Bab 19

Hai jangan lupa likenya ya ^-^

________________________________

Setelah menjelaskan singkat tentang masalah desa Bintang pada Lou Yue, Shua Xie berpikir dia akan membantu desa Bintang sedikit sampai masalah mereka selesai. Paling tidak Lou Yue mampu melatih Xiao Ming menjadi kuat dari sebelumnya itu sudah cukup baginya. Lou Yue tidak banyak berpendapat selain mengikuti kemauan Shua Xie, lagi pun Lou Yue sedang mengikuti Shua Xie saat ini. Jadi di mana Shua Xie berpijak di situ juga dia berdiri.

Ketika pagi tiba Shua Xie sudah memulai pemilihan orang yang akan mewakili pertandingan. Dan terpilih 3 orang kultivator yang akan mewakili keluarga Xiao bertarung nanti, yang paling utama ialag Xiao Ming cucu dari kepala suku, sisanya 2 orang petarung kultivator terbaik di desa Bintang. Dalam peraturan kepala keluarga Xiao dan Ye tidak boleh ikut bertarung, hanya generasi muda saja yang diperbolehkan. Persyaratan itu membuat kepala suku dan para petinggi desa sangat kesal.

Di saat waktu pelatihan baru saja di mulai, tiba-tiba muncul seorang anak perempuan kecil berumur 11 tahun. Dia adalah Xiao Mei adik dari Xiao Ming. Xiao Mei ini sangat ingin menjadi kultivator yang kuat hingga mampu melindungi desanya dari serangan apapun.

Xiao Mei berambut kecoklatan dengan mata berwarna hitam, dia menghampiri Shua Xie penuh keberanian. Sebelumnya ia menguping pembicaraan masalah keluarganya dan dia bertekad ingin membantu, jadi dia menghampiri ibu dan ayahnya serta kakeknya dan meminta izin ingin ikut bertanding. Tapi mereka menolak keras permintaan Xiao Mei, tentunya tidak mungkin seorang anak kecil melawan kultivator dewasa, yang adanya hanya mengantar nyawa sendiri.

"Kak Shua! Izinkan aku ikut bertarung melawan keluarga Ye! Aku sangat ingin membantu masalah keluarga!" ujarnya langsung ke intinya. Pada saat yang sama Shua Xie dan yang lainnya langsung melihat ke arah Xiao Mei.

"Mei'er apa yang kau katakan! Kau pikir kami sedang bermain-main! Cepat kembalilah ke rumah!" Xiao Ming menghampiri Xiao Mei dan mengusirnya sebelum Shua Xie berbicara.

"Tidak mau! Aku juga ingin berjuang membantu keluarga dan Kakak!" Tolak Xiao Mei kekeh.

"Mei'er ini bukan masalah kecil yang bisa diikut campurkan anak kecil! Ini masalah orang dewasa, sekarang pergilah! Lebih baik kau bermain dengan pelayan pribadimu!"

Xiao Mei memaling wajahnya kesal, dia tetap kekeh ingin membantu. Tidak ada yang bisa menghalanginya jika dia sudah berkemauan. Xiao Mei acuh dengan ucapan Xiao Ming, berjalan ia mendekati Shua Xie.

"Kak Shua mohon terima dan latih aku! Aku benar-benar ingin membantu masalah keluarga!" ujarnya penuh keseriusan dibalas tatapan dingin dari Shua Xie.

Lou Yue menghampiri Shua Xie lalu menepuk pundaknya, "Apa kau ingin aku mengembalikannya pada keluarganya?" bisik Lou Yue pelan pada Shua Xie.

Xiao Mei yang mendengar ucapan Lou Yue langsung bersujud di depan Shua Xie, "Mohon latih aku Kak!" tegasnya keras membuat yang lain tertegun kecuali Shua Xie.

Shua Xie masih menatapnya dingin membuat Xiao Mei berkeringat dingin, saat ini hanya Shua Xie lah satu-satunya harapannya.

"Keberanianmu sangat bagus! Tapi kau masih sangat lemah untuk melindungi keluargamu. Sebaiknya lupakan keinginanmu itu," balas Shua Xie sangat dingin membuat Xiao Mei tersentak. Dia sudah menduga kalau ini akan terjadi, tapi hatinya masih tidak bisa menerima kenyataannya.

"Berdiam diri dan tidak membuat onar sudah menjadi langka yang bagus. Kau berdiam saja sudah menjadi bantuan bagi keluargamu, jika kau ikut aku tidak menjamin kau akan hidup setelahnya." Lanjut Shua Xie lagi membuat perasaan Xiao Mei bercampur aduk antara sedih, kesal, marah, dan kecewa.

"Tapi ...." Shua Xie tersenyum kecil. Ucapan tapi membuat semua orang terkejut, tidak ada yang tahu apa Shua Xie akan menuruti permintaan Xiao Mei atau tidak.

"Tapi aku suka keberanianmu. Melihat tekadmu mengingatkanku pada masa kecilku. Aku bisa mempertimbangkan keinginan kecilmu asalkan kau tidak mengecwakanku. Dalam waktu lima hari kau harus bisa membuatku yakin, tapi jika tidak jangan pernah mengungkit kalau kau ingin melindungi keluargamu lagi!" Lanjut Shua Xie lagi.

Semua orang yang mendengarnya sangat tercengang saat itu. Tidak disangka jika Shua Xie yang begitu dingin mau melatih seorang anak kecil yang merepotkan. Padahal Xiao Ming sangat ingin dilatih Shua Xie, tapi dia tidak mendapat kesempatan itu. Bagaimana pun Xiao Ming sangat mengagumi kekuatan Shua Xie.

Di sisi lain Lou Yue hanya tersenyum kecil mendengar pilihan Shua Xie. Lou Yue tidak tahu kenapa Shua Xie ingin mengabulkan permintaan anak kecil itu, tapi Lou Yue yakin apa yang dipilih Shua Xie pasti jalan yang bagus untuk anak itu.

Xiao Mei menengadah menatap wajah Shua Xie penuh keharuan. Tanpa disadarinya air matanya mengalir, itu adalah air mata kebahagiaan. Selama ini Xiao Mei sangat ingin berlatih kultivasi, akhirnya ada seseorang yang mau melatihnya walau hanya sebentar.

Xiao Mei menghapus air matanya lalu memeluk pinggang Shua Xie, "Terimakasih Kakak! Terimakasih! Aku tidak akan mengecawakanmu! Terimakasih Kak!" ucapnya berulangkali.

Di sisi lain Xiao Ming mendekati Shua Xie ingin berbicara tapi saat melihat Shua Xie sedang memberinya kode dia menjadi bungkam.

'Kenapa Kak Shua mau melatih Mei'er?'

Shua Xie mengisyaratkan pada Lou Yue, Xiao Ming dan yang lainnya untuk tidak ikut campur masalahnya dengan Xiao Mei. Shua Xie memilik ide tersendiri untuk mengatasi Xiao Mei.

"Lou Yue aku akan pergi bersama anak ini. Kau latihlah tiga orang ini dengan baik, pastikan mereka menjadi kuat," ujar Shua Xie dibalas anggukan oleh Lou Yue.

"Kau adik kecil ikutlah denganku, aku ingin melihat seberapa besar potensimu. Kalau hanya keberanian saja itu tidak cukup untuk menjadi kuat!" Lanjut Shua Xie lagi seraya membawa Xiao Mei pergi.

Xiao Ming dan yang lainnya menatap kepergian Shua Xie tanpa berkata-kata lagi. Setelah Shua Xie sudah hilang dari pandangan, Xiao Ming mulai berkata, "Apa tidak apa-apa membiarkan Adik Mei'er ikut pertarungan hidup dan mati?"

"Shua tidak mengatakan kalau Xiao Mei boleh ikut pertandingan bukan," balas Lou Yue sambil tersenyum.

***

Shua Xie membawa Xiao Mei pergi ke sebuah tempat padang rumput yang sangat luas. Xiao Mei tidak tahu di mana dia sekarang tapi dia tidak gusar karena ia berada di samping Shua Xie. Asalkan dia bersama Shua Xie dia pasti akan selalu baik-baik saja.

"Sekarang sebutkan padaku kau memiliki aurah pelatihan spirit apa? Angin, es, api, tanah, petir atau air."

"Aurah pelatihan spirit ya. Aku tidak tahu aku memiliki aurah pelatihan spirit apa? Kak Xiao Ming memiliki spirit angin, apa aku juga spirit angin seperti Kak Ming?" gumam Xiao Mei.

Aurah pelatihan spirit ialah semacam elemen yang sudah dibawa dari lahir semacam elemen andalan. Dengan aurah pelatihan spirit maka kultivator akan mendalami aurah spiritnya. Seperti Lou Yue yang memiliki spirit bayangan gelap dan api hitam, maka Lou Yue akan mendalami jenis aurah spiritnya. Adapun orang-orang tertentu yang lahir dengan aurah spirit ganda.

Memiliki aurah spirit ganda merupakan anak jenius yang jarang ada. Nika presentasi 100% untuk kultivator satu aurah spirit, maka 20% presentasi untuk anak yang memiliki aurah spirit ganda.

Ada pun anak jenius yang hanya ada satu di antara yang lain, yang memiliki semua jenis elemen spirit. Jika mampu melatihnya maka kemungkinan ia bisa menjadi yang terkuat, tapi melatih semua jenis elemen spirit bukanlah hal yang mudah dilakukan. Butuh proses yang lama serta ketekunan yang kuat.

Shua Xie duduk sila di rumput lalu menatap Xiao Mei serius, "Jika tidak tahu maka cari tahulah! Duduk dan bertapalah, rasakan aurah spiritmu sendiri maka ia akan muncul di dahi sebagai tato spirit. Memang wajar jika anak perempuan seusiamu belum mengeluarkan aurah spirit."

Tato spirit sebagai simbol elemen spirit dari kultivator, tapi tato spirit hanya bisa dilihat oleh pemiliknya sendiri terkecuali para kultivator di tingkat tinggi. Orang-orang lemah tidak akan bisa melihat tato spirit kultivator lainnya.

Xiao Mei mengangguk paham, bertapa ia sesuai perintah yang Shua Xie katakan. Walau pun Shua Xie tidak menjelaskannya secara rinci tapi Xiao Mei pernah mempelajari semua itu dari buku perpustakaan keluarganya.

'Ini mudah! Aku pasti bisa! Jangan membuat Kak Shua kecewa!' Xiao Mei mulai bertapa dengan serius.

Shua Xie menatap datar Xiao Mie, "Rasakan spirit esensi kehidupanmu. Perlahan-lahan resapi dan rasakan, tato spiritmu akan muncul di dahimu. Hanya kau yang bisa merasakannya." Shua Xie memberikan intruksi.

Xiao Mei menghela nafas pelan, dengan sangat hati-hati ia mulai mencoba merasakan aurah spiritnya sendiri. Waktu terus berjalan, dari menit ke menit dari jam ke jam, Shua Xie masih setia menunggunya bertapa. Hari sudah mulai menjelang sore tapi belum ada pertanda aurah spirit dari pertapaan Xiao Mei.

Shua Xie hanya bisa menghela nafas pelan, 'Dipikir-pikir juga tidak mungkin anak kecil bisa merasakan aurah spiritnya dalam waktu satu hari. Pada umumnya anak seusia Xiao Mei seharusnya hanya memikirkan dunia bermain bukan dunia kultivasi.' Keluh Shua Xie.

Di dimensi lain Xiao Mei sedang berjalan di suatu tempat yang sangat luas. Sudah berjam-jam ia berjalan tapi ia belum menemukan apapun. Xiao Mei hampir menyerah karena tidak menemukan apapun. Tapi saat di ambang menyerah, tiba-tiba setitik salju menjatuhi kepalanya.

Xiao Mei menengadah ke atas dan melihat ada sebuah roh manusia yang terbelit rantai. Butiran salju itu keluar dari roh itu. Xiao Mei terkejut dia tidak roh siapa yang tersegel itu. Semakin lama salju samlin banyal dan sampai akhirnya salju itu sudah menutupi seluruh tubuh Xiao Mei.

Beberapa kali terdengar suara retakan dari rantai dan dinding formasi yang menyegel jiwa itu.

Dingin, itulah yang dirasakan Xiao Mei saat ini. Seluruh tubuhnya terasa dingin seakan ingin membeku saat itu juga. Xiao Mei mulai memberontak dalam tumpukan salju tapi percuma, bahkan salju itu malah mengeras dan mengunci pergerakan Xiao Mei.

"Apa yang terjadi denganku!?"

Setengah jam Xiao Mei terkurung dalam tumpukan salju akhirnya ia menyerah untuk memberontak. Tenaganya sudah habis dia gunakan untuk memberontak, dan sekarang tubuhnya benar-benar membeku dalam es. Tapi Xiao Mei masih bisa merasakan kesadarannya.

'Apakah aku akan mati tertimbun di sini?'

***

Shua Xie baru saja ingin membangunkan Xiao Mei dari pertapaannya. Shua Xie berpikir sudah waktunya dia membawa Xiao Mei pulang ke desa, pasti ke dua orang tua Xiao Mei sangat mencemaskannya. Tapi saat ia hendak menyentuhnya, tiba-tiba serpihan kristal es mulai keluar dari tubuh Xiao Mei, tapi proses penyelimutan es itu sangat lamban.

Shua Xie sangat terkejut saat itu, dia tahu serpihan es itu adalah serpihan dari aurah spirit Xiao Mei. Tapi yang lebih mengejutkan ialah kebenaran dari aurah spirit Xiao Mei.

"Ternyata dia memiliki tubuh kristal es. Dari pemahaman ilahi yang aku miliki, tubuh kristal es adalah tubuh Yin yang sangat langka. Pemilik spirit kristal es pasti akan menjadi kultivator terhebat dari semua elemen, jika dia mendapat pelatihan khusus. Tapi sepertinya tato aurah sudah disegel seseorang!?" gumam Shua Xie seraya memegang dagunya.

"Tidak bisa dibiarkan! Aku harus membantunya membuka segelnya! Aku akan memberikan sedikit tekanan pembuka formasi yang aku ketahui." Shua Xie mendekati Xiao Mei dan duduk tepat di belakangnya.

Shua Xie menyentuh punggung Xiao Mei dengan ke dua tangannya, lalu menyebutkan satu kata latin kuno China. Satu kata itu muncul di punggung Xiao Mei dan mulai bersinar emas. Dengan sangat hati-hati Shua Xie mengalirkan sesuatu ke dalam tubuh Xiao Mei yang membuat serpihan kristal es berkerja menjadi lebih cepat dari sebelumnya.

Beberapa menit berlalu Shua Xie masih terus membantu Xiao Mei membuka segelan tato spiritnya. Tapi walau pun Shua Xie sudah membantunya tidak tahu bagaimana Xiao Mei menghadapinya di sana. Semua tergantung dari Xiao Mei, Shua Xie hanya bisa membantunya dari luar.

Semakin lama Shua Xie semakin lelah, tubuhnya terasa seperti tercabik-cabik sesuatu. Melakukan jurus pembuka segel tato spirit yang pertama kali sangat memakan tenaga, apalagi kekuatan Shua Xie saat ini sudah sampai di batas kemampuannya. Shua Xie hanya bisa terus memaksakan dirinya sampai akhirnya ia mulai batuk. Darah mengalir dari sudut pinggir bibirnya.

"Tidak boleh berhenti! Sedikit lagi aku bisa melewati batasanku! Walau pun jurus ini baru aku pertama kali aku gunakan! Ternyata membawa dampak yang begitu besar padaku. Sekarang empat meredianku sudah terluka, jika diteruskan maka lain juga akan terluka. Tapi jika berhenti Xiao Mei tidak akan bisa membuka segel tato spiritnya! Sial siapa sih yang menyegel tato spirit Xiao Mei!?"

.

.

.

.

.

Bersambung

sampai bertemu di bab berikutnya ^-^

Terpopuler

Comments

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

typo thorr kalimat " dia tidak tahu roh siapa", sama " semakin lama salju semakin banyak".

2022-02-18

0

irin

irin

like..

2021-04-17

0

irin

irin

like

2021-04-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Q&A Part 1 (Bukan Update)
176 Bab 175
177 Bab 176
178 Bab 177
179 Bab 178
180 Bab 179
181 Bab 180
182 Bab 181
183 Bab 182
184 Bab 183
185 Bab 184
186 Bab 185
187 Bab 186
188 Bab 187
189 Bab 188
190 Bab 189
191 Bab 190
192 Bab 191
193 Bab 192
194 Bab 193
195 Bab 194
196 Bab 195
197 Bab 196
198 Bab 197
199 Bab 198
200 000
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Q&A Part 1 (Bukan Update)
176
Bab 175
177
Bab 176
178
Bab 177
179
Bab 178
180
Bab 179
181
Bab 180
182
Bab 181
183
Bab 182
184
Bab 183
185
Bab 184
186
Bab 185
187
Bab 186
188
Bab 187
189
Bab 188
190
Bab 189
191
Bab 190
192
Bab 191
193
Bab 192
194
Bab 193
195
Bab 194
196
Bab 195
197
Bab 196
198
Bab 197
199
Bab 198
200
000

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!