Bab 6

Bab telah direvisi, jika masih ada typo silakan komen.

___________________

Shua Xie mulai menusuki beberapa bagian tubuh Nona Hanabi akupuntur menggunakan 1 jarum emas akupuntur dengan kecepatan tinggi, saking cepatnya orang yang menyaksikan Shua Xie dibuat terkejut hebat sampai menganga lebar tak percaya melihatnya. Seumur-umur mereka tidak pernah melihat tabib menutup akupuntur seseorang secepat Shua Xie bekerja.

Setelah selesai menutup akupuntur Nona Hanabi, Shua Xie langsung meminta mereka untuk segera membawa Nona Hanabi ke ruangan lain agar segera menerima perawatan lebih lanjut.

Shua Xie berjalan dengan cepat mengikuti pengawal pribadi Nona Hanabi yang kini sedang membawa majikannya itu.

Perdana Menteri Yhujuan Xin mengejar Shua Xie, "Putri Shua Xie, sebenarnya racun apa yang ada di dalam tubuh putri saya?" tanya Perdana Menteri Yhujuan Xin dengan nada cemas.

"Putri terkena racun Bunga Api. Menurut buku racun yang pernah aku baca, racun Bunga Api adalah racun ganas yang menyerang hati. Jika tidak segera ditangani kemungkinan besok pagi Putri tidak akan selamat," jelas Shua Xie sambil mensejajarkan jalannya dengan Perdana Menteri Yhujuan Xin.

"Racun Bunga Api?"

"Jelasnya begini paman. Racun Bunga Api adalah racun dari semacam serangga yang tumbuh di tubuh korban. Serangga ini tumbuh dari beberapa bulan yang lalu. Sebenarnya serangga itu tidak terlalu berbahaya jika tidak diberikan pantangannya racun Bunga Api. Dari analisaku sendiri rencana pembunuhan ini memang sengaja direncanakan beberapa bulan yang lalu. Si pelaku lumayan cerdik, menggunakan serangga Bunga Api dengan sangat tepat. Dia sengaja menanam bibit larva serangga itu dan membiarkannya tumbuh dewasa, serangga ini memang tumbuh tanpa diketahui oleh siapapun. Kalau tabib biasa saja mungkin tidak akan sadar ada serangga di dalam hati korban. Sejak awal niat pelaku ingin membunuhnya di kediaman Paman, tapi setelah mengetahui Paman dan putri anda akan berkunjung ke kerajaan Xuilin jadi mereka merubah rencana awalnya. Mereka sengaja memberikan racun Bunga Api saat acara perjamuan agar pihak kerajaan Xuilin yang terkena imbasnya. Pelaku sengaja memprovokasi pihak lain agar mereka terhindar, terkesan tidak ada sangkut pautnya," jawab Shua Xie serius.

"Jadi Putriku sudah terkena racun beberapa bulan yang lalu?" Kaget Perdana Menteri Yhujuan Xin.

Shua Xie tersenyum kecil menggelangkan kepalanya pelan, "Sebenarnya belum. Serangga itu hanya tumbuh di dalam hati Putri dengan memakan zat-zat gula hati. Awalnya serangga ini memang tidak beracun, tapi setelah diberi racun Bunga Api maka si serangga akan terinfeksi racunnya. Racun Bunga Api memang sangat unik sebab Racun Bunga Api memang hanya diperuntukkan untuk serangga Bunga Api. Ketika ke dua sudah bergabung, maka si serangga akan menjadi liar dan ganas lalu menggerogoti zat gula hati semakin banyak. Tidak hanya itu, zat gula hati yang sudah dia makan akan dia tukar menjadi racun, semacam kinerja transfusi. Dia memakan zat tersebut lalu menukarnya dengan racunnya sendiri. Mungkin sebagian orang yang kurang paham ilmu medis akan mendefinisikan bahwa si korban mati karena serangga saja, tanpa tahu bahwa ada penyabab kematian lainnya," jelas Shua Xie berdasarkan pengetahuan yang pernah dia dengar dari pamannya.

"Jadi penyebab utamanya bukan serangga tapi racun Bunga Api yang diberikan di waktu serangga sudah dewasa."

Shua Xie mengangguk pelan, "Ya begitulah Paman. Tapi sebenarnya racun Bunga Api hanya mempercepat kinerja serangganya. Tanpa racun pun, serangga Bunga Api juga sangat berbahaya jika tidak segera dikeluarkan dari tubuh korban. Walaupun serangga tidak beracun, tapi serangga akan tumbuh membesar seiring waktu. Semakin besar serangga semakin banyak asupannya, jika sudah besar tidak hanya zat gula hati saja yang akan dia makan, hati korban pun juga dia akan makan."

Yhujuan Xin terkejut mendengar penjelasan Shua Xie yang begitu detail, "Lalu bagaimana cara mengobati putriku? Apa dia masih bisa diselamatkan?" tanyanya semakin khawatir.

"Kemungkinan bisa diselamatkan. Tapi jika menjalankan operasi aku."

"Operasi?"

Shua Xie tersenyum canggung. Tentunya tidak ada orang yang tahu cara pengobatan operasi selain dia sendiri.

"Apa Paman percaya cara pengobatanku?" Shua Xie menatap Perdana Menteri Yhujuan Xin.

"Aku percaya. Tapi aku masih sedikit ragu bagaimana bisa orang buta tahu ilmu medis. Apalagi Kaisar mengatakan Putri Shua Xie sudah buta dari kecil. Bukannya ini terdengar konyol? Tapi melihat keahlian Putri menutup akupuntur Putriku dan juga cara Putri berjalan sekarang ini, orang lain pasti akan mengira Putri bukanlah orang buta. Justru mereka yang buta jika mengira bahwa Putri buta," jawab Perdana Menteri Yhujuan Xin merasa ambigu sendiri.

Shua Xie menghela nafas berat, kasus kematian karena keracunan, kecelakaan, sakit, dan bunuh diri sudah banyak Shua Xie temukan di dunia modern. Shua Xie bisa paham sedikit ilmu medis berkat pengajaran pamannya dan juga pelajaran ilmu medis di akademi Matahari. Shua Xie memang dari kecil bercita-cita menjadi Dokter Koroner.

"Apa Paman pernah mendengar adanya mata batin? Aku dari kecil memang buta, tapi aku memiliki satu mata khusus yaitu mata batin. Walaupun ke dua aku tidak bisa melihat tapi mata batinku bisa melihat bahkan lebih jelas daripada mata biasa, bisa dikatakan aku memiliki tiga mata sekaligus. Mungkin orang-orang terdahulu menyebutnya Mata Dewa," jelas Shua Xie pelan seraya melangkah masuk ke dalam ruangan bersama Perdana Menteri Yhujuan Xin.

"Mata batin? Mata Dewa? Rasanya nama itu terdengar tidak asing lagi," gumam Perdana Menteri Yhujuan Xin.

"Sekarang aku sedikit sulit menjelaskannya pada Paman," jelas Shua Xie singkat seraya menatap Perdana Menteri Yhujuan Xin yang sedang berpikir mengingat nama mata batin dan mata Dewa.

Shua Xie dan Perdana Menteri Yhujuan Xin berhenti tepat di depan pintu kamar Nona Hanabi dirawat. Terlihat beberapa tabib khusus kerajaan sedang memeriksa Nona Hanabi.

Shua Xie mendekat ke kasur tempat Nona Hanabi dibaringkan. Terlihat seluruh tubuh Nona Hanabi mulai mengeluarkan keringat panas sampai membuat gadis itu mengerang kesakitan dalam keadaan pingsan.

'Tampaknya racunnya sudah berkerja. Sudah tidak ada pilihan lain lagi selain operasi. Untunglah di tas sekolahku ada alat operasi yang seharusnya aku bawa untuk pergi ke rumah sakit paman.'

Shua Xie jadi teringat waktu terakhir dia ditembak oleh seniornya sendiri. Waktu itu Shua Xie mau pergi ke rumah sakit Pamannya. Dari beberapa hari lalu Shua Xie dan Pamannya memang sudah bersepakat akan melakukan otopsi pada mayat yang terkena racun.

Mayat itu adalah anak dari pemimpin negara. Karena paman Shua Xie terkenal bisa mengatahui sebab kematian, pemimpin negara meminta untuk mencari tahu sebab dan siapa pelaku yang tega membunuh putrinya.

Dari kecil Shua Xie sudah mengagumi pamannya dan bercita-cita ingin menjadi seperti pamannya, setiap pamannya akan melakukan pengobatan atau otopsi pada mayat, Shua Xie selalu hadir membantu pamannya sekaligus belajar dari pamannya. Pamannya adalah seorang koroner sekaligus dokter tapi juga bisa menjadi detektif. Pamannya bisa menemukan pelaku pembunuhan hanya dengan melakukan otopsi pada mayat, lalu mencari tahu orang-orang terdekat korban dan mendefinisikan kejadian berdasarkan info yang dia kumpulkan. Bahkan Pamannya sampai mendapat julukan Manusia Jenius berkat kecerdasannya yang begitu hebat.

Shua Xie menanyakan kondisi Nona Hanabi pada tabib yang sudah memeriksa kondisi kelanjutan Putri Hanabi.

"Bagaimana? Apa tabib bisa menyembuhkannya?"

Tabib itu menggelengkan kepalanya dengan raut wajah khawatir, badannya terasa panas dingin karena takut akan menerima hukuman dari Kaisar sebab tidak bisa menyembuhkan Nina Hanabi.

"Racun ini belum pernah saya temukan. Racunnya terlalu ganas dan sulit disembuhkan, setiap waktu tubuh Putri Hanabi mulai semakin panas," jawab tabib itu sambil menyeka keringatnya.

"Lalu apa kalian tidak bisa menyembuhkan putriku!?" Perdana Menteri bertanya panik. Khawatir putrinya tidak bisa diselamatkan.

Tabib itu menunduk, enggan menjawab karena takut terkena semburan kemarahan. Melihat tabib itu diam, Perdana Menteri Yhujuan Xin tahu tabib itu tidak bisa menyelamatkan putrinya.

"Tidak bisa! Kalian harus menyelamatkan putriku! Jika tidak aku akan menyatakan perang pada kerajaan Xuilin!" Ancam Perdana Menteri Yhujuan Xin tegas, bahkan dia memolototi semua orang di ruangan itu.

"Tapi, maaf Tuan Perdana Menteri. Kami tidak sanggup membantu Nona Hanabi, sebaiknya anda mencari tabib handal lainnya, sebelum racunnya menyebar luas. Tapi aku rasa tidak ada waktu lagi, di istana ini akulah tabib paling handal, aku rada kita tidak akan sempat menyelamatkan, Nona Hanabi," ucap tabib itu. Namun seseorang langsung menyahutinya.

"Siapa bilang Nona Hanabi tidak bisa diselamatkan? Aku bisa menyelamatkan, Nona Hanabi!" seru Shua Xie penuh penekanan membuat semua orang menatapnya.

Shua Xie mendekati Nona Hanabi lalu memeriksa denyut nadinya, "Masih ada kesempatan untuk Nona Hanabi hidup. Jadi Paman tidak perlu khawatir. Sekalipun Paman menjungkir balikkan kerajaan Xuilin, Nona Hanabi juga tidak akan selamat jika tidak segera ditangani."

Perdana Menteri Yhujuan Xin menatap Shua Xie nanar, "Putriku Hanabi adalah anak satu-satuku yang bisa membuatku merasa tenang. Melihat putriku mengingatkanku pada istriku yang sudah lama meninggal. Jika putriku mati, siapa lagi yang akan menemaniku di dunia?" Terdengar suara Perdana Menteri Yhujuan Xin merintih, tidak akan sanggup jika harus kehilangan anak semata wayangnya.

"Aku paham kesedihan Paman. Aku juga memiliki ibu, dia baru saja meninggal beberapa bulan yang lalu. Dari kecil sampai sekarang aku tidak pernah bertemu dengan ibu, aku dibesarkan di kuil Renungan ...." Shua Xie menyeka air matanya yang mulai mengalir. Mengingat kehidupan Putri Shua Xie yang begitu menyedihkan membuatnya sadar, bahwa bukan hanya dirinya saja yang merasa kehilangan ibu di dunia ini, bukan hanya Shua Xie saja yang merasa kesepian tanpa ibu. Bahkan kisah kehidupan Putri Shua Xie lebih menyedihkan dari pada kisah hidupnya sendiri.

'Bahkan sekalipun pemilik tubuh ini sudah pulang ke rumahnya, mereka tetap saja tidak memedulikannya, justru diperlakukan sebaliknya. Rasanya apa yang Putri Shua Xie dulu rasakan, entah mengapa aku juga ikut merasakannya.' Lanjut Shua Xie dalam hatinya sambil menatap lantai dengan tatapan sedih.

'Ayolah Shua Xie! Merasa sedih pun juga tidak ada gunanya! Jangan patah semangat! Jangan buat pengajaran Pamanmu terasa sia-sia!' serunya lagi dalam hati memberi semangat pada dirinya sendiri.

"Aku akan menjalankan operasi membela perut Putri Hanabi lalu mengambil serangga Bunga Api di dalamnya!" tegas Shua Xie membuat Perdana Menteri Yhujuan Xin, tabib dan pengawal lainnya terkejut sampai tersedak sendiri.

"Apa membelah perut!" Kejut mereka bersamaan dibalas Shua Xie dengan anggukan.

Terpopuler

Comments

irin

irin

mau lahiran klo y jdii dbelah perut putri😅

2021-04-14

1

👿✖{??}✖👿

👿✖{??}✖👿

Thorr...Ada Adegan Romantis Kaini...

Sila Jawab??THoR

2021-04-12

2

Ⱬʜⷮᴇͯᴋᴀᴜsɪᴇ🦂

Ⱬʜⷮᴇͯᴋᴀᴜsɪᴇ🦂

sebenarnya marga nya itu Wang apa Shan sih 🤔

2021-04-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Q&A Part 1 (Bukan Update)
176 Bab 175
177 Bab 176
178 Bab 177
179 Bab 178
180 Bab 179
181 Bab 180
182 Bab 181
183 Bab 182
184 Bab 183
185 Bab 184
186 Bab 185
187 Bab 186
188 Bab 187
189 Bab 188
190 Bab 189
191 Bab 190
192 Bab 191
193 Bab 192
194 Bab 193
195 Bab 194
196 Bab 195
197 Bab 196
198 Bab 197
199 Bab 198
200 000
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Q&A Part 1 (Bukan Update)
176
Bab 175
177
Bab 176
178
Bab 177
179
Bab 178
180
Bab 179
181
Bab 180
182
Bab 181
183
Bab 182
184
Bab 183
185
Bab 184
186
Bab 185
187
Bab 186
188
Bab 187
189
Bab 188
190
Bab 189
191
Bab 190
192
Bab 191
193
Bab 192
194
Bab 193
195
Bab 194
196
Bab 195
197
Bab 196
198
Bab 197
199
Bab 198
200
000

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!