Bab telah direvisi, jika ada typo silakan komen
_________________________________
Acara perjamuan dihentikan begitu oleh Kaisar, Kaisar meminta maaf kepada para tamu undangan karena kelalaian para koki dan pelayannya dalam menjamu makanan. Karena kejadian itu juga para tamu banyak mencomooh bagaimana keamanan kerajaan Xuilin bisa seburuk itu. Setelah selesai menghantar para tamu undangan hingga ke gerbang, Kaisar langsung pergi dengan cepat ke dapur istana tentunya akan menghukum semua para koki dan pelayan.
Dua jam berlalu, Kaisar tidak hentinya memarahi para pelayan dan koki istana. Kaisar juga sudah menghukum mati koki yang memasak sup makanan Nona Hanabi, berserta pelayan yang menjamu sup tersebut. Selir pertama dan Putri Wang Xinian terus berusaha menangkan Kaisar yang sedari tadi mengobrak-abrik dapur istana sambil mencemooh para koki dapur berserta pelayannya. Tentunya masalah ini akan berdampak juga pada Selir pertama sebab Selir pertama sebagai Selir pengurus istana.
"Bagaimana bisa ada racun di makanan jamuan tamu tanpa sepengetahuan kalian!? Apa kalian ingin membuat reputasiku hancur di hadapan para tamu bangsawan! Dasar pelayan tidak berguna! Kalian dipekerjakan untuk berguna, bukannya membuat masalah!"
Selir pertama begitu gugup tapi tetap memberanikan dirinya menyetuh Kaisar. Bagaimana pun demi menjaga keselamatannya dia harus bisa menenangkan Kaisar.
Selir pertama memegang pundak Kaisar sambil memberikan tatapan nanar. Tapi Kaisar langsung menepis kasar tangannya hingga meninggalkan lebam merah di punggung tangannya, "Kamu juga dasar wanita tidak berguna! Kamu lihat bagaimana lalainya para pelayan berkerja! Kamu bertugas mengurusi kerajaan berserta perkerjaan pelayan, beginikah hasil kerjamu? Seharusnya aku memberikan hak ini kepada Selir ke tiga! Dia selalu mendatangkan keberuntungan untukku!"
"Su-suamiku. Aku minta maaf telah lalai dalam kepercayaan yang anda berikan padaku. Aku sungguh tidak akan menyangka hal seperti ini akan terjadi. Aku minta maaf Suamiku, berilah aku hukuman atas kelalaianku." Selir pertama bersujud di hadapan Kaisar.
Kaisar berdecak kesal lalu menendang perut Selir pertama, "Dasar Wanita tidak berguna! Enyahlah dari hadapanku! Pengawal, bawa Selir pertama keluar! Lalu berikan hukuman lima puluh pukulan papan!" seru Kaisar sangat keras.
Dua pengawal yang berada di belakang Kaisar langsung menjalan perintah, membawa Selir pertama keluar ruangan untuk menerima hukuman pukulan papan sebanyak 50 kali. Selir pertama menjerit memohon ampun pada Kaisar tapi percuma Kaisar bahkan tidak menoleh sedikit pun padanya.
Putri Wang Xinian hendak menghentikan dua pengawal itu tapi dia tidak cukup kuat untuk melawan perintah Kaisar, kecuali Wang Xinian memohon pada Kaisar. Pukulan papan sebanyak 50 bukanlah hukuman yang ringan. Jika orang biasa tanpa ilmu pelatihan tentunya akan mati setelah menerima hukuman itu. Buktinya sudah banyak pelayan yang menerima hukuman sebanyak itu dan meninggal, bagi yang beruntung akan koma berminggu-minggu. Wang Xinian paling mengenal ibunya, tentunya ibunya yang tidak memiliki ilmu pelatihan tentu tidak akan bisa bertahan.
Wang Xinian mendekati Kaisar lalu memegang lengannya, "Ayahanda Kaisar, bukankah itu terlalu banyak? Bagaimana jika Ibunda mati? Berilah sedikit kemurahan hati untuk Ibunda. Ibunda hanya wanita lemah yang tidak memiliki ilmu pelatihan."
Kaisar menghempas Wang Xinian penuh kemarahan hingga terjatuh kasar di lantai, "Kamu juga anak yang tidak berguna! Hampir saja mempermalukanku di depan umum dengan pakaian murahan milikmu itu! Ibu sama anak sama-sama murahan! Pergi kamu bersama ibumu menerima hukuman dua puluh pukulan papan!"
Wang Xinian merangkak mendekati kaki Kaisar lalu memeluknya, "Ayahanda aku mohon ampun. Pakaian itu bukan milik Nian! Tapi milik Shua Xie si jalang itu! Dia yang membuat Nian memakai pakaian murahan itu! Mohon belas kasih dari Ayahanda. Huhuhu ... Nian tidak pernah berniat membuat Ayahanda malu," lirih Wang Xinian sambil menangis.
Kaisar menghempas pelukan Wang Xinian di kakinya dengan kuat, membuat Shan Xinian terpental beberapa meter ke belakang.
"Kamu pikir saya buta? Kamu yang memakai bajunya kenapa Shua Xie yang harus bersalah! Jelas-jelas tidak ada Shua Xie saat itu! Lagi pula Shua Xie hanyalah gadis bodoh yang tidak memiliki ilmu pelatihan tentu tidak akan bisa memaksamu memakai baju murahan itu!"
"Tidak Ayahanda. Memang Shua Xie yang bersalah! Shua Xie menggunakan kepintarannya menipuku! Dia sangat licik!" seru Wang Xinian sangat keras. Wang Xinian mulai merangkak lagi mendekati Kaisar tapi lagi-lagi ditendang oleh Kaisar.
"Kamu bilang ditipu? Berarti kamu yang terlalu bodoh sampai bisa ditipu Shua Xie si bodoh. Shua Xie dari kecil diasingkan dari kehidupan kerajaan, tinggal di kuil Renungan yang jorok dan menjijikan. Tidak pernah melihat dunia dan bahkan tidak pernah mengetahui pelajaran bangsawan! Bagaimana bisa gadis bodoh sepertinya mampu menipumu?!" bentak Kaisar.
"Tapi Ayahanda. Aku mema-"
"Pengawal bawa anak jalang ini bersama ibunya! Berikan dia hukuman dua puluh pukulan papan!" Kaisar memotong ucapan Wang Xinian.
"Tidak. Aku minta ampun Ayah! Ayah! Nian tidak bersalah!" teriak Wang Xinian berusaha memberontak dalam genggaman 2 prajurit yang menyeretnya secara paksa.
***
Tidak jauh dari dapur Kerajaan, Selir ke tiga dan Putri ke Empat tertawa puas menyaksikan Selir pertama dan Putri pertama diseret secara paksa oleh prajurit. Inilah tontonan yang selalu Selir Ke tiga tunggu-tunggu, menyaksikan saingannya dihukum oleh Kaisar. Kalau bisa Kaisar membunuh Selir pertama dengan tangannya sendiri, itu akan sangat membuat Selir ke Tiga bahagia sehingga tidak ada lagi saingannya dalam merebut posisi Permaisuri.
Semenjak kematian Ibu Shua Xie, posisi Permaisuri menjadi kosong, Kaisar juga tidak pernah mengungkit masalah posisi Permaisuri. Sejak saat itu Selir dan gudik selalu bersaing merebut perhatian Kaisar agar bisa naik pangkat menjadi Permaisuri.
Putri ke Tiga, Shan Qiayu, tersenyum kecil, tentunya dia merasa senang melihat Wang Xinian menerima hukuman.
"Ibu, sepertinya kekacauan ini membawa keuntungan untuk kita," ujar Shan Qiayu pelan sambil tertawa kecil.
Selir ke Tiga mengangguk pelan, setelah perihal hukuman dari Kaisar untuk Putri pertama pastinya akan membuat image mereka memburuk, dan akan membuat Wang Xinian semakin sulit untuk menjadi Putri Mahkota.
"Sungguh keburuntungan memihak pada kita. Putri Wang Xinian akan dipandang buruk oleh Kaisar sekalipun Selir pertama berusaha membujuk Kaisar. Kaisar tipe manusia yang susah melupakan kelakuan buruk anaknya, apalagi jika demi kebaikan kerajaan. Ibu rasa tidak ada harapan lagi untuk Putri Wang Xinian menjadi Putri Mahkota setelah melihat Kaisar begitu murka padanya."
Shan Qiayu menatap Ibunya, "Tapi masih ada Shua Xie. Apalagi para tamu bangsawan memuji Shua Xie begitu berlebihan setelah mereka melihat teknik ilmu medisnya. Bukannya ini juga membahayakan kita?"
"Huh ... si bodoh itu tidak akan bertahan lama. Lalu mengapa jika para tamu memuji dia? Ibu akan membuat si bodoh itu merasakan neraka di kerajaan kita. Berani sekali dia merebut perhatian Kaisar dari Putriku?" ujar Selir ke Tiga sambil mengusap kepala anaknya. Shan Qiayu tersenyum pada Ibunya merasa tenang jika ibunya berkata seperti itu.
"Aku merasa Shua Xie sangat berbeda dari sebelumnya. Bukannya dia hanya gadis bodoh yang tidak tahu apa-apa? Dan juga bukankah waktu di gudang dia seharusnya sudah mati membusuk di sana? Aku yakin hukuman dariku saat itu sudah pasti membuatnya mati, mengingat dia memiliki tubuh yang lemah." Shan Qianyu mengusap dagu seraya mengingat kejadian kemarin pagi di gudang saat dia dan ibunya terus menerus mencambuk Shua Xie hingga mati.
"Ibu juga heran. Waktu itu nafasnya sudah berhenti, tapi tidak disangka masih tetap hidup. Dia dan ibunya sama saja, selalu merepotkan!" dengus Selir ke Tiga sedikit merasa kesal.
"Kaisar bilang Shua Xie hanyalah gadis yang bodoh tidak tahu apa-apa. Tapi kenapa apa yang dikatakan Kaisar terlihat menyimpang dari apa yang kita lihat? Mungkinkah Kaisar menutupi kebenaran Shua Xie?" Lanjut Selir ke tiga lagi.
"Maksud Ibu? Lalu kenapa jika Kaisar menutupinya?" tanya Shan Qiayu dengan raut wajah lugu.
Selir ke tiga menatap anaknya sedikit kesal, dia merasa IQ anaknya terlalu jauh berbeda dengan kepintarannya.
"Entah kebodohan dari mana yang kamu dapatkan. Tidakkah kamu pikir jika Kaisar menutupinya berarti ada udang di balik batu."
"Ibu berbicara langsung intinya saja. Aku tidak paham maksud udang di balik batu." Shan Qiayu menggembungkan ke dua pipinya kesal sendiri karena ibunya.
Selir Ke tiga mengusap wajahnya kasar sambil menghela nafas sabar, "Beginilah kalau punya anak dengan IQ rendah. Rasanya Selir pertama lebih beruntung memiliki anak seperti Wang Xinian." Selir Ke tiga menyentil dahi anaknya sedikit kuat membuat Shan Qiayu meringis kecil.
Shan Qiayu semakin kesal karena ibunya membandingkan dirinya dengan Wang Xinian.
"Maksudnya. Berarti Kaisar ada maksud tertentu membohongi kita. Bisa jadi Kaisar berbohong agar kita tidak mengganggu Shua Xie. Shua Xie yang begitu cerdas bisa saja menjadi Putri Mahkota di masa depan. Ibu hanya khawatir Kaisar sengaja berbohong pada kita. Tanpa kita sadari kita hanya buang-buang tenaga bersaing dengan Selir Pertama dan Putri Pertama, nyatanya posisi Putri Mahkota sudah disiapkan Kaisar untuk Shua Xie," jelas Selir ke Tiga.
"Aku tidak paham maksud ibu. Ibu terlalu berbelit-belit," ujar Shan Qiayu pelan seraya merunduk takutnya Ibunya akan memukul kepalanya lagi karena kebodohannya.
"Astaga dasar bodoh! Intinya posisi Putri Mahkota bukan untukmu ataupun Wang Xinian! Tapi untuk Shua Xie! Paham?!" tegas Ibunya penuh penekanan, seraya mengepalkan tangannya sekuat mungkin tidak tahan ingin memukul anaknya sendiri.
Shan Qiayu mengangkat wajahnya dengan raut wajah terkejut, "Apa? Untuk Shua Xie si bodoh!? Bagaimana bisa?"
"Pikirlah sendiri dasar anak bodoh! Rasanya Ibu menyesal memiliki anak sepertimu!"
Tidak jauh Di belakang mereka Chi Su sudah dari tadi mengintai mereka berdua atas perintah Shua Xie. Shua Xie berpikir bahwa Selir Ke tiga dan Shan Qiayu terlihat mencurigakan, sebab ketika Kaisar, Selir pertama dan Wang Xinian sibuk memcari kebenaran tentang racun di makanan Nona hanabi, mereka berdua tidak ikut campur bahkan ikut berkumpul saat keramaian Nona Hanabi terkena racun.
Shua Xie merasa ketenangan Selir ke Tiga dan Shan Xinian mungkin saja ada sangkut pautnya dengan kejadian keracunannya Nona Hanabi. Tapi Shua Xie belum punya cukup bukti untuk menyangkutpautkan mereka berdua.
"Ternyata mereka ingin mencelakai Nona. Sebaiknya Nona tahu akan hal ini," gumam Chi Su tanpa suara seraya berbalik mencari Shua Xie. Chi Su khawatir kali ini dia tidak akan bisa menolong Shua Xie lagi seperti di gudang sebelumnya.
***
"Membelah perut? Apa Putri sadar apa yang Putri ucapkan barusan?" sahut Perdana Menteri Yhujuan Xin sangat terkejut. Tentunya metode ilmu medis yang dimaksud Shua Xie belum pernah dia dengar di tabib mana pun. Terlebih lagi, metode itu terlalu berbahaya.
Shua Xie tersenyum kecil seraya melipat tangannya di dadanya, "Tentu saja aku sadar," jawab Shua Xie tenang bahkan nadanya terkesan menghina.
'Orang jaman dahulu seperti kalian pasti tidak akan pernah mendengar cara pengobatan seperti ini. Walau aku tidak terlalu pandai dalam hal pengobatan, tapi kalian tidak boleh merendahkan ilmu pengetahuanku. Pamanku selalu berkata aku ini adalah anak jenius di antara jenius.'
Tabib Yong yang mengobati Putri Hanabi berseru tidak setuju, mengatakan pengobatan Shua Xie sangat berbahaya dan tidak pernah ada di dalam buku ilmu medis mana pun. Tabib Yong juga mengatakan bahwa Shua Xie justru ingin membunuh bukannya mengobati.
Shua Xie berjalan mendekati Tabib Yong lalu menampar keras wajah tabib tersebut sampai tersungkur ke lantai, "Lancang sekali Tabib rendahan sepertimu mengatakan aku ingin membunuh Nona Hanabi! Jika kau cukup pintar bagaimana caramu mengeluarkan serangga Bunga Api dari hati Nona Hanabi!? Kalau hanya memberikan ramuan biasa, Nona Hanabi tidak akan bisa selamat!" tukas Shua Xie tegas dengan sorotan mata tajam dari balik penutup matanya.
Tabib Yong mengusap darah yang mengalir di pinggir bibirnya lalu menatap Shua Xie dengan pandangan marah, "Saya memang lancang telah mengatakan Putri Shua Xie ingin membunuh Nona Hanabi. Tapi bagaimana caranya orang buta bisa membelah perut manusia? Ini terdengar sangat tidak masuk akal! Apakah Putri menganggap kami ini tidak waras?! Atau Kaisar yang berbohong perihal butanya Putri Shua Xie?"
Shua Xie menyeringai kecil, "Aku ini orangnya paling suka terus terang tidak suka menyembunyikan kemampuan, atau bisa dikatakan aku orangnya sedikit pamer kepada manusia seperti Tabib Yong yang arogan dan berlagak pintar." Shua Xie mendekati Tabib Yong, "Aku memiliki kemampuan mata batin, mau tahu apa itu mata batin? Mata batin itu mata Tuhan, mata khusus yang lebih hebat dari pada mata biasa. Tidakkah Tabib lihat aku ini berjalan seperti orang normal? Tidak terlihat seperti manusia buta, bahkan aku bisa menampar wajah Tabib dengan tepat. IQ Tabib Yong masih tidak rendah bukan? Masalah membelah perut bukanlah hal kecil bagiku, bahkan perut anda pun bisa aku belah."
Perdana Menteri Yhujuan Xin dan beberapa orang menyaksikan pertikaian Shua Xie dengan tabib Yong menjadi bingung, sulit untuk mempercayai yang mana. Di satu sisi Tabib Yong sangat terkenal kehebatannya dalam ilmu medis, sejauh ini di daratan Xuilin hanya tabib Yong yang paling hebat dalam ilmu medis. Namun di sisi lain Putri Shua Xie hanyalah gadis muda yang naif, tapi mengingat kedudukannya ini juga merupakan sudut pandang yang berbeda.
"Tidakkah Putri terlalu naif? Mata Tuhan? Mata batin? Apa Putri menganggap kami ini bodoh? Jika ada jurus rahasia mata seperti itu, aku yakin seluruh daratan akan berperang merebut jurus hebat seperti itu," sahut Tabib Yong sinis.
Shua Xie mengapalkan tangannya sangat geram, tanpa disadari semua orang, dia langsung menarik pedang milik pengawal pribadi Nona Hanabi dan menebaskannya ke leher Tabib Yong. Semua orang melotot hebat, sangat terkejut atas tindakan Shua Xie yang tiba-tiba. Bahkan orang biasa tanpa ilmu pelatihan tidak akan bisa melihat gerakan Shua Xie yang begitu cepat. Kepala Tabib Yong jatuh menggelinding di lantai, darah bersimbah di dinding dan lantai.
"Aku paling benci melihat orang yang banyak bicara tapi tidak ada gunanya. Ada pepata mengatakan bahwa mulutmu adalah senjatamu sendiri, dan senjata itu sendiri bisa membunuh pemiliknya kapan saja. Mulutmu adalah emasmu tapi juga bisa menjadi racunmu sendiri! Sudah kukatakan bukan, aku manusia yang paling suka berterus terang dari pada bersembunyi," ujar Shua Xie dingin seraya menyarungkan kembali pedang itu ke pemiliknya.
"Masalah operasi aku berani bertanggung jawab, jika operasinya gagal, Paman Perdana Menteri Yhujuan Xin bisa membunuhku dengan cara apapun. Sekali pun Paman mengoyak tubuhku lalu memberikannya sebagai makanan anjing penjaga. Aku Putri Shua Xie berani mengambil resiko besar ini demi Kerajaan Xuilin." Lanjut Shua Xie lagi dengan nada serius membuat semua orang berkeringat dingin mendengarnya.
Kali ini mereka tidak berani menganggap remeh Putri Shua Xie lagi, luarnya mungkin terlihat polos dan lugu, tapi dalamnya tidak ada yang tahu sudah seperti apa sisi gelap Putri Shua Xie.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
Jangan suka meremehkan kemampuan orang lain. apalagi dalam situasi darurat begitu, yg paling utama adalah menyelamatkan Putri perdana mentri dulu
2022-02-18
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
resiko menjadi pelayab istana, apa2 dimarahi, dikit2 disalahin, salah besar digantung😌
2022-02-18
0
°Ichaa~
krn
2021-05-23
0