Tolong jangan lupa tekan likenya
______________________________
Shua Xie keluar dari ruangan pribadi Kaisar disambut Shu Chin di depan pintu. 2 jam yang lalu Shua Xie telah berbincang dengan Kaisar layaknya anak dan ayah, Kaisar juga telah mengakui kesalahannya selama ini telah menjauhi Putrinya, tentunya Shua Xie memahami alasan Kaisar dan memaafkannya. Shua Xie juga tidak melupakan alasan utamanya ingin bertemu Kaisar tentang kepergiannya selama 1 tahun, awalnya Kaisar menolak karena dia takut Shua Xie akan berada dalam bahaya apalagi sampai bertemu dengan anggota para aliansi pembasmi klan Langit. Tapi Shua Xie terus meyakinkan bahwa dia akan kembali dengan selamat, Shua Xie yakin selama dia dalam perlindungan Shu Chin dia akan selalu baik-baik saja. Kaisar tidak bisa menolak keinginan Putrinya hanya bisa menghela nafas dan mengizinkannya.
Shua Xie menghela nafas berat sekaligus merasa lega karena Kaisar sudah mengizinkannya, sekarang Shua Xie tinggal berpamitan dengan orang terpentingnya.
"Kakak Chin tolong sembunyi dulu, aku masih ada urusan kecil yang harus aku selesaikan, kita akan bertemu dengan orang-orang penting. Tenang saja tidak akan lama." Shua Xie mengedipkan mata pada Shu Chin.
Shu Chin mengangguk paham dan langsung menghilangkan diri dari hadapan Shua Xie. Shu Chin bersembunyi di bayangan Shua Xie.
Shua Xie sedikit terkejut sekaligus terpukau melihat Shu Chin langsung menghilang dari hadapannya dengan sangat cepat.
"Kemapuan Kak Chin sungguh luar biasa, Kak Chin harus mengajari jurus itu padaku ya!" gumam Shua Xie sambil tertawa kecil.
'Saya siap mengajari Tuan Putri.' Suara Shu Chin muncul di pikiran Shua Xie.
"Wah ... jurus ini juga harus diajarkan. Bisa berbicara dengan telepati pasti sangat berguna!"
***
Setelah kepergian Shua Xie semalam tanpa pamit membuat Chi Su kalang kabut mencarinya. Dari malam hingga pagi Chi Su terus menunggu di depan pintu paviliun berharap Shua Xie segera pulang, namun nyatanya Shua Xie tak kunjung datang hingga pagi.
Chi Su sampai ketiduran di depan pintu karena terus menunggu Shua Xie. Ketika pagi, tanpa Chi Su sadari Putri pertama datang berkunjung ke paviliun bersama beberapa pelayan pria dan wanitanya. Wang Xinian berdiri dan melihat betapa pulasnya Chi Su tertidur di depan pintu.
Wang Xinian meminta pelayannya membangunkan Chi Su dengan cara menyiramnya dengan seember air. Betapa terkejutnya Chi Su saat tiba-tiba air menjatuhi wajah dengan kasar sampai membuat Chi Su tersedak.
Semua pelayan Wang Xinian mentertawakan Chi Su yang diperlakukan begitu hina.
"Hah ... bangun juga akhirnya kau pelayan ******! Di mana Tuan jalangmu!? Panggil dia keluar! Aku ingin buat perhitungan dengannya!" seru Wang Xinian sambil berkacak pinggang.
Chi Su beranjak berdiri, "Maaf Tuan Putri pertama. Nona Shua Xie sedang tidak ada di paviliun," jawab Chi Su pelan sambil menunduk.
"Pergi ke mana si ****** sialan itu!?"
"Ha-hamba tidak tahu. Nona pergi tidak bilang pada hamba," jawab Chi Su bergetar.
"Jangan berbohong! Apa kau ingin melindungi Tuanmu lagi?! Tidak bosan juga kamu aku buat terluka!"
Chi Su jatuh bersujud, "Hamba benar-benar tidak tahu. Nona pergi tanpa pamit, mohon ampunannya Tuan Putri pertama. Nona saya tidak berniat membuat Tuan Putri pertama marah."
"Sialan! Berani sekali kamu membelanya!" Wang Xinian menginjak kepala Chi Su, "Pelayan pukul pelayan sampah ini sampai dia mau memberitahukan di mana majikannya! Dan sisanya masuk periksa kediaman si ****** itu! Cari dia dan seret keluar!"
"Baik Tuan Putri!" seru semua pelayan. 4 pelayan pria melangkah mendekati Chi Su dan memukulnya dengan kayu rotan sebesar 2 jari orang dewasa.
"Akh! Ahhh ... a-ampun Tuan Putri, Nona hamba tidak sedang bersembunyi. Nona hamba memang tidak ada di paviliun saat ini! Aakhh!!!" Chi Su terus meringis kesakitan saat satu persatu kayu rotan terus memukul punggungnya.
"Hump! Jangan berhenti pukul sebelum dia memberitahukan di mana majikannya!" seru Wang Xinian.
Tidak lama kemudian beberapa pelayan yang telah memeriksa paviliun Shua Xie telah keluar. Mereka melaporkan bahwa Shua Xie memang tidak ada di paviliun. Wang Xinian mengumpat kesal tidak bisa memberi pelajaran Shua Xie padahal suasana hatinya saat sedang kesal sebab kejadian semalam. Dan sekarang Chi Su juga sudah pingsan karena terus dipukul tanpa henti membuat Wang Xinian tidak bisa bertanya lagi.
"Sialan! Pergi ke mana si ****** brengsek itu!"
"Hei! Apa yang kau lakukan di paviliun-ku? Tidak bacakah ada tulisan anjing dilarang masuk ke dalam paviliun-ku!" Suara sahutan menggema dari arah belakang Wang Xinian.
Semua orang langsung menengok ke sumber suara, dan mendapati ada Shua Xie sedang berjalan menuju mereka.
"Siapa yang kau bilang anjing!? Berani sekali mulut jalangmu berbicara seperti itu!?" Pelayan pribadi Wang Xinian berseru kesal seraya menunjuk Shua Xie. Wang Xinian hanya tersenyum merasa dibela pelayan pribadinya.
"Siapa lagi kalau bukan kalian!" balas Shua Xie santai.
"Kau ****** sialan!" umpat Wang Xinian kesal.
Shua Xie semakin mendekati Wang Xinian, matanya melirik ke sana kemari mencari Chi Su. Sampai akhirnya matanya tertuju pada seorang gadis yang tengah terkapar pingsan di tanah.
Shua Xie langsung berlari mendekati Chi Su dan merangkul kepalanya dalam pelukannya. Beberapa kali Shua Xie menepuk pipi Chi Su sambil berseru memanggil namanya, tapi sayangnya Chi Su tak kunjung sadar. Shua Xie langsung memeriksa nadinya dan masih merasakan denyut nadinya. Shua Xie menghela nafas lega, merasa lega Chi Su tidak kenapa-napa.
Shua Xie melirik sekujur tubuh Chi Su dan mendapati baju belakangnya penuh darah. Shua Xie meremas baju Chi Su dan melihat punggung dan pinggang Chi Su terluka parah.
Terdengar suara Wang Xinian dan para pelayannya tengah mentertawakan dan menghina Shua Xie.
"Siapa yang melakukan ini!?" bentak Shua Xie keras membuat orang di sekitarnya yang tengah asik tertawa langsung terkejut.
Wang Xinian tersenyum kecil, "Aku yang menyuruh pelayanku memukulnya!" jawab Wang Xinian sambil berkacak pinggang.
Shua Xie mantap Wang Xinian tajam. Pelan-pelan ia meletakkan Chi Su kembali ke tanah.
"Kak Chin keluarlah!" seru Shua Xie keras. Tidak lama Shu Chin langsung muncul di hadapan Shua Xie membuat semua orang terkejut terutama Wang Xinian.
"Hamba siap menerima perintah," ujar Shu Chin dengan hormat.
"Bunuh semua pelayan brengsek itu!" ujar Shua Xie dengan nada dingin yang tajam membuat semua pelayan itu langsung bergetaran.
"Baik Tuan Putri." Shu Chin langsung membentuk pedang dari energi spiritnya yaitu pedang dari energi angin. Dalam waktu singkat semua pelayan Wang Xinian terkapar ke tanah dengan kepala terpisah.
Kejadian itu berlangsung sangat cepat bahkan Wang Xinian sendiri pun tidak bisa melihat dengan jelas kapan Shu Chin memenggal semua kepala pelayannya. Kini tinggal dirinya sendiri tengah berdiri sambil bergetar ketakutan, Wang Xinian langsung jatuh berlutut ke tanah dengan tatapan kosong. Semua yang ia lihat membuatnya sangat ketakutan, sebelumnya ia tidak pernah melihat pembunuhan secepat ini sekalipun dirinya sendiri juga memiliki tahap pelatihan.
'Siapa pria yang bersama Shua Xie? Kenapa dia menuruti perintah Shua Xie?' tanya Wang Xinian dalam hatinya.
"Yang satu ini?" Shu Chin melirik ke arah Shua Xie.
"Biar aku yang menyelesaikannya!" jawab Shua Xie dingin.
Melangkah Shua Xie mendekati Wang Xinian dengan tatapan dingin penuh kebencian. Wang Xinian memohon ampun pada Shua Xie sambil menangis ketakutan tapi permohonannnya tidak didengarkan Shua Xie sedikit pun.
Shua Xie meraih dagu Wang Xinian lalu mencengkramnya kasar, "Aku sudah lama cukup diam atas perlakuanmu Xinian! Kamu pikir selama ini aku diam itu berarti aku tunduk padamu?!"
"Ti-tidak adikku. Ada kesalahpahaman antara kita," balas Wang Xinian sambil bergetar ketakutan melihat tatapan Shua Xie yang begitu menyeramkan.
"Adik? Sejak kapan aku menjadi Adikmu? Kita tidak pernah jadi adik dan kakak!"
"Adik mohon lepaskan aku atau Ayahanda akan marah padamu. Aku bisa anggap kejadian ini tidak pernah terjadi. Aku juga tidak akan pernah mengganggu Adik lagi."
Shua Xie menampar keras pipi kiri Wang Xinian lalu menampar pipi kanannya lagi sebanyak 3 kali berturut-turut. Wang Xinian langsung terkapar di tanah setelah ditampar, pinggir bibirnya mulai mengeluarkan darah dan ke dua pipinya memerah lebam bekas tamparan Shua Xie yang begitu keras.
"Tamparan itu untuk Chi Su! Kau pikir Ayah akan marah padaku?! Sekarang enyahlah! Sebelum aku berubah pikiran!" bentak Shua Xie keras seraya menjauhi Wang Xinian. Wang Xinian langsung berdiri lalu kabur dengan cepat menuju kediaman ibunya.
Shu Chin menatap Shua Xie, "Kenapa tidak langsung dibunuh saja? Bukankah dia selalu memperlakukan buruk Tuan Putri?" tanya Shu Chin.
"Sekarang tidak, tapi tahun depan iya. Kak Chin tolong angkat Chi Su dan bawa dia ke dalam. Aku akan mengobati lukanya."
***
1 jam kemudian Chi Su sudah sadar, luka-lukanya juga mulai sembuh berkat ramuan buatan Shu Chin. Shua Xie mulai bertanya kepada Chi Su apa sebenarnya yang telah terjadi. Chi Su pun menjelaskan semuanya kenapa Wang Xinian melukainya.
Shua Xie menghela nafas berat setelah mendengar penjelasan Chi Su. Dari penjelasan Chi Su tadi membuat dirinya marah dan ingin mendatangi Wang Xinian lalu memberinya pelajaran yang lebih menyakitkan. Tapi Chi Su menghentikannya sebab ia takut Shua Xie akan terluka. Melihat kekhawatiran Chi Su yang berlebihan, Shua Xie hanya bisa menghela nafas dan menuruti permintaannya.
"Baiklah aku tidak akan mendatanginya." Shua Xie mengelus kepala Chi Su, "Sekarang beristirahatlah, luka di punggungmu masih belum sembuh sepenuhnya."
"Baik Nona." Chi Su menatap Shua Xie, "Nona anda dari mana? Saya terus menunggu Nona sampai pagi, tapi Nona tidak kunjung datang."
"Oh ya hampir saja lupa. Chi Chi aku akan pergi selama setahun, kamu jaga diri baik-baik. Nanti aku akan kembali setelah latihanku selesai."
"Nona mau ke mana?" tanya Chi Su terkejut, "Jika Nona pergi, maka Chi Su juga akan ikut pergi dengan Nona. Ke mana pun Nona pergi Chi Su akan tetap ikut menjaga Nona."
Shua Xie menggelengkan kepalanya, "Tidak, tidak. Kamu tunggu aku kembali saja, aku tidak akan pergi lama hanya setahun saja, jika kamu ikut pelatihanku nanti akan sedikit terganggu, di sana sangatlah berbahaya. Jadi tunggu saja aku di sini ...."
"Aku juga akan meninggalkan uang untukmu, kamu gunakan uang itu sebaik mungkin, jika perlu buka bisnis agar ada penghasilan. Rubah paviliun kita menjadi seperti istana, sewa beberapa budak untuk menjaga kamu selama aku tidak ada. Aku ingin saat aku kembali, paviliun kita sudah berubah tidak seperti gudang lagi," ujar Shua Xie lembut.
"Tapi Nona-"
Shua Xie menggenggam tangan Chi Su sambil memberikannya senyuman, "Ini perintah Tuanmu jadi jangan membantah. Aku tidak akan pergi lama jadi jangan khawatir. Oh ya nanti akan ada pria datang ke sini bernama Ogher, dia akan membantumu selama aku tidak ada di sini. Di timur kota ada paviliun penjual pil jalinlah bisnis dengan mereka, aku sudah pernah mampir ke sana, sebut saja namaku Master Shu mereka pasti akan tahu. Lalu di bagian utara juga ada rumah makan besar, aku sudah mampir ke sana dan menjalin hubungan dekat dengan mereka, sebut saja namaku dan ajak mereka berbisnis, gunakan uang ini untuk berbisnis dengan mereka ...."
"Oh ya dan satu lagi, berlatih menjadi kuat." Shua Xie menjetik kening Chi Su, "Aku ingin saat aku kembali Chi Chi yang aku kenal sudah tidak lemah lagi. Ogher akan melatihmu dengan baik, dia adalah orang kepercayaan ke dua setelah Chi Chi." Lanjut Shua Xie lagi.
Ke dua mata Chi Su mulai berkaca-kaca, "Hiks ... Nona jaga diri baik-baik. Pastikan Nona pulang dengan selamat! Chi Su akan selalu menunggu dan menjalan perintah sesuai apa yang Nona katakan. Chi Su juga akan berlatih agar kelak tidak ditindas lagi dan bisa membantu Nona," balas Chi Su sedih.
"Baguslah kalau begitu aku pergi dulu, waktuku tidaklah banyak. Seharusnya Ogher telah menuju kemari, dia datang bersama adiknya. Anggap mereka seperti saudaramu." Shua Xie beranjak berdiri lalu mendekati Shu Chin. Shu Chin mengangguk lalu memegang tangan kiri Shua Xie.
"Sampai jumpa lagi! Jaga dirimu baik-baik!" ujar Shua Xie sebelum ia menghilang dari hadapan Chi Su. Chi Su menghapus air matanya seraya mengingat pesan terakhir Shua Xie. Chi Su memantapkan hatinya bahwa ia akan menjadi kuat agar kelak bisa ikut bersama Shua Xie dan melindunginya, Chi Su juga bersumpah dalam hatinya ia akan selalu setia kepada Shua Xie sampai mati.
"Baiklah, saatnya menjemput Ogher dan adiknya," gumam Chi Su pelan setelah puas menangisi kepergian Shua Xie, "Saat aku sudah kuat, aku pasti akan selalu di samping Nona."
.
.
.
.
.
.
**Bersambung
maaf cerita author lambat up karena menunggu pihak NT merilis cerita author. author sebenarnya udah rilis 7 hari yang lalu tapi belum dirilis juga, mungkin ada yang salah dari akun author atau pihak NT**.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
°•Claris
si ogrell gimana kabar nya? kasihan di beri harapan palsu:v
2021-08-07
0
APRILIANIANO
Salam manis dari Help Me Please❤️
2020-11-05
0
miqaela_isqa
Jangan patah semangat kakak walau tangan keringting ngetiknya
2020-10-27
30