Bab 15

Hei jangan lupa beri like ya ^-^

________________________________

"Hais menarik, tidak aku sangka ada gadis ingin menjadi buronan," ujar pria itu sambil menyeruput araknya.

Tidak lama pelayan datang membawa 2 botol arak dengan 1 gelas kecil. Pelayan itu menuangkan arak ke gelas lalu memberikannya kepada Shua Xie. Shua Xie menerimanya dengan sungkan lalu meneguknya tanpa merasa ada rasa salah. Ini kali pertamanya Shua Xie meminum arak.

"Wah rupanya arak enak juga. Tapi arak ini sedikit pahit," gumam Shua Xie setelahnya ia meneguk lagi secangkir arak.

"Buronan ya? Aku lupa kalau aku juga seorang buronan." Lanjut Shua Xie lagi membuat pria bertudung itu sedikit tersentak.

"Hahaha ... gadis manis sepertimu pernah melakukan hal jahat apa sampai menjadi buronan."

Shua Xie memukul meja membuat pria bertudung itu terkejut lagi mengira kalau Shua Xie akan marah karena dia mengatai Shua Xie gadis manis.

"Tanganku ini sudah banyak membunuh orang. Wajahku memang cantik tapi tidak menutup kemungkinan aku ini gadis beracun," gumam Shua Xie sambil menuang arak ke dalam gelasnya.

"Menarik, ternyata ada juga gadis unik sepertimu. Aku penasaran kejahatan besar apa yang pernah kau lakukan," tanya pria itu.

Shua Xie tertawa sinis, "Hehehe ... terlalu banyak ingin tahu tidak bagus loh." Balasan Shua Xie membuat pria itu tersedak.

"Uhuk, uhuk, benar juga. Nona namaku Lou Yue kalau nama Nona siapa? Mungkin kita bisa menjadi teman bukan?"

"Shua. Kau sungguh ingin menjadi temanku? Sebaiknya kau pikirkan baik-baik dulu, kehidupanku ini penuh tantangan yang berbahaya, kalau kau masih sayang nyawa sebaiknya jangan berteman denganku. Aku cuma menyarankanmu, aku ini gadis yang paling banyak punya masalah. Contohnya sebentar lagi kita akan mendapat kejutan kecil." Shua Xie melirik pria itu penuh tatapan menantang. Setidaknya Shua Xie telah memperingati Lou Yue jika ingin mengikutinya harus punya kesiapan yang kuat. Apalagi Shua Xie adalah buronan utama Lou Zho, sudah pasti dia akan sering berada dalam bahaya yang membuatnya berada antara hidup dan mati.

"Menarik justru tantanganlah yang aku suka, aku penasaran kejutan apa yang akan datang." Lou Yue meminum araknya sambil tersenyum kecil.

"Tunggu saja, tidak lama lagi mereka akan tiba."

Akhirnya Shua Xie memiliki teman satu arah dengannya yaitu menjelajah dan menantang dunia. Walau pun Shua Xie baru mengenal Lou Yue, tapi Shua Xie percaya Lou Yue orang yang dapat diandalkan di kala Shua Xie mendapat masalah.

Lou Yue pun memperkenalkan dirinya, dia seorang pemuda dari desa terpencil. Lou Yue anak yatim piatu, dari kecil dia sudah menjadi budak alah satu pedagang, namun karena pedagang itu mengalami bangkrut akhirnya ia menjual Lou Yue lagi ke salah satu aliansi gelap. Dari situlah Lou Yue berlatih menjadi kultivator pembunuh bayaran, selang beberapa tahun gelarnya menjadi pembunuh bayaran semakin melambung tinggi. Lou Yue semakin banyak membunuh orang sesuai dengan misinya, karena kejahatannya sudah terkenal hampir di seluruh daratan membuat ia menjadi buronan negara-negara besar. Saat ini Lou Yue hanya bisa menyembunyikan identitasnya tapi masih tetap berkelana tanpa arah. Lou Yue juga sudah berhenti menjadi pembunuh bayaran sebab aliansi gelap yang diikutinya sudah bubar akibat serangan dari musuh-musuh mereka.

Sedang Shua Xie hanya memperkenalkan dirinya secara ringkas, dia adalah seorang gadis yang tengah berkelana menantang dunia. Dan juga mencari beberapa sekutu kuat untuk membantunya melawan musuhnya.

Tidak selang beberapa menit Shua Xie dan Lou Yue saling bertukar informasi, tiba-tiba sekumpulan pria berpakaian seragam sekte Sun datang sambil berteriak. Banyak orang yang terkejut karena kedatangannya. Tapi Shua Xie dan Lou Yue tidak merasa terkejut sedikit pun. Seolah mereka tahu bahwa kejadian ini memang akan terjadi.

Shua Xie meminum arak terakhirnya, "Kau lihat Lou Yue, itulah kejutan yang aku maksud," gumam Shua Xie sambil meletakkan gelas ke meja.

Lou Yue membuka tudung penutup kepalanya, tampaklah wajahnya yang tampan dengan alis tebal yang terbelah akibat sayatan pedang. Rambut hitam diikat ditambah sorotan mata merahnya membuat Shua Xie terkejut.

"Aku sudah lama tidak bertarung, kalau boleh aku membantumu membereskan mereka semua."

Shua Xie masih dengan ekspresi terkejut, "Kau! Mata berwarna merah!? Apa kau juga dari klan Langit?" tanya Shua Xie.

Lou Yue mengejutkan keningnya, "Klan Langit? Bukankah itu nama klan misterius yang sudah lama punah," gumam Lou Yue.

Shua Xie tersadar ketika sebuah benturan keras memukul mejanya. Tampak seorang pria berpakaian seragam perguruan menatap Shua Xie tajam. Shua Xie melirik seseorang pria di samping pria yang memukul meja, Shua Xie mengenalnya tak lain adalah Sang San yang sedang ia tunggu-tunggu.

"Ketua Ron! Dialah yang mengganggu kami meminta uang pajak sekte!" tegas Sang San seraya menunjuk Shua Xie penuh ketakutan mengingat Shua Xie bukan gadis biasa.

Ron Gu ketua dari seluruh murid sekte Sun terkenal kejam dan dingin, ditambah lagi dia mendapat dukungan dari beberapa guru, membuatnya mudah menindas yang lemah karena kedudukannya lebih tinggi dari murid lainnya. Ron Gu merupakan kultivator peringkat pertama di sekte Sun, dia dianggap sebagai murid paling jenius.

"Ternyata hanya seekor kelinci kecil. Aku pikir orang hebat seperti apa yang berani mengganggu peraturan sekte Sun." Ron Gu menatap rendah Shua Xie sambil memaparkan senyuman kecil.

Shua Xie tersenyum kecil sambil menopang dagunya dengan tangan kiri yang bersandar di meja. Shua Xie menaikkan kaki kanannya ke kursi lalu menyeringai pelan, "Ck! Aku pikir anjing mana yang menggonggong? Ternyata dari sekte Sun. Sungguh sangat mengejutkan!" sinis Shua Xie tajam.

"Anjing!?" Ron Gu mengeratkan rahangnya.

"Benar, lalu kau mau kusebut apa? Siluman, binatang, atau sampah?" Shua Xie menatap rendah Ron Gu menunggu reaksi apa yang akan Ron Gu lakukan padanya.

Ron Gu langsung menarik pedangnya hendak menebas leher Shua Xie tapi tertahan tangan Lou Yue. Lou Yue menahan pedang itu dengan punggung tangannya. Lou Yue menatap Ron Gu sangat tajam.

"Kau siapa berani ikut campur masalah kami!" teriak Ron Gu emosi sambil menatap Lou Yue penuh kemarahan.

"Hanya seorang sampah yang berani menyerang wanita," tukas Lou Yue tajam.

Shua Xie mengetuk meja dengan jarinya berulang kali membentuk irama ketukan, "Yo, Tetua Gong Chen akhir datang," tukas Shua Xie membuat semua orang melirik ke arah pintu. Terlihat Gong Chen sedang berjalan menuju Shua Xie sambil menatap Ron Gu dan Sang San datar.

Semua murid memberi salam kepada Gong Chen ketika Gong Chen tiba di hadapan mereka tapi Gong Chen hanya diam tidak memperdulikan salam mereka. Sang San langsung melapor kepada Gong Chen bahwa Shua Xie menghina sekte Sun, begitu pun dengan yang lainnya. Sedang Ron Gu meminta persetujuan pada Gong Chen untuk membunuh Shua Xie karena telah mencemari nama sekte Sun.

Shua Xie hanya tersenyum kecil melihat ekspresi Gong Chen, "Yo, Tetua Gong Chen apa ingin membunuhku?" sindir Shua Xie halus. Lou Yue menatap Shua Xie penuh pertanyaan, dia sedikit bingung kenapa Shua Xie begitu berani berbicara seperti itu kepada salah satu Tetua besar sekte Sun.

"Kalian semua kembali ke sekte menerima hukuman dariku! Pastikan setiap dari kalian menerima hukuman dari pondok penghukum!" tegas Gong Chen kepada para muridnya termasuk Ron Gu membuat mereka semua terkejut.

"Guru! Tapi dia menghina sekte Sun!" seru Sang San keras.

"Diam! Dengarkan perintahku jika kalian masih mau menjadi murid sekte Sun! Sekarang pergilah!" tegas Gong Chen tajam sambil mengeluarkan aurah yang membuat semua muridnya tertekan.

Ron Gu dan para bawahannya langsung meninggalkan kedai arak sesuai perintah Gong Chen tanpa bertanya lagi, namun mereka masih bingung kenapa Gong Chen memberi mereka hukuman padahal Shua Xie telah menghina murid sekte. Setelah mereka pergi Gong Chen langsung meminta maaf dan setelahnya ia pamit pergi.

Semua orang yang ada di kedai arak begitu terkejut melihat bertapa formalitasnya Tetua Gong Chen terhadap seorang gadis yang telah menghina murid sekte Sun. Para tamu di kedai arak menjadi takut mencari masalah dengan Shua Xie melihat Gong Chen begitu menghormati Shua Xie.

Setelah Gong Chen pergi Shua Xie langsung tertawa lepas sambil memegang perutnya. Lou Yue hanya bisa menatap tidak percaya melihat Tetua Gong Chen begitu menghormati Shua Xie. Semua orang tahu kalau Gong Chen merupakan salah satu kultivator hebat di kota. Para bangsawan pun begitu menghormati Gong Chen.

Shua Xie menarik nafas setelah puas tertawa, "Hahaha ... lucu sekali melihat mereka diusir Guru mereka sendiri. Ini sungguh menjadi tontonan yang paling menarik seumur hidupku!" tukas Shua Xie.

"Kenapa Tetua Gong Chen bisa datang di waktu yang tepat?" gumam Lou Yue pelan namun masih bisa didengar Shua Xie dengan jelas.

"Karena aku mengirim surat pada sebelum aku tiba di sini. Aku meminta si Tua itu datang menjemput muridnya," jawab Shua Xie begitu santai.

"Shua ternyata Tetua Gong Chen begitu menghormatimu, bisakah kau ceritakan padaku kenapa dia tidak membela muridnya?" tanya Lou Yue penuh rasa penasaran.

Shua Xie menghela nafas, "Hehehe ... itu karena dia sedang menjalin bisnis besar denganku. Tentu saja dia tidak berani melukaiku," jawab Shua Xie santai.

"Bisnis?" Lou Yue mengerutkan keningnya.

"Aku memberi sedikit kontribusi pada sekte mereka. Itulah kenapa mereka begitu hormat denganku. Aku memberi seribu batu spirit dan beberapa senjata pusaka pada sekte Sun. Tidak hanya sekte Sun, sekte Awan, sekte Suna, dan sekte Bulan pun juga. Aku sudah memiliki plakat istimewa dari ke empat sekte itu!" jawab Shua Xie membuat Lou Yue terkejut.

"Benarkah? Bagaimana bisa?!" seru Lou Yue terkejut.

"Sebenarnya seperti ini ...."

FLASH BACK

"Itu batu spirit monster milik Raja Gorila raksasa bukan!?" seru ke 4 Master bersamaan dengan tampang yang sulit dijelaskan.

"Dari mana kamu mendapatkannya!? Tidak mungkin pemuda sepertimu bisa membunuhnya! Sedangkan kau masih di tahap Pemurnian!" seru Chu sambil menatap Shua Xie tidak percaya.

Shua Xie menyeringai pelan, "Tahap pelatihan bukanlah tolak ukur kekuatan, apa kau pernah mendengar bahwa seorang jenius yang menyembunyikan aurah pelatihannya agar bisa menipu sang musuh," balas Shua Xie seperti tengah memberi pepatah.

Gong Chen dan yang lainnya saling bertatapan dengan ekspresi terkejut, apa yang dikatakan Shua Xie memang ada benarnya. Tapi sulit bagi mereka percaya seorang pemuda seperti Shua Xie bisa membunuh Monster spirit Gorila raksasa. Apalagi Monster spirit level 9 yang merupakan raja dari Monster spirit gorila raksasa lainnya.

"Tapi memang benar bukan aku yang membunuhnya! Melainkan Guruku!" Lanjut Shua Xie lagi.

"Guru? Siapakah Gurumu, suatu kehormatan bisa bertemu dengan Guru hebat sepertinya," tanya Fhu langsung diikuti dengan anggukan Gong Chen dan Gumo Shan.

"Bisa, kalian boleh menutup mata kalian dulu. Guruku sedang berada di ruang dimensi, aku bisa memanggilnya untuk kalian."

Ke empat Master itu mengangguk setuju, begitu pun dengan Suguan dan para pelayan lainnya. Mereka semua menutup matanya sesuai dengan perintah Shua Xie. Shua Xie langsung mengganti pakaiannya secepat mungkin di ruang dimensi, tidak butuh waktu semenit Shua Xie sudah kembali semula seperti dirinya yang sebenarnya.

Shua Xie berdehem pelan, "Ehem! Kenapa para Master ingin bertemu denganku. Aku dengar dari muridku kalau kalian ingin bertemu denganku," ujar Shua Xie serius. Seketika semua orang membuka matanya ketika mendengar suara perempuan.

'Hanya orang bodoh yang percaya kalau dia Guru dari pemuda tadi. Jelas-jelas mereka berdua adalah orang yang sama, sudahlah sebaiknya aku ikuti saja alur mainnya,' ujar Gong Chen dalam hatinya.

"Kau seroang gadis kecil!?" Chu terkejut hebat ternyata Guru dari pemuda yang tadi adalah seorang gadis kecil yang begitu muda.

Fhu tiba-tiba tersedak, "Uhuk! Ternyata Master hebat begitu muda dari yang aku kira."

Shua Xie menopang dagunya sambil memperlihatkan tatapan dingin, "Aku tidak punya banyak waktu mengurusi kalian semua. Sekarang katakan kenapa kalian meminta muridku memanggilku agar bertemu dengan kalian?" tanya Shua Xie penuh keseriusan.

Gong Chen berdehem pelan, "Ehem ... maaf kalau kami mengganggu waktu Nona Master. Kami hanya ingin menjalin hubungan baik dengan Nona Master," sahut Gong Chen penuh kewibawaan.

Ke tiga Master menatap Gong Chen sinis dengan satu pemikiran kalau Gong Chen sedang cari muka di hadapan Shua Xie.

"Oh aku pikir ada masalah besar apa? Aku kira kalian mengganggu murid kesayanganku," sindir Shua Xie halus tepatnya menyindir Chu membuat Chu tersentak.

"Hahaha ... Nona Master tidak perlu cemas. Tidak ada yang berani menggangu murid Nona Master," tukas Gumo Shan sambil tertawa kecil. Tawanya menyindir Chu.

Shua Xie tersenyum kecil, "Oh baguslah. Aku rasa para Master seperti kalian tahu mana yang harus dilawan dan mana yang harus dibiarkan. Baiklah langsung ke intinya saja sebenarnya aku juga ingin menjalin kerjasama dengan ke empat sekte. Kalau kalian setuju aku bisa memberikan sedikit kontribusi dengan kalian."

Shua Xie langsung mengeluarkan ratusan batu spirit monster tingkat rendah dan 1 peti besar yang isinya berupa senjata pusaka tingkat rendah. Pengeluaran benda berharga yang begitu banyak membuat semua orang terkejut.

"Ini?! Batu spirit monster dan senjata pusaka!" tukas Suguan terkejut.

Fhu menutup mulutnya terkejut, "Ternyata Nona Master adalah Master yang kaya raya."

Semua senjata pusaka itu adalah senjata yang sering digunakan prajurit klan Langit sebagai senjata mereka. Shua Chin membawa beberapa senjata pusaka prajurit untuk Shua Xie gunakan selama berlatih. Shua Xie tidak menyangka bahwa senjata yang menurutnya rongsokan tidak berguna akan ada gunanya juga di hari kemudian. Sebenarnya Shua Xie bisa saja menjual senjata pusaka itu dan menghasilkan banyak uang, hanya saja Shua Xie memiliki ide tersendiri.

"Tentu saja aku kaya! Kalau tidak mungkin aku memiliki banyak senjata rongsokan ini," balas Shua Xie dengan nada angkuh terkesan sedang meledek ke empat Master begitu miskin.

'Astaga temperamen gadis ini sungguh buruk! Dia tidak boleh sampai tersinggung,' ujar Fhu dalam hatinya.

.

.

.

.

.

.

.

****Bersambung

Jika ada typo atau kritsar silakan komen

Favoritin Juga Biar Tidak Ketinggalan

Jangan lupa beri like dan beri vote jika suka

Sampai jumpa di episode selanjutnya** :)

Terpopuler

Comments

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

lucu ternyata ini toh sebabnya si gong chen kenal shua xie pas jadi gadis. dasar shua xie aneh2 tingkahnya😅

2022-02-18

0

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

terbuka ato sombong nih🤣🤣

2022-02-18

0

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

waduh2 shua xie terbuka banget ya ama orang baru kenal🤣

2022-02-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Q&A Part 1 (Bukan Update)
176 Bab 175
177 Bab 176
178 Bab 177
179 Bab 178
180 Bab 179
181 Bab 180
182 Bab 181
183 Bab 182
184 Bab 183
185 Bab 184
186 Bab 185
187 Bab 186
188 Bab 187
189 Bab 188
190 Bab 189
191 Bab 190
192 Bab 191
193 Bab 192
194 Bab 193
195 Bab 194
196 Bab 195
197 Bab 196
198 Bab 197
199 Bab 198
200 000
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Q&A Part 1 (Bukan Update)
176
Bab 175
177
Bab 176
178
Bab 177
179
Bab 178
180
Bab 179
181
Bab 180
182
Bab 181
183
Bab 182
184
Bab 183
185
Bab 184
186
Bab 185
187
Bab 186
188
Bab 187
189
Bab 188
190
Bab 189
191
Bab 190
192
Bab 191
193
Bab 192
194
Bab 193
195
Bab 194
196
Bab 195
197
Bab 196
198
Bab 197
199
Bab 198
200
000

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!