Bab 17

Hai jangan lupa beri like supaya author rajin updatenya ^-^

________________________________

Hari berlalu dengan cepat, setelah masalah Shua Xie selesai, Shua Xie dan Lou Yue pergi mengunjungi ke empat sekte besar. Shua Xie menjadi tamu terhormat ke empat sekte besar, begitu pun Lou Yue karena Shua Xie memperkenalkan Lou Yue sebagai Kakaknya.

Setelah urusan mereka selesai dengan para Tetua besar, Shua Xie dan Lou Yue berkunjung ke penginapan milik Shua Xie dan menginap sehari di sana. Besoknya Shua Xie akan pergi meninggalkan kota bersama Lou Yue menuju kota asal Lou Yue. Shua Xie berniat mencari kebenaran tentang kelahiran Lou Yue yang begitu misterius sekaligus mencari beberapa sekutu lagi.

Nenek pengasuh Lou Yue mengatakan bahwa dia mendapat Lou Yue di sungai saat ia sedang mencuci baju. Karena Nenek Lou Yue tidak mempunyai anak atau pun cucu jadi dia mengangkat Lou Yue menjadi cucunya.

Tapi tidak lama berselang ketika Lou Yue memasuki umur 5 tahun neneknya meninggal dunia karena desa yang mereka tempati di serang para bandit. Lou Yue sempat melarikan diri dari desa menuju kota, di kota ia terpaksa berkerja sebagai budak dari salah satu pedangan untuk kebutuhannya. Tapi tidak lama pedangan itu bangkrut akhirnya ia menjual Lou Yue kepada aliansi gelap demi mencukupi kebutuhan mereka.

Mengingat jelas bagaimana kehidupan Lou Yue membuat Shua Xie tertegun sekaligus terpukau. Shua Xie tidak menyangka kalau Lou Yue begitu kuat menghadapi takdirnya yang buruk. Jikalau saja Shua Xie yang menghadapinya ia sudah tidak tahu harus berbuat apa.

Shua Xie memberikan 3 batu spirit monster kepada Lou Yue untuk ia serap begitu pun dengan Shua Xie. Shua Xie ingin mereka pergi dengan keadaan prima dan stamina kuat. Apalagi kota yang mereka akan datangi sangat jauh dan juga terkenal sebagai tempat tinggal para bandit dan penjahat. Walau pun ada Lou Yue yang lebih kuat darinya, tapi kalau hanya mengandalkan Lou Yue seorang tidak akan mungkin bisa menang melawan banyaknya musuh. Lagi pun Shua Xie tidak ingin merepotkan siapa pun selagi ia masih bisa menjaga dirinya.

Hari keberangkatan pun tiba, Lou Yue dan Shua Xie berpamitan dengan Tang Gou sebelum mereka pergi. Tang Gou juga sudah menyiapkan beberapa perbekalan dan 2 Monster spirit kuda yang sudah dijinakkan para Master bayaran Tang Gou.

Sebelum Shua Xie pergi ia sempat berpesan pada Tang Gou untuk melaporkan setiap informasi penting mengenai pasukan Lou Zho jika ada salah satu tamu penginapan memiliki informasi. Tang Gou mengiyakan permintaan Shua Xie dengan senang hati.

Setelahnya Shua Xie dan Lou Yue pergi meninggalkan kota dengan kecepatan penuh sebab Shua Xie tidak ingin berlama-lama di perjalanan. Apa lagi Shua Xie juga masih memikirkan bagaimana keadaan keluarganya saat ini, ia tidak tahu apakah Lou Zho akan mengganggu keluarganya atau tidak. Tapi yang pasti perasaan Shua Xie selalu tidak enak ketika mengingat keluarganya.

***

-- Desa Bintang --

Shua Xie dan Lou Yue akhirnya tiba di Desa Bintang ketika malam tiba, desa ini tidak seperti desa biasanya. Desa ini mayoritas dihuni manusia biasa yang tidak mendalami kultivasi, hanya penjaga gerbang kota dan kepala suku saja yang berlatih kultivasi. Lou Yue menjelaskan kalau suku Bintang hanya menerima pendatang manusia biasa dengan kata lain tidak berlatih kultivasi.

"Kita tidak singgah di Desa Bintang. Kepala suku mereka melarang keras menerima para kultivator walau hanya sekadar beristirahat saja," ujar Lou Yue seraya menatap Shua Xie menunggu balasannya.

Shua Xie menghentikan kudanya seraya menatap ke arah gerbang, "Aku heran kenapa Desa Bintang tidak menerima para Kultivator, apa kau tahu apa masalahnya?" tanya Shua Xie.

Lou Yue pun menjelaskan bahwa dulu Desa Bintang merupakan kota besar, namun kejayaan kota itu hancur karena serangan para bandit dan moster spirit. Kejadian itu sudah terjadi ratusan tahun yang lalu, akhirnya kepala suku Desa Bintang membuat pondasi formasi suci membuat para Kultivator maupun moster spirit tidak akan mudah masuk lagi. Formasi suci

hanya kultivator tingkat tinggi saja yang mampu menghancurkannya.

Mendengar penjelasannya membuat Shua Xie menghela nafas, "Ya sudah kita hormati saja peraturan kepala suku, tidak baik juga kita mengganggu manusia biasa." Shua Xie melanjutkan perjalanannya dikuti Lou Yue di sampingnya.

Kuda spirit mereka berdua berlari dengan kecepatan sedang karena kuda sudah mulai kelelahan.

"Shua apa tempat tinggalmu sangat jauh?" Lou Yue memecahkan keheningan setelah setengah menit berjalan tidak ada perbincangan di antara mereka berdua.

Shua Xie menyentak tali kuda, "Iya, sangat jauh. Kau tahu dunia ini terbagi menjadi tiga, dunia Bawah, Tengah dan Atas. Tempat tinggalku berada di dunia Tengah."

"Benarkah? Apa orang-orang di sana sama seperti manusia di sini?"

Shua Xie berpikir sejenak lalu menjawab, "Ehm ... menurutku sama saja. Tidak tahu bagaimana di dunia Atas, tapi dari pengetahuan yang aku ketahui ada satu lagi dunia yang mana dunia itu dihuni 3 suku. Suku elf, iblis dan siluman, tapi aku tidak tahu bagaimana cara masuk ke dunia itu."

"Ternyata kamu banyak mengetahui hal-hal di luar kepala ya. Di dunia kami tidak pernah menjelaskan kalau dunia itu ada tiga."

"Hahaha ... aku tahu semua ini berkat seseorang. Dialah yang memberiku semua pengetahuan fantasi," jawab Shua Xie menyinggung sosok Master yang pernah dia temui.

"Apa kamu tahu potongan artefak itu sebenarnya berbentuk apa?"

"Sepertinya pedang, aku memiliki satu potongannya. Walaupun hanya potongan tapi aku tahu kalau bentuk aslinya adalah pedang."

"Lalu kapan kamu akan kembali ke dunia Tengah?" Lou Yue menatap wajah Shua Xie dari samping. Tampak rambut panjang Shua Xie tergerai oleh angin.

"Secepatnya, aku mengkhawatirkan keluargaku di sana. Aku takut kalau Lou Zho akan menyekap keluargaku lalu menjadikannya umpan untukku," jawab Shua Xie, matanya masih fokus menatap ke depan.

Ekspresi Lou Yue berubah menjadi murung, "Ehm ... apa kita masih bisa bertemu nantinya."

Shua Xie beralih menatap Lou Yue sambil mengejutkan keningnya, "Tentu saja! Aku akan membawamu ikut bersamaku jika kamu mau. Kita berdua satu klan, tidak mungkin aku meninggalkanmu begitu saja. Tapi jika kamu tidak mau ikut aku juga tidak akan maksa," balas Shua Xie dengan sorotan mata serius. Setelah itu dia kembali fokus menatap ke depan.

"Shua ada yang ingin aku beritahukan denganmu."

"Apa?"

Lou Yue menghela nafas, "Sebenarnya aku punya sesuatu."

"Sesuatu apa?" tanya Shua Xie masih fokus menatap ke depan.

"Sebenarnya aku punya-"

"Lou Yue lihat ke depan! Ada seseorang di sana!" teriak Shua Xie keras menyela ucapan Lou Yue. Shua Xie melihat ada sekumpulan monster spirit tengah menyerang seorang pemuda.

Shua Xie semakin mempercepat lari kudanya meninggalkan Lou Yue. Dengan cepat Shua Xie menghampiri seseorang di sana yang sedang dikejar moster spirit. Lou Yue tertinggal jauh langsung melesat secepat mungkin menyusul Shua Xie.

'Mungkin belum saatnya aku memberitahukannya.'

Shua Xie menarik satu pedangnya dari sarungnya. Lalu ia berdiri di atas punggung kuda yang terus berlari sangat cepat ke arah moster spirit.

"Hei kuda, kau selamatkan orang itu dan bawa menjauh dariku. Aku akan membunuh Monster spirit itu!" pinta Shua Xie pada kudanya, kuda itu membalas dengan suaranya.

Setelah semakin dekat Shua Xie melompat ke udara seraya mengayunkan pedangnya ke atas lalu keluarlah cahaya berwarna merah dari pedang Shua Xie membentuk roh pedang raksasa yang memotong moster spirit itu.

"Tebasan Pedang Suci!"

Di sisi lain kuda Shua Xie berlari menyelamatkan pemuda yang terkejar tadi lalu membawanya menjauh dari area pertarungan. Di belakang, Lou Yue sudah mengeluarkan senjatanya yaitu tombak. Lou Yue mengalirkan kekuatan spiritnya ke tombaknya lalu menusuk satu persatu moster spirit lainnya. Semua monster yang tertusuk langsung mengering menjadi tulang belulang, tombak milik Lou Yue mengisap seluruh energi spirit monster lalu mentransfer ke dantian Lou Yue.

Satu persatu monster spirit mati begitu cepat di tombak Lou Yue. Shua Xie melihat jurus tombak Lou Yue terkejut hebat, dia tahu jurus itu. Jurus menyerap esensi kehidupan, jurus itu terlahir di kota iblis. Shua Xie tidak tahu dari mana Lou Yue mempelajari jurus berbahaya itu.

Karena terlalu terkejut melihat jurus Lou Yue tanpa di sadari monster spirit beruang raksasa berlari kencang dari arah belakang Shua Xie. Lou Yue melihat itu langsung melayangkan tombaknya ke arah Shua Xie.

Shua Xie hanya terdiam ketika tombak itu melesat sangat cepat melewati samping wajahnya. Rambutnya terkena hembusan angin tombak Lou Yue.

Tiba-tiba Lou Yue sudah menghilang dari kudanya dan muncul secara tiba-tiba di samping Shua Xie tepatnya di tempat tombaknya melayang. Lou Yue langsung menggenggam tombaknya lalu mengayunkannya secara vertikal dan keluarlah cahaya berwarna hitam pekat yang menyabit rubuh Moster spirit beruang itu.

"Cepat sekali," gumam Shua Xie terkagum.

Setelah menebas moster spirit itu, Lou Yue langsung melepar tombok ke arah belakang dengan sangat cepat. Setelah tombaknya melesat Lou Yue langsung menggenggam tangan kanan Shua Xie lalu berpindah sangat cepat ke tempat di mana tombaknya melayang.

Suara benda besar terjatuh membuat tanah di sekitar bergetar. Monster spirit beruang raksasa itu mati dalam satu tebasan di perutnya. Di saat bersamaan Lou Yue dan Shua Xie sudah berpindah tempat. Semua kejadian itu terjadi dalam waktu 5 detik, dari perpindahan, menebas lalu berpindah lagi.

Lou Yue melepaskan genggamannya, "Kamu bawa pemuda itu ke tempat yang lebih aman, biar aku yang menghadang mereka semua," ujar Lou Yue.

Shua Xie tersentak, "Lagi-lagi kata-kata seperti itu! Semua orang yang kutinggal tidak pernah kembali. Berjanjilah jangan mati konyol di sini!" pinta Shua Xie dibalas anggukan oleh Lou Yue.

Puluhan monster spirit semakin mendekati Lou Yue dan Shua Xie. Shua Xie melompat mundur meninggalkan Lou Yue, sebenarnya ia tidak ingin meninggalkannya karena Shua Xie juga ingin membantu. Tapi mengingat pemuda yang harus ditolong memaksakannya mundur dari area pertarungan.

Lou Yue melepar lagi tombaknya dengan cepat lalu muncul secara tiba-tiba di tempat tombaknya melayang. Jurus teleportasi yang digunakannya benar-benar mengejutkan, dalam hitungan 0,3 detik dia sudah berpindah tempat secara cepat.

Lou Yue menusuk 2 sekaligus monster spirit dengan tombaknya dan dalam hitungan 10 detik monster spirit mengering menyisakan tulang belulang mereka.

Di saat yang bersamaan Shua Xie berlari secepat mungkin menuju kudanya, ketika sudah dekat ia melompat naik ke atas kuda lalu menunggangnya secepat mungkin menjauhi Lou Yue.

Pemuda yang ditolong sudah setengah sadar di atas kuda. Ketika kuda sudah lumayan jauh Shua Xie akhirnya menanyakan asal pemuda itu.

"Uhuk! Uhuk! Aku tinggal di desa Bintang," jawab pemuda itu sambil terbatuk darah.

"Baguslah tidak jauh dari sini," gumam Shua Xie sambil menyentak tali kuda.

"Nona apa temanmu akan baik-baik saja?"

"Tenang saja dia orang yang kuat! Dia tidak akan mati semudah itu," jawab Shua Xie, mata masih menatap ke depan dengan tatapan serius.

.

.

.

.

.

.

**Bersambung

Semakin banyak likenya semakin rajin author update ^-^

Sampai bertemu di episode selanjutnya!

info: mampir juga ke karya author yang lainnya. Salam dari Game Dunia Carta, cerita bergenre game fantasi.

Lalu salam dari Reinkarnasi Permaisuri Ajaib, cerita bergenre fantasi romance. Cerita ini baru rilis kemarin malam ....

jika tertarik silakan mampir** ^-^

Terpopuler

Comments

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

harusnya kau mulai curiga tentang asal usul Lou yue, kalo dia orang biasa dari dunia bawah kenapa bisa menguasai teknik dari kota iblis

2022-02-18

0

Anisha Wahyusari

Anisha Wahyusari

semangat thor

2021-02-17

0

mamsky

mamsky

lou yoe itu mngkin lou zho..tdk jahat..itu dia difitnah jendral yg dulu menyelamatkan shue ze..dia yg jahat

2020-12-13

11

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Q&A Part 1 (Bukan Update)
176 Bab 175
177 Bab 176
178 Bab 177
179 Bab 178
180 Bab 179
181 Bab 180
182 Bab 181
183 Bab 182
184 Bab 183
185 Bab 184
186 Bab 185
187 Bab 186
188 Bab 187
189 Bab 188
190 Bab 189
191 Bab 190
192 Bab 191
193 Bab 192
194 Bab 193
195 Bab 194
196 Bab 195
197 Bab 196
198 Bab 197
199 Bab 198
200 000
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Q&A Part 1 (Bukan Update)
176
Bab 175
177
Bab 176
178
Bab 177
179
Bab 178
180
Bab 179
181
Bab 180
182
Bab 181
183
Bab 182
184
Bab 183
185
Bab 184
186
Bab 185
187
Bab 186
188
Bab 187
189
Bab 188
190
Bab 189
191
Bab 190
192
Bab 191
193
Bab 192
194
Bab 193
195
Bab 194
196
Bab 195
197
Bab 196
198
Bab 197
199
Bab 198
200
000

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!