3 Desas desus

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di kedalaman kota yang gelap, sebuah markas besar tersembunyi di balik tembok-tembok beton dan kegelapan malam. Para petinggi kriminal dari berbagai lapisan kehidupan kriminal berkumpul di ruangan besar yang dihiasi dengan cahaya remang-remang, menciptakan atmosfer misterius. Suara langkah kaki dan bisikan rahasia memenuhi ruangan.

Petinggi Kriminal 1, dikenal sebagai Vito, memimpin pertemuan. Sebelum lanjut, mari aku kenalkan siapa Vito. Vito memiliki postur yang tinggi dan tegap, mencapai ketinggian 185 cm. Kulitnya berwarna sawo matang, menunjukkan tanda-tanda kehidupan di bawah sinar matahari yang panas. Rambut hitamnya disisir rapi ke belakang, memberikan kesan klasik dan ketegasan. Vito adalah otak di balik banyak operasi kriminal. Sebagai pemimpin, dia mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan ilegal dan memiliki koneksi luas di dunia bawah.

“Baiklah, kita semua tahu alasannya kita berkumpul malam ini. Kematian Isabella telah menciptakan gelombang ketidakpastian di antara kita,” ucap Vito.

“Tentu saja, Vito. Kita tidak boleh mengabaikan kejadian ini. Isabella bukanlah orang sembarang,” sahut Maria memalingkan pandangannya ke Vito.

Petinggi Kriminal 2, Maria. Sebelum lanjut mari aku perkenalkan Maria. Maria mempunyai postur yang lebih kecil dibandingkan Vito, namun masih mempertahankan tinggi tubuh mencapai 170 cm. Kulit pucat dengan sentuhan ketidaksempurnaan, menunjukkan bahwa hidup di dunia kriminal telah meninggalkan bekas pada dirinya. Rambut coklat gelapnya panjang dan dikepang, menciptakan kesan feminisme yang berbeda dengan keanggunan alaminya. Maria adalah ahli strategi dan penempatan sumber daya. Pekerjaan utamanya adalah mengelola keuangan dan menjalin aliansi dengan pihak luar yang mungkin mendukung operasi mereka.

Petinggi kriminal yang hadir duduk di sekeliling meja besar, menyimpan pandangan beragam dari kebingungan hingga curiga. Isabella, sebelumnya adalah salah satu dari mereka, sekarang menjadi topik utama dalam pertemuan ini.

“Ada yang tahu apa yang terjadi pada malam itu? Kita perlu informasi lebih lanjut,” tanya Vito dengan nada serius.

“Saya dengar ada detektif yang terlibat. Alex, sepertinya namanya. Dia muncul di tempat kejadian,” ucap Luca.

Petinggi Kriminal 3, Luca, memberikan pandangannya. Luca memiliki tubuh yang gemuk dan kuat, tingginya sekitar 175 cm. Kulitnya cenderung gelap, mencerminkan kehidupan yang keras dan penuh tantangan. Luca botak, menciptakan kesan intimidasi dan kekuatan. Ia adalah spesialis dalam operasi fisik dan penagihan utang. Dia bertanggung jawab untuk memastikan bahwa siapapun yang berhutang pada kelompok ini membayar.

Mendengar nama detektif Alex, para petinggi kriminal merasa waspada. Detektif memiliki reputasi untuk menyelesaikan kasus sulit dengan cepat dan efisien, kini menjadi elemen tak terduga dalam lingkaran mereka.

“Detektif Alex? Dia bisa menjadi masalah besar bagi kita jika kita tidak hati-hati!” tegas Maria.

“Kita perlu tahu apa yang dia ketahui. Isabella mungkin meninggalkan jejak yang dapat membahayakan operasi kita,” tambah Vito.

Diskusi berlanjut, membawa masalah ke ranah perencanaan dan perlindungan operasi kriminal mereka. Isabella, seharusnya menjadi bagian dari kekuatan mereka, kini menjadi fokus risiko.

“Kita harus menyelidiki lebih lanjut. Temui detektif itu, peroleh informasi yang kita butuhkan. Kita tidak boleh terkecoh oleh kejadian ini!” perintah Vito tegas.

“Tapi kita juga harus tahu apa yang Isabella tahu sebelum kematiannya. Mungkin ada sesuatu yang bisa membantu kita,” usul Marco.

Petinggi Kriminal 4, Marco. Memiliki postur yang tinggi dan ramping, dengan tinggi tubuh mencapai 190 cm. Kulitnya terlihat pucat, mungkin disebabkan oleh sedikit waktu yang dihabiskannya di bawah sinar matahari. Rambut pirang keritingnya tampak tidak teratur, menciptakan kesan bebas dan impulsif. Marco adalah ahli dalam teknologi dan keamanan siber. Pekerjaannya adalah menjaga agar jejak digital mereka tidak dapat dilacak dan melindungi kelompok tersebut dari ancaman luar yang bersifat teknologis.

Sekedar info. Nama geng mereka adalah “LUPARA”. "Lupara" adalah kekuatan kriminal yang tidak hanya dihormati oleh sesama kelompok kriminal, tetapi juga ditakuti oleh pemerintah dan lembaga penegak hukum. Kombinasi kecerdasan strategis, keahlian teknologi, kekejaman, dan kekuatan finansial membuat geng ini menjadi kekuatan yang sulit ditandingi.

Pertemuan para petinggi kriminal berakhir dengan rencana untuk menyelidiki peran detektif Alex dan mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang Isabella. Lingkaran kriminal yang seharusnya kuat dan terkoordinasi sekarang dipenuhi oleh intrik, menciptakan suasana tegang di antara mereka.

...😎😎...

Disisi lain, Isabella, dalam penampilannya yang semakin misterius, berdiri di depan kamar Alex dengan langkah-langkah hening. Dia berdiri di depan pintu kamar Alex, menatap dengan mata yang menyimpan banyak rahasia. Sebuah ketegangan tak terucap terasa di udara saat Isabella menunggu Alex.

“Alex, anda tidak bisa mengabaikan keberadaanku begitu saja!” teriak Isabella dengan suara serak.

Alex keluar dari kamar, terkejut melihat Isabella berdiri di hadapannya. Detektif itu menatapnya dengan campuran kebingungan dan ketidakpercayaan.

“Akh, sial!” umpat Alex memalingkan pandangannya.

“Aku bukan sekadar bayangan atau kenangan, detektif Alex. Aku ada di sini, di dunia ini, dan ada pesan yang harus anda terima,” ucap Isabella.

Isabella menatap Alex dengan tajam, seolah-olah mencoba menyampaikan sesuatu sangat penting dan mendesak. Pada saat yang sama, suasana suram dan misterius menyelimuti mereka, menciptakan ketegangan tak terbantahkan.

“Pesan apa yang kamu bicarakan? Bagaimana mungkin kamu masih ada di sini setelah yang terjadi padamu?” tanya Alex mulai kesal.

“Kematianku bukan akhir dari semuanya, detektif Alex. Ada kekuatan yang lebih besar yang harus kamu hadapi. Dan anda, dengan cara atau yang lain, terlibat di dalamnya,” sahut Isabella menjelaskan dengan suara lembut.

“Sewaktu masih hidup aku sangat tergila-gila dengan wanita penghibur ini. Setelah menjadi arwah, ternyata dia hanya wanita aneh. Hilang sudah nafsuku,” gumam Alex mulai kesal.

Alex merasa kebingungan dan kecemasan mencampuri pikirannya. Isabella, dengan kehadirannya tidak biasa, seperti menawarkan petunjuk misterius tentang keberadaan kekuatan lebih besar.

“Apa yang kamu maksud? Siapa yang kamu bicarakan?” tanya Alex penasaran.

“Detektif, anda akan terlibat dalam sesuatu yang melibatkan kekuatan di luar pemahamanmu. Anda adalah kunci untuk mengungkap kebenaran dan menjaga keseimbangan yang rapuh,” sahut Isabella.

Isabella berbicara dengan nada mengisyaratkan urgensi. Detektif Alex, meskipun ragu, merasa adanya beban tanggung jawab yang tiba-tiba melekat pada pundaknya. Keterlibatan Isabella dalam kehidupannya dan peringatannya menandai awal dari petualangan yang semakin tak terduga.

Isabella terus berbicara dengan suara lembut, mencoba menyampaikan pesan-pesan misteriusnya kepada Alex. Detektif itu, bagaimanapun, tampaknya lebih tertarik untuk mengabaikan ucapan Isabella. Dengan langkah mantap, Alex berjalan menuju ruang tamu, berharap bisa menghindari pembicaraan yang semakin aneh.

“Alex, anda harus mendengarkan. Ada bahaya yang akan mengancam anda,” cetus Isabella mengikuti Alex dari belakang.

“Sudahlah, Isabella. Aku tak punya waktu untuk cerita-cerita ambigu,” ucap Alex menoleh singkat.

Isabella, meskipun bersikeras, terus berbicara, menyusul Alex menuju ruang tamu. Dia mencoba memahaminya, tetapi detektif itu tampaknya lebih memilih untuk menjauh dan tidak terpengaruh oleh apa yang dikatakannya.

“Detektif yang suka bermain-main dengan wanita malam sekarang terlibat dalam sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri,” ucap Isabella mulai menyinggung Alex.

“Jangan bawa-bawa kalimat itu. Dan…Aku tak percaya pada cerita-cerita seperti yang baru saja kau katakan,” ucap Alex.

Ruang tamu menjadi saksi ketegangan antara Alex dan Isabella. Sementara Isabella terus berbicara tentang kehidupan malam yang tidak terungkap dari detektif itu, Alex mencoba untuk tetap fokus pada kehidupan sehari-harinya yang rasional dan terukur.

“Alex, anda suka bermain dengan api, tapi sekarang api itu sedang membakar anda. Anda harus...”

“Cukup, Isabella. Ini bukan saat yang tepat untuk bercerita tentang masalah pribadiku!” tegas Alex menginterupsi.

Alex mencari kenyamanan di dalam ketidakpercayaannya terhadap hal-hal yang tidak dapat dijelaskan. Isabella, di sisi lain, merasa terbebani oleh tanggung jawab untuk membantu Alex memahami kebenaran di balik segala misteri yang mengitari mereka.

“Detektif Alex, bahaya semakin mendekat. Anda harus...”

“Aku tidak butuh bantuanmu, Isabella. Biarkan aku hidup seperti yang aku pilih,” sela Alex menatapnya dingin.

Isabella, meskipun dihadapkan pada ketidakpercayaan Alex, terus mencoba memperingatkan detektif itu. Namun, Alex dengan tegas menunjukkan bahwa dia tidak ingin terlibat dalam dunia yang tidak dapat dijelaskan.

“Keputusan ada di tangan anda, Alex. Namun, ingatlah, takdir telah berubah. Dan aku mohon bantu aku untuk mengungkap kematianku, jangan lupa temukan dalang di balik ini semua,” pinta Isabella memohon belas kasih pada Alex.

“Aku mengendalikan takdirku sendiri, Isabella. Dan aku tidak akan pernah mau terlibat kasus yang tidak memberikan banyak uang untukku,” ucap Alex dengan nada dingin.

“Dasar detektif matrek dan mesum,” gumam Isabella.

“Apakah kau membicarakanku?” tanya Alex dengan pandangan dingin.

Terpopuler

Comments

Zenun

Zenun

tidak, aku tidak membicarakanmu alex

2024-02-14

0

Agan

Agan

nafsu kok sama arwah. Alex alex/Facepalm/

2024-02-10

0

Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)

Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)

Gimana mau nafsu sama arwah. bisa aja lo Lex 🤣

2024-02-05

0

lihat semua
Episodes
1 1. KEJANGGALAN KECELAKAAN WANITA MALAM
2 2. Seminggu setelah kejadian (Arwah Isabella)
3 3 Desas desus
4 4 Menghantui dan mencari informasi
5 5
6 6 Bukti Lain dari Isabella
7 7 Siapa Laura, dan siapa Isabella?
8 8 Hawai
9 9 Pembicaraan
10 10 Pencarian dan Percakapan mendalam
11 11 Permintaan Vito
12 12 Pembicaraan Bisnis H@ram Richard
13 13 Strategi Alex. Perjumpaan Toni dan Lucas di Klub Malam
14 14 Hantuuu!!! Maliing!!!
15 15 Kembali ke Tanah Air Mengatur strategi Kembali
16 16 Rencana
17 17 Markas Darwin
18 18 Bergegas, curhat singkat Toni
19 19 Martinus
20 20 Menggerebek
21 21 Siapa Arnold?
22 22 Markas diserang Kedatangan Isabella
23 23 Dihantui Masa Lalu. Keterkejutan Detektif Alex
24 24 Rahasia Isabella dibocorkan Martinus
25 25 Arnold di Hukum. Pernyataan Martinus
26 26 Aku Bayar Dengan Tubuhku. Kesaksian Pelaku
27 27 Strategi Menangkap Vito!! Dalang Dibalik Semua Kriminal
28 28 Menyerbu Villa Vito!!! Detektif Alex Diserang
29 29 Serangan Bertubi-tubi Untuk Alex!!! Kehadiran Vito
30 30 Mari Kita Kerja Sama!!! Urus itu Luca!
31 31 Diego, tangan kanan Vito
32 32 Diana dan Toni Dalam Situasi Gawat!!
33 33 Bujukan Maria Untuk Detektif Alex
34 34 Tim Detektif Alex Dalam Situasi Gawat!!!
35 35 Anda Harus Segera Sadar
36 36 Hinaan Diego!! Asap Beracun Dikeluarkan!
37 37 Mencari Jalan Keluar
38 38 Gawat!! Vito Dan Anak Buahnya Pura-pura Terluka
39 39 Vito Menyudutkan Martinus
40 40 Diego Menembak Diri Sendiri
41 41 Detektif Alex Menyerah
42 42 Presiden Rossi
Episodes

Updated 42 Episodes

1
1. KEJANGGALAN KECELAKAAN WANITA MALAM
2
2. Seminggu setelah kejadian (Arwah Isabella)
3
3 Desas desus
4
4 Menghantui dan mencari informasi
5
5
6
6 Bukti Lain dari Isabella
7
7 Siapa Laura, dan siapa Isabella?
8
8 Hawai
9
9 Pembicaraan
10
10 Pencarian dan Percakapan mendalam
11
11 Permintaan Vito
12
12 Pembicaraan Bisnis H@ram Richard
13
13 Strategi Alex. Perjumpaan Toni dan Lucas di Klub Malam
14
14 Hantuuu!!! Maliing!!!
15
15 Kembali ke Tanah Air Mengatur strategi Kembali
16
16 Rencana
17
17 Markas Darwin
18
18 Bergegas, curhat singkat Toni
19
19 Martinus
20
20 Menggerebek
21
21 Siapa Arnold?
22
22 Markas diserang Kedatangan Isabella
23
23 Dihantui Masa Lalu. Keterkejutan Detektif Alex
24
24 Rahasia Isabella dibocorkan Martinus
25
25 Arnold di Hukum. Pernyataan Martinus
26
26 Aku Bayar Dengan Tubuhku. Kesaksian Pelaku
27
27 Strategi Menangkap Vito!! Dalang Dibalik Semua Kriminal
28
28 Menyerbu Villa Vito!!! Detektif Alex Diserang
29
29 Serangan Bertubi-tubi Untuk Alex!!! Kehadiran Vito
30
30 Mari Kita Kerja Sama!!! Urus itu Luca!
31
31 Diego, tangan kanan Vito
32
32 Diana dan Toni Dalam Situasi Gawat!!
33
33 Bujukan Maria Untuk Detektif Alex
34
34 Tim Detektif Alex Dalam Situasi Gawat!!!
35
35 Anda Harus Segera Sadar
36
36 Hinaan Diego!! Asap Beracun Dikeluarkan!
37
37 Mencari Jalan Keluar
38
38 Gawat!! Vito Dan Anak Buahnya Pura-pura Terluka
39
39 Vito Menyudutkan Martinus
40
40 Diego Menembak Diri Sendiri
41
41 Detektif Alex Menyerah
42
42 Presiden Rossi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!