Mohon tinggalkan likenya
________________________________
1 TAHUN KEMUDIAN ....
Puluhan pria berpakaian hitam terus berlari mengejar 2 orang di depannya yang tidak jauh dari mereka. Sekitar 1 jam yang lalu mereka menemukan target mereka sedang berlatih kultivasi di dekat air terjun. Setelah menemukan target mereka langsung menyerang tanpa henti sekalipun mereka sudah terluka parah. Mereka ada pasukan kiriman dari kerajaan Langit dunia Atas yang tengah dipimpin oleh Lou Zho saat ini.
Shua Xie melirik ke belakangnya dengan nafas terengah-engah, ketika melihat puluhan pasukan itu Shua Xie mengumpat keras dalam hatinya. Shua Xie kembali melirik ke arah Shu Chin yang masih fokus menatap ke depan dengan raut wajah khawatir.
'Kak Chin, sampai kapan kita berlari terus? Mereka semakin banyak dan semakin cepat mengejar kita,' tukas Shua Xie lewat telepati.
'Sampai mereka tidak mengejar kita lagi. Jika kita melawan mereka langsung, kita tidak akan menang, kita kalah jumlah dari mereka. Lagipun empat di antara mereka berada di tahap jenderal, aku sendiri belum tentu bisa melawan mereka semua. Tidak pilihan lain untuk saat ini selain lari,' balas Shu Chin melirik ke arah Shua Xie.
'Benar juga, tapi sampai kapan kita berlari seperti ini, kita sudah berlari dua jam tanpa henti membuat kakiku mati rasa. Kenapa aku sial sekali, baru saja keluar dari tempat pelatihan yang sudah mengurungku selama setahun, keluarnya langsung disambut pasukan Lou Zho! Secepat itukah dia ingin membunuhku?!' umpat Shua Xie keras dalam hatinya. Shua Xie mengingat kejadian 1 jam yang lalu saat ia dan Shu Chin bertarung melawan pasukan kiriman Lou Zho, karena mereka kalah jumlah Shu Chin menyarankan untuk kabur daripada melawan terus yang ada mereka akan tertangkap.
Shua Xie dan Shu Chin terus fokus berlari tidak memperdulikan ke arah mana lagi mereka berlari. Shua Xie benar-benar kesal saat ini, ini adalah hari pertamanya kembali ke setelah setahun penuh bersembunyi di ruang dimensi untuk berlatih kultivasi. Dan baru saja ia keluar, ia langsung disambut dengan kumpulan pasukan yang dikirim Lou Zho untuk menangkapnya. Shua Xie merasa dia benar-benar sangat sial saat ini. Walaupun Shua Xie sudah berlatih kultivasi, tapi dia baru berada di tahap Bumi tingkat menengah, tidak sebanding dengan para pasukan yang sedang mengejarnya. Melawan pun justru hanya akan menghantarkan dirinya sendiri ke kandang singa.
"Jangan biarkan mereka lolos! Mereka adalah target terakhir Tuan! Setelah mereka tertangkap keinginan Tuan kita akan tercapai sempurna!" seru pemimpin pasukan keras dibalas seruan semangat dari semua bawahannya.
Gerakan pasukan Lou Zho semakin cepat hingga tinggal beberapa meter lagi mereka bisa menggapai Shua Xie dan Shu Chin. Shu Chin merasakan pasukan pengejar semakin dekat akhirnya dia memilih berhenti secara mendadak tanpa memberitahukan Shua Xie.
"Lari sejauh mungkin Putri! Aku akan mencegah mereka sebisa mungkin!" teriak Shu Chin seraya membentuk pedang elemen angin.
Shua Xie seketika berhenti dengan cepat dan berbalik menatap Shu Chin, "Kak Chin! Aku tidak akan meninggalkanmu! Kita pergi berdua maka pulang juga harus berdua!" balas Shua Xie sambil berlari mendekati Shu Chin.
"Lari Putri! Jika anda tertangkap maka hancurlah klan kita, lalu siapa yang akan membalaskan dendam klan kita? Aku yakin mereka tidak akan membunuhku sebelum menemukanmu, pasti mereka akan menyandraku dan menunggu kedatanganmu!"
Shua Xie menggelengkan kepala, "Tidak bisa! Aku tidak mungkin meninggalkan Kak Chin sendiri! Bagaimana kalau mereka membunuhmu?" Shua Xie sudah berdiri tepat di belakang Shu Chin.
"Percayalah padaku, mereka tidakan membunuhku sebelum menangkap dirimu. Mereka akan menggunakanku sebagai umpan, aku akan menunggu Putri di sana!" Shu Chin berbalik ke arah Shua Xie dan langsung mendorong Shua Xie dengan tenaga dalamnya. Shua Xie terlempar mundur dengan cepat membuat Shua Xie tidak bisa menghentikan dirinya sendiri. Dari kejauhan Shua Xie melihat Shu Chin sedang bertarung mati-matian menghadang pasukan pengejar, Shua Xie hanya bisa berdo'a dan pasrah melihat Shu Chin semakin jauh dari pandangannya. Shua Xie sudah menganggap Shu Chin seperti kakak kandungnya.
'Kak Chin semoga kau tidak apa-apa!'
Shua Xie terus terpental semakin jauh menjauhi Shu Chin, tidak peduli punggungnya telah menabrak berapa banyak pohon hingga tumbang, tidak peduli beberapa tulang rusuknya sudah patah akibat serangan tenaga dalam Shu Chin barusan, yang dipedulikan Shua Xie saat ini ialah bagaimana keadaan Shu Chin.
Shua Xie terguling-guling hingga akhirnya terkapar tepat di pinggir jurang setelah tubuhnya berhenti terpental. Pelan-pelan Shua Xie beranjak berdiri dengan rasa sakit yang menusuk-nusuk tubuhnya. 2 tulang rusuknya patah, sendi bahu kirinya juga bergeser akibat menghantam pohon terus menerus. Tidak hanya itu dia juga mendapatbeberapa luka dalam lumayan. Pertarungan sebelumnya ditambah dorongan tenaga dalam Shu Chin lumayan membinasakan tubuhnya.
"Uhuk, uhuk!" Shua Xie batuk menutupi mulutnya tapi tidak bisa menghentikan darah yang memucrat keluar dari mulutnya.
Shua Xie berjalan perlahan-lahan hendak memasuki hutan tapi terhenti saat beberapa pasukan pengejar sudah muncul dari dalam hutan. Shua Xie melangkah mundur secara perlahan sambil memegang perutnya yang sakit.
'Sial! Cepat sekali mereka mengejarku!' umpat Shua Xie dalam hatinya sambil terus melangkah mundur sampai akhirnya kakinya sudah menginjak sisi jurang. Shua Xie menengok ke belangkang melihat jurang di sisi kakinya, sejauh yang Shua Xie lihat hanya ada kegelapan, Shua Xie tidak bisa memprediksikan seberapa dalam jurang itu.
"Gadis kecil menurutlah pada kami, jika kau menurut kami tidak akan melukaimu," tukas salah satu pasukan pengejar sambil melangkah mendekati Shua Xie diikuti beberapa anggota lainnya.
Shua Xie meringis pelan saat rasa sakit dadanya mulai menyerangnya, 'Jika aku menyerahkan diri aku tidak akan bisa membalaskan dendam Kak Chin dan klan Langit. Tapi bagaimana aku bisa lolos dari mereka?' ujar Shua Xie dalam hatinya, matanya menatap satu persatu pasukan yang sudah mengepungnya.
'Andai saja aku sudah cukup kuat tentu saja aku tidak akan terpojok seperti ini!' Sekali lagi Shua Xie melihat ke dalam jurang, 'Apa aku lompat saja!? Lebih baik daripada tertangkap!'
"Gadis kecil jangan pernah berpikir ingin melompat? Jurang itu sangat dalam tidak ada manusia pernah selamat setelah melompat ke sana! Kalau kau melompat kau akan mati," ujar pemimpin pasukan.
Shua Xie menyeringai kecil, "Lebih baik daripada harus ikut bersama ******** seperti kalian!" seru Shua Xie sambil menjatuhkan dirinya ke dalam jurang. Samar-samar sebelum terjatuh Shua Xie melihat sosok yang tidak asing lagi di balik pohon tengah menatapnya dingin.
Semua pasukan yang melihatnya menatap terkejut melihat tindakan Shua Xie yang begitu berani, jurang itu terkenal jurang Kematian, sebelumnya pernah ada yang melompat ke dalam tapi sampai saat ini tidak pernah keluar. Bahkan beberapa master tingkat tinggi pun tidak pernah kembali lagi.
"Bagaimana ini? Apa kita perlu masuk ke dalam jurang mencari jasadnya?" tanya salah satu anggota pasukan.
"Kita tunggu perintah selanjutnya dari Tuan. Kalau tidak salah jurang ini langsung menembus ke dunia Bawah, aku yakin manusia lemah sepertinya tidak akan bisa bertahan hidup lebih lama," balas pemimpin pasukan sambil berjalan masuk kembali ke hutan.
Tiba-tiba dari balik pohon seorang berambut keemasan dengan mata berwarna merah muncul dengan raut wajah dingin.
"Sayang sekali dia melompat ke jurang Kematian, padahal aku sudah bersusah payah melatihnya menjadi kultivator. Aku pikir dia bisa berguna untuk pion simpananku," ujar pria itu yang tidak lain ialah Shu Chin.
"Benar, tapi jika dia masih hidup dia pasti akan ke dunia Atas datang untuk menyelamatkanmu bukan? Kak Shu Chin atau Senior Chin Gua?" gumam pemimpin pasukan sambil menunjukkan senyuman kecil.
Shu Chin berbalik, "Entahlah, kalau dia pintar seharusnya dia tidak mencari masalah dengan Tuan Lou Zho, tadi dia sempat melihatku sebelum jatuh ke dalam jurang. Mungkin dia sadar akan sesuatu," Shu Chin melangkah masuk ke dalam hutan dengan ekspresi dinginnya.
"Jadi maksudmu dia sudah tahu kalau kau membohonginya? Apa tidak masalah jika dia sadar?"
"Tsk! Dia tahu atau tidak sudah tidak penting lagi. Dia banyak memiliki kekurangan, dia tidak akan bisa menjadi kultivator sebab titik dantiannya sudah rusak karena racun, ditambah lagi jatuh dari jurang ini. Kau pikir dia bisa bertahan hidup? Ingatlah dunia Bawah itu penuh dengan kekejaman."
***
Seberkas cahaya putih menyilaukan mata Shua Xie, semakin lama cahaya itu semakin terang sampai akhirnya Shua Xie tersadar dia berada di tempat asing yang begitu aneh.
"Apa ini alam baka? Apa aku sudah mati? Hah betapa bodohnya aku, jatuh dari ketinggian pastinya aku sudah mati. Tapi apa di alam baka memang bisa terbang?" gumam Shua Xie bingung melihat dirinya mengambang di udara.
"Gadis kecil kamu belum saatnya untuk mati. Masih ada tugas lain yang belum kau selesaikan." Terdengar suara asing menggema lumayan keras membuat Shua Xie terkejut.
Shua Xie melirik kiri dan kanan, "Siapa? Apa kamu malaikat pencabut nyawa!? Atau hakim yang menindaki dosa-dosa manusia?" teriak Shua Xie sambil berusaha mencari asal sumber suara.
"Hahaha ... kau boleh menganggapku seperti itu. Akulah yang mengirim kau ke dunia kultivator, dan ini ke dua kalinya aku menyelamatkanmu dari kematian."
Shua Xie sedikit terkejut ternyata pemilik suara misterius itulah yang mengirimnya ke dunia kultivator berbahaya ini, tapi Shua Xie tidak sedikit kesal sebab dunia seperti ini memang sering ia idamkan dari kecil. Seperti cerita-cerita di novel ataupun manga time trevel.
"Haruskah aku berterima kasih padamu karena telah mengirimku ke sini?" sinis Shua Xie dengan gaya angkuhnya, "Kau mengirimku lalu membuatku terlahir paling lemah di dunia ini. Apa kau mau membuatku menderita?"
"Hahaha ... menarik. Ternyata kau lumayan berani sekali gadis kecil, tapi aku tidak salah mengirim dirimu ke sini. Kau memang seharusnya ada di dunia ini. Itu barulah cobaan kecil."
Shua Xie mengerutkan keningnya, "Maksudnya?"
"Kau akan mengerti setelah kau menjelajahi dunia ini, lalu mengalahkan musuh utamamu, dan jangan lagi mudah dibodohi orang lain. Aku tidak bisa banyak bicara, waktuku tidak banyak. Mungkin ini akan menjadi pertemuan terakhir kita, tapi sebelum itu aku akan memberikanmu hadiah kecil. Ini akan sangat berguna untukmu."
Shua Xie mengayunkan tangannya, "Tunggu dulu! Kau harus jelaskan padaku ada apa sebenarnya!" seru Shua Xie.
"Di balik misteri selalu ada teka-teki, kalau kau penasaran maka jalani takdirmu dan kau akan mendapat jawabannya. Aku akan sedikit menjelaskan tentang dunia kultivasi padamu agar kau sedikit paham pada dunia ini. Gadis kecil seperti yang kau ketahui sekarang dunia kultivator begitu kejam dan penuh misteri untuk orang baru sepertimu, tanpa keberanian dan keteguhan yang kuat kau akan sulit menapakinya. Harus ada prinsip dan komitmen yang harus kau teguhkan agar perasaan dan emosimu tidak mempengaruhi keteguhanmu. Di sekitarmu begitu banyak orang-orang berjiwa iblis yang selalu ingin menghasutmu, tapi aku tidak berani katakan siapa saja orang-orang itu. Tapi percayalah mereka sangat dekat denganmu, selama perjalananmu nanti menjelajahi dunia selalu ada ujian yang terus menghampirmu, tidak peduli ujian keteguhan ataupun kekuatan. Seperti petapa mengatakan, yang kuatlah yang berkuasa. Jika ingin diakui kuat maka teruslah berusaha dan berkomitmen teguh."
Shua Xie menghela nafas pelan lalu tersenyum kecil. Setelahnya Shua Xie memilih untuk duduk dan mendengarkan lebih lanjut tentang takdirnya, "Sebenarnya aku tidak penasaran dengan kehidupanku. Tapi aku suka sesuatu yang menantang maka dari itu aku memutuskan menerima kenyataan hidupku yang begitu membingungkan. Tapi hari ini aku akhirnya disadarkan ternyata ada orang spesial seperti anda yang membantuku," tukas Shua Xie.
"Hahaha ... mulutmu bisa manis daripada madu tapi bisa juga lebih tajam daripada pedang. Baiklah aku ada satu pertanyaan padamu, apa kau suka dengan kehidupan yang lalu dan sekarang?" Pertanyaan suara asing itu membuat Shua Xie menyeringai pelan.
"Huft ... berbicara tentang suka atau tidak, mungkin tidak atau iya. Walaupun aku terlahir selalu membuat onar dan suka mencari masalah, tapi aku tidak ada kesan dengan kehidupanku. Sekalipun aku lahir lagi menjadi seorang Putri bangsawan, tidak akan ada yang bisa mengikatku. Aku ini orangnya berjiwa bebas dan tidak suka dikurung," jawab Shua Xie santai sambil berkacak pinggang.
"Walaupun begitu seharusnya kau sudah sadar sekarang, setahun hidup di dunia kejam seperti apa. Tapi bebas pun tidak akan bisa menjauhkanmu dari takdir kematian."
Shua Xie berdecak sinis, "Mati ya mati, buat apa menghindar jika sudah takdir. Hidup itu akan selalu ada mati, tidak selamanya akan kekal bukan. Tapi walaupun begitu aku tidak akan mati begitu mudah."
"Benarkah? Seandainya aku tidak menolongmu dari kematian pertamamu mungkin kau tidak akan tahu dunia ini."
Shua Xie tersenyum seraya menggelengkan kepalanya, "kau salah, aku sudah sering hampir mati. Saat aku kecil pengasuhku sering memukulku, di sekolah aku sering berkelahi dengan teman sekolah, di rumah lagi ada ayahku yang selalu memaksaku meneruskan bisnisnya membuatku muak dan bosan, sedangkan di dunia luar begitu banyak musuh yang ingin kematianku. Mati pun aku tidak takut karena kematian memang selalu mengikutiku ...."
"Hahaha ... gadis kecil aku suka kata-katamu. Baiklah kau sudah paham sekarang harus berbuat apa kedepannya, jangan sungkan melangkah lagi. Dan jangan lagi mudah tertipu. Baiklah sudah saatnya kau kembali ke dunia kultivator, lanjutkan takdirmu."
"Dunia kultivator terlalu kejam untukku, aku begitu lemah selalu ditindas mereka. Seandainya saja aku kuat dan tidak diracuni, mana mungkin aku bisa ditindas seperti ini!" gumam Shua Xie kesal.
"Aih baiklah aku ada hadiah kecil untukmu. Hadiah ini pasti akan sangat berguna untukmu selama di dunia kultivator nanti, hadiah ini hanya sedikit pencerahan ilahi dariku."
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
Shu Chin atau Chin Gua bukan penghianat ya, tapi memang dari awal dia adalah musuh yg berpura pura. tapi dgn adanya ini Shua Xie akan lebih berhati hati lagi pastinya!!
2022-02-18
0
Xing愿
thor kasih tau dong urutan tahap pelathiannya
2021-07-23
0
Rieanty
orang yg paling dekat kadang" dia lah yg paling berbahaya
2021-02-16
3