Bab 10

Tolong jangan lupa tekan likenya

______________________________

Shua Xie keluar dari ruangan pribadi Kaisar disambut Shu Chin di depan pintu. 2 jam yang lalu Shua Xie telah berbincang dengan Kaisar layaknya anak dan ayah, Kaisar juga telah mengakui kesalahannya selama ini telah menjauhi Putrinya, tentunya Shua Xie memahami alasan Kaisar dan memaafkannya. Shua Xie juga tidak melupakan alasan utamanya ingin bertemu Kaisar tentang kepergiannya selama 1 tahun, awalnya Kaisar menolak karena dia takut Shua Xie akan berada dalam bahaya apalagi sampai bertemu dengan anggota para aliansi pembasmi klan Langit. Tapi Shua Xie terus meyakinkan bahwa dia akan kembali dengan selamat, Shua Xie yakin selama dia dalam perlindungan Shu Chin dia akan selalu baik-baik saja. Kaisar tidak bisa menolak keinginan Putrinya hanya bisa menghela nafas dan mengizinkannya.

Shua Xie menghela nafas berat sekaligus merasa lega karena Kaisar sudah mengizinkannya, sekarang Shua Xie tinggal berpamitan dengan orang terpentingnya.

"Kakak Chin tolong sembunyi dulu, aku masih ada urusan kecil yang harus aku selesaikan, kita akan bertemu dengan orang-orang penting. Tenang saja tidak akan lama." Shua Xie mengedipkan mata pada Shu Chin.

Shu Chin mengangguk paham dan langsung menghilangkan diri dari hadapan Shua Xie. Shu Chin bersembunyi di bayangan Shua Xie.

Shua Xie sedikit terkejut sekaligus terpukau melihat Shu Chin langsung menghilang dari hadapannya dengan sangat cepat.

"Kemapuan Kak Chin sungguh luar biasa, Kak Chin harus mengajari jurus itu padaku ya!" gumam Shua Xie sambil tertawa kecil.

'Saya siap mengajari Tuan Putri.' Suara Shu Chin muncul di pikiran Shua Xie.

"Wah ... jurus ini juga harus diajarkan. Bisa berbicara dengan telepati pasti sangat berguna!"

***

Setelah kepergian Shua Xie semalam tanpa pamit membuat Chi Su kalang kabut mencarinya. Dari malam hingga pagi Chi Su terus menunggu di depan pintu paviliun berharap Shua Xie segera pulang, namun nyatanya Shua Xie tak kunjung datang hingga pagi.

Chi Su sampai ketiduran di depan pintu karena terus menunggu Shua Xie. Ketika pagi, tanpa Chi Su sadari Putri pertama datang berkunjung ke paviliun bersama beberapa pelayan pria dan wanitanya. Wang Xinian berdiri dan melihat betapa pulasnya Chi Su tertidur di depan pintu.

Wang Xinian meminta pelayannya membangunkan Chi Su dengan cara menyiramnya dengan seember air. Betapa terkejutnya Chi Su saat tiba-tiba air menjatuhi wajah dengan kasar sampai membuat Chi Su tersedak.

Semua pelayan Wang Xinian mentertawakan Chi Su yang diperlakukan begitu hina.

"Hah ... bangun juga akhirnya kau pelayan ******! Di mana Tuan jalangmu!? Panggil dia keluar! Aku ingin buat perhitungan dengannya!" seru Wang Xinian sambil berkacak pinggang.

Chi Su beranjak berdiri, "Maaf Tuan Putri pertama. Nona Shua Xie sedang tidak ada di paviliun," jawab Chi Su pelan sambil menunduk.

"Pergi ke mana si ****** sialan itu!?"

"Ha-hamba tidak tahu. Nona pergi tidak bilang pada hamba," jawab Chi Su bergetar.

"Jangan berbohong! Apa kau ingin melindungi Tuanmu lagi?! Tidak bosan juga kamu aku buat terluka!"

Chi Su jatuh bersujud, "Hamba benar-benar tidak tahu. Nona pergi tanpa pamit, mohon ampunannya Tuan Putri pertama. Nona saya tidak berniat membuat Tuan Putri pertama marah."

"Sialan! Berani sekali kamu membelanya!" Wang Xinian menginjak kepala Chi Su, "Pelayan pukul pelayan sampah ini sampai dia mau memberitahukan di mana majikannya! Dan sisanya masuk periksa kediaman si ****** itu! Cari dia dan seret keluar!"

"Baik Tuan Putri!" seru semua pelayan. 4 pelayan pria melangkah mendekati Chi Su dan memukulnya dengan kayu rotan sebesar 2 jari orang dewasa.

"Akh! Ahhh ... a-ampun Tuan Putri, Nona hamba tidak sedang bersembunyi. Nona hamba memang tidak ada di paviliun saat ini! Aakhh!!!" Chi Su terus meringis kesakitan saat satu persatu kayu rotan terus memukul punggungnya.

"Hump! Jangan berhenti pukul sebelum dia memberitahukan di mana majikannya!" seru Wang Xinian.

Tidak lama kemudian beberapa pelayan yang telah memeriksa paviliun Shua Xie telah keluar. Mereka melaporkan bahwa Shua Xie memang tidak ada di paviliun. Wang Xinian mengumpat kesal tidak bisa memberi pelajaran Shua Xie padahal suasana hatinya saat sedang kesal sebab kejadian semalam. Dan sekarang Chi Su juga sudah pingsan karena terus dipukul tanpa henti membuat Wang Xinian tidak bisa bertanya lagi.

"Sialan! Pergi ke mana si ****** brengsek itu!"

"Hei! Apa yang kau lakukan di paviliun-ku? Tidak bacakah ada tulisan anjing dilarang masuk ke dalam paviliun-ku!" Suara sahutan menggema dari arah belakang Wang Xinian.

Semua orang langsung menengok ke sumber suara, dan mendapati ada Shua Xie sedang berjalan menuju mereka.

"Siapa yang kau bilang anjing!? Berani sekali mulut jalangmu berbicara seperti itu!?" Pelayan pribadi Wang Xinian berseru kesal seraya menunjuk Shua Xie. Wang Xinian hanya tersenyum merasa dibela pelayan pribadinya.

"Siapa lagi kalau bukan kalian!" balas Shua Xie santai.

"Kau ****** sialan!" umpat Wang Xinian kesal.

Shua Xie semakin mendekati Wang Xinian, matanya melirik ke sana kemari mencari Chi Su. Sampai akhirnya matanya tertuju pada seorang gadis yang tengah terkapar pingsan di tanah.

Shua Xie langsung berlari mendekati Chi Su dan merangkul kepalanya dalam pelukannya. Beberapa kali Shua Xie menepuk pipi Chi Su sambil berseru memanggil namanya, tapi sayangnya Chi Su tak kunjung sadar. Shua Xie langsung memeriksa nadinya dan masih merasakan denyut nadinya. Shua Xie menghela nafas lega, merasa lega Chi Su tidak kenapa-napa.

Shua Xie melirik sekujur tubuh Chi Su dan mendapati baju belakangnya penuh darah. Shua Xie meremas baju Chi Su dan melihat punggung dan pinggang Chi Su terluka parah.

Terdengar suara Wang Xinian dan para pelayannya tengah mentertawakan dan menghina Shua Xie.

"Siapa yang melakukan ini!?" bentak Shua Xie keras membuat orang di sekitarnya yang tengah asik tertawa langsung terkejut.

Wang Xinian tersenyum kecil, "Aku yang menyuruh pelayanku memukulnya!" jawab Wang Xinian sambil berkacak pinggang.

Shua Xie mantap Wang Xinian tajam. Pelan-pelan ia meletakkan Chi Su kembali ke tanah.

"Kak Chin keluarlah!" seru Shua Xie keras. Tidak lama Shu Chin langsung muncul di hadapan Shua Xie membuat semua orang terkejut terutama Wang Xinian.

"Hamba siap menerima perintah," ujar Shu Chin dengan hormat.

"Bunuh semua pelayan brengsek itu!" ujar Shua Xie dengan nada dingin yang tajam membuat semua pelayan itu langsung bergetaran.

"Baik Tuan Putri." Shu Chin langsung membentuk pedang dari energi spiritnya yaitu pedang dari energi angin. Dalam waktu singkat semua pelayan Wang Xinian terkapar ke tanah dengan kepala terpisah.

Kejadian itu berlangsung sangat cepat bahkan Wang Xinian sendiri pun tidak bisa melihat dengan jelas kapan Shu Chin memenggal semua kepala pelayannya. Kini tinggal dirinya sendiri tengah berdiri sambil bergetar ketakutan, Wang Xinian langsung jatuh berlutut ke tanah dengan tatapan kosong. Semua yang ia lihat membuatnya sangat ketakutan, sebelumnya ia tidak pernah melihat pembunuhan secepat ini sekalipun dirinya sendiri juga memiliki tahap pelatihan.

'Siapa pria yang bersama Shua Xie? Kenapa dia menuruti perintah Shua Xie?' tanya Wang Xinian dalam hatinya.

"Yang satu ini?" Shu Chin melirik ke arah Shua Xie.

"Biar aku yang menyelesaikannya!" jawab Shua Xie dingin.

Melangkah Shua Xie mendekati Wang Xinian dengan tatapan dingin penuh kebencian. Wang Xinian memohon ampun pada Shua Xie sambil menangis ketakutan tapi permohonannnya tidak didengarkan Shua Xie sedikit pun.

Shua Xie meraih dagu Wang Xinian lalu mencengkramnya kasar, "Aku sudah lama cukup diam atas perlakuanmu Xinian! Kamu pikir selama ini aku diam itu berarti aku tunduk padamu?!"

"Ti-tidak adikku. Ada kesalahpahaman antara kita," balas Wang Xinian sambil bergetar ketakutan melihat tatapan Shua Xie yang begitu menyeramkan.

"Adik? Sejak kapan aku menjadi Adikmu? Kita tidak pernah jadi adik dan kakak!"

"Adik mohon lepaskan aku atau Ayahanda akan marah padamu. Aku bisa anggap kejadian ini tidak pernah terjadi. Aku juga tidak akan pernah mengganggu Adik lagi."

Shua Xie menampar keras pipi kiri Wang Xinian lalu menampar pipi kanannya lagi sebanyak 3 kali berturut-turut. Wang Xinian langsung terkapar di tanah setelah ditampar, pinggir bibirnya mulai mengeluarkan darah dan ke dua pipinya memerah lebam bekas tamparan Shua Xie yang begitu keras.

"Tamparan itu untuk Chi Su! Kau pikir Ayah akan marah padaku?! Sekarang enyahlah! Sebelum aku berubah pikiran!" bentak Shua Xie keras seraya menjauhi Wang Xinian. Wang Xinian langsung berdiri lalu kabur dengan cepat menuju kediaman ibunya.

Shu Chin menatap Shua Xie, "Kenapa tidak langsung dibunuh saja? Bukankah dia selalu memperlakukan buruk Tuan Putri?" tanya Shu Chin.

"Sekarang tidak, tapi tahun depan iya. Kak Chin tolong angkat Chi Su dan bawa dia ke dalam. Aku akan mengobati lukanya."

***

1 jam kemudian Chi Su sudah sadar, luka-lukanya juga mulai sembuh berkat ramuan buatan Shu Chin. Shua Xie mulai bertanya kepada Chi Su apa sebenarnya yang telah terjadi. Chi Su pun menjelaskan semuanya kenapa Wang Xinian melukainya.

Shua Xie menghela nafas berat setelah mendengar penjelasan Chi Su. Dari penjelasan Chi Su tadi membuat dirinya marah dan ingin mendatangi Wang Xinian lalu memberinya pelajaran yang lebih menyakitkan. Tapi Chi Su menghentikannya sebab ia takut Shua Xie akan terluka. Melihat kekhawatiran Chi Su yang berlebihan, Shua Xie hanya bisa menghela nafas dan menuruti permintaannya.

"Baiklah aku tidak akan mendatanginya." Shua Xie mengelus kepala Chi Su, "Sekarang beristirahatlah, luka di punggungmu masih belum sembuh sepenuhnya."

"Baik Nona." Chi Su menatap Shua Xie, "Nona anda dari mana? Saya terus menunggu Nona sampai pagi, tapi Nona tidak kunjung datang."

"Oh ya hampir saja lupa. Chi Chi aku akan pergi selama setahun, kamu jaga diri baik-baik. Nanti aku akan kembali setelah latihanku selesai."

"Nona mau ke mana?" tanya Chi Su terkejut, "Jika Nona pergi, maka Chi Su juga akan ikut pergi dengan Nona. Ke mana pun Nona pergi Chi Su akan tetap ikut menjaga Nona."

Shua Xie menggelengkan kepalanya, "Tidak, tidak. Kamu tunggu aku kembali saja, aku tidak akan pergi lama hanya setahun saja, jika kamu ikut pelatihanku nanti akan sedikit terganggu, di sana sangatlah berbahaya. Jadi tunggu saja aku di sini ...."

"Aku juga akan meninggalkan uang untukmu, kamu gunakan uang itu sebaik mungkin, jika perlu buka bisnis agar ada penghasilan. Rubah paviliun kita menjadi seperti istana, sewa beberapa budak untuk menjaga kamu selama aku tidak ada. Aku ingin saat aku kembali, paviliun kita sudah berubah tidak seperti gudang lagi," ujar Shua Xie lembut.

"Tapi Nona-"

Shua Xie menggenggam tangan Chi Su sambil memberikannya senyuman, "Ini perintah Tuanmu jadi jangan membantah. Aku tidak akan pergi lama jadi jangan khawatir. Oh ya nanti akan ada pria datang ke sini bernama Ogher, dia akan membantumu selama aku tidak ada di sini. Di timur kota ada paviliun penjual pil jalinlah bisnis dengan mereka, aku sudah pernah mampir ke sana, sebut saja namaku Master Shu mereka pasti akan tahu. Lalu di bagian utara juga ada rumah makan besar, aku sudah mampir ke sana dan menjalin hubungan dekat dengan mereka, sebut saja namaku dan ajak mereka berbisnis, gunakan uang ini untuk berbisnis dengan mereka ...."

"Oh ya dan satu lagi, berlatih menjadi kuat." Shua Xie menjetik kening Chi Su, "Aku ingin saat aku kembali Chi Chi yang aku kenal sudah tidak lemah lagi. Ogher akan melatihmu dengan baik, dia adalah orang kepercayaan ke dua setelah Chi Chi." Lanjut Shua Xie lagi.

Ke dua mata Chi Su mulai berkaca-kaca, "Hiks ... Nona jaga diri baik-baik. Pastikan Nona pulang dengan selamat! Chi Su akan selalu menunggu dan menjalan perintah sesuai apa yang Nona katakan. Chi Su juga akan berlatih agar kelak tidak ditindas lagi dan bisa membantu Nona," balas Chi Su sedih.

"Baguslah kalau begitu aku pergi dulu, waktuku tidaklah banyak. Seharusnya Ogher telah menuju kemari, dia datang bersama adiknya. Anggap mereka seperti saudaramu." Shua Xie beranjak berdiri lalu mendekati Shu Chin. Shu Chin mengangguk lalu memegang tangan kiri Shua Xie.

"Sampai jumpa lagi! Jaga dirimu baik-baik!" ujar Shua Xie sebelum ia menghilang dari hadapan Chi Su. Chi Su menghapus air matanya seraya mengingat pesan terakhir Shua Xie. Chi Su memantapkan hatinya bahwa ia akan menjadi kuat agar kelak bisa ikut bersama Shua Xie dan melindunginya, Chi Su juga bersumpah dalam hatinya ia akan selalu setia kepada Shua Xie sampai mati.

"Baiklah, saatnya menjemput Ogher dan adiknya," gumam Chi Su pelan setelah puas menangisi kepergian Shua Xie, "Saat aku sudah kuat, aku pasti akan selalu di samping Nona."

.

.

.

.

.

.

**Bersambung

maaf cerita author lambat up karena menunggu pihak NT merilis cerita author. author sebenarnya udah rilis 7 hari yang lalu tapi belum dirilis juga, mungkin ada yang salah dari akun author atau pihak NT**.

Terpopuler

Comments

°•Claris

°•Claris

si ogrell gimana kabar nya? kasihan di beri harapan palsu:v

2021-08-07

0

APRILIANIANO

APRILIANIANO

Salam manis dari Help Me Please❤️

2020-11-05

0

miqaela_isqa

miqaela_isqa

Jangan patah semangat kakak walau tangan keringting ngetiknya

2020-10-27

30

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Q&A Part 1 (Bukan Update)
176 Bab 175
177 Bab 176
178 Bab 177
179 Bab 178
180 Bab 179
181 Bab 180
182 Bab 181
183 Bab 182
184 Bab 183
185 Bab 184
186 Bab 185
187 Bab 186
188 Bab 187
189 Bab 188
190 Bab 189
191 Bab 190
192 Bab 191
193 Bab 192
194 Bab 193
195 Bab 194
196 Bab 195
197 Bab 196
198 Bab 197
199 Bab 198
200 000
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Q&A Part 1 (Bukan Update)
176
Bab 175
177
Bab 176
178
Bab 177
179
Bab 178
180
Bab 179
181
Bab 180
182
Bab 181
183
Bab 182
184
Bab 183
185
Bab 184
186
Bab 185
187
Bab 186
188
Bab 187
189
Bab 188
190
Bab 189
191
Bab 190
192
Bab 191
193
Bab 192
194
Bab 193
195
Bab 194
196
Bab 195
197
Bab 196
198
Bab 197
199
Bab 198
200
000

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!