Hei jangan lupa beri like ya ^-^
________________________________
"Hais menarik, tidak aku sangka ada gadis ingin menjadi buronan," ujar pria itu sambil menyeruput araknya.
Tidak lama pelayan datang membawa 2 botol arak dengan 1 gelas kecil. Pelayan itu menuangkan arak ke gelas lalu memberikannya kepada Shua Xie. Shua Xie menerimanya dengan sungkan lalu meneguknya tanpa merasa ada rasa salah. Ini kali pertamanya Shua Xie meminum arak.
"Wah rupanya arak enak juga. Tapi arak ini sedikit pahit," gumam Shua Xie setelahnya ia meneguk lagi secangkir arak.
"Buronan ya? Aku lupa kalau aku juga seorang buronan." Lanjut Shua Xie lagi membuat pria bertudung itu sedikit tersentak.
"Hahaha ... gadis manis sepertimu pernah melakukan hal jahat apa sampai menjadi buronan."
Shua Xie memukul meja membuat pria bertudung itu terkejut lagi mengira kalau Shua Xie akan marah karena dia mengatai Shua Xie gadis manis.
"Tanganku ini sudah banyak membunuh orang. Wajahku memang cantik tapi tidak menutup kemungkinan aku ini gadis beracun," gumam Shua Xie sambil menuang arak ke dalam gelasnya.
"Menarik, ternyata ada juga gadis unik sepertimu. Aku penasaran kejahatan besar apa yang pernah kau lakukan," tanya pria itu.
Shua Xie tertawa sinis, "Hehehe ... terlalu banyak ingin tahu tidak bagus loh." Balasan Shua Xie membuat pria itu tersedak.
"Uhuk, uhuk, benar juga. Nona namaku Lou Yue kalau nama Nona siapa? Mungkin kita bisa menjadi teman bukan?"
"Shua. Kau sungguh ingin menjadi temanku? Sebaiknya kau pikirkan baik-baik dulu, kehidupanku ini penuh tantangan yang berbahaya, kalau kau masih sayang nyawa sebaiknya jangan berteman denganku. Aku cuma menyarankanmu, aku ini gadis yang paling banyak punya masalah. Contohnya sebentar lagi kita akan mendapat kejutan kecil." Shua Xie melirik pria itu penuh tatapan menantang. Setidaknya Shua Xie telah memperingati Lou Yue jika ingin mengikutinya harus punya kesiapan yang kuat. Apalagi Shua Xie adalah buronan utama Lou Zho, sudah pasti dia akan sering berada dalam bahaya yang membuatnya berada antara hidup dan mati.
"Menarik justru tantanganlah yang aku suka, aku penasaran kejutan apa yang akan datang." Lou Yue meminum araknya sambil tersenyum kecil.
"Tunggu saja, tidak lama lagi mereka akan tiba."
Akhirnya Shua Xie memiliki teman satu arah dengannya yaitu menjelajah dan menantang dunia. Walau pun Shua Xie baru mengenal Lou Yue, tapi Shua Xie percaya Lou Yue orang yang dapat diandalkan di kala Shua Xie mendapat masalah.
Lou Yue pun memperkenalkan dirinya, dia seorang pemuda dari desa terpencil. Lou Yue anak yatim piatu, dari kecil dia sudah menjadi budak alah satu pedagang, namun karena pedagang itu mengalami bangkrut akhirnya ia menjual Lou Yue lagi ke salah satu aliansi gelap. Dari situlah Lou Yue berlatih menjadi kultivator pembunuh bayaran, selang beberapa tahun gelarnya menjadi pembunuh bayaran semakin melambung tinggi. Lou Yue semakin banyak membunuh orang sesuai dengan misinya, karena kejahatannya sudah terkenal hampir di seluruh daratan membuat ia menjadi buronan negara-negara besar. Saat ini Lou Yue hanya bisa menyembunyikan identitasnya tapi masih tetap berkelana tanpa arah. Lou Yue juga sudah berhenti menjadi pembunuh bayaran sebab aliansi gelap yang diikutinya sudah bubar akibat serangan dari musuh-musuh mereka.
Sedang Shua Xie hanya memperkenalkan dirinya secara ringkas, dia adalah seorang gadis yang tengah berkelana menantang dunia. Dan juga mencari beberapa sekutu kuat untuk membantunya melawan musuhnya.
Tidak selang beberapa menit Shua Xie dan Lou Yue saling bertukar informasi, tiba-tiba sekumpulan pria berpakaian seragam sekte Sun datang sambil berteriak. Banyak orang yang terkejut karena kedatangannya. Tapi Shua Xie dan Lou Yue tidak merasa terkejut sedikit pun. Seolah mereka tahu bahwa kejadian ini memang akan terjadi.
Shua Xie meminum arak terakhirnya, "Kau lihat Lou Yue, itulah kejutan yang aku maksud," gumam Shua Xie sambil meletakkan gelas ke meja.
Lou Yue membuka tudung penutup kepalanya, tampaklah wajahnya yang tampan dengan alis tebal yang terbelah akibat sayatan pedang. Rambut hitam diikat ditambah sorotan mata merahnya membuat Shua Xie terkejut.
"Aku sudah lama tidak bertarung, kalau boleh aku membantumu membereskan mereka semua."
Shua Xie masih dengan ekspresi terkejut, "Kau! Mata berwarna merah!? Apa kau juga dari klan Langit?" tanya Shua Xie.
Lou Yue mengejutkan keningnya, "Klan Langit? Bukankah itu nama klan misterius yang sudah lama punah," gumam Lou Yue.
Shua Xie tersadar ketika sebuah benturan keras memukul mejanya. Tampak seorang pria berpakaian seragam perguruan menatap Shua Xie tajam. Shua Xie melirik seseorang pria di samping pria yang memukul meja, Shua Xie mengenalnya tak lain adalah Sang San yang sedang ia tunggu-tunggu.
"Ketua Ron! Dialah yang mengganggu kami meminta uang pajak sekte!" tegas Sang San seraya menunjuk Shua Xie penuh ketakutan mengingat Shua Xie bukan gadis biasa.
Ron Gu ketua dari seluruh murid sekte Sun terkenal kejam dan dingin, ditambah lagi dia mendapat dukungan dari beberapa guru, membuatnya mudah menindas yang lemah karena kedudukannya lebih tinggi dari murid lainnya. Ron Gu merupakan kultivator peringkat pertama di sekte Sun, dia dianggap sebagai murid paling jenius.
"Ternyata hanya seekor kelinci kecil. Aku pikir orang hebat seperti apa yang berani mengganggu peraturan sekte Sun." Ron Gu menatap rendah Shua Xie sambil memaparkan senyuman kecil.
Shua Xie tersenyum kecil sambil menopang dagunya dengan tangan kiri yang bersandar di meja. Shua Xie menaikkan kaki kanannya ke kursi lalu menyeringai pelan, "Ck! Aku pikir anjing mana yang menggonggong? Ternyata dari sekte Sun. Sungguh sangat mengejutkan!" sinis Shua Xie tajam.
"Anjing!?" Ron Gu mengeratkan rahangnya.
"Benar, lalu kau mau kusebut apa? Siluman, binatang, atau sampah?" Shua Xie menatap rendah Ron Gu menunggu reaksi apa yang akan Ron Gu lakukan padanya.
Ron Gu langsung menarik pedangnya hendak menebas leher Shua Xie tapi tertahan tangan Lou Yue. Lou Yue menahan pedang itu dengan punggung tangannya. Lou Yue menatap Ron Gu sangat tajam.
"Kau siapa berani ikut campur masalah kami!" teriak Ron Gu emosi sambil menatap Lou Yue penuh kemarahan.
"Hanya seorang sampah yang berani menyerang wanita," tukas Lou Yue tajam.
Shua Xie mengetuk meja dengan jarinya berulang kali membentuk irama ketukan, "Yo, Tetua Gong Chen akhir datang," tukas Shua Xie membuat semua orang melirik ke arah pintu. Terlihat Gong Chen sedang berjalan menuju Shua Xie sambil menatap Ron Gu dan Sang San datar.
Semua murid memberi salam kepada Gong Chen ketika Gong Chen tiba di hadapan mereka tapi Gong Chen hanya diam tidak memperdulikan salam mereka. Sang San langsung melapor kepada Gong Chen bahwa Shua Xie menghina sekte Sun, begitu pun dengan yang lainnya. Sedang Ron Gu meminta persetujuan pada Gong Chen untuk membunuh Shua Xie karena telah mencemari nama sekte Sun.
Shua Xie hanya tersenyum kecil melihat ekspresi Gong Chen, "Yo, Tetua Gong Chen apa ingin membunuhku?" sindir Shua Xie halus. Lou Yue menatap Shua Xie penuh pertanyaan, dia sedikit bingung kenapa Shua Xie begitu berani berbicara seperti itu kepada salah satu Tetua besar sekte Sun.
"Kalian semua kembali ke sekte menerima hukuman dariku! Pastikan setiap dari kalian menerima hukuman dari pondok penghukum!" tegas Gong Chen kepada para muridnya termasuk Ron Gu membuat mereka semua terkejut.
"Guru! Tapi dia menghina sekte Sun!" seru Sang San keras.
"Diam! Dengarkan perintahku jika kalian masih mau menjadi murid sekte Sun! Sekarang pergilah!" tegas Gong Chen tajam sambil mengeluarkan aurah yang membuat semua muridnya tertekan.
Ron Gu dan para bawahannya langsung meninggalkan kedai arak sesuai perintah Gong Chen tanpa bertanya lagi, namun mereka masih bingung kenapa Gong Chen memberi mereka hukuman padahal Shua Xie telah menghina murid sekte. Setelah mereka pergi Gong Chen langsung meminta maaf dan setelahnya ia pamit pergi.
Semua orang yang ada di kedai arak begitu terkejut melihat bertapa formalitasnya Tetua Gong Chen terhadap seorang gadis yang telah menghina murid sekte Sun. Para tamu di kedai arak menjadi takut mencari masalah dengan Shua Xie melihat Gong Chen begitu menghormati Shua Xie.
Setelah Gong Chen pergi Shua Xie langsung tertawa lepas sambil memegang perutnya. Lou Yue hanya bisa menatap tidak percaya melihat Tetua Gong Chen begitu menghormati Shua Xie. Semua orang tahu kalau Gong Chen merupakan salah satu kultivator hebat di kota. Para bangsawan pun begitu menghormati Gong Chen.
Shua Xie menarik nafas setelah puas tertawa, "Hahaha ... lucu sekali melihat mereka diusir Guru mereka sendiri. Ini sungguh menjadi tontonan yang paling menarik seumur hidupku!" tukas Shua Xie.
"Kenapa Tetua Gong Chen bisa datang di waktu yang tepat?" gumam Lou Yue pelan namun masih bisa didengar Shua Xie dengan jelas.
"Karena aku mengirim surat pada sebelum aku tiba di sini. Aku meminta si Tua itu datang menjemput muridnya," jawab Shua Xie begitu santai.
"Shua ternyata Tetua Gong Chen begitu menghormatimu, bisakah kau ceritakan padaku kenapa dia tidak membela muridnya?" tanya Lou Yue penuh rasa penasaran.
Shua Xie menghela nafas, "Hehehe ... itu karena dia sedang menjalin bisnis besar denganku. Tentu saja dia tidak berani melukaiku," jawab Shua Xie santai.
"Bisnis?" Lou Yue mengerutkan keningnya.
"Aku memberi sedikit kontribusi pada sekte mereka. Itulah kenapa mereka begitu hormat denganku. Aku memberi seribu batu spirit dan beberapa senjata pusaka pada sekte Sun. Tidak hanya sekte Sun, sekte Awan, sekte Suna, dan sekte Bulan pun juga. Aku sudah memiliki plakat istimewa dari ke empat sekte itu!" jawab Shua Xie membuat Lou Yue terkejut.
"Benarkah? Bagaimana bisa?!" seru Lou Yue terkejut.
"Sebenarnya seperti ini ...."
FLASH BACK
"Itu batu spirit monster milik Raja Gorila raksasa bukan!?" seru ke 4 Master bersamaan dengan tampang yang sulit dijelaskan.
"Dari mana kamu mendapatkannya!? Tidak mungkin pemuda sepertimu bisa membunuhnya! Sedangkan kau masih di tahap Pemurnian!" seru Chu sambil menatap Shua Xie tidak percaya.
Shua Xie menyeringai pelan, "Tahap pelatihan bukanlah tolak ukur kekuatan, apa kau pernah mendengar bahwa seorang jenius yang menyembunyikan aurah pelatihannya agar bisa menipu sang musuh," balas Shua Xie seperti tengah memberi pepatah.
Gong Chen dan yang lainnya saling bertatapan dengan ekspresi terkejut, apa yang dikatakan Shua Xie memang ada benarnya. Tapi sulit bagi mereka percaya seorang pemuda seperti Shua Xie bisa membunuh Monster spirit Gorila raksasa. Apalagi Monster spirit level 9 yang merupakan raja dari Monster spirit gorila raksasa lainnya.
"Tapi memang benar bukan aku yang membunuhnya! Melainkan Guruku!" Lanjut Shua Xie lagi.
"Guru? Siapakah Gurumu, suatu kehormatan bisa bertemu dengan Guru hebat sepertinya," tanya Fhu langsung diikuti dengan anggukan Gong Chen dan Gumo Shan.
"Bisa, kalian boleh menutup mata kalian dulu. Guruku sedang berada di ruang dimensi, aku bisa memanggilnya untuk kalian."
Ke empat Master itu mengangguk setuju, begitu pun dengan Suguan dan para pelayan lainnya. Mereka semua menutup matanya sesuai dengan perintah Shua Xie. Shua Xie langsung mengganti pakaiannya secepat mungkin di ruang dimensi, tidak butuh waktu semenit Shua Xie sudah kembali semula seperti dirinya yang sebenarnya.
Shua Xie berdehem pelan, "Ehem! Kenapa para Master ingin bertemu denganku. Aku dengar dari muridku kalau kalian ingin bertemu denganku," ujar Shua Xie serius. Seketika semua orang membuka matanya ketika mendengar suara perempuan.
'Hanya orang bodoh yang percaya kalau dia Guru dari pemuda tadi. Jelas-jelas mereka berdua adalah orang yang sama, sudahlah sebaiknya aku ikuti saja alur mainnya,' ujar Gong Chen dalam hatinya.
"Kau seroang gadis kecil!?" Chu terkejut hebat ternyata Guru dari pemuda yang tadi adalah seorang gadis kecil yang begitu muda.
Fhu tiba-tiba tersedak, "Uhuk! Ternyata Master hebat begitu muda dari yang aku kira."
Shua Xie menopang dagunya sambil memperlihatkan tatapan dingin, "Aku tidak punya banyak waktu mengurusi kalian semua. Sekarang katakan kenapa kalian meminta muridku memanggilku agar bertemu dengan kalian?" tanya Shua Xie penuh keseriusan.
Gong Chen berdehem pelan, "Ehem ... maaf kalau kami mengganggu waktu Nona Master. Kami hanya ingin menjalin hubungan baik dengan Nona Master," sahut Gong Chen penuh kewibawaan.
Ke tiga Master menatap Gong Chen sinis dengan satu pemikiran kalau Gong Chen sedang cari muka di hadapan Shua Xie.
"Oh aku pikir ada masalah besar apa? Aku kira kalian mengganggu murid kesayanganku," sindir Shua Xie halus tepatnya menyindir Chu membuat Chu tersentak.
"Hahaha ... Nona Master tidak perlu cemas. Tidak ada yang berani menggangu murid Nona Master," tukas Gumo Shan sambil tertawa kecil. Tawanya menyindir Chu.
Shua Xie tersenyum kecil, "Oh baguslah. Aku rasa para Master seperti kalian tahu mana yang harus dilawan dan mana yang harus dibiarkan. Baiklah langsung ke intinya saja sebenarnya aku juga ingin menjalin kerjasama dengan ke empat sekte. Kalau kalian setuju aku bisa memberikan sedikit kontribusi dengan kalian."
Shua Xie langsung mengeluarkan ratusan batu spirit monster tingkat rendah dan 1 peti besar yang isinya berupa senjata pusaka tingkat rendah. Pengeluaran benda berharga yang begitu banyak membuat semua orang terkejut.
"Ini?! Batu spirit monster dan senjata pusaka!" tukas Suguan terkejut.
Fhu menutup mulutnya terkejut, "Ternyata Nona Master adalah Master yang kaya raya."
Semua senjata pusaka itu adalah senjata yang sering digunakan prajurit klan Langit sebagai senjata mereka. Shua Chin membawa beberapa senjata pusaka prajurit untuk Shua Xie gunakan selama berlatih. Shua Xie tidak menyangka bahwa senjata yang menurutnya rongsokan tidak berguna akan ada gunanya juga di hari kemudian. Sebenarnya Shua Xie bisa saja menjual senjata pusaka itu dan menghasilkan banyak uang, hanya saja Shua Xie memiliki ide tersendiri.
"Tentu saja aku kaya! Kalau tidak mungkin aku memiliki banyak senjata rongsokan ini," balas Shua Xie dengan nada angkuh terkesan sedang meledek ke empat Master begitu miskin.
'Astaga temperamen gadis ini sungguh buruk! Dia tidak boleh sampai tersinggung,' ujar Fhu dalam hatinya.
.
.
.
.
.
.
.
****Bersambung
Jika ada typo atau kritsar silakan komen
Favoritin Juga Biar Tidak Ketinggalan
Jangan lupa beri like dan beri vote jika suka
Sampai jumpa di episode selanjutnya** :)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
lucu ternyata ini toh sebabnya si gong chen kenal shua xie pas jadi gadis. dasar shua xie aneh2 tingkahnya😅
2022-02-18
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
terbuka ato sombong nih🤣🤣
2022-02-18
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
waduh2 shua xie terbuka banget ya ama orang baru kenal🤣
2022-02-18
0