Jangan lupa tinggalkan likenya ya ^-^
________________________________
-- Kediaman Kepala Suku --
Kedatangan Shua Xie di depan gerbang masuk desa Bintang sambil memukul berulang kali gerbang, membuat pengawal penjaga gerbang sangat terkejut apalagi ketika mereka melihat Tuan Muda mereka berada di atas kuda bersama seorang wanita. Awalnya Pengawal itu mengira Shua Xie berniat jahat mengakibatkan mereka hampir menyerang Shua Xie. Untunglah Pemuda yang bersama Shua Xie langsung meminta mereka berhenti menyerang, kalau tidak kemungkinan Shua Xie akan mengerahkan sedikit kekuatannya untuk menghentikan mereka.
Setelah itu mereka membukakan pintu gerbang setelah mendengar penjelasan dari Tuan Muda mereka. Masuklah Shua Xie bersama pemuda itu diiringi 2 pengawal penjaga gerbang.
Ketika di pusat desa begitu banyak warga yang memperhatikan Shua Xie seperti sedang melihat benda aneh. Di mata mereka penampilan Shua Xie begitu asing dan aneh, tapi Shua Xie tidak mempermasalahkan itu. Lalu sampailah ia di kediaman kepala suku, kedatangan mereka membuat semua pihak keluarga pemuda itu terkejut terutama kepala suku. Hampir saja mereka menyerang Shua Xie bersamaan.
Tapi setelah mendengar Pemuda itu menjelaskan bahwa Shua Xie adalah orang yang baik. Jadi mereka semua meminta maaf dan mengajak masuk ke dalam.
"Terima kasih Nona sudah menolong cucu saya. Saya selaku Kepala Suku mengucapkan terima kasih banyak kepada Nona. Kalau boleh tahu siapakah nama Nona?" tanya Kepala Suku bernama Xiao Jhu.
"Kepala Suku bisa memanggilku Shua. Tidak perlu sungkan, kebetulan saya melihat cucu anda terluka jadi saya membantunya."
"Hahaha ... Nona Shua sungguh baik hati. Nona Shua sepertinya sedang menunggu seseorang ya?" tanya Xiao Jhu melihat Shua Xie begitu tidak tenang walau pun Shua Xie berusaha terus tetap tenang di hadapan orang banyak.
"Benar, saya sedang menunggu teman saya," jawab Shua Xie seadanya.
Sudah hampir satu jam Lou Yue belum juga kembali membuat Shua Xie khawatir. Tidak tahu kenapa Shua Xie merasa sangat khawatir pada Lou Yue padahal mereka berdua baru saling kenal beberapa hari yang lalu, bahkan belum seminggu. Shua Xie berpikir mungkin ada kaitannya dengan klan Langit makanya dia merasa khawatir dengan Lou Yue.
"Maaf Nona, mungkinkah teman anda tidak akan kembali? Kita semua tahu kalau Monster spirit sangatlah kuat apalagi jika berkelompok."
Shua Xie memberikan tatapan tajam kepada Kepala Suku ketika ia berucap seperti itu. Entah kenapa ada aurah membunuh yang begitu pekat membuat pundak kepala suku menjadi berat.
"Hanya Monster sampah tidak akan sanggup membuatnya mati. Maaf kalau saya membuat Kepala Suku menjadi tertekan." Shua Xie menghela nafas pelan seraya menarik kembali aurah membunuhnya. Kepala Suku menghela nafas lega ketika pundak sudah merasa ringan seperti sedia kala.
"Tidak, seharusnya saya yang minta maaf karena telah menyinggung anda."
"Tidak masalah, anggap saja kejadian tadi tidak pernah terjadi." Shua Xie beranjak berdiri, "Kalau begitu saya pergi dulu, maaf telah merepotkan Kepala Suku." Lanjutnya lagi dengan dingin. Kepala Suku berpikir kalau Shua Xie terlalu sombong.
Baru saja Shua Xie beranjak berdiri tiba-tiba muncul seorang pemuda bersama seorang pelayan pria. Pemuda itu adalah pemuda yang ditolong Shua Xie ketika di jalan. Pemuda itu berjalan sangat tergesa-gesa, tapi karena tubuhnya sedang terluka akibatnya dia berjalan tidak baik. Untunglah ada pelayannya yang membantu berjalan.
Melihat pemuda itu membuat Shua Xie tidak tega, akhirnya ia membantunya memapahnya ke kursi. Dari belakang Kepala Suku menghampiri Shua Xie dan Cucunya tergesa-gesa. Tampaklah raut wajah khawatir Kepala Suku ketika ia melihat cucunya.
"Ming'er kenapa kamu ke sini! Seharusnya kamu mengistirahatkan dirimu di kamar."
Pemuda yang di dalam rangkulan Shua Xie menatap Kakeknya, "Kakek, ada sesuatu hal penting yang ingin aku bicarakan padamu. Para keluarga Ye ingin menyerang desa kita! Dia ingin mengambil sumber saya desa kita!" seru Xiao Ming keras seraya berusaha menggapai tangan Kakeknya.
"Apa! Coba bicarakan dengan jelas kenapa keluarga Ye ingin menyerang desa kita! Bukankah kamu datang ke kediamannya untuk menjalin kontrak kerjasama!?" Kepala Suku benar-benar terkejut. Keluarga Ye dan keluarga Xiao sudah lama menjadi kerabat dekat, kontrak itu sudah terjadi sejak awal keluarga Ye dan Xiao dibantuk. Jadi alasan apa yang membuat keluarga Ye ingin menyerang desa Bintang? Padahal ke dua pihak sudah melakukan sumpah iblis.
"Kakek Paman Ye Linghui berbohong pada kita! Dia mengundangku datang ke kediamannya bukan untuk menjalin hubungan tapi dia malah memaksaku menandatangani penjualan tanah desa! Aku menolak keras kontrak itu dan merobeknya, tapi Paman Ye Linghui malah memukulku karena aku menolaknya! Akhirnya aku mengatakan menyatakan perang pada mereka! Aku, aku melakukan itu karena tidak ingin desa Bintang direbut olehnya! Mereka sangat jahat! Kalau Paman Ye Linghui berhasil menguasai desa Bintang bagaimana dengan keadaan para rakyat Bintang!?" jelas Xiao Ming sangat serius. Tampak sorotan matanya yang tajam mengartikan dia benar-benar jujur dan serius.
Kepala Suku menghela nafas sambil menggelengkan kepala, "Oh tidak! Kenapa kau menyatakan perang dengan keluarga Ye! Kita tidak akan mungkin menang melawan mereka!"
Xiao Ming mengepalkan tangannya geram, "Tapi Kakek, Paman Ye Linghui bilang dia tidak akan menyerang desa kita. Tapi dia mengajak keluarga Xiao bertanding dengan keluarga mereka! Paman Ye Linghui membuat kesepakatan denganku kalau kita bisa mengalahkan tiga petarung kultivator mereka maka mereka tidak akan merebut desa kita! Tapi kalau kita kalah, kita harus siap menjadi budak mereka seumur hidup."
"Apa Ye Linghui ingin melakukan pertarungan di arena hidup dan mati?!" Kepala Suku bisa menebak pasti pertarungan itu bukan pertarungan biasa saja.
Xiao Ming terdiam sulit menjelaskan, memang benar kalau Ye Linghui ingin melakukan pertarungan di arena hidup dan mati. Dan mereka menginginkan salah satu pemuda keluarga besar Xiao mengirim satu untuk ikut bertanding, misalkan Xiao Ming. Begitupun juga dengan keluarga Ye Linghui.
Keluarga Ye Linghui akan mengirim putra jenius mereka, untuk bertanding melawan putra keluarga Xiao. Tapi masalahnya ialah keluarga Xiao tidak terlalu mendalami dunia kultivator, hanya sebagian dari mereka yang mendalaminya. Bahkan tingkatan pelatihan mereka tidak bisa dibilang hebat.
"Aku bisa mewakilkan diriku melawan Ye Guan Yu. Walaupun aku tidak sekuat dia, tapi demi desa aku siap melawannya," ucap Xiao Ming tegas membuat kepala suku tersentak.
Kepala Suku menolak keras, "Tidak boleh! Kalau kau melawan Ye Guan Yu pasti dia akan membunuhmu! Kakek tidak setuju!"
"Tapi Kakek kita tidak mungkin membiarkan Paman Ye merebut desa Bintang!"
Di sisi lain Shua Xie menyimak pembicara ke dua keluarga itu, walau pun Shua Xie mengerti masalah mereka tapi Shua Xie tidak menjamin kalau keluarga Xiao akan menang dalam pertandingan itu. Apalagi Xiao Ming hanya kultivator di tahap Bumi level 2, walau pun tingkat pelatihan Shua Xie lebih rendah darinya, tapi pengalaman dan pengetahuan Shua Xie lebih luas darinya. Mungkin tidak akan seorang anak muda berpengetahuan luas sepertinya.
Shua Xie berdehem pelan, "Ehem ... maaf kalau saya ikut campur urusan kalian. Sebenarnya tidak salah Tuan Muda Xiao menerima tantangan keluarga Ye. Tuan Muda Xiao sudah baik hati serta berani membela desanya. Asalkan dia giat berlatih, kemungkinan dia bisa menang melawan anak Ye Linghui," ujar Shua Xie memecahkan ketegangan di antara Kakek dan Cucu itu.
"Kau tidak tahu seberapa kuat Ye Guan Yu! Dia berada di tahap Bumi level 9, tidak mungkin Ming'er melawannya," tegas Kepala Suku.
"Kakek ...."
Shua Xie menghela nafas pelan, "Lalu anda bisa berbuat apa? Apa anda akan diam saja melihat musuh menginjak-injak harga diri keluarga Xiao!? Aku bisa membantu anda, aku bisa melatih Xiao Ming menjadi lebih kuat. Bahkan kapala keluarga Ye pun tidak akan sanggup melawannya!" Shua Xie memberi solusi.
Kepala Suku dan Xiao Ming terkejut bersamaan. Mungkin bagi mereka Shua Xie ini tengah melawak di tengah ketegangan, mereka tahu tahap pelatihan Shua Xie masih di tahap Pemurnian level 4, masih bisa dibilang tahap pelatihan terlemah.
Tahap pelatihan dibagi menjadi 9 dasar yaitu, tahap Pemurnian, tahap Bumi, tahap Langit, tahap Raja Putih, tahap Jenderal Emas, tahap Jindan, tahap Nirwana, Jiwa Dewa, dan tahap Abadi. Berdasarkan urutan, yang awal ialah pondasi terlemah, dan tahap terakhir ialah pondasi terkuat. Setiap tahap masih ada perlevel seperti tahap pelatihan Shua Xie di tahap Pemurnian level 4, dan Xiao Ming di tahap Bumi level 2.
"Bagaimana mungkin kau ingin melatih Ming'er sedangkan tahapmu lebih rendah darinya!"
Shua Xie tersenyum sinis, "Tanyakan pada Tuan Muda Xiao Ming apa aku pantas melatih dia atau tidak?" ujar Shua Xie seraya menatap Xiao Ming.
Xiao Ming tertegun mendengar kata-kata itu, tiba-tiba ia teringat kejadian saat ia dikejar puluhan monster spirit. Andaikan tidak ada Shua Xie dan Lou Yue mana mungkin dia bisa hidup seperti sekarang. Xiao Ming juga sudah melihat kekuatan Shua Xie dan Lou Yue.
"Senior pantas melatih saya," balas Xiao Ming.
Kepala Suku tertegun, "Ming'er ...."
"Bagus, tapi bukan aku yang akan melatih fisikmu melainkan temanku. Aku hanya akan memberi arahan dan menemanimu berlatih ...," ujar Shua Xie.
Kepala Suku tidak terima dengan ucapan Shua Xie, awalnya Shua Xie menawarkan dirinya melatih Xiao Ming. Tapi tiba-tiba saja Shua Xie berkata kalau temannya yang akan melatih Xiao Ming. Jelas-jelas ini seperti penghinaan bagi Kepala Suku.
"Ini bagaimana bisa kau membiarkan temanmu melatih cucuku!"
"Jangan meremehkan dia, temanku sangat kuat bahkan lebih kuat dariku. Hanya saja aku menang pengetahuan darinya, andai saja dia berpengetahuan luas sepertiku maka aku berani bersumpah kalau ia bisa mengusai seluruh dunia!" balas Shua Xie dengan nada datar.
"Sekarang jelaskan padaku kapan pertarungan itu dilaksanakan?" Lanjut Shua Xie lagi.
"Satu minggu dari sekarang."
***
Lou Yue menghela nafas lega setelah berhasil mengalahkan semua monster spirit itu. Walau pun Lou Yue mempunyai pusaka tombak tingkat tinggi, tetap saja ia mendapat luka dari pertempurannya. Karena terlalu lama memakai tombaknya, membuat banyak tenaga terkuras. Dan juga tombaknya tidak bisa dipakai dalam jangka waktu lama, ada saat tertentu tombaknya itu tidak bisa digunakan melahap esensi kehidupan spirit. Jadi Lou Yue harus bisa membagi tenaga dalamnya dengan sebaik mungkin.
Lou Yue menaiki kudanya dan meninggalkan hutan secepat mungkin. Ia sudah berjanji pada Shua Xie akan kembali secepat mungkin.
Tidak lama Lou Yue menunggangi kudanya akhirnya ia sampai tepat di dekat gerbang desa Bintang. Lou Yue yakin kalau Shua Xie pasti ada di dalam desa Bintang mengingat pemuda yang dibawa Shua Xie adalah cucu dari kepala suku. Lou Yue mengenal Xiao Ming karena ia mantan seorang pembunuh bayaran, tentunya nama orang-orang elit pasti dia sudah hapal. Apalagi dia sering menerima misi membunuh keluarga bangsawan.
Kuda Lou Yue berjalan mendekati gerbang, tampaklah di depan gerbang seorang gadis berpakain hitam dengan raut wajah datar tengah menatapnya tanpa ada senyuman.
Lou Yue tersenyum kecil seraya mendekati gadis itu. Baru saja Lou Yue ingin berbicara tiba-tiba gadis itu menyelanya.
"Terlalu lama! Aku pikir kau bisa membereskan semuanya dengan cepat! Dasar payah! Karena kau terlalu lambat aku akan menghukummu!" ucap gadis itu sambil berjalan masuk ke dalam desa meninggalkan Lou Yue.
Lou Yue turun dari kudanya lalu memberikannya kepada penjaga gerbang. Setelahnya ia berlari kecil mengejar gadis itu.
"Maaf aku membuat Shua'er khawatir ya?"
Shua Xie melirik geram wajah Lou Yue, "Shua'er? Apa kita seakrab itu?" sinis Shua Xie membuat Lou Yue tertawa.
"Hahaha ... benar juga ya. Kalau aku panggil Shua'er terkesan seperti adik kakak. Padahal Shua adalah calon istriku!" Seketika Shua Xie berhenti ditempat, sedikit terkejut mendengar candaan Lou Yue.
"Jangan bercanda! Lagi pun kapan aku setuju menjadi calon istrimu!?" Terdengar suara Shua Xie semakin mendingin dari pada sebelumnya. Tampaknya ia tidak tergoda sedikit pun ucapan Lou Yue seperti sebelumnya.
Lou Yue mengerutkan keningnya, "Sejak kapan aku bercanda? Yang aku katakan tadi bisa jadi kenyataan loh! Aku sudah menentukan kalau Shua akan menjadi istriku di masa depan nanti!" goda Lou Yue tapi tidak ada reaksi malu dari Shua Xie.
"Sebaiknya kau fokus, satu minggu ini kamu akan melatih cucu dari kepala suku." Shua Xie kembali berjalan diikuti Lou Yue di sampingnya.
"Melatih buat apa?"
"Buat melawan anak dari Ye Linghui, seminggu lagi akan ada pertarungan antar kultivator merebut kekuasaan desa ini. Ke dua keluarga ini akan saling bertarung merebutkan desa Bintang."
"Oh baiklah, tapi apa yang mau direbutkan dengan desa kecil ini?" Lou Yue bersiul-siul kecil.
Shua Xie tersenyum kecil, "Pastinya sesuatu yang berharga."
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Bibirnya Kyung-soo🐧🍉
typo thor sumber daya
2022-02-18
0
veronica Mayanti park
aku jadi curiga sama lou you
2021-04-18
0
irin
like..
2021-04-17
0