Dia Adalah Korban Pengkhianat

Selama tiga hari Tuan Besar Benedict menjalani rawat inap ,selama itu pula Alena bolak balik Rumah sakit - rumah utama. Aslan tidak lebih dari 30 menit meninggalkan sang Ayah ketika makan,mandi bahkan jam tidurnya juga kacau. Wajahnya tampak layu dan guratan gelap terlihat pada bawah mata Aslan. Alena harus memastikan vitamin dan makan Aslan tetap terjaga meskipun Gadis itu sama lelahnya dengan Tuan Muda Benedict

 Sore ini di kabarkan bahwa Tuan Besar sudah di izinkan pulang dengan catatan tidak boleh lelah,dan tertekan dalam segi pikiran dan emosi. Pola makan dan tidur teratur juga harus di terapkan, kesehatan dan metabolisme tubuh di usia senja rentan terkena serangan yang dapat mengakibatkan mudah sakit. Asisten Tuan Benedict pergi ke bagian Administrasi menyelesaikan urusan dan mengambil obat yang akan di konsumsi Oslan Benedict.

Sementara itu dalam ruang tamu kamar eksklusif tersebut Alena sudah menghubungi kepala pelayan mengabari kepulangan Tuan Besar sore nanti. Kepala pelayan bersyukur dengan kabar bahagia ini dan berterimakasih kepada Alena, berkata bahwa seluruh ruangan sudah di sterilkan dan sudah bersiap menanti kepulangan Tuan Besar.

Alena membereskan seluruh bawaan dan perlengkapan yang ada selama mereka di Rumah sakit ini, meminta pengawal membawa turun ke lobby dan meletakkan ke dalam bagasi mobil.

Aslan menjadi posesif berkali kali lipat setelah mendengar segala anjuran dan petuah Dokter tentang apa saja yang harus di lakukan sang Ayah seperti makanan dan segala hal yang harus di hindari, dan hari itu juga ia menghubungi Direktur Rumah sakit, Aslan ingin memperkerjakan ahli gizi khusus demi memastikan Ayahnya makan dengan baik. Dan berpesan kepada bagian Departemen Utama perusahaan agar menghentikan sementara jadwal pertemuan Tuan Benedict dengan beberapa kolega hingga Aslan sendiri yang nanti nya akan turun tangan menangani masalah perusahaan. Kali ini Putra Konglomerat ternama itu benar benar tidak ingin kecolongan lagi, baginya lelaki Tua yang sedang tersenyum memandangi nya dari brankar Rumah sakit di depannya harus hidup lebih lama lagi

aku janji Pa, apapun demi papa

Sudah cukup Mama saja yang pergi

jangan lagi Papa

doa Aslan dalam hatinya

"Son, mengapa kau seperti mama mu ,cerewet sekali. Papa baik baik saja,lihat Papa bahkan sudah bisa menghajar mu setelah ini. Kau mengacaukan agenda yang sudah di susun rapi oleh Gudzar"

Oslan berdecak melihat kelakuan Putra semata wayangnya, berlebihan pikirnya.

"Baiklah pastikan Papa memukul ku dengan keras nantinya. Sekarang Tuan Besar harus mengumpulkan tenaga lebih untuk mewujudkannya" Aslan tersenyum puas melihat kekesalan Oslan.

"Dasar" ujar Oslan,Aslan tidak perduli sama sekali.

Perbincangan mereka terhenti ketika pintu ruangan terbuka menampilkan Dokter utama dan Dokter keluarga mereka,Rahardian. Tak jauh dari mereka berdiri terlihat Alena berjalan dengan setelan seragam putih nya. Jika tidak melihat dengan jelas maka siapapun akan mengira bahwa Alena adalah perawat Rumah sakit.

Dua lelaki seusia Oslan menghampiri brankar dan berdiri di bagian kiri dan kanannya,mereka saling menyapa dan berbincang hangat. Sesekali tampak Rahardian memukul pelan bahu Oslan yang di sambut gelak tawa dari pria paruh baya tersebut

Sementara Alena menghampiri Aslan yang duduk di sofa yang berada tidak jauh dari pintu masuk ,ia tersenyum berdiri tepat di samping Aslan "Selamat siang Tuan. Semua barang sudah saya pastikan tidak ada yang tertinggal dan kepala pelayan juga telah saya kabari" Alena kembali ke posisi semula setelah melapor kepada Aslan

"Terimakasih" ucap Aslan

......................

Seminggu setelah kepulangan Tuan Besar Benedict kondisi lelaki itu mulai membaik pun dengan Aslan yang semakin sibuk pada perusahaan, Alena tetap menjadi pengasuh yang menempel kemanapun Tuan Muda nya bergerak. Sekalipun ia harus menerima tatapan julid dari assisten Sekretaris utama Perusahaan Benedict Junction

Bodo amat, batin Alena

Malam ketika Aslan selesai makan malam bersama Tuan Benedict, ketiga nya berkumpul di ruangan utama. Alena masih berdiri di belakang Tuan Muda berjarak dua meter dari sofa yang Aslan duduki.

Tuan Benedict tampak serius ia bergantian memandang Aslan dan Alena.

"Alena " panggil Oslan.

Alena mengangkat wajahnya dan tersenyum ramah

"Ada yang bisa saya bantu Tuan Besar?" tanya Alena sopan, Benedict terdiam sesaat lalu berkata

"Kemarilah, duduk di sebelah Aslan"

"Maaf Tuan Besar, tidak pantas saya duduk berdampingan dengan Tuan Muda" jawab Alena.

Hati Tuan Muda di depannya sedikit tersentil mendengar perkataan Alena

"Kemari Alena" Kata Aslan.

Dengan ragu ragu Alena melangkah dan duduk tegak di sebelah Aslan,meskipun wajahnya menunduk tampilan gurat kecemasan terpatri di wajah Alena dan Oslan yang melihatnya tersenyum

"Tenang saja, jangan terlalu tegang Alena. Di sini hal yang akan di bicarakan berkaitan denganmu juga"

Bum.. Perkataan Tuan besar membuat rasa bergejolak di perut Alena menghantam seketika wajahnya pucat pasi

Mat*lah aku ,apakah aku berbuat salah kah? Batin nya

Dua insan di depannya menanti harap harap cemas,yang satu berharap ini cepat selesai sedangkan gadis itu menumpuk rasa penasaran dan ketakutan tanpa sebab jelas di dalam kepalanya.

"Pa,katakan saja. Lihat wajah Alena sudah seperti pangsit rebus" Tunjuk Aslan ke wajah Gadis di sebelahnya.

Perkataan Aslan membuat alis Alena menukik tajam menatap Aslan yang ditatap malah semakin cengengesan

Si4lan sekali lelaki ini. Aku menahan mual sampai mau mat1 rasanya. Dia malah mengatakan hal konyol

Begitulah makna tatapan Alena

"Aku akan langsung pada intinya saja, aku akan menikahkan kalian berdua bulan depan" ujar Oslan Benedict

Jederrrrr....apa lagi ini Tuhan

Bagaikan petir di siang bolong, Alena terbelalak kaget dengan nata melotot mendengar pernyataan yang tidak pernah dia duga sebelumnya keluar dari mulut Tuan Besar di hadapannya. Aslan menarik ujung rambut Alena

"Hei respon mu biasa saja jangan berlebihan begitu. Kenapa wajahmu seperti kemasukan roh jahat ?" ujar Aslan,Alena balik menatap nya

Apa katanya?

"Maaf Tuan Muda dan Tuan Besar, sa saaya terkejut" jawab Alena ia bahkan kesusahan menelan saliva nya yang tercekat di batang leher. Oslan terkekeh

"Bagaimana Alena,kau bersedia?" tanya Oslan kembali menyadarkan Alena, bahwa yang baru saja di dengar nya bukan mimpi tapi kenyataan

"Bolehkah saya bertanya Taun Besar?" ujar Alena.

"Silahkan,tanyakan saja Alena" kata Oslan

" kenapa harus saya Tuan, dan semua terkesan mendadak. 7 bulan lagi masa kerja saya juga habis Tuan" Tanya Alena

"Masalah ini sudah lama aku pikirkan Alena, dan alasan keputusan ku, tidak perlu di pertanyakan kembali. Untuk urusan visa kerjamu mudah bagiku memperpanjangnya" jawab Benedict

Yups! Uang akan bekerja sesuai Nilai dan jumlahnya

"kenapa, kau menolak nya Alena?" tanya Aslan

"Bukan begitu Tuan Muda. Saya merasa tidak pantas dari segi apapun berdampingan dengan Tuan Muda keluarga Benedict"

jawab Alena,niat hati memang ingin menikah dengan pemuda pengusaha yang status kekayaannya lebih dari keluarga mantan nya dulu. Bukan berarti sang Pewaris Benedict juga. Gila, Alena juga tidak seserakah itu dan merasa tidak pantas ,bahkan keluarga mantannya bagaikan debu di sepatu keluarga Aslan

"Hanya karena itu,bukan karena kau punya pasangan di Negara mu kan?" ujar Aslan

Jika memang iya pun dia juga akan menyuruh Alena memutuskan kekasih nya

Lalu kenapa harus bertanya lagi jika seperti itu ujungnya Tuan Muda?!

"Saya tidak punya kekasih di mana pun Tuan Muda " jawab Alena.

Oslan tertawa mendengar percakapan anak dan calon menantunya,perkataan Oslan selanjutnya bukan hanya mengejutkan Alena namun juga putra nya Aslan

"Dia di khianati kekasih dan sahabat nya. Itu sebabnya dia pergi dari negara nya sendiri. Nasib baik berpihak kepada gadis ini,dia lolos dan terpilih bekerja sebagai pengasuh anakku yang Nakal"

Apa? Aslan termenung mendengar nya

Terpopuler

Comments

Ruk Mini

Ruk Mini

ua elah. beh.. polos amat jdi cengo kn babank as

2024-07-17

0

lihat semua
Episodes
1 Luka Di Atas Gaun Pengantin
2 Masa Pelatihan Alena
3 Bagaimana Jika Bukan Takdir Baik
4 Gadis Ini Luar Biasa
5 Aku, Alena Prameswari
6 Anda Salah Memilih Lawan,Tuan
7 Mengejutkan Seisi Mansion Benedict
8 Butuh Pengawasan Penuh
9 Kebersamaan Pengasuh Dan Pewaris
10 Rencana Pernikahan Duoble A
11 Tidak Ada Pernikahan Dalam Wish List Ku
12 Tantrum Akibat Tingkah Sendiri
13 Bagaimana Pendapatmu Tentang Pernikahan
14 Ungkapan Di Hadapan Sinar Swastamita
15 Ketika Niskala Terbaring Lemah
16 Dia Adalah Korban Pengkhianat
17 Kesepakatan Alena Dibelakang Aslan
18 Kebelet Nikah
19 Pernikahan Sang Pewaris
20 MasaLalu Alena Memicu Amarah Aslan
21 Lebih Baik Jangan Kembali
22 Kilatan Masa Lalu
23 Berita Mengejutkan
24 Kehamilan Merubah Keegoisan
25 Gejolak Rindu Tidak Salah
26 Lihat Sampai Akhir
27 Sederhana Penuh Makna
28 Karmaphala Itu Nyata
29 Penyesalannya Hanya Akan Berakhir Kehancuran
30 Dua Air Mata Berbeda Pada Satu Tempat
31 Sang Pewaris Bergerak, Ny.Benedict
32 Ketika Sumpah Menjadi Nyata ( Kembalinya akan Menjadi Luka Bagi Kalian)
33 Istri Cantikku Menggemaskan
34 Sekali Dayung DUA Keluarga Kena
35 Kehidupan Baru
36 Bagai Perputaran Roda
37 Arnawama Lev Benedict Aryasatya Blade Benedict
38 Pertolongan Seorang Ibu
39 Selalu Ada Kumbang Di Taman
40 Kehidupan Para Penggores Luka
41 Buah Kesabaran Pasti Menakjubkan
42 Mengintip Keluarga Kecil AAAA
43 Perjalanan Waktu Mengubah Segalanya
44 Perasaan Yang Hadir Tanpa Di Minta
45 Hari Pertandingan
46 Perbincangan Dua Remaja
47 HIDUP HARUS BERUBAH
48 Segerombolan Geng Motor
49 Masih Membahas Masalah Yang Sama
50 Surat Lama Penuh Lara (Jessica Bagai Di Telan Bumi)
51 Mama Dan Papa Dari Tuhan
52 Gunjingan Panas
53 Alena Ku, Kenapa?
54 Hadiah Lanjutan Untuk Benedict
55 Nostalgia Kembali Dengan Si Kembar
56 Aslan VS Kembar Identik
57 Nathalya Kusuma Astyaningsih
58 DIA Alena nya Aslan
59 Study Tour
60 Lagi,Ketika Sang Pewaris Bergerak
61 Tidak Selamanya,Hanya Ujian Sementara
62 RAJA Hutan Mencicipi Buruan
63 ALANA VANITA BENEDICT
64 Keluarga Awalan A
65 Kerinduan Tanpa Pertemuan
66 ALYA Pulang
67 PERPISAHAN KITA TELAH TIBA
68 Last but not the end
69 Four Years Later
70 Sepenggal Kisah Mahasiswa
71 Hancurnya Hati Sang ANAK ASUH (Ketika Ibu Pergi)
72 KISAH CINTA SI KEMBAR (PROMO KARYA BARU)
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Luka Di Atas Gaun Pengantin
2
Masa Pelatihan Alena
3
Bagaimana Jika Bukan Takdir Baik
4
Gadis Ini Luar Biasa
5
Aku, Alena Prameswari
6
Anda Salah Memilih Lawan,Tuan
7
Mengejutkan Seisi Mansion Benedict
8
Butuh Pengawasan Penuh
9
Kebersamaan Pengasuh Dan Pewaris
10
Rencana Pernikahan Duoble A
11
Tidak Ada Pernikahan Dalam Wish List Ku
12
Tantrum Akibat Tingkah Sendiri
13
Bagaimana Pendapatmu Tentang Pernikahan
14
Ungkapan Di Hadapan Sinar Swastamita
15
Ketika Niskala Terbaring Lemah
16
Dia Adalah Korban Pengkhianat
17
Kesepakatan Alena Dibelakang Aslan
18
Kebelet Nikah
19
Pernikahan Sang Pewaris
20
MasaLalu Alena Memicu Amarah Aslan
21
Lebih Baik Jangan Kembali
22
Kilatan Masa Lalu
23
Berita Mengejutkan
24
Kehamilan Merubah Keegoisan
25
Gejolak Rindu Tidak Salah
26
Lihat Sampai Akhir
27
Sederhana Penuh Makna
28
Karmaphala Itu Nyata
29
Penyesalannya Hanya Akan Berakhir Kehancuran
30
Dua Air Mata Berbeda Pada Satu Tempat
31
Sang Pewaris Bergerak, Ny.Benedict
32
Ketika Sumpah Menjadi Nyata ( Kembalinya akan Menjadi Luka Bagi Kalian)
33
Istri Cantikku Menggemaskan
34
Sekali Dayung DUA Keluarga Kena
35
Kehidupan Baru
36
Bagai Perputaran Roda
37
Arnawama Lev Benedict Aryasatya Blade Benedict
38
Pertolongan Seorang Ibu
39
Selalu Ada Kumbang Di Taman
40
Kehidupan Para Penggores Luka
41
Buah Kesabaran Pasti Menakjubkan
42
Mengintip Keluarga Kecil AAAA
43
Perjalanan Waktu Mengubah Segalanya
44
Perasaan Yang Hadir Tanpa Di Minta
45
Hari Pertandingan
46
Perbincangan Dua Remaja
47
HIDUP HARUS BERUBAH
48
Segerombolan Geng Motor
49
Masih Membahas Masalah Yang Sama
50
Surat Lama Penuh Lara (Jessica Bagai Di Telan Bumi)
51
Mama Dan Papa Dari Tuhan
52
Gunjingan Panas
53
Alena Ku, Kenapa?
54
Hadiah Lanjutan Untuk Benedict
55
Nostalgia Kembali Dengan Si Kembar
56
Aslan VS Kembar Identik
57
Nathalya Kusuma Astyaningsih
58
DIA Alena nya Aslan
59
Study Tour
60
Lagi,Ketika Sang Pewaris Bergerak
61
Tidak Selamanya,Hanya Ujian Sementara
62
RAJA Hutan Mencicipi Buruan
63
ALANA VANITA BENEDICT
64
Keluarga Awalan A
65
Kerinduan Tanpa Pertemuan
66
ALYA Pulang
67
PERPISAHAN KITA TELAH TIBA
68
Last but not the end
69
Four Years Later
70
Sepenggal Kisah Mahasiswa
71
Hancurnya Hati Sang ANAK ASUH (Ketika Ibu Pergi)
72
KISAH CINTA SI KEMBAR (PROMO KARYA BARU)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!