Bab 3

Dalam proses revisi ~

 

Negara Xuilin adalah negara terkecil di antara lima negara di benua tengah, tapi walaupun negara Xuilin adalah negara kecil, tingkat kesuburan tanah dan tata letak negaranya begitu eksotis dan bagus. Tidak salah jika ke empat negara besar lainnya ingin bekerja sama bisnis dalam hal ekonomi pangan dan rempah-rempah dengan negara Xuilin.

 

 

Tidak hanya wilayah ekonominya yang bagus, tingkat keamanan negara Xuilin juga lumayan baik. Bahkan demi menjalin hubungan baik dengan negara Xuilin, ke empat negara besar rela menikahkan putri mereka sebagai kontrak kerja sama antar negara, atau dengan kata lain pernikahan politik.

 

 

Namun perkembangan negara Xuilin mulai menurun beberapa tahun belakangan ini semenjak Feng Kim menjadi Kaisar. Kerja sama dengan beberapa negara besar juga mulai renggang, hasil pangan petani juga menurun karena negara Xuilin terus-menerus mengalami musim kemarau.

 

 

Kaisar Feng Kim terus berusaha menutupi kerusakan negara Xuilin dengan cara apa pun.

 

 

Suatu hari ketika permaisuri Shu Hua melahirkan seorang putri yang cantik, rakyat, dan anggota istana juga cukup bahagia beranggapan bahwa putri Shua Xie adalah lambang keberuntungan di tengah kekacauan. Namun, siapa sangka seorang peramal kerajaan mengatakan bahwa putri Shua Xie adalah sumber bencana negara Xuilin karena memiliki mata berwarna merah.

 

 

Kaisar Feng Kim juga langsung tersadar akan legenda Mata Merah pembawa bencana. Secara kebetulan juga awal bencana negara Xuilin terjadi ketika permaisuri Shu Hua mulai mengandung putri Shua Xie dan sampai sekarang kemajuan negara Xuilin semakin menurun drastis. Dari itulah rakyat dan para pejabat bahkan anggota bangsawan menganggap kehadiran putri Shua Xie adalah sumber bencana.

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Shua Xie sekadar melihat-lihat kondisi alun-alun kota Xuilin. Walaupun kota terlihat begitu ramai seperti tidak terlihat ada bencana, tapi Shua Xie bisa melihat begitu mahalnya kebutuhan pangan dijual. Pemasaran para penjual terlalu tinggi hingga tingkat penghasilannya tidak terlalu banyak.

 

 

Menurut pandangan Shua Xie, semua kekacauan ini bisa ditangani. Sebagaimana ayahnya sebagai wali kota bisa menghadapi berbagai macam masalah, mulai dari korupsi, ekonomi, politik, hukum dan hubungan antar kota. Di dunia modern, Shua Xie sempat belajar tentang kehidupan politik dari ayahnya. Bakat ayahnya mengurus dunia politik juga menurun pada Shua Xie.

 

 

Pandangan Shua Xie tertuju pada sebuah kereta kuda kerajaan cantik yang berjalan dengan kecepatan sedang. Shua Xie dapat menebak bahwa itu adalah tamu penting yang dimaksud pelayan istana.

 

 

'Sepertinya kaisar mau melakukan hubungan dengan negara lain supaya bisa membantunya menyelesaikan masalah negara Xuilin. Huh ... dasar kaisar bodoh. Jika saja di sini ada ayah seharusnya masalah ini bukan masalah besar baginya.'

 

 

Rombongan kereta kuda itu melewati Shua Xie. Shua Xie yang memandang jendela kereta kuda itu tanpa sengaja melihat seorang pria berbaju putih juga sedang melihat ke arahnya.

 

 

'Apakah pejabat negara tetangga?' tanya Shua Xie dalam hatinya.

 

 

Untunglah Shua Xie memakai topeng dan jubah saat keluar istana, jika tidak Shua Xie bisa diamuk rakyat karena keluar dari kuil Renungan. Tidak ada rakyat yang tahu bahwa Putri Shua Xie ada di istana, hanya anggota kerajaan saja yang tahu.

 

 

Setelah kereta kuda itu sudah menjauh, Shua Xie melanjutkan perjalanannya lagi. Tidak lama berjalan, Shua Xie tertarik dengan satu paviliun yang lumayan besar. Shua Xie pun masuk ke dalam dan melihat begitu banyak para pendekar di dalamnya.

 

 

Paviliun itu adalah paviliun Serikat Bulan Sabit, tempat di mana para pendekar seperti Shua Xie bisa menghasilkan uang sendiri dengan kekuatan mereka. Para pendekar akan menerima misi dari paviliun, memburu monster spirit, dan mengambil inti monster spirit lalu dibeli sesuai kualitas barang.

 

 

Semakin tinggi kualitas inti maka semakin tinggi harga jualnya di paviliun Serikat Bulan Sabit. Cara mengetahui kualitas inti adalah melihat tingkat kekuatan monster spiritnya.

 

 

Shua Xie memandang papan besar yang terpajang di tembok. Papan besar itu adalah  papan tempat nama monster spirit, tingkat level, dan harganya tukarnya. Tingkatan monster spirit dibagi menjadi tiga, pertama tingkat rendah, lalu tingkat menengah, dan yang terakhir tingkat tinggi.

 

 

'Semakin kuat hewan spirit maka semakin tinggi harganya.' Mata Shua Xie langsung tertuju pada tingkat tinggi, tidak tertarik dengan tingkat menengah atau rendah. Bagi Shua Xie semakin kuat lawan maka akan semakin menantang untuknya.

 

 

Saat sedang asyik mencari nama-nama hewan spirit yang paling kuat, tiba-tiba seorang pria berbadan besar muncul dan. sengaja menyenggol bahu Shua Xie, tapi yang terjatuh malah pria berbadan besar itu. Spontan Shua Xie melirik tajam ke pria itu.

 

 

"Kenapa kau memandangku?! Yang salah itu kau berdiri sembarangan bahkan membuatku sampai jatuh!? Cepat minta maaf padaku! Atau tidak kubunuh kau di sini!" bentak pria berbadan besar itu sangat keras sampai semua orang melihat ke arah sumber suara.

 

 

"Astaga itu kan Ogher, siapa orang bertopeng itu? Berani sekali mencari masalah dengan Ogher."

 

 

"Bahaya Ogher marah! Pasti orang bertopeng itu akan mati!"

 

 

"Kasihan sekali orang bertopeng itu. Kalau aku jadi dia, aku tidak akan cari masalah dengan Ogher, cepatlah minta maaf pada Ogher."

 

 

"Sebaiknya kau bersujud supaya Ogher memaafkanmu."

 

 

Beberapa pendekar mulai berbisik bahkan memberi saran pada Shua Xie setelah mengetahui yang berteriak tadi adalah Ogher. Di negara Xuilin, Ogher lumayan terkenal karena kuat dan memiliki kulit tubuh yang keras, bahkan pedang biasa bisa patah jika dipukulkan ke tubuhnya.

 

 

Beberapa para pengurus Paviliun juga mulai bersembunyi sebab tidak ingin ikut campur dengan masalah Ogher. Siapa pun yang berani mencari masalah dengan Ogher selalu berakhir tidak baik.

 

 

Ogher adalah pendekar tingkat Prajurit Ahli level 3, salah satu anggota dari Golden Tiger yang terkenal sebagai aliansi terkuat di negara Xuilin. Ogher juga terkenal tidak berperasaan pada siapa pun, dia tidak akan segan membunuh siapa pun yang membuatnya suasana hatinya tidak senang.

 

 

Shua Xie tersenyum kecil di balik topengnya. "Minta maaf? Seharusnya Anda yang minta maaf padaku," balas Shua Xie dingin lalu berbalik, hendak meninggalkan Ogher. Menurut Shua Xie  berurusan dengan Ogher hanya akan membuang waktunya saja.

 

 

Baru selangkah Shua Xie berjalan, Ogher langsung memegang bahu Shua Xie dengan kuat. Dan refleks dengan kecepatan tinggi Shua Xie langsung menarik tangan besar Ogher dengan ke dua tangannya lalu membantingnya ke lantai.

 

 

Shua Xie juga langsung mengambil belati yang terselip di pinggang Ogher lalu meletakkannya di leher Ogher sambil menatap Ogher tajam.

 

 

Ogher terkejut hebat setelah mengetahui kehebatan orang bertopeng yang sanggup membuatnya terbaring di lantai dengan keras, bahkan membuat punggungnya menjadi sakit. Sebelumnya tidak banyak orang yang bisa melakukan ini pada Ogher. Tidak hanya itu bahkan Shua Xie juga hendak menggores lehernya dengan belatinya sendiri. Kecepatan Shua Xie barusan sangat mengejutkan Ogher. Tidak hanya Ogher yang terkejut, yang menyaksikan pun juga terkejut. Mereka tidak bisa melihat jelas kenapa Ogher tiba-tiba terbanting ke lantai.

 

 

Suasana menjadi hening, sulit bagi mereka berkata setelah menyaksikan kekuatan orang bertopeng itu. Shua Xie segera berdiri tegak lalu melemparkan belati itu ke lantai tepat di samping kepala Ogher. Ogher begitu terkejut sampai berkeringat dingin saat belati itu menancap di samping kepalanya, dan untungnya tidak tepat di kepalanya.

 

 

"Sebaiknya jangan pernah cari masalah lagi denganku. Lain kali aku tidak akan segan melukaimu," tegas Shua Xie pada Ogher. Mengancam keselamatan Ogher.

 

 

Shua Xie melangkah mendekati meja tempat pengurus Paviliun menerima tamu. Pengurus itu menatap Shua Xie takut setelah mengetahui kekuatannya lebih hebat dari Ogher.

 

 

"Berikan aku misi tingkat tinggi," ucap Shua Xie serius.

 

 

"Ba-baik, Master," jawab pengurus itu sedikit gelagapan.

 

 

Suasana yang tadinya tegang kini kembali membaik. Namun, para pendekar lain menjadi lebih berhati-hati lagi dengan Shua Xie, seolah tidak berani mencari masalah dengannya. Beberapa orang juga berbisik terkejut tidak percaya bahwa Ogher kalah dengan orang misterius yang bahkan berbadan lebih kecil dari Ogher.

 

 

'Huft ... sepertinya akan susah mencari rekan jika seperti ini. Padahal aku ingin mencari rekan dan mendirikan pasukan sendiri,' keluh Shua Xie dalam hatinya. Sedikit menyesal telah melakukan tindakan seperti tadi yang membuat suasana menjadi runyam.

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Setelah mendapat lencana khusus dari serikat paviliun Pemburu monster Spirit. Shua Xie langsung pergi keluar hendak kembali ke istana. Shua Xie berpikir akan menjalankan misinya besok memburu hewan spirit macan Bulan Emas di hutan Kukazu sendirian. Hutan Kukazu adalah tempat berbagai jenis monster spirit berkumpul, terutama macan Bulan Emas yang akan diburu Shua Xie.

 

 

Baru saja beberapa langka menjauh dari paviliun tiba-tiba ada suara teriakan memanggil Shua Xie.

 

 

"Master Shu. Tunggu sebentar!"

 

 

Shua Xie membalikkan badannya dan melihat Ogher berdiri tidak jauh di belakangnya. Shua Xie menaikkan sebelah alisnya lalu menghela nafas pelan.

 

 

'Kenapa si bodoh ini malah mengejarku? Jangan-jangan dia masih mau melanjutkan masalah tadi. Apa aku salah terlalu baik tadi padanya? Seharusnya aku lukai saja tadi kaki atau tangannya,' keluh Shua Xie dalam hatinya sambil menatap Ogher dengan tatapan malas meladeni.

 

 

"Masih kurang peringatkan tadi?" balas Shua Xie sambil melipat tangannya di dadanya.

 

 

Ogher melangkah cepat mendekati Shua Xie lalu bertekuk lutut di hadapan Shua Xie. Semua orang yang melihat terkejut hebat, mengira bakal akan menyaksikan pertarungan seru, tapi malah sebaliknya. Shua Xie juga terkejut dengan tindakan Ogher.

 

 

"Master terimalah saya menjadi muridmu!" seru Ogher keras sambil bersujud di tanah.

 

 

Suasana semakin hening, Shua Xie terkejut hebat bahkan sampai tersedak sendiri. Semua orang menatap Ogher tidak percaya akan bersujud di hadapan orang misterius. Untuk orang yang tidak tahu masalah apa yang tadi Ogher hadapi, tentunya mereka akan sangat terkejut. Ogher yang terkenal kuat fisik akan tunduk di hadapan seorang bertubuh kecil yang terlihat begitu lemah.

 

 

"Master terimalah saya menjadi muridmu! Melihat kekuatan Master yang begitu kuat, saya begitu terkesan. Izinkan saya menjadi muridmu Master!" Sekali lagi Ogher berseru kencang.

Terpopuler

Comments

Allisya Hurairah

Allisya Hurairah

seru thor.. luv u

2022-06-23

0

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Orang² seperti Ogher akan menjadi bawahan yang setia

2022-02-18

0

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Kasian Pitri Shua Xie karena ramalan mata merah itu hidup dia jadi menderita, dikucilakan dan dijauhkan dari istana kerajaannya. Hidup jauh dari keluarga dan sangat terasingkan😓

2022-02-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Q&A Part 1 (Bukan Update)
176 Bab 175
177 Bab 176
178 Bab 177
179 Bab 178
180 Bab 179
181 Bab 180
182 Bab 181
183 Bab 182
184 Bab 183
185 Bab 184
186 Bab 185
187 Bab 186
188 Bab 187
189 Bab 188
190 Bab 189
191 Bab 190
192 Bab 191
193 Bab 192
194 Bab 193
195 Bab 194
196 Bab 195
197 Bab 196
198 Bab 197
199 Bab 198
200 000
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Q&A Part 1 (Bukan Update)
176
Bab 175
177
Bab 176
178
Bab 177
179
Bab 178
180
Bab 179
181
Bab 180
182
Bab 181
183
Bab 182
184
Bab 183
185
Bab 184
186
Bab 185
187
Bab 186
188
Bab 187
189
Bab 188
190
Bab 189
191
Bab 190
192
Bab 191
193
Bab 192
194
Bab 193
195
Bab 194
196
Bab 195
197
Bab 196
198
Bab 197
199
Bab 198
200
000

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!