Hai jangan lupa likenya ya ^-^
________________________________
Setelah menjelaskan singkat tentang masalah desa Bintang pada Lou Yue, Shua Xie berpikir dia akan membantu desa Bintang sedikit sampai masalah mereka selesai. Paling tidak Lou Yue mampu melatih Xiao Ming menjadi kuat dari sebelumnya itu sudah cukup baginya. Lou Yue tidak banyak berpendapat selain mengikuti kemauan Shua Xie, lagi pun Lou Yue sedang mengikuti Shua Xie saat ini. Jadi di mana Shua Xie berpijak di situ juga dia berdiri.
Ketika pagi tiba Shua Xie sudah memulai pemilihan orang yang akan mewakili pertandingan. Dan terpilih 3 orang kultivator yang akan mewakili keluarga Xiao bertarung nanti, yang paling utama ialag Xiao Ming cucu dari kepala suku, sisanya 2 orang petarung kultivator terbaik di desa Bintang. Dalam peraturan kepala keluarga Xiao dan Ye tidak boleh ikut bertarung, hanya generasi muda saja yang diperbolehkan. Persyaratan itu membuat kepala suku dan para petinggi desa sangat kesal.
Di saat waktu pelatihan baru saja di mulai, tiba-tiba muncul seorang anak perempuan kecil berumur 11 tahun. Dia adalah Xiao Mei adik dari Xiao Ming. Xiao Mei ini sangat ingin menjadi kultivator yang kuat hingga mampu melindungi desanya dari serangan apapun.
Xiao Mei berambut kecoklatan dengan mata berwarna hitam, dia menghampiri Shua Xie penuh keberanian. Sebelumnya ia menguping pembicaraan masalah keluarganya dan dia bertekad ingin membantu, jadi dia menghampiri ibu dan ayahnya serta kakeknya dan meminta izin ingin ikut bertanding. Tapi mereka menolak keras permintaan Xiao Mei, tentunya tidak mungkin seorang anak kecil melawan kultivator dewasa, yang adanya hanya mengantar nyawa sendiri.
"Kak Shua! Izinkan aku ikut bertarung melawan keluarga Ye! Aku sangat ingin membantu masalah keluarga!" ujarnya langsung ke intinya. Pada saat yang sama Shua Xie dan yang lainnya langsung melihat ke arah Xiao Mei.
"Mei'er apa yang kau katakan! Kau pikir kami sedang bermain-main! Cepat kembalilah ke rumah!" Xiao Ming menghampiri Xiao Mei dan mengusirnya sebelum Shua Xie berbicara.
"Tidak mau! Aku juga ingin berjuang membantu keluarga dan Kakak!" Tolak Xiao Mei kekeh.
"Mei'er ini bukan masalah kecil yang bisa diikut campurkan anak kecil! Ini masalah orang dewasa, sekarang pergilah! Lebih baik kau bermain dengan pelayan pribadimu!"
Xiao Mei memaling wajahnya kesal, dia tetap kekeh ingin membantu. Tidak ada yang bisa menghalanginya jika dia sudah berkemauan. Xiao Mei acuh dengan ucapan Xiao Ming, berjalan ia mendekati Shua Xie.
"Kak Shua mohon terima dan latih aku! Aku benar-benar ingin membantu masalah keluarga!" ujarnya penuh keseriusan dibalas tatapan dingin dari Shua Xie.
Lou Yue menghampiri Shua Xie lalu menepuk pundaknya, "Apa kau ingin aku mengembalikannya pada keluarganya?" bisik Lou Yue pelan pada Shua Xie.
Xiao Mei yang mendengar ucapan Lou Yue langsung bersujud di depan Shua Xie, "Mohon latih aku Kak!" tegasnya keras membuat yang lain tertegun kecuali Shua Xie.
Shua Xie masih menatapnya dingin membuat Xiao Mei berkeringat dingin, saat ini hanya Shua Xie lah satu-satunya harapannya.
"Keberanianmu sangat bagus! Tapi kau masih sangat lemah untuk melindungi keluargamu. Sebaiknya lupakan keinginanmu itu," balas Shua Xie sangat dingin membuat Xiao Mei tersentak. Dia sudah menduga kalau ini akan terjadi, tapi hatinya masih tidak bisa menerima kenyataannya.
"Berdiam diri dan tidak membuat onar sudah menjadi langka yang bagus. Kau berdiam saja sudah menjadi bantuan bagi keluargamu, jika kau ikut aku tidak menjamin kau akan hidup setelahnya." Lanjut Shua Xie lagi membuat perasaan Xiao Mei bercampur aduk antara sedih, kesal, marah, dan kecewa.
"Tapi ...." Shua Xie tersenyum kecil. Ucapan tapi membuat semua orang terkejut, tidak ada yang tahu apa Shua Xie akan menuruti permintaan Xiao Mei atau tidak.
"Tapi aku suka keberanianmu. Melihat tekadmu mengingatkanku pada masa kecilku. Aku bisa mempertimbangkan keinginan kecilmu asalkan kau tidak mengecwakanku. Dalam waktu lima hari kau harus bisa membuatku yakin, tapi jika tidak jangan pernah mengungkit kalau kau ingin melindungi keluargamu lagi!" Lanjut Shua Xie lagi.
Semua orang yang mendengarnya sangat tercengang saat itu. Tidak disangka jika Shua Xie yang begitu dingin mau melatih seorang anak kecil yang merepotkan. Padahal Xiao Ming sangat ingin dilatih Shua Xie, tapi dia tidak mendapat kesempatan itu. Bagaimana pun Xiao Ming sangat mengagumi kekuatan Shua Xie.
Di sisi lain Lou Yue hanya tersenyum kecil mendengar pilihan Shua Xie. Lou Yue tidak tahu kenapa Shua Xie ingin mengabulkan permintaan anak kecil itu, tapi Lou Yue yakin apa yang dipilih Shua Xie pasti jalan yang bagus untuk anak itu.
Xiao Mei menengadah menatap wajah Shua Xie penuh keharuan. Tanpa disadarinya air matanya mengalir, itu adalah air mata kebahagiaan. Selama ini Xiao Mei sangat ingin berlatih kultivasi, akhirnya ada seseorang yang mau melatihnya walau hanya sebentar.
Xiao Mei menghapus air matanya lalu memeluk pinggang Shua Xie, "Terimakasih Kakak! Terimakasih! Aku tidak akan mengecawakanmu! Terimakasih Kak!" ucapnya berulangkali.
Di sisi lain Xiao Ming mendekati Shua Xie ingin berbicara tapi saat melihat Shua Xie sedang memberinya kode dia menjadi bungkam.
'Kenapa Kak Shua mau melatih Mei'er?'
Shua Xie mengisyaratkan pada Lou Yue, Xiao Ming dan yang lainnya untuk tidak ikut campur masalahnya dengan Xiao Mei. Shua Xie memilik ide tersendiri untuk mengatasi Xiao Mei.
"Lou Yue aku akan pergi bersama anak ini. Kau latihlah tiga orang ini dengan baik, pastikan mereka menjadi kuat," ujar Shua Xie dibalas anggukan oleh Lou Yue.
"Kau adik kecil ikutlah denganku, aku ingin melihat seberapa besar potensimu. Kalau hanya keberanian saja itu tidak cukup untuk menjadi kuat!" Lanjut Shua Xie lagi seraya membawa Xiao Mei pergi.
Xiao Ming dan yang lainnya menatap kepergian Shua Xie tanpa berkata-kata lagi. Setelah Shua Xie sudah hilang dari pandangan, Xiao Ming mulai berkata, "Apa tidak apa-apa membiarkan Adik Mei'er ikut pertarungan hidup dan mati?"
"Shua tidak mengatakan kalau Xiao Mei boleh ikut pertandingan bukan," balas Lou Yue sambil tersenyum.
***
Shua Xie membawa Xiao Mei pergi ke sebuah tempat padang rumput yang sangat luas. Xiao Mei tidak tahu di mana dia sekarang tapi dia tidak gusar karena ia berada di samping Shua Xie. Asalkan dia bersama Shua Xie dia pasti akan selalu baik-baik saja.
"Sekarang sebutkan padaku kau memiliki aurah pelatihan spirit apa? Angin, es, api, tanah, petir atau air."
"Aurah pelatihan spirit ya. Aku tidak tahu aku memiliki aurah pelatihan spirit apa? Kak Xiao Ming memiliki spirit angin, apa aku juga spirit angin seperti Kak Ming?" gumam Xiao Mei.
Aurah pelatihan spirit ialah semacam elemen yang sudah dibawa dari lahir semacam elemen andalan. Dengan aurah pelatihan spirit maka kultivator akan mendalami aurah spiritnya. Seperti Lou Yue yang memiliki spirit bayangan gelap dan api hitam, maka Lou Yue akan mendalami jenis aurah spiritnya. Adapun orang-orang tertentu yang lahir dengan aurah spirit ganda.
Memiliki aurah spirit ganda merupakan anak jenius yang jarang ada. Nika presentasi 100% untuk kultivator satu aurah spirit, maka 20% presentasi untuk anak yang memiliki aurah spirit ganda.
Ada pun anak jenius yang hanya ada satu di antara yang lain, yang memiliki semua jenis elemen spirit. Jika mampu melatihnya maka kemungkinan ia bisa menjadi yang terkuat, tapi melatih semua jenis elemen spirit bukanlah hal yang mudah dilakukan. Butuh proses yang lama serta ketekunan yang kuat.
Shua Xie duduk sila di rumput lalu menatap Xiao Mei serius, "Jika tidak tahu maka cari tahulah! Duduk dan bertapalah, rasakan aurah spiritmu sendiri maka ia akan muncul di dahi sebagai tato spirit. Memang wajar jika anak perempuan seusiamu belum mengeluarkan aurah spirit."
Tato spirit sebagai simbol elemen spirit dari kultivator, tapi tato spirit hanya bisa dilihat oleh pemiliknya sendiri terkecuali para kultivator di tingkat tinggi. Orang-orang lemah tidak akan bisa melihat tato spirit kultivator lainnya.
Xiao Mei mengangguk paham, bertapa ia sesuai perintah yang Shua Xie katakan. Walau pun Shua Xie tidak menjelaskannya secara rinci tapi Xiao Mei pernah mempelajari semua itu dari buku perpustakaan keluarganya.
'Ini mudah! Aku pasti bisa! Jangan membuat Kak Shua kecewa!' Xiao Mei mulai bertapa dengan serius.
Shua Xie menatap datar Xiao Mie, "Rasakan spirit esensi kehidupanmu. Perlahan-lahan resapi dan rasakan, tato spiritmu akan muncul di dahimu. Hanya kau yang bisa merasakannya." Shua Xie memberikan intruksi.
Xiao Mei menghela nafas pelan, dengan sangat hati-hati ia mulai mencoba merasakan aurah spiritnya sendiri. Waktu terus berjalan, dari menit ke menit dari jam ke jam, Shua Xie masih setia menunggunya bertapa. Hari sudah mulai menjelang sore tapi belum ada pertanda aurah spirit dari pertapaan Xiao Mei.
Shua Xie hanya bisa menghela nafas pelan, 'Dipikir-pikir juga tidak mungkin anak kecil bisa merasakan aurah spiritnya dalam waktu satu hari. Pada umumnya anak seusia Xiao Mei seharusnya hanya memikirkan dunia bermain bukan dunia kultivasi.' Keluh Shua Xie.
Di dimensi lain Xiao Mei sedang berjalan di suatu tempat yang sangat luas. Sudah berjam-jam ia berjalan tapi ia belum menemukan apapun. Xiao Mei hampir menyerah karena tidak menemukan apapun. Tapi saat di ambang menyerah, tiba-tiba setitik salju menjatuhi kepalanya.
Xiao Mei menengadah ke atas dan melihat ada sebuah roh manusia yang terbelit rantai. Butiran salju itu keluar dari roh itu. Xiao Mei terkejut dia tidak roh siapa yang tersegel itu. Semakin lama salju samlin banyal dan sampai akhirnya salju itu sudah menutupi seluruh tubuh Xiao Mei.
Beberapa kali terdengar suara retakan dari rantai dan dinding formasi yang menyegel jiwa itu.
Dingin, itulah yang dirasakan Xiao Mei saat ini. Seluruh tubuhnya terasa dingin seakan ingin membeku saat itu juga. Xiao Mei mulai memberontak dalam tumpukan salju tapi percuma, bahkan salju itu malah mengeras dan mengunci pergerakan Xiao Mei.
"Apa yang terjadi denganku!?"
Setengah jam Xiao Mei terkurung dalam tumpukan salju akhirnya ia menyerah untuk memberontak. Tenaganya sudah habis dia gunakan untuk memberontak, dan sekarang tubuhnya benar-benar membeku dalam es. Tapi Xiao Mei masih bisa merasakan kesadarannya.
'Apakah aku akan mati tertimbun di sini?'
***
Shua Xie baru saja ingin membangunkan Xiao Mei dari pertapaannya. Shua Xie berpikir sudah waktunya dia membawa Xiao Mei pulang ke desa, pasti ke dua orang tua Xiao Mei sangat mencemaskannya. Tapi saat ia hendak menyentuhnya, tiba-tiba serpihan kristal es mulai keluar dari tubuh Xiao Mei, tapi proses penyelimutan es itu sangat lamban.
Shua Xie sangat terkejut saat itu, dia tahu serpihan es itu adalah serpihan dari aurah spirit Xiao Mei. Tapi yang lebih mengejutkan ialah kebenaran dari aurah spirit Xiao Mei.
"Ternyata dia memiliki tubuh kristal es. Dari pemahaman ilahi yang aku miliki, tubuh kristal es adalah tubuh Yin yang sangat langka. Pemilik spirit kristal es pasti akan menjadi kultivator terhebat dari semua elemen, jika dia mendapat pelatihan khusus. Tapi sepertinya tato aurah sudah disegel seseorang!?" gumam Shua Xie seraya memegang dagunya.
"Tidak bisa dibiarkan! Aku harus membantunya membuka segelnya! Aku akan memberikan sedikit tekanan pembuka formasi yang aku ketahui." Shua Xie mendekati Xiao Mei dan duduk tepat di belakangnya.
Shua Xie menyentuh punggung Xiao Mei dengan ke dua tangannya, lalu menyebutkan satu kata latin kuno China. Satu kata itu muncul di punggung Xiao Mei dan mulai bersinar emas. Dengan sangat hati-hati Shua Xie mengalirkan sesuatu ke dalam tubuh Xiao Mei yang membuat serpihan kristal es berkerja menjadi lebih cepat dari sebelumnya.
Beberapa menit berlalu Shua Xie masih terus membantu Xiao Mei membuka segelan tato spiritnya. Tapi walau pun Shua Xie sudah membantunya tidak tahu bagaimana Xiao Mei menghadapinya di sana. Semua tergantung dari Xiao Mei, Shua Xie hanya bisa membantunya dari luar.
Semakin lama Shua Xie semakin lelah, tubuhnya terasa seperti tercabik-cabik sesuatu. Melakukan jurus pembuka segel tato spirit yang pertama kali sangat memakan tenaga, apalagi kekuatan Shua Xie saat ini sudah sampai di batas kemampuannya. Shua Xie hanya bisa terus memaksakan dirinya sampai akhirnya ia mulai batuk. Darah mengalir dari sudut pinggir bibirnya.
"Tidak boleh berhenti! Sedikit lagi aku bisa melewati batasanku! Walau pun jurus ini baru aku pertama kali aku gunakan! Ternyata membawa dampak yang begitu besar padaku. Sekarang empat meredianku sudah terluka, jika diteruskan maka lain juga akan terluka. Tapi jika berhenti Xiao Mei tidak akan bisa membuka segel tato spiritnya! Sial siapa sih yang menyegel tato spirit Xiao Mei!?"
.
.
.
.
.
Bersambung
sampai bertemu di bab berikutnya ^-^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
typo thorr kalimat " dia tidak tahu roh siapa", sama " semakin lama salju semakin banyak".
2022-02-18
0
irin
like..
2021-04-17
0
irin
like
2021-04-17
0