Bab 5

Bab telah direvisi, jika ada typo silakan komen

_____________________________

Acara perjamuan makan malam sudah berlansung dari 2 jam yang lalu. Kaisar terus berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya sambil memperkenalkan para Putrinya kepada bangsawan negara tetangga. Kaisar memperkenalkan ke tiga Putrinya, yaitu Wang Xinian Putri pertama, Shan Qiayu putri ke empat dan Shua Xie putri ke lima.

Acara kali ini dihadiri 4 bangsawan dari 4 negara tetangga, tapi 4 bangsawan ini bukanlah bangsawan besar yang berkuasa di negara mereka. Rata-rata mereka adalah bangsawan perdana menteri dari keluarga bangsawan besar. Tapi Kaisar tidak mempermasalahkan itu, yang penting bisa memiliki topangan jika suatu saat negara Xuilin mengalami masalah besar.

"Kaisar memiliki Putri cantik dan manis. Pastilah keturunan mereka nanti akan cantik seperti ibunya dan tampan seperti ayahnya," puji Perdana Menteri Chang Guan terkesima melihat calon menantunya begitu cantik.

Perdana Menteri Chang Guan berasal dari negara Cuzzia. Dia adalah Perdana Menteri kerajaan besar Cuzzia.

Kaisar tertawa kecil, "Terima kasih atas pujian, Tuan Chang."

"Tapi sayangnya Putri ke Lima cacat. Jika saja tidak cacat pasti akan saya menjodohkannya pada anakku," sahut Perdana Menteri Wa Roung. Wa Roung sendiri dari negara Shuji memiliki jabatan lumayan besar di negara Shuji.

"Benar, Putri ke lima lebih cantik dan manis daripada Kakaknya. Sepertinya Putri ke Lima adalah gadis yang polos." Duke Xiao Long juga ikut menambahkan. Duke Xiao Long bangsawan Xiao dari negara Dilie, memiliki hubungan erat dengan kementerian Kerajaan besar Dilie.

Perdana Menteri Yhujuan Xin tertawa kecil, "Benar, sayang sekali Kaisar tidak mengizikan Putri ke Lima menikah. Apa Kaisar Feng Kim sudah memiliki jodoh lain untuk Putri ke lima?"

Kaisar tertawa canggung, "Hahaha ... Putri ke Lima tidak suka dijodohkan. Dia bilang tidak ingin menyusahkan suaminya nanti. Shua Xie itu memang polos dan lugu, dia paling tidak suka merepotkan orang lain."

Shua Xie menatap datar ke 4 bangsawan yang tengah berbincang dengan Kaisar. Walaupun jarak Shua Xie dari Kaisar sedikit jauh, tapi Shua Xie masih bisa mendengar apa yang sedang dibicarakan mereka. Shua Xie menjadi sedikit terkesan ketika Kaisar memberikan alasan untuk melindungi Shua Xie.

'Begitu ya. Takut rencananya rusak sebab itulah dia berbohong,' ujar Shua Xie dalam hatinya.

"Pura-pura buta juga tidak ada salahnya. Buta atau melihat tetap saja sama," gumam Shua Xie pelan. Sewaktu pertemuan Shua Xie dan Kaisar sebelum acara di mulai, Kaisar mengatakan bahwa dia akan mengatakan Putri Shua Xie buta. Pernyataan itu Kaisar lakukan demi menutupi tentang kebenaran mata Shua Xie.

Di saat yang bersamaan Putri pertama menatap Shua Xie begitu kesal sebab Perdanan Menteri calon mertuanya lebih memuji Shua Xie dari pada dirinya.

"Dasar Shua Xie jalang! Dia tidak hanya mengerjaiku tapi juga berusaha merebut perhatian semua orang!" umpat Shan Xinian sambil menggigit bibir bawahnya.

Selir pertama menepuk pundak putrinya, "Walaupun mereka memuji Shua Xie, tapi tetap saja Shua Xie tidak mendapat keuntungan. Di mata mereka Shua Xie adalah gadis cacat yang polos, jadi jangan khawatir. Masalah mengerjai baju, kita juga akan membalas ketika acara sudah selesai. Ibu juga tidak menyangka si jalang itu berani membuatmu memakai baju yang kukirimkan untuknya." Selir Pertama menatap Shua Xie tajam.

Sebenarnya sebelum acara dimulai, Wang Xinian sempat mendapat tamparan keras dari Kaisar sewaktu Kaisar berkunjung ke paviliun Wang Xinian. Kaisar pada waktu itu berniat memberikan tusuk konde warisan keluarganya pada Wang Xinian, tapi setelah melihat pakaian Wang Xinian yang begitu terbuka, Kaisar begitu murka sampai menampar dan mengatai Wang Xinian ingin menjadi wanita murahan. Kaisar juga menghukum para pelayan pribadi Wang Xinian karena tidak memperhatikan pakaian tuan mereka.

Wang Xinian merasa begitu malu dan marah pada Kaisar. Setelah Kaisar pergi dari kamarnya, Wang Xinian langsung melaporkan kepada ibunya Selir pertama tanpa mengganti terlebih dahulu bajunya. Saat Wang Xinian datang mengadu betapa terkejutnya Selir pertama melihat pakaian Wang Xinian yang seharusnya dikenakan Shua Xie digunakan putrinya. Selir pertama terus menenangkan Wang Xinian dan menjelaskan bahwa baju itu memang kiriman darinya, tapi bukan untuk Wang Xinian melainkan untuk Shua Xie. Wang Xinian pun marah besar berniat akan membalas Shua Xie berkali lipat sesudah acara selesai.

"Lebih baik kau berusaha tampil terbaik dulu dari Putri ke Empat dan selir ke Tiga. Dia lebih berbahaya daripada Shua Xie saat ini, lihatlah mereka juga dipuji para tamu bangsawan dan berlaga begitu lembut dan mencari perhatian. Aku tidak tahu rencana busuk apa yang akan digunakan mereka. Tapi jika para tamu undangan begitu menyukai mereka, ibu takut jabatan Putri Utama akan direbut Putri ke Empat." Sambung Selir pertama dengan nada serius.

Wang Xinian menghela nafas berat lalu mengangguk setuju dengan ucapan ibunya. Mau bagaimana pun saat ini Putri ke Empat dan selir ke tiga memang sangat berbahaya bisa-bisa merebut posisi Putri Utama yang selalu didambakan Wang Xinian dari kecil.

***

Chi Su menuangkan teh ke cangkir Shua Xie sambil mencuri-curi pandangan melihat Shua Xie betapa tenang dan berkarismanya majikannya malam ini. Shua Xie begitu tenang ketika beberapa tamu undangan bangsawan mengatai Shua Xie cacat (buta) tidak akan bisa menikahi pangeran kerajaan sebab tidak ada pangeran yang mau menikahi Putri cacat.

Tapi walaupun mereka terus membicarakan Shua Xie, dia selalu tetap tenang berusaha menunjukkan sikap dewasanya tidak seperti di dunia modern Shua Xie pasti akan langsung menghajar siapa pun yang membicarakannya tanpa tahu kebenaran tentang dirinya.

Shua Xie mengambil cangkir yang sudah terisi teh, "Kenapa Chi Su? Kenapa kau terus menatapku? Apa ada yang salah dengan penampilanku malam ini?" tanya Shua Xie setelah menyeruput tehnya.

Chi Su langsung gelagapan setelah Shua Xie mengetahui bahwa dia telah menatapnya.

"Ti-tidak Nona, hamba tidak berani menilai jelek penampilan Nona," jawab Chi Su gugup.

"Huh ... apa aku terlihat menyeramkan di matamu Chi Su sampai kau gelagapan begitu?" Shua Xie menaruh cangkirnya kembali ke meja.

"Ti-tidak, tidak Nona. Hamba bersalah hukumlah hamba karena telah berani menatap anda."

Shua Xie tertawa kecil, "Hahaha ... kamu ini. Bagaimana mana mungkin aku menghukum orang yang selalu baik denganku? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun di mataku. Tapi jelaskan kenapa kamu menatapku tadi? Apa yang sedang kamu pikirkan tentangku? Jawab saja dengan jujur aku tidak akan memakanmu."

Chi Su menjadi tambah gelagapan ternyata Shua Xie tahu bahwa Chi Su sedang memikirkan tentangnya.

"Hamba cuma berpikir kenapa Nona bisa tenang sekali setelah mendengar banyak yang mengatai Nona adalah Putri cacat. Tidak hanya tamu, bahkan Putri ke Empat dan Putri Pertama juga mengatai Nona Putri cacat yang tidak berguna."

Shua Xie tersenyum kecil mendengar jawaban dari Chi Su, "Buat apa memikirkan tentang perkataan mereka? Jelas mereka tidak tahu kebenarannya tentangku. Meladeni mereka hanya akan membuang-buang waktu saja. Lagi pula Kaisar sendiri yang mengatakan aku cacat tidak bisa melihat," jawab Shua Xie penuh ketenangan.

"Benar yang dikatakan Nona. Mereka memang tidak tahu kebenaran tentang Nona. Nona yang begitu jenius tidak pantas untuk meladeni mereka."

Shua Xie tersenyum sambil mengambil kue di hadapannya lalu memakannya. Shua Xie juga sebenarnya sangat marah mendengar mereka mengatainya cacat dan tidak berguna, tapi Shua Xie tetap berusaha sabar sebab tidak ingin merusak rencananya. Mau bagaimana pun berpura-pura buta juga adalah pilihan yang tepat untuk melindungi kebenaran tentang matanya yang dianggap sebagai kutukan.

"Anggap saja mereka tidak senang melihat giok sepertiku begitu bersinar dari mereka. Lagi pula semua orang yang pintar juga akan tahu bahwa Putri ke Empat dan Putri Pertama itu seperti giok berharga yang ditukar dengan sebatang tiang yang kapan saja bisa patah. Aku yakin suatu hari nanti mereka akan menyesal telah menukar giok mereka dengan tiang yang tidak berharga." Shua Xie menatap Selir ke Tiga dan Putri ke Empat langsung teringat bagaimana pemilik tubuh asli yang dia tempati mati begitu tragis tanpa ada belas kasihan dari dua wanita kejam itu.

'Akan kubalas Putri ke Empat dan Selir Ke Tiga karena sudah melukai pemilik tubuh ini sampai meninggal. Mereka akan merasakan bagaimana neraka dunia, sampai tidak punya pilihan hidup segan mati tak mau.'

Saat sedang asik menatap Putri ke empat, tiba-tiba seorang pelayan berteriak kencang. Semua orang langsung tertuju pada pusat suara apalagi Shua Xie yang begitu dekat dengan pelayan itu.

"Tolong Nona Hanabi pingsan!" teriak pelayan itu sambil menopang kepala Tuannya. Putri Hanabi adalah Putri dari bangsawan Perdana Menteri Yhujuan Xin.

Shua Xie langsung berdiri segera menghampiri Putri Hanabi yang tidak jauh darinya. Shua Xie langsung memegang denyut nadinya dan memeriksa mulutnya.

"Cepat panggil tabib kerajaan!" teriak para tamu.

Kaisar dan para Perdana Menteri juga langsung menuju tempat keributan begitu juga dengan saudari Shua Xie, selir pertama dan selir ke tiga.

Shua Xie mengerutkan keningnya, "Nona Hanabi terkena racun. Lidahnya mulai membiru, tenggorokannya juga mulai membengkak. Kenapa Nona Hanabi bisa terkena racun? Siapa yang tega memberinya racun?" gumam Shua Xie sedikit terkejut.

Perdana Menteri Yhujuan Xin menatap putrinya terkejut dan langsung memeluk Putrinya, "Putriku Hanabi kenapa? Apa yang terjadi dengannya!" teriak Perdana Menteri Yhujuan Xin.

"Dia terkena racun," jawab Shua Xie.

"Racun? Kenapa bisa putriku terkena racun?"

Shua Xie beralih menatap makanan dan minuman yang dimakan Nona Hanabi lalu mengendus bau dari makanan tersebut.

'Ada bau racun pada makanan ini,' ucap Shua Xie dalam hatinya.

"Kaisar Feng Kim, bagaimana bisa makanan jamuan anda ada racun! Apa anda berniat membunuh kami semua!" seru Perdana Menteri Yhujuan Xin penuh kemarahan.

"Paman Yhujuan lebih baik segera memeriksa Nona Hanabi dari pada berteriak marah. Marah pun tidak akan ada gunanya." Saran Shua Xie sambil memeriksa tubuh Nona Hanabi lagi.

Perdana Menteri Yhujuan Xin tertegun, "Putri Shua Xie apa kamu tahu ilmu medis?"

"Saya tahu tapi tidak seberapa," jawab Shua Xie.

"Tolong sembuhkan putri saya! Saya akan memberikan berapa pun uang yang kamu mau asalkan kamu bisa menyembuhkan putriku."

Shua Xie mengangguk, "Masalah uang bisa nanti, keselamatan Nona inilebih baik."

Putri Wang Xinian menatap Shua Xie terkejut, sebab tidak pernah tahu bahwa Shua Xie bisa tahu ilmu medis.

"Paman Yhujuan! Jangan percaya Shua Xie. Dia itu adalah orang buta yang bodoh, mana mungkin dia bisa mengobati," seru Wang Xinian keras.

Selir Pertama menarik bahu Shua Xie keras, "Kamu tahu apa yang kamu lakukan Shua Xie? Jangan berlaga sok tahu kamu, ucapanmu tadi hanya akan membuat kerajaan kita semakin terlihat buruk. Cepat panggil tabib istana dan kurung Putri Shua Xie dalam gudang biar dia merenungi kesalahannya!"

"Shua Xie jangan sembarangan berbicara!" Shan Qianyu juga ikut berseru sebab dia tidak percaya kalau Shua Xie bisa ilmu medis.

Shua Xie menepis kasar tangan Selir pertama lalu mengeluarkan 1 jarum akupuntur, "Lebih baik Selir Pertama dan Putri Pertama memeriksa dapur dan mencari tahu siapa yang memberikan racun di makanan Nona Hanabi dari pada mengurusku. Keselamatan tamu undangan lebih penting dari pada memarahiku!"

"Lancang sekali mulutmu Shua Xie berbicara seperti itu kepada keluargamu sendiri!" teriak Selir Pertama.

"Racun ini akan menyebar dalam waktu cepat! Jika tidak segera menutup akupunturnya Nona Hanabi bisa meninggal saat ini juga! Apa Selir Pertama mau menanggung jika Nona Hanabi meninggal!? Kita sebagai pihak tuan rumah harus segera mengambil tindakan! Kalau anda tidak bisa melakukan apapun lebih baik diam daripada berbicara yang tidak ada gunanya!" balas Shua Xie sangat tajam.

"Kau jalang sialan beraninya memarahi Ibuku!" Wang Xinian hendak menampar Shua Xie tapi tertahan tangan Perdana Menteri Yhujuan Xin.

"Kalian dengarkan Putri Shua Xie! Dia begitu cerdas dan baik mau membersihkan nama baik kerajaannya tapi kalian malah bertindak bodoh. Saya peringatkan pada kalian jika putriku Hanabi meninggal maka bisnis kita gagal! Tidak hanya itu saya juga akan menganggap Kekaisaran Xuilin sebagai musuh besar karena tidak bisa menjaga keamanan makanan para tamu!" tegas Perdana Menteri Yhujuan Xin dingin.

Terpopuler

Comments

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Selir ini memang tukang cari gara2, sirik aja kalo Shua Xie tahu ilmu medis. makanya jangan selalu rendahin orang

2022-02-18

0

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

hidup kerajaan yang penuh kolusi dan intrik. ingin mencari perhatian, ingin mencari kekuasaan, menjilat status yg lebih tinggi.😒 selamat berjuang di lingkup seperti itu Shua Xie!!

2022-02-18

0

rjxchel

rjxchel

pen bunuh yu selir 🙂🔪

2021-06-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Q&A Part 1 (Bukan Update)
176 Bab 175
177 Bab 176
178 Bab 177
179 Bab 178
180 Bab 179
181 Bab 180
182 Bab 181
183 Bab 182
184 Bab 183
185 Bab 184
186 Bab 185
187 Bab 186
188 Bab 187
189 Bab 188
190 Bab 189
191 Bab 190
192 Bab 191
193 Bab 192
194 Bab 193
195 Bab 194
196 Bab 195
197 Bab 196
198 Bab 197
199 Bab 198
200 000
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Q&A Part 1 (Bukan Update)
176
Bab 175
177
Bab 176
178
Bab 177
179
Bab 178
180
Bab 179
181
Bab 180
182
Bab 181
183
Bab 182
184
Bab 183
185
Bab 184
186
Bab 185
187
Bab 186
188
Bab 187
189
Bab 188
190
Bab 189
191
Bab 190
192
Bab 191
193
Bab 192
194
Bab 193
195
Bab 194
196
Bab 195
197
Bab 196
198
Bab 197
199
Bab 198
200
000

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!