Bab 18

Jangan lupa tinggalkan likenya ya ^-^

________________________________

-- Kediaman Kepala Suku --

Kedatangan Shua Xie di depan gerbang masuk desa Bintang sambil memukul berulang kali gerbang, membuat pengawal penjaga gerbang sangat terkejut apalagi ketika mereka melihat Tuan Muda mereka berada di atas kuda bersama seorang wanita. Awalnya Pengawal itu mengira Shua Xie berniat jahat mengakibatkan mereka hampir menyerang Shua Xie. Untunglah Pemuda yang bersama Shua Xie langsung meminta mereka berhenti menyerang, kalau tidak kemungkinan Shua Xie akan mengerahkan sedikit kekuatannya untuk menghentikan mereka.

Setelah itu mereka membukakan pintu gerbang setelah mendengar penjelasan dari Tuan Muda mereka. Masuklah Shua Xie bersama pemuda itu diiringi 2 pengawal penjaga gerbang.

Ketika di pusat desa begitu banyak warga yang memperhatikan Shua Xie seperti sedang melihat benda aneh. Di mata mereka penampilan Shua Xie begitu asing dan aneh, tapi Shua Xie tidak mempermasalahkan itu. Lalu sampailah ia di kediaman kepala suku, kedatangan mereka membuat semua pihak keluarga pemuda itu terkejut terutama kepala suku. Hampir saja mereka menyerang Shua Xie bersamaan.

Tapi setelah mendengar Pemuda itu menjelaskan bahwa Shua Xie adalah orang yang baik. Jadi mereka semua meminta maaf dan mengajak masuk ke dalam.

"Terima kasih Nona sudah menolong cucu saya. Saya selaku Kepala Suku mengucapkan terima kasih banyak kepada Nona. Kalau boleh tahu siapakah nama Nona?" tanya Kepala Suku bernama Xiao Jhu.

"Kepala Suku bisa memanggilku Shua. Tidak perlu sungkan, kebetulan saya melihat cucu anda terluka jadi saya membantunya."

"Hahaha ... Nona Shua sungguh baik hati. Nona Shua sepertinya sedang menunggu seseorang ya?" tanya Xiao Jhu melihat Shua Xie begitu tidak tenang walau pun Shua Xie berusaha terus tetap tenang di hadapan orang banyak.

"Benar, saya sedang menunggu teman saya," jawab Shua Xie seadanya.

Sudah hampir satu jam Lou Yue belum juga kembali membuat Shua Xie khawatir. Tidak tahu kenapa Shua Xie merasa sangat khawatir pada Lou Yue padahal mereka berdua baru saling kenal beberapa hari yang lalu, bahkan belum seminggu. Shua Xie berpikir mungkin ada kaitannya dengan klan Langit makanya dia merasa khawatir dengan Lou Yue.

"Maaf Nona, mungkinkah teman anda tidak akan kembali? Kita semua tahu kalau Monster spirit sangatlah kuat apalagi jika berkelompok."

Shua Xie memberikan tatapan tajam kepada Kepala Suku ketika ia berucap seperti itu. Entah kenapa ada aurah membunuh yang begitu pekat membuat pundak kepala suku menjadi berat.

"Hanya Monster sampah tidak akan sanggup membuatnya mati. Maaf kalau saya membuat Kepala Suku menjadi tertekan." Shua Xie menghela nafas pelan seraya menarik kembali aurah membunuhnya. Kepala Suku menghela nafas lega ketika pundak sudah merasa ringan seperti sedia kala.

"Tidak, seharusnya saya yang minta maaf karena telah menyinggung anda."

"Tidak masalah, anggap saja kejadian tadi tidak pernah terjadi." Shua Xie beranjak berdiri, "Kalau begitu saya pergi dulu, maaf telah merepotkan Kepala Suku." Lanjutnya lagi dengan dingin. Kepala Suku berpikir kalau Shua Xie terlalu sombong.

Baru saja Shua Xie beranjak berdiri tiba-tiba muncul seorang pemuda bersama seorang pelayan pria. Pemuda itu adalah pemuda yang ditolong Shua Xie ketika di jalan. Pemuda itu berjalan sangat tergesa-gesa, tapi karena tubuhnya sedang terluka akibatnya dia berjalan tidak baik. Untunglah ada pelayannya yang membantu berjalan.

Melihat pemuda itu membuat Shua Xie tidak tega, akhirnya ia membantunya memapahnya ke kursi. Dari belakang Kepala Suku menghampiri Shua Xie dan Cucunya tergesa-gesa. Tampaklah raut wajah khawatir Kepala Suku ketika ia melihat cucunya.

"Ming'er kenapa kamu ke sini! Seharusnya kamu mengistirahatkan dirimu di kamar."

Pemuda yang di dalam rangkulan Shua Xie menatap Kakeknya, "Kakek, ada sesuatu hal penting yang ingin aku bicarakan padamu. Para keluarga Ye ingin menyerang desa kita! Dia ingin mengambil sumber saya desa kita!" seru Xiao Ming keras seraya berusaha menggapai tangan Kakeknya.

"Apa! Coba bicarakan dengan jelas kenapa keluarga Ye ingin menyerang desa kita! Bukankah kamu datang ke kediamannya untuk menjalin kontrak kerjasama!?" Kepala Suku benar-benar terkejut. Keluarga Ye dan keluarga Xiao sudah lama menjadi kerabat dekat, kontrak itu sudah terjadi sejak awal keluarga Ye dan Xiao dibantuk. Jadi alasan apa yang membuat keluarga Ye ingin menyerang desa Bintang? Padahal ke dua pihak sudah melakukan sumpah iblis.

"Kakek Paman Ye Linghui berbohong pada kita! Dia mengundangku datang ke kediamannya bukan untuk menjalin hubungan tapi dia malah memaksaku menandatangani penjualan tanah desa! Aku menolak keras kontrak itu dan merobeknya, tapi Paman Ye Linghui malah memukulku karena aku menolaknya! Akhirnya aku mengatakan menyatakan perang pada mereka! Aku, aku melakukan itu karena tidak ingin desa Bintang direbut olehnya! Mereka sangat jahat! Kalau Paman Ye Linghui berhasil menguasai desa Bintang bagaimana dengan keadaan para rakyat Bintang!?" jelas Xiao Ming sangat serius. Tampak sorotan matanya yang tajam mengartikan dia benar-benar jujur dan serius.

Kepala Suku menghela nafas sambil menggelengkan kepala, "Oh tidak! Kenapa kau menyatakan perang dengan keluarga Ye! Kita tidak akan mungkin menang melawan mereka!"

Xiao Ming mengepalkan tangannya geram, "Tapi Kakek, Paman Ye Linghui bilang dia tidak akan menyerang desa kita. Tapi dia mengajak keluarga Xiao bertanding dengan keluarga mereka! Paman Ye Linghui membuat kesepakatan denganku kalau kita bisa mengalahkan tiga petarung kultivator mereka maka mereka tidak akan merebut desa kita! Tapi kalau kita kalah, kita harus siap menjadi budak mereka seumur hidup."

"Apa Ye Linghui ingin melakukan pertarungan di arena hidup dan mati?!" Kepala Suku bisa menebak pasti pertarungan itu bukan pertarungan biasa saja.

Xiao Ming terdiam sulit menjelaskan, memang benar kalau Ye Linghui ingin melakukan pertarungan di arena hidup dan mati. Dan mereka menginginkan salah satu pemuda keluarga besar Xiao mengirim satu untuk ikut bertanding, misalkan Xiao Ming. Begitupun juga dengan keluarga Ye Linghui.

Keluarga Ye Linghui akan mengirim putra jenius mereka, untuk bertanding melawan putra keluarga Xiao. Tapi masalahnya ialah keluarga Xiao tidak terlalu mendalami dunia kultivator, hanya sebagian dari mereka yang mendalaminya. Bahkan tingkatan pelatihan mereka tidak bisa dibilang hebat.

"Aku bisa mewakilkan diriku melawan Ye Guan Yu. Walaupun aku tidak sekuat dia, tapi demi desa aku siap melawannya," ucap Xiao Ming tegas membuat kepala suku tersentak.

Kepala Suku menolak keras, "Tidak boleh! Kalau kau melawan Ye Guan Yu pasti dia akan membunuhmu! Kakek tidak setuju!"

"Tapi Kakek kita tidak mungkin membiarkan Paman Ye merebut desa Bintang!"

Di sisi lain Shua Xie menyimak pembicara ke dua keluarga itu, walau pun Shua Xie mengerti masalah mereka tapi Shua Xie tidak menjamin kalau keluarga Xiao akan menang dalam pertandingan itu. Apalagi Xiao Ming hanya kultivator di tahap Bumi level 2, walau pun tingkat pelatihan Shua Xie lebih rendah darinya, tapi pengalaman dan pengetahuan Shua Xie lebih luas darinya. Mungkin tidak akan seorang anak muda berpengetahuan luas sepertinya.

Shua Xie berdehem pelan, "Ehem ... maaf kalau saya ikut campur urusan kalian. Sebenarnya tidak salah Tuan Muda Xiao menerima tantangan keluarga Ye. Tuan Muda Xiao sudah baik hati serta berani membela desanya. Asalkan dia giat berlatih, kemungkinan dia bisa menang melawan anak Ye Linghui," ujar Shua Xie memecahkan ketegangan di antara Kakek dan Cucu itu.

"Kau tidak tahu seberapa kuat Ye Guan Yu! Dia berada di tahap Bumi level 9, tidak mungkin Ming'er melawannya," tegas Kepala Suku.

"Kakek ...."

Shua Xie menghela nafas pelan, "Lalu anda bisa berbuat apa? Apa anda akan diam saja melihat musuh menginjak-injak harga diri keluarga Xiao!? Aku bisa membantu anda, aku bisa melatih Xiao Ming menjadi lebih kuat. Bahkan kapala keluarga Ye pun tidak akan sanggup melawannya!" Shua Xie memberi solusi.

Kepala Suku dan Xiao Ming terkejut bersamaan. Mungkin bagi mereka Shua Xie ini tengah melawak di tengah ketegangan, mereka tahu tahap pelatihan Shua Xie masih di tahap Pemurnian level 4, masih bisa dibilang tahap pelatihan terlemah.

Tahap pelatihan dibagi menjadi 9 dasar yaitu, tahap Pemurnian, tahap Bumi, tahap Langit, tahap Raja Putih, tahap Jenderal Emas, tahap Jindan, tahap Nirwana, Jiwa Dewa, dan tahap Abadi. Berdasarkan urutan, yang awal ialah pondasi terlemah, dan tahap terakhir ialah pondasi terkuat. Setiap tahap masih ada perlevel seperti tahap pelatihan Shua Xie di tahap Pemurnian level 4, dan Xiao Ming di tahap Bumi level 2.

"Bagaimana mungkin kau ingin melatih Ming'er sedangkan tahapmu lebih rendah darinya!"

Shua Xie tersenyum sinis, "Tanyakan pada Tuan Muda Xiao Ming apa aku pantas melatih dia atau tidak?" ujar Shua Xie seraya menatap Xiao Ming.

Xiao Ming tertegun mendengar kata-kata itu, tiba-tiba ia teringat kejadian saat ia dikejar puluhan monster spirit. Andaikan tidak ada Shua Xie dan Lou Yue mana mungkin dia bisa hidup seperti sekarang. Xiao Ming juga sudah melihat kekuatan Shua Xie dan Lou Yue.

"Senior pantas melatih saya," balas Xiao Ming.

Kepala Suku tertegun, "Ming'er ...."

"Bagus, tapi bukan aku yang akan melatih fisikmu melainkan temanku. Aku hanya akan memberi arahan dan menemanimu berlatih ...," ujar Shua Xie.

Kepala Suku tidak terima dengan ucapan Shua Xie, awalnya Shua Xie menawarkan dirinya melatih Xiao Ming. Tapi tiba-tiba saja Shua Xie berkata kalau temannya yang akan melatih Xiao Ming. Jelas-jelas ini seperti penghinaan bagi Kepala Suku.

"Ini bagaimana bisa kau membiarkan temanmu melatih cucuku!"

"Jangan meremehkan dia, temanku sangat kuat bahkan lebih kuat dariku. Hanya saja aku menang pengetahuan darinya, andai saja dia berpengetahuan luas sepertiku maka aku berani bersumpah kalau ia bisa mengusai seluruh dunia!" balas Shua Xie dengan nada datar.

"Sekarang jelaskan padaku kapan pertarungan itu dilaksanakan?" Lanjut Shua Xie lagi.

"Satu minggu dari sekarang."

***

Lou Yue menghela nafas lega setelah berhasil mengalahkan semua monster spirit itu. Walau pun Lou Yue mempunyai pusaka tombak tingkat tinggi, tetap saja ia mendapat luka dari pertempurannya. Karena terlalu lama memakai tombaknya, membuat banyak tenaga terkuras. Dan juga tombaknya tidak bisa dipakai dalam jangka waktu lama, ada saat tertentu tombaknya itu tidak bisa digunakan melahap esensi kehidupan spirit. Jadi Lou Yue harus bisa membagi tenaga dalamnya dengan sebaik mungkin.

Lou Yue menaiki kudanya dan meninggalkan hutan secepat mungkin. Ia sudah berjanji pada Shua Xie akan kembali secepat mungkin.

Tidak lama Lou Yue menunggangi kudanya akhirnya ia sampai tepat di dekat gerbang desa Bintang. Lou Yue yakin kalau Shua Xie pasti ada di dalam desa Bintang mengingat pemuda yang dibawa Shua Xie adalah cucu dari kepala suku. Lou Yue mengenal Xiao Ming karena ia mantan seorang pembunuh bayaran, tentunya nama orang-orang elit pasti dia sudah hapal. Apalagi dia sering menerima misi membunuh keluarga bangsawan.

Kuda Lou Yue berjalan mendekati gerbang, tampaklah di depan gerbang seorang gadis berpakain hitam dengan raut wajah datar tengah menatapnya tanpa ada senyuman.

Lou Yue tersenyum kecil seraya mendekati gadis itu. Baru saja Lou Yue ingin berbicara tiba-tiba gadis itu menyelanya.

"Terlalu lama! Aku pikir kau bisa membereskan semuanya dengan cepat! Dasar payah! Karena kau terlalu lambat aku akan menghukummu!" ucap gadis itu sambil berjalan masuk ke dalam desa meninggalkan Lou Yue.

Lou Yue turun dari kudanya lalu memberikannya kepada penjaga gerbang. Setelahnya ia berlari kecil mengejar gadis itu.

"Maaf aku membuat Shua'er khawatir ya?"

Shua Xie melirik geram wajah Lou Yue, "Shua'er? Apa kita seakrab itu?" sinis Shua Xie membuat Lou Yue tertawa.

"Hahaha ... benar juga ya. Kalau aku panggil Shua'er terkesan seperti adik kakak. Padahal Shua adalah calon istriku!" Seketika Shua Xie berhenti ditempat, sedikit terkejut mendengar candaan Lou Yue.

"Jangan bercanda! Lagi pun kapan aku setuju menjadi calon istrimu!?" Terdengar suara Shua Xie semakin mendingin dari pada sebelumnya. Tampaknya ia tidak tergoda sedikit pun ucapan Lou Yue seperti sebelumnya.

Lou Yue mengerutkan keningnya, "Sejak kapan aku bercanda? Yang aku katakan tadi bisa jadi kenyataan loh! Aku sudah menentukan kalau Shua akan menjadi istriku di masa depan nanti!" goda Lou Yue tapi tidak ada reaksi malu dari Shua Xie.

"Sebaiknya kau fokus, satu minggu ini kamu akan melatih cucu dari kepala suku." Shua Xie kembali berjalan diikuti Lou Yue di sampingnya.

"Melatih buat apa?"

"Buat melawan anak dari Ye Linghui, seminggu lagi akan ada pertarungan antar kultivator merebut kekuasaan desa ini. Ke dua keluarga ini akan saling bertarung merebutkan desa Bintang."

"Oh baiklah, tapi apa yang mau direbutkan dengan desa kecil ini?" Lou Yue bersiul-siul kecil.

Shua Xie tersenyum kecil, "Pastinya sesuatu yang berharga."

.

.

.

.

.

.

.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

Bibirnya Kyung-soo🐧🍉

typo thor sumber daya

2022-02-18

0

veronica Mayanti park

veronica Mayanti park

aku jadi curiga sama lou you

2021-04-18

0

irin

irin

like..

2021-04-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 143
144 Bab 144
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Q&A Part 1 (Bukan Update)
176 Bab 175
177 Bab 176
178 Bab 177
179 Bab 178
180 Bab 179
181 Bab 180
182 Bab 181
183 Bab 182
184 Bab 183
185 Bab 184
186 Bab 185
187 Bab 186
188 Bab 187
189 Bab 188
190 Bab 189
191 Bab 190
192 Bab 191
193 Bab 192
194 Bab 193
195 Bab 194
196 Bab 195
197 Bab 196
198 Bab 197
199 Bab 198
200 000
Episodes

Updated 200 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66 ( Arc 1 and penyesalan )
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 143
144
Bab 144
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Q&A Part 1 (Bukan Update)
176
Bab 175
177
Bab 176
178
Bab 177
179
Bab 178
180
Bab 179
181
Bab 180
182
Bab 181
183
Bab 182
184
Bab 183
185
Bab 184
186
Bab 185
187
Bab 186
188
Bab 187
189
Bab 188
190
Bab 189
191
Bab 190
192
Bab 191
193
Bab 192
194
Bab 193
195
Bab 194
196
Bab 195
197
Bab 196
198
Bab 197
199
Bab 198
200
000

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!