Bab 20

Ayo jangan lupa beri like dan votenya ^-^

____________________________________

'Apa aku akan mati membeku di sini?'

Xiao Mei sudah benar-benar membeku seperti patung es, tapi untunglah dia masih bisa menyadarkan dirinya. Lama dia diam membatu dalam es, tiba-tiba sebuah muncul sebuah roh berwujud Shua Xie. Roh itu mendekati Xiao Mei dan menyentuhnya tapi dinding penghalang es sangat tebal. Shua Xie menghimpun sebanyak mungkin tenaga dalam satu kepalan tinjunya lalu menghantamkannya dengan kuat ke dinding lapis es yang membekukan Xiao Mei.

Satu pukulan masih belum membuat es itu pecah bahkan lecet, kali ini ke dua pukulan Shua Xie mengumpulkan lebih banyak tenaga di tinjunya lalu menghantamnya, terdengar retakan kecil dari dinding es itu.

Setelah mendaratkan pukulan yang ke dua kali tiba-tuba muncul serang dari atas ratusan anak tombak es melesat cepat ke arah Shua Xie. Shua Xie dengan cekatan berusaha menghindar tapi karena jumlah tombak begitu banyak dan juga mereka melesat sangat cepat membuat Shua Xie mendapat beberapa tusukan dari tombak es yang menembus rohnya.

Roh Shua Xie meringis pelan ketika belasan anak tombak menusuk tubuhnya, tapi itu tidak akan membuat Shua Xie menyerah. Jika saja Shua Xie tahu kalau Xiao Mei memiliki tubuh khusus seperti ini, ia akan memikirkan metode lain untuk mengaktifkannya. Tapi menyesal dan mengelu juga sudah percuma, Shua Xie bukanlah Dewa pengatur waktu yang bisa membolak-balikkan waktu sesukanya.

Sekali lagi Shua Xie menghimpun sebanyak mungkin kekuatannya dari pada yang sebelumnya, pukulan kali ini adalah pukulan terakhirnya yang paling kuat. Shua Xie sudah menghimpun semua tenaganya pada satu titik pusat.

Shua Xie pun memukul dinding es sekuat mungkin. Es yang membuat Xiao Mei membeku retaknya mulai menjalar ke segala arah sampai akhirnya dinding es itu hancur berkeping-keping.

Tidak hanya dinding es yang hancur, rantai yang membelit roh spirit Xiao Mei juga ikut hancur. Setelah memberi pukulan terakhir Shua Xie menghilang entah ke mana.

Roh Xiao Mei yang sudah bebas terbang masuk ke dalam tubuh Xiao Mei. Cahaya putih dan biru mulai mengelilingi seluruh tubuh Xiao Mei, semakin lama cahaya itu semakin terang.

Xiao Mei tersadar dari meditasinya. Tampak kekuatan aslinya sudah muncul, roh tatonya yang sudah terbuka tersegel ternyata membawa dampak perubahan fisik pada tubuhnya. Rambutnya yang sebelumnya berwarna kecoklatan kini berubah menjadi warna putih, kulitnya yang sebelumnya putih kini semakin putih bahkan pucat. Begitu pun dengan warna bola matanya berubah menjadi warna putih, tinggi badannya juga ternyata naik beberapa CM. Mungkin karena tato aurahnya tersegel membuat pertumbuhannya melambat.

Xiao Mei melihat kiri dan kanan mencari keberadaan Shua Xie sampai ia melihat ke belakang ketika mendengar suara batuk seseorang. Tampak Shua Xie duduk dengan keadaan sekarat, tampak begitu banyak darah segar keluar dari mulutnya.

"Kak Shua! Apa yang terjadi denganmu! Kak Shua jangan mati!" Xiao Mei menggoyang-goyangkan tubuh Shua Xie yang terbaring di padang rumput. Terdengar sedikit suara ringisan dari Shua Xie. Xiao Mei langsung memeriksa denyut jantung Shua Xie.

"Astaga denyut jantung Kak Shua melemah! Jangan-jangan rohnya terluka parah karena serangan itu!" Xiao Mei terkejut hebat.

"Kak Shua tolong jangan mati! Maafkan aku! Andai saja aku tidak memaksamu melatihku, semua ini pasti tidak akan terjadi!"

"Ini semua salahku! Andai saja aku tidak egois! Maaf Kak! Maaf! Kumohon bertahanlah, aku janji tidak akan merepotkan keluarga lagi!" Xiao Mei menangis seraya memeluk Shua Xie.

Di tengah tangisannya, samar-samar terdengar lagi suara kecil Shua Xie memintanya kembali ke desa dan meminta bantuan. Xiao Mei tersentak ketika mendengar suara kecil Shua Xie yang serak, dengan cepat ia beranjak berdiri kemudian berlari meninggalkan Shua Xie.

Tapi sebelum ia pergi, Xiao Mei sempat memberikan pelindung es untuk berjaga jika ada hewan buas yang akan menyerang Shua Xie ketika ia tidak ada.

Xiao Mei berlari secepat mungkin sambil menghapus air matanya, "Bertahanlah Kak Shua! Aku pasti akan datang kembali membawa Kakek dan yang lainnya!"

***

Satu Jam Kemudian ....

Selama Xiao Mei berlari di jalan banyak orang yang menatapnya kagum sekaligus bingung. Di kepala para penduduk desa mereka penasaran siapakah gadis berambut putih yang berlari begitu cepat seperti sedang terburu-buru. Namun Xiao Mei tidak memperdulikan pandangan mereka padanya, saat ini yang paling penting ia Shua Xie.

Ketika Xiao Mei sampai di depan gerbang kediamannya, ia dicegat beberapa pengawal karena tidak ada pengawal yang mengenalnya karena perubahan barunya. Namun Xiao Mei tetap bersikeras ingin masuk ke dalam, dengan terpaksa ia menggunakan kekuatan spirit kristal es miliknya, dia membekukan siapapun yang berjarak 2 meter darinya membuat beberapa pengawal lainnya tidak berani mendekatinya.

"Jangan halangi jalanku! Siapa pun di antara kalian yang menghalangiku, aku tidak akan sungkan membunuh kalian!" tegas Xiao Mei dingin seraya menghancurkan pintu gerbang dengan kekuatan spiritnya.

Xiao Mei langsung bergegas masuk ketika para pengawal itu sudah tidak berani menghalanginya. Ketika ia baru tiba di dalam halaman, muncul Paman Tertua dan Bibinya.

Paman Tertua menghalangi jalan Xiao Mei, "Siapa kau! Berani sekali menerobos kediaman Xiao! Apa kau kiriman dari keluarga Ye!?" tanyanya penuh hati-hati, ia harus waspada jika gadis es itu tiba-tiba menyerangnya.

"Paman ini aku Xiao Mei! Aku perlu bantuan kalian! Kak Shua sedang terluka, dia butuh bantuan kita!" jawab Xiao Mei keras.

"Mei'er? Kau Mei'er? Tapi." Paman Tertua masih sedikit kurang percaya begitu pun dengan lainnya.

"Benar aku Xiao Mei! Kak Shua membantuku membaktikan aurah spiritku, dan kebangkitan aurah spiritku membuat penampilanku berubah!"

"Bangkit bagaimana bisa!? Seharusnya tidak ada yang bisa membangkitkan aurah spiritmu!" Kejut Paman Tertua. Di saat yang bersamaan Kepala Suku, Lou Yue dan Xiao Ming datang dengan ekspresi terkejut.

"Tubuh kristal es!?" Lou Yue terkejut, melihat tubuh kristal es adalah hal yang jarang bisa dilihat. Apalagi tubuh kristal es merupakan tubuh khusus yang langka, tubuh khusus seperti ini hanya ada satu di antara yang lain.

"Mei'er siapa yang membuka segelan roh spiritmu!?" tanya Kepala Suku dengan nada terkejut.

Xiao Ming benar-benar terkejut, "Mei'er penampilanmu berubah. Kenapa bisa?" gumam Xiao Ming pelan.

Xiao Mei langsung berlari mendekati Kakeknya lalu memeluknya, di dalam pelukan ia menangis keras sambil menyebut nama Shua Xie berulang kali. Semua orang yang menyaksikan itu hanya bisa mengerutkan kening kebingunan.

"Kakek tolong Kak Shua! Kak Shua terluka! Karena dia membantuku membuka segel, rohnya terluka parah! Sekarang dia benar-benar dalam bahaya, kita harus menolong Kak Shua! Dia ada di padang rumput dekat hutan!" seru Xiao Mei keras membuat yang lain tertegun, ada yang sebagian bingung karena belum mengatahui siapa itu Shua Xie?

"Apa Shua terluka!?" Lou Yue terkejut hebat, tanpa menunggu yang lain dia segera menuju lokasi tempat Shua Xie terluka. Lou Yue hilang dalam sekejap menggunakan jurus bayangan.

"Jelaskan pada Kakek sebenarnya apa yang terjadi?"

Xiao Mei menghapus air matanya, "Kak Shua membantuku membuka segel yang menyegel kekuatan roh spiritku. Tapi saat ia membantuku roh Kak Shua mendapat serangan dan sekarang dia terluka! Kak Shua menyuruhku kembali ke desa dan meminta bantuan! Ayo Kek kita harus menolong Kak Shua!" Xiao Mei menarik tangan Kepala Suku ingin secepat mungkin menyelamatkan Shua Xie.

"Baiklah, kau tinggalah di sini biar Kakek dan Paman yang akan ke sana. Xiao Lie ayo ikut bersamaku!" tegas Kepala Suku seraya menatap Paman Tertua serius. Mereka berdua saling mengangguk kemudian menghilang dalam sekejap.

"Kakek tolong selamatkan Kak Shua!" teriak Xiao Mei keras.

Di sisi lain Lou Yue begitu tergesa-gesa melompat dari pohon ke pohon, sekilas dia terlihat seperti bayangan hitam yang tidak jelas karena terlalu cepatnya berlari.

"Shua bertahanlah aku akan segera datang! Seperti yang kau bilang jangan mati konyol!"

***

'Di mana aku? Apa aku sudah di alam baka? Apa aku sudah mati lagi?'

Samar-samar terdengar suara tetesan air, semakin lama suara itu semakin besar. Shua Xie membuka matanya ketika merasakan ada setetes air yang jatuh di wajahnya.

'Di mana lagi ini? Kenapa aku terbaring di atas air? Apa ini neraka atau surga.' Shua Xie menoleh ke kiri dan kanan, di tempat ini hanya ada dia seorang diri. Tempat yang begitu asing, dingin, sepi dan mencekam.

'Ternyata aku sudah mati, hais paling tidak aku mati sedikit lebih keren kali ini.' Shua Xie terkekeh pelan sambil beranjak bangun. Shua Xie melihat ke sekitarnya begitu banyak jalan, Shua Xie rasa sekarang ia berada dalam labirin.

'Apa ini labirin neraka? Kenapa banyak sekali?'

"Hei gadis kecil keturunan klan Langit, kemarilah. Datanglah padaku." Tiba-tiba muncul suara asing begitu keras menggema dari segala lorong labirin membuat Shua Xie terkejut.

"Suara siapa itu!? Apa ada orang lain di sini selain aku?" Shua Xie terus menoleh ke kiri dan kanan tapi tidak ada siapa pun, tiba-tiba dia tersadar perasaan ini begitu tidak asing lagi baginya. Kejadian saat ini mengingatkannya pada Master hebat yang pernah menolongnya. Tapi kali ini suaranya bukan lagi suara pria melainkan suara wanita.

"Gadis kecil kemarilah! Datanglah padaku!" Sekali lagi suara asing itu menggema dari semua lorong labirin.

"Gadis kecil? Siapa yang dia maksud gadis kecil?" gumam Shua Xie pelan.

"Cepat kemarilah gadis kecil! Aku memanggilmu!"

Alis Shua Xie naik sebelah, Shua Xie berpikir mungkin dialah yang dipanggil oleh suara asing itu. Shua Xie juga sedikit penasaran siapa yang sedang memanggilnya dari dalam lorong labirin bercabang.

Melangkah Shua Xie memasuki satu lorong yang mana suara asing itu terdengar lebih jelas dari lorong lainnya. Seiring Shua Xie berjalan suara asing itu terus memanggilnya beberapa kali membuat Shua Xie semakin penasaran. Ketika Shua Xie sudah jauh masuk ke dalam labirin, suara yang tadi terus memanggilnya sudah berhenti. Shua Xie pun juga ikut berhenti ketika suara itu berhenti.

"Kenapa sudah tidak memanggil lagi? Apa suara tadi hanya ilusi? Tapi tidak mungkin ini ilusi! Jebakan kah? Tapi tidak mungkin! Sebenarnya tempat apa ini tempat apa?"

.

.

.

.

.

.

**Bersambung

info author tidak update besok

Sampai jumpa di bab berikutnya^-^

sambil nunggu PMD update lagi, yuk mampir ke cerita author yang satunya. Judulnya Reinkarnasi Permaisuri Ajaib ^-^

Mohon beri dukungan ya**

Terpopuler

Comments

xixi

xixi

maaf thor ngga sempat comennya karena keasikan mbacanya

2020-12-10

2

Yessy Hanumra

Yessy Hanumra

sebenarnya aku masih bingung thor, ceritanya mau di bawa kemana? kenapa PU nya gk kuat2, malah pemain lain yg kuat, aneh kan?...

2020-12-02

15

Reanza

Reanza

Lanjut baca

2020-11-22

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Q&A Part 1 (Bukan Update)
176 Bab 175
177 Bab 176
178 Bab 177
179 Bab 178
180 Bab 179
181 Bab 180
182 Bab 181
183 Bab 182
184 Bab 183
185 Bab 184
186 Bab 185
187 Bab 186
188 Bab 187
189 Bab 188
190 Bab 189
191 Bab 190
192 Bab 191
193 Bab 192
194 Bab 193
195 Bab 194
196 Bab 195
197 Bab 196
198 Bab 197
199 Bab 198
200 000
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Q&A Part 1 (Bukan Update)
176
Bab 175
177
Bab 176
178
Bab 177
179
Bab 178
180
Bab 179
181
Bab 180
182
Bab 181
183
Bab 182
184
Bab 183
185
Bab 184
186
Bab 185
187
Bab 186
188
Bab 187
189
Bab 188
190
Bab 189
191
Bab 190
192
Bab 191
193
Bab 192
194
Bab 193
195
Bab 194
196
Bab 195
197
Bab 196
198
Bab 197
199
Bab 198
200
000

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!