...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam kamar hotel yang tenang, Alex dan Diana duduk bersama, merenungkan kejadian baru saja mereka alami. Percakapan mereka tidak hanya berkisar pada senjata-senjata ilegal akan tiba, tetapi juga terfokus pada sosok mungkin menjadi otak di balik seluruh rencana tersebut: Arnold Harsono. Mereka menyusun pemahaman baru tentang pria yang tampaknya memiliki wewenang tinggi di dunia kejahatan.
“Arnold Harsono bukan hanya seorang Ketua Dewan Keamanan Nasional. Aku mulai curiga, dia memiliki keterlibatan lebih dalam lagi dengan sindikat kriminal kelas atas,” ucap Alex menyimpulkan pemikirannya.
“Saya juga merasa begitu, Bos Alex.”
“Aku ingin sekali membongkar semua dalang-dalang kebusukan di balik tahta kekuasaan pemerintah di negeri ini. Tapi sayang, aku tidak di bayar untuk hal itu. Tugasku saat ini hanya mencari dalang yang terkait dalam kematian Isabella,” ucap Alex.
“Hem,” angguk Diana.
“Oh ya, apakah pembayaran dari Laura sudah masuk ke dalam rekening?” tanya Alex yang tiba-tiba teringat akan jumlah isi atm.
“Sudah masuk 2 hari yang lalu, Bos. Sisa pembayaran, akan segera di kirim setelah kasus kematian Isabella selesai,” sahut Diana.
Mendengar kata uang, bola mata Alex berubah menjadi hijau. Wajahnya yang tadi tegang berubah menjadi cerah seperti dedaunan yang habis disiram hujan.
“Berapa, berapa jumlah uang yang diberikan wanita itu?”
“500 juta, Bos Alex,” sahut Diana.
“Apaaaa!!!” teriak Alex histeris.
“Bukannya nominal uang itu membuat Bos Alex merasa senang?”
“Oh, te-tentu,” sahut Alex malu-malu.
“Ekhem. Singkirkan dulu sifat materialistis Bos Alex. Waktu kita tidak banyak di sini, mari kita lanjut mengenai kasus kematian Isabella. Dan apa hubungannya Richard, Arnold Harsono, dan beberapa orang lainnya,” ucap Diana, tidak ingin membuang waktu dia kembali ke topik pembahasan.
Dalam percakapan mereka, Alex dan Diana mulai merinci temuan mereka tentang Arnold Harsono. Mereka menyimpulkan bahwa posisinya sebagai dewan keamanan seharusnya menjadikannya sebagai pelindung keamanan negara, bukan justru menjadi pihak yang memfasilitasi kejahatan. Pertanyaan-pertanyaan mengenai motif dan kepentingan Arnold Harsono menggantung di udara.
“Mungkin dia menerima bayaran besar dari penyelundupan. Hanya uang yang bisa membuatnya melanggar etika dan aturan,” ucap Alex serius.
“Tapi mengapa dia melakukan ini? Apakah hanya tentang uang, atau ada sesuatu yang lebih dalam?”
Alex dan Diana berspekulasi tentang kemungkinan bahwa Arnold Harsono memiliki motivasi tersembunyi di balik perbuatannya. Mereka tidak dapat mengabaikan kenyataan bahwa Arnold Harsono seakan-akan menghalalkan segala cara demi mendapatkan keuntungan finansial.
“Kita harus menggali lebih dalam tentang latar belakang Arnold Harsono. Mungkin kita bisa menemukan bukti-bukti yang bisa kita gunakan untuk menghentikannya,” ucap Alex.
“Dia pasti memiliki celah yang bisa kita eksploitasi. Kita harus mencari tahu lebih banyak tentang siapa dia.”
Dalam atmosfer yang tegang, Alex dan Diana duduk di kamar hotel, membahas kematian Isabella dan mencoba menyusun puzzle gelap semakin rumit. Mereka merenungkan kemungkinan keterlibatan Arnold Harsono dan Richard dalam tragedi itu, mencari hubungan yang mungkin terjalin di antara mereka.
“Kembali ke Isabella, aku yakin wanita malam itu pasti memiliki informasi penting. Dia bukan sekadar wanita malam biasa,” ucap Alex.
“Arnold dan Richard, mereka mungkin terlibat lebih dalam dari yang kita pikirkan. Apa yang mereka cari dari Isabella?” tanya Diana mengambil kesimpulan.
Mereka mencoba menyusun memori dan bukti-bukti yang mereka miliki. Alex dan Diana mulai menyadari bahwa kematian Isabella tidak hanya kebetulan, melainkan bagian dari sesuatu yang lebih besar, terkait dengan kepentingan kelompok kriminal kini menjadi target mereka.
“Kematiannya pasti terkait dengan informasi yang dimilikinya. Dan Arnold serta Richard mungkin mengetahui lebih banyak dari yang kita bayangkan,” ucap Alex.
“Apa yang mereka cari? Apa yang membuat Isabella menjadi target?” tanya Diana.
Dalam percakapan mereka, Alex dan Diana berusaha mengidentifikasi motif di balik kematian Isabella. Mereka menggali lebih dalam ke dalam dunia kejahatan semakin terungkap di hadapan mereka, mencoba menghubungkan setiap titik yang bisa membawa mereka pada kebenaran yang lebih gelap.
“Isabella mungkin mengetahui rencana besar yang sedang mereka susun. Dan itu membuatnya menjadi sasaran,” sahut Alex.
“Kita harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa Isabella tahu begitu banyak?”
Dengan tekad semakin membara, Alex dan Diana berjanji untuk mengungkap misteri di balik kematian Isabella. Mereka menyadari bahwa untuk menjatuhkan Arnold Harsono dan Richard, mereka perlu memahami benang-benang kebenaran yang terjalin di sekitar Isabella dan motif kematian tragisnya.
“Kita akan menemukan jawabannya, Diana. Kita tidak bisa membiarkan pembunuhan Isabella terabaikan!” tegas Alex.
“Kita harus tetap waspada. Mereka mungkin tahu bahwa kita sedang mencari tahu, Bos Alex,” ucap Diana.
Di dalam atmosfer gelap dan penuh asap rokok di bar mewah di Hawaii, Arnold Harsono duduk di meja terpencil, dikelilingi wanita cantik dan seksi. Suasana penuh ketenangan namun dihiasi oleh rasa waspada. Sebuah cerutu menyala di tangannya, menambah misteri pada kehadiran pria yang tampak tenang namun bermuatan dengan kepentingan tersembunyi. Ia merenung sejenak sebelum memulai pembicaraan yang berpotensi merubah arah jalannya rencana.
“Kematian Isabella adalah insiden yang tidak terduga. Tapi sekarang, kita harus menutup setiap jejak yang bisa membawa mereka kepada kita, Diego!” ucap Arnold kepada tangan kanannya.
“Apa yang kita lakukan dengan Alex dan Diana, Bos? Aku dengar detektif itu menangani kasus kematian Isabella,” tanya Diego.
“Awasi mereka, tetapi jangan terlihat mencurigakan. Kita harus menjaga rahasia kita,” sahut Arnold.
Arnold memandang setiap anggota kelompoknya dengan tajam, memastikan bahwa setiap tindakan diambil akan memastikan kelangsungan rencana mereka. Kematian Isabella mungkin merupakan pukulan tak terduga, namun Arnold tidak berniat untuk membiarkan keadaan tersebut menggoyahkan pondasi rencananya.
“Kita harus memastikan Alex dan Diana tetap dalam bayangan. Jangan biarkan mereka tahu terlalu banyak. Kita punya kejutan untuk mereka,” ucap Arnold.
“Apakah kita perlu mengambil tindakan lebih lanjut terhadap mereka?” tanya Diego.
“Tidak sekarang. Biarkan mereka menggali tanpa mengetahui bahwa mereka sudah berada di dalam jaringan kita.”
Dalam obrolan yang intens, Arnold dan Diego, serta anak buahnya merencanakan langkah-langkah berikutnya. Mereka menyusun strategi untuk menjaga rahasia mereka tetap utuh, sambil tetap mengawasi setiap langkah yang diambil oleh Alex dan Diana. Arnold yakin bahwa untuk meraih keberhasilan, kelompoknya harus dapat memanipulasi setiap elemen di sekitar mereka.
“Aku tahu Alex dan Diana akan mencari tahu. Kita harus memastikan kita lebih cepat dan lebih pintar dari mereka,” ucap Arnold.
“Apakah kita melibatkan Richard dalam ini, Bos?” tanya Diego.
“Belum saatnya. Biarkan dia tetap fokus pada bisnisnya.”
“Aku membaca berita jika Richard ada bersama dengan Isabella saat kejadian itu,” ucap Diego memberitahu peristiwa kejadian kematian Isabella.
Dengan suara berbisik dan rahasia yang terpendam, Arnold Harsono dan Diego melanjutkan pembicaraan mereka, merancang rencana untuk memastikan bahwa bayangan yang mereka lemparkan tidak akan menyiratkan ancaman. Bar yang tenang di Hawaii menjadi saksi bisu dari konspirasi terus berkembang di balik pintu-pintu tertutup.
“Isabella yang bermodalkan kecantikan, dan goyangan panas di ranjang sepertinya memang lebih baik mati seperti itu,” umpat Arnold tampak kesal.
“Bukannya Isabella sangat ahli memikat klien?”
“Ck, hentikan omong kosongmu, bedebah!” cetus Arnold meninggikan nada suaranya.
“Maaf, bos.”
“Kita memiliki kekuatan untuk mengendalikan situasi ini. Tetap waspada, dan kita akan memenangkan permainan ini!” tegas Arnold.
“Kita siap mengikuti perintah Anda, Bos.”
Obrolan di antara Arnold, dan anak buahnya selesai dengan suara langkah-langkah menuju keberhasilan. Sementara Alex dan Diana mungkin mencoba mengurai benang-benang kebenaran, Arnold Harsono dengan tajam memastikan bahwa mereka berdua terperangkap dalam permainan yang dirancang untuk kepentingan kelompoknya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Agan
Semoga detektif alex bisa menangkap org jahat ini
2024-02-17
0
Dewi Payang
5 mawar buat Alex dan diana
2024-02-13
0
Mari ani
Mawar untuk Kakak
2024-02-10
0