Dalam revisi ~
Shua Xie adalah Putri bungsu dari Kaisar Feng Kim dan Permaisuri Shu Hua. 2 bulan yang lalu Permaisuri Shu Hua meninggal karena sakit keras yang sudah lama dia derita selama 3 tahun. Shua Xie dari kecil tidak memiliki bakat bela diri maupun bakat lainnya, dia hanya mempunyai sifat yang pemalu dan pendiam hingga dia sering dikerjai saudara-saudarinya. Kaisar juga tidak terlalu memedulikan keadaan putrinya Shua Xie sejak dari kecil, sebab dia menganggap Shua Xie hanyalah anak tak berguna.
Dari kecil Putri Shua Xie tidak pernah mendapatkan perhatian lebih seperti saudara lainnya dari Kaisar, karena Kaisar menganggap kehadiran Shua Xie adalah sebuah bencana. Dari pernyataan legenda kuno kerajaan Xuilin, mata berwarna merah ada kutukan terbesar di dunia. Sebab itulah rakyat dan para pejabat kerajaan membenci kehadiran putri Shua Xie.
Sejak awal Kaisar ingin sekali membunuh putri Shua Xie karena percaya pada legenda kuno kerajaan Xuilin. Namun Permaisuri Shua Hua selalu memohon pada Kaisar untuk tidak membunuh putrinya. Shu Hua rela mengorbankan semua yang dia punya untuk keselamatan putrinya.
Kaisar pun menyetujui permintaan Permaisuri Shu Hua selaku Permaisuri kesayangan. Kaisar tidak membunuh putrinya dengan syarat, Putri Shua Xie harus diasingkan di kuil Renungan hingga ajalnya tiba.
Awalnya Permaisuri Shu Hua menolak syarat tersebut, namun Kaisar tidak memberikan syarat lain selain syarat pengasingan. Dengan berat hati Permaisuri Shu Hua menerima syarat itu asalkan anaknya tidak dibunuh.
Akhirnya Putri Shua Xie diasingkan ke kuil Renungan dan tumbuh besar di sana. 16 tahun berlalu, Shua Xie dibesarkan oleh seorang pengasuh kepercayaan Permaisuri Shu Hua. Selama 16 tahun itu, Shua Xie tidak pernah bertemu saudaranya, ayahnya maupun ibunya. Shua Xie tahu bahwa dia adalah seorang Putri dari kerajaan Xuilin. Shua Xie juga tahu bahwa ibunya ialah Permaisuri Shu Hua. Tapi walau pun begitu, Shua Xie tidak pernah menuntut berbagai hal mengenai jabatannya sebagai putri.
Putri Shua Xie kembali ke kerajaan karena kematian Permaisuri Shu Hua. Shua Xie sangat terpukul saat itu, dia sangat sedih tidak bisa melihat ibunya secara langsung, tidak bisa merasakan kasih sayang ibu, dan waktu antara anak dan ibu juga tidak ada sedikit pun.
Karena Kaisar merasa sedikit simpati, dia memberikan izin Putri Shua Xie untuk tinggal beberapa bulan di kerajaan sampai hari terkahir peringatan kematian Permaisuri Shu Hua. Setelah itu Shua Xie akan diasingkan lagi di kuil Renungan.
Selama 2 bulan tinggal di kerajaan Shua Xie selalu mendapat perlakuan tidak baik dari semua selir dan saudaranya, bahkan pelayan dan prajurit pun tidak menghormatinya. Para selir juga bahkan tidak segan menyiksa Shua Xie sampai terasa seperti di ambang kematian. Bagi mereka kehadiran Shua Xie hanya akan mengingatkan mereka dengan Permaisuri Shu Hua.
Tidak lama berada di kerajaan, putri Shua Xie meninggal di dalam gudang karena kekurangan darah begitu banyak akibat hukuman dari Selir ke Tiga dan Putri ke Empat. Tubuh Putri Shua Xie sangat lemah dan tidak memiliki tenaga dalam, sebab itulah dia tidak bisa bertahan lama dan akhirnya meninggal dengan keadaan memalukan, tapi saat di akhir kehidupannya dia sempat menyimpul seutas senyum untuk nafas terakhirnya, sebab dia tidak akan merasakan penderitaan lagi.
Pada kehidupan ke dua Shua Xie, dia memasuki tubuh seorang Putri dari kerajaan Xuilin, dan secara kebetulan mereka berdua memiliki nama yang sama dan meninggal di waktu yang bersamaan. Namun Shua Xie masih diberi kesempatan sekali lagi untuk hidup tapi dengan keadaan yang sudah berbeda.
***
Shua Xie mengangguk paham setelah beberapa bayangan tentang kehidupan putri Shua Xie tergambar jelas di pikirannya seperti sedang menonton film Cinderella namun akhirnya tragis tidak sebahagia Putri Cinderella.
Setelah pelayan itu melepaskan ikatan tali yang mengikat Shua Xie, dia langsung membawa Shua Xie ke kediaman pribadi Shua Xie. Kediaman putri Shua Xie tidak terlalu besa, hanya sebatas paviliun kecil yang bahkan tidak layak dihuni untuk seorang Putri.
'Tidak bisa dibiarkan! Ternyata pemiliki tubuh ini sudah menderita dari kecil. Aku Shua Xie akan membalaskan dendammu pada mereka. Akan kubuat mereka menyesal menganggap kehadiranmu sebagai bencana negara ini. Bagaimana pun kita adalah orang yang sama walau hidup di dunia yang berbeda.' Shua Xie mengepalkan tangannya geram. Geram menerima kenyataan kehidupan Putri Shua Xie yang tak seharusnya terjadi.
Beginikah kehidupan seorang Putri? Bukankah dia seharusnya bahagia dan terjamin kehidupannya? Tapi kenapa Putri yang satu ini justru menderita dan bahkan terlihat seperti budak pasungan.
'Huh! Aku ini mafia akademi Matahari, siapa berani mencari masalah denganku akan kutuntaskan hingga kerakar-akarnya. Baiklah menyamar menjadi Putri Shua Xie untuk membalaskan dendamnya juga tidak masalah. Anggap saja ini sebagai balasan karena aku tinggal di tubuhnya.'
Di sisi lain, pelayan pribadi Shua Xie yang dari kecil selalu bersama Shua Xie menatap Shua Xie khawatir. Pelayan itu khawatir jika dia tidak bisa menjalankan amanah terakhir ibunya pengasuh Putri Shua Xie.
Semenjak berada di kerajaan, dia tidak bisa menjaga Putri Shua Xie dari kekejaman kerajaan karena statusnya hanya pelayan rendahan. Bagaimana pun status pelayan dan bangsawan itu sangat berbeda jauh, menentang kehendak atasan sama saja mencari mati. Sebenarnya dia tidak takut mati kalau itu demi Putri Shua Xie, tapi dia mendapat amanah jangan sampai meninggalkan Putri Shua Xie sendirian.
"Putri, apa luka cambukannya masih terasa sakit? Aku bisa meminta tabib istana mengobati luka Putri." Pelayan itu khawatir melihat Shua Xie seperti sedang menahan rasa sakit.
Sebenarnya Shua Xie sedang memulihkan tubuhnya dengan tenaga dalamnya. Itulah kenapa Shua Xie terlihat sedang menahan rasa sakit. Shua Xie bersyukur untungnya luka cambukan tidak terlalu serius tidak seperti luka tembakan waktu itu yang tepat mengenai jantungnya. Tapi Shua Xie merasa heran, kenapa Putri Shua Xie bisa meninggal hanya karena cambukan seperti itu? Apa mungkin putri Shua Xie memang terlalu lemah, pikir Shua Xie.
Shua Xie membuka matanya mantap pelayan yang berdiri tidak jauh di depannya, 'Oh ya ... kalau tidak salah dia adalah anak pengasuhku sekaligus pelayan pribadiku, Chi Su. Sekarang hanya dia yang baik padaku. Pengasuhku, dan ibu sudah meninggal. Aku Shua Xie akan membalas budimu, Chi Su.'
"Tidak perlu panggil tabib. Aku bisa mengobati luka kecil ini sendiri. Tolong ambilkan tasku, Chi Su?" Shua Xie menunjuk tas hitam yang tergeletak di lantai.
"Baik Putri." Chi Su langsung bergerak mengambil tas samping berwarna hitam.
Tas itu adalah tas sekolah Shua Xie, tanpa sengaja saat perjalanan waktu terbawa bersama Shua Xie.
Waktu di gudang Chi Su sempat menanyakan mengenai baju dan tas Shua Xie yang begitu aneh. Saat waktu terakhir kematian Shua Xie sedang mengenakan baju hitam pendek dan celana pendek layaknya gaya mafia wanita berkelas.
Shua Xie menjelaskan sedikit gugup khawatir Chi Su akan tahu bahwa dia datang dari dunia modern. Menurut Shua Xie siapapun saat ini tidak boleh tahu kebenaran asal-usulnya.
Chi Su memberikan tas itu pada Shua Xie. Shua langsung mengambil salep yang selalu Shua Xie bawa ke manapun dia pergi. Salep penyembuh luka itu dia bawa untuk berjaga-jaga jika ada anggota Mawar Hitam yang terluka, atau mungkin dia sendiri yang terluka. Seperti pepata mengatakan, sedia payung sebelum hujan.
Shua Xie membuka bajunya lalu meminta bantuan Chi Su untuk mengolesi salep itu di lukanya. Chi Su pun langsung menjalankan perintah.
Saat sedang mengolesi salep tiba-tiba seorang pelayan istana datang dan memberitahukan bahwa Kaisar akan mengadakan makan malam besar malam ini karena istana akan kedatangan tamu besar. Semua anggota kerajaan diminta hadir saat perjamuan makan malam nanti.
Setelah semua sudah dijelaskan, pelayan itu langsung pamit pergi. Shua Xie memasang bajunya kembali dengan ekspresi dingin tidak ada nampak kelembutan sedikitpun seperti biasanya.
"Chi Su, aku mau pergi keluar sebentar. Kamu siapkanlah keperluanku untuk malam ini."
"Siap, Putri," jawab Chi Su sambil membungkuk.
"Chi Su, aku punya satu peraturan untukmu. Jangan panggil aku Putri, panggil saja namaku. Dan jangan terlalu hormat, aku ini bukan ratu atau kaisar, jadi tolong bersikap biasa saja padaku." Shua Xie berjalan ke arah pintu.
Chi Su mengangkat wajahnya terkejut, "Tapi hamba tidak berani, Putri. Jika ada yang mendengar hamba bisa dihukum."
"Huh, menyebalkan." Shua Xie menghela nafas pelan, "Kau bisa panggil aku apapun tapi jangan panggil aku Putri. Bagaimana pun aku tidak pernah dianggap sebagai putri di sini, jadi aku tidak pantas dipanggil Putri."
"Pu-putri ...." Chi Su menatap Shua Xie sedih. Sedih mendengar ucapan Shua Xie yang memang benar kenyataannya.
"Aku pergi dulu Chi Su, kamu baik-baiklah di sini." Shua Xie membuka pintu menatap hari yang tidak lama lagi sore.
'Balas dendam akan dimulai. Akan kurebut kekuasaan si Kaisar bodoh itu, dia tidak tahu cara memajukan negara dengan benar. Negara kecil begini tidak akan bisa menang bersaing dengan negara tetangga selama dibawa kepemimpinannya.'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
dasar Kaisar BOD*H😆, ditinggalin baru sedih tuh orang
2022-02-18
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
pengorbanan seorang ibu demi menjaga anaknya tetap hidup rela melakukan apapun tanpa syarat... Kaisar tidak seharusnya memperlakukan Shua Xie seperti itu karna dia tahu siapa sebenarnya Shua Xie😓
2022-02-17
1
Risma Farna
Ternyata bab ke dua baru ada imbas balik.. Sorry terlalu ceapt komen di awal bab...
2021-07-13
1