Ayo beri like cerita ini ^-^
_____________________________
"I-ini sangat banyak!" Tang Gou terkejut sampai sulit berbicara fasih. Shua Xie hanya tersenyum kecil melihat keterkejutan Tang Gou dan orang-orang bawahan Tang Gou.
"Tidak masalah, aku masih punya banyak batu spirit. Lagi pula aku tidak terlalu membutuhkan batu spirit tingkat rendah, jadi bukan masalah besar bagiku."
Tang Gou menganga lebar melihat seribu batu spirit berkilau tepat di hadapannya. Sebagai pengusaha penginapan terbesar di kota ini, Tang
Gou tidak pernah melihat batu spirit sebanyak itu. Dengan banyak batu spirit seperti itu Tang Gou bisa saja mendirikan satu penginapan lagi yang lebih mewah daripada penginapannya saat ini.
Tidak hanya Tang Gou yang terkejut, pengawal pribadi Tang Gou pun sulit untuk berkata-kata melihat batu spirit sebanyak itu. Sebagai pendekar kultivator sendiri ia tidak pernah melihat banyak batu spirit monster sebanyak itu.
'Astaga seberapa banyak gadis kecil ini memiliki batu spirit! Apalagi batu ini batu spirit monster! Apa dia habis merampok para pendekar!?' tukas Tang Gou dalam hatinya.
"Bagaimana, apa Paman setuju?" Shua Xie membuyarkan lamunan Tang Gou dan beberapa pengawal Tang Gou.
Tang Gou melihat ke arah Shua Xie masih dengan wajah terkejut, "Tentu saja setuju. Transaksi ini sungguh diluar dugaanku, walaupun batu spirit ini tingkat rendah tapi batu ini batu spirit monster, bukan batu spirit biasa. Nona bolehkah saya bertanya dari manakah Nona mendapat semua ini?" tanya Tang Gou serius.
"Kalau tidak salah namanya hutan Kokuzu. Aku sempat tinggal di sana selama tiga bulan, setiap hari harus berkelahi dengan monster spirit. Begitulah caraku mendapatkannya," jawab Shua Xie santai.
Tang Gou dan pengawal pribadinya saling bertatapan satu sama lain dengan ekspresi sulit dijelaskan. Tapi mereka satu pemikiran tidak percaya dengan apa yang dikatakan Shua Xie melihat Shua Xie hanya seorang gadis kecil yang terlihat lemah.
'Ini apa aku tidak salah dengar? Jangan bilang dia membunuh ribuan monster spirit seorang diri di hutan Kokuzu yang terkenal kota para monster spirit.' Kejut Tang Gou dalam hatinya.
'Nona ini bagaimana mungkin bisa membunuh ribuan monster spirit kecuali dia adalah siluman atau iblis!' ujar pengawal pribadi Tang Gou dalam hatinya.
Shua Xie beranjak berdiri membuat orang di sekitarnya memperhatikannya menunggu tindakan apalagi yang akan Shua Xie lakukan.
"Paman tolong kelola penginapan ini sebaik mungkin. Aku akan pergi keluar dulu, oh ya jangan beritahu para pengunjung jika penginapan ini punya pemilik baru. Aku ingin merahasiakan identitasku saat ini. Cukup Paman dan orang-orang di sini saja yang tahu tentangku. Aku keluar dulu Paman ... entah kapan aku akan mampir lagi ke sini. Aku percaya padamu Paman, tolong jaga kepercayaanku."
Setelah ity Shua Xie langsung melangkah pergi tanpa menunggu balasan dari Tang Gou.
Tang Gou hanya terdiam menyaksikan kepergian Shua Xie yang semakin jauh menghilang sampai akhirnya Tang Gou tersadar akan sesuatu.
"Dasuke kerahkan pengawal rahasia untuk menjaga Nona Shu. Jangan sampai Nona Shu mendapat masalah diluar sana, bagaimana pun Nona Shu sudah menjadi Tuan kita." Perintah Tang Gou dengan nada serius. Dasuke pengawal pribadinya langsung menjalan perintah mengerahkan beberapa bawahannya menjaga Shua Xie secara diam-diam.
***
Setelah keluar dari penginapan Shua Xie langsung pergi ke tujuan selanjutnya ke tempat pelelangan terbesar di kota yaitu Paviliun Pelelangan Cheng milik Suguan. Sesuai dengan janjinya di kereta kalau ia akan mengunjungi pelelangan milik Suguan. Sekaligus Shua Xie akan melakukan kerjasama dengannya. Tapi sebelum sampai ke paviliun, Shua Xie menyamarkan dirinya terlebih dahulu menjadi pria sebab Suguan mengenalnya sebagai pria bukan wanita.
Sepanjang perjalanannya menuju paviliun pelelangan, Shua Xie banyak melihat para pendekar berkeliaran di alun kota. Shua Xie menjadi penasaran apa yang membuat begitu banyak para pendekar kultivator bermunculan di kota.
'Mungkinkah akan ada perlombaan pertarungan?' tanya Shua Xie dalam hatinya.
Setengah menit Shua Xie berjalan akhirnya ia sampai ke paviliun Cheng. Shua Xie menengadah menatap betapa besarnya paviliun Cheng, Shua Xie yakin paviliun pelelangan itu pasti sering kedatangan para pendekar kultivator, termasuk para bangsawan dan para Master.
Shua Xie pun langsung masuk ke dalam paviliun. Ketika ia masuk ia disuguhkan pemandangan ratusan orang yang saling berseru merebut barang yang Shua Xie tidak lihat.
Shua Xie mengacuhkan keributan itu dan langsung menghampiri satu pengawal paviliun memintanya menghantarkan dirinya bertemu dengan Tuan mereka. Pengawal itu pun membawa Shua Xie bertemu dengan Suguan di ruang pelelangan khusus bagi para petinggi.
Ketika Shua Xie masuk ia melihat ada beberapa Master hebat. Shua Xie menebak sepertinya mereka sedang melalukan transaksi serius.
Suguan hampir marah ketika pintu terbuka oleh pengawalnya, tapi ketika melihat Shua Xie ia langsung mengulum senyum.
"Paman Suguan, apa masih ingat saya?" tanya Shua Xie sambil memaparkan senyuman kecil.
"Tuan Shu. Silakan masuk, kami sedang melalukan lelang beberapa barang bagus. Mungkin Tuan Shu tertarik dengan barang-barang lelangan saya."
Shua Xie melangkah mendekati Suguan lalu melihat para Master hebat tengah menatapnya dingin. Beberapa para tamu mengklaim kedatangan Shua Xie yang mereka tidak ketahui sebab acara pelelangan khusus ini sudah disepakati beberapa bulan yang lalu, dan juga hanya bisa dihadiri bagi para petinggi yang penting.
"Maaf Tuan-Tuan sekalian. Tuan Shu ini juga merupakan satu tamu VIP paviliun kami, maaf saya lupa memberitahukannya pada Tuan sekalian," tukas Suguan penuh hati-hati.
"Suguan kamu sungguh tidak tahu diri! Kami ini merupakan pelanganggan terbaik di sini. Seharusnya anda tidak mengundang tamu yang tidak jelas di acara pelelangan kali ini. Jika dia mau ikut suruh ikut pelelangan yang di luar saja. Acara pelelangan kita ini hanya bisa dihadiri bagi para petinggi," sahut pria paruh baya yang bernama Chu sering dipanggil Master Chu. Chu sendiri perwakilan dari sekte Bulan.
"Benar, aku setuju dengan Chu. Jika dia ingin ikut pelelangan suruh saja ikut pelelangan yang di luar saja. Aku tidak yakin dia punya banyak uang untuk ikut pelelangan kita." Gumo Shan perwakilan dari sekte Suna setuju dengan ucapan Chu.
"Pemuda entah dari sekte mana," sindir Fhu guru wanita perwakilan dari sekte Awan.
Suguan tersenyum kaku sulit untuk berkata apa lagi, salah sedikit ia bisa saja menyinggung para Master hebat.
'Jangan meremehkan Tuan Shu ini. Dia memiliki banyak batu spirit monster, jika kalian melihatnya mungkin kalian juga ingin menjalin kerjasama dengannya,' tukas Suguan dalam hatinya.
Shua Xie mengacuhkan omongan dari tiga Master itu dan hanya memilih duduk diam di kursi kosong. Satu pria paruh baya bernama Gong Chen guru dari sekte Sun tidak berbicara apapun selain melihat ketenangan Shua Xie. Dia hanya tersenyum kagum melihat betapa tenangnya Shua Xie dihadapan para Master hebat darinya. Padahal bisa saja dia mati ditangan ke 3 Master itu.
"Anak muda kenapa kau tidak keluar! Tidakkah kau tahu kami ini siapa?" tegur Chu sedikit keras seraya menatap Shua Xie tajam.
"Kenapa aku harus keluar? Paman Suguan saja tidak memintaku keluar," balas Shua Xie dingin tanpa ekspresi membuat Chu semakin marah.
Chu mengepalkan tangannya geram, "Kau!"
"Sudahlah Chu! Biarkan saja dia ikut, mungkin anak muda ini sedang mencari sesuatu." Gong Chen memotong ucapan Chu, sahutannya pun terdengar sedang membela Shua Xie.
"Benar Tuan Chu. Sebaiknya kita lanjutkan saja acara pelelangannya." Suguan ikut membantu Gong Chen. Sedangkan Fhu hanya tertawa kecil melihat Chu meraju.
"Heh ... ternyata masih ada orang yang cukup pintar di sini," gumam Shua Xie tajam membuat semua orang terkejut sekaligus geram.
"Hahaha ... anak muda sebaiknya jaga ucapanmu. Jangan sampai membuat Chu dan yang lainnya marah," sahut Gong Chen sambil tertawa kecil tapi terkesan tertawa mengancam.
Shua Xie hanya mendesah kesal dengan tampang acuh mendengar ucapan Gong Chen. Ekspresi Shua Xie membuat Suguan semakin panik takutnya Gong Chen juga akan ikut marah seperti yang lainnya.
"Baiklah Tuan-Tuan kita lanjutkan saja acara pelelangannya," sahut Suguan memecahkan ketegangan.
Semua orang mengangguk setuju daripada melanjutkan keributan. Acara pelelangan pun di mulai dari pembukaan Suguan, Suguan memanggil wanita pelayan sebagai pembawa barang yang akan dilelang.
Barang pertama yang akan dilelang ialah pedang pusaka kualitas menengah. Pedang itu bernama pedang Bulan Merah, terkenal pedang suci buatan 200 tahun yang lalu. Pedang dengan sarung pedang berwarna merah sedangkan gagangnya berwarna hitam pekat dengan ukiran sajak kuno.
"Pedang Bulan Merah harga jualnya dimulai dari seribu koin," tukas Suguan membuka waktu penawaran harga.
"Dua ribu koin!" sahut Chu dengan nada keras sambil tertawa sinis. Tawanya itu diperlihatkannya kepada Shua Xie seakan sedang menunggu Shua Xie membalasnya.
'Ck! Si tua mau mencari perhatianku ya? Cih kau tidak pantas, lagi pun aku tidak tertarik dengan pedang jelek seperti itu. Aku memilik dua pedang kualitas sangat tinggi buatan leluhur klan Langit. Tidak bisa dibandingkan dengan pedang rongsokan itu!' tukas Shua Xie dalam hatinya sambil memalingkan wajahnya acuh.
"Tiga ribu koin!" sahut Fhu dengan tampang arogannya. Fhu tersenyum sinis ketika Chu menatapnya kesal, "Siapa yang paling tinggi menaruh harga dialah yang dapat bukan?" ujar Fhu pada Chu.
"Empat ribu koin!" balas Gong Chen.
"Lima ribu koin!" seru Gumo Shan.
Chu mengepalkan tangannya geram, "Tujuh ribu koin!" serunya kesal. Yang lain tidak lagi menaruh harga tinggi membuat Chu tertawa puas. Akhirnya pedang Bulan Merah terbeli oleh Chu.
Shua Xie hanya menghela nafas pelan, 'Jangan bilang Pak Tua Chu senang mendapatkan pedang jelek itu?'
Suguan memanggil wanita pelayan lagi, kali ini yang datang adalah baju perisai Naga Api buatan dari sisik Naga legendaris. Baju perisai Naga Api bisa menahan serangan dari para pendekar tahap Jenderal dan tahap Raja sebanyak 5 kali.
Lagi-lagi yang pertama menaruh harga ialah Chu, setelah Suguan sudah membuka waktu tawaran. Tapi Fhu, Gong Chen, dan Gumo Shan tidak mau kalah. Mereka terus beradu harga tinggi membuat Shua Xie tertawa kecil melihat mereka merebutkan benda pusaka. Setelah mereka terus menawar kali ini Chu lagi yang mendapatkannya, lalu memperlihatkannya pada Shua Xie dengan kata-kata menyinggung. Tapi Shua Xie tidak terprovokasi sedikit pun.
Acara pelelang terus berlangsung, satu demi satu di antara ke 4 master hebat itu terus menaruh harga tinggi setiap kali pusaka terus keluar. Sampai akhirnya di acara terkahir, kali ini Suguan mengeluarkan sepotong artefak kuno.
"Artefak ini adalah artefak kuno milik klan misterius yang sudah lama punah. Konon katanya jika berhasil menyusun sempurna setiap potongan artefak, kita akan mendapatkan hadiah besar," jelas Suguan serius.
"Hanya sepotong mana mungkin berguna. Lagi pula kita tidak tahu di mana potongan lainnya!" ujar Chu merendahkan.
"Lima ribu koin untuk artefak itu!" sahut Shua Xie keras, padahal Suguan belum membuka waktu penawaran harga.
Chu tersenyum kecil melihat Shua Xie sangat tertarik dengan artefak itu, "Enam ribu koin!" sahut Chu dengan nada keras.
Shua Xie melirik tajam ke arah Chu membuat Chu semakin tertarik mempermainkan Shua Xie.
"Awalnya anda menjelekan artefak itu, tapi sekarang anda malah menaruh harga. Sungguh tidak tahu malu! Tujuh ribu koin!" balas Shua Xie tajam.
"Delapan ribu koin! Anak muda terserah aku mau membelinya atau tidak!" sahut Chu sambil memaparkan senyuman menantang. Fhu dan Gong Chen tersenyum merasa akan mendapat tontonan menarik kali ini.
"Sembilan ribu koin! Hahaha ... mulut anda ternyata sangat munafik sampai lupa menahan malu!" balas Shua Xie tajam.
"Sepuluh ribu koin! Anak muda, kau tidak tahu menahu tentangku. Lebih baik jaga ucapanmu!" balas Chu semakin memprovokasi.
Shua Xie menghela nafas pelan seraya menatap Chu tajam, Shua Xie diam sejenak. Melihat Shua Xie tidak menaruh harga lagi Chu tertawa puas.
"Hahaha ... kenapa sudah tidak punya uang?" sindir Chu.
Shua Xie tersenyum sinis, "Hais takutnya anda yang tidak punya uang lagi! Lima belas ribu koin!" tawar Shua Xie keras seraya menatap Suguan.
Semua orang terkejut melihat tawaran Shua Xie begitu tinggi hanya untuk sepotong artefak kuno yang terlihat begitu tidak berguna. Chu sulit berkata-kata lagi, kali ini ia sudah tidak bisa menaruh harga tinggi lagi karena uangnya sudah hampir habis terpakai untuk membeli barang lelangan sebelumnya. Lagi pun tidak ada gunanya juga jika dia memiliki potongan artefak itu.
Karena tidak ada yang berani menawar harga lagi, artefak itu pun jatuh ke tangan Shua Xie. Shua Xie menghela nafas lega sekaligus tersenyum senang, ia tidak pernah menyangka akan menemukan potongan artefak milik klan Langit di paviliun Cheng.
"Baiklah barang terakhir sudah jatuh pada Tuan Muda Shu. Karena barang sudah habis mari kita tutup acara pelelangan kali ini. Saya sebagai-"
"Tunggu dulu Paman Suguan! Aku punya satu barang, tolong Paman lelang di hadapan ke empat Master hebat ini." Shua Xie menyela ucapan Suguan.
"Tuan Muda Shu ternyata ingin melelang sesuatu ya. Baiklah silakan Tuan Shu keluarkan barang yang akan Tuan lelang."
Chu hanya bergumam pasti barang yang akan Shua Xie lelang bukanlah barang berharga. Chu merasa Shua Xie sedang mencari perhatian mereka.
Gong Chen dan yang lainnya tersenyum kecil merasa penasaran barang apakah yang akan Shua Xie lelang dengan mereka. Gong Chen sedikit tertarik dengan Shua Xie, merasa bahwa Shua Xie memiliki daya tarik yang berbeda.
Shua Xie menyentuh meja lalu keluarlah 1 batu spirit monster milik raja gorila raksasa yang pernah dia bunuh dari cincin Ruangnya.
"Harga dibuka dari lima ribu koin silakan kalian menaruh harga," tukas Shua Xie menentukan sendiri harga jual awal.
"Itu batu spirit monster milik Raja Gorila raksasa bukan!?" seru ke 4 Master bersamaan dengan tampang yang sulit dijelaskan.
.
.
.
.
.
.
**Bersambung
Jangan lupa beri like cerita ini ya
jika ada typo atau kritsar silakan komen
Jangan lupa favoritin juga biar gak ketinggalan
Selamat bertemu di episode selanjutnya** ^-^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
nah nah mau ngomong apa lagi kalian. mentang2 punya status tinggi jadi arogan dan dgn mudahnya merendahkan orang.
2022-02-18
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
hahah, pedang rongsokan gak tuh😄. Shua Xie mah banyak pedang macam tu
2022-02-18
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
Shua Xie saatnya menjalin koneksi😄
2022-02-18
0