Hai jangan lupa beri like supaya author rajin updatenya ^-^
________________________________
Hari berlalu dengan cepat, setelah masalah Shua Xie selesai, Shua Xie dan Lou Yue pergi mengunjungi ke empat sekte besar. Shua Xie menjadi tamu terhormat ke empat sekte besar, begitu pun Lou Yue karena Shua Xie memperkenalkan Lou Yue sebagai Kakaknya.
Setelah urusan mereka selesai dengan para Tetua besar, Shua Xie dan Lou Yue berkunjung ke penginapan milik Shua Xie dan menginap sehari di sana. Besoknya Shua Xie akan pergi meninggalkan kota bersama Lou Yue menuju kota asal Lou Yue. Shua Xie berniat mencari kebenaran tentang kelahiran Lou Yue yang begitu misterius sekaligus mencari beberapa sekutu lagi.
Nenek pengasuh Lou Yue mengatakan bahwa dia mendapat Lou Yue di sungai saat ia sedang mencuci baju. Karena Nenek Lou Yue tidak mempunyai anak atau pun cucu jadi dia mengangkat Lou Yue menjadi cucunya.
Tapi tidak lama berselang ketika Lou Yue memasuki umur 5 tahun neneknya meninggal dunia karena desa yang mereka tempati di serang para bandit. Lou Yue sempat melarikan diri dari desa menuju kota, di kota ia terpaksa berkerja sebagai budak dari salah satu pedangan untuk kebutuhannya. Tapi tidak lama pedangan itu bangkrut akhirnya ia menjual Lou Yue kepada aliansi gelap demi mencukupi kebutuhan mereka.
Mengingat jelas bagaimana kehidupan Lou Yue membuat Shua Xie tertegun sekaligus terpukau. Shua Xie tidak menyangka kalau Lou Yue begitu kuat menghadapi takdirnya yang buruk. Jikalau saja Shua Xie yang menghadapinya ia sudah tidak tahu harus berbuat apa.
Shua Xie memberikan 3 batu spirit monster kepada Lou Yue untuk ia serap begitu pun dengan Shua Xie. Shua Xie ingin mereka pergi dengan keadaan prima dan stamina kuat. Apalagi kota yang mereka akan datangi sangat jauh dan juga terkenal sebagai tempat tinggal para bandit dan penjahat. Walau pun ada Lou Yue yang lebih kuat darinya, tapi kalau hanya mengandalkan Lou Yue seorang tidak akan mungkin bisa menang melawan banyaknya musuh. Lagi pun Shua Xie tidak ingin merepotkan siapa pun selagi ia masih bisa menjaga dirinya.
Hari keberangkatan pun tiba, Lou Yue dan Shua Xie berpamitan dengan Tang Gou sebelum mereka pergi. Tang Gou juga sudah menyiapkan beberapa perbekalan dan 2 Monster spirit kuda yang sudah dijinakkan para Master bayaran Tang Gou.
Sebelum Shua Xie pergi ia sempat berpesan pada Tang Gou untuk melaporkan setiap informasi penting mengenai pasukan Lou Zho jika ada salah satu tamu penginapan memiliki informasi. Tang Gou mengiyakan permintaan Shua Xie dengan senang hati.
Setelahnya Shua Xie dan Lou Yue pergi meninggalkan kota dengan kecepatan penuh sebab Shua Xie tidak ingin berlama-lama di perjalanan. Apa lagi Shua Xie juga masih memikirkan bagaimana keadaan keluarganya saat ini, ia tidak tahu apakah Lou Zho akan mengganggu keluarganya atau tidak. Tapi yang pasti perasaan Shua Xie selalu tidak enak ketika mengingat keluarganya.
***
-- Desa Bintang --
Shua Xie dan Lou Yue akhirnya tiba di Desa Bintang ketika malam tiba, desa ini tidak seperti desa biasanya. Desa ini mayoritas dihuni manusia biasa yang tidak mendalami kultivasi, hanya penjaga gerbang kota dan kepala suku saja yang berlatih kultivasi. Lou Yue menjelaskan kalau suku Bintang hanya menerima pendatang manusia biasa dengan kata lain tidak berlatih kultivasi.
"Kita tidak singgah di Desa Bintang. Kepala suku mereka melarang keras menerima para kultivator walau hanya sekadar beristirahat saja," ujar Lou Yue seraya menatap Shua Xie menunggu balasannya.
Shua Xie menghentikan kudanya seraya menatap ke arah gerbang, "Aku heran kenapa Desa Bintang tidak menerima para Kultivator, apa kau tahu apa masalahnya?" tanya Shua Xie.
Lou Yue pun menjelaskan bahwa dulu Desa Bintang merupakan kota besar, namun kejayaan kota itu hancur karena serangan para bandit dan moster spirit. Kejadian itu sudah terjadi ratusan tahun yang lalu, akhirnya kepala suku Desa Bintang membuat pondasi formasi suci membuat para Kultivator maupun moster spirit tidak akan mudah masuk lagi. Formasi suci
hanya kultivator tingkat tinggi saja yang mampu menghancurkannya.
Mendengar penjelasannya membuat Shua Xie menghela nafas, "Ya sudah kita hormati saja peraturan kepala suku, tidak baik juga kita mengganggu manusia biasa." Shua Xie melanjutkan perjalanannya dikuti Lou Yue di sampingnya.
Kuda spirit mereka berdua berlari dengan kecepatan sedang karena kuda sudah mulai kelelahan.
"Shua apa tempat tinggalmu sangat jauh?" Lou Yue memecahkan keheningan setelah setengah menit berjalan tidak ada perbincangan di antara mereka berdua.
Shua Xie menyentak tali kuda, "Iya, sangat jauh. Kau tahu dunia ini terbagi menjadi tiga, dunia Bawah, Tengah dan Atas. Tempat tinggalku berada di dunia Tengah."
"Benarkah? Apa orang-orang di sana sama seperti manusia di sini?"
Shua Xie berpikir sejenak lalu menjawab, "Ehm ... menurutku sama saja. Tidak tahu bagaimana di dunia Atas, tapi dari pengetahuan yang aku ketahui ada satu lagi dunia yang mana dunia itu dihuni 3 suku. Suku elf, iblis dan siluman, tapi aku tidak tahu bagaimana cara masuk ke dunia itu."
"Ternyata kamu banyak mengetahui hal-hal di luar kepala ya. Di dunia kami tidak pernah menjelaskan kalau dunia itu ada tiga."
"Hahaha ... aku tahu semua ini berkat seseorang. Dialah yang memberiku semua pengetahuan fantasi," jawab Shua Xie menyinggung sosok Master yang pernah dia temui.
"Apa kamu tahu potongan artefak itu sebenarnya berbentuk apa?"
"Sepertinya pedang, aku memiliki satu potongannya. Walaupun hanya potongan tapi aku tahu kalau bentuk aslinya adalah pedang."
"Lalu kapan kamu akan kembali ke dunia Tengah?" Lou Yue menatap wajah Shua Xie dari samping. Tampak rambut panjang Shua Xie tergerai oleh angin.
"Secepatnya, aku mengkhawatirkan keluargaku di sana. Aku takut kalau Lou Zho akan menyekap keluargaku lalu menjadikannya umpan untukku," jawab Shua Xie, matanya masih fokus menatap ke depan.
Ekspresi Lou Yue berubah menjadi murung, "Ehm ... apa kita masih bisa bertemu nantinya."
Shua Xie beralih menatap Lou Yue sambil mengejutkan keningnya, "Tentu saja! Aku akan membawamu ikut bersamaku jika kamu mau. Kita berdua satu klan, tidak mungkin aku meninggalkanmu begitu saja. Tapi jika kamu tidak mau ikut aku juga tidak akan maksa," balas Shua Xie dengan sorotan mata serius. Setelah itu dia kembali fokus menatap ke depan.
"Shua ada yang ingin aku beritahukan denganmu."
"Apa?"
Lou Yue menghela nafas, "Sebenarnya aku punya sesuatu."
"Sesuatu apa?" tanya Shua Xie masih fokus menatap ke depan.
"Sebenarnya aku punya-"
"Lou Yue lihat ke depan! Ada seseorang di sana!" teriak Shua Xie keras menyela ucapan Lou Yue. Shua Xie melihat ada sekumpulan monster spirit tengah menyerang seorang pemuda.
Shua Xie semakin mempercepat lari kudanya meninggalkan Lou Yue. Dengan cepat Shua Xie menghampiri seseorang di sana yang sedang dikejar moster spirit. Lou Yue tertinggal jauh langsung melesat secepat mungkin menyusul Shua Xie.
'Mungkin belum saatnya aku memberitahukannya.'
Shua Xie menarik satu pedangnya dari sarungnya. Lalu ia berdiri di atas punggung kuda yang terus berlari sangat cepat ke arah moster spirit.
"Hei kuda, kau selamatkan orang itu dan bawa menjauh dariku. Aku akan membunuh Monster spirit itu!" pinta Shua Xie pada kudanya, kuda itu membalas dengan suaranya.
Setelah semakin dekat Shua Xie melompat ke udara seraya mengayunkan pedangnya ke atas lalu keluarlah cahaya berwarna merah dari pedang Shua Xie membentuk roh pedang raksasa yang memotong moster spirit itu.
"Tebasan Pedang Suci!"
Di sisi lain kuda Shua Xie berlari menyelamatkan pemuda yang terkejar tadi lalu membawanya menjauh dari area pertarungan. Di belakang, Lou Yue sudah mengeluarkan senjatanya yaitu tombak. Lou Yue mengalirkan kekuatan spiritnya ke tombaknya lalu menusuk satu persatu moster spirit lainnya. Semua monster yang tertusuk langsung mengering menjadi tulang belulang, tombak milik Lou Yue mengisap seluruh energi spirit monster lalu mentransfer ke dantian Lou Yue.
Satu persatu monster spirit mati begitu cepat di tombak Lou Yue. Shua Xie melihat jurus tombak Lou Yue terkejut hebat, dia tahu jurus itu. Jurus menyerap esensi kehidupan, jurus itu terlahir di kota iblis. Shua Xie tidak tahu dari mana Lou Yue mempelajari jurus berbahaya itu.
Karena terlalu terkejut melihat jurus Lou Yue tanpa di sadari monster spirit beruang raksasa berlari kencang dari arah belakang Shua Xie. Lou Yue melihat itu langsung melayangkan tombaknya ke arah Shua Xie.
Shua Xie hanya terdiam ketika tombak itu melesat sangat cepat melewati samping wajahnya. Rambutnya terkena hembusan angin tombak Lou Yue.
Tiba-tiba Lou Yue sudah menghilang dari kudanya dan muncul secara tiba-tiba di samping Shua Xie tepatnya di tempat tombaknya melayang. Lou Yue langsung menggenggam tombaknya lalu mengayunkannya secara vertikal dan keluarlah cahaya berwarna hitam pekat yang menyabit rubuh Moster spirit beruang itu.
"Cepat sekali," gumam Shua Xie terkagum.
Setelah menebas moster spirit itu, Lou Yue langsung melepar tombok ke arah belakang dengan sangat cepat. Setelah tombaknya melesat Lou Yue langsung menggenggam tangan kanan Shua Xie lalu berpindah sangat cepat ke tempat di mana tombaknya melayang.
Suara benda besar terjatuh membuat tanah di sekitar bergetar. Monster spirit beruang raksasa itu mati dalam satu tebasan di perutnya. Di saat bersamaan Lou Yue dan Shua Xie sudah berpindah tempat. Semua kejadian itu terjadi dalam waktu 5 detik, dari perpindahan, menebas lalu berpindah lagi.
Lou Yue melepaskan genggamannya, "Kamu bawa pemuda itu ke tempat yang lebih aman, biar aku yang menghadang mereka semua," ujar Lou Yue.
Shua Xie tersentak, "Lagi-lagi kata-kata seperti itu! Semua orang yang kutinggal tidak pernah kembali. Berjanjilah jangan mati konyol di sini!" pinta Shua Xie dibalas anggukan oleh Lou Yue.
Puluhan monster spirit semakin mendekati Lou Yue dan Shua Xie. Shua Xie melompat mundur meninggalkan Lou Yue, sebenarnya ia tidak ingin meninggalkannya karena Shua Xie juga ingin membantu. Tapi mengingat pemuda yang harus ditolong memaksakannya mundur dari area pertarungan.
Lou Yue melepar lagi tombaknya dengan cepat lalu muncul secara tiba-tiba di tempat tombaknya melayang. Jurus teleportasi yang digunakannya benar-benar mengejutkan, dalam hitungan 0,3 detik dia sudah berpindah tempat secara cepat.
Lou Yue menusuk 2 sekaligus monster spirit dengan tombaknya dan dalam hitungan 10 detik monster spirit mengering menyisakan tulang belulang mereka.
Di saat yang bersamaan Shua Xie berlari secepat mungkin menuju kudanya, ketika sudah dekat ia melompat naik ke atas kuda lalu menunggangnya secepat mungkin menjauhi Lou Yue.
Pemuda yang ditolong sudah setengah sadar di atas kuda. Ketika kuda sudah lumayan jauh Shua Xie akhirnya menanyakan asal pemuda itu.
"Uhuk! Uhuk! Aku tinggal di desa Bintang," jawab pemuda itu sambil terbatuk darah.
"Baguslah tidak jauh dari sini," gumam Shua Xie sambil menyentak tali kuda.
"Nona apa temanmu akan baik-baik saja?"
"Tenang saja dia orang yang kuat! Dia tidak akan mati semudah itu," jawab Shua Xie, mata masih menatap ke depan dengan tatapan serius.
.
.
.
.
.
.
**Bersambung
Semakin banyak likenya semakin rajin author update ^-^
Sampai bertemu di episode selanjutnya!
info: mampir juga ke karya author yang lainnya. Salam dari Game Dunia Carta, cerita bergenre game fantasi.
Lalu salam dari Reinkarnasi Permaisuri Ajaib, cerita bergenre fantasi romance. Cerita ini baru rilis kemarin malam ....
jika tertarik silakan mampir** ^-^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
harusnya kau mulai curiga tentang asal usul Lou yue, kalo dia orang biasa dari dunia bawah kenapa bisa menguasai teknik dari kota iblis
2022-02-18
0
Anisha Wahyusari
semangat thor
2021-02-17
0
mamsky
lou yoe itu mngkin lou zho..tdk jahat..itu dia difitnah jendral yg dulu menyelamatkan shue ze..dia yg jahat
2020-12-13
11