Bab 13

Ayo beri like cerita ini ^-^

_____________________________

"I-ini sangat banyak!" Tang Gou terkejut sampai sulit berbicara fasih. Shua Xie hanya tersenyum kecil melihat keterkejutan Tang Gou dan orang-orang bawahan Tang Gou.

"Tidak masalah, aku masih punya banyak batu spirit. Lagi pula aku tidak terlalu membutuhkan batu spirit tingkat rendah, jadi bukan masalah besar bagiku."

Tang Gou menganga lebar melihat seribu batu spirit berkilau tepat di hadapannya. Sebagai pengusaha penginapan terbesar di kota ini, Tang

Gou tidak pernah melihat batu spirit sebanyak itu. Dengan banyak batu spirit seperti itu Tang Gou bisa saja mendirikan satu penginapan lagi yang lebih mewah daripada penginapannya saat ini.

Tidak hanya Tang Gou yang terkejut, pengawal pribadi Tang Gou pun sulit untuk berkata-kata melihat batu spirit sebanyak itu. Sebagai pendekar kultivator sendiri ia tidak pernah melihat banyak batu spirit monster sebanyak itu.

'Astaga seberapa banyak gadis kecil ini memiliki batu spirit! Apalagi batu ini batu spirit monster! Apa dia habis merampok para pendekar!?' tukas Tang Gou dalam hatinya.

"Bagaimana, apa Paman setuju?" Shua Xie membuyarkan lamunan Tang Gou dan beberapa pengawal Tang Gou.

Tang Gou melihat ke arah Shua Xie masih dengan wajah terkejut, "Tentu saja setuju. Transaksi ini sungguh diluar dugaanku, walaupun batu spirit ini tingkat rendah tapi batu ini batu spirit monster, bukan batu spirit biasa. Nona bolehkah saya bertanya dari manakah Nona mendapat semua ini?" tanya Tang Gou serius.

"Kalau tidak salah namanya hutan Kokuzu. Aku sempat tinggal di sana selama tiga bulan, setiap hari harus berkelahi dengan monster spirit. Begitulah caraku mendapatkannya," jawab Shua Xie santai.

Tang Gou dan pengawal pribadinya saling bertatapan satu sama lain dengan ekspresi sulit dijelaskan. Tapi mereka satu pemikiran tidak percaya dengan apa yang dikatakan Shua Xie melihat Shua Xie hanya seorang gadis kecil yang terlihat lemah.

'Ini apa aku tidak salah dengar? Jangan bilang dia membunuh ribuan monster spirit seorang diri di hutan Kokuzu yang terkenal kota para monster spirit.' Kejut Tang Gou dalam hatinya.

'Nona ini bagaimana mungkin bisa membunuh ribuan monster spirit kecuali dia adalah siluman atau iblis!' ujar pengawal pribadi Tang Gou dalam hatinya.

Shua Xie beranjak berdiri membuat orang di sekitarnya memperhatikannya menunggu tindakan apalagi yang akan Shua Xie lakukan.

"Paman tolong kelola penginapan ini sebaik mungkin. Aku akan pergi keluar dulu, oh ya jangan beritahu para pengunjung jika penginapan ini punya pemilik baru. Aku ingin merahasiakan identitasku saat ini. Cukup Paman dan orang-orang di sini saja yang tahu tentangku. Aku keluar dulu Paman ... entah kapan aku akan mampir lagi ke sini. Aku percaya padamu Paman, tolong jaga kepercayaanku."

Setelah ity Shua Xie langsung melangkah pergi tanpa menunggu balasan dari Tang Gou.

Tang Gou hanya terdiam menyaksikan kepergian Shua Xie yang semakin jauh menghilang sampai akhirnya Tang Gou tersadar akan sesuatu.

"Dasuke kerahkan pengawal rahasia untuk menjaga Nona Shu. Jangan sampai Nona Shu mendapat masalah diluar sana, bagaimana pun Nona Shu sudah menjadi Tuan kita." Perintah Tang Gou dengan nada serius. Dasuke pengawal pribadinya langsung menjalan perintah mengerahkan beberapa bawahannya menjaga Shua Xie secara diam-diam.

***

Setelah keluar dari penginapan Shua Xie langsung pergi ke tujuan selanjutnya ke tempat pelelangan terbesar di kota yaitu Paviliun Pelelangan Cheng milik Suguan. Sesuai dengan janjinya di kereta kalau ia akan mengunjungi pelelangan milik Suguan. Sekaligus Shua Xie akan melakukan kerjasama dengannya. Tapi sebelum sampai ke paviliun, Shua Xie menyamarkan dirinya terlebih dahulu menjadi pria sebab Suguan mengenalnya sebagai pria bukan wanita.

Sepanjang perjalanannya menuju paviliun pelelangan, Shua Xie banyak melihat para pendekar berkeliaran di alun kota. Shua Xie menjadi penasaran apa yang membuat begitu banyak para pendekar kultivator bermunculan di kota.

'Mungkinkah akan ada perlombaan pertarungan?' tanya Shua Xie dalam hatinya.

Setengah menit Shua Xie berjalan akhirnya ia sampai ke paviliun Cheng. Shua Xie menengadah menatap betapa besarnya paviliun Cheng, Shua Xie yakin paviliun pelelangan itu pasti sering kedatangan para pendekar kultivator, termasuk para bangsawan dan para Master.

Shua Xie pun langsung masuk ke dalam paviliun. Ketika ia masuk ia disuguhkan pemandangan ratusan orang yang saling berseru merebut barang yang Shua Xie tidak lihat.

Shua Xie mengacuhkan keributan itu dan langsung menghampiri satu pengawal paviliun memintanya menghantarkan dirinya bertemu dengan Tuan mereka. Pengawal itu pun membawa Shua Xie bertemu dengan Suguan di ruang pelelangan khusus bagi para petinggi.

Ketika Shua Xie masuk ia melihat ada beberapa Master hebat. Shua Xie menebak sepertinya mereka sedang melalukan transaksi serius.

Suguan hampir marah ketika pintu terbuka oleh pengawalnya, tapi ketika melihat Shua Xie ia langsung mengulum senyum.

"Paman Suguan, apa masih ingat saya?" tanya Shua Xie sambil memaparkan senyuman kecil.

"Tuan Shu. Silakan masuk, kami sedang melalukan lelang beberapa barang bagus. Mungkin Tuan Shu tertarik dengan barang-barang lelangan saya."

Shua Xie melangkah mendekati Suguan lalu melihat para Master hebat tengah menatapnya dingin. Beberapa para tamu mengklaim kedatangan Shua Xie yang mereka tidak ketahui sebab acara pelelangan khusus ini sudah disepakati beberapa bulan yang lalu, dan juga hanya bisa dihadiri bagi para petinggi yang penting.

"Maaf Tuan-Tuan sekalian. Tuan Shu ini juga merupakan satu tamu VIP paviliun kami, maaf saya lupa memberitahukannya pada Tuan sekalian," tukas Suguan penuh hati-hati.

"Suguan kamu sungguh tidak tahu diri! Kami ini merupakan pelanganggan terbaik di sini. Seharusnya anda tidak mengundang tamu yang tidak jelas di acara pelelangan kali ini. Jika dia mau ikut suruh ikut pelelangan yang di luar saja. Acara pelelangan kita ini hanya bisa dihadiri bagi para petinggi," sahut pria paruh baya yang bernama Chu sering dipanggil Master Chu. Chu sendiri perwakilan dari sekte Bulan.

"Benar, aku setuju dengan Chu. Jika dia ingin ikut pelelangan suruh saja ikut pelelangan yang di luar saja. Aku tidak yakin dia punya banyak uang untuk ikut pelelangan kita." Gumo Shan perwakilan dari sekte Suna setuju dengan ucapan Chu.

"Pemuda entah dari sekte mana," sindir Fhu guru wanita perwakilan dari sekte Awan.

Suguan tersenyum kaku sulit untuk berkata apa lagi, salah sedikit ia bisa saja menyinggung para Master hebat.

'Jangan meremehkan Tuan Shu ini. Dia memiliki banyak batu spirit monster, jika kalian melihatnya mungkin kalian juga ingin menjalin kerjasama dengannya,' tukas Suguan dalam hatinya.

Shua Xie mengacuhkan omongan dari tiga Master itu dan hanya memilih duduk diam di kursi kosong. Satu pria paruh baya bernama Gong Chen guru dari sekte Sun tidak berbicara apapun selain melihat ketenangan Shua Xie. Dia hanya tersenyum kagum melihat betapa tenangnya Shua Xie dihadapan para Master hebat darinya. Padahal bisa saja dia mati ditangan ke 3 Master itu.

"Anak muda kenapa kau tidak keluar! Tidakkah kau tahu kami ini siapa?" tegur Chu sedikit keras seraya menatap Shua Xie tajam.

"Kenapa aku harus keluar? Paman Suguan saja tidak memintaku keluar," balas Shua Xie dingin tanpa ekspresi membuat Chu semakin marah.

Chu mengepalkan tangannya geram, "Kau!"

"Sudahlah Chu! Biarkan saja dia ikut, mungkin anak muda ini sedang mencari sesuatu." Gong Chen memotong ucapan Chu, sahutannya pun terdengar sedang membela Shua Xie.

"Benar Tuan Chu. Sebaiknya kita lanjutkan saja acara pelelangannya." Suguan ikut membantu Gong Chen. Sedangkan Fhu hanya tertawa kecil melihat Chu meraju.

"Heh ... ternyata masih ada orang yang cukup pintar di sini," gumam Shua Xie tajam membuat semua orang terkejut sekaligus geram.

"Hahaha ... anak muda sebaiknya jaga ucapanmu. Jangan sampai membuat Chu dan yang lainnya marah," sahut Gong Chen sambil tertawa kecil tapi terkesan tertawa mengancam.

Shua Xie hanya mendesah kesal dengan tampang acuh mendengar ucapan Gong Chen. Ekspresi Shua Xie membuat Suguan semakin panik takutnya Gong Chen juga akan ikut marah seperti yang lainnya.

"Baiklah Tuan-Tuan kita lanjutkan saja acara pelelangannya," sahut Suguan memecahkan ketegangan.

Semua orang mengangguk setuju daripada melanjutkan keributan. Acara pelelangan pun di mulai dari pembukaan Suguan, Suguan memanggil wanita pelayan sebagai pembawa barang yang akan dilelang.

Barang pertama yang akan dilelang ialah pedang pusaka kualitas menengah. Pedang itu bernama pedang Bulan Merah, terkenal pedang suci buatan 200 tahun yang lalu. Pedang dengan sarung pedang berwarna merah sedangkan gagangnya berwarna hitam pekat dengan ukiran sajak kuno.

"Pedang Bulan Merah harga jualnya dimulai dari seribu koin," tukas Suguan membuka waktu penawaran harga.

"Dua ribu koin!" sahut Chu dengan nada keras sambil tertawa sinis. Tawanya itu diperlihatkannya kepada Shua Xie seakan sedang menunggu Shua Xie membalasnya.

'Ck! Si tua mau mencari perhatianku ya? Cih kau tidak pantas, lagi pun aku tidak tertarik dengan pedang jelek seperti itu. Aku memilik dua pedang kualitas sangat tinggi buatan leluhur klan Langit. Tidak bisa dibandingkan dengan pedang rongsokan itu!' tukas Shua Xie dalam hatinya sambil memalingkan wajahnya acuh.

"Tiga ribu koin!" sahut Fhu dengan tampang arogannya. Fhu tersenyum sinis ketika Chu menatapnya kesal, "Siapa yang paling tinggi menaruh harga dialah yang dapat bukan?" ujar Fhu pada Chu.

"Empat ribu koin!" balas Gong Chen.

"Lima ribu koin!" seru Gumo Shan.

Chu mengepalkan tangannya geram, "Tujuh ribu koin!" serunya kesal. Yang lain tidak lagi menaruh harga tinggi membuat Chu tertawa puas. Akhirnya pedang Bulan Merah terbeli oleh Chu.

Shua Xie hanya menghela nafas pelan, 'Jangan bilang Pak Tua Chu senang mendapatkan pedang jelek itu?'

Suguan memanggil wanita pelayan lagi, kali ini yang datang adalah baju perisai Naga Api buatan dari sisik Naga legendaris. Baju perisai Naga Api bisa menahan serangan dari para pendekar tahap Jenderal dan tahap Raja sebanyak 5 kali.

Lagi-lagi yang pertama menaruh harga ialah Chu, setelah Suguan sudah membuka waktu tawaran. Tapi Fhu, Gong Chen, dan Gumo Shan tidak mau kalah. Mereka terus beradu harga tinggi membuat Shua Xie tertawa kecil melihat mereka merebutkan benda pusaka. Setelah mereka terus menawar kali ini Chu lagi yang mendapatkannya, lalu memperlihatkannya pada Shua Xie dengan kata-kata menyinggung. Tapi Shua Xie tidak terprovokasi sedikit pun.

Acara pelelang terus berlangsung, satu demi satu di antara ke 4 master hebat itu terus menaruh harga tinggi setiap kali pusaka terus keluar. Sampai akhirnya di acara terkahir, kali ini Suguan mengeluarkan sepotong artefak kuno.

"Artefak ini adalah artefak kuno milik klan misterius yang sudah lama punah. Konon katanya jika berhasil menyusun sempurna setiap potongan artefak, kita akan mendapatkan hadiah besar," jelas Suguan serius.

"Hanya sepotong mana mungkin berguna. Lagi pula kita tidak tahu di mana potongan lainnya!" ujar Chu merendahkan.

"Lima ribu koin untuk artefak itu!" sahut Shua Xie keras, padahal Suguan belum membuka waktu penawaran harga.

Chu tersenyum kecil melihat Shua Xie sangat tertarik dengan artefak itu, "Enam ribu koin!" sahut Chu dengan nada keras.

Shua Xie melirik tajam ke arah Chu membuat Chu semakin tertarik mempermainkan Shua Xie.

"Awalnya anda menjelekan artefak itu, tapi sekarang anda malah menaruh harga. Sungguh tidak tahu malu! Tujuh ribu koin!" balas Shua Xie tajam.

"Delapan ribu koin! Anak muda terserah aku mau membelinya atau tidak!" sahut Chu sambil memaparkan senyuman menantang. Fhu dan Gong Chen tersenyum merasa akan mendapat tontonan menarik kali ini.

"Sembilan ribu koin! Hahaha ... mulut anda ternyata sangat munafik sampai lupa menahan malu!" balas Shua Xie tajam.

"Sepuluh ribu koin! Anak muda, kau tidak tahu menahu tentangku. Lebih baik jaga ucapanmu!" balas Chu semakin memprovokasi.

Shua Xie menghela nafas pelan seraya menatap Chu tajam, Shua Xie diam sejenak. Melihat Shua Xie tidak menaruh harga lagi Chu tertawa puas.

"Hahaha ... kenapa sudah tidak punya uang?" sindir Chu.

Shua Xie tersenyum sinis, "Hais takutnya anda yang tidak punya uang lagi! Lima belas ribu koin!" tawar Shua Xie keras seraya menatap Suguan.

Semua orang terkejut melihat tawaran Shua Xie begitu tinggi hanya untuk sepotong artefak kuno yang terlihat begitu tidak berguna. Chu sulit berkata-kata lagi, kali ini ia sudah tidak bisa menaruh harga tinggi lagi karena uangnya sudah hampir habis terpakai untuk membeli barang lelangan sebelumnya. Lagi pun tidak ada gunanya juga jika dia memiliki potongan artefak itu.

Karena tidak ada yang berani menawar harga lagi, artefak itu pun jatuh ke tangan Shua Xie. Shua Xie menghela nafas lega sekaligus tersenyum senang, ia tidak pernah menyangka akan menemukan potongan artefak milik klan Langit di paviliun Cheng.

"Baiklah barang terakhir sudah jatuh pada Tuan Muda Shu. Karena barang sudah habis mari kita tutup acara pelelangan kali ini. Saya sebagai-"

"Tunggu dulu Paman Suguan! Aku punya satu barang, tolong Paman lelang di hadapan ke empat Master hebat ini." Shua Xie menyela ucapan Suguan.

"Tuan Muda Shu ternyata ingin melelang sesuatu ya. Baiklah silakan Tuan Shu keluarkan barang yang akan Tuan lelang."

Chu hanya bergumam pasti barang yang akan Shua Xie lelang bukanlah barang berharga. Chu merasa Shua Xie sedang mencari perhatian mereka.

Gong Chen dan yang lainnya tersenyum kecil merasa penasaran barang apakah yang akan Shua Xie lelang dengan mereka. Gong Chen sedikit tertarik dengan Shua Xie, merasa bahwa Shua Xie memiliki daya tarik yang berbeda.

Shua Xie menyentuh meja lalu keluarlah 1 batu spirit monster milik raja gorila raksasa yang pernah dia bunuh dari cincin Ruangnya.

"Harga dibuka dari lima ribu koin silakan kalian menaruh harga," tukas Shua Xie menentukan sendiri harga jual awal.

"Itu batu spirit monster milik Raja Gorila raksasa bukan!?" seru ke 4 Master bersamaan dengan tampang yang sulit dijelaskan.

.

.

.

.

.

.

**Bersambung

Jangan lupa beri like cerita ini ya

jika ada typo atau kritsar silakan komen

Jangan lupa favoritin juga biar gak ketinggalan

Selamat bertemu di episode selanjutnya** ^-^

Terpopuler

Comments

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

nah nah mau ngomong apa lagi kalian. mentang2 punya status tinggi jadi arogan dan dgn mudahnya merendahkan orang.

2022-02-18

0

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

hahah, pedang rongsokan gak tuh😄. Shua Xie mah banyak pedang macam tu

2022-02-18

0

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Shua Xie saatnya menjalin koneksi😄

2022-02-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Q&A Part 1 (Bukan Update)
176 Bab 175
177 Bab 176
178 Bab 177
179 Bab 178
180 Bab 179
181 Bab 180
182 Bab 181
183 Bab 182
184 Bab 183
185 Bab 184
186 Bab 185
187 Bab 186
188 Bab 187
189 Bab 188
190 Bab 189
191 Bab 190
192 Bab 191
193 Bab 192
194 Bab 193
195 Bab 194
196 Bab 195
197 Bab 196
198 Bab 197
199 Bab 198
200 000
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Q&A Part 1 (Bukan Update)
176
Bab 175
177
Bab 176
178
Bab 177
179
Bab 178
180
Bab 179
181
Bab 180
182
Bab 181
183
Bab 182
184
Bab 183
185
Bab 184
186
Bab 185
187
Bab 186
188
Bab 187
189
Bab 188
190
Bab 189
191
Bab 190
192
Bab 191
193
Bab 192
194
Bab 193
195
Bab 194
196
Bab 195
197
Bab 196
198
Bab 197
199
Bab 198
200
000

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!