Bab 12

Hai tolong beri like cerita ini ^-^

_________________________________

Suara benturan benda terjatuh ke tanah terdengar keras. Shua Xie menyarungkan kembali pedangnya lalu menghela nafas pelan. Sudah hampir 3 bulan dia tinggal di dalam hutan yang penuh monster spirit semenjak ia jatuh dari atas tebing, dan yang ke dua kalinya ia selamat dari kematian. Beberapa minggu ini Shua Xie terhs berusaha keluar dari hutan sebab ia ingin mencari sekutu tapi ia belum berhasil menemukan jalan keluar.

Shua Xie tahu ia saat ini berada di dunia Bawah berkat pengetahuan ilahi yang diberikan Master misterius padanya. Hadiah kecil yang di maksud Master itu ialah pengetahuan tentang dunia kultivator. Berkatnya Shua Xie memahami banyak jurus, sihir, dan ilmu lainnya, tapi Shua Xie belum bisa memaksimalkan semua jurus hebat itu karena tahap pelatihannya yang belum cukup. Tidak hanya hadiah itu saja, Master itu juga mengeluarkan semua racun di tubuh Shua Xie, melebarkan dantiannya, QI, meredian, dan vitalitasnya. Shua Xie merasa dia seperti terlahir kembali dengan tubuh dan fisik yang lumayan kuat dari sebelumnya, walau Shua Xie harus mengulang kembali lagi ke tahap pelatihan awal.

Di setiap perjalanannya pun ia selalu bertemu monster spirit berbagai tingkat dan jenis, memaksakan Shua Xie harus bertarung keras demi keselamatannya mengingat ia tidak akan mati konyol seperti sebelumnya. Selama perjalanan tidak ada banyak waktu istirahat baginya sebab monster spirit begitu banyak berkeliaran apalagi di saat malam hari.

"Huft! Sudah berjalan tiga minggu tapi belum juga keluar hutan. Apa aku akan terjebak selamanya di dalam hutan ini? Konyol sekali jika aku menjadi manusia hutan!" gumam Shua Xie kesal.

Shua Xie mengambil batu inti sari monster spirit yang baru saja ia bunuh, batu spirit itu adalah inti sari dari monster spirit gorila raksasa yang terkenal sebagai raja hutan. Shua Xie memperhatikan batu berwarna merah darah sebesar kepalan orang anak kecil. Seandainya Shua Xie tidak banyak menyerap energi batu spirit mungkin saja Shua Xie tidak akan bisa mengalahkan gorila raksasa raja hutan.

Seperti biasa Shua Xie akan menyerap energi spiritnya agar menambah tingkatannya. Ada pun beberapa ia bawa untuk dijual jika ia sudah sampai di desa ataupun kota terdekat lalu ditukar menjadi uang atau semacamnya.

Setelah berhasil menyerapnya menjadi energi QI-nya, Shua Xie kembali melanjutkan perjalanannya mencari jalan keluar hutan. Seperti biasa selama perjalanan tak jarang ia bertemu monster spirit level rendah dan menengah tapi kali ini mereka semuanya tidak menyerang lebih memilih bersembunyi ketika melihat Shua Xie. Shua Xie hanya bisa tersenyum kecil melihat banyak monster spirit yang kabur setelah melihatnya mungkin saja karena dia telah berhasil hampir mengalahkan beberapa monster spirit tingkat raja membuatnya dikenal monster spirit lemah.

"Hais tidak aku sangka moster spirit pun jadi takut padaku, padahal sebelumnya mereka sangat agresif menyerangku. Sekarang melihat pun tidak berani, apa aku sangat seram?!" gumam Shua Xie sambil menggelengkan kepalanya merasa lucu.

Tidak lama setengah jam berjalan Shua Xie mendengar suara kuda berlari dengan cepat. Shua Xie begitu gembira ketika mendengarnya dan langsung berlari dengan cepat menuju sumber suara. Suara kaki kuda berarti Shua Xie sudah dekat dengan jalan keluar.

Setelah beberapa menit berlari Shua Xie akhirnya berhasil keluar dari hutan dan menemukan jalan besar yang memang sering digunakan kuda berjalan. Pastinya jalan itu sudah menjadi jalan umum pengelana ataupun pedagang maupun bangsawan.

"Akhirnya keluar juga!" seru Shua Xie penuh semangat.

Dari kejahuan ada kereta kuda yang bergerak sangat cepat dikawal beberapa kuda lain di sekitarnya. Shua Xie bisa menebak kereta kuda itu pasti pedagang kaya sebab membawa begitu banyak barang dan dikawal beberapa petarung.

Shua Xie berdiri di tengah jalan membuat kereta kuda itu berhenti mendadak. Kasir penunggang kuda itu berteriak marah sambil menghentakkan cambukkan kuda kepada Shua Xie sebab menggangu jalannya. Tapi dengan sigap Shua Xie menahan cambukan itu dengan satu tangannya, para pengawal langsung memegang pedang mereka masing-masing siap menyerang.

"Bocah sialan! Minggir dari jalan, apa kau mau berusaha merampok barang Tuan kami!?" teriak Kasir itu keras sambil menarik tali cambukannya.

Shua Xie melepaskan cambukannya sambil tersenyum kecil, "Tidak, aku tidak berniat merampok. Tapi aku ingin menumpang dengan Tuan, bisakah Tuan membawaku ikut ke tempat Tuan. Aku akan bayar berapa pun."

"Bocah apa kau pikir kami ini orang yang kekurangan? Pengawal serang gadis itu!"

"Hei jangan marah begitu, kita bisa bernegoisasi bukan. Aku bisa memberimu sekatung batu spirit ini jika Tuan membawaku." Shua Xie mengeluarkan satu kantong batu spirit dari cincin Ruang yang telah lama diberikan Shu Chin padanya. Semua orang menjadi terkejut ketika melihat sekantong batu spirit begitu banyak batu spirit tingkat menengah.

Majikan pemilik kereta segera keluar ketika mendengar sekantong batu spirit. Tentu saja batu spirit sangatlah mahal jika dijual, satu batu spirit bernilai tinggi tergantung tingkat monster spiritnya.

Pria berbadan gemuk dengan perut buncit tergesa-gesa menghampiri Shua Xie lalu memegang tangannya.

"Tuan Muda benar kita bisa bernegoisasi. Aku terima tawaran anda, silakan ikut duduk bersamaku Tuan Muda. Maaf Kasir kuda saya bertindak tidak sopan pada Tuan Muda."

Shua Xie memperhatikan pria itu dari atas sampai bawa dari perawakannya yang begitu mencolok penuh dengan perhiasan, Shua Xie menebak dia pasti adalah pemilik kereta itu.

'Tuan Muda? Apa dia kira aku ini pria karena memakai pakaian pria?' ujar Shua Xie dalam hatinya.

"Terimakasih Tuan mau membawaku. Salahku menghalang kereta kuda Tuan seperti mau merampok."

"Hahaha ... Tuan Muda semua bisa dibicarakan. Mari kita masuk ke dalam kereta." Ajak pria gendut itu sambil menarik Shua Xie masuk ke dalam kereta. Shua Xie tidak menolak memang itulah yang Shua Xie inginkan, mendapat tumpangan dan bisa ke kota untuk mencari informasi yang dia butuhkan.

Setelah Shua Xie dan pria itu masuk, kereta kuda pun kembali berjalan. Di dalam kereta pria itu terus mengajak Shua Xie berbincang perkenalan diri dan tentang perkerjaannya di dunia bisnis. Beberapa kali juga Shua Xie bertanya tentang kota yang mereka tuju dan informasi lainnya.

***

"Tuan Muda Shu jika ada waktu silakan mampir ke paviliunku. Aku tinggal di bagian barat kota, paviliun Cheng," teriak Suguan dari jendela kereta kuda. Shua Xie hanya membalas dengan senyuman melihat kereta kuda itu sudah bergerak jauh meninggalkannya.

Shua Xie sudah tiba di alun kota dan sengaja minta turun di alun kota karena ia ingin mencari penginapan. Sebenarnya Suguan sudah menawarkan agar Shua Xie menginap di paviliunnya tapi Shua Xie menolak.

'Hahaha ... pedagang yang menarik. Setidaknya aku sudah menjalin sedikit bisnis dengannya. Paling tidak aku punya pion pelindung jika ada masalah di kota ini mengingat Tuan Suguan adalah pedagang terkaya di kota ini.'

Selama di dalam kereta Suguan juga mengajak Shua Xie untuk berbisnis batu spirit dengannya setelah mengetahui Shua Xie memiliki ratusan ribu batu spirit di dalam cincin Ruangnya. Suguan sebenarnya sangat terkejut ketika mengetahui hal itu, sebab ia tidak percaya sudah berapa ratus ribu monster spirit yang sudah Shua Xie bunuh. Itu berarti Shua Xie bukan orang sembarangan yang mudah disinggung.

Shua Xie menghirup udara lalu menghembuskannya. Dipandangnya keramaian kota penuh dengan semangat membara.

"Akhirnya bisa ke kota. Mari kita lihat penginapan terbaik jaman kuno seperti apa!?"

Shua Xie melangkah memasuki keramaian kota penuh dengan semangat. Tidak henti matanya melirik sana dan sini, ini kali pertamanya Shua Xie melihat kota ramai lebih ramai dari kota Xuilin. Pertama Shua Xie pergi membeli baju baru sebab bajunya yang sekarang sudah kotor dan tidak layak dia gunakan. Shua Xie memilih baju warna hitam sesuai dengan karakternya yang kuat tapi berhati dingin. Lalu ke dua mencari penginapan.

Tidak lama Shua Xie berjalan akhirnya dia tiba di depan sebuah penginapan terbesar di kota. Dilihat dari bangunannya Shua Xie yakin penginapan itu pasti mahal sebab penginapannya lumayan megah dari bangunan lainnya.

'Kalau bisa menjalin kerjasama dengan pemilik penginapan ini sepertinya tidak akan rugi.'

Shua Xie melangkah masuk ke dalam penginapan dan melihat ternyata lantai bawah adalah rumah makan yang lumayan mewah penuh dengan wanita penjilat. Shua Xie juga melihat rata-rata pengunjung adalah saudagar kaya dan para bangsawan.

'Rupanya penginapan ini mirip seperti rumah Bordil. Ternyata Paman Suguan memang benar, ada banyak bangsawan di penginapan ini. Mungkin aku bisa mencari informasi lebih banyak di sini dari mereka.'

Shua Xie melangkahkan kakinya menuju meja penerima tamu dan langsung mengutarakan niatnya ingin bertemu dengan pemilik penginapan. Sang Kasir pun segera pergi memanggil pemilik penginapan dengan tergesa-gesa.

Shua Xie menyandarkan punggungnya di tembok seraya memukul pelan meja kasir membentuk irma ketukan. Shua Xie terus memperhatikan sekitar melihat banyak para wanita pekerja yang menjilati para tamu.

Tidak lama Shua Xie menunggu akhirnya pemilik penginapan datang bersama beberapa pengawal dan penjaga kasir tadi. Shua Xie pun menyapa hangat pemilik penginapan itu dan saling mengenalkan diri. Nama pemilik penginapan itu adalah Tang Gou, memiliki badan yang tinggi tapi sedikit kurus, sudah berusia 50 tahuan. Cara pakaiannya pun terlihat seperti orang bangsawan tapi Tang Gou bukan keturunan bangsawan.

Tang Gou mengajak Shua Xie masuk ke dalam ruang khusus tempat menerima tamu penting. Dan mulai membicarakan maksud apa panggilan Shua Xie.

"Paman Tang Gou saya langsung ingin berbicara ke intinya saja. Kira-kira berapa banyak batu spirit untuk membayar penginapan ini?" tanya Shua Xie dengan tatapan serius.

"Maksud Nona Shu apa?" Tang Gou pura-pura kebingungan padahal ia paham maksud dari Shua Xie.

"Berapa banyak batu spirit untuk membayar penginapan ini? Saya ingin membeli penginapan ini berserta pelayan dan isinya."

"I-ini apa Nona saya tidak menjual penginapan ini. Penginapan inilah satu-satunya penghasilan saya, jika saya menjual bagaimana saya memberi nafkah keluarga saya. Saya bukanlah keturunan bangsawan yang kaya raya."

Shua Xie tersenyum dingin sambil menopang dagunya, "Paman tidak perlu khawatir. Aku akan tetap memberikan hak pengurus penginapan ini pada Paman asalkan Paman berkerja untukku. Paman bisa berkerja menjalankannya seperti biasa. Saya hanya ingin mengatas namakan penginapan ini milik saya. Soal perkerjaan Paman tetap akan sama seperti biasa, gaji yang saya berikan pun juga lumayan," balas Shua Xie dingin membuat Tang Gou tersentak.

Tang Gou dapat melihat keseriusan Shua Xie. Pelan Tang Gou berdehem, "Ehem ... apa yang Tuan Muda katakan itu benar? Tapi kenapa Tuan Muda bisa percaya saya begitu saja, padahal kita baru bertemu sekali."

"Insting saya mengatakan Paman orang yang jujur. Paman bisa saya angkat langsung menjadi wakil kepercayaan saya jika Paman setuju," jawab Shua Xie santai.

"Baiklah jika Nona percaya pada saya, kepercayaan Nona tidak akan saya khianati. Berapa yang Tuan ingin bayarkan untuk penginapan ini?"

"Kalau saya membelinya dengan batu spirit apa Paman setuju?" tanya Shua Xie sedikit ragu takutnya Tang Gou menolak.

"Berapa banyak batu spirit yang Nona punya?"

"Berapa Paman mau sebutkan saja," balas Shua Xie.

Tang Gou terdiam melihat betapa percaya dirinya Shua Xie menanyakan berapa banyak batu spirit yang ia mau. Padahal Tang Gou bisa saja meminta banyak padanya. Semua orang tahu harga batu spirit sangatlah mahal daripada satu rumah. Apalagi batu spirit level tinggi.

"Ehem ... lima ratus batu spirit. Bagaimana? Apa Tuan Muda setuju?" tawar Tang Gou.

"Ada berapa pekerja di penginapan ini Paman?"

"Ada lima puluh pelayan pria, lima puluh pelayan wanita, dan tiga puluh wanita penghibur," jawab Tang Gou gugup.

Shua Xie tersenyum kecil lalu mengeluarkan seribu batu spirit dari cincin Ruangnya membuat semua orang yang melihat terkejut hebat.

"Ini ada seribu batu spirit. Tolong Paman bagikan setiap pekerja satu batu spirit sebagai tanda kenal dari Tuan baru mereka. Dan sisahnya bayaran untuk Paman. Seharusnya ini cukup sudah cukup bukan Paman?"

.

.

.

.

.

.

.

**Bersambung

sedikit penyampaian, tolong sehabis membaca jangan lupa beri likenya ya :) semakin banyak like author semakin giat update. Jika like semakin banyak author bisa pertimbangin up 2 bab perhari. Statistik pembaca semakin meningkat tapi likenya gak ada kenaikan, jadi mohon perhatiannya sehabis membaca jangan lupa beri like ya ^-^

salam hangat dari author ♡**

Terpopuler

Comments

Septiana Pängîē

Septiana Pängîē

nona atau tuan panggilan shua itu
banyak bnget typo nya thor 😆

2022-03-09

1

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

nah ini jadi tuan muda lagi, yg konsisten dong thor😁

2022-02-18

0

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

ini dipanggil nona lagi

2022-02-18

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Q&A Part 1 (Bukan Update)
176 Bab 175
177 Bab 176
178 Bab 177
179 Bab 178
180 Bab 179
181 Bab 180
182 Bab 181
183 Bab 182
184 Bab 183
185 Bab 184
186 Bab 185
187 Bab 186
188 Bab 187
189 Bab 188
190 Bab 189
191 Bab 190
192 Bab 191
193 Bab 192
194 Bab 193
195 Bab 194
196 Bab 195
197 Bab 196
198 Bab 197
199 Bab 198
200 000
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Q&A Part 1 (Bukan Update)
176
Bab 175
177
Bab 176
178
Bab 177
179
Bab 178
180
Bab 179
181
Bab 180
182
Bab 181
183
Bab 182
184
Bab 183
185
Bab 184
186
Bab 185
187
Bab 186
188
Bab 187
189
Bab 188
190
Bab 189
191
Bab 190
192
Bab 191
193
Bab 192
194
Bab 193
195
Bab 194
196
Bab 195
197
Bab 196
198
Bab 197
199
Bab 198
200
000

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!