Sementara itu di luar kamar ketika sang kepala pelayan sudah mendengar suara tawa Dokter keluarga Benedict, ia seketika merasakan lega bersamaan dengan para pelayan termasuk Alena menghembuskan napas lega. Pertanda jika kondisi sang Tuan Muda mereka tidak separah yang meraka pikirkan.
"Ikuti aku Alena. Kau belum menjelaskan apapun padaku! Yang lain kembali lah bekerja" Perintah kepala pelayan
Mereka semua membubarkan diri kembali mengerjakan bagian masing masing.
Alena mengikuti Kepala Pelayan keruangan bawah tanah dimana ruang kerja lelaki itu berada.
Setelah sampai mereka duduk berhadapan berbatas meja kerja ,kepala Pelayan mulai mengintrogasi Gadis pengasuh Tuan Muda di hadapannya
"Bisa kau jelaskan padaku,sebelum Tuan Benedict sendiri yang turun tangan lebih baik aku yang mewakili nya Alena.Jika memang kau terbukti tidak bersalah maka aku bisa meminta keringanan hukuman untukmu"
Alena heran "Maaf Kepala Pelayan,kenapa aku di hukum aku bahkan tidak mengetahui apapun penyebabnya" jawab Alena
"Jelaskan" perintah Kepala Pelayan
"Pagi tadi saat aku masuk kamar Tuan Muda,aku tidak menemukan dia dimana pun. Kemudian aku memutuskan untuk mengecek kamar mandi,dan sudah menemukan Tuan Muda tergeletak. Aku sungguh tidak tahu menahu mengapa Tuan Muda mimisan dan piyamanya bersimbah darah" jelas Alena kepada kepala pelayan. Ia sudah berkata jujur tapi melihat raut wajah Lelaki di hadapannya yang seperti meragukannya Alena kembali buka suara
"Kepala pelayan bisa memeriksa sidik jari yang ada pada tubuh Tuan Muda. Karena aku bahkan belum menyentuh nya sama sekali"
"Baiklah, aku anggap kau tidak menutupi apapun dariku. Sampai aku tahu ada yang tidak benar maka saat itu juga aku tidak bisa berbuat apapun untuk membantu mu Alena" Ujar kepala Pelayan kemudian
"Baik, akan ku pertanggung jawab kan semuanya. Jika memang aku berbohong maka aku siap menerima hukuman nya" Jawab Alena tanpa ada keraguan sedikitpun
Beberapa menit kemudian telepon meja kerja kepala Pelayan berbunyi,ia mengangkat dan tampak berbicara serius dengan seseorang di seberang sana kemudian kepala pelayan berkata
"Tuan besar saya sudah pastikan ini murni kecelakaan tunggal. Tidak ada campur tangan siapapun termasuk Pengasuh Tuan Muda"
Pembicaraan tampak serius sesaat kemudian kepala pelayan kembali berkata
"Baik Tuan Besar, akan saya sampaikan. Anda bisa mengandalkan saya, Benar Tuan. Tuan Besar selamat bekerja. Gadis ini akan segera menuju kamar atas dalam 15 menit kedepan menemani Tuan Muda "
kemudian mereka mengakhiri pembicaraan dan kepala pelayan meletakkan gagang telepon ,dan menatap Alena
" Mulai malam ini tidur lah di kamar Tuan Muda. Aku akan memanggil orang yang akan membuatkan dirimu ruangan khusus untuk beristirahat dalam kamar Tuan Muda ketika malam hari setelah jam kerjamu selesai" ujar Kepala Pelayan
"Tapi bukankah dalam kontrak kerja tidak ada hal yang tertulis seperti itu ?" Tanya alena
"Tuan besar menginginkannya dan akan menambah gajimu. Dia juga sudah menghubungi Yayasan pengantar mu untuk mengonfirmasi dan menjamin keselamatan untukmu selama berada di dekat Tuan Muda " ucap kepala pelayan, sebenarnya ia juga kasihan melihat gadis muda ini harus menghadapi tempramental sang Tuan Muda Benedict
"Baiklah, jika sudah seperti itu aku tidak punya pilihan lain" kemudian Alena pamit undur diri dan menaiki kamar Aslan
Begitu Alena memijak keramik lantai atas depan kamar Aslan. Double door di depannya terbuka memperlihatkan Tuan besar dan Dokter keluarga yang tampaknya baru saja selesai memeriksa keadaan Aslan. Alena memberi jalan dan menundukkan pandangan dengan sopan menyapa Tuan Benedict,tak lupa senyuman manis ia suguhkan membuat Dokter Rahardian meneliti alena untuk beberapa saat
"Selamat Pagi Tuan ,Selamat pagi Dokter. Saya izin ingin melihat keadaan Tuan Muda"
"Siapa namamu?" ujar Tuan Oslan Benedict
"Saya Alena Prameswari Tuan" jawab Alena
"Sudah bicara dengan kepala pelayan?" tanyanya lagi
Alena mengangguk " sudah Tuan"
"Bagus berarti kau sudah tahu kalau anakku Aslan butuh pengawasan penuh ,bukan?"
"Iya Tuan" jawab Alena
"Aku sudah memerintahkan kepala pelayan untuk membuat kan mu ruangan dekat dengan Aslan. Setelah selesai kau bisa beristirahat disana. Untuk sementara tidur lah di kasur yang akan di sediakan di sebelah tempat tidur Aslan" ujar Benedict menjelaskan
"Baik Tuan Besar, Terimakasih" Alena membungkukkan badannya. Setelah nya mereka berjalan berlainan arah dan alena memasuki kamar Tuan Muda Aslan
Di ranjang seprei warna monokrom Aslan sudah membuka mata, ia melirik ke arah Alena yang berdiri di sebelahnya. Aslan mencoba mengingat semuanya, sedikit demi sedikit ia mulai ingat kejadian pagi tadi yang menyebabkan Aslan pingsan
Ketika Aslan bangun pagi, handphone nya berdering ada panggilan dari nomor tak di kenal menghubunginya. Awalnya Aslan mengabaikan hingga panggilan ke sepuluh tak kunjung berhenti ,mau tak mau Aslan akhirnya mengangkatnya. Begitu panggilan terhubung ,lelaki itu membeku 'Suara ini '
"Halo Aslan, bagaimana kabarmu?" tanya suara itu
"Hei,kenapa diam. Kau masih mengenalku atau kecelakaan itu membuatmu amnesia"
"Hei pengecut. Apa kau sudah lupa kejadian malam itu, kau membuat nyawa tak berdosa melayang sialan" ujar nya lagi.
Aslan hanya diam tak menjawab satupun perkataan suara tersebut. Setelah di rasa tidak ada jawaban panggilan itu di putuskan secara sepihak
Setelahnya kepala Aslan mulai berdenyut,kenangan saat malam kecelakaan nya terjadi berputar di kepala Aslan hingga membuat kepalanya pening luar biasa,bahkan hidungnya berdarah. Ia berusaha mengelap tetesan darah yang sudah jatuh menetes di piyama tidurnya
Bedebah, kenapa kau meneleponku ha
kau tidak puas membuatku hancur. Dasar sialan
Rasa sakit yang menghantam kepala Aslan tak tertahankan lagi hingga pandangan nya kabur. Sesaat sebelum ia benar benar pingsan ia mendengar suara kunci kamarnya terbuka berbunyi dan Aslan benar benar tak ingat apapun lagi setelahnya
"Tuan, Tuan apa anda masih pusing" Suara alena membuyarkan lamunan Aslan
Ia melihat ke arah Alena tak menjawab pertanyaan alena,karena tak mendapat jawaban Alena memberanikan diri untuk bertanya lagi
"Tuan Muda, bolehkah saya mengganti piyama anda. Piyama tidur anda kotor terkena darah " Ujar Alena. Aslan yang mendengarnya melihat kebawah tubuhnya. Dan benar piyama nya penuh darah. Aslan hanya berdehem menjawab Alena. Ia meletakkan lengan nya menutup mata karena masih merasakan sedikit pusing
Alena melangkah menuju lemari yang berada di ruangan sebelah kamar Aslan kemudian ia mengambil satu setelan baju ganti dan juga mengarah ke pintu yang terhubung langsung dengan kamar mandi ,Alena mengambil handuk kecil ia hangat kan sebentar kemudian membawa kembali menemui Aslan
"Tuan muda, bisakah saya bersihkan tubuh anda sebentar" ucap Alena
Aslan duduk bersandar pada Head board tempat tidur nya. Secara perlahan Alena mulai membersihkan badan Asalan ia mengerjakan nya dengan perlahan. Dengan jarak yang begitu dekat bisa Aslan mencium wangi rambut Alena. Aslan dengan sengaja mendekat kan hidungnya ke kepala Alena
Setelah selesai alena berkata " Tuan muda, saya akan ke bawah meminta bibi Koki memasakkan anda bubur. Apa Tuan Muda juga ingin air jahe hangat"
" Tidak, bubur saja sudah cukup. Kau cepat lah kembali, jangan terlalu lama di bawah" jawab Aslan
Alena membungkuk kemudian berdiri dan tersenyum menatap Aslan dan berkata
"Baik tuan Muda"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Ruk Mini
mulai jinak 👍👍👍
2024-07-17
0