Bab telah direvisi, jika masih ada typo silakan komen.
___________________
Shua Xie mulai menusuki beberapa bagian tubuh Nona Hanabi akupuntur menggunakan 1 jarum emas akupuntur dengan kecepatan tinggi, saking cepatnya orang yang menyaksikan Shua Xie dibuat terkejut hebat sampai menganga lebar tak percaya melihatnya. Seumur-umur mereka tidak pernah melihat tabib menutup akupuntur seseorang secepat Shua Xie bekerja.
Setelah selesai menutup akupuntur Nona Hanabi, Shua Xie langsung meminta mereka untuk segera membawa Nona Hanabi ke ruangan lain agar segera menerima perawatan lebih lanjut.
Shua Xie berjalan dengan cepat mengikuti pengawal pribadi Nona Hanabi yang kini sedang membawa majikannya itu.
Perdana Menteri Yhujuan Xin mengejar Shua Xie, "Putri Shua Xie, sebenarnya racun apa yang ada di dalam tubuh putri saya?" tanya Perdana Menteri Yhujuan Xin dengan nada cemas.
"Putri terkena racun Bunga Api. Menurut buku racun yang pernah aku baca, racun Bunga Api adalah racun ganas yang menyerang hati. Jika tidak segera ditangani kemungkinan besok pagi Putri tidak akan selamat," jelas Shua Xie sambil mensejajarkan jalannya dengan Perdana Menteri Yhujuan Xin.
"Racun Bunga Api?"
"Jelasnya begini paman. Racun Bunga Api adalah racun dari semacam serangga yang tumbuh di tubuh korban. Serangga ini tumbuh dari beberapa bulan yang lalu. Sebenarnya serangga itu tidak terlalu berbahaya jika tidak diberikan pantangannya racun Bunga Api. Dari analisaku sendiri rencana pembunuhan ini memang sengaja direncanakan beberapa bulan yang lalu. Si pelaku lumayan cerdik, menggunakan serangga Bunga Api dengan sangat tepat. Dia sengaja menanam bibit larva serangga itu dan membiarkannya tumbuh dewasa, serangga ini memang tumbuh tanpa diketahui oleh siapapun. Kalau tabib biasa saja mungkin tidak akan sadar ada serangga di dalam hati korban. Sejak awal niat pelaku ingin membunuhnya di kediaman Paman, tapi setelah mengetahui Paman dan putri anda akan berkunjung ke kerajaan Xuilin jadi mereka merubah rencana awalnya. Mereka sengaja memberikan racun Bunga Api saat acara perjamuan agar pihak kerajaan Xuilin yang terkena imbasnya. Pelaku sengaja memprovokasi pihak lain agar mereka terhindar, terkesan tidak ada sangkut pautnya," jawab Shua Xie serius.
"Jadi Putriku sudah terkena racun beberapa bulan yang lalu?" Kaget Perdana Menteri Yhujuan Xin.
Shua Xie tersenyum kecil menggelangkan kepalanya pelan, "Sebenarnya belum. Serangga itu hanya tumbuh di dalam hati Putri dengan memakan zat-zat gula hati. Awalnya serangga ini memang tidak beracun, tapi setelah diberi racun Bunga Api maka si serangga akan terinfeksi racunnya. Racun Bunga Api memang sangat unik sebab Racun Bunga Api memang hanya diperuntukkan untuk serangga Bunga Api. Ketika ke dua sudah bergabung, maka si serangga akan menjadi liar dan ganas lalu menggerogoti zat gula hati semakin banyak. Tidak hanya itu, zat gula hati yang sudah dia makan akan dia tukar menjadi racun, semacam kinerja transfusi. Dia memakan zat tersebut lalu menukarnya dengan racunnya sendiri. Mungkin sebagian orang yang kurang paham ilmu medis akan mendefinisikan bahwa si korban mati karena serangga saja, tanpa tahu bahwa ada penyabab kematian lainnya," jelas Shua Xie berdasarkan pengetahuan yang pernah dia dengar dari pamannya.
"Jadi penyebab utamanya bukan serangga tapi racun Bunga Api yang diberikan di waktu serangga sudah dewasa."
Shua Xie mengangguk pelan, "Ya begitulah Paman. Tapi sebenarnya racun Bunga Api hanya mempercepat kinerja serangganya. Tanpa racun pun, serangga Bunga Api juga sangat berbahaya jika tidak segera dikeluarkan dari tubuh korban. Walaupun serangga tidak beracun, tapi serangga akan tumbuh membesar seiring waktu. Semakin besar serangga semakin banyak asupannya, jika sudah besar tidak hanya zat gula hati saja yang akan dia makan, hati korban pun juga dia akan makan."
Yhujuan Xin terkejut mendengar penjelasan Shua Xie yang begitu detail, "Lalu bagaimana cara mengobati putriku? Apa dia masih bisa diselamatkan?" tanyanya semakin khawatir.
"Kemungkinan bisa diselamatkan. Tapi jika menjalankan operasi aku."
"Operasi?"
Shua Xie tersenyum canggung. Tentunya tidak ada orang yang tahu cara pengobatan operasi selain dia sendiri.
"Apa Paman percaya cara pengobatanku?" Shua Xie menatap Perdana Menteri Yhujuan Xin.
"Aku percaya. Tapi aku masih sedikit ragu bagaimana bisa orang buta tahu ilmu medis. Apalagi Kaisar mengatakan Putri Shua Xie sudah buta dari kecil. Bukannya ini terdengar konyol? Tapi melihat keahlian Putri menutup akupuntur Putriku dan juga cara Putri berjalan sekarang ini, orang lain pasti akan mengira Putri bukanlah orang buta. Justru mereka yang buta jika mengira bahwa Putri buta," jawab Perdana Menteri Yhujuan Xin merasa ambigu sendiri.
Shua Xie menghela nafas berat, kasus kematian karena keracunan, kecelakaan, sakit, dan bunuh diri sudah banyak Shua Xie temukan di dunia modern. Shua Xie bisa paham sedikit ilmu medis berkat pengajaran pamannya dan juga pelajaran ilmu medis di akademi Matahari. Shua Xie memang dari kecil bercita-cita menjadi Dokter Koroner.
"Apa Paman pernah mendengar adanya mata batin? Aku dari kecil memang buta, tapi aku memiliki satu mata khusus yaitu mata batin. Walaupun ke dua aku tidak bisa melihat tapi mata batinku bisa melihat bahkan lebih jelas daripada mata biasa, bisa dikatakan aku memiliki tiga mata sekaligus. Mungkin orang-orang terdahulu menyebutnya Mata Dewa," jelas Shua Xie pelan seraya melangkah masuk ke dalam ruangan bersama Perdana Menteri Yhujuan Xin.
"Mata batin? Mata Dewa? Rasanya nama itu terdengar tidak asing lagi," gumam Perdana Menteri Yhujuan Xin.
"Sekarang aku sedikit sulit menjelaskannya pada Paman," jelas Shua Xie singkat seraya menatap Perdana Menteri Yhujuan Xin yang sedang berpikir mengingat nama mata batin dan mata Dewa.
Shua Xie dan Perdana Menteri Yhujuan Xin berhenti tepat di depan pintu kamar Nona Hanabi dirawat. Terlihat beberapa tabib khusus kerajaan sedang memeriksa Nona Hanabi.
Shua Xie mendekat ke kasur tempat Nona Hanabi dibaringkan. Terlihat seluruh tubuh Nona Hanabi mulai mengeluarkan keringat panas sampai membuat gadis itu mengerang kesakitan dalam keadaan pingsan.
'Tampaknya racunnya sudah berkerja. Sudah tidak ada pilihan lain lagi selain operasi. Untunglah di tas sekolahku ada alat operasi yang seharusnya aku bawa untuk pergi ke rumah sakit paman.'
Shua Xie jadi teringat waktu terakhir dia ditembak oleh seniornya sendiri. Waktu itu Shua Xie mau pergi ke rumah sakit Pamannya. Dari beberapa hari lalu Shua Xie dan Pamannya memang sudah bersepakat akan melakukan otopsi pada mayat yang terkena racun.
Mayat itu adalah anak dari pemimpin negara. Karena paman Shua Xie terkenal bisa mengatahui sebab kematian, pemimpin negara meminta untuk mencari tahu sebab dan siapa pelaku yang tega membunuh putrinya.
Dari kecil Shua Xie sudah mengagumi pamannya dan bercita-cita ingin menjadi seperti pamannya, setiap pamannya akan melakukan pengobatan atau otopsi pada mayat, Shua Xie selalu hadir membantu pamannya sekaligus belajar dari pamannya. Pamannya adalah seorang koroner sekaligus dokter tapi juga bisa menjadi detektif. Pamannya bisa menemukan pelaku pembunuhan hanya dengan melakukan otopsi pada mayat, lalu mencari tahu orang-orang terdekat korban dan mendefinisikan kejadian berdasarkan info yang dia kumpulkan. Bahkan Pamannya sampai mendapat julukan Manusia Jenius berkat kecerdasannya yang begitu hebat.
Shua Xie menanyakan kondisi Nona Hanabi pada tabib yang sudah memeriksa kondisi kelanjutan Putri Hanabi.
"Bagaimana? Apa tabib bisa menyembuhkannya?"
Tabib itu menggelengkan kepalanya dengan raut wajah khawatir, badannya terasa panas dingin karena takut akan menerima hukuman dari Kaisar sebab tidak bisa menyembuhkan Nina Hanabi.
"Racun ini belum pernah saya temukan. Racunnya terlalu ganas dan sulit disembuhkan, setiap waktu tubuh Putri Hanabi mulai semakin panas," jawab tabib itu sambil menyeka keringatnya.
"Lalu apa kalian tidak bisa menyembuhkan putriku!?" Perdana Menteri bertanya panik. Khawatir putrinya tidak bisa diselamatkan.
Tabib itu menunduk, enggan menjawab karena takut terkena semburan kemarahan. Melihat tabib itu diam, Perdana Menteri Yhujuan Xin tahu tabib itu tidak bisa menyelamatkan putrinya.
"Tidak bisa! Kalian harus menyelamatkan putriku! Jika tidak aku akan menyatakan perang pada kerajaan Xuilin!" Ancam Perdana Menteri Yhujuan Xin tegas, bahkan dia memolototi semua orang di ruangan itu.
"Tapi, maaf Tuan Perdana Menteri. Kami tidak sanggup membantu Nona Hanabi, sebaiknya anda mencari tabib handal lainnya, sebelum racunnya menyebar luas. Tapi aku rasa tidak ada waktu lagi, di istana ini akulah tabib paling handal, aku rada kita tidak akan sempat menyelamatkan, Nona Hanabi," ucap tabib itu. Namun seseorang langsung menyahutinya.
"Siapa bilang Nona Hanabi tidak bisa diselamatkan? Aku bisa menyelamatkan, Nona Hanabi!" seru Shua Xie penuh penekanan membuat semua orang menatapnya.
Shua Xie mendekati Nona Hanabi lalu memeriksa denyut nadinya, "Masih ada kesempatan untuk Nona Hanabi hidup. Jadi Paman tidak perlu khawatir. Sekalipun Paman menjungkir balikkan kerajaan Xuilin, Nona Hanabi juga tidak akan selamat jika tidak segera ditangani."
Perdana Menteri Yhujuan Xin menatap Shua Xie nanar, "Putriku Hanabi adalah anak satu-satuku yang bisa membuatku merasa tenang. Melihat putriku mengingatkanku pada istriku yang sudah lama meninggal. Jika putriku mati, siapa lagi yang akan menemaniku di dunia?" Terdengar suara Perdana Menteri Yhujuan Xin merintih, tidak akan sanggup jika harus kehilangan anak semata wayangnya.
"Aku paham kesedihan Paman. Aku juga memiliki ibu, dia baru saja meninggal beberapa bulan yang lalu. Dari kecil sampai sekarang aku tidak pernah bertemu dengan ibu, aku dibesarkan di kuil Renungan ...." Shua Xie menyeka air matanya yang mulai mengalir. Mengingat kehidupan Putri Shua Xie yang begitu menyedihkan membuatnya sadar, bahwa bukan hanya dirinya saja yang merasa kehilangan ibu di dunia ini, bukan hanya Shua Xie saja yang merasa kesepian tanpa ibu. Bahkan kisah kehidupan Putri Shua Xie lebih menyedihkan dari pada kisah hidupnya sendiri.
'Bahkan sekalipun pemilik tubuh ini sudah pulang ke rumahnya, mereka tetap saja tidak memedulikannya, justru diperlakukan sebaliknya. Rasanya apa yang Putri Shua Xie dulu rasakan, entah mengapa aku juga ikut merasakannya.' Lanjut Shua Xie dalam hatinya sambil menatap lantai dengan tatapan sedih.
'Ayolah Shua Xie! Merasa sedih pun juga tidak ada gunanya! Jangan patah semangat! Jangan buat pengajaran Pamanmu terasa sia-sia!' serunya lagi dalam hati memberi semangat pada dirinya sendiri.
"Aku akan menjalankan operasi membela perut Putri Hanabi lalu mengambil serangga Bunga Api di dalamnya!" tegas Shua Xie membuat Perdana Menteri Yhujuan Xin, tabib dan pengawal lainnya terkejut sampai tersedak sendiri.
"Apa membelah perut!" Kejut mereka bersamaan dibalas Shua Xie dengan anggukan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
irin
mau lahiran klo y jdii dbelah perut putri😅
2021-04-14
1
👿✖{??}✖👿
Thorr...Ada Adegan Romantis Kaini...
Sila Jawab??THoR
2021-04-12
2
Ⱬʜⷮᴇͯᴋᴀᴜsɪᴇ🦂
sebenarnya marga nya itu Wang apa Shan sih 🤔
2021-04-05
1