Bab 11

Mohon tinggalkan likenya

________________________________

1 TAHUN KEMUDIAN ....

Puluhan pria berpakaian hitam terus berlari mengejar 2 orang di depannya yang tidak jauh dari mereka. Sekitar 1 jam yang lalu mereka menemukan target mereka sedang berlatih kultivasi di dekat air terjun. Setelah menemukan target mereka langsung menyerang tanpa henti sekalipun mereka sudah terluka parah. Mereka ada pasukan kiriman dari kerajaan Langit dunia Atas yang tengah dipimpin oleh Lou Zho saat ini.

Shua Xie melirik ke belakangnya dengan nafas terengah-engah, ketika melihat puluhan pasukan itu Shua Xie mengumpat keras dalam hatinya. Shua Xie kembali melirik ke arah Shu Chin yang masih fokus menatap ke depan dengan raut wajah khawatir.

'Kak Chin, sampai kapan kita berlari terus? Mereka semakin banyak dan semakin cepat mengejar kita,' tukas Shua Xie lewat telepati.

'Sampai mereka tidak mengejar kita lagi. Jika kita melawan mereka langsung, kita tidak akan menang, kita kalah jumlah dari mereka. Lagipun empat di antara mereka berada di tahap jenderal, aku sendiri belum tentu bisa melawan mereka semua. Tidak pilihan lain untuk saat ini selain lari,' balas Shu Chin melirik ke arah Shua Xie.

'Benar juga, tapi sampai kapan kita berlari seperti ini, kita sudah berlari dua jam tanpa henti membuat kakiku mati rasa. Kenapa aku sial sekali, baru saja keluar dari tempat pelatihan yang sudah mengurungku selama setahun, keluarnya langsung disambut pasukan Lou Zho! Secepat itukah dia ingin membunuhku?!' umpat Shua Xie keras dalam hatinya. Shua Xie mengingat kejadian 1 jam yang lalu saat ia dan Shu Chin bertarung melawan pasukan kiriman Lou Zho, karena mereka kalah jumlah Shu Chin menyarankan untuk kabur daripada melawan terus yang ada mereka akan tertangkap.

Shua Xie dan Shu Chin terus fokus berlari tidak memperdulikan ke arah mana lagi mereka berlari. Shua Xie benar-benar kesal saat ini, ini adalah hari pertamanya kembali ke setelah setahun penuh bersembunyi di ruang dimensi untuk berlatih kultivasi. Dan baru saja ia keluar, ia langsung disambut dengan kumpulan pasukan yang dikirim Lou Zho untuk menangkapnya. Shua Xie merasa dia benar-benar sangat sial saat ini. Walaupun Shua Xie sudah berlatih kultivasi, tapi dia baru berada di tahap Bumi tingkat menengah, tidak sebanding dengan para pasukan yang sedang mengejarnya. Melawan pun justru hanya akan menghantarkan dirinya sendiri ke kandang singa.

"Jangan biarkan mereka lolos! Mereka adalah target terakhir Tuan! Setelah mereka tertangkap keinginan Tuan kita akan tercapai sempurna!" seru pemimpin pasukan keras dibalas seruan semangat dari semua bawahannya.

Gerakan pasukan Lou Zho semakin cepat hingga tinggal beberapa meter lagi mereka bisa menggapai Shua Xie dan Shu Chin. Shu Chin merasakan pasukan pengejar semakin dekat akhirnya dia memilih berhenti secara mendadak tanpa memberitahukan Shua Xie.

"Lari sejauh mungkin Putri! Aku akan mencegah mereka sebisa mungkin!" teriak Shu Chin seraya membentuk pedang elemen angin.

Shua Xie seketika berhenti dengan cepat dan berbalik menatap Shu Chin, "Kak Chin! Aku tidak akan meninggalkanmu! Kita pergi berdua maka pulang juga harus berdua!" balas Shua Xie sambil berlari mendekati Shu Chin.

"Lari Putri! Jika anda tertangkap maka hancurlah klan kita, lalu siapa yang akan membalaskan dendam klan kita? Aku yakin mereka tidak akan membunuhku sebelum menemukanmu, pasti mereka akan menyandraku dan menunggu kedatanganmu!"

Shua Xie menggelengkan kepala, "Tidak bisa! Aku tidak mungkin meninggalkan Kak Chin sendiri! Bagaimana kalau mereka membunuhmu?" Shua Xie sudah berdiri tepat di belakang Shu Chin.

"Percayalah padaku, mereka tidakan membunuhku sebelum menangkap dirimu. Mereka akan menggunakanku sebagai umpan, aku akan menunggu Putri di sana!" Shu Chin berbalik ke arah Shua Xie dan langsung mendorong Shua Xie dengan tenaga dalamnya. Shua Xie terlempar mundur dengan cepat membuat Shua Xie tidak bisa menghentikan dirinya sendiri. Dari kejauhan Shua Xie melihat Shu Chin sedang bertarung mati-matian menghadang pasukan pengejar, Shua Xie hanya bisa berdo'a dan pasrah melihat Shu Chin semakin jauh dari pandangannya. Shua Xie sudah menganggap Shu Chin seperti kakak kandungnya.

'Kak Chin semoga kau tidak apa-apa!'

Shua Xie terus terpental semakin jauh menjauhi Shu Chin, tidak peduli punggungnya telah menabrak berapa banyak pohon hingga tumbang, tidak peduli beberapa tulang rusuknya sudah patah akibat serangan tenaga dalam Shu Chin barusan, yang dipedulikan Shua Xie saat ini ialah bagaimana keadaan Shu Chin.

Shua Xie terguling-guling hingga akhirnya terkapar tepat di pinggir jurang setelah tubuhnya berhenti terpental. Pelan-pelan Shua Xie beranjak berdiri dengan rasa sakit yang menusuk-nusuk tubuhnya. 2 tulang rusuknya patah, sendi bahu kirinya juga bergeser akibat menghantam pohon terus menerus. Tidak hanya itu dia juga mendapatbeberapa luka dalam lumayan. Pertarungan sebelumnya ditambah dorongan tenaga dalam Shu Chin lumayan membinasakan tubuhnya.

"Uhuk, uhuk!" Shua Xie batuk menutupi mulutnya tapi tidak bisa menghentikan darah yang memucrat keluar dari mulutnya.

Shua Xie berjalan perlahan-lahan hendak memasuki hutan tapi terhenti saat beberapa pasukan pengejar sudah muncul dari dalam hutan. Shua Xie melangkah mundur secara perlahan sambil memegang perutnya yang sakit.

'Sial! Cepat sekali mereka mengejarku!' umpat Shua Xie dalam hatinya sambil terus melangkah mundur sampai akhirnya kakinya sudah menginjak sisi jurang. Shua Xie menengok ke belangkang melihat jurang di sisi kakinya, sejauh yang Shua Xie lihat hanya ada kegelapan, Shua Xie tidak bisa memprediksikan seberapa dalam jurang itu.

"Gadis kecil menurutlah pada kami, jika kau menurut kami tidak akan melukaimu," tukas salah satu pasukan pengejar sambil melangkah mendekati Shua Xie diikuti beberapa anggota lainnya.

Shua Xie meringis pelan saat rasa sakit dadanya mulai menyerangnya, 'Jika aku menyerahkan diri aku tidak akan bisa membalaskan dendam Kak Chin dan klan Langit. Tapi bagaimana aku bisa lolos dari mereka?' ujar Shua Xie dalam hatinya, matanya menatap satu persatu pasukan yang sudah mengepungnya.

'Andai saja aku sudah cukup kuat tentu saja aku tidak akan terpojok seperti ini!' Sekali lagi Shua Xie melihat ke dalam jurang, 'Apa aku lompat saja!? Lebih baik daripada tertangkap!'

"Gadis kecil jangan pernah berpikir ingin melompat? Jurang itu sangat dalam tidak ada manusia pernah selamat setelah melompat ke sana! Kalau kau melompat kau akan mati," ujar pemimpin pasukan.

Shua Xie menyeringai kecil, "Lebih baik daripada harus ikut bersama ******** seperti kalian!" seru Shua Xie sambil menjatuhkan dirinya ke dalam jurang. Samar-samar sebelum terjatuh Shua Xie melihat sosok yang tidak asing lagi di balik pohon tengah menatapnya dingin.

Semua pasukan yang melihatnya menatap terkejut melihat tindakan Shua Xie yang begitu berani, jurang itu terkenal jurang Kematian, sebelumnya pernah ada yang melompat ke dalam tapi sampai saat ini tidak pernah keluar. Bahkan beberapa master tingkat tinggi pun tidak pernah kembali lagi.

"Bagaimana ini? Apa kita perlu masuk ke dalam jurang mencari jasadnya?" tanya salah satu anggota pasukan.

"Kita tunggu perintah selanjutnya dari Tuan. Kalau tidak salah jurang ini langsung menembus ke dunia Bawah, aku yakin manusia lemah sepertinya tidak akan bisa bertahan hidup lebih lama," balas pemimpin pasukan sambil berjalan masuk kembali ke hutan.

Tiba-tiba dari balik pohon seorang berambut keemasan dengan mata berwarna merah muncul dengan raut wajah dingin.

"Sayang sekali dia melompat ke jurang Kematian, padahal aku sudah bersusah payah melatihnya menjadi kultivator. Aku pikir dia bisa berguna untuk pion simpananku," ujar pria itu yang tidak lain ialah Shu Chin.

"Benar, tapi jika dia masih hidup dia pasti akan ke dunia Atas datang untuk menyelamatkanmu bukan? Kak Shu Chin atau Senior Chin Gua?" gumam pemimpin pasukan sambil menunjukkan senyuman kecil.

Shu Chin berbalik, "Entahlah, kalau dia pintar seharusnya dia tidak mencari masalah dengan Tuan Lou Zho, tadi dia sempat melihatku sebelum jatuh ke dalam jurang. Mungkin dia sadar akan sesuatu," Shu Chin melangkah masuk ke dalam hutan dengan ekspresi dinginnya.

"Jadi maksudmu dia sudah tahu kalau kau membohonginya? Apa tidak masalah jika dia sadar?"

"Tsk! Dia tahu atau tidak sudah tidak penting lagi. Dia banyak memiliki kekurangan, dia tidak akan bisa menjadi kultivator sebab titik dantiannya sudah rusak karena racun, ditambah lagi jatuh dari jurang ini. Kau pikir dia bisa bertahan hidup? Ingatlah dunia Bawah itu penuh dengan kekejaman."

***

Seberkas cahaya putih menyilaukan mata Shua Xie, semakin lama cahaya itu semakin terang sampai akhirnya Shua Xie tersadar dia berada di tempat asing yang begitu aneh.

"Apa ini alam baka? Apa aku sudah mati? Hah betapa bodohnya aku, jatuh dari ketinggian pastinya aku sudah mati. Tapi apa di alam baka memang bisa terbang?" gumam Shua Xie bingung melihat dirinya mengambang di udara.

"Gadis kecil kamu belum saatnya untuk mati. Masih ada tugas lain yang belum kau selesaikan." Terdengar suara asing menggema lumayan keras membuat Shua Xie terkejut.

Shua Xie melirik kiri dan kanan, "Siapa? Apa kamu malaikat pencabut nyawa!? Atau hakim yang menindaki dosa-dosa manusia?" teriak Shua Xie sambil berusaha mencari asal sumber suara.

"Hahaha ... kau boleh menganggapku seperti itu. Akulah yang mengirim kau ke dunia kultivator, dan ini ke dua kalinya aku menyelamatkanmu dari kematian."

Shua Xie sedikit terkejut ternyata pemilik suara misterius itulah yang mengirimnya ke dunia kultivator berbahaya ini, tapi Shua Xie tidak sedikit kesal sebab dunia seperti ini memang sering ia idamkan dari kecil. Seperti cerita-cerita di novel ataupun manga time trevel.

"Haruskah aku berterima kasih padamu karena telah mengirimku ke sini?" sinis Shua Xie dengan gaya angkuhnya, "Kau mengirimku lalu membuatku terlahir paling lemah di dunia ini. Apa kau mau membuatku menderita?"

"Hahaha ... menarik. Ternyata kau lumayan berani sekali gadis kecil, tapi aku tidak salah mengirim dirimu ke sini. Kau memang seharusnya ada di dunia ini. Itu barulah cobaan kecil."

Shua Xie mengerutkan keningnya, "Maksudnya?"

"Kau akan mengerti setelah kau menjelajahi dunia ini, lalu mengalahkan musuh utamamu, dan jangan lagi mudah dibodohi orang lain. Aku tidak bisa banyak bicara, waktuku tidak banyak. Mungkin ini akan menjadi pertemuan terakhir kita, tapi sebelum itu aku akan memberikanmu hadiah kecil. Ini akan sangat berguna untukmu."

Shua Xie mengayunkan tangannya, "Tunggu dulu! Kau harus jelaskan padaku ada apa sebenarnya!" seru Shua Xie.

"Di balik misteri selalu ada teka-teki, kalau kau penasaran maka jalani takdirmu dan kau akan mendapat jawabannya. Aku akan sedikit menjelaskan tentang dunia kultivasi padamu agar kau sedikit paham pada dunia ini. Gadis kecil seperti yang kau ketahui sekarang dunia kultivator begitu kejam dan penuh misteri untuk orang baru sepertimu, tanpa keberanian dan keteguhan yang kuat kau akan sulit menapakinya. Harus ada prinsip dan komitmen yang harus kau teguhkan agar perasaan dan emosimu tidak mempengaruhi keteguhanmu. Di sekitarmu begitu banyak orang-orang berjiwa iblis yang selalu ingin menghasutmu, tapi aku tidak berani katakan siapa saja orang-orang itu. Tapi percayalah mereka sangat dekat denganmu, selama perjalananmu nanti menjelajahi dunia selalu ada ujian yang terus menghampirmu, tidak peduli ujian keteguhan ataupun kekuatan. Seperti petapa mengatakan, yang kuatlah yang berkuasa. Jika ingin diakui kuat maka teruslah berusaha dan berkomitmen teguh."

Shua Xie menghela nafas pelan lalu tersenyum kecil. Setelahnya Shua Xie memilih untuk duduk dan mendengarkan lebih lanjut tentang takdirnya, "Sebenarnya aku tidak penasaran dengan kehidupanku. Tapi aku suka sesuatu yang menantang maka dari itu aku memutuskan menerima kenyataan hidupku yang begitu membingungkan. Tapi hari ini aku akhirnya disadarkan ternyata ada orang spesial seperti anda yang membantuku," tukas Shua Xie.

"Hahaha ... mulutmu bisa manis daripada madu tapi bisa juga lebih tajam daripada pedang. Baiklah aku ada satu pertanyaan padamu, apa kau suka dengan kehidupan yang lalu dan sekarang?" Pertanyaan suara asing itu membuat Shua Xie menyeringai pelan.

"Huft ... berbicara tentang suka atau tidak, mungkin tidak atau iya. Walaupun aku terlahir selalu membuat onar dan suka mencari masalah, tapi aku tidak ada kesan dengan kehidupanku. Sekalipun aku lahir lagi menjadi seorang Putri bangsawan, tidak akan ada yang bisa mengikatku. Aku ini orangnya berjiwa bebas dan tidak suka dikurung," jawab Shua Xie santai sambil berkacak pinggang.

"Walaupun begitu seharusnya kau sudah sadar sekarang, setahun hidup di dunia kejam seperti apa. Tapi bebas pun tidak akan bisa menjauhkanmu dari takdir kematian."

Shua Xie berdecak sinis, "Mati ya mati, buat apa menghindar jika sudah takdir. Hidup itu akan selalu ada mati, tidak selamanya akan kekal bukan. Tapi walaupun begitu aku tidak akan mati begitu mudah."

"Benarkah? Seandainya aku tidak menolongmu dari kematian pertamamu mungkin kau tidak akan tahu dunia ini."

Shua Xie tersenyum seraya menggelengkan kepalanya, "kau salah, aku sudah sering hampir mati. Saat aku kecil pengasuhku sering memukulku, di sekolah aku sering berkelahi dengan teman sekolah, di rumah lagi ada ayahku yang selalu memaksaku meneruskan bisnisnya membuatku muak dan bosan, sedangkan di dunia luar begitu banyak musuh yang ingin kematianku. Mati pun aku tidak takut karena kematian memang selalu mengikutiku ...."

"Hahaha ... gadis kecil aku suka kata-katamu. Baiklah kau sudah paham sekarang harus berbuat apa kedepannya, jangan sungkan melangkah lagi. Dan jangan lagi mudah tertipu. Baiklah sudah saatnya kau kembali ke dunia kultivator, lanjutkan takdirmu."

"Dunia kultivator terlalu kejam untukku, aku begitu lemah selalu ditindas mereka. Seandainya saja aku kuat dan tidak diracuni, mana mungkin aku bisa ditindas seperti ini!" gumam Shua Xie kesal.

"Aih baiklah aku ada hadiah kecil untukmu. Hadiah ini pasti akan sangat berguna untukmu selama di dunia kultivator nanti, hadiah ini hanya sedikit pencerahan ilahi dariku."

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Shu Chin atau Chin Gua bukan penghianat ya, tapi memang dari awal dia adalah musuh yg berpura pura. tapi dgn adanya ini Shua Xie akan lebih berhati hati lagi pastinya!!

2022-02-18

0

Xing愿

Xing愿

thor kasih tau dong urutan tahap pelathiannya

2021-07-23

0

Rieanty

Rieanty

orang yg paling dekat kadang" dia lah yg paling berbahaya

2021-02-16

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Q&A Part 1 (Bukan Update)
176 Bab 175
177 Bab 176
178 Bab 177
179 Bab 178
180 Bab 179
181 Bab 180
182 Bab 181
183 Bab 182
184 Bab 183
185 Bab 184
186 Bab 185
187 Bab 186
188 Bab 187
189 Bab 188
190 Bab 189
191 Bab 190
192 Bab 191
193 Bab 192
194 Bab 193
195 Bab 194
196 Bab 195
197 Bab 196
198 Bab 197
199 Bab 198
200 000
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Q&A Part 1 (Bukan Update)
176
Bab 175
177
Bab 176
178
Bab 177
179
Bab 178
180
Bab 179
181
Bab 180
182
Bab 181
183
Bab 182
184
Bab 183
185
Bab 184
186
Bab 185
187
Bab 186
188
Bab 187
189
Bab 188
190
Bab 189
191
Bab 190
192
Bab 191
193
Bab 192
194
Bab 193
195
Bab 194
196
Bab 195
197
Bab 196
198
Bab 197
199
Bab 198
200
000

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!