Hai tolong beri like cerita ini ^-^
_________________________________
Suara benturan benda terjatuh ke tanah terdengar keras. Shua Xie menyarungkan kembali pedangnya lalu menghela nafas pelan. Sudah hampir 3 bulan dia tinggal di dalam hutan yang penuh monster spirit semenjak ia jatuh dari atas tebing, dan yang ke dua kalinya ia selamat dari kematian. Beberapa minggu ini Shua Xie terhs berusaha keluar dari hutan sebab ia ingin mencari sekutu tapi ia belum berhasil menemukan jalan keluar.
Shua Xie tahu ia saat ini berada di dunia Bawah berkat pengetahuan ilahi yang diberikan Master misterius padanya. Hadiah kecil yang di maksud Master itu ialah pengetahuan tentang dunia kultivator. Berkatnya Shua Xie memahami banyak jurus, sihir, dan ilmu lainnya, tapi Shua Xie belum bisa memaksimalkan semua jurus hebat itu karena tahap pelatihannya yang belum cukup. Tidak hanya hadiah itu saja, Master itu juga mengeluarkan semua racun di tubuh Shua Xie, melebarkan dantiannya, QI, meredian, dan vitalitasnya. Shua Xie merasa dia seperti terlahir kembali dengan tubuh dan fisik yang lumayan kuat dari sebelumnya, walau Shua Xie harus mengulang kembali lagi ke tahap pelatihan awal.
Di setiap perjalanannya pun ia selalu bertemu monster spirit berbagai tingkat dan jenis, memaksakan Shua Xie harus bertarung keras demi keselamatannya mengingat ia tidak akan mati konyol seperti sebelumnya. Selama perjalanan tidak ada banyak waktu istirahat baginya sebab monster spirit begitu banyak berkeliaran apalagi di saat malam hari.
"Huft! Sudah berjalan tiga minggu tapi belum juga keluar hutan. Apa aku akan terjebak selamanya di dalam hutan ini? Konyol sekali jika aku menjadi manusia hutan!" gumam Shua Xie kesal.
Shua Xie mengambil batu inti sari monster spirit yang baru saja ia bunuh, batu spirit itu adalah inti sari dari monster spirit gorila raksasa yang terkenal sebagai raja hutan. Shua Xie memperhatikan batu berwarna merah darah sebesar kepalan orang anak kecil. Seandainya Shua Xie tidak banyak menyerap energi batu spirit mungkin saja Shua Xie tidak akan bisa mengalahkan gorila raksasa raja hutan.
Seperti biasa Shua Xie akan menyerap energi spiritnya agar menambah tingkatannya. Ada pun beberapa ia bawa untuk dijual jika ia sudah sampai di desa ataupun kota terdekat lalu ditukar menjadi uang atau semacamnya.
Setelah berhasil menyerapnya menjadi energi QI-nya, Shua Xie kembali melanjutkan perjalanannya mencari jalan keluar hutan. Seperti biasa selama perjalanan tak jarang ia bertemu monster spirit level rendah dan menengah tapi kali ini mereka semuanya tidak menyerang lebih memilih bersembunyi ketika melihat Shua Xie. Shua Xie hanya bisa tersenyum kecil melihat banyak monster spirit yang kabur setelah melihatnya mungkin saja karena dia telah berhasil hampir mengalahkan beberapa monster spirit tingkat raja membuatnya dikenal monster spirit lemah.
"Hais tidak aku sangka moster spirit pun jadi takut padaku, padahal sebelumnya mereka sangat agresif menyerangku. Sekarang melihat pun tidak berani, apa aku sangat seram?!" gumam Shua Xie sambil menggelengkan kepalanya merasa lucu.
Tidak lama setengah jam berjalan Shua Xie mendengar suara kuda berlari dengan cepat. Shua Xie begitu gembira ketika mendengarnya dan langsung berlari dengan cepat menuju sumber suara. Suara kaki kuda berarti Shua Xie sudah dekat dengan jalan keluar.
Setelah beberapa menit berlari Shua Xie akhirnya berhasil keluar dari hutan dan menemukan jalan besar yang memang sering digunakan kuda berjalan. Pastinya jalan itu sudah menjadi jalan umum pengelana ataupun pedagang maupun bangsawan.
"Akhirnya keluar juga!" seru Shua Xie penuh semangat.
Dari kejahuan ada kereta kuda yang bergerak sangat cepat dikawal beberapa kuda lain di sekitarnya. Shua Xie bisa menebak kereta kuda itu pasti pedagang kaya sebab membawa begitu banyak barang dan dikawal beberapa petarung.
Shua Xie berdiri di tengah jalan membuat kereta kuda itu berhenti mendadak. Kasir penunggang kuda itu berteriak marah sambil menghentakkan cambukkan kuda kepada Shua Xie sebab menggangu jalannya. Tapi dengan sigap Shua Xie menahan cambukan itu dengan satu tangannya, para pengawal langsung memegang pedang mereka masing-masing siap menyerang.
"Bocah sialan! Minggir dari jalan, apa kau mau berusaha merampok barang Tuan kami!?" teriak Kasir itu keras sambil menarik tali cambukannya.
Shua Xie melepaskan cambukannya sambil tersenyum kecil, "Tidak, aku tidak berniat merampok. Tapi aku ingin menumpang dengan Tuan, bisakah Tuan membawaku ikut ke tempat Tuan. Aku akan bayar berapa pun."
"Bocah apa kau pikir kami ini orang yang kekurangan? Pengawal serang gadis itu!"
"Hei jangan marah begitu, kita bisa bernegoisasi bukan. Aku bisa memberimu sekatung batu spirit ini jika Tuan membawaku." Shua Xie mengeluarkan satu kantong batu spirit dari cincin Ruang yang telah lama diberikan Shu Chin padanya. Semua orang menjadi terkejut ketika melihat sekantong batu spirit begitu banyak batu spirit tingkat menengah.
Majikan pemilik kereta segera keluar ketika mendengar sekantong batu spirit. Tentu saja batu spirit sangatlah mahal jika dijual, satu batu spirit bernilai tinggi tergantung tingkat monster spiritnya.
Pria berbadan gemuk dengan perut buncit tergesa-gesa menghampiri Shua Xie lalu memegang tangannya.
"Tuan Muda benar kita bisa bernegoisasi. Aku terima tawaran anda, silakan ikut duduk bersamaku Tuan Muda. Maaf Kasir kuda saya bertindak tidak sopan pada Tuan Muda."
Shua Xie memperhatikan pria itu dari atas sampai bawa dari perawakannya yang begitu mencolok penuh dengan perhiasan, Shua Xie menebak dia pasti adalah pemilik kereta itu.
'Tuan Muda? Apa dia kira aku ini pria karena memakai pakaian pria?' ujar Shua Xie dalam hatinya.
"Terimakasih Tuan mau membawaku. Salahku menghalang kereta kuda Tuan seperti mau merampok."
"Hahaha ... Tuan Muda semua bisa dibicarakan. Mari kita masuk ke dalam kereta." Ajak pria gendut itu sambil menarik Shua Xie masuk ke dalam kereta. Shua Xie tidak menolak memang itulah yang Shua Xie inginkan, mendapat tumpangan dan bisa ke kota untuk mencari informasi yang dia butuhkan.
Setelah Shua Xie dan pria itu masuk, kereta kuda pun kembali berjalan. Di dalam kereta pria itu terus mengajak Shua Xie berbincang perkenalan diri dan tentang perkerjaannya di dunia bisnis. Beberapa kali juga Shua Xie bertanya tentang kota yang mereka tuju dan informasi lainnya.
***
"Tuan Muda Shu jika ada waktu silakan mampir ke paviliunku. Aku tinggal di bagian barat kota, paviliun Cheng," teriak Suguan dari jendela kereta kuda. Shua Xie hanya membalas dengan senyuman melihat kereta kuda itu sudah bergerak jauh meninggalkannya.
Shua Xie sudah tiba di alun kota dan sengaja minta turun di alun kota karena ia ingin mencari penginapan. Sebenarnya Suguan sudah menawarkan agar Shua Xie menginap di paviliunnya tapi Shua Xie menolak.
'Hahaha ... pedagang yang menarik. Setidaknya aku sudah menjalin sedikit bisnis dengannya. Paling tidak aku punya pion pelindung jika ada masalah di kota ini mengingat Tuan Suguan adalah pedagang terkaya di kota ini.'
Selama di dalam kereta Suguan juga mengajak Shua Xie untuk berbisnis batu spirit dengannya setelah mengetahui Shua Xie memiliki ratusan ribu batu spirit di dalam cincin Ruangnya. Suguan sebenarnya sangat terkejut ketika mengetahui hal itu, sebab ia tidak percaya sudah berapa ratus ribu monster spirit yang sudah Shua Xie bunuh. Itu berarti Shua Xie bukan orang sembarangan yang mudah disinggung.
Shua Xie menghirup udara lalu menghembuskannya. Dipandangnya keramaian kota penuh dengan semangat membara.
"Akhirnya bisa ke kota. Mari kita lihat penginapan terbaik jaman kuno seperti apa!?"
Shua Xie melangkah memasuki keramaian kota penuh dengan semangat. Tidak henti matanya melirik sana dan sini, ini kali pertamanya Shua Xie melihat kota ramai lebih ramai dari kota Xuilin. Pertama Shua Xie pergi membeli baju baru sebab bajunya yang sekarang sudah kotor dan tidak layak dia gunakan. Shua Xie memilih baju warna hitam sesuai dengan karakternya yang kuat tapi berhati dingin. Lalu ke dua mencari penginapan.
Tidak lama Shua Xie berjalan akhirnya dia tiba di depan sebuah penginapan terbesar di kota. Dilihat dari bangunannya Shua Xie yakin penginapan itu pasti mahal sebab penginapannya lumayan megah dari bangunan lainnya.
'Kalau bisa menjalin kerjasama dengan pemilik penginapan ini sepertinya tidak akan rugi.'
Shua Xie melangkah masuk ke dalam penginapan dan melihat ternyata lantai bawah adalah rumah makan yang lumayan mewah penuh dengan wanita penjilat. Shua Xie juga melihat rata-rata pengunjung adalah saudagar kaya dan para bangsawan.
'Rupanya penginapan ini mirip seperti rumah Bordil. Ternyata Paman Suguan memang benar, ada banyak bangsawan di penginapan ini. Mungkin aku bisa mencari informasi lebih banyak di sini dari mereka.'
Shua Xie melangkahkan kakinya menuju meja penerima tamu dan langsung mengutarakan niatnya ingin bertemu dengan pemilik penginapan. Sang Kasir pun segera pergi memanggil pemilik penginapan dengan tergesa-gesa.
Shua Xie menyandarkan punggungnya di tembok seraya memukul pelan meja kasir membentuk irma ketukan. Shua Xie terus memperhatikan sekitar melihat banyak para wanita pekerja yang menjilati para tamu.
Tidak lama Shua Xie menunggu akhirnya pemilik penginapan datang bersama beberapa pengawal dan penjaga kasir tadi. Shua Xie pun menyapa hangat pemilik penginapan itu dan saling mengenalkan diri. Nama pemilik penginapan itu adalah Tang Gou, memiliki badan yang tinggi tapi sedikit kurus, sudah berusia 50 tahuan. Cara pakaiannya pun terlihat seperti orang bangsawan tapi Tang Gou bukan keturunan bangsawan.
Tang Gou mengajak Shua Xie masuk ke dalam ruang khusus tempat menerima tamu penting. Dan mulai membicarakan maksud apa panggilan Shua Xie.
"Paman Tang Gou saya langsung ingin berbicara ke intinya saja. Kira-kira berapa banyak batu spirit untuk membayar penginapan ini?" tanya Shua Xie dengan tatapan serius.
"Maksud Nona Shu apa?" Tang Gou pura-pura kebingungan padahal ia paham maksud dari Shua Xie.
"Berapa banyak batu spirit untuk membayar penginapan ini? Saya ingin membeli penginapan ini berserta pelayan dan isinya."
"I-ini apa Nona saya tidak menjual penginapan ini. Penginapan inilah satu-satunya penghasilan saya, jika saya menjual bagaimana saya memberi nafkah keluarga saya. Saya bukanlah keturunan bangsawan yang kaya raya."
Shua Xie tersenyum dingin sambil menopang dagunya, "Paman tidak perlu khawatir. Aku akan tetap memberikan hak pengurus penginapan ini pada Paman asalkan Paman berkerja untukku. Paman bisa berkerja menjalankannya seperti biasa. Saya hanya ingin mengatas namakan penginapan ini milik saya. Soal perkerjaan Paman tetap akan sama seperti biasa, gaji yang saya berikan pun juga lumayan," balas Shua Xie dingin membuat Tang Gou tersentak.
Tang Gou dapat melihat keseriusan Shua Xie. Pelan Tang Gou berdehem, "Ehem ... apa yang Tuan Muda katakan itu benar? Tapi kenapa Tuan Muda bisa percaya saya begitu saja, padahal kita baru bertemu sekali."
"Insting saya mengatakan Paman orang yang jujur. Paman bisa saya angkat langsung menjadi wakil kepercayaan saya jika Paman setuju," jawab Shua Xie santai.
"Baiklah jika Nona percaya pada saya, kepercayaan Nona tidak akan saya khianati. Berapa yang Tuan ingin bayarkan untuk penginapan ini?"
"Kalau saya membelinya dengan batu spirit apa Paman setuju?" tanya Shua Xie sedikit ragu takutnya Tang Gou menolak.
"Berapa banyak batu spirit yang Nona punya?"
"Berapa Paman mau sebutkan saja," balas Shua Xie.
Tang Gou terdiam melihat betapa percaya dirinya Shua Xie menanyakan berapa banyak batu spirit yang ia mau. Padahal Tang Gou bisa saja meminta banyak padanya. Semua orang tahu harga batu spirit sangatlah mahal daripada satu rumah. Apalagi batu spirit level tinggi.
"Ehem ... lima ratus batu spirit. Bagaimana? Apa Tuan Muda setuju?" tawar Tang Gou.
"Ada berapa pekerja di penginapan ini Paman?"
"Ada lima puluh pelayan pria, lima puluh pelayan wanita, dan tiga puluh wanita penghibur," jawab Tang Gou gugup.
Shua Xie tersenyum kecil lalu mengeluarkan seribu batu spirit dari cincin Ruangnya membuat semua orang yang melihat terkejut hebat.
"Ini ada seribu batu spirit. Tolong Paman bagikan setiap pekerja satu batu spirit sebagai tanda kenal dari Tuan baru mereka. Dan sisahnya bayaran untuk Paman. Seharusnya ini cukup sudah cukup bukan Paman?"
.
.
.
.
.
.
.
**Bersambung
sedikit penyampaian, tolong sehabis membaca jangan lupa beri likenya ya :) semakin banyak like author semakin giat update. Jika like semakin banyak author bisa pertimbangin up 2 bab perhari. Statistik pembaca semakin meningkat tapi likenya gak ada kenaikan, jadi mohon perhatiannya sehabis membaca jangan lupa beri like ya ^-^
salam hangat dari author ♡**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Septiana Pängîē
nona atau tuan panggilan shua itu
banyak bnget typo nya thor 😆
2022-03-09
1
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
nah ini jadi tuan muda lagi, yg konsisten dong thor😁
2022-02-18
0
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
ini dipanggil nona lagi
2022-02-18
1