya, Bos Alex?” tanya Diana.
“Lihat saja,” sahut Alex memberikan kertas dokumen.
Bola mata tajam Diana membulat sempurna melihat nama-nama di dalam dokumen. Tangannya gemetar, merasa takut dan cemas ketika membaca nama-nama tersebut :
...📯📯...
...**1. Pejabat Tinggi - Ketua Dewan Keamanan Nasional (Arnold Harsono):**...
...- **Deskripsi Fisik:** ...
...Seorang pria paruh baya dengan wajah serius dan berjenggot tipis. Mata tajamnya mencerminkan kecerdasan yang tajam....
...- **Deskripsi Karakter:** ...
...Arnold dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan strategis. Namun, di balik penampilannya yang terlihat berwibawa, ia terlibat dalam dunia kriminal, menggunakan jabatannya untuk keuntungan pribadi....
...**2. Pejabat Tinggi - Menteri Keuangan (Eva Pratiwi):**...
...- **Deskripsi Fisik:**...
... Wanita elegan berusia pertengahan, berambut panjang berwarna cokelat. Penampilannya selalu rapi dengan pakaian berkualitas tinggi....
...- **Deskripsi Karakter:**...
... Eva adalah sosok yang pandai dalam menyembunyikan rahasia. Di balik tanggung jawabnya sebagai Menteri Keuangan, ia terlibat dalam praktik korupsi dan pencucian uang untuk kepentingan sindikat kriminal....
...**3. Pejabat Tinggi - Kepala Kepolisian (Brigjen. Farhan Prasetyo):**...
...- **Deskripsi Fisik:** ...
...Pria berusia 50-an dengan tubuh tegap. Ekspresi wajahnya menunjukkan ketegasan dan ketenangan....
...- **Deskripsi Karakter:** ...
...Farhan dianggap sebagai pilar keamanan negara, tetapi di balik citra bersihnya, ia terlibat dalam permainan kotor di dunia kriminal, menyogok dan melindungi aktivitas ilegal....
...**4. Pejabat Tinggi - Menteri Hukum dan HAM (Nadia Wijaya):**...
...- **Deskripsi Fisik:** ...
...Wanita muda dengan penampilan profesional. Pakaian resminya selalu terlihat menonjolkan keanggunan....
...- **Deskripsi Karakter:**...
... Nadia memegang kendali di sektor hukum, namun ia terlibat dalam penyalahgunaan kekuasaan dan melibatkan dirinya dalam upaya untuk melindungi pelaku kejahatan....
...**5. Pejabat Tinggi - Direktur Intelijen (Arief Santoso):**...
...- **Deskripsi Fisik:** ...
...Pria berusia 40-an dengan postur tubuh yang tinggi dan rambut hitam yang rapi. Mata tajamnya memberikan kesan kecerdasan....
...- **Deskripsi Karakter:** ...
...Arief, sebagai kepala intelijen, memiliki akses ke informasi paling rahasia. Namun, ia memanfaatkan pengetahuannya untuk kepentingan pribadi dan mendukung kegiatan kriminal....
...**6. Ketua Kriminal Rendah - Richard Santoso:**...
...- **Deskripsi Fisik:** ...
...Pria muda dengan penampilan yang tampan. Rambutnya yang keriting dan senyum liciknya menunjukkan sisi manipulatifnya....
...- **Deskripsi Karakter:** ...
...Richard adalah pemimpin di dunia kriminal yang menutupi aktivitas gelapnya dengan kedok bisnis legal. Ia terlibat dalam perdagangan narkoba, pemerasan, dan berbagai kejahatan lainnya....
...**7. Anggota Kabinet - Menteri Pertahanan (Laras Surya):**...
...- **Deskripsi Fisik:** ...
...Wanita berusia 50-an dengan rambut abu-abu yang disatukan dalam kepang. Pakaian militer selalu tampak di tubuhnya....
...- **Deskripsi Karakter:** ...
...Laras memanfaatkan posisinya di kementerian pertahanan untuk menyediakan dukungan logistik dan perlindungan kepada kelompok kriminal. Ia terlibat dalam penjualan senjata ilegal dan bisnis korupsi di sektor pertahanan....
Setiap karakter memiliki dualitas yang kompleks, menyembunyikan sisi gelap mereka di balik tanggung jawab publik yang mereka emban.
“I-ini…nama-nama ini sungguh tidak bisa aku bayangkan,” batin Diana.
“Aku tidak menyangka jika akan berhadapan dengan mereka,” ucap Alex disela helaan nafasnya.
“Bagi saya mereka hanyalah tikus kotor yang bersembunyi di balik tumpukan uang haram,” ucap Diana, tangannya meletakkan kertas dokumen itu di meja Alex.
Ketakutan Diana harus segera ia kubur di dasar hati yang gelap. Nama-nama itu adalah iblis yang menjelma menjadi dewa dilingkungan masyarakat. Ditengah ketakutan Diana, ada satu kejanggalan masih mengusik pikiran Alex. Perkataan Alex membuyarkan ketakutan Diana.
“Kenapa arwah Isabella tidak bisa menembus dinding? Aku butuh jawaban untuk itu,” tanya Alex.
Diana melihat kebingungan di mata Alex. Pertanyaan mengenai Isabella tampaknya menjadi misteri terpisah yang membutuhkan jawaban tersendiri.
“Mungkin ada hal terkait kehidupan pribadinya yang membuatnya terikat di dunia ini. Namun, kita fokus pada apa yang bisa kita bongkar dari nama-nama ini dulu,” sahut Diana.
Detektif Alex memutuskan untuk mengejar setiap jejak yang dapat mengungkap kebenaran. Nama-nama pejabat tinggi yang terlibat dalam penyelewengan uang menjadi fokus utamanya, dan Alex bersiap untuk menghadapi konsekuensi besar yang mungkin timbul dari penemuan ini.
“Skandal ini bisa mengguncang fondasi pemerintahan,” ucap Alex.
“Kita harus berhati-hati, Bos Alex. Ini bukan permainan biasa,” ucap Diana.
Diana membantu Alex merancang rencana untuk melaporkan temuan mereka dengan bijaksana. Mereka menyadari bahwa langkah ini akan memicu gelombang besar perubahan dan konsekuensi mungkin sulit dihadapi.
“Siapkan laporan lengkap mengenai temuan ini. Aku akan hadapi konsekuensinya sendiri.”
“Kita adalah tim. Saya juga akan segera melakukannya, Bos Alex.”
“Apakah kamu siap merelakan nyawamu?”
“Sangat siap!” sahut Diana cepat dan tegas.
“Kalau begitu, nanti malam aku akan mengirimkan pesan untukmu. Kita akan pergi ke suatu tempat besok,” ucap Alex.
“Baik, Bos Alex!”
Setelah berpamitan dengan Alex, Diana melangkah pergi meninggalkan ruang rapat. Alex masih saja terpaku memandang kertas dokumen berisikan nama-nama pejabat itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻
Makin Seru Kk
DinDut Itu Pacarku mampir
2024-02-20
0
OctaviaF
salut sama keberanian Diana👍
2024-02-11
0
Agan
Cerita yg benar benar mendebarkan. Semangat Author
2024-02-10
0