Ayo jangan lupa beri like dan votenya ^-^
____________________________________
'Apa aku akan mati membeku di sini?'
Xiao Mei sudah benar-benar membeku seperti patung es, tapi untunglah dia masih bisa menyadarkan dirinya. Lama dia diam membatu dalam es, tiba-tiba sebuah muncul sebuah roh berwujud Shua Xie. Roh itu mendekati Xiao Mei dan menyentuhnya tapi dinding penghalang es sangat tebal. Shua Xie menghimpun sebanyak mungkin tenaga dalam satu kepalan tinjunya lalu menghantamkannya dengan kuat ke dinding lapis es yang membekukan Xiao Mei.
Satu pukulan masih belum membuat es itu pecah bahkan lecet, kali ini ke dua pukulan Shua Xie mengumpulkan lebih banyak tenaga di tinjunya lalu menghantamnya, terdengar retakan kecil dari dinding es itu.
Setelah mendaratkan pukulan yang ke dua kali tiba-tuba muncul serang dari atas ratusan anak tombak es melesat cepat ke arah Shua Xie. Shua Xie dengan cekatan berusaha menghindar tapi karena jumlah tombak begitu banyak dan juga mereka melesat sangat cepat membuat Shua Xie mendapat beberapa tusukan dari tombak es yang menembus rohnya.
Roh Shua Xie meringis pelan ketika belasan anak tombak menusuk tubuhnya, tapi itu tidak akan membuat Shua Xie menyerah. Jika saja Shua Xie tahu kalau Xiao Mei memiliki tubuh khusus seperti ini, ia akan memikirkan metode lain untuk mengaktifkannya. Tapi menyesal dan mengelu juga sudah percuma, Shua Xie bukanlah Dewa pengatur waktu yang bisa membolak-balikkan waktu sesukanya.
Sekali lagi Shua Xie menghimpun sebanyak mungkin kekuatannya dari pada yang sebelumnya, pukulan kali ini adalah pukulan terakhirnya yang paling kuat. Shua Xie sudah menghimpun semua tenaganya pada satu titik pusat.
Shua Xie pun memukul dinding es sekuat mungkin. Es yang membuat Xiao Mei membeku retaknya mulai menjalar ke segala arah sampai akhirnya dinding es itu hancur berkeping-keping.
Tidak hanya dinding es yang hancur, rantai yang membelit roh spirit Xiao Mei juga ikut hancur. Setelah memberi pukulan terakhir Shua Xie menghilang entah ke mana.
Roh Xiao Mei yang sudah bebas terbang masuk ke dalam tubuh Xiao Mei. Cahaya putih dan biru mulai mengelilingi seluruh tubuh Xiao Mei, semakin lama cahaya itu semakin terang.
Xiao Mei tersadar dari meditasinya. Tampak kekuatan aslinya sudah muncul, roh tatonya yang sudah terbuka tersegel ternyata membawa dampak perubahan fisik pada tubuhnya. Rambutnya yang sebelumnya berwarna kecoklatan kini berubah menjadi warna putih, kulitnya yang sebelumnya putih kini semakin putih bahkan pucat. Begitu pun dengan warna bola matanya berubah menjadi warna putih, tinggi badannya juga ternyata naik beberapa CM. Mungkin karena tato aurahnya tersegel membuat pertumbuhannya melambat.
Xiao Mei melihat kiri dan kanan mencari keberadaan Shua Xie sampai ia melihat ke belakang ketika mendengar suara batuk seseorang. Tampak Shua Xie duduk dengan keadaan sekarat, tampak begitu banyak darah segar keluar dari mulutnya.
"Kak Shua! Apa yang terjadi denganmu! Kak Shua jangan mati!" Xiao Mei menggoyang-goyangkan tubuh Shua Xie yang terbaring di padang rumput. Terdengar sedikit suara ringisan dari Shua Xie. Xiao Mei langsung memeriksa denyut jantung Shua Xie.
"Astaga denyut jantung Kak Shua melemah! Jangan-jangan rohnya terluka parah karena serangan itu!" Xiao Mei terkejut hebat.
"Kak Shua tolong jangan mati! Maafkan aku! Andai saja aku tidak memaksamu melatihku, semua ini pasti tidak akan terjadi!"
"Ini semua salahku! Andai saja aku tidak egois! Maaf Kak! Maaf! Kumohon bertahanlah, aku janji tidak akan merepotkan keluarga lagi!" Xiao Mei menangis seraya memeluk Shua Xie.
Di tengah tangisannya, samar-samar terdengar lagi suara kecil Shua Xie memintanya kembali ke desa dan meminta bantuan. Xiao Mei tersentak ketika mendengar suara kecil Shua Xie yang serak, dengan cepat ia beranjak berdiri kemudian berlari meninggalkan Shua Xie.
Tapi sebelum ia pergi, Xiao Mei sempat memberikan pelindung es untuk berjaga jika ada hewan buas yang akan menyerang Shua Xie ketika ia tidak ada.
Xiao Mei berlari secepat mungkin sambil menghapus air matanya, "Bertahanlah Kak Shua! Aku pasti akan datang kembali membawa Kakek dan yang lainnya!"
***
Satu Jam Kemudian ....
Selama Xiao Mei berlari di jalan banyak orang yang menatapnya kagum sekaligus bingung. Di kepala para penduduk desa mereka penasaran siapakah gadis berambut putih yang berlari begitu cepat seperti sedang terburu-buru. Namun Xiao Mei tidak memperdulikan pandangan mereka padanya, saat ini yang paling penting ia Shua Xie.
Ketika Xiao Mei sampai di depan gerbang kediamannya, ia dicegat beberapa pengawal karena tidak ada pengawal yang mengenalnya karena perubahan barunya. Namun Xiao Mei tetap bersikeras ingin masuk ke dalam, dengan terpaksa ia menggunakan kekuatan spirit kristal es miliknya, dia membekukan siapapun yang berjarak 2 meter darinya membuat beberapa pengawal lainnya tidak berani mendekatinya.
"Jangan halangi jalanku! Siapa pun di antara kalian yang menghalangiku, aku tidak akan sungkan membunuh kalian!" tegas Xiao Mei dingin seraya menghancurkan pintu gerbang dengan kekuatan spiritnya.
Xiao Mei langsung bergegas masuk ketika para pengawal itu sudah tidak berani menghalanginya. Ketika ia baru tiba di dalam halaman, muncul Paman Tertua dan Bibinya.
Paman Tertua menghalangi jalan Xiao Mei, "Siapa kau! Berani sekali menerobos kediaman Xiao! Apa kau kiriman dari keluarga Ye!?" tanyanya penuh hati-hati, ia harus waspada jika gadis es itu tiba-tiba menyerangnya.
"Paman ini aku Xiao Mei! Aku perlu bantuan kalian! Kak Shua sedang terluka, dia butuh bantuan kita!" jawab Xiao Mei keras.
"Mei'er? Kau Mei'er? Tapi." Paman Tertua masih sedikit kurang percaya begitu pun dengan lainnya.
"Benar aku Xiao Mei! Kak Shua membantuku membaktikan aurah spiritku, dan kebangkitan aurah spiritku membuat penampilanku berubah!"
"Bangkit bagaimana bisa!? Seharusnya tidak ada yang bisa membangkitkan aurah spiritmu!" Kejut Paman Tertua. Di saat yang bersamaan Kepala Suku, Lou Yue dan Xiao Ming datang dengan ekspresi terkejut.
"Tubuh kristal es!?" Lou Yue terkejut, melihat tubuh kristal es adalah hal yang jarang bisa dilihat. Apalagi tubuh kristal es merupakan tubuh khusus yang langka, tubuh khusus seperti ini hanya ada satu di antara yang lain.
"Mei'er siapa yang membuka segelan roh spiritmu!?" tanya Kepala Suku dengan nada terkejut.
Xiao Ming benar-benar terkejut, "Mei'er penampilanmu berubah. Kenapa bisa?" gumam Xiao Ming pelan.
Xiao Mei langsung berlari mendekati Kakeknya lalu memeluknya, di dalam pelukan ia menangis keras sambil menyebut nama Shua Xie berulang kali. Semua orang yang menyaksikan itu hanya bisa mengerutkan kening kebingunan.
"Kakek tolong Kak Shua! Kak Shua terluka! Karena dia membantuku membuka segel, rohnya terluka parah! Sekarang dia benar-benar dalam bahaya, kita harus menolong Kak Shua! Dia ada di padang rumput dekat hutan!" seru Xiao Mei keras membuat yang lain tertegun, ada yang sebagian bingung karena belum mengatahui siapa itu Shua Xie?
"Apa Shua terluka!?" Lou Yue terkejut hebat, tanpa menunggu yang lain dia segera menuju lokasi tempat Shua Xie terluka. Lou Yue hilang dalam sekejap menggunakan jurus bayangan.
"Jelaskan pada Kakek sebenarnya apa yang terjadi?"
Xiao Mei menghapus air matanya, "Kak Shua membantuku membuka segel yang menyegel kekuatan roh spiritku. Tapi saat ia membantuku roh Kak Shua mendapat serangan dan sekarang dia terluka! Kak Shua menyuruhku kembali ke desa dan meminta bantuan! Ayo Kek kita harus menolong Kak Shua!" Xiao Mei menarik tangan Kepala Suku ingin secepat mungkin menyelamatkan Shua Xie.
"Baiklah, kau tinggalah di sini biar Kakek dan Paman yang akan ke sana. Xiao Lie ayo ikut bersamaku!" tegas Kepala Suku seraya menatap Paman Tertua serius. Mereka berdua saling mengangguk kemudian menghilang dalam sekejap.
"Kakek tolong selamatkan Kak Shua!" teriak Xiao Mei keras.
Di sisi lain Lou Yue begitu tergesa-gesa melompat dari pohon ke pohon, sekilas dia terlihat seperti bayangan hitam yang tidak jelas karena terlalu cepatnya berlari.
"Shua bertahanlah aku akan segera datang! Seperti yang kau bilang jangan mati konyol!"
***
'Di mana aku? Apa aku sudah di alam baka? Apa aku sudah mati lagi?'
Samar-samar terdengar suara tetesan air, semakin lama suara itu semakin besar. Shua Xie membuka matanya ketika merasakan ada setetes air yang jatuh di wajahnya.
'Di mana lagi ini? Kenapa aku terbaring di atas air? Apa ini neraka atau surga.' Shua Xie menoleh ke kiri dan kanan, di tempat ini hanya ada dia seorang diri. Tempat yang begitu asing, dingin, sepi dan mencekam.
'Ternyata aku sudah mati, hais paling tidak aku mati sedikit lebih keren kali ini.' Shua Xie terkekeh pelan sambil beranjak bangun. Shua Xie melihat ke sekitarnya begitu banyak jalan, Shua Xie rasa sekarang ia berada dalam labirin.
'Apa ini labirin neraka? Kenapa banyak sekali?'
"Hei gadis kecil keturunan klan Langit, kemarilah. Datanglah padaku." Tiba-tiba muncul suara asing begitu keras menggema dari segala lorong labirin membuat Shua Xie terkejut.
"Suara siapa itu!? Apa ada orang lain di sini selain aku?" Shua Xie terus menoleh ke kiri dan kanan tapi tidak ada siapa pun, tiba-tiba dia tersadar perasaan ini begitu tidak asing lagi baginya. Kejadian saat ini mengingatkannya pada Master hebat yang pernah menolongnya. Tapi kali ini suaranya bukan lagi suara pria melainkan suara wanita.
"Gadis kecil kemarilah! Datanglah padaku!" Sekali lagi suara asing itu menggema dari semua lorong labirin.
"Gadis kecil? Siapa yang dia maksud gadis kecil?" gumam Shua Xie pelan.
"Cepat kemarilah gadis kecil! Aku memanggilmu!"
Alis Shua Xie naik sebelah, Shua Xie berpikir mungkin dialah yang dipanggil oleh suara asing itu. Shua Xie juga sedikit penasaran siapa yang sedang memanggilnya dari dalam lorong labirin bercabang.
Melangkah Shua Xie memasuki satu lorong yang mana suara asing itu terdengar lebih jelas dari lorong lainnya. Seiring Shua Xie berjalan suara asing itu terus memanggilnya beberapa kali membuat Shua Xie semakin penasaran. Ketika Shua Xie sudah jauh masuk ke dalam labirin, suara yang tadi terus memanggilnya sudah berhenti. Shua Xie pun juga ikut berhenti ketika suara itu berhenti.
"Kenapa sudah tidak memanggil lagi? Apa suara tadi hanya ilusi? Tapi tidak mungkin ini ilusi! Jebakan kah? Tapi tidak mungkin! Sebenarnya tempat apa ini tempat apa?"
.
.
.
.
.
.
**Bersambung
info author tidak update besok
Sampai jumpa di bab berikutnya^-^
sambil nunggu PMD update lagi, yuk mampir ke cerita author yang satunya. Judulnya Reinkarnasi Permaisuri Ajaib ^-^
Mohon beri dukungan ya**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
xixi
maaf thor ngga sempat comennya karena keasikan mbacanya
2020-12-10
2
Yessy Hanumra
sebenarnya aku masih bingung thor, ceritanya mau di bawa kemana? kenapa PU nya gk kuat2, malah pemain lain yg kuat, aneh kan?...
2020-12-02
15
Reanza
Lanjut baca
2020-11-22
1