Bab telah direvisi, jika ada typo silakan komen
_____________________________
Acara perjamuan makan malam sudah berlansung dari 2 jam yang lalu. Kaisar terus berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya sambil memperkenalkan para Putrinya kepada bangsawan negara tetangga. Kaisar memperkenalkan ke tiga Putrinya, yaitu Wang Xinian Putri pertama, Shan Qiayu putri ke empat dan Shua Xie putri ke lima.
Acara kali ini dihadiri 4 bangsawan dari 4 negara tetangga, tapi 4 bangsawan ini bukanlah bangsawan besar yang berkuasa di negara mereka. Rata-rata mereka adalah bangsawan perdana menteri dari keluarga bangsawan besar. Tapi Kaisar tidak mempermasalahkan itu, yang penting bisa memiliki topangan jika suatu saat negara Xuilin mengalami masalah besar.
"Kaisar memiliki Putri cantik dan manis. Pastilah keturunan mereka nanti akan cantik seperti ibunya dan tampan seperti ayahnya," puji Perdana Menteri Chang Guan terkesima melihat calon menantunya begitu cantik.
Perdana Menteri Chang Guan berasal dari negara Cuzzia. Dia adalah Perdana Menteri kerajaan besar Cuzzia.
Kaisar tertawa kecil, "Terima kasih atas pujian, Tuan Chang."
"Tapi sayangnya Putri ke Lima cacat. Jika saja tidak cacat pasti akan saya menjodohkannya pada anakku," sahut Perdana Menteri Wa Roung. Wa Roung sendiri dari negara Shuji memiliki jabatan lumayan besar di negara Shuji.
"Benar, Putri ke lima lebih cantik dan manis daripada Kakaknya. Sepertinya Putri ke Lima adalah gadis yang polos." Duke Xiao Long juga ikut menambahkan. Duke Xiao Long bangsawan Xiao dari negara Dilie, memiliki hubungan erat dengan kementerian Kerajaan besar Dilie.
Perdana Menteri Yhujuan Xin tertawa kecil, "Benar, sayang sekali Kaisar tidak mengizikan Putri ke Lima menikah. Apa Kaisar Feng Kim sudah memiliki jodoh lain untuk Putri ke lima?"
Kaisar tertawa canggung, "Hahaha ... Putri ke Lima tidak suka dijodohkan. Dia bilang tidak ingin menyusahkan suaminya nanti. Shua Xie itu memang polos dan lugu, dia paling tidak suka merepotkan orang lain."
Shua Xie menatap datar ke 4 bangsawan yang tengah berbincang dengan Kaisar. Walaupun jarak Shua Xie dari Kaisar sedikit jauh, tapi Shua Xie masih bisa mendengar apa yang sedang dibicarakan mereka. Shua Xie menjadi sedikit terkesan ketika Kaisar memberikan alasan untuk melindungi Shua Xie.
'Begitu ya. Takut rencananya rusak sebab itulah dia berbohong,' ujar Shua Xie dalam hatinya.
"Pura-pura buta juga tidak ada salahnya. Buta atau melihat tetap saja sama," gumam Shua Xie pelan. Sewaktu pertemuan Shua Xie dan Kaisar sebelum acara di mulai, Kaisar mengatakan bahwa dia akan mengatakan Putri Shua Xie buta. Pernyataan itu Kaisar lakukan demi menutupi tentang kebenaran mata Shua Xie.
Di saat yang bersamaan Putri pertama menatap Shua Xie begitu kesal sebab Perdanan Menteri calon mertuanya lebih memuji Shua Xie dari pada dirinya.
"Dasar Shua Xie jalang! Dia tidak hanya mengerjaiku tapi juga berusaha merebut perhatian semua orang!" umpat Shan Xinian sambil menggigit bibir bawahnya.
Selir pertama menepuk pundak putrinya, "Walaupun mereka memuji Shua Xie, tapi tetap saja Shua Xie tidak mendapat keuntungan. Di mata mereka Shua Xie adalah gadis cacat yang polos, jadi jangan khawatir. Masalah mengerjai baju, kita juga akan membalas ketika acara sudah selesai. Ibu juga tidak menyangka si jalang itu berani membuatmu memakai baju yang kukirimkan untuknya." Selir Pertama menatap Shua Xie tajam.
Sebenarnya sebelum acara dimulai, Wang Xinian sempat mendapat tamparan keras dari Kaisar sewaktu Kaisar berkunjung ke paviliun Wang Xinian. Kaisar pada waktu itu berniat memberikan tusuk konde warisan keluarganya pada Wang Xinian, tapi setelah melihat pakaian Wang Xinian yang begitu terbuka, Kaisar begitu murka sampai menampar dan mengatai Wang Xinian ingin menjadi wanita murahan. Kaisar juga menghukum para pelayan pribadi Wang Xinian karena tidak memperhatikan pakaian tuan mereka.
Wang Xinian merasa begitu malu dan marah pada Kaisar. Setelah Kaisar pergi dari kamarnya, Wang Xinian langsung melaporkan kepada ibunya Selir pertama tanpa mengganti terlebih dahulu bajunya. Saat Wang Xinian datang mengadu betapa terkejutnya Selir pertama melihat pakaian Wang Xinian yang seharusnya dikenakan Shua Xie digunakan putrinya. Selir pertama terus menenangkan Wang Xinian dan menjelaskan bahwa baju itu memang kiriman darinya, tapi bukan untuk Wang Xinian melainkan untuk Shua Xie. Wang Xinian pun marah besar berniat akan membalas Shua Xie berkali lipat sesudah acara selesai.
"Lebih baik kau berusaha tampil terbaik dulu dari Putri ke Empat dan selir ke Tiga. Dia lebih berbahaya daripada Shua Xie saat ini, lihatlah mereka juga dipuji para tamu bangsawan dan berlaga begitu lembut dan mencari perhatian. Aku tidak tahu rencana busuk apa yang akan digunakan mereka. Tapi jika para tamu undangan begitu menyukai mereka, ibu takut jabatan Putri Utama akan direbut Putri ke Empat." Sambung Selir pertama dengan nada serius.
Wang Xinian menghela nafas berat lalu mengangguk setuju dengan ucapan ibunya. Mau bagaimana pun saat ini Putri ke Empat dan selir ke tiga memang sangat berbahaya bisa-bisa merebut posisi Putri Utama yang selalu didambakan Wang Xinian dari kecil.
***
Chi Su menuangkan teh ke cangkir Shua Xie sambil mencuri-curi pandangan melihat Shua Xie betapa tenang dan berkarismanya majikannya malam ini. Shua Xie begitu tenang ketika beberapa tamu undangan bangsawan mengatai Shua Xie cacat (buta) tidak akan bisa menikahi pangeran kerajaan sebab tidak ada pangeran yang mau menikahi Putri cacat.
Tapi walaupun mereka terus membicarakan Shua Xie, dia selalu tetap tenang berusaha menunjukkan sikap dewasanya tidak seperti di dunia modern Shua Xie pasti akan langsung menghajar siapa pun yang membicarakannya tanpa tahu kebenaran tentang dirinya.
Shua Xie mengambil cangkir yang sudah terisi teh, "Kenapa Chi Su? Kenapa kau terus menatapku? Apa ada yang salah dengan penampilanku malam ini?" tanya Shua Xie setelah menyeruput tehnya.
Chi Su langsung gelagapan setelah Shua Xie mengetahui bahwa dia telah menatapnya.
"Ti-tidak Nona, hamba tidak berani menilai jelek penampilan Nona," jawab Chi Su gugup.
"Huh ... apa aku terlihat menyeramkan di matamu Chi Su sampai kau gelagapan begitu?" Shua Xie menaruh cangkirnya kembali ke meja.
"Ti-tidak, tidak Nona. Hamba bersalah hukumlah hamba karena telah berani menatap anda."
Shua Xie tertawa kecil, "Hahaha ... kamu ini. Bagaimana mana mungkin aku menghukum orang yang selalu baik denganku? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun di mataku. Tapi jelaskan kenapa kamu menatapku tadi? Apa yang sedang kamu pikirkan tentangku? Jawab saja dengan jujur aku tidak akan memakanmu."
Chi Su menjadi tambah gelagapan ternyata Shua Xie tahu bahwa Chi Su sedang memikirkan tentangnya.
"Hamba cuma berpikir kenapa Nona bisa tenang sekali setelah mendengar banyak yang mengatai Nona adalah Putri cacat. Tidak hanya tamu, bahkan Putri ke Empat dan Putri Pertama juga mengatai Nona Putri cacat yang tidak berguna."
Shua Xie tersenyum kecil mendengar jawaban dari Chi Su, "Buat apa memikirkan tentang perkataan mereka? Jelas mereka tidak tahu kebenarannya tentangku. Meladeni mereka hanya akan membuang-buang waktu saja. Lagi pula Kaisar sendiri yang mengatakan aku cacat tidak bisa melihat," jawab Shua Xie penuh ketenangan.
"Benar yang dikatakan Nona. Mereka memang tidak tahu kebenaran tentang Nona. Nona yang begitu jenius tidak pantas untuk meladeni mereka."
Shua Xie tersenyum sambil mengambil kue di hadapannya lalu memakannya. Shua Xie juga sebenarnya sangat marah mendengar mereka mengatainya cacat dan tidak berguna, tapi Shua Xie tetap berusaha sabar sebab tidak ingin merusak rencananya. Mau bagaimana pun berpura-pura buta juga adalah pilihan yang tepat untuk melindungi kebenaran tentang matanya yang dianggap sebagai kutukan.
"Anggap saja mereka tidak senang melihat giok sepertiku begitu bersinar dari mereka. Lagi pula semua orang yang pintar juga akan tahu bahwa Putri ke Empat dan Putri Pertama itu seperti giok berharga yang ditukar dengan sebatang tiang yang kapan saja bisa patah. Aku yakin suatu hari nanti mereka akan menyesal telah menukar giok mereka dengan tiang yang tidak berharga." Shua Xie menatap Selir ke Tiga dan Putri ke Empat langsung teringat bagaimana pemilik tubuh asli yang dia tempati mati begitu tragis tanpa ada belas kasihan dari dua wanita kejam itu.
'Akan kubalas Putri ke Empat dan Selir Ke Tiga karena sudah melukai pemilik tubuh ini sampai meninggal. Mereka akan merasakan bagaimana neraka dunia, sampai tidak punya pilihan hidup segan mati tak mau.'
Saat sedang asik menatap Putri ke empat, tiba-tiba seorang pelayan berteriak kencang. Semua orang langsung tertuju pada pusat suara apalagi Shua Xie yang begitu dekat dengan pelayan itu.
"Tolong Nona Hanabi pingsan!" teriak pelayan itu sambil menopang kepala Tuannya. Putri Hanabi adalah Putri dari bangsawan Perdana Menteri Yhujuan Xin.
Shua Xie langsung berdiri segera menghampiri Putri Hanabi yang tidak jauh darinya. Shua Xie langsung memegang denyut nadinya dan memeriksa mulutnya.
"Cepat panggil tabib kerajaan!" teriak para tamu.
Kaisar dan para Perdana Menteri juga langsung menuju tempat keributan begitu juga dengan saudari Shua Xie, selir pertama dan selir ke tiga.
Shua Xie mengerutkan keningnya, "Nona Hanabi terkena racun. Lidahnya mulai membiru, tenggorokannya juga mulai membengkak. Kenapa Nona Hanabi bisa terkena racun? Siapa yang tega memberinya racun?" gumam Shua Xie sedikit terkejut.
Perdana Menteri Yhujuan Xin menatap putrinya terkejut dan langsung memeluk Putrinya, "Putriku Hanabi kenapa? Apa yang terjadi dengannya!" teriak Perdana Menteri Yhujuan Xin.
"Dia terkena racun," jawab Shua Xie.
"Racun? Kenapa bisa putriku terkena racun?"
Shua Xie beralih menatap makanan dan minuman yang dimakan Nona Hanabi lalu mengendus bau dari makanan tersebut.
'Ada bau racun pada makanan ini,' ucap Shua Xie dalam hatinya.
"Kaisar Feng Kim, bagaimana bisa makanan jamuan anda ada racun! Apa anda berniat membunuh kami semua!" seru Perdana Menteri Yhujuan Xin penuh kemarahan.
"Paman Yhujuan lebih baik segera memeriksa Nona Hanabi dari pada berteriak marah. Marah pun tidak akan ada gunanya." Saran Shua Xie sambil memeriksa tubuh Nona Hanabi lagi.
Perdana Menteri Yhujuan Xin tertegun, "Putri Shua Xie apa kamu tahu ilmu medis?"
"Saya tahu tapi tidak seberapa," jawab Shua Xie.
"Tolong sembuhkan putri saya! Saya akan memberikan berapa pun uang yang kamu mau asalkan kamu bisa menyembuhkan putriku."
Shua Xie mengangguk, "Masalah uang bisa nanti, keselamatan Nona inilebih baik."
Putri Wang Xinian menatap Shua Xie terkejut, sebab tidak pernah tahu bahwa Shua Xie bisa tahu ilmu medis.
"Paman Yhujuan! Jangan percaya Shua Xie. Dia itu adalah orang buta yang bodoh, mana mungkin dia bisa mengobati," seru Wang Xinian keras.
Selir Pertama menarik bahu Shua Xie keras, "Kamu tahu apa yang kamu lakukan Shua Xie? Jangan berlaga sok tahu kamu, ucapanmu tadi hanya akan membuat kerajaan kita semakin terlihat buruk. Cepat panggil tabib istana dan kurung Putri Shua Xie dalam gudang biar dia merenungi kesalahannya!"
"Shua Xie jangan sembarangan berbicara!" Shan Qianyu juga ikut berseru sebab dia tidak percaya kalau Shua Xie bisa ilmu medis.
Shua Xie menepis kasar tangan Selir pertama lalu mengeluarkan 1 jarum akupuntur, "Lebih baik Selir Pertama dan Putri Pertama memeriksa dapur dan mencari tahu siapa yang memberikan racun di makanan Nona Hanabi dari pada mengurusku. Keselamatan tamu undangan lebih penting dari pada memarahiku!"
"Lancang sekali mulutmu Shua Xie berbicara seperti itu kepada keluargamu sendiri!" teriak Selir Pertama.
"Racun ini akan menyebar dalam waktu cepat! Jika tidak segera menutup akupunturnya Nona Hanabi bisa meninggal saat ini juga! Apa Selir Pertama mau menanggung jika Nona Hanabi meninggal!? Kita sebagai pihak tuan rumah harus segera mengambil tindakan! Kalau anda tidak bisa melakukan apapun lebih baik diam daripada berbicara yang tidak ada gunanya!" balas Shua Xie sangat tajam.
"Kau jalang sialan beraninya memarahi Ibuku!" Wang Xinian hendak menampar Shua Xie tapi tertahan tangan Perdana Menteri Yhujuan Xin.
"Kalian dengarkan Putri Shua Xie! Dia begitu cerdas dan baik mau membersihkan nama baik kerajaannya tapi kalian malah bertindak bodoh. Saya peringatkan pada kalian jika putriku Hanabi meninggal maka bisnis kita gagal! Tidak hanya itu saya juga akan menganggap Kekaisaran Xuilin sebagai musuh besar karena tidak bisa menjaga keamanan makanan para tamu!" tegas Perdana Menteri Yhujuan Xin dingin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
Selir ini memang tukang cari gara2, sirik aja kalo Shua Xie tahu ilmu medis. makanya jangan selalu rendahin orang
2022-02-18
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
hidup kerajaan yang penuh kolusi dan intrik. ingin mencari perhatian, ingin mencari kekuasaan, menjilat status yg lebih tinggi.😒 selamat berjuang di lingkup seperti itu Shua Xie!!
2022-02-18
0
rjxchel
pen bunuh yu selir 🙂🔪
2021-06-18
0